Penatalaksanaan Terapi ABK
Penatalaksanaan Terapi ABK
ONE THOUGHT ON PENATALAKSANAAN TERAPI PADA ANAK DENGAN GANGGUAN TUMBUH KEMBANG ABK
[Link]
Dalam studi skala besar mengenai anak hiperaktif pada 1960-an oleh dokter Ben Feingold, satu grup senyawa kimia bernama
salisilat, ditemukan terutama di zat tambahan makanan, ternyata membuat anak-anak jadi lebih hiperaktif. Ketika anak-anak
tersebut diberi donat yang berisi selai mengandung rasa dan warna artifisial, perilaku mereka memburuk hanya dalam beberapa
jam.
Ia menyimpulkan bahwa banyak bahan kimia yang digunakan dalam makanan artifisial adalah salisilat. Ia menyatakan bahan-
bahan kimia itulah akar masalah bagi beberapa anak.
Anak ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder, terbukti pula sensitif terhadap beberapa jenis zat kimia. Salah satu yang
terburuk adalah pewarna tartrazine, dikenal dengan E102, parahnya zat pewarna ini menyebar di hampir seluruh jenis panganan
dan minuman moderen, termasuk gula-gula, kue dan roti yang kerap dikonsumi anak.
Sejak itu, studi lain kian memperkuat pengaruh buruk zat aditif pada makanan dan ADHD. Studi-studi tadi menyimpulkan bahwa
kombinasi pola makan berkualitas baik serta suplemen vitamin sederhana dapat mengubah kecerdasan dan perilaku anak-anak
yang sulit dikendalikan.
Asam lemak esensial omega-3 dan -6 yang ditemukan pada minyak ikan juga krusial bagi pembentukan fungsi otak normal. Studi
minyak ikan dari Universitas Oxford yang dipimpin Alex Richardson dengan reputasi mendunia, menyimpulkan bahwa enam puluh
hingga tujuh puluh persen anak hiperaktif dan masalah serupa akan membaik secara nyata bila mengonsusi suplemem ekstrak
minyak ikan murni dalam konsentrasi tinggi,
Pola makan ideal yang disarankan bagi anak-anak adalah makanan sehat yang bebas zat aditif, jika memungkinkan berbahan
organik dengan menu bervariasi. Semua anak menikmati santapan manis sesekali, jadi lebih baik sediakan kue, biskui, pai atau
pastri dan puding dalam rumah. Tentu lebih baik jika itu hasil karya orang tua sendiri, sehingga anda bisa memstikan mereka bebas
dari zat pewarna dan perasa aditif.
Bila anda ingin lebih ketat lagi, berikut adalah daftar zat aditif yang patut dihindari
Pewarna Artifisial
102 tartrazine
104 quinoline yellow
107 yellow 2G
110 sunset yellow
122 azorubine, carmoisine
124 ponceau, brilliant scarlet
127 erythrosine
128 merah 2G 129 allura red
132 indigotine, indigo carmine
133 brilliant blue
142 green S, food green, acid brilliant green
151 brilliant black
155 brown, chocolate brown
[Link]
3 Langkah Ajaib
Terima kasih atas kehadirannya ke blog ini. Saya akan memberikan 3 Langkah Ajaib Terapi Calistung yang merupakan intisari dari
pembelajaran Terapi Calistung untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Untuk mengerti isi tulisan mengenai Terapi Calistung, selalu kembali ke
halaman utama ini untuk menuju ke halaman lainnya. Isi dari tulisan ini akan disempurnakan dan ditulis satu persatu. Saya berharap, hingga
pertengahan 2014, seluruh tulisan inti sudah selesai ditulis.
Adapun untuk mengetahui isi tulisan saya lainnya, taruh pointer Anda ke Resources, lalu pilih topik yang diinginkan. Pada bagian bawah
akan berisikan jumlah halamannya pada masing-masing topik. Berikut ini akan saya uraikan 3 langkah ajaib Terapi Calistung.
Seperti kita ketahui bersama, Terapi Akademik merupakan puncak dari piramida terapi yang harus dilakukan oleh anak berkebutuhan
khusus. Jadi, sebelum memulai terapi calistung, sebaiknya melakukan terapi dasar terlebih dahulu. Hal ini penting dilakukan, untuk mencapai
hasil yang maksimal. Tetapi banyak juga terapis mengatakan, sebaiknya jangan melakukan terapi edukasi, sampai terapi dasar dilakukan
dengan baik. Menurut Saya, itu kurang tepat. Sebaiknya pararel dilakukan antara terapi dasar dan terapi pendidikan. Mengapa demikian?
