0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan13 halaman

Kolam Renang di Taman Wisata WEGO

Rangkuman dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas rencana pembangunan taman wisata alam bernama WEGO di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 2) Taman wisata ini akan memiliki berbagai fasilitas edukasi dan rekreasi seperti kebun botani, area perkemahan, kolam renang dan outbond. 3) Luas lahan yang akan digunakan untuk taman wisata ini adalah 12,85 hektar.

Diunggah oleh

encelestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan13 halaman

Kolam Renang di Taman Wisata WEGO

Rangkuman dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas rencana pembangunan taman wisata alam bernama WEGO di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 2) Taman wisata ini akan memiliki berbagai fasilitas edukasi dan rekreasi seperti kebun botani, area perkemahan, kolam renang dan outbond. 3) Luas lahan yang akan digunakan untuk taman wisata ini adalah 12,85 hektar.

Diunggah oleh

encelestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PerMen LH No.

16 Tahun 2012

BAB II
RENCANA USAHA DAN / ATAU KEGIATAN

2.1 Nama Rencana Usaha dan / Kegiatan : Taman Wisata Alam WEGO (Wisata
Edukasi Gondang Outbond).
Berdasarkan Lampiran I Peraturan Bupati Lamongan No. 15 Tahun 2013, bagian G
(Bidang Pariwisata) nomor 1 bagian kedua, disebutkan bahwa jenis kegiatan Objek
Wisata untuk semua besaran luas merupakan kegiatan yang wajib dilengkapi
dengan Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).
Juga mempertimbangkan Lampiran I Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Republik Indonesia No. 05 Tahun 2012, Bagian L (Bidang Pariwisata) untuk Taman
Rekreasi dengan luas > 100 Ha maka Wajib memiliki Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup AMDAL.

2.2 Lokasi Rencana Usaha dan / Kegiatan


Rencana kegiatan Taman Wisata Alam WEGO (Wisata Edukasi Gondang
Outbond terletak di Desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.
Terletak + 1,85 km ke arah timur dari pintu masuk taman wisata Waduk Gondang
(Gambar 1). Tepatnya berada diantara 8 titik koordinat sebagai berikut : (Gambar 2)
A. 7o126.46 LS E. 7o1225.81 LS
o
112 1654.19 BT 112o1641.28 BT
B. 7o1210.72 LS F. 7o1226.36 LS
o
112 1643.63 BT 112o1651.05 BT
C. 7o1214.67 LS G. 7o1223.49 LS
o
112 1640.76 BT 112o170.18 BT
D. 7o1217.05 LS H. 7o1217.98 LS
o
112 1647.86 BT 112o171.18 BT

2.3 Kondisi Rona Sekitar Lokasi Kegiatan


Rona lingkungan merupakan gambaran keadaan lingkungan di tempat proyek yang
akan dibangun di daerah sekitarnya. Rona lingkungan alam dan lingkungan buatan
manusia (misalnya : permukiman, lahan pertanian, dll). Kegunaan rona lingkungan :
- Pendugaan keadaan lingkungan di masa yang akan datang tanpa proyek
- Keadaan lingkungan di masa yang akan datang dengan proyek
Kondisi rona lokasi giatan berupa : (Gambar 3)
Batas Utara : Hutan Jati (milik Perhutani)
Batas Timur : Kebun Jagung (milik perorangan)
Batas Barat : Hutan Jati (milik perorangan)
Batas Selatan: Waduk Gondang
Rencana kegiatan tidak mengganggu kepentingan pertahanan keamanan, tidak
menimbulkan gangguan terhadap usaha dan atau kegiatan yang telah berada di sekitar
lokasi, serta tidak menggagu nilai-nilai sosial. Pada lokasi kegiatan juga tidak terdapat
spesies kunci serat flora dan fauna yang dilindungi.
Gambar 1 Lokasi

