0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
348 tayangan34 halaman

Klasifikasi dan Definisi Logam Teknik

Beryllium memiliki sifat yang sangat keras dengan titik leleh tinggi tetapi lebih ringan dari aluminium. Ia memiliki peredaman neutron yang rendah sehingga banyak digunakan dalam reaktor nuklir. Proses ekstraksinya sulit sehingga biaya produksi tinggi.

Diunggah oleh

Breaker Stop
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
348 tayangan34 halaman

Klasifikasi dan Definisi Logam Teknik

Beryllium memiliki sifat yang sangat keras dengan titik leleh tinggi tetapi lebih ringan dari aluminium. Ia memiliki peredaman neutron yang rendah sehingga banyak digunakan dalam reaktor nuklir. Proses ekstraksinya sulit sehingga biaya produksi tinggi.

Diunggah oleh

Breaker Stop
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH MATERIAL TEKNIK

LOGAM (METAL)

OLEH:
ADI PUTRA SIMANJUNTAK
160401064

PROGRAM STUDI SARJANA


DEPARTEMEN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2016/2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan kasih- NYA, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
LOGAM tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas perkuliahan
mata kuliah Material Teknik. Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berbagi pengetahuan seputar elemen mesin.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik maupun saran yang
membangun untuk perbaikan makalah ini.
Akhir kata, penulis berharap dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat
bagi pembacanya.
Medan, 23 November 2016
Adi Putra S

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................1
1.1.

Latar Belakang.....................................................................................1

1.2.

Ruang Lingkup Penelitian....................................................................1

1.3.

Tujuan dan Manfaat.............................................................................1

BAB II ISI........................................................................................................3
2.1. Landasan Teori........................................................................................3
2.2. Ulasan Materi..........................................................................................4
2.2.1. Definisi Logam.................................................................................4
2.2.2. Klasifikasi Logam............................................................................4
2.2.3. Standarisasi Logam........................................................................17
2.2.4. Kode Penomoran Logam................................................................25
BAB III PENUTUP........................................................................................30
[Link]............................................................................................30
5.2. Saran.....................................................................................................30
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................31

ii

DAFTAR GAMBAR

Gambar [Link]. Alur klasifikasi logam.............................................................4


Gambar [Link]. Timah......................................................................................6
Gambar [Link]. Alumunium.............................................................................6
Gambar [Link].Tembaga...................................................................................7
Gambar 2.2.2. 5. Beryllium...............................................................................7
Gambar 2.2.2. 6. Selenium................................................................................9
Gambar [Link]. Perak.......................................................................................9
Gambar [Link].Tungsten.................................................................................10

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Logam adalah bahan/material teknik yang sangat banyak di gunakan
dalam berbagai bidang. Dalam sistem produksi di industri logam menjadi
bahan yang sangat sering dijumpai baik dalam pabrik tekstil,produksi
sparepart,atau dalam industri kontrol sekalipun.
Pada makalah ini penulis akan menjelaskan detail tentang logam.
Termasuk juga klasifikasi serta turunan dari logam.
Ilmu logam adalah ilmu yang mempelajari tentang benda yang
mengandung besi (ferro) dan bukan besi (non ferro). Logam terbuat bukan
dalam bentuk murni, melainkan dalam bentuk batuan yang mengandung
bijih besi yang juga merupakan persenyawaan antara besi dan oksigen tapi
dalam bentuk silivat. Bijih besi di hasilkan dari pertambangan.
Dengan demikian logam bukan berarti sekedar besi- besi yang ada
di proyek bangunan atau di pabrik produksi sparepart. Namun juga kita
dapat menemuinya di sekitar kita termasuk di dalam rumah.

1.2.

Ruang Lingkup Penelitian


Penelitian ini akan mencakup klasifikasi logam. Definisi logam
juga akan dibahas lebih mendalam lagi. Untuk standarisasi juga akan
diikutsertakan sebagai acuan penggunaan logam dalam kehidupan seharihari. Selain itu akan dibahas juga masalah kode penomoran dan pengertian
dari masing masing kide.

1.3.

Tujuan dan Manfaat


Tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah gambar teknik.
Manfaat :
1. Mengetahui definisi logam
2. Mengetahui penggolongan logam.
1

3. Mengetahui badan atau instansi terkait yang mengatur masalah


bahan logam.
4. Mengetahui kode tertentu yang ada pada barang yang berbahan
baku logam.

BAB II
ISI
2.1. Landasan Teori
Dalam kimia, sebuah logam atau metal (bahasa Yunani: Metallon) adalah
sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam,
2

dan kadangkala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan elektron. Metal
adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan
ikatan, bersama dengan metaloid dan nonlogam. Dalam tabel periodik, garis
diagonal digambar dari boron (B) ke polonium (Po) membedakan logam dari
nonlogam. Unsur dalam garis ini adalah metaloid, kadangkala disebut semilogam; unsur di kiri bawah adalah logam; unsur ke kanan atas adalah nonlogam.
Nonlogam lebih banyak terdapat di alam daripada logam, tetapi logam
banyak terdapat dalam tabel periodik. Beberapa logam terkenal adalah aluminium,
tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink.
Alotrop logam cenderung mengkilap, lembek, dan konduktor yang baik,
sementara nonlogam biasanya rapuh (untuk nonlogam padat), tidak mengkilap,
dan insulator (Sumber Wikipedia).

