KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH SULAWESI TENGGARA
DIREKTORAT LALU LINTAS
STANDAR OPERASIONAL DAN PROSEDUR (S O P)
NOMOR : 163 TAHUN 2013
TENTANG
PENERBITAN SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) DI SATPAS
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH SULAWESI TENGGARA
Menimbang : 1. bahwa dalam rangka menjamin akuntabilitas kinerja
polisi lalu lintas khususnya di bidang penerbitan Surat
Izin Mengemudi yang dapat dipertanggungjawabkan
berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-
undangan baik kepada negara maupun kepada
secara hukum kepada masyarakat dan
lembaga/institusi Polri, perlu adanya suatu tolak ukur
mutu pelayanan Polisi Lalu Lintas;
2. bahwa Surat Izin Mengemudi yang diterbitkan oleh
Polri adalah suatu bentuk legalitas kompetensi
pengemudi yang diberikan kepada peserta uji SIM
yang telah lulus uji teori, lulus Uji Keterampilan
Mengemudi dan lulus Uji Praktik yang dilaksanakan
di Satpas, oleh sebab itu dalam rangka
pengelolaannya perlu dibuat Standar Operasional
Prosedur pelayanan penerbitan Surat Izin
Mengemudi guna menyamakan persepsi dan sebagai
pedoman bagi Polri dalam rangka meningkatkan
pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi;
3. bahwa untuk melaksanakan hal tesebut pada angka
1 dan angka 2 di atas, dipandang perlu menetapkan
keputusan.
Mengingat ....
2
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran
Negara RI Tahun 2002 Nomor 2, tambahan
Lembaran Negara Nomor 4168);
2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Nomor
2, tambahan Lembaran Negara Nomor 4168);
3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang
Tarif Atas Jenis PNPB yang berlaku pada Kepolisian
NegaraRepublik Indonesia;
5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 70
Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kepolisian Republik Indonesia;
6. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah;
7. Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara
Nomor : 63/KEP/[Link]/7 2003 tanggal 10 Juli 2003
tentang Pedoman umum Pelayanan Publik;
8. Peraturan Kapolri Nomor 17 tanggal 17 Agustus 2007
tentang kearsipan di lingkungan Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH SULAWESI
TENGGARA TENTANG PENERBITAN SURAT IZIN
MENGEMUDI (SIM)
BAB I ....
3
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :
(1) SATPAS adalah Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi yang
berkedudukan pada Kewilayahan (Polres/ta/tabes) yang menerbitkan Surat Izin
Mengemudi.
(2) Biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi adalah Biaya yang dipungut sebagai
penerimaan negara atas Penerbitan SIM berdasarkan ketentuan Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP);
(3) Bendahara Penerimaan adalah pejabat tingkat satuan kerja (satker)
penyelenggara penerbit SIM yang mempunyai tugas dan tanggung jawab
menerima, menyetor biaya Penerbitan SIM sebagai bagian daru PNBP pada Bank
yang ditunjuk serta membukukan dan melaporkan sesuai dengan tanggung
jawabnya;
(4) Waktu kerja pelayanan SIM adalah 8 (delapan) jam kerja pada hari kerja terhitung
mulai 07.00 s.d 15.00 waktu setempat;
(5) Waktu penerbitan atau produksi SIM 15 menit setelah Peserta Uji dinyatakan lulus
ujian praktik pada hari itu;
(6) Pengemudi adalah orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang
telah memiliki SIM;
(7) Registrasi ....
4
(7) Registrasi dan identifikasi pengemudi yang selanjutnya disebut Regident
Pengemudi adalah segala usaha dan kegiatan pencatatan identifikasi pemegang
SIM dan kualifikasi serta kemampuan dalam mengemudikan kendaraan bermotor
sesuai golongannya;
(8) Surat Izin Mengemudi yang selanjutnya disingkat SIM adalah tanda bukti
letimigasi kompetensi, alat kontrol, dan data forensik Kepolisian bagi seseorang
yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk
mengemudikan Ranmor di jalan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan
berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
(9) Kompetensi mengemudi adalah kemampuan seorang pengemudi dalam bidang
pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk mengemudikan kendaraan
bermotor di jalan dengan baik dan benar sesuai persyaratan yang ditentukan
berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
(10) Standar pelayanan adalah suatu tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai
komitmen atau janji dari penyelenggara kepada masyarakat untuk memberikan
palayanan yang berkualitas;
(11) Penguji SIM adalah setiap petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia yang
mempunya otoritas dan kompetensi khusus penguji SIM bagi peserta uji SIM baru;
(12) Satuan Penyelenggara Adminstrasi Surat Izin Mengemudi adalah unit pelayanan
Kepolisian Negara Republik Indonesia di bidang lalu lintas untuk penyelenggaraan
penerbitan bagi masyarakat peserta uji SIM;
(13) Penggolongan SIM adalah pengelompokkan SIM sesuai dngan jenis dan/atau
berat kendaraan bermotor;
(14) Ujian ....
5
(14) Ujian teori adalah penilaian terhadap tingkat pengetahuan dan pemahaman
mengenai peraturan dasar perundang-undangan di bidang lalu lintas, teknis dasar
ranmor, cara mengemudikan ranmor dan tata cara berlalu lintas bagi peserta
ujian;
(15) Ujian Praktik adalah penilaian terhadap tingkat kemampuan dan keterampilan
mengemudi ranmor dan berlalu lintas di jalan bagi peserta ujian;
(16) Ujian simulator adalah metode pengujian keterampilan mengemudi kendaraan
bermotor dengan menggunakan alat bantu untuk menguji keterampilan,
kemampuan antisipasi, daya reaksi, daya konsentrasi, dan sikap perilaki calon
pengemudi;
(17) Sekolah mengemudi adalah lembaga pendidikan non formal yang mengajarkan
tentang pengetahuan masalah lalu lintas, keamanan, keselamatan, ketertiban dan
kelancaran lalu lintas, hukum dan peraturan lalu lintas serta keterampilan dalam
mengemudikan kendaraan bermotor;
(18) Audio Visual Intergrited System selanjutnya disebut Avis adalah mekanisme
penerbitan SIM yang terintegrasi sejak proses pendaftaran, pengujian, sampai
dengan penerbitan yang memanfaatkan teknologi audio visual;
(19) Alat Uji Simulator adalah alat uji keterampilan pengemudi yang dibentuk/didesign
menyerupai kendaraan sebagaimana umumnya yang dilengkapi dengan program
imajinasi grafis 3D (tiga dimensi) yang dikemas dalam komputer yang berisikan
dasar-dasar mengemudi, sikap mengemudi dan keterampilan mengemudi
(20) Surat Keterangan Uji Keterampilan Pengemudi selanjutnya disebut SKUKP
adalah diberikan kepada Peserta Uji SIM yang dinyatakan lulu Uji Keterampilan
Mengemudi melalui simulator.
BAB II ....
6
BAB II
TUGAS POKOK POLRI DALAM PELAYANAN PENERBITAN SIM
Pasal 2
Kepala Seksi SIM memiliki tugas pokok :
(1) Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kasubdit Min Regident serta Dir
Lantas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bidang tugas Seksi SIM Sub Dit
Min Regident;
(2) Memimpin Seksi Surat Izin Mengemudi (SIM) Subdit Min Regident guna menjamin
terselenggaranya tugas;
(3) Menyiapkan dan memberikan bimbingan teknis penyelenggaraan Registrasi dan
Indentifikasi Pengemudi;
(4) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM);
(5) Melaksanakan tata tertib dan disiplin di lingkungan Satpas melalui tindakan apel,
penampilan perorangan dan kerapian dalam bekerja;
(6) Melaksanakan tugas lain yang khusus diberikan oleh Dir Lantas.
Pasal 3
Kaur Min (Kepala Urusan Administrasi) memiliki tugas pokok :
(1) Melaksanakan kegiatan administrasi yang berpedoman kepada Jukminu Polri;
(2) Melaksanakan kegiatan pengumpulan, pengelolahan dan penyajian data SIM;
(3) Menyelenggarakan administrasi keuangan PNBP SIM;
(4) Mengatur penerimaan, pendistribusian dan penyimpanan materiil pendukung KA-
SIM yang diperlukan dalam pelaksanakan regident pengemudi (SIM);
(5) Mengkoordinir ....