2 | Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 2 Kordinat

3 | Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 3 Batas

4 | Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

2.4 Skala / Besaran Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


Destinasi wisata lingkungan yang dipadankan dengan sentuhan modern, yaitu Taman
Wisata Alam WEGO (Wisata Edukasi Gondang Outbond), direncanan di Desa
Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan dengan Kapasitas 1500
pengunjung/hari. Kegiatan usaha dibangun dengan penekanan di aspek pendidikan,
yaitu memadukan antara kebutuhan wisata dengan pendidikan dan petualangan, yang
dikenal dengan wisata edukasi (edu-tourism). Konsep Taman Wisata Alam WEGO
(Wisata Edukasi Gondang Outbond) direncanakan sebagai berikut :
- Pengetahuan Hutan Hujan Tropis
Direncanakan penanaman 1.000 jenis tumbuhan tropis yang akan dilengkapi dengan
nama species, famili, genus dan ordo.
- Pengenalan Teknologi Ramah Lingkungan
Direncanakan dilengkapi dengan peralatan yang berkaitan dengan teknologi terapan
ramah lingkungan terkini, diantaranya adalah :
Solar-cell untuk penerangan jalan dan taman wisata
Pembangkit listrik tenaga angin dan pompa air tenaga angin, sebagai
percontohan untuk mengairi tanaman dan taman wisata
Teknologi hydroponik / Green House dengan pilihan pengembangan tanaman
anggrek di dataran rendah
- Kid Adventure
Sarana bagi anak anak PAUD atau Taman Kanak Kanak (TK) tentang pengenalan
bercocok tanam, beternak, mengenal perikanan, berjalan diatas pematang, jembatan
kayu, dll. Juga diajarkan secara langsung untuk menanam padi jagung, menangkap
ikan / belut, dll.
- Area Perkemahan
Direncanakan bumi perkemahan dengan kapasitas 1000 orang pelajar untuk kegiatan
perkemahan bersama antar pelajar antar sekolah yang berbeda. Bumi perkemahan
dilengkapi dengan sarana :
Lapangan olah raga voli dan sepak bola
Toilet 4 buah
Lapangan api unggun
- Permainan Air
Pada lokasi direncanakan terdapat 2 buah danau buatan, yang salah satunya memiliki
pulau di bagian tengah danau. Pengunjung diharapkan dapat menikmati suasana dengan
bermain perahu.
- Out Bond
Wahana yang direncakanan antara lain :
Flying fox, dengan lintasan sepanjang 110m dan ketinggian 20m - 30m
Canopy bridge, dengan panjang 50m dan ketinggian 10m
ATV
- Panggung Pentas Seni
Disediakan untuk mengekspresikan diri bagi yang berjiwa seni dan untuk penyajian
budaya lokal pada hari hari tertentu. Misalnya : jahtilan, wayang tengul, dll.
- Kolam Renang
Direncanakan 2 buah kolam renang yakni kolam renang anak dan kolam renang
dewasa, dengan kedalaman 50 cm dan 100-120 cm.

5 | Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

- Sarana Pendukung yaitu :


Food Court
Handycraft Corner
Mushola & Toilet 58 buah

2.4.1 Penggunaan Lahan


Rencana kegiatan pembangunan Taman Wisata Alam WEGO (Wisata Edukasi
Gondang Outbond) berada pada lahan seluas 128.500 m2 (12,85 Ha). Pembagian
penggunaan lahan berdasarkan fungsi kegiatan didetailkan pada Tabel 1. Layout
mengenai rencana kegiatan dapat dilihat pada Gambar 4.

Tabel 1. Penggunaan Lahan


No. Jenis Bangunan Luas (m2)
1. Danau 1 2.625,915
2. Danau 2 3.800,198
3. Kantor Pengelola 116,000
4. Area Permainan ATV 1.036,981
5. Area Konservasi 2.144,516
6. Botanical Garden 2.493,832
7. Taman Bermain 4.296,297
8. Mushola dan Kamar Mandi 44,640
9. Water Park / Kolam Renang 1.411,315
10. Perkemahan 8.108,684
11. Area Parkir 8.263,259
12. Area kuliner & oleh - oleh 1.852
13. Akses Jalan 23.806,36
14. Lahan Pertanian 68.500,00
Total 128.500
Sumber : PT. Gema Nusantara Group, 2017

2.4.2 Penggunaan Sumber Daya


a) Sumber Daya Manusia
Tahap Konstruksi
Pada kegiatan pembangunan Taman Wisata Alam WEGO (Wisata Edukasi
Gondang Outbond) memanfaatkan sumber daya manusia sebanyak 100 orang sebagai
pekerja konstruksi dengan pembagian jenis pekerjaan dan jumlah pekerja pada Tabel 2.