Saya banyak melihat, demi melatih terapi dasar yang demikian lama, sehingga saat anak berumur 10 tahun baru dilatih terapi akademik. Itu
sungguh terlambat. Pada bagian selanjutnya akan saya jelaskan mengenai terapi calistung buat anak yang masih sangat lemah dan belum
bisa menulis. Tapi untuk saat ini, penjelasan mengenai bagaimana melakukan terapi dasar dapat di KLIK DISINI.
Setelah melakukan terapi dasar, barulah bisa dilakukan terapi secara pararel. Artinya, terapi dasar dilakukan berbarengan atau bersamaan
dengan Terapi Calistung. Adapun terapi calistung itu sendiri terdiri dari 3 bagian utama yang penting. Semuanya berjalan secara terstruktur
dan berurutan. Seperti kita ketahui, bahwa calistung artinya adalah: membaca,menulis dan berhitung. Untuk melakukan hal ini haruslah
dilakukan terlebih dahulu tes Diagnostis. Apa dan bagaimana kelanjutan mengenai Terapi Calistung ini, dapat di KLIK DISINI.
Demikianlah, 3 langkah ajaib terapi calistung agar anak mahir Edukasi. Semoga penjelasan ini dapat membantu Bapak dan Ibu untuk memberikan yang
terbaik buat putra/putri-nya. Tentu saja, apa yang baik dan menolong anak berkebutuhan khusus, dapat juga dilakukan untuk pendidikan anak normal yang
mempunyai kesulitan belajar. Tulisan ini bermanfaat juga bagi orang tua yang mempunyai anak normal untuk meningkatkan prestasi Akademik di rumah.
[Link]
[Link], JAKARTA -- Musik memang ajaib. Tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak normal, American Music Therapy
Association (AMTA) menyatakan bahwa musik bisa menjadi terapi efektif bagi anak-anak berkebutuhan khusus, seperti down syndrome,
autisme, cerebal palsy, dan cedera otak.
Selaras dengan AMTA, Uttara Sharma, psikolog anak di Bangalore, India mengatakan bahwa terapi musik bertujuan membantu perilaku
sosial anak-anak berkebutuhan khusus.
"Musik menurunkan perilaku sulit konsentrasi dan mendorong anak bekerja sama, hidup mandiri hingga memiliki keterampilan motorik halus
dan kasar," katanya.
Inilah beberapa manfaat yang bisa didapatkan anak berkebutuhan khusus dari terapi musik seperti dikutip dari [Link].
Melatih motorik
Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kelemahan fisik. Salah satunya adalah jari-jarinya terlalu rekat dan sulit dilebarkan. Dengan
bermain piano, anak-anak terlatih untuk membuka jarinya saat menekan tuts piano. Rupanya, kebiaaan itu membantu motorik anak, sepert
buka tutup jari yang berguna untuk menunjuk sesuatu atau berhitung dengan jari. Selain itu, koordinasi tubuh anak juga akan terlatih karena
mereka terbiasa memainkan melodi dengan tangan kanan dan kord dimainkan dengan tangan kiri yang memengaruhi kerja otaknya.
Membangun komunikasi
Bermain musik akan menghasilkan bunyi-bunyian, dan inilah yang menarik perhatian anak-anak spesial. Sebelum mengenal musik biasanya
anak berkebutuhan khusus cenderung kurang peduli dengan lingkungannya. Namun begitu mereka diperdengarkan lagu-lagu, mereka mulai
mendekat dan mencoba memainkannya dengan cara mereka. Inilah cara mereka berkomunikasi.
Meredam emosi
Emosi anak berkebutuhan khusus mudah bergolak, mulai dari tenang hingga marah yang meledak-ledak. Dengan memainkan lagu yang
disukainya, banyak dari mereka merasa nyaman dan bahagia. Bahkan mereka lebih memilih memainkan musik untuk menyalurkan
perasaannya.
Mengembangkan kognitif
Mengajarkan anak berkebutuhan khusus bermusik haruslah dengan cara khusus juga. Anak berkebutuhan khusus akan kesulitan
memahami not balok, cobalah mengajarkan mereka menggunakan angka dan simbol. Tujuannya supaya anak terbiasa dengan angka
sekaligus berimajinasi dengan simbol.