7
(5) Mengkoordinir, wasdal kegiatan SIM keliling dan SIM Komunitas;
(6) Mengkoordinir, wasdal kegiatan sekolah mengemudi;
(7) Anev giat penerbitan SIM;
Pasal 4
Kaur Min membawahi lima Paur lainnya dalam memudahkan pelaksanaan tugasnya
yaitu :
(1) Paur (Perwira Urusan) Pendaftaran yang memiliki tugas pokok membantu
pelaksanaan tugas Kasi SIM Subdit Min Regident dalam menyelenggarakan
administrasi dan surat menyurat pada pelayanan SIM, melaksanakan pula
kegiatan di bidang pelayanan registrasi identifikasi pengemudi pada kantor
pelayanan seksi SIM secara khusus Paur pendaftaran bertugas dalam :
a. Penerimaan dan penelitian persyaratan administrasi para pemohon SIM
sebagai langkah awal proses secara prosedural SIM;
b. Melaksanakan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan penyajian data
dalam bidang SIM;
c. Turut menjamin bahwa sara Regident Pengemudi (SIM) yang diterbitkan
dapat dipertanggungjawabkan baik secara formail maupun materiil.
(2) Paur (Perwira Urusan) Uji Teori yang memiliki tugas pokok membantu
pelaksanaan tugas Kasi SIM Subdit Min Regident dalam menyelenggarakan
pembinaan, pengawasan dan pengendalian anggota serta administrasi kegiatan
uji teori SIM, turut bertanggung jawab secara formal maupun materiil terhadap
materi dan hasil uji teori Surat Izin Mengemudi (SIM), selain itu memiliki tugas
yaitu :
(a) Melaksanakan ....
8
a. melaksanakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian terhadap
anggota, administrasi maupun kegiatan urusan uji teori SIM;
b. Turut menjamin bahwa sarana regident pengemudi (SIM) yang diterbitkan
dapat dipertanggungjawabkan baik secara formal maupun materiil;
c. Melaksanakan kegiatan pulahjianta dalam bidang SIM.
(3) Paur (Perwira Urusan) Uji Praktek yang memiliki tugas pokok membantu
pelaksanaan tugas Kasi SIM Subdit Min Regident menyelenggarakan pembinaan.
Pengawasan dan pengendalian anggota serta administrasi kegiatan uji praktek
SIM, turut bertanggung jawab secara formal maupun materiil terhadap materi dan
hasil uji praktek Surat Izin Mengemudi (SIM).
a. Melaksanakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian terhadap
anggota, administrasi maupun kegiatan urusan uji praktek SIM;
b. Turut menjamin bahwa sarana regident pengemudi (SIM) yang telah
diterbitkan dapat dipertanggungjawabkan baik secara formal maupun
materiil;
c. Melaksanakan kegiatan pulahjianta dalam bidang SIM
(4) Paur (Perwira Urusan) Penyelesaian yang memiliki tugas pokok membantu
pelaksanaan tugas Kasi SIM Subdit Min Regident menyelenggarakan Identifikasi
para pemohon SIM, pencetakan/prodiksi SIM dan menjamin bahwa sarana
registrasi identifikasi pengemudi (SIM) yang duterbitkan dapat
dipertanggungjawabkan secara formal maupun materiil terhadap materi.
a. melaksanakan kegiatan Identifikasi pemohon SIM;
b. melaksanakan pencetakan SIM;
c. melaksanakan kegiatan pulahjianta dalam bidang SIM;
d. turut ....
9
d. turut menjamin bahwa sarana Regident Pengemudi (SIM) yang diterbitkan
dapat dipertanggungjawabkan baik secara formal maupun materiil.
(5) Paur (Perwira Urusan) Arsdoktugas pokok membantu pelaksanaan tugas Kasi
SIM Subdit Min Regident dalam menyelenggarakan fungsi
pengumpulan/penyimpanan, pengolahan dan penyajian data administrasi yang
berkaitan dengan proses penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) sehingga
mampu menunjang sarana registrasi identifikasi pengemudi. Paur Arsdok
bertugas serta berkewajiban menyelenggarakan fungsi pengumpul dan penyajian
data administrasi yang berkaitan dengan Surat Izin Mengemudi (SIM). Tertib
administrasi dan tertib tata arsip dan dokumentasi berpedoman kepada jukminu
Polri sehingga mampu menunjang fungsi regident terhadap kasus-kasus yang
melibatkan para pengemudi kendaraan bermotor di bidang pelanggaran maupun
kecelakaan lalu lintas, secara berdaya dan berhasil. Secara spesifik tugas dari
Paur Arsdok diantaranya :
a. arsip dukomen setiap pemohon SIM disimpan pada rak-rak penyimpanan
secara teratur dan berindeks menurut golongan SIM;
b. nomor indeks arsip terdapat juga pada record yang bersangkutan dalam
komputer, sehingga untuk mencari arsip/dokumen yang diperlukan, dapat
dilakukan melalui terminal komputer dengan mengetik nomor SIM atau nama
dan tanggak, bukan dan tahun lahir.
BAB III ....
10
BAB III
TEMPAT/LOKASI
Pasal 5
1) Lokasi layanan SATPAS dilaksanakan di Sat Lantas Polres/ta/tabes;
2) Lokasi layanan SIM corner ditentukan oleh masing-masing Satwil;
3) Lokasi pelayanan SIM Keliling ditentukan oleh masing-masing Satwil dengan
menggunakan mobil SIM keliling yang ada di Dit Lantas Polda, Sat Lantas
Polres/ta/tabes.
BAB IV
SARANA DAN PRASANA
Pasal 6
Sarana dalam pembuatan SIM dibagi dalam beberapa level sebagai berikut :
(1) Level I:
a. Work Station :1
b. Fingerprint Capture :1
c. Signature :1
d. Photo Capture :1
e. ID Card Printer :1
f. Dot Matrik Printer :1
g. Server :1
h. UPS 1KVA :1
i. UPS 3KVA :2
(2) Level ....
11
(2) Level II
a. Work Station :3
b. Fingerprint Capture :1
c. Signature :1
d. Photo Capture :1
e. ID Card Printer :2
f. Dot Matrik Printer :1
g. Server :1
h. UPS 1KVA :3
i. UPS 3KVA :2
(3) Level III
a. Work Station :6
b. Fingerprint Capture :2
c. Signature :2
d. Photo Capture :2
e. ID Card Printer :2
f. Dot Matrik Printer :1
g. Server :1
h. UPS 1KVA :6
i. UPS 3KVA :2
(4) Level IV
a. Work Station :9
b. Fingerprint Capture :3
c. Signature :3
d. Photo Capture :3
e. ID ....
12
e. ID Card Printer :4
f. Dot Matrik Printer :1
g. Server :1
h. UPS 1KVA :9
i. UPS 3KVA :2
(5) Level V
a. Work Station : 14
b. Fingerprint Capture :4
c. Signature :4
d. Photo Capture :4
e. ID Card Printer :4
f. Dot Matrik Printer :2
g. Server :3
h. UPS 1KVA :1
i. UPS 3KVA : 14
(6) Level VI
a. Work Station : 20
b. Fingerprint Capture :5
c. Signature :5
d. Photo Capture :5
e. ID Card Printer :6
f. Dot Matrik Printer :2
g. Server :1
h. UPS 1KVA : 20
i. UPS 3KVA :1
(7) Level ....
13
(7) Level VII
a. Work Station : 47
b. Fingerprint Capture :8
c. Signature :8
d. Photo Capture :8
e. ID Card Printer :8
f. Dot Matrik Printer :6
g. Server : 47
h. UPS 1KVA :2
i. UPS 3KVA :2
Pasal 7
(1) Prasarana dalam pembuatan SIM yaitu sebagai berikut :
a. Ruang pendaftaran:
b. Ruang identifikasi;
c. Ruang teori;
d. Lapangan ujian praktik;
e. Ruang penerbitan dan pengambilan;
f. Ruang server jaringan online;
g. Ruang arsip materiil;
h. Ruang tunggu;
i. Peta petunjuk mekanisme permohonan SIM dan tempat proses pelayanan
SIM;
j. Ruang pelayanan informasi (customer service) dan;
k. Teller Bank sebagai ruang pembayaran administrasi.
