SATUAN ACARA PENYULUHAN ASMA DAN CARA PENCEGAHAN
KEKAMBUHAN DI DESA BUTUH RT 01/RW 03 GEDONGAN BAKI SUKOHARJO
DISUSUN OLEH :
Rieh Firdausi
J 230 165 082
PROGRAM PROFESI NERS XVI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Judul : Satuan acara penyuluhan asma dan cara pencegahan kekambuhan
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Hari/tgl :
Tempat: Rumah Tn. M Desa Butuh RT01/ RW03 Gedongan, Baki, Sukoharjo
Pelaksana : Mahasiswa Profesi Ners UMS
Waktu : Pukul 09.00 WIB
A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, pasien dan keluarga pasien mampu
memahami tentang penyakit asma.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1 x 60 menit diharapkan pasien dan
keluarga pasien dapat :
a. Memahami pengertian, tanda dan gejala dan penyebab penyakit asma
b. Memahami pertolongan pertama bagi penderita asma
c. Memahami cara pencegahan kekambuhan penyakit asma
B. METODE
Ceramah dan Tanya jawab
C. MEDIA
Lembar Balik dan Leaflet
D. ISI MATERI
1. Pengertian, tanda dan gejala asma
2. Cara pencegahan kekambuhan asma
E. EVALUASI
1. Kegiatan : jadwal, tempat, alat Bantu / media, pengorganisasian, proses penyuluhan
2. Hasil penyuluhan, memberi pertanyaan pada warga tentang :
a. Pengertian, tanda dan gejala, dan penyebab asma
b. Pencegahan kekambuhan asma
F. PENGORGANISASIAN
Penyaji : Rieh Firdausi
Moderator :
Observer dan Notulen :
G. PELAKSANAAN
Tahap dan
No. Kegiatan Pendidikan Kegiatan Peserta
Waktu
1. Pendahuluan Pembukaan: 1. Menjawab
5 menit 1. Mengucapkan salam dan salam dan
memperkenalkan diri memfokuskan
2. Menjelaskan kontrak waktu dan perhatian pada
mekanisme kegiatan pembawa acara
3. Menyampaikan tujuan dan 2. Mendengarkan
maksud dari penyuluhan kontrak
4. Menyebutkan materi penyuluhan pembelajaran
yang akan diberikan 3. Mendengarkan
tujuan dari
penyuluhan
4. Mendengarkan
materi yang
penyuluhan
diberikan
2. Kegiatan inti Pelaksanaan: 1. Memberikan
20 menit 1. Menggali pengetahuan dan pendapat
pengalaman sasaran penyuluhan 2. Mendengarkan
mengenai asma dan cara dan
pencegahan kekambuhan. memperhatikan
2. Menjelaskan materi: 3. Peserta
a. Menjelaskan pengertian, mengajukan
tanda dan gejala, dan pertanyaan
penyebab asma tentang materi
b. Cara pencegahan yang kurang
kekambuhan asma. dipahami
3. Memberikan kesempatan untuk 4. Mendengarkan,
peserta mengajukan pertanyaan memperhatikan,
untuk materi yang belum dan dapat
dipahami memahami
4. Menjawab pertanyaan yang penjelasan
diajukan oleh sasaran
penyuluhan
3. Penutup Evaluasi: 1. Para peserta
5 menit 1. Menanyakan kembali materi yang menjawab
telah disampaikan pertanyan yang
2. Penyuluh menyimpulkan materi diberikan
yang sudah disampaikan penyuluh
2. Para peserta
mendengarkan
kesimpulan
materi yang
disampaikan
MATERI PENYULUHAN ASMA DAN CARA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN
A. Pengertian Asma
Asma adalah penyakit sukar bernapas yang ditandai adanya penyempitan saluran
napas, napas mencuit-cuit atau bengek.. Asma bersifat refersibel. Asma terjadi ketika
bronchi mengalami inflamasi dan hiperresponsif. Penyakit ini menyebabkan penyempitan
pada saluran nafas sehihngga menimbulkan kesulitan bernafas. Asma adalah penyakit
obstruksi saluran peranfasana yang bersifat refersibel dan berbeda dari obstruksi saluran
peranafasan lain seperti pada penyakit empisema maupun bromnkitis kronis yang bersifat
ireversibel dan kontinyu.