[Link]
musik-pada-anak-berkebutuhan-khusus-dapat-melatih-sistem-motorik
Pengertian
Tuna grahita adalah istilah yang digunakan untuk anak atau individu yang mempunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata
Klasifikasi:
Kelompok ini mempunyai IQ [Link] masih dapat belajar membaca,menulis dan berhitung [Link] juga masih bisa dididik
menjadi tenaga kerja semi skilled seperti pekerjaan laundry,bertani,peternakan dan pekerjaan rumah tangga.
Kelompok ini mempunyai IQ [Link] masih dapat menulis sendiri secara socia nama dan alamatnya .Dapat dididik dalam hal bina diri
seperti mandi,makan,berpakaian dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga ringan seperti menyapu,membersihkan perabot rumah tangga
lainya.
Kelompok ini mempunyai IQ [Link] grahita berat membutuhkan bantuan perawatan secara total dalam hal berpakaian ,mandi,makan
Baca selengkapnya
Pengertian
Anak tuna daksa adalah individu yang mempunyai gangguan gerak yang
disebabkan oleh kelainan neuromaskular dan struktur tulang yang bersifat
bawaan,sakit atau akibat kecelakaan.
Klasifikasi
Baca selengkapnya
Pengertian
Tuna rungu dapat di artikan sebagai keadaan kehilangan pendengaran yang
mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai rangsangan,terutama
melalui indra pendengaran.
Klasifikasi
a. Tingkat I:kehilangan kemampuan mendengar antara [Link] hanya
memerlukan latihan berbicara dan bantuan mendengar secara khusus.
b. Tingkat II:Kehilangan kemampuan mendengar antar [Link]
memerlukan tempat sekolah yang khusus dalam kebiasaan sehari-hari
memerlukan latihan berbicara dan bantuan latihan berbahasa secara khusus
c. Taingkat III:Kehilangan kemampuan pendengaran antara 70-89dB
d. Tingkat IV:Kehilangan kemampuan mendengar 90dB keatas.
Terapi Untuk Anak Tuna Rungu Dan Wicara
Terapi wicara
Terapi ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbicara atau bahasanya
secara baik sesuai dengan norma bahasanya yang ada di lingkungan bahasanya
.demikian juga supaya anak dapat mengekpresikan perasaan serta kemauannya
sacara maupun tertulis.
Metode dan teknik terapi wicara
Metode stimulasi:dengan memberi rangsangan berupa rangsangan visual
,audiotoris,taktil yang cukup mudah dan kuat sehingga mudah diterima dengan
mudah.
Metode Psikuedokasi:Memberi pengertian agr enderita memiliki siakap positif
terhadap perilku komunikasinya sehinnga dapat berintaksi terhadap lingkungannya.
Metode Monokinestik:Dilakukan untuk melatih penderita agar mampu menepatkan
organ atau otot yang benar.
Penempatan Fonetik: agar penderita mampu menepatkan organ bicara pada
tempat yang tepat sehingga dapat mengucapkan bunyi yang benar.
[Link]
PENDAHULUAN
Pada masa sekarang banyak dijumpai anak dengan kelainan wicara dan perilaku, banyak orangtua
mengenali anaknya dengan kelainan tersebut saat anak telah menginjak usia 2 tahun yang pada saat
tersebut si anak seharusnya sudah bisa menunjukkan perkembangan yang ke arah anak normal, baik
wicara ataupun perilaku.
Anak dengan lazim disebut Special Needs atau anak dengan kebutuhan khusus termasuk anak yang
mengalami kekurangan dalam pertumbuhan menginjak dewasa, hal ini sangat berpengaruh. Adakalanya
kelainan wicara dan perilaku diikuti dengan kelainan mental yang akan menambah komples
permsalahannya.
Sebagai orangtua yang berhubungan langsung dengan si anak hendaknya akan sangat baik apabila dapat
sedini mungkin mendeteksi terhadap anaknya sehingga dapat dilakukan tindakan terapi yang sesuai.
Anak-anak dengan kelainan tersebut dapat digolongkan antara lain Auitisma, Apsergers disease Attention Deficit
(hyperaktif), Disorder (ADHD,ADD), Speech Delay, [Link] special needs atau anak dengan kebutuhan khusus
termasuk anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan perilakunya, yang antara lain terdiri
dari wicara dan okupasi, tidak berkembang seperti anak yang normal.
Jenis Kelainan pada anak-anak dengan kebutuhan khusus ini dapat berupa Autisma infantil, Aspergers
Disease, Attention Deficit (Hyperactive ) Disorder atau AD (H)D, Speech Delay, Dyspraxia, dsb.