(2) Kelengkapan ....
14
(2) Kelengkapan pendukung dalam program transparansi pelayanan SIM :
a. Papan mekanisme pelayanan SIM perlu petunjuk informasi yang bersifat
teknisi ataupun informasi. Pelayanan SIM secata transparan dan bersih tidak
ada penyimpangan;
b. Papan informasi petunjuk biaya pengurusan SIM terpampang dengan jelas
khususnya pada loket pendaftaran;
c. Papan informasi petunjuk persyaratan permohonan SIM sebagai informasi
persyaratan administrasi Peserta Uji SIM terpampang jelas di ruang tunggu
atau loket pendaftaran Peserta Uji SIM;
d. Papan informasi agar tidak menggunakan jasa calo dalam pengujian SIM;
e. Papan informasi publik komplain;
f. Pembangunan sistem ujian teori SIM menggunakan program Audio Visual
Integrited System (AVIS);
g. Pemasangan papan petunjuk pada tiap-tiap loket;
h. Pemasangan pengeras suara untuk informasi kegiatan pelayanan SIM;
i. Tersedianya layanan pengaduan (kotak pengaduan dan atau SMS) penilaian
tingkat kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan SIM;
j. Adanya sarana hiburan pada ruang tunggu berupa TB, bahan bacaan koran,
majalah kepolisian, dan lain-lain;
k. Tersedianya meja dan alat tulis pada areal lokasi pendaftaran;
l. Tersedianya ruang tunggu dan kursi tunggu yang nyaman, bersih dan tertata
rapi.
BAB V ....
15
BAB V
WAKTU DAN LEVEL SATPAS
Pasal 8
Waktu pelayanan pada SATPAS diatur sebagai berikut :
(1) Senin - Jumat : 07.00 - 15.00 (Waktu Setempat);
(2) Sabtu : 07.00 - 12.00 (Waktu Setempat)
(3) Minggu : tentative (disesuaikan dengan kondisi wilayah);
(4) Hari libur nasional tidak beroperasi.
Pasal 9
Waktu standar pelayanan penerbitan diatur sebagai berikut :
(1) Waktu kerja pelayanan SIM adalah 8 (delapan) jam kerja pada hari kerja terhitung
mulai jam 07.00 s.d 15.00 waktu setempat;
(2) Waktu penerbitan atau produksi SIM 15 menit setelah Peserta Uji dinyatakan lulus
ujian teori, simulator dan praktik lapangan pada hari itu;
(3) Sedangkan waktu yang diperlukan dalam proses penerbitan SIM adalah sebagai
berikut :
a. Tahap I Pembayaran biaya di Bank 10 menit;
b. Tahap II Registrasi 40 menit;
c. Tahap III Ujian Teori 15 menit;
d. Tahap IV Ujian Simulator 10 menit;
e. Tahap V Ujian Praktek 50 menit;
1. Praktek 1 20 menit;
2. Praktek ....
16
2. Praktek 2 30 menit;
f. Tahap VI Produksi SIM 10 Menit;
g. Tahap VII Penyerahan SIM 5 menit.
Pasal 10
Level Satpas berdasarkan jumlah produksi Surat Izin Mengemudi meliputi :
(1) Satpas P1 Satpas dengan Produksi sampai dengan 40 SIM perhari
(2) Satpas P2 Satpas dengan Produksi 41 - 80 SIM perhari
(3) Satpas P3 Satpas dengan Produksi 81 - 200 SIM perhari
(4) Satpas P4 Satpas dengan Produksi 201 - 400 SIM perhari
(5) Satpas P5 Satpas dengan Produksi 401 - 600 SIM perhari
(6) Satpas P6 Satpas dengan Produksi 601 - 1500 SIM perhari
(7) Satpas P7 Satpas dengan Produksi > 1500 SIM perhari
Pasal 11
Level Satpas berdasarkan perangkat adalah sebagai berikut :
(1) Satpas Level I :
a. Work station dengan jumlah 3 unit;
b. Fingerprint capture dengan jumlah 1 unit;
c. Signature capture dengan jumlah 1 unit;
d. Photo capture dengan jumlah 1 unit;
e. Dot matrik printer dengan jumlah 1 unit; dan
f. ID card printer dengan jumlah 1 unit.
(2) Satpas Level II :
a. Work station dengan jumlah 1 unit;
b. Fingerprint ....
17
b. Fingerprint capture dengan jumlah 1 unit;
c. Signature capture dengan jumlah 1 unit;
d. Photo capture dengan jumlah 1 unit;
e. Dot matrik printer dengan jumlah 1 unit; dan
f. ID card printer dengan jumlah 2 unit.
(3) Satpas Level III :
a. Work station dengan jumlah 6 unit;
b. Fingerprint capture dengan jumlah 2 unit;
c. Signature capture dengan jumlah 2 unit;
d. Photo capture dengan jumlah 2 unit;
e. Dot matrik printer dengan jumlah 1 unit; dan
f. ID card printer dengan jumlah 2 unit.
(4) Satpas Level IV :
a. Work station dengan jumlah 9 unit;
b. Fingerprint capture dengan jumlah 3 unit;
c. Signature capture dengan jumlah 3 unit;
d. Photo capture dengan jumlah 3 unit;
e. Dot matrik printer dengan jumlah 1 unit; dan
f. ID card printer dengan jumlah 4 unit.
(5) Satpas Level V :
a. Work station dengan jumlah 14 unit;
b. Fingerprint capture dengan jumlah 4 unit;
c. Signature capture dengan jumlah 4 unit;
d. Photo capture dengan jumlah 4 unit;
e. Dot ....
18
e. Dot matrik printer dengan jumlah 2 unit; dan
f. ID card printer dengan jumlah 4 unit.
(6) Saptas Level VI :
1. Work station dengan jumlah 20 unit;
2. Fingerprint capture dengan jumlah 5 unit;
3. Signature capture dengan jumlah 5 unit;
4. Photo capture dengan jumlah 5 unit;
5. Dot matrik printer dengan jumlah 2 unit; dan
6. ID card printer dengan jumlah 6 unit.
(7) Satpas Level VII :
a. Work station dengan jumlah 47 unit;
b. Fingerprint capture dengan jumlah 8 unit;
c. Signature capture dengan jumlah 8 unit;
d. Photo capture dengan jumlah 8 unit;
e. Dot matrik printer dengan jumlah 6 unit; dan
f. ID card printer dengan jumlah 8 unit.
Pasal 12
Jumlah Petugas pada Satpas yaitu :
(1) Satpas Level I jumlah petugas 9 orang;
(2) Satpas Level II jumlah petugas 17 orang;
(3) Satpas Level III jumlah petugas 24 orang;
(4) Satpas Level IV jumlah petugas 34 orang;
(5) Satpas Level V jumlah petugas 48 orang;
(6) Satpas ....
19
(6) Satpas Level VI jumlah petugas 64 orang;
(7) Satpas Level VII jumlah petugas 84 orang;
Pasal 13
Jumlah petugas sebagaimana dimaksud pasal 12 berdasarkan tugas dan fungsinya
terdiri dari :
(1) Level I
a. Registrasi :
1. Pendaftaran 1 (satu) petugas dan;
2. sidik jari, tanda tangan dan foto 1 (satu) petugas
b. Ujian Teori 2 (dua) petugas;
c. Ujian praktek 2 (dua) petugas;
d. Penerbitan :
1. cetak 1 (satu) petugas;
2. penyerahan 1 (satu) petugas; dan
3. arsip dan dokumen 1 (satu) petugas.
(2) Level II
a. Registrasi :
1. Pendaftaran 2 (dua) petugas;
2. sidik jari, tanda tangan dan foto 2 (dua) petugas
b. Ujian Teori 4 (empat) petugas;
c. Ujian Praktik dan simulator 4 (empat) petugas; dan
d. Penerbitan :
1. cetak 2 (dua) petugas;
2. penyerahan ....
20
2. penyerahan 1 (satu) petugas; dan
3. arsip dan dokumen 2 (dua) petugas.