Tabel 2. Sumber Daya Manusia Tahap Konstruksi


Jenis Pekerjaan Jumlah
Struktur 30 orang
Arsitektur 45 orang
Mechanical Engineering / ME 25 orang
Total 100 orang
Sumber : PT. Gema Nusantara Group, 2017

6 | Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 4 layout

7 | Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Tahap Operasional
Pada tahap ini sumber daya manusia yang telibat antara lain pekerja operasional dan
pengunjung. Pekerja operasional yang direncanakan adalah + 104 orang tenaga kerja
dengan pembagian jenis pekerjaan dan jumlah pekerja seperti pada Tabel 3. Sedangkan
untuk pengunjung jumlahnya sangat bervariasi mengingat lokasi kegiatan merupakan
obyek wisata yang target pengunjungnya adalah pelajar dari tingkat pra-sekolah (PAUD
/ TK) sampai dengan SMA / sederajat, dimana sangat bergantung pada waktu belajar
mengajar, sehingga dapat diperkirakan jumlah pengunjung mencapai puncak pada saat
masa libur sekolah. Dengan kapasitas pengunjung direncanakan mampu menampung
1.500 orang/hari, maka total sumber daya manusia pada tahap operasional diperkirakan
1.604 orang/hari.

Tabel 3. Sumber Daya Manusia Tahap Operasional


Organisasi Jenis Pekerjaan Jumlah
Tim Perawatan - 8 orang
Tim Pertamanan - 12 orang
Tim Kebersihan - 20 orang
Tim Keamanan - 10 orang
Tim Pengelola Tumbuhan tropis 4 orang
Teknologi ramah lingkungan 4 orang
Kid adventure 8 orang
Bumi perkemahan 6 orang
Permainan air 10 orang
Out-bond 12 orang
Pentas seni & budaya 4 orang
Lifeguard Waterpark 2 orang
Ticketing 4 orang
Total 104 orang
Sumber : PT. Gema Nusantara Group, 2017

b) Sumber Daya Energi


Tahap Konstruksi
Kebutuhan energi pada tahap konstruksi (untuk peralatan peralatan proyek) dipenuhi
dengan Genset Silent Type kapasitas 3.600 Watt.
Tahap Operasional
Kebutuhan energi direncanakan dipenuhi secara tetap oleh PLN dengan kapasitas
pemasangan daya awal 23.000 Watt. Selain itu juga disediakan cadangan berupa Genset
kapasitas 3.600 Watt sebagai upaya tanggap darurat untuk urusan administrasi di kantor
pada saat listrik padam.

c) Sumber Daya Air Bersih


Air bersih diperlukan pada tahap konstruksi dan pada tahap operasional dengan jenis
kebutuhan dan sumber air yang akan dijelaskan pada masing-masing tahap kegiatan
sebagai berikut :
Kebutuhan air pada tahap konstruksi meliputi MCK pekerja konstruksi serta kebutuhan
konstruksi. Sumber air bersih pada tahap konstruksi direncanakan berasal dari air tanah.

8 | Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Air bersih pada tahap operasional digunakan untuk aktivitas karyawan tamu serta
pengisian kolam renang. Sumber air bersih untuk aktivitas karyawan tamu
direncanakan berasal dari air tanah, sedangkan untuk pengisian air kolam berasal dari
perusahaan supplier air bersih.

Rincian penggunaan air bersih beserta perkiraan kebutuhan untuk rencana kegiatan
disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4. Analisa Kebutuhan Air
Tahapan
Pengguna Asumsi Perhitungan Kebutuhan air
Kegiatan
MCK Pekerja 60 L/orang/hari x
60 L/orang/hari (1) 6 m3/hari
Konstruksi Konstruksi 100 orang
Kebutuhan Konstruksi 200 L/hari - 0,2 m3/hari
Total Kebutuhan Air Bersih Tahap Konstruksi 6,2 m3/hari
60 L/orang/hari x
MCK karyawan 6,24 m3/hari
104 orang/hari
60 L/orang/hari (1)
60 L/orang/hari x
MCK pengunjung 90 m3/hari
1500 orang/hari
10 L/20 m2 lahan/hari (2)
Penyiraman Lahan dan 10 L/20 m2 lahan x
Operasional Luas area penyiraman (4) 9,04 m3/hari
Tanaman 18.080,31 m2
= 18.080,31 m2
Total Kebutuhan Air Bersih Tahap Operasional 105,28 m3/hari
Volume kolam = Volume kolam x k
Pengisian air kolam (3) (225x1,5) + (120x1) + (safety faktor) = 799,2 m3/6 bulan
(417x0,5) = 666 m3 666 x 1,2
Sumber : Analisis Konsultan, 2017