2.2. Ulasan Materi


2.2.1. Definisi Logam
Logam adalah unsur kimia yang memiliki sifat kuat, keras, liat,
merupakan penghantar panas dan listrik, serta mempunyai titik lebur
tinggi. Benda logam pada awalnya dibuat dari bijih logam, dimana bijih
logam dapat diperolah dengan cara menambang baik yang berupa bijih
logam murni maupun yang bercampur dengan materi lain.
Logam adalah unsur yang memiliki sifat mengkilap dan umumnya
merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Unsur3

unsur logam umumnya berwujud padat pada suhu dan tekanan normal,
kecuali raksa yang berwujud cair. Pada umumnya unsur logam dapat
ditempa sehingga dapat dibentuk menjadi bendabenda lainnya
.
2.2.2. Klasifikasi Logam

Gambar [Link]. Alur klasifikasi logam

[Link]. Non Ferrous


Logam non besi merupakan semua unsur logam yang komposisi
utamanya bukan besi. Logam non besi juga sering digunakan walaupun
pada umumnya jarang sekali di industri. Itu karena Logam besi lebih
banyak dipakai semua industri.
Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang tidak
mengandung unsur besi (Fe). Logam non ferro murni kebanyakan tidak
digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam lain, karena
biasanya sifat-sifatnya belum memenuhi syarat yang diinginkan. Kecuali
4

logam non ferro murni, platina, emas dan perak tidak dipadukan karena
sudah memiliki sifat yang baik, misalnya ketahanan kimia dan daya hantar
listrik yang baik serta cukup kuat, sehingga dapat digunakan dalam
keadaan murni. Tetapi karena harganya mahal, ketiga jenis logam ini
hanya digunakan untuk keperluan khusus. Misalnya dalam teknik proses
dan laboratorium di samping keperluan tertentu seperti perhiasan dan
sejenisnya.
Logam non fero juga digunakan untuk campuran besi atau baja
dengan tujuan memperbaiki sifat-sifat bajja. Dari jenis logam non ferro
berat yang sering digunakan uintuk paduan baja antara lain, nekel,
kromium, molebdenum, wllfram dan sebagainya. Sedangkan dari logam
non ferro ringan antara lain: magnesium, titanium, kalsium dan
sebagainya.

a) Timah(Sn)

Gambar [Link]. Timah

Warna bening keperak-perakan, sifatnya dapat ditempa, liat,


dan tahan korosi. Timah digunakan sebagai pelapis lembaran baja
lunak (pelat timah) dan industri pengawetan.
b) Alumunium(Al)

Gambar [Link]. Alumunium


Warna biru putih, sifatnya dapat ditempa, liat, bobot ringan,
penghantar panas dan listrik yang baik, mampu dituang.
Alumunium

digunakan

untuk

membuat

elektronik, industri mobil, dan pesawat terbang.

c) Tembaga(Cu)

peralatan

masak,

Gambar [Link].Tembaga
Warna cokelat kemerah-merahan, sifatnya dapat ditempa,
liat, baik untuk penghantar panas, listrik, dan kukuh. Tembaga
digunakan untuk membuat suku cadang bagian listrik, radio
penerangan, dan alat-alat dekorasi.
d) Beryllium(Be)

Gambar 2.2.2. 5. Beryllium


Beryllium (Be) Logam yang berwarna kelabu ini memiliki sifat
yang sangat keras dengan titik cair 1285C tetapi lebih ringan dari
pada Aluminium. Beryllium memiliki sifat yang rendah dalam
peredaman
Neutronnya pada arah memotong sehingga tidak bereaksi
terhadap berbagai bentuk dan derajat Neutron yang dilaluinya.
Beryllium (Be) merupakan logam yang memiliki sifat thermal
konduktor serta tegangan yang baik dan stabil pada Temperatur
tinggi namun keuletannya rendah. Oleh karena itu proses
7

metallurgy bubukan (Powder metallurgy) bukan metoda yang baik


dalam pembentukan dengan bahan Beryllium ini.
Beryllium didapat dari Aluminium Beryllium Silikat
Beryl dengan hanya menghasilkan 3,5 % Beryllium. Proses
extraksi pada bahan Berylium memerlukan biaya proses dan
Teknik yang terpaksa melebihi penghasilan Karen proses yang
sangat sulit terutama dalam proses menetralisir unsur zat beracun.
Beryllium kadang-kadang digunakan sebagai unsur paduan
pada Tembaga paduan, namun karena kebutuhan Beryllium
meningkat dalam bentuk Beryllium murni Tempa untuk industri
pesawat terbang dan laras senapan (Guided Missiles), maka
fungsiTembaga paduan dengan unsur Beryllium sedikit berkurang.
Beryllium dapat dibentuk dengan pengecoran kedalam bentuk
ingot, bentuk-betuk batangan dirol panas (Hot-rolling processes),
extrusion dan kemudian pemesinan.
Beryllium dengan pembentukan melalui powder metallurgy
dipecah menjadi serbuk yang kemudian disinter menjadi bentukbentuk balok. Balok-balok Beryllium ini memiliki kekuatan tarik
310 N/mm2 , perpanjangannya dapat ditingkatkan hingga 10% jika
dibentuk ulang melalui pengerolan.
Beryllium yang dibentuk melalui proses Sintering ini dapat
dikerjakan mesin (Machining) dengan alat potong Carbide dengan
hasil yang halus seperti Grey Cast Iron. Beryllium disambung
dengan menggunakan metoda las busur dan spot-welding antar
Beryllium dan dengan logam lain.