(3) Level III
a. Registrasi :
1. pendaftaran 3 (tiga) petugas; dan
2. sidik jari, tanda tangan dan foto 4 (empat) petugas
b. Ujian Teori 4 (empat) petugas;
c. Ujian praktik 6 (enam) petugas; dan
d. Penerbitan :
a. cetak 3 (tiga) petugas;
b. penyerahan 2 (dua) petugas; dan
c. arsip dan dokumen 2 (dua) petugas.
(4) Level IV
a. Registrasi :
1. pendaftaran 5 (lima) petugas; dan
2. sidik jari, tanda tangan dan foto 6 (enam) petugas
b. Ujian Teori 6 (enam) petugas;
c. Ujian praktik dan simulator 8 (delapan) petugas; dan
d. Penerbitan :
1. cetak 4 (empat) petugas;
2. penyerahan 3 (tiga) petugas; dan
3. arsip dan dokumen 3 (tiga) petugas.
(5) Level V
a. Registrasi :
1. pendaftaran 10 (sepuluh) petugas;
2. sidik ....
21
2. sidik jari, tanda tangan dan foto 8 (delapan) petugas
b. Ujian Teori 8 (delapan) petugas;
c. Ujian praktik dan simulator 10 (sepuluh) petugas; dan
d. Penerbitan :
1. cetak 4 (empat) petugas;
2. penyerahan 4 (empat) petugas; dan
3. arsip dan dokumen 4 (empat) petugas.
(6) Level VI
a. Registrasi :
1. pendaftaran 14 (empat belas) petugas; dan
2. sidik jari, tanda tangan dan foto 10 (sepuluh) petugas
b. Ujian Teori 10 (delapan) petugas;
c. Ujian praktik dan simulator 14 (empat belas) petugas; dan
d. Penerbitan :
1. cetak 8 (delapan) petugas;
2. penyerahan 4 (empat) petugas; dan
3. arsip dan dokumen 4 (empat) petugas.
(7) Level VII
a. Registrasi :
1. pendaftaran 20 (dua puluh) petugas; dan
2. sidik jari, tanda tangan dan foto 12 (dua belas) petugas
b. Ujian Teori 16 (enam belas) petugas;
c. Ujian praktik dan simulator 20 (dua puluh) petugas; dan
d. Penerbitan :
1. cetak 8 (delapan) petugas;
2. penyerahan ....
22
2. penyerahan 4 (empat) petugas; dan
3. arsip dan dokumen 4 (empat) petugas.
BAB VI
ADMINISTRASI DAN PERSYARATAN PENDAFTARAN SIM
Pasal 14
Biaya Pembuatan Administrasi SIM adalah biaya yang dipungut sebagai Penerimaan
Negara atas penerbitan SIM berdasarkan ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP).
Pasal 15
Besaran nilai PNBP disesuaikan dengan Peraturan Perundangan yang berlaku :
(1) SIM Baru
a. SIM A sebesar Rp. 120.000,- ;
b. SIM C sebesar Rp. 100.000,- ;
c. SIM D sebesar Rp. 50.000,- ;
(2) SIM Perpanjangan
a. SIM A sebesar Rp. 80.000,- ;
b. SIM C sebesar Rp. 75.000,- ;
c. SIM D sebesar Rp. 30.000,- ;
(3) SKUKP sebesar Rp. 50.000,-
Pasal ....
23
Pasal 16
Administrasi Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah :
(1) Surat Izin Mengemudi diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia,
yang selanjutnya disebut SATPAS sebagai unit pelaksana;
(2) Spesifikasi Teknis dan pengadaan materiil SIM ditetapkan oleh Kepolisian Negara
Republik Indonesia cq Korlantas Polri;
(3) Spesifikasi Teknis Materiil Surat Izin Mengemudi terdiri :
a. Komponen Utama :
1. ID CARD (dilengkapi hologram dan chip);
2. Color Ribbon YMCKT.
b. Komponen Pendukung :
1. Formulir permohonan SIM;
2. Stopmap;
3. Lembar jawaban Ujian Teori (Optical Mark Reider dan Manual);
4. Lembar jawaban Ujian Praktek (A, BI, BII, C, D, A Umum, BI Umum, BII
Umum);
5. Kwitansi pembayaran (carbonize);
6. Kertas printer;
7. Pita Dot Print;
8. Buku register;
9. Brosur SIM;
10. Kertas printer;
11. External hardisk.
Pasal ....
24
Pasal 17
Persyaratan Penerbitan SIM sebagai berikut :
(1) Syarat usia peserta uji Surat Izin Mengemudi Kendaraan Bermotor Perorangan
sebagai berikut :
a. Usia 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM Golongan A, C dan SIM Golongan D;
b. Usia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM Golongan BI;
c. Usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk SIM Golongan BII.
d. Syarat usia perserta Uji SIM Kendaraan Bermotor Umum sebagai berikut :
e. Usia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM Golongan A Umum;
f. Usia 22 (dua puluh dua) tahun untuk SIM Golongan BI Umum;
g. Usia 23 (dua puluhtiga) tahun untuk SIM Golongan BII Umum;
(2) Persyaratan Administrasi permohonan SIM antara lain :
a. Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli setempat yang masih berlaku;
b. Bukti pembayaran biaya administrasi SIM;
c. Melaksanakan rumusan 10 sidik jari.
d. Untuk WNA :
1. Kartu Izin Tinggal Tetal disebut KITAP bagi yang berdomisili tetap di
Indonesia;
2. Kartu Izin Tinggal Sementara disebut KITAS bagi yang bekerja sebagai
tenaga ahli atau pelajar yang bersekolah di Indonesia dengan
melampirkan surat keterangan dari DUBES tempat Peserta Uji asal atau
Surat Izin Kerja dari Kementrian yang membidangi Ketenagakerjaan
bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia;
3. Paspor, visa diplomatik, kartu anggota diplomatik, dan identitas diri lain
bagi yang merupakan staf atau keluarga kedutaan.
(3) Persyaratan ....
25
(3) Persyaratan Kesehatan jasmani Calon Peserta Uji SIM berupa Kesehatan :
a. Penglihatan
1. diukur dari kemampuan kedua mata berfungsi dengan baik, yang
selanjutnya dilakukan dengan cara sebelah mata melihat jelas secara
bergantian melalui alat bantu snellen chart dengan jarak (kurang
lebih) 6 (enam) meter dan Dokter;
2. tidak buta warna parsial dan total;
3. serta luas lapangan pandangan mata normal dengan sudut lapangan
pandangan 120 (seratus dua puluh) derajat sampai dengan 180
(seratus delapan puluh) derajat.
b. Pendengaran
1. diukur dari kemampuan mendengar dengan jelas bisikan dengan satu
telinga tertutup untuk setiap telinga dengan jarak 20 cm (centi meter)
dari daun telinga;
2. kedua membran telinga harus utuh.
(4) Fisik dan perawakan yaitu :
a. diukur dari tekanan darah harus dalam batas normal;
b. tidak ditemukan keganjilan fisik.
(5) Dalam hal peserta Uji yang mempunyai cacat fisik bahwa kecacatannya tidak
menghalangi peserta uji untuk mengemudi ranmor khusus.
(6) Kesehatan Rohani untuk mengetahui kemampuan psikis Peserta Uji SIM
dilakukan melalui pemeriksaan Psikologi yang meliputi :
a. Kemampuan konsentrasi :
1. diukur dari kemampuan memusatkan perhatian;
2. memfokuskan diri pada saat mengemudikan Ranmor di jalan.
(7) Kecermatan ....
26
(7) Kecermatan diukur dari kemampuan untuk melihat situasi dan keadaan secara
cermat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memersepsikan kondisi yang ada.
(8) Pengendalian diri diukur dari kemampuan mengendalikan sikapnya dalam
mengemudikan ranmor.
(9) Kemampuan penyesuaian diri yaitu :
a. diukur dari kemampuan individu mengendalikan dorongan dari dalam diri
sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan;
b. beradaptasi dengan baik dalam situasi dan kondisi apapun yang terjadi di
jalan saat mengemudi.
