100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
223 tayangan7 halaman

Modulus Elastisitas dan Regangan Bahan

Dokumen tersebut membahas tentang regangan, hubungan antara tegangan dan regangan, serta diagram tegangan-regangan pada bahan. Secara ringkas, dokumen menjelaskan bahwa regangan adalah perubahan dimensi suatu bahan akibat gaya yang diberikan, tegangan akan sebanding dengan regangan sesuai hukum Hooke hingga batas proporsional, dan diagram tegangan-regangan menunjukkan hubungan antara tegangan dan regangan pada suatu bahan.

Diunggah oleh

One ForAll
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
223 tayangan7 halaman

Modulus Elastisitas dan Regangan Bahan

Dokumen tersebut membahas tentang regangan, hubungan antara tegangan dan regangan, serta diagram tegangan-regangan pada bahan. Secara ringkas, dokumen menjelaskan bahwa regangan adalah perubahan dimensi suatu bahan akibat gaya yang diberikan, tegangan akan sebanding dengan regangan sesuai hukum Hooke hingga batas proporsional, dan diagram tegangan-regangan menunjukkan hubungan antara tegangan dan regangan pada suatu bahan.

Diunggah oleh

One ForAll
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Regangan
1.1 Regangan dan Deformasi
1.2 Regangan Geser
1.3 Hubungan Tegangan dan Regangan (Hukum Hooke)
2. Diagram Tegangan-Regangan
3. Modulus Elastisitas Bahan
3.1 n
3.2 n
1. Regangan
1.1 Regangan dan Deformasi
Bentuk regangan dan deformasi ( = delta) keduanya menunjukkan
perubahan dimensi.
Sebuah benda yang mendapat gaya tarik atau gaya tekan akan
mengalami perubahan panjang. Benda akan mulur (bertambah panjang)
dengan gaya tarik dan mengkerut (memendek) dengan gaya tekan.
Regangan ( = epsilon) adalah deformasi total diubah menjadi satuan
dasar dan dinyatakan dalam deformasi per satuan panjang.
Regangan dapat dihitung secara matematis :
= (deformasi total) / (panjang awal)
= /L
Regangan tidak memiliki satuan, untuk keperluan praktis regangan
dinyatakan dengan m/m atau mm/mm.
Contoh soal :
Hitung deformasi total pada tali kawat baja dengan panjang 18 m dan
regangannya 0,017018 mm/mm :
Jawab :
L

= 18 m

= 0,017018 mm/mm

= /L

maka :

=.L
= (1,7018 . 10-5 m/m) (18 m)
= 0,000306 m
= 0,306324 mm

1.2 Regangan Geser


Regangan geser (s) adalah deformasi geser dibagi dengan panjang.
s = s / L
Apabila gaya geser bekerja pada benda, maka akan mengakibatkan
deformasi geser pada arah yang sama dengan gaya yang bekerja.
Hubungan antara distorsi sudut dengan regangan geser yaitu :
tan = s = s / L
Untuk sudut yang kecil, sudut tangensial pada umumnya sama dengan
sudut yang dinyatakan dalam radian.
Satu radian adalah sudut yang dibentuk sedemikian sehingga panjang
busur lingkaran sama dengan panjang jari-jari lingkaran.
Sudut dalam radian adalah panjang busur dibagi dengan jari-jari lingkaran.
Jadi sudut tangensial adalah sama dengan sudut dalam radian sehingga
sudut dalam radian sangat mendekati regangan geser.
Contoh soal :
Gaya P bekerja pada bagian atas dua buah balok sehingga terjadi
pergeseran horizontal atas 0,06096 mm terhadap bidang balok bawah.
Diasumsikan tinggi balok atas 36 mm. Hitung regangan geser yang terjadi :
Jawab :
s

= s / L
= (0,06096 mm) / (36 mm)
= 0,001693 mm/mm

1.3 Hubungan Tegangan dan Regangan (Hukum Hooke)

Pada bahan teknik terdapat hubungan antara tegangan dan regangan.


Dalam setiap peningkatan tegangan terjadi juga peningkatan regangan
yang sebanding, sebelum batas tegangan dicapai.
Apabila tegangan mencapai nilai batas, hubungan regangan tidak lagi
proporsional dengan tegangan.
Hubungan proprsional tegangan dan regangan awalnya dinyatakan oleh
Robert Hooke pada tahun 1678 dan dikenal dengan hukum Hooke.
A / A = B / B = konstan
Konstanta ini yang disebut modulus elastisitas (modulus Young pada
tahun 1807).
Modulus Young dinotasikan dengan simbol E dan berlaku untuk tarik
atau tekan. Dengan persamaan:
E = tegangan/ regangan = /
Modulus elastisitas (E) mempunyai satuan yang sama dengan tegangan
yaitu pascal (Pa) atau megapascal (MPa).
Modulus elastisitas baja (tarik atau tekan) umumnya dianggap antara
200.000 s/d 207.000 Mpa.
Apabila suatu benda diberi beban aksial (tarik/tekan), maka gaya geser
sebanding dengan regangan geser sepanjang batas proporsional regangan
belum tercapai. Konstanta ini dikenal dengan modulus kekakuan (modulus
of rigidity) yang disimbolkan G dan dinyatakan sebagai :
G = (tegangan geser)/ (regangan geser) = s / s