e) Selenium(Se)

Gambar 2.2.2. 6. Selenium


Selenium (Se) memiliki titik cair 220C dan dapat diperoleh
melalui proses extraksi dari logam lain termasuk pada Tembaga.
Sifat yang lain dari Selenium ialah memiliki sifat hantaran listrik
yang baik dan menjadi alternative pilihan dalam pemakaian ringan
serta digunakan pula dalam photoscell serta digunakan sebagai
unsur paduan pada Tembaga untuk meningkatkan sifat mampu
mesin dari tembaga tersebut.
f) Perak(Ag)

Gambar [Link]. Perak


Silver, Argentum (Ag) adalah salah satu logam mulia
yang memiliki titik cair 960C terdapat dalam skala kecil dan
terpadu pada Tembaga dan mas. Silver memiliki conduktifitas
listrik yang paling tinggi dibanding dengan logam lainnya dan
9

digunakan dalam kontak listrik juga dalam Siver solders serta


bahan pelapis logam lain.
g) Tungsten(W)

Gambar [Link].Tungsten
Tungten, Wolfram (W) memiliki titik cair 3410C berwarna
kelabu, sangat keras dan rapuh pada temperature ruangan, tetapi
ulet dan liat pada Temperatur tinggi. Bahan dasar dari Tungten,
Wolfram (W) ini ialah Oxide mineral dan diperoleh melalui proses
reduksi. Tungten, Wolfram (W) digunakan sebagai bahan
pembuatan filament, untuk kawat radio dan lampu serta digunakan
pula sebagai unsur paduan pada alat potong (Tool Steel) yakni
sebagai bahan High Speed Steel (HSS) atau baja kecepatan tinggi,
baja Magnet serta dibentuk melalui proses sintering untuk bahan
perkakas.

[Link]. Ferrous
Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, keras,
penghantar listrik dan panas, serta mempunyai titik cair tinggi. Bijih logam
ditemukan dengan cara penambangan yang terdapat dalam keadaan murni
atau bercampur.
A. Baja (Steel)
10

Baja paduan adalah baja paduan dengan berbagai elemen dalam


jumlah total antara 1,0% dan 50% berat untuk meningkatkan sifat
mekanik. Baja Paduan dipecah menjadi dua kelompok:
1). Baja paduan rendah (low alloy steel)
Baja paduan rendah biasanya digunakan untuk mencapai
hardenability lebih baik, yang pada gilirannya akan meningkatkan
sifat mekanis lainnya. Mereka juga digunakan untuk meningkatkan
ketahanan korosi dalam kondisi lingkungan tertentu. Dengan
menengah ke tingkat karbon tinggi, baja paduan rendah sulit untuk
las. Menurunkan kandungan karbon pada kisaran 0,10% menjadi
0,30%, bersama dengan beberapa pengurangan elemen paduan,
meningkatkan weldability dan sifat mampu bentuk baja dengan
tetap menjaga kekuatannya. Seperti logam digolongkan sebagai
baja paduan rendah kekuatan tinggi.
Baja paduan rendah dikelompokan menjadi 3 yaitu:
a). Baja Karbon Rendah (low carbon steel)
Baja ini dengan komposisi karbon kurang dari 2%. Fasa
dan struktur mikronya adalah ferrit dan perlit. Baja ini tidak bisa
dikeraskan dengan cara perlakuan panas (martensit) hanya bisa
dengan pengerjaan dingin. Sifat mekaniknya lunak, lemah dan
memiliki keuletan dan ketangguhan yang baik. Serta mampu mesin
(machinability) dan mampu las nya (weldability) baik.
b). Baja Karbon Sedang ( medium carbon steel)
Baja Mil memiliki komposisi karbon antara 0,2%-0,5% C
(berat). Dapat dikeraskan dengan perlakuan panas dengan cara
memanaskan hingga fasa austenit dan setelah ditahan beberapa saat
didinginkan dengan cepat ke dalam air atau sering disebut
quenching untuk memperoleh fasa ang keras yaitu martensit. Baja
ini terdiri dari baja karbon sedang biasa (plain) dan baja mampu
keras. Kandungan karbon yang relatif tinggi itu dapat
meningkatkan kekerasannya. Namun tidak cocok untuk di las,
dengan kata lain mampu las nya rendah. Dengan penambahan
unsur lain seperti Cr, Ni, dan Mo lebih meningkatkan mampu
kerasnya. Baja ini lebih kuat dari baja karbon rendah dan cocok
11