(10) Stabilitas emosi diukur dari keadaan perasaan seseorang dalam menghadapi
rangsangan dari luar dirinya dan kemampuan mengontrol emosinya pada saat
menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi.
(11) Ketahanan kerja diukur dari kemampuan individu untuk bekerja secara teratur
dalam situasi yang menekan.
Pasal 18
(1) Permohonan SIM Baru :
a. Mengajukan permohonan tertulis;
b. Dapat menulis dan membaca;
c. Memiliki pengetahun yang cukup mengenai peraturan lalu lintas dan teknik
dasar kendaraan bermotor;
d. Memenuhi batas usia :
1. 17 tahun untuk SIM A, SIM C dan D;
2. 20 tahun untuk SIM B-I dan 21 tahun untuk SIM B-II.
e. Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP);
f. Terampil ....
27
f. Terampil mengemudikan kendaraan bermotor;
g. Sehat jasmani/rohani (surat keterangan dokter/psykiater);
h. Lulus ujian teori, uji keterampilan mengemudi melalui simulator dan praktik;
i. Telah memiliki sekurang-kurangnya 12 bulan SIM A bagi Peserta Uji SIM B-I,
sekurang-kurangnya 12 bulan untuk SIM B-I begi peserta Uji SIM B-II;
j. Telah mengikuti pencerahan mengenai tata cara berlalu lintas (video dan
oral).
(2) Permohonan SIM Umum
a. Harus memiliki SIM :
1. SIM A untuk memperoleh SIM A Umum minimal masa berlaku 12 bulan;
2. SIM A Umum atau B-I untuk memperoleh SIM B-I Umum;
3. SIM B-I Umum atau B-II untuk memperoleh SIM B-II Umum.
b. Sehat jasmani/rohani (surat keterangan dokter/psykiater);
c. Mempunyai pengalaman mengemudi sesuai dengan golongan SIM yang
dimiliki sekurang-kurangnya 12 bulan;
d. Memiliki pengetahuan mengenai :
1. Pelayanan angkutan umum;
2. Jaringan jalan dan kelas jalan;
3. Pengujian kendaraan bermotor;
4. Tata cara mengangkut orang dan/atau barang.
e. Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP);
f. Lulus ujian teori, uji keterampilan mengemudi melalui simulator dan praktik.
(3) Permohonan SIM Perpanjangan
a. Mengajukan permohonan tertulis;
b. Melampirkan SIM yang akan habis masa berlakunya;
c. Sehat ....
28
c. Sehat jasmani dinyatakan denga surat keterangan dokter;
d. Lulus uji keterampiran mengemudi melalui simulator;
e. Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP);
f. Dalam waktu 1 (satu) jam sejak Peserta Uji diterima secara lengkap,
SATPAS harus menerbitkan SIM atau menolak permohonan perpanjangan.
(4) Permohonan SIM penggantian hilang, rusak dan tidak terbaca lagi
a. Mengajukan permohonan penggantian secara tertulis;
b. Melampirkan sebagai berikut :
1. Surat Izin Mengemudi yang dimiliki atau surat keterangan dari
Kepolisian setempat;
2. Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP).
c. Sehat jasmani/rohani dinyatakan dengan surat keteranan dokter/psykiater;
d. Selambat-lambatnya 1 (satu) jam sejak permohonan diterima secara lengkap
SATPAS harus menerbitkan atau menolak permohonan.
(5) Permohonan SIM Mutasi
a. Mengajukan permohonan tertulis;
b. Pengemudi harus melaporkan apabila pindah tempat tinggalnya secara tetap
keluar wilayah kekuasaan pelaksana penerbitan SIM dalam waktu selambat-
lambatnya 2 bulan sejak kepindahan di tempat yang baru;
c. Melampirkan Surat Izin Mengemudi yang dimiliki dan berkas SIM tersebut;
d. Sehat jasmani/rohani dinyatakan dengan surat keterangan dokter/psykiater;
e. Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP);
f. Selambat-lambatnya 1 (satu) jam sejak permohonan diterima secara lengkap
SATPAS harus menerbitkan atau menolak permohonan.
(6) Permohonan ....
29
(6) Permohonan SIM Warga Negara Asing (WNA)
a. SIM WNA berlaku 1 (satu) tahun :
1. Terbatas pada SIM A dan C;
2. Tidak diberikan SIM Umum kecuali ada surat izin dari Kementerian
Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
3. Melampirkan :
(a) KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara);
(b) Visa Diplomatik dan kartu anggota Diplomatik;
(c) Paspor/visa;
(d) melampirkan SIM dari asal Negaranya;
(e) bagi turis maksimal berlaku 1 bulan dan hanya SIM C;
(f) WNA yang bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli berlaku 1
tahun dengan ketentuan ada visa dinas/surat izin kerja dari
kementrian tenaga kerja dan transmigrasi.
b. SIM WNA berlaku 5 (lima) tahun :
1. Terbatas pada SIM A dan C;
2. Melampirkan :
(a) Visa Diplomatik dan kartu anggota Diplomatik;
(b) Paspor/visa;
(c) melampirkan SIM dari asal Negaranya;
(d) KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) / Surat Keterangan
Kependudukan;
(e) WNA yang telah menetap di Indonesia dikuatkan dengan surat
keterangan kependudukan berlaku SIM 5 tahun;
(f) staf Kedutaan/Keluarga berlaku SIM 5 tahun.
c. Apabila ....
30
c. Apabila pemegang SIM kembali ke negaranya harus melaporkan ke SATPAS
yang menerbitkan SIM tersebut;
d. Tidak diberikan SIM Umum kecuali ada surat izin dari Kementrian Tenaga
Kerja dan Transmigrasi.
Pasal 19
Kriteria Ujian Surat Izin Mengemudi :
(1) Ujian Teori
a. Ujian teori untuk permohonan SIM dilakukan dengan ketentuan :
1. Soal-soal ujian teori dikelompokkan menurut golongan SIM;
2. Ujian teori dilaksanakan dengan Audio Visual Intergrited System (AVIS),
dan penyajian soal teori dilakukan secara acak (random).
b. Materi ujian teori meliputi :
1. Pengetahuan Undang-Undang Lalu Lintas angkutan jalan;
2. Teknik kendaraan;
3. Tata cara mengemudi;
4. Perilaku berlalu lintas;
5. Hak dan kewajiban mengemudi;
6. Tanggung jawab pengemudi;
7. Penyebab kecelakaan; dan
8. Pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas.
c. Untuk Materi Ujian Teori SIM Golongan A Umum/Golongan B-I
Umum/Golongan B-II Umum selain materi ujian dimaksud pada point (2)
ditambah materi ujian teori yang meliputi :
1. Pelayanan ....
31
1. Pelayanan angkutan umum;
2. Fasilitas umum dan fasilitas sosial;
3. Pengujian kendaraan bermotor;
4. Tata cara mengangkut orang dan/atau barang;
5. Tempat-tempat penting;
6. Jenis barang berbahaya (zat kimia); dan
7. Pengoperasian peralatan keamanan.
d. Materi Ujian Teori menggunakan bahasa Indonesia dan bagi Peserta Uji SIM
Warga Negara Asing menggunakan bahasa Inggris.