Keterangan :
(1)
Berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 23 Tahun 2006 tentang
Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air pada PDAM BAB I
ketentuan umum Pasal 1 ayat 8 menyatakan bahwa : Standard kebutuhan pokok air
bersih adalah kebutuhan air sebanyak 10 m3/kepala keluarga/bulan atau 60
liter/orang/hari.
(2)
Handayani, Dwi (2010) tentang Kajian Pustaka Potensi Pemanfaatan Grey Water
Sebagai Air Siram WC dan Air Siram Tanaman di Rumah Tangga.
(3)
Penggantian air kolam maksimal setiap 6 bulan per periode penggantian.
(4)
Luas area penyiraman adalah 18.080,31 m2 ; meliputi area Perkemahan, Taman
Bermain, Botanical Garden, Konservasi dan Area Permainan ATV.

2.4.3 Rencana Pengelolaan Limbah Cair


Pengolahan limbah adalah usaha untuk mengurangi atau menstablikan zat zat
pencemar (senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba pathogen, dan senyawa
organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme alami) sehingga saat dibuang
tidak membahayakan lingkungan dan kesehatan.
Batasan yang diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan mengacu
pada peraturan Pergub Jatim No. 72 Tahun 2013 jo 52 Tahun 2015 tentang Baku
Mutu Air Limbah Bagi Industri dan / atau Kegiatan Usaha Lainnya (Tabel 5) :

9 | Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Tabel 5. Baku Mutu Limbah Domestik

Sumber: Pergub Jatim 72 Tahun 2013 jo 52 Tahun 2015

Pada umumnya, kuantitas air limbah yang dihasilkan dari suatu kegiatan adalah 60-
80% dari total kebutuhan air bersih pada kegiatan tersebut (Duncan, 2003), sehingga
perkiraan mengenai kuantitas air limbah yang dihasilkan pada kegiatan pembangunan
Taman Wisata Alam WEGO (Wisata Edukasi Gondang Outbond) ini adalah
sebagai berikut (Tabel 6) : (Neraca air pada Gambar 5 dan 6).

Tabel 6. Analisa Air Limbah


Tahapan Kebutuhan Air Limbah
Penggunan
Kegiatan air (m3/hari) (m3/hari)
80% x 6 m3/hari =
MCK Pekerja 6
Konstruksi 4,8 m3/hari
Kebutuhan Konstruksi 0,2 Habis terpakai
MCK Karyawan dan 80% x 96,24 m3/hari
96,24
Pengunjung = 76,992 m3/hari
Penyiraman Lahan & Habis meresap ke
Operasional 9,04
RTH tanah
799,2 m3/6
Penggantian Air Kolam 799,2 m3/6 bulan
bulan
Sumber : Analisis Konsultan, 2017

Air limbah domestik terdiri atas :


1. Black Water, yaitu Tinja (faeces) yang mengandung mikroba pathogen.
2. Grey Water, yaitu Air seni (urine) yang pada umumnya mengandung Nitrogen dan
Posfor, air bekas cucian dapur, mesin cuci dan air sabun (sisa bilas).

Prosentase air limbah untuk Black Water adalah 20% & Grey Water adalah 80% (Tilley
et al, 2008). Permasalahan terkait limbah cair domestik yaitu, air buangan (grey water)
berkumpul dan menyatu pada saluran drainase kota, mengalir menuju saluran yang
lebih besar kemudian ke sungaiMCK bercampur
Pekerja: denganLimbah segala: 4,8
macam limbah mulai dari
detergen, busa shampo, chlorine dan karbol serta
6 m3/hari cucian bekas kotoran lainnya.
m3/hari
Chlorine dan larutan karbol serta detergen merupakan racun bagi bakteri pembusuk
dalam air sungai. Apabila konsentrasinya semakin tinggi maka bahan-bahan organik
sukar terurai sehingga menambah endapan dalam dasar saluran dan saluran akhirnya
Black water : Grey water :
cepat tersumbat. Teknologi pengelolaan20% air xlimbah
4,8 direncanakan 80%dengan
x 4,8 sistem Septic
Tank Sumur
Resapan
bor untuk
: Black Water dan m sistem
3
/hari =Biofilter
0,96 untuk Grey 3 Water.
m /hari = 3,84
6,2 m3/hari m3/hari m3/hari