untuk komponen mesin, roda kereta api, roda gigi (gear), poros
engkol (crankshaft) serta komponen struktur yang memerlukan
kekuatan tinggi, ketahanan aus, dan tangguh.
c). Baja Karbon Tinggi (high carbon steel)
Baja karbon tinggi memiliki komposisi antara 0,6- 1,4% C
(berat). Kekerasan dan kekuatannya sangat tinggi, namun
keuletannya kurang. baja ini cocok untuk baja perkakas, dies
(cetakan), pegas, kawat kekuatan tinggi dan alat potong yang dapat
dikeraskan dan ditemper dengan baik. Baja ini terdiri dari baja
karbon tinggi biasa dan baja perkakas. Khusus untuk baja perkakas
biasanya mengandung Cr, V, W, dan Mo. Dalam pemaduannya
unsur-unsur tersebut bersenyawa dengan karbon menjadi senyawa
yang sangat keras sehingga ketahanan aus sangat baik.
2). Baja Paduan Tinggi (high alloy steel)
Baja paduan tinggi terdiri dari baja tahan karat atau disebut dengan
stainless steel dan baja tahan panas.
Baja ini memiliki ketahanan korosi yang baik, terutama pada
kondisi atmosfer. Unsur utama yang meningkatkan korosi adalah
Cr dengan komposisi paling sedikit 11%(berat). Ketahanan korosi
dapat juga ditingkatkan dengan penambahan unsur Ni dan Mo.
Baja tahan karat dibagi menjadi tiga kelas utama yaitu jenis
martensitik, feritik, dan austenitik. jenis martensitik dapat
dikeraskan dengan menghasilkan fasa martensit. baja tahan karat
austenitik memiliki fasa y (austenit) FCC baik pada temperatur
tinggi hingga temperatur kamar. Sedangkan jenis feritik terdiri dari
fasa ferrit
(a) BCC. Untuk jenis austenitik dan feritik dapat dikeraskan
dengan pengerjaan dingin (cold working). Jenis Feritik dan
Martensitik bersifat magnetis sedangkan jenis austenitik tidak
magnetis.

B. Besi Cor (Cast Iron)


1. Besi Cor Kelabu, Gray Cast Iron

12

Besi cor kelabu memiliki kandungan silicon relative tinggi yaitu antara
satu sampai tiga persen. Dengan silicon sebesar ini, besi cor akan
membentuk garfit dengan mudah, sehingga fasa karbida Fe3C tidak
terbentuk. Grafit serpih besi cor ini terbentuk saat proses pembekuan.
Besi cor kelabu memiliki kandungan karbon antara 2,5 4,0
persen, dan kandungan mangan antara 0,2 1,0 persen. Sedangkan
kandungan fosfor antara 0,002 1,0 persen, dan sulfur antara 0,02
0,025 persen.
Salah satu Karekteristik dari besi cor ini adalah bidang patahannya.
Patahan terjadi dengan rambatan yang melintasi satu serpih ke serpih
yang lainnya. Karena sebagian besar permukaan patahan melintasi
serpih-serpih grafit, maka permukaannya berwarna kelabu. Untuk itu
disebut besi cor kelabu, besi cor ini memiliki kapasitas peredaman
tinggi.
Perlakuan panas yang dialami oleh besi cor kelabu dapat
mengahasilkan besi cor dengan struktur yang berbasis pada fasa feritik,
perlitik, atau martensitik. Dengan sifat-sifat yang dimilikinya, besi cor
ini

lebih

banyak

digunakan

sebagai

landasan

mesin,

poros

penghubung, dan alat berat.

2. Besi Cor Nodular, Nodular Cast Iron


Besi cor nodular dibuat dengan menambahkan sedikit unsure
magnesium atau serium. Penambahan unsure ini menyebabkan bentuk
grafit besi cor menjadi nodular, atau bulat, atau speroid. Perubahan
bentuk grafit ini diikuti dengan perubahan keuletan. Keulutan besi cor
naik. Maka dari itu, besi cor nodular disebut besi cor ulet. Besi cor ini
memiliki keuletan antara 10 20 persen.
Besi cor nodular memiliki kandungan karbon antara 3,0 4,0
persen, kandungan silicon antara 1,8 2,8 persen dan mangan antara
13

0,1 1,0 persen. Sedangkan kandungan fosfornya antara 0,01 0,1


persen, dan sulfur antara 0,01 0,03 persen.
Perlakukan panas yang diterapkan pada besi cor nodular akan
menghasilkan besi cor ferit, perlit atau martensit temper. Dengan sifat
yang dimilikinya, besi cor ini banyak digunakan untuk aplikasi poros
engkol, pipa dan suku cadang khusus.
3. Besi Cor Putih, White Cast Iron.
Besi cor putih dibuat dengan pendinginan yang sangat cepat. Pada
laju pendinginan yang cepat akan terbentuk karbida Fe3C yang
metastabil dan karbon tidak memiliki kesempatan untuk membentuk
grafit. Karbida yang terbentuk mencapai sekitar 30 persen volume.
Besi cor putih mengandung karbon antara 1,8 3,6 persen, dan
kandungan mangan antara 0,25 0,80 persen. Sedangkan kandungan
fosfornya antara 0,06 0,2 persen, dan sulfur antara 0,06 0,2 persen.
Besi cor ini memiliki sifat yang getas, namun memiliki kekerasan
yang tinggi. Sifat yang dimilikinya menyebabkan besi cor ini lebih
aplikatif untuk suku cadang yang mensyaratkan ketahanan aus tinggi.