(2) Ujian Praktik
a. Ujian Praktik untuk permohonan SIM dibedakan menjadi :
1. Ujian Praktik untuk SIM Golongan C;
2. Ujian Praktik untuk SIM Golongan A, B-I, dan B-II;
3. Ujian Praktik untuk SIM Golonan A Umum, B-I Umum dan B-II Umum;
4. Ujian Praktik untuk SIM Golongan D.
b. Materi ujian Praktik SIM Golongan C sebagaimana dimaksud pada point 1
huruf a meliputi :
1. Keseimbangan;
2. Zig zag;
3. Angka delapan;
4. Rekasi; dan
5. Berbalik arah membentuk huruf U (U Turn).
c. Materi Ujian Praktik SIM Golongan A, B-I, dan B-II sebagimana di Persiapan
mengemudi (Drill Kockpit) C maksud pada point 1 huruf b meliputi :
1. Persiapan ....
32
1. Persiapan mengemudi (Drill Kockpit) pengecekan ban kendaraan, pintu
kendaraan, posisi tempat duduk dan spion, serta penggunaan sabuk
pengaman;
2. Menjalankan kendaraan bermotor maju dan mundur luruh;
3. Zig zag;
4. Parkir paralel dan parkir seri; dan
5. Tanjakan dan turunan.
d. Untuk peserta Uji SIM Golongan A Umum, Golongan B-I Umum, Golongan
B-II Umum selain melaksanakan materi ujian Praktik sebagaimana dimaksud
pada point 3 ditambah dengan materi Ujian Praktik yang meliputi:
1. Menaikkan dan manurunkan penumpang dan/atau barang, baik di
terminal maupun di tempat-tempat tertentu lainnya;
2. Tata cara mengangkut orang dan/atau barang;
3. Etika pengemudi kendaraan bermotor umum;
4. Pengoperasian peralatan keamanan (penggandengan kereta tempel,
peralatan keamanan kendaraan).
e. Materi ujian praktik untuk SIM Golongan D meliputi :
1. Persiapan mengemudi (Drill Kockpit) yang meliputi pengecekan ban
kendaraan, pintu kendaraan, posisi tempay duduk dan spion, serta
penggunaan sabuk pengaman;
2. Menjalankan kendaraan bermotor maju dan mundur;
3. Keseimbangan;
4. Zig zag;
5. Reaksi;
6. Parkir ....
33
6. Parkir paralel dan parkir seri; dan
7. Tanjakan dan turunan.
Pasal 20
Penerbitan SIM harus memenuhi kriteria lulus Ujian Teori dan Ujian praktik yang
meliputi :
(1) Peserta Uji SIM dianggap Lulus Ujian Teori, apabila dapat menjawab secara
benar sekurang-kurangnya 70 persen dari jumlah soal yang diujikan (soal 30
dapat menjawab 21 soal);
(2) Hasil Ujian Teori diumumkan seketika setelah pelaksanaan ujian dan peserta Uji
dapat mengetahui hasil kelulusan atau ketidaklulusan dalam menjawab soal ujian;
(3) Peserta Uji SIM yang dinyatakan lulus Ujian Teori dapat mengikuti Ujian Praktik.
(4) Peserta Uji SIM yang dinyatakan Lulus Ujian Praktik apabila dapat melaksanakan
Ujian Praktik;
(5) Peserta Uji SIM yang dinyatakan Tidak Lulus Ujian Teori dan/atau Ujian Praktik,
dapat mengikuti Ujian Ulang tahap I dalam tenggang waktu selambat-lambatnya 7
(tujuh) hari kerja sejak dinyatakan tidak Lulus, tanpa mengajukan permohonan
baru;
(6) Peserta Uji, Ujian Teori dan/atau Ujian Praktik Ulang tahap U yang Tidak Lulus,
dapat mengikuti Ujian Ulang tahap II setelah 14 (empat belas) hari kerja sejak
dinyatakan Tidak Lulus, tanpa mengajukan permohonan baru;
(7) Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari Peserta Uji, ujian SIM yang tidak
lulus tidak mengikuti ujian ulang tahap I dan tahap II tanpa alasan yang patut dan
wajar, kesempatan untuk mengikuti ujian ulang tidak berlaku;
(8) Bagi ....
34
(8) Bagi peserta Uji SIM yang dinyatakan tidak lulus Ujian Teori atau Ujian Praktik
dan dinyatakan tidak dapat melanjutkan lagi ujian SIM, maka kepada peserta Uji
diberikan surat keterangan tidak lulus ujian;
(9) Bagi peserta Uji SIM yang dinyatakan tidak lulus dapat mengambil kembali uang
yang sudah dibayarkan pada loket pembayaran atau Loket Teller Bank dengan
menunjukkan bukti pembayaran dan Surat Keterangan Tidak Lulus;
(10) Bagi peserta uji SIM yang dinyatakan tidak lulus (ujian teori dan praktik dapat
mengajukan permohonan kembali permbuatan SIM setelah masa tenggang waktu
yang diberikan tahap I, II dan III untuk mengulang ujian, masih juga dinyatakan
tidak lulus dan mengambil uang dari Loket Teller Bank yang sebelumnya Peserta
Uji bayarkan.
Pasal 21
Ujian Keterampilan Mengemudi Melalui Simulator
(1) Ujian keterampilan mengemudi melalui simulator dilaksanakan untuk semua
Golongan SIM;
(2) Materi Ujian Keterampilan mengemudi melalui Simulator meliputi :
a. Uji reaksi;
b. Uji pertimbangan perkiraan;
c. Uji antisipasi;
d. Uji sikap mengemudi; dan
e. Uji konsentrasi.
(3) Ujian keterampilan mengemudi melalui simulator dinyatakan lulus apabila
mencapai nilai minimal 60 untuk setiap jenis materi yang diujikan;
(4) Peserta ....
35
(4) Peserta ujian yang dinyatakan lulus diberikan Surat Keterangan Uji Klinik
Pengemudi (SKUKP)
BAB VII
PROSEDUR/MEKANISME PELAYANAN SIM
Pasal 22
Penerbitan Surat Izin Mengemudi Baru Golongan C dan Golongan A Perorangan :
(1) Tahap I Pembayaran :
a. Peserta uji membayar biaya administrasi SIM melalui Bank yang ditunjuk;
b. Bagi peserta uji SIM golongan A membayar dan mengikuti uji keterampilan
simulator.
(2) Tahap II Registrasi :
a. Peserta Uji melaksanakan :
1. Pengisian formulir pendaftaran;
2. Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat keterangan
kesehatan jasmani dari dokter dan rohani (psikologi), serta bukti
pembayaran administrasi SIM
b. Petugas mengentri (memasukan) :
1. Data Peserta Uji;
2. Rumusah 10 sidik jari, tanda tangan dan foto peserta;
(3) Tahap III peserta uji melaksanakan ujian teori;
(4) Tahap IV peserta uji melaksanakan ujian simulator;
(5) Tahap VI peserta uji melaksanakan ujian praktik;
(6) Tahap ....
36
(6) Tahap VI Produksi :
a. Pencetakan SIM;
b. Penyerahan SIM.
Pasal 23
Penerbitan Surati Izin Mengemudi Peningkatan
(1) Peningkatan SIM Golongan B-I dan Golongan B-II perseorangan sebagai berikut :
a. Perserta uji SIM golongan B-I harus memiliki SIM golongan A sekurang-
kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
b. Peserta uji SIM golongan B-II harus memiliki SIM golongan B-I sekurang-
kurangnya 12 (dua belas) bulan:
c. Tahapan Pelaksanaan :
1. Tahap I Pembayaran
(a) peserta uji membayar biaya administrasi SIM melalui Bank yang
ditunjuk;
(b) membayar dan mengikuti uji keterampilan simulator.
2. Tahap II Registrasi
(a) pengisian formulir pendaftaran;
(b) melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Keterangan
Kesehatan Jasmani dari dokter dan rohani (psikologi), serta
pembayaran biaya administrasi SIM.
3. Tahap III Peserta Uji melaksanakan ujian teori;
4. Tahap IV Peserta Uji melaksanakan ujian simulator;
5. Tahap V Peserta Uji melaksanakan ujian praktik;
6. Tahap VI Produksi :
(2) Peserta,....
37
(2) Peserta Uji SIM Golongan A Umum harus memiliki SIM Golongan A sekurang-
kurangnya 12 (dua belas) bulan;
(3) Peserta Uji SIM Golongan B-I Umum harus memiliki SIM Golongan B-I atau SIM
Golongan A Umum sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan;
(4) Peserta Uji SIM Golongan B-II Umum harus memiliki SIM Golongan B-II atau SIM
Golongan B-I Umum sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan;
Pasal 24
Penerbitan Surat Izin Mengemudi Golongan D
(1) Penerbitan SIM golongan D hanya diperuntukan bagi kendaraan bermotor
perorangan;
(2) Perserta uji sim golongan D harus menyediakan kendaraan khusus yang telah di
uji tipe;
(3) Surat keterangan kesehatan dokter untuk peserta uji SIM Golongan D diberikan
atas keyakinan dokter bahwa divabel/kecacatan peserrta uji tidak menghalangi
teknis mengemudi yang membahayakan dirinya atau orang lain;
(4) Untuk pelaksanaan ujian praktik SIM golongan D, peserta uji menggunakan
kendaraan khusus orang divabel/cacat yang sesuai dengan standarisasi bagi
orang cacat;
(5) Tahapan pelaksanaan :
a. Tahap I Pembayaran :
1. Peserta uji membayar biaya administrasi SIM melalui bang uang
ditunjuk;
2. Bagi peserta uji SIM golongan D membayar dan mengikuti uji
keterampilan simulator.
b. Tahap II,.....