Septic tank Biofilter


10 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
Kebutuhan Konstruksi : Habis
3
0,2 m /hari Terpakai
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 5. Neraca Air Bersih dan Air Limbah Tahap Konstruksi

Penyiraman : Habis Meresap


9,04 m3/hari ke Tanah
Sumur bor :
93,46 m3/hari
MCK Karyawan Limbah 76,992
& Tamu : 96,24 m3/hari
m3/hari

Black water : Grey water :


20% x 72,336 80% x 72,336
Sumber Air m3/hari = m3/hari =
Bersih 14,467 m3/hari 57,869 m3/hari

Septic tank Biofilter

Sumur resapan Saluran drainase

Supplier Air : Penggantian air kolam : Sand Filter (durasi filtrasi


799,2 m3/6 bulan 799,2 m3/6 bulan 6 jam/hari)

Pengangkutan (kerjasama pihak ke-3)


Gambar 6. Neraca Air Bersih dan Air Limbah Tahap Operasional
Septic Tank & Resapan
Septic tank adalah bak tempat penampungan limbah khusus dari toilet / wc yang
tidak boleh dicampur dengan limbah kamar mandi dan air limbah cucian dapur. Desain
unit septic tank dan resapan mengacu pada SNI 03-2398-2002

11 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 7. Septic tank konvensional

Persyaratan teknis
- Bahan bangunan (bangunan dasar, penutup, pipa penyalur) : batu kali, bata merah,
beton bertulang, PVC 4 inch
- Dimensi panjang 1,8m ; lebar 1m ; tinggi 1,5m ; ambang batas 0,3m
- Volume 2,7 m3

Biofilter
Biofilter merupakan reaktor yang dikembangkan dengan prinsip mikroba tumbuh dan
berkembang pada suatu media filter dan membentuk lapisan biofilm. Mikroba yang
diketahui memiliki kemampuan baik dalam mendegradasi deterjen adalah beberapa
spesies Azotobacter dan Acetobacter yang mampu mendegradasi dalam 72 jam,
sehingga sangat cocok dalam proses pengolahan limbah yang mengandung deterjen.
Pengolahan air limbah (grey water) dengan sistem biofilter, dilakukan dengan cara
mengalirkan air limbah ke dalam rekator biologis yang didalamnya telah diisi dengan
media penyangga yang berguna sebagai pengembangbiakan mikroorganisme.
Mekanisme penyisihan bahan organik pada biofilter dimulai dari penyisihan material
organik yang tersuspensi, dan yang terlarut terjadi karena proses biosorbsi dan
koagulasi pada aliran yang melewati media dengan cepat. Perencanaan biofilter
bekerjasama dengan pihak ke-3.

Pengelolaan air limbah kolam renang dilakukan dengan menggunakan sand filter pada
sistem yang tersedia dengan durasi filtrasi 6 jam/hari. Setelah dilakukan filtrasi,
dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu dengan mengacu pada PerGub Jatim 72
Tahun 2014 jo PerGub Jatim 52 Tahun 2014 sebelum dilakukan pembuangan air limbah
kolam renang ke badan air penerima. Hasil filtrasi diperkirakan tidak akan melebihi
baku mutu air limbah yang ditetapkan mengingat sistem filter yang terpasang
diperuntukkan bagi air kolam renang yang memiliki standar mutu lebih tinggi
dibandingkan dengan standar mutu air limbah yang akan dibuang ke badan air
penerima. Namun jika pada operasional ditemukan parameter yang melebihi baku mutu
yang ditetapkan maka akan dilakukan penggantian media filter (diperkirakan media
filter telah jenuh dan sudah tidak efektif) dan apabila diperlukan akan dilakukan
penambahan zat kimia tertentu pada box skimmer. Pembuangan air limbah kolam
renang direncanakan melalui kerjasama dengan pihak ketiga (pengangkutan).