4. Besi Cor Mampu Tempa, Malleable Cast Iron


Besi Cor mampu tempa dibuat dari besi cor putih dengan
menerapkan suatu perlakuan panas. Perlakuan panas yang diterapkan
pada besi cor putih umumnya adalah anil. Dengan perlakukan ini fasafasa karbida Fe3C akan terdekomposisi menjadi besi dan grafit. Grafit
yang terbentuk tidak serpih atau bulat, namun berbentuk gumpalan
grafit yang tidak memiliki tepi-tepi tajam.
Besi cor mampu tempa memiliki kandungan karbon antara 2,2
2,9 persen, kandungan silicon antara 0,9 1,9 persen, dan mangan
14

antara 0,15 1,2 persen. Sedangkan kandungan fosfor nya antara 0,02
0,2 persen dan sulfur antara 0,02 0,2 persen.
Perlakuan panas yang dialaminya dapat membentuk besi cor
berfasa feritik, perlitik atau martensit temper. Perubahan struktur pada
laku panas diikuti juga dengan perubahan sifat mekaniknya. Besi cor
ini memiliki keuletan yang tinggi dan mampu tempa yang baik. Oleh
kerena itu disebut Besi cor mampu tempa. Besi cor ini umumnya
digunakan untuk perkakas dan alat-alat kereta api,
Jenis dari ketiga besi cor tersebut sangat tergantung dari kandungan
dan komposisi antara C dan Si serta laju pendinginannya, dimana laju
pendinginan yang tinggi akan menghasilkan struktur besi cor putih
sedangkan laju pendinginan yang lambat akan menghasilkan
pembekuan kelabu.
Didaerah ujung kiri sampel, karena pada bagian tersebut
merupakan media cetakan logam akan membeku secara cepat dan
menghasilkan struktur ledeburit yang keras, sedangkan didaerah ujung
kanan yang menggunakan media cetak pasir yang menghasilkan laju
pembekuan lambat menghasilkan struktur kelabu. Didaerah tengah
yang merupakan daerah transisi keduanya terdapat struktur meliert.
Paduan biner Besi-Karbon pada pendinginan normal akan
membeku

secara

metastabil

sehingga

pada

pada

komposisi

hipoeutektik akan menghasilkan struktur ledeburit (perlit + sementit


sekunder), sedangkan pada komposisi hipereutektik terdiri dari
sementit primer dan ledeburit. Barulah pada laju pendinginan yang
amat sangat lambat, atau dengan kandungan Si yang cukup tinggi,
pembekuan akan berlangsung secara stabil, dimana sementit
(Fe3C/besikarbida) pada temperatur tinggi akan terurai sebagai
berikut:
Fe3C > 3Fe + C
Dalam hal ini C merupakan unsur elementer yang berkoloni
membentuk grafit (penggrafitan tak langsung), serta tidak menutup
kemungkinan bahwa grafit telah pula terbentuk langsung dari cairan
15

(penggrafitan langsung). Dengan demikian paduan tidak lagi menganut


sistem Besi-Besikarbida, melainkan Besi-Grafit.
Pada kenyataannya, dikarenakan oleh berbagai hal, kristalisasi dari
besi cor kelabu berlangsung tidak demikian, dan bagian-bagian dari
struktur tidak dapat dengan mudah dibatasi sebagaimana pada besi cor
putih.
Akibat dari terjadinya undercooling, terdapat sebagian kecil dari
karbon yang tertransformasi menjadi besikarbid setelah sebagian besar
dari cairan tertransformasi menjadi besi dan grafit. Pembentukan grafit
sangat tergantung dari jumlah inti-inti grafit. Sementara itu grafit
memiliki kecenderungan kuat untuk saling mengelompok serta
menjadi bentuk lembaran-lembaran grafit.

2.2.3. Standarisasi Logam


Standard Teknik adalah serangkaian eksplisit syarat yang harus
dilengkapi oleh bahan, produk, atau layanan. Jika bahan, produk atau jasa
gagal melengkapi satu atau lebih dari spesifikasi yang berlaku,
kemungkinan akan disebut sebagai berada di luar spesifikasi. Sebuah
standard teknik dapat dikembangkan secara pribadi, misalnya oleh suatu
perusahaan, badan pengawas, militer, dll: ini biasanya di bawah payung
suatu sistem manajemen mutu . juga dapat dikembangkan dengan standar
organisasi yang memiliki lebih beragam input dan biasanya dikembangkan
dengan sukarela standar : ini bisa menjadi wajib jika diadopsi oleh suatu
pemerintahan,kontrakbisnis,[Link] standard teknik yang digunakan
16

sehubungan dengan lembar data (atau lembar spec). Sebuah lembar data
biasanya digunakan untuk komunikasi teknis untuk menggambarkan
karakteristik teknis dari suatu item atau produk. Hal ini dapat diterbitkan
oleh produsen untuk membantu orang memilih produk atau untuk
membantu menggunakan produk.
1. IEEE
IEEE adalah organisasi nirlaba internasional, yang merupakan
asosiasi profesional utama untuk peningkatan [Link],
IEEE merupakan kepanjangan dari Institute of Electrical and Electronics
Engineers.
Namun berkembangnya cakupan bidang ilmu dan aplikasi yang
diperdalam organisasi ini membuat nama-nama kelektroan dianggap tidak
relevan lagi, sehingga IEEE tidak dianggap memiliki kepanjangan lagi,
selain sebuah nama yang dieja sebagai Eye-triple-E.
Di samping society, IEEE memiliki badan standard (Standard
Association, IEEE-SA). IEEE-SA memiliki wibawa cukup besar untuk
bisa mempersatukan substandard industri membentuk standardisasi
internasional yang diakui seluruh industri.