Jumlah anak special needs ini semakin hari semakin bertambah banyak , namun di Indonesia sayangnya
tidak pernah ada penelitian khusus mengenai anak kebutuhan khusus ini.
Di Pensylvania, AS, jumlah anak autisma mengalami peningkatan yang dramatis dalam 5 tahun terakhir.
Jumlah anak autisma saja meningkat 500 % menjadi 40 dari 10.000 kelahiran.
Akan tetapi kita tahu bahwa faktor-faktor penyebab hambatan perkembangan perilaku anak ini
lebih tinggi di Indonesia dibandingkan di Amerika Serikat, maka dapat diperkirakan bahwa jumlah
anak dengan kelainan ini pasti akan jauh lebih banyak daripada di Amerika Serikat.
Deteksi dini yang berhasil mengenali kelainan perilaku ini dapat mempercepat langkah-langkah yang
harus diambil, terkadang orang tua baru menyadari kelainan pada anaknya setelah anak berusia lebih
dari 5 tahun , bahkan lebih.
MAKSUD DAN TUJUAN
Seperti kita ketahui bahwa manusia terdiri dari jiwa dan raga, manusia lahir dari bayi kecil hingga
membesar dewasa karena adanya pertumbuhan sel baik secara kuantitas maupun kualitas yang
dibutuhkan agar terjadi pertumbuhan sel yang normal adalah suplai nutrisi lewat pembuluh darah dan
aliran sistem syaraf berupa gelombang elektromagnetik ke semua sistem syaraf secara stabil.
Dari beberapa sampel anak yang mengalami gangguan pertumbuhan baik wicara maupun perilaku saat
menjalani uji rekam otak terlihat adanya ketidakstabilan induksi gelombang elektromagnetik yang bisa
terjadi pada syaraf feriver maupun syaraf pusat, hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap
ketidaknormalan si penderita khususnya pada sistem syaraf motorik halus dan kasar.
Maksud dan tujuan terapi ini adalah memberikan stimulan gelombang elektromagnetik yang
menginduksi pada semua sistem syaraf agar tercapai kondisi perkembangan pada semua sistem
yang normal.
METODE TERAPI
Dengan sistem stimulai penyinaran/ gelombang elektromagnetik.
Induksi gelombang elektromagnetis antara penyembuh/ penghusada dengan pasien.
Perendaman kaki dengan larutan neurotransmitter yang berguna untuk menyeimbangkan sistem syaraf
kanan dan kiri (Symphatetik Kiri dan Kanan).
Tanpa menggunakan obat-obatan ataupun jamu ataupun benda pembantu lainnya seperti jarum .
PREDIKSI KESEMBUHAN
Dari semua pasien yang telah ditrapi menunjukkan perubahan ke arah anak normal, perubahan tercepat
pada 2 bulan pertama setelah terapi. Pada bulan-bulan selanjutnya tetap ada perubahan tetapi tidak
secepat saat 2 bulan pertama terapi. Terapi bisa berlangsung antara 2 bulan hingga 6 bulan tergantung
derajat kelainan/ kekurangan pasien.
TINGKAT KESEMBUHAN
Analisa terhadap semua pasien yang telah diterapi menunjukkan perubahan ke arah anak normal
dengan tingkat kesembuhan 60% hingga 99% tergantung derajat kelainan/ kekurangan pasien.
Masa terapi
Pasien harus secara rutin mengikuti terapi, tanpa terputus.
Saat terapi diusahakan pasien dalam kondisi tenang (tidak stress, menangis, dll).
Perendaman kaki dirumah dilakukan secara terus menerus, rutin.
Setelah Terapi
Pasien harus tetap dijaga ketenangan dan ketentraman psikologisnya, jangan sampai terjadi stress
pada pasien yang terus-menerus karena akan berpengaruh terhadap kondisi anak.
Menjaga ketentraman di lingkungan anak berada, khususnya hubungan antara anak dengan orang
tua mapun diantara orang tua, karena hubungan bathin antara anak dengan orang tua tetap ada dan
sangat berpengaruh terhadap kondisi anak.
BIAYA
Biaya terapi kami sediakan dalam sistem paket terapi yaitu selama 2 bulan, dan besarnya biaya dapat
anda berkomunikasi langsung (TELPON/ SMS) dengan Bpk. GUNTUR HAKTITA dengan no. HP : 0274-780 6 555 ,
setiap saat (24 jam).