12 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

2.4.4 Rencana Pengelolaan Limbah Padat


Limbah padat yang dihasilkan pada kegiaatan ini antara lain :
Tahap konstruksi
Pada tahap konstruksi diperkirakan menghasilkan sampah domestik dan non-domestik,
dimana sampah domestik merupakan sampah yang dihasilkan dari aktivitas pekerja,
diperkirakan sebesar 200 L/hari (Analisa persampahan domestik didasarkan pada SNI
Nomor 3242 Tahun 2008 yakni 2 L/orang/hari). Sedangkan sampah non domestik
merupakan sampah operasional dari kegiatan, dalam hal ini yang dimaksud adalah
sampah sisa material bangunan. Pada rencana kegiatan akan dilakukan proses
penggalian tanah konstruksi dengan perkiraan volume galian sebesar + 20.000 m3.
Upaya pengelolaan yang direncanakan pada tahap konstruksi ini adalah penyediaan
tempat sampah yang kedap air dan dilengkapi dengan penutup yang diletakkan didepan
lokasi proyek untuk sampah domestik. Tidak dilakukan pembakaran terhadap sampah
yang ditimbulkan. Sedangkan untuk sampah sisa material galian, pengelolaannya
direncanakan melalui kerjasama dengan pihak lain yang membutuhkan, sehingga
sampah sisa material tidak dibuang ke TPS/TPA.
Tahap operasional
Pada tahap operasional diperkirakan menghasilkan sampah domestik, yakni dari
aktivitas karyawan dan tamu. Perkiraan besaran sampah yang dihasilkan adalah 3208
L/hari (analisa persampahan domestik didasarkan pada SNI Nomor 3242 Tahun 2008
yakni 2 L/orang/hari).
Rencana pengelolaan terhadap sampah domestik yang dihasilkan diupayakan mengacu
konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan penyedian TPST (Tempat Pengelolaan
Sampah Terpadu).
Sampah
Pencacahan Campur dengan Bio- Kompos
mudah (ranting / batang) matang
sampah basah activator
membusuk

Memiliki nilai
Sampah Pemilahan ekonomis Recycle & Reuse
(kertas, kaleng, (kerajinan, media Dijual
plastik, kardus, tumbuhan, dll)
gelas)
Sampah
tidak
membusuk Tidak memiliki
nilai ekonomis Ditimbang TPS
Gambar 8. Alur Pengelolaan Sampah Domestik
(residu)
Limbah padat yang dihasilkan dikelola dengan cara :
- Penyediaan tempat sampah terpilah (sampah basah sampah kering), yang kedap
air dan dilengkapi dengan tutup.
- Sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis, dikumpulkan dan diangkut ke TPS.
- Koordinasi dengan pihak kebersihan Desa setempat terkait dengan pengangkutan
sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis ke TPS terdekat.
- Tidak melakukan pembakaran terhadap sampah yang dihasilkan.
- Pengomposan untuk sampah organik / mudah membusuk.

13 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

- Melakukan reuse & recycle untuk sampah tidak membusuk yang masih memiliki
nilai ekonomis.

2.4.5 Analisa Parkir


Area parkir yang disediakan adalah 8.263,259 m2. Dengan berdasar Keputusan
Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor 272/HK.105/DRJD/96 Tentang
Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, untuk 1 srp mobil adalah 12,5
m2. Maka, dengan luas area parkir yang direncanakan 8.263,259 m2 dapat menampung
650 unit mobil.
Pola parkir yang disediakan adalah menyudut 60o. Pola parkir ini mempunyai daya
tampung lebih banyak jika dibandingkan dengan pola parkir paralel, dan kemudahan
dan kenyamanan pengemudi melakukan manuver masuk dan keluar ke ruangan parkir.
Selain penyediaan area parkir didalam lokasi kegiatan, juga dilakukan kerjasama
dengan pihak RW setempat terkait pengelolaan area parkir diluar lokasi kegiatan.

Gambar 9. Perencanaan Pola Area Parkir Sudut 60o

2.4.6 Sistem Proteksi Terhadap Bahaya Kebakaran


Sistem proteksi untuk keamanan dilokasi kegiatan terhadap bahaya kebakaran mengacu
pada ketentuan dalam Permen PU No. 26 Tahun 2008, yakni penyediaan APAR jenis
Dry Chemical Powder 9 Kg sejumlah 4 unit dengan lokasi penempatan :
- 1 unit di area food and handycraft corner
- 1 unit di area perkemahan
- 1 unit di area waterpark
- 1 unit di area kantor pengelola

Berdasarkan Skala / Besaran Rencana Usaha dan / atau Kegiatan pada Pembangunan
Taman Wisata Alam WEGO (Wisata Edukasi Gondang Outbond) tersebut, maka
pemrakarsa diwajibkan menyusun Dokumen UKL-UPL.

14 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
WeGo Wisata Edukasi Gondang Outbond

Anda mungkin juga menyukai