Beberapa standar IEEE :


IEEE 802.3 Ethernet akses LAN.
IEEE 802.11 Wifi, akses wireless LAN.
IEEE 802.16 WiMAX, akses wireless MAN.
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)
adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok
dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi
nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh.
WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses
yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari
teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik.
17

Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga


membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX
diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak
proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps),
WiMAX layak diaplikasikan untuk last mile broadband connections,
backhaul, dan high speed enterprise.
2. ANSI
ANSI (American National Standards Institute adalah sebuah
kelompok yang mendefinisikan standar Amerika Serikat untuk industri
pemrosesan informasi. ANSI berpartisipasi dalam mendefinisikan standar
protokol jaringan dan merepresentasikan Amerika Serikat dalam
hubungannya dengan badan-badan penentu standar International lain,
misalnya ISO , Ansi adalah organisasi sukarela yang terdiri atas anggota
dari sektor usaha, pemerintah, dan lain-lain yang mengkoordinasikan
aktivitas yang berhubungan dengan standar, dan memperkuat posisi
Amerika Serikat dalam organisasi standar nasional. ANSI membantu
dengan komunikasi dan jaringan (selain banyak hal lainnya). ANSI adalah
anggota IEC dan ISO.
ANSI adalah lembaga amerika yang mengeluarkan standard ASCII
(American Standard Code for Information Interchange).ASCII (American
Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar
internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi
ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia
selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk
menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan
biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 00000000 hingga 11111111. Total
kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255
dalam sistem bilangan Desimal.
SQL adalah standar ANSI (American National Standards Institute)
bahasa pemrograman untuk mengakses dan memanipulasi database.
Statemen SQL digunakan untuk menerima, mengubah dan menghapus
18

data. SQL bekerja dengan berbagai sistem database antara lain MS Access,
DB2, Informix, MS SQL Server, Oracle, Sybase, dll.
Sesuai kegunaan dan perkembangannya, SQL memiliki beberapa
versi, tetapi agar tidak terjadi kekeliruan dibuat standar oleh ANSI, mereka
harus memiliki keywords utama yang dipakai secara umum yaitu
(SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, WHERE, dan sebagainya).
ANSI C adalah standar bahasa C pertama.
3. TIA
Asosiasi Industri Telekomunikasi (TIA) adalah suatu organisasi terpisah
yang diakui oleh ANSI dan bekerjasama dengan Asosiasi Industri
Elektronika (EIA). TIA dikenal terbaik untuk mengembangkan standard
pemasangan kabel menggunakan disain dan instalasi sistem pemasangan
kabel yang ter-koordinasi. Sehingga mampu untuk mendukung suatu
cakupan aplikasi yang luas dan memenuhi kebutuhan kecepatan yang
tinggi pada masa kini dan mendatang.
Contoh standart dari TIA/EIA :
Standard TIA 568A-B

4. ECMA (European Computer Manufacturers Association)


Sebelumnya

dikenal

sebagai

ECMA (European

Computer

Manufacturers Association) , lembaga ini merupakan perkumpulan orang


eropa yang mengeluarkan standar dalam sistem teknologi dan informasi.
Ecma International adalah lembaga yang mengeluarkan standarisasi dalam
ECMAScript, sebuah standard yang mengelola JavaScript.
5. ITU-R
International Telecommunication Union Radiocommunication
Sector (ITU-R) Sebuah organisasi global yang ada dan didirikan untuk
mengatur penggunaan frekuensi radio (RF) diseluruh penjuru dunia. The
19

United

Nations

(PBB),

menugaskan

kepada

International

Telecommunication Union Radiocommunication Sector (ITU-R) ini, untuk


mengatur dalam hal skala penggunaan frekuensi, secara global.
Pembagian wilayah ini yaitu meluputi:
Region A: North and South America
Inter-American

Telecommunication

Commission

(CITEL)

[Link]
Region B: Western Europe
European Conference of Postal and Telecommunications Administrations
(CEPT) [Link]
Region C: Eastern Europe and Northern Asia
Regional Commonwealth in the field of Communications (RCC)
[Link]
Region D: Africa
African Telecommunications Union (ATU) [Link]
Region E: Asia and Australasia
Asia-Pacific Telecommunity (APT) [Link]
Dari masing-masing wilayah atau region ini, kemudian bekerja sama dan
dibagi-bagi lagi dengan organisasi-organisasi dari masing-masing negara
setempat. Contohnya:
Australia, Australian Communications Authority (ACA)
Japan, Association of Radio Industries and Businesses (ARIB)
New Zealand, Ministry of Economic Development
United States, Federal Communications Commission (FCC)
6. Federal Communications Commission (FCC)
FCC

adalah

pertelekomunkasian.

organisasi
Organisasi

ini

yang
yang

bergerak
mengatur

di
segala

bidang
jenis

komunikasi baik yang keluar ataupun ke dalam negara Amerika Serikat.