38
b. Tahap II Registrasi :
1. Peserta uji melaksanakan :
(a) pengisian formulir pendaftaran;
(b) melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat keterangan
kesehatan jasmani dari dokter dan rohani (psikologi), serta bukti
pembayran administrasi SIM.
2. Petugas mengentri (memasukan) :
(a) data peserta uji;
(b) rumusan 10 sidik jari, tanda tangan dan foto peserta uji.
c. Tahap III Peserta Uji melaksanakan ujian teori;
d. Tahap IV Peserta Uji melaksanakan ujian praktik;
e. Tahap V Produksi :
1. Pencetakan SIM;
2. Penyerahan SIM.
Pasal 25
Ketentuan memperoleh SIM bagi Warga Negara Asing adalah sebagai berikut:
(1) Syarat usia paling rendah 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM Golongan A, dan SIM
golongan C, sedangkan untuk batas usia SIM Umum adalah :
a. Usia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM Golongan A Umum; da
b. Usia 22 (dua puluh dua) tahun untuk SIM Golongan B-I Umum; dan usia 23
(dua puluh tiga) tahun untuk SIM B-II Umum.
(2) SIM yang diberikan terbatas pada SIM Golongan C dan SIM Golongan A;
(3) SIM ....
39
(3) SIM Golongan B-I, B-II dan SIM Umum hanya dapat diberikan kepada Warga
Negara Asing yang bekerja di Indonesia dan harus mendapatkan surat izin dari
Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia;
(4) SIM bagi turis Warga Negara Asing berlaku 1 (satu) bulan serta dapat
diperpanjang kembali;
(5) Apabila peserta uji sudah memiliki SIM dari asal negaranya tidak mengikuti ujian
teori dan praktik;
(6) Apabila peserta uji tidak memiliki SIM dari asal negaranya wajib mengikuti ujian
teori dan praktik;
(7) Apabila Warga Negara Asing pemilik SIM kembali ke negara asalnya dapat
melapor dan mengembalikan SIM yang dimiliki kepada Satuan Penyelenggara
Administrasi Surat Izin Mengemudi yang mengeluarkan SIM.
(8) Tata cara memperoleh SIM bagi Warga Negara Asing antara lain :
a. Perserta Uji bagi Warga Negara Asing yang berdomisili tetap mengisi formulir
pendaftaran dan dilengkapi dengan Indentitas diri berupa Paspor dan Kartu
izin tinggal tetap (KITAP);
b. Peserta uji bagi Warga Negara Asing yang merupakan staf keduataan atau
keluarga kedutaan mengisi formulir pendaftaran dan dilengkapi dengan
identitas diri berupa Paspor, Visa Diplomatik dan Kartu Anggota Diplomatik;
c. Peserta uji bagi Warga Negara Asing sebagai tenaga ahli mengisi formulir
pendaftaran dan dilengkapi dengan Indentitas diri berupa Paspor, Visa Dinas
dan Surat Izin Kerja daru Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
d. Peserta ....
40
d. Peserta uji bagi turis Warga Negara Asing mengisi formulir pendaftaran dan
dilengkapi dengan identitas diri berupa Paspor, Visa dan Kartu Izin Menetap
Sementara;
e. Prosedur/Mekanisme pelaksanaan penerbitan SIM bagi Warga Negara Asing
adalah sama dengan penerbitan SIM Nasional.
Pasal 26
Masa Berlaku Perpanjangan SIM yang Habis Masa Berlakunya
(1) Perpanjangan SIM dilakukan sebelum masa berlakunya berakhir;
(2) Perpanjangan yang dilakukan setelah lewat waktu, harus diajukan SIM baru
sesuai dengan golongan yang dimiliki dengan memenuhi persyaratan.
Pasal 27
Mutasi Surat Izin Mengemudi
(1) Pemilik SIM harus melaporkan apabila pindah tempat tinggal secara tetap ke luar
wilayah kekuasaan pelaksana penerbitan SIM dalam waktu paling lama 2 (dua)
bulan sejak kepindahan di tempat yang baru;
(2) Pelaksana penerbitan SIM setelah menerima laporan, harus mengeluarkan surat
keterangan untuk digunakan peserta uji apabila akan memperbarui atau
memperpanjang SIM;
(3) Pemilik SIM sebagaimana dimaksud pada point a, dapat menggunakan SIM di
tempat tinggal yang baru sampai habis masa berlakunya;
(4) Permohonan perpanjangan SIM dilakukan di wilayah kekuasaan pelaksana
penerbitan SIM pada tempat tinggal yang baru, dengan menyertakan surat
keterangan sebagaimana dimaksud dalam point b;
(5) Tata ....
41
(5) Tata cara memperoleh SIM di tempat tinggal yang baru sama seperti ketentuan
perpanjangan habis masa berlaku SIM kurang dari 12 (dua belas) bulan.
Pasal 28
Surat Izin Mengemudi Hilang atau Rusak
(1) Apabila SIM hilang, rusak dan/atau tidak terbaca lagi maka pemiliknya dapat
mengajukan permohonan penggantian Sim baru;
(2) Untuk SiM hilang, peserta Uji membuat laporan kehilangan pada kantor Kepolisian
di tempat SIM tersebut hilang;
(3) Tahapan pelaksanaan :
a. Tahap I Peserta Uji membayar biaya administrasi SIM melalui Bank yang
ditunjuk;
b. Tahap II Registrasi :
Peserta uji melaksanakan :
1. peserta uji membayar biaya administrasi SIM melalui Bank;
2. membayar dan mengikuti uji keterampilan Simulator.
c. Tahap III Registrasi :
Peserta uji melaksanakan :
1. pengisian formulir pendaftaran;
2. melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat keterangan
kesehatan jasmani dari dokter dan rohani (psikologi), surat keterangan
kehilangan dari kepolisian setempat, SIM yang rusak serta Bukti
pembayaran biaya administrasi SIM (sesuai dengan PNBP).
3. Petugas mengentri dan melaksanakan :
(a) data peserta uji;
(b) Pengecekan ....
42
(b) pengecekan pada data induk dan adata blokir;
(c) verifikasi dan validasi rumusan 10 sidik jari, tanda tangan dan foto
peserta uji.
d. Tahap IV Produksi :
1. Pencetakan SIM;
2. Penyerahan SIM.
Pasal 29
Surat Izin Mengemudi Bagi Peserta Uji yang Telah Selesai Menjalani Sanksi
Administrasi Pencabutan Surat Izin Mengemudi Berdasarkan Putusan Pengadilan.
(1) Tahap I Pembayaran :
(1) Peserta uji membayar biaya administrasi SIM melalui Bank yang ditunjuk;
(2) Bagi peserta uji SIM Golongan A, B-I, B-II dan SIM Umum membayar dan
melaksanakan uji keterampilan simulator.
(2) Tahap II Registrasi :
a. Peserta uji melaksanakan :
1. Pengisian formulir pendaftaran;
2. Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat keterangan
kesehatan jasmani dari dokter dan rohani (psikologi), surat keputusan
pengadilan serta bukti pembayaran biaya administrasi SIM.
b. Petugas mengentri (memasukan) :
1. Data peserta uji;
2. Verifikasi dan validasi rumusan 10 sidik jari, tanda tangan dan foto
peserta uji.
(3) Tahap III Peserta uji melaksanakan ujian teori sesuai yang dimohon;
(4) Tahap ....
43
(4) Tahap IV Peserta uji melaksanakan ujian simulator;
(5) Tahap V Peserta uji melaksanakan ujian praktik sesuai yang dimohon;
(6) Tahap VI Produksi :
ii. Pencetakan SIM;
iii. Penyerahan SIM.