TEMPAT TERAPI
Untuk wilayah Jakarta, kami menyediakan waktu 3 hari antara hari Senin s.d Rabu setiap minggunya,
selanjutnya kami berada di Yogyakarta.
Untuk email , dapat anda kirimkan ke email : autiscare@[Link]. Setiap email yang masuk akan kami
tanggapi setiap hari Senin dan Hari Kamis setiap minggunya, sehingga apabila sangat mendesak , anda
dapat menghubungi telpon kami diatas.
__________________________________________________________________
Dapatkan juga info autis seperti :Treatment for Autism,Mild Autism,Autism Causes,Autism Behavior,
dll dengan icon link yang telah tersedia pada bagian paling bawah web ini atau gunakan search
...ketik autisma
___________________________________________________________________
KISAH NYATA ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK AUTISMA/ ADHD setelah diterapi [Link] Haktita
Anak pertama kami, Diajeng Desiana Nindyasari, lahir bulan Desember 1997 di Yogyakarta.
Secara pisik pertumbuhannya sangat baik dan secara phisik, Ajeng, tidak memiliki kekurangan, dia
tumbuh dengan pesat, namun sejak umur 4 bulan sudah merangkak dan gerakannya sangat cepat
namun tanpa makna dan tidak merasa lelah .
Hingga akhirnya, diusia 2 tahun, ajeng kami baru menyadari bahwa ada kelainan pada anak kami,
antara lain :
Ajeng telat dalam bicara dan bila minta sesuatu benda maka ajeng hanya menarik tangan kami dan
menunjuk barang yang dimaksud
TAMAN KANAK-KANAK.
Di TK, ajeng sudah banyak bicara namun belum mampu menyusun kalimat dengan baik, emosinya masih
labil, siklus tidur masih tidak normal, gerakan masih banyak. Di TK pun , ibunya harus menunggui
didalam kelas, bila tidak ajeng akan keluar kelas atau lari. Namun di TK, ajeng sudah lancar membaca,
hal ini tidak banyak di ketahui oleh para guru. Ajeng hoby dalam menggambar, dan objek yang sering
digambar adalah orang, dalam hitungan detik ajeng bisa membuat sktesa gambar yang baik. Namun
kalau matematika sangat tidak tertarik walaupun sebenarnya ia mampu.
Di sekolah ajeng sangat sulit bersosialisasi dengan teman-temannya. Sebagian besar menganggap ajeng
anak nakal...bodoh..dll. Begitu juga dengan para sebagian guru dan maupun orangtua murid lain .
Namun kami yakin bahwa ini kehendakNya ..dan tetap ikhtiar untuk menyembuhkan ajeng.
Pernah kami mencoba berobat ke dokter , namun baru 3 hari, kami harus kembali ke dokter karena
ajeng menjadi diam dan mengeluh pusing. Kembali ke dokter, akhirnya dosisnya diturunkan lagi,
namun tetap terulang. Akhirnya kami menghentikan upaya ini.
Diumur 5 tahun , adiknya lahir Juli 2002, namanya Diannisa Alya Maharani. Sejak dalam kandungan,
kami selain memeriksakan ajeng ke Bpk. KRT Gembong, juga mengkonsultasikan tentang anak kami
yang masih dalam kandungan. Sempat khawatir juga karena istri penulis juga terkena CMV, namun
menginjak bulan ke 6, beliau menyatakan anak kami di kandungan dalam kedaan baik dan tidak seperti
kakaknya.
Kehadiran adiknya, Nisa, ternayata dapat menjadi semacam terapi sosial bagi ajeng dan ini terbukti
sejak umur 3 tahun Nisa selalu mengajak ajeng bermain.
Dikelas 1, nilai ujiannya sangat baik, dengan nilai diatas 8 dan sering 10, yang dikejakan hanya dalam 5
menit, selanjutnya ajeng akan bermain maupun menggambari buku-buku pelajarannya. Sering ia naik
pagar sekolah hanya untuk jajan diluar tanpa membawa uang, sehingga ibunya bingung harus bayar
kemana.
Dikelas 2 semester 1 , raport ajeng nilainya paling rendah walau hail ujiannya baik, dan kami maklum
kalau kurikulum KBK sulit untuk diterapkan pada ajeng.