Wireless, sebagai sarana telekomunikasi, tentu saja ikut menjadi
wewenang dari FCC ini. Tujuan FCC mengatur komunikasi wireless,
adalah agar tidak terjadi kesimpang siuran, maupun penyalahgunaan dalam
20

hal penggunaan sinyal atau frekuensi radio yang digunakan dalam


teknologi wireless.
FCC adalah organisasi independent yang didirikan oleh pemerintah
US. FCC bertanggung jawab untuk mengatur segala jenis penggunaan
perangkat telekomunikasi, baik yang menggunakan radio, televisi, wire,
satellite, dan kabel. Wilayah kekuasaan FCC ini meliputi 50 negara bagian
yang ada di US, dan beberapa distrik yang menjadi teritori dari Negara
US.
Hampir disetiap negara mempunyai badan atau organisasi yang serupa
dengan FCC ini.
FCC dan organisasi sejenis, adalah organisasi yang bertugas,
sekaligus yang berhak untuk membuat berbagai aturan yang menyangkut
mengenai apa saja yang boleh, dan tidak boleh dilakukan oleh seorang
user dalam hal penggunaan wireless, khususnya yang menyangkut
penggunaan Frekuensi Radio (RF) untuk melakukan transmisi.
Aturan ini meliputi dalam hal penggunaan:
Frequency
Bandwidth.
Maximum power of the intentional radiator.
Maximum equivalent isotropically radiated power (EIRP)
Use (indoor dan/atau outdoor).
Dari aturan-aturan inilah, FCC dan organisasi sejenis membuat
prosedure dan standar kerja. Organisasi-organisasi ini dibentuk dan
bekerja sama, dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan akan
meningkatnya permintaan yang menyangkut teknologi wireless, yang
sedang berkembang dengan pesat saat ini.
7. ISO
Organisasi

Internasional

untuk

Standardisasi,

International

Organization for Standardization (ISO) adalah badan penetap standar


internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional
setiap negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah
21

IOS, bukan ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO,
karena dalam bahasa yunani sos berarti sama (equal). Penggunaan ini
dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi.
Didirikan pada23 February 1947 ISO menetapkan standar-standar
industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba
internasional,

pada

awalnya

dibentuk

untuk

membuat

dan

memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa [Link]


menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya
dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC)
dan Kelompok Kerja (WG).
Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya
untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan
atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan
organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi
konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah.
Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan
perusahaan-perusahaan besar.
ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang
bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.
Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk:
Meningkatkan citra perusahaan
Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
Meningkatkan efisiensi kegiatan
Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan,
pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
Meningkatkan

penataan

terhadap

ketentuan

peraturan

perundang-

undangan dalam hal pengelolaan lingkungan


Mengurangi resiko usaha
Meningkatkan daya saing
Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai
pihak yang berkepentingan
Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal
22

Contoh :
Standarisasi Protokol (ISO 7498)
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi
protocol komunikasi data.
Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection)
Reference Model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap
layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing
menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
8. IETF
IETF adalah ebuah organisasi yang berwenang dan bertanggung
jawab dalam mengatur dan menetapkan protocol-protocol standard yang
digunakan di internet.
Internet Engineering Task Force (disingkat IETF), merupakan
sebuah organisasi yang menjaring banyak pihak (baik itu individual
ataupun organisasional) yang tertarik dalam pengembangan jaringan
komputer dan Internet. Organisasi ini diatur oleh IESG (Internet
Engineering Steering Group), dan diberi tugas untuk mempelajari
masalah-masalah teknik yang terjadi dalam jaringan komputer dan
Internet, dan kemudian mengusulkan solusi dari masalah tersebut kepada
IAB (Internet Architecture Board). Pekerjaan IETF dilakukan oleh banyak
kelompok kerja (disebut sebagai Working Groups) yang berkonsentrasi di
satu bagian topik saja, seperti halnya keamanan, routing, dan lainnya.
IETF merupakan pihak yang mempublikasikan spesifikasi yang membuat
standar protokol TCP/IP.
Kebijakan protokol QoS (Quality of Service) yang diusulkan
sebagai standar IETF untuk mengkomunikasikan informasi kebijakan QoS
dalam jaringan.
9. World Wide Web Consortium (W3C)