Pasal 30
Pemblokiran Surat Izin Mengemudi
(1) Tata cara pemblokiran dilaksanakan sebagai berikut :
a. Penyidik mengajukan permintaan blokir secara resmi kepada Kepala Satuan
Wilayan Kepolisian penerbit SIM melalui Direktur Lalu Lintas Kepolisian
Daerah atau Kepala Satuan Lalu Lintas;
b. Petugas mencocokan data SIM sesuai permintaan blokir dengan data base
komputer dan register manual;
c. Berdasarkan perintah pejabat sebagaimana dimaksud angka 1, petugas
melakukan pemblokiran di data base komputer dengan memberikan catatan
DIBLOKIR serta mencantumkan alasan permohonan blokir, nomor dan
tanggal surat;
d. Petugas mengeluarkan surat keterangan SIM telah diblokir dan diberikan
kepada penyidik yang mengajukan permintaan blokir;
e. Petugas menyimpan arsip blokir SIM.
(2) Tata cara buka blokir dilaksanakan sebagai berikut :
a. Penyidik mengajukan permintaan buka blokir secara resmi kepada Kepala
Satuan Wilayah Kepolisian penerbit SIM melalui Direktur Lalu Lintas
Kepolisian Daerah atau Kepala Satuan Lalu Lintas;
b. Petugas ....
44
b. Petugas mencocokan data SIM sesuai permintaan buka blokir dengan data
base komputer dan registrasi manual;
c. Petugas melakukan buka blokir berdasarkan perintah pejabat sebagaimana
dimaksud huruf a;
d. Petugas mengeluarkan surat keterangan SIM telah buka blokir dan diberikan
kepada penyidik yang mengajukan permintaan buka blokir.
BAB VIII
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
Pasal 31
Pengawasan Terhadap Kinerja Satpas dilakukan oleh 1 (satu) orang Kasat Lantas
Polres/ta/bes dibantu Perwira/Bintara urusan SIM pada Satpas masing-masing
Pores/ta/bes, termasuk pengawasan kompetensi penguji dan operator Surat Izin
Mengmudi.
Pasal 32
(1) Petugas penguji SIM kendaraan bermotor paling rendah memiliki kompetensi
antara lain :
a. Sehat jasmani dan rohani;
b. Bermoral dan berkelakuan baik berdasarkan penilaian pimpinan;
c. Disiplin dan bertanggung jawab;
d. Ramah, sopan dan mampu berkomunikasi dengan baik;
e. Menguasai bidang tugas yang akan diberikan;
f. Bagi ....
45
f. Bagi petugas operator KA-SIM Online memiliki kemampuan mengoperasikan
komputer;
g. Bagi petugas penguji memiliki SIM sesuai golongan yang diujikan sekurang-
kurangnya 3 (tiga) tahun;
h. Telah mengikuti pendidikan/latihan penguji SIM dan/atau latihan operator KA-
SIM Online dengan dibuktikan Surat Keterangan Penguji SIM dan/atau
operator KA-SIM Online yang dikeluarkan oleh Korlantas Polri;
i. Memiliki kualifikasi dibidang pengujian SIM dan/atau operator KA-SIM Online;
j. Menguasai teknis dasar mengemudi kendaraan bermotor;
k. Menguasai dan dapat mengoperasikan aplikasi KA-SIM Online
l. Menguasai tata cara berlalu lintas yang benar;
m. Memahami undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan serta ketentuan
perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan lalu lintas dan angkutan
jalan;
n. Diangkat sebagai penguji oleh pejabat yang berwenang dengan surat
perintah.
(2) Tugas yang dilaksanakan oleh petugas pemandu pelayanan dalam penerbitan
SIM :
a. Berikan senyum, salam, sapa dengan ramah tamah dan sopan kepada
setiap masyarakat yang masuk ke area palayanan penerbitan SIM dan
tanyakan seperlunya;
b. Persilahkan dan arahkan masyarakat Peserta Uji SIM agar masuk ke ruang
pelayanan untuk mendapatkan pelayanan penerbitan SIM sesuai prosedur
dan mekanisme yang berlaku;
c. Persilahkan ....
46
c. Persilahkan dan arahkan para pengantar untuk menunggu di ruang tunggu
pengantar yang telah disediakan;
d. Cegah calo atau bukan peserta Uji SIM masuk ke area pelayanan dan
berikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo
atau perantara;
e. Perikasi indentitas (SIM dan/atau KTP) perserta uji mendeteksi awal apakah
perserta uji dapat memenuhi persyaratan untuk diproses;
f. Berikan kartu tanda pengenal PESERTA UJI SIM dengan tangan kanan
kepada masyarakat peserta uji SIM yang dinyatakan memenuhi persyaratan
awal penerbitan SIM;
g. Berikan arahan dan penjelasan mengenai prosedur dan mekanisme
penerbitan SIM kepada masyarakat peserta uji SIM;
h. Awasi keluar dan masuk masyarakat yang melakukan proses penerbitan SIM
serta menerima kembali kartu tanda pengenal PERSERTA UJI SIM dari
peserta uji SIM yang telah selesai melakukan pengurusan SIM, petugas
selalu memberikan SIM dengan tangan kanan dan mengucapkan salam
terima kasih;
i. Laporkan kepada petugas piket atau pimpinan apabila terdapat hal-hal yang
menggangu pelayanan, keamanan, kenyamanan, dan ketertiban dalam
proses penerbitan SIM.
BAB IX ....
47
BAB IX
PENGARSIPAN
Pasal 33
Penyimpanan Arsip merupakan salah satu fungsi manajemen kearsipan dalam hal
menjamin penemuan kembali arsip dan penggunaannya di masa yang akan akan
datang dengan sarana dan prasarana memadai, sehingga dapat mendukung
tercapainya penataaan arsip yang efektif dan efisien dengan melakukan :
a. arsip dokumen dari setiap peserta uji SIM disimpan pada rak-rak penyimpanan
secara teratur dan berindeks menurut nama pemilik Surat Izin Mengemudi;
b. menyimpan nomor indeks arsip yang terdapat pada record ke dalam komputer
sehingga untuk mencari di mana arsip dokumen yang diperlukan dapat dilakukan
melalui terminal komputer dengan memanggil/key No. SIM dan arsip dokumen
dapat dihapus setelah 5 tahun tersimpan di gudang penyimpanan bila sudah tidak
digunakan lagi atau kebijakan pimpinan;
Pasal 34
Pengamanan Penyimpanan Arsip
a. gedung/ruangan arsip harus bebas dari bahaya banjir dan kebakaran;
b. derajat panas dan kelembaban udara diatur secara baik dan stabil;
c. bebas dari gangguan rayap, tikus, serangga dan lain-lain;
d. arsip ditempatkan di ruangan khusus agar tidak mudah di jangkau umum;
e. penetapan tenaga kearsipan yang menghayati fungsi kearsipan.
BAB X ....
48
BAB X
KENTETUAN PENUTUP
Pasal 35
(1) Ketentuan perubahan dan berlakunya wewenang pembinaan Standar
Operasional Prosedur (SOP) ini ada pada Kapolri yang pelaksanaan dan
pembinaan/bimbingan teknis dilakukan oleh Korps Lalu Lintas Polri.
(2) Ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan prosedur pengurusan SIM bagi
fungsi teknis Lalu Lintas yang telah ada dan tidak bertentangan dengan Petunjuk
Pelaksanaan ini tetap berlaku sebagaimana mestinya;
(3) Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) ini berlaku sejak ditetapkan.
. Ditetapkan di : Kendari
Pada tanggal : 28 Mei 2013
DIREKTORAT LALU LINTAS POLDA SULTRA
Drs. HERUKOCO, [Link]
KOMISARIS BESAR POLISI NRP 68120317
Disahkan di : Kendari
Pada tanggal : 14 Juni 2013
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH SULTRA
Drs. NGADINO, SH, MM
BRIGADIR JENDERAL POLISI
REGISTRASI SETUM POLDA SULTRA NOMOR 163 TAHUN 2013
49
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH SULAWESI TENGGARA
DIREKTORAT LALU LINTAS
STANDAR OPERASIONAL DAN PROSEDUR
TENTANG
PENERBITAN SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM)
DI SATPAS
Kendari, 28 Mei 2013