Contoh soal :
Sebuah batang dengan panjang 300 mm dan luas penampang 25 mm 2
diberi beban tarik sebesar 4500 N. Hitung tegangan, regangan dan pertambahan
panjang total, apabila bahan batang (a) baja, dengan E ST = 207 x 103 MPa; (b)
alumunium, dengan EAL = 70 x 103 MPa; (c) kayu, dengan EW = 10 x 103 Mpa.
Batas proporsional masing-masing bahan adalah baja = 250 MPa, alumunium =
240 MPa dan kayu = 41 MPa :
Jawab :
1. Tegangan tarik untuk semua bahan :
t

= P/A
= (4500 N) / (25 x 10-3 m2)
= 180 kPa.

yang berarti lebih kecil dari pada batas roporsional semua


bahan sehingga hukum Hooke berlaku.

2. Hitung regangan untuk tiga bahan :


(a) Baja :
ST

= t / EST
= (0,180) / (207 x 103)
= 8,696 x 10-7 m/m = 0,000870 mm/mm

(b) Alumunium :
AL

= AL / EAL
= (0,180) / (70 x 103)
= 2,571 x 10-6 m/m = 0,002571 mm/mm

(c) Kayu :
W

= W / E W
= (0,180) / (10 x 103)
= 1,8 x 10-5 m/m = 0,0180 mm/mm

3. Hitung total pertambahan panjang masing-masing bahan :


(a) Baja :
ST

= ST x L
= (0,000870) x (300)
= 0,261 mm

(b) Alumunium :
AL

= AL x L
= (0,002571) x (300)
= 0,7713 mm

(c) Kayu :
W

= W x L
= (0,0810) x (300)
= 5,400 mm

2. Diagram Tegangan-Regangan

2.1 Diagram Tegangan-Regangan


Jika suatu benda ditarik maka akan mulur (extension), terdapat hubungan
antara pertambahan panjang dengan gaya yang diberikan.
Regangan tidak memiliki satuan, untuk keperluan praktis regangan
dinyatakan dengan m/m atau mm/mm.

Batas

proprsional (proporsional limit).


Dari titik asal o kesuatu titik yang disebut batas proporsional masih
merupakan garis lurus. Pada daerah ini berlaku hukum Hooke, bahwa tegangan
sebanding dengan regangan.
Batas elastis (elastic limit).
Batas elastis merupakan batas tegangan dimana bahan tidak kembali lagi
kebentuk semula apabila beban dilepas tetapi akan terjadi deformasi tetap yang
disebut permanent set. Batas elatis selalu hampir lebih besar daripada batas
proporsional.
Titik mulur (yield point)
Adalah titik dimana bahan memanjang mulur tanpa pertambahan beban.
Kekuatan maksimum

Kekuatan patah

2.2 Sifat-sifat Mekanis


Bahan
Ada beberapa sifat mekanis bahan adalah :
Kekakuan (stiffiness).
Adalah sifat bahan yang mampu renggang pada tegangan tinggi tanpa
diikuti regangan yang besar.
Kekuatan (strength)
Adalah sifat bahan yang ditentukan oleh tegangan paling besar material
mampu renggang sebelum rusak.
Elastisitas (elasticity)
Adalah sifat material yang dapat kembali ke dimensi awal setelah beban
dihilangkan.
Keuletan (ductility)
Adalah sifat bahan yang mampu deformasi terhadap beban tarik sebelum
benar-benar patah.
Kegetasan (brittleness).
Menunjukkan tidak adanya deformasi plastis sebelum rusak. Material yang
getas akan tiba-tiba rusak tanpa adanya tanda terlebih dahulu.
Kelunakan (malleability)
Adalah sifat bahan yang mengalami deformasi plastis terhadap beban
tekan yang bekerja sebelum benar-benar patah.
Ketangguhan (toughness)
Adalah sifat material yang mampu menahan beban impak tinggi atau
beban kejut.
Kelenturan (resilience)
Adalah sifat material yang mampu menerima beban impak tinggi tanpa
menimbulkan tegangan lebih pada batas elastis.
Perbandingan antara tegangan dan regangan disebut modulus elastisitas.

Gradien bagian linear awal kurva tegangan-regangan adalah modulus


elastisitas atau modulus Young.
Modulus elastisitas adalah ukuran kekakuan suatu bahan.
Makin besar modulus elastisitas makin kecil regangan elastis yang
dihasilkan akibat pemberian tegangan.
Modulus elastisitas biasanya diukur pada temperatur tinggi dengan
metode dinamik.
Modulus elastisitas dirumuskan :
E= /e

Anda mungkin juga menyukai