B. Etiologi
Etiologi asma mungkin merupakan reaksi alergi yang sering terjadi pada pasien
dengan umur kurang dari 30 tahun. Namun, munculnya asma pada pasien dengan
menyebabkan asma antara lain yaitu beberapa bahan iritan seperti debu-debu yang
beterbangan, asap, produk pembersih atau bau. Pemicu tambahan lainnya adalah udara
dingin, infeksi saluran peranfasan atas atau bawah dan stres.
C. Patofisiologi
Patofiiologi asma diawali dengan reaksi inflamasi pada slauran peranfasan yang
memicu terjadinya perubahan patofisiologi yang berupa bronki menjadi hiperresponsif
dna terjadi bronkospasme. Sehingga mengganggu proses pertukaran udara dan ventilasi.
Kebanyakan pasien berupay mengatasi penyakit asma dengan baik. Namun begitu, pasien
yang mengidap penyakit asma perlu diangani secara serius karena reaksi asma bisa
mengarah pada gagal nafas dan akhirnya menyebabkan kematian.
D. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala asma meliputi batuk (krok-krok, krek-krek), dispnea, wheezing,
hiperventilasi (salah satu gejala awal), pusing-pusing, kebiruan di mulut dan sekitarnya,
perasaan yang merangsang, skait kepala, nausea, penigkatan nafas pendek, kecemasan,
diaporesis, dan kelelahan, dan gejala meningkat pada malam dan dini hari. Tingkat
keparahan dari serangan asma tergantung pada tingkat obstruksi pada saluran peranfasan,
kadar saturasi oksigen, pembawaan pola pernafasan, perubahan status mental, dna
bagaimana tanggapan penderita terhadap pernafasannya. Tanda-tanda buruk dari
perubahan status mental biasanya meliputi hal-hal berikut : kurang istirahat yang makin
meningkat kemudian diikuti dengan atau gampang [Link] orang tersebut jatuh
akibat kelelahan yang amat sangat, maka kondisi kritis ini seirng mengarah pada aggal
nafas akut. Beberapa penderita memliki penurunan reaksi asma yang lambat. Tetapi ada
beberapa yang cepat, misalnya dalam hitungan menit. Oleh karena itu, waktu bukanlah
parameter yang etrbaik utnuk mennetukan apakah perlu memamnggil dokter dulu atau
mencari pertolongan darurat secepat mungkin. Sehingga semua indikator yang disebutkan
diatas perlu mendapatkan perhatian yang semestinya.
Kekambuhan asma terjadi karena terpapar faktor pencetus, yaitu :
a. Emosi ( keadaan sedih, banyak pikiran, kaget)
b. Cuaca ( hujan, udara dingin, udara terlalu panas)
c. Infeksi ( flu, nyeri tenggorokan)
d. Udara kotor ( asap dapur, asap rokok, asap obat nyamuk ,debu rumah, kapuk, bulu
kucing, kecoa, dll)
e. Makanan (coklat, kacang tanah, es, bumbu masak, tomat, minyak goreng, dll).
Yang terjadi pada penderita Asma :
Ada 3 hal yang terjadi pada saluran napas:
a. Otot dinding saluran napas mengerut
b. Dinding saluran napas membengkak
c. Saluran napas terisi banyak lendir
Cara pencegahan kekambuhan :
a. Hindari faktor pencetus
b. Bina suasana hormonis dalam keluarga
c. Mengenal gejala awal serangan Asma dan selalu tersedia obat.
d. Tingkatkan kesehatan optimal ( makanan yang baik, istirahat cukup, olahraga teratur,
minum cukup).
e. Latihan nafas
Manajemen terapeutik difokuskan pada aturan pengobatan, penyuluhan ekstensif bagi
pasien dan keluarganya mengenai penanganan penyakit asma, perubahan gaya hidup dan
terapi pernafasan. Sedangkan terapi obat yang terus dijalani meliputi bronchodilator, b-
adrenergic, pereda sakit, methylxanthines, dan kortikosteroid
REFERENSI
Dainur, 2006, Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat, Widya Medika, Jakarta
Notoatmojoyo, S, 2009, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta
Setyono, Joko; 2011, Keperawatan Medikal Medah, Salemba Medika, Jakarta