Januari 2006, kami memindahkan ajeng ke sekolah SIB Taruna Imani , Jl. Tegal Mlati, Sinduadi Mlati
Sleman, Yogyakarta. Sejak sekolah disana ajeng sudah bisa ditinggal. Sekolah tersebut sering
menangani anak yang berkebutuhan [Link] masuk kelas observasi, dan ia sangat senang sekolah
disana, karena setelah selesai sekolah bisa bermain sepuasnya, bahkan pada saat pentas seni bulan Juni
2006, ajeng sempat naik panggung dengan teman-temannya , dan tidak berlarian kesana kemari.
TERAPI 2006
Pada akhir bulan januari 2006, ajeng mulai diterapi Bpk. Guntur. Beliau sering menangani anak-anak
seperti ajeng, bahkan pasien-pasien beliau rata-rata almunus luar negeri yang tidak tersembuhkan,
ataupun melalui terapi-terapi lain.
Secara sejak itu secara rutin , ajeng diterapi dalam kondisi tidur dan setiap malam, kaki ajeng
direndam dengan air hangat yang telah dicampur dengan CRYSTAL . Empat bulan kemudian, banyak
kemajuan yang dialami ajeng, antaranya : emosinya sudah banyak stabilnya, siklus tidur sudah teratur
(tidur jam 9 malam), dan sudah senang bermain seperi jigsaw, interaktif cd, bahkan matematika . Pada
saat pntas seni ,Juli 2006, ajeng senpat ikut naik panggung dan alhamdulillah ia bisa tenag dipanggung,
namun sempat membuat deg-degan juga. Ternyata ajeng sudah semakin baik sekarang, bahkan para
guru heran dengan perubahan ajeng yang cukup baik bila dibayangkan dengan pada saat ia dulu mulai
sekolah .
Sekarang ajeng sudah mulai sekolah lagi di kelas 2, semoga ajeng semangat belajar dan hari kehari
semakin baik...dan jadi anak yang sholihah. Amin ya Allah.
Banyak terima kasih atas banyak kepada pihak-pihak yang sangat membantu kami dalam upaya
penyembuhan ajeng, terutama kepada :
[Link]
Faktor yang berisiko terjadinya kesulitan belajar pada anak diantaranya adalah anak pernah mengalami sakit
keras hingga demam tinggi maupun anak yang terlahir prematur. Gangguan kesulitan belajar yang berat
akan mudah teridentifikasi sehingga bisa terdeteksi sejak usia dini. Namun, pada anak dengan gangguan
ringan, mungkin saja hal ini baru teridentifikasi pada saat anak usia sekolah.
Gangguan kesulitan belajar anak umumnya adalah pada bidang membaca, menulis dan matematika.
Beberapa anak yang mengalami kesulitan menulis disebut dengan disgrafia. Disgrafia menurut John W.
Santrock adalah kesulitan belajar pada anak yang ditandai dengan adanya kesulitan dalam mengungkapkan
sebuah pemikiran dalam bentuk tulisan.
Umumnya, istilah disgrafia digunakan untuk mendeskripsikan sebuah tulisan tangan yang sangat buruk.
Anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki disgrafia mungkin akan menulis dengan sangat pelan dan
hasil tulisannya sangat tidak bisa terbaca bahkan mereka banyak melakukan kesalahan dalam ejaan karena
ketidakmampuan anak dalam memadukan bunyi dan huruf.
Ciri khusus untuk anak berkebutuhan khusus dengan gangguan disgrafia diantaranya adalah sebagai berikut
:
2. Saat menulis, penggunaan huruf kecil dan juga huruf besar masih tercampur
4. Anak akan tampak berusaha dengan sangat keras pada saat mengkomunikasikan suatu ide,
pengetahuan maupun pemahaman ke dalam sebuah tulisan.
5. Anak mengalami kesulitan dalam memegang pena atau pensil dengan mantap. Biasanya anak
memegang alat tulis terlalu dekat bahkan hampir menempel pada kertas.
6. Sering berbicara pada diri sendiri pada saat sedang menulis atau justru memperhatikan tangan yang
digunakan untuk menulis.
7. Cara anak menulis tidak konsisten, tidak mengikuti alur garis pada kertas dengan tepat dan
proporsional.
8. Tetap mengalami kesulitan meskipun mereka hanya diminta untuk menyalin tulisan yang telah ada.
Untuk membantu anak yang mengalami gangguan disgrafia, orangtua dapat melakukan beberapa cara
diantaranya :
Lakukanlah terapi pendidikan atau pelatihan tersebut secara berulang-ulang pada tiap-tiap kesalahan yang
dialami oleh anak berkebutuhan khusus disgrafia sehingga mereka mendapatkan perubahan.
[Link]
khusus-disgrafia/