23

The World Wide Web Consortium (W3C) merupakan sebuah


lembaga konsorsium yang membuat dan terus berobservasi dalam
pengembangan teknologi web mencangkup XML, HTML dan aplikasiaplikasi lain yang sering digunakan dalam dunia web. Mereka juga selalu
mengeluarkan aturan dan standard supaya siapapun yang membuat dan
mengimplementasikan selalu memperhatikan berbagai aspek yang fital
seperti kecocokan dengan perangkat dan browser pengakses, pembaca
hingga membuat sebuah website yang dapat berjalan bertahun-tahun
karena perubahannya mudah.
Walaupun W3C bukan satu-satunya standar dalam pembuatan web,
namun W3C merupakan lembaga yang sangat besar pengaruhya bagi
dunia web. Selain mengeluarkan standard yang mudah dimengerti ternyata
lembaga inipun mengeluarkan artikel dan tutorial yang mendukung
teknologi yang diobservenya itu. Bahkan untuk mengecek kehandalan
desain kita, W3C mengeluarkan beberapa macam validator.
World Wide Web Consortium (W3C) adalah suatu konsorsium
yang bekerja untuk mengembangkan standar-standar untuk World Wide
Web. Spesifikasi teknologi-teknologi utama yang dipakai sebagai basis
utama web, seperti URL (Uniform Resource Locator), HTTP (HyperText
Transfer

Protocol),

dan

HTML

(HyperText

Markup

Language)

dikembangkan dan diatur oleh badan [Link] dari W3C (Konsorsium


World Wide Web) XML,CGI,CSS,HTML5,dll

2.2.4. Kode Penomoran Logam


Banyak Spesifikasi yang ada pada Produk Baja. spesifikasi ini dibagi
menjadi dua kategori, penunjukkan berdasarkan komposisi dan spesifikasi produk.
Penunjukan Komposisi dikembangkan oleh AISI (american Iron and Steel
Institute ) dan SAE ( society of Automotive Engineers ). sistem penomoran
mengacu kepada UNS ( unifed Numbering System untuk logam paduan.
spesifikasi yang banyak digunakan berasal dari ASTM ( American Sociaty for
testing Materials ).

24

1. Penomoran pada baja standar AISI dan SAE.


Secara Umum baja diklasifikasikan dengan baja karbon dan baja
paduan, baja juga secara terpisah diklasifikasikan dengan komposisi
kimianya. di Amerika serikat, AISI dan SAE membuat sistem penomoran
didasarkan pada empat angka

sedangkan UNS membuat penomoran

dengan lima angka. yang akan saya jelaskan disini sistem penomoran
AISI dan SAE.
Angka Pertama Mengindikasikan Kelompok Baja. 1= Baja Karbon, 2=
Baja Paduan Nikel, 3=Baja Paduan Nikel-krom, dan sebagainya.
Angka kedua mengindikasikan Presentase unsur paduan utama.
Angka ketiga dan keempat mengindikasikan presentase kandungan karbon
dibagi seratus.
Contoh :
AISI-SAE 2340 = Baja paduan nikel, dengan kandungan nikel 3%
dan kandungn karbon 0,4%
AISI-SAE 1045 = Baja karbon, dengan kandungan karbon 0,45%
(*diktat kusharjanto, Teknik Metalurgi Unjani )
2. JIS
Standarisasi dengan sistem JIS merupakan salah satu tipe standarisasi atas
dasar aplikasi produksi dan grade (kualifikasi untuk aplikasi tertentu). JIS
standard dikembangkan oleh Japanese Industrial Standards Comitee yang
merupakan

bagian

dari

Kementrian

Industri

dan

Perdagangan

Internasional di Tokyo. Sama halnya dengan standarisasi AISI-SAE,


standarisasi JIS juga mempunyai beberapa ketentuan, diantaranya :
1. Diawali dengan SS atau G dan diikuti dengan bilangan yang
menunjukkan

kekuatan

tarik

minimum

dalam

kg/mm2.

2. Diawali dengan S dan diikuti dengan bilangan yang menunjukkan


komposisi kimianya.
3. Untuk golongan Stainless Steel biasanya menggunakan grade dari
ASTM dengan menggunakan kode huruf SUS diikuti dengan kode
angka sesuai dengan AISI atau SAE.
25

*) Contoh standarisasi baja karbon dengan JIS :


JIS G 5101 (Baja karbon cor).
JIS G 3201 (Baja karbon tempa).
JIS G 3102 (Baja karbon untuk konstruksi mesin).
JIS G 3101 (Baja karbon untuk konstruksi biasa).
3. SNI
Standarisasi SNI ini merupakan tipe standarisasi yang sama dengan JIS,
yaitu berdasarkan aplikasi produksi. Ada beberapa contoh standarisasi SNI
pada baja karbon yang umumnya terdapat di pasaran, diantaranya :
SNI 07-0040-2006 (Kawat baja karbon rendah).
SNI 07-0053-2006 (Batang kawat baja karbon rendah).
SNI 07-2052-2002 (Baja karbon untuk tulang beton).
SNI 07-0601-2006 (baja karbon dalam bentuk plat).

Mengenai struktur mesin baja karbon . logam campuran


Nomo JIS
r
ukura
n.
Nama
Meng S10C
enai
strukt
S12
ur
mesin C
S15
baja
C

ISO

AISI
SAE

BS

DIN

C10

1010

040A10045A1 CK10 XC10


0045M10
C10

1012

040A12

C15E4C15 1015
M2

055M15

CK15 C15
26

NF

XC12

OCT

S17 1017 C
S20 1020 070M20
CK22
C
C22
S22 1023 CK22
C
C22
S25 C25C25E4 1025 070M26
CK25
C
C25M2
C25
S28 1029 C
S30 C30C30E4 1030 080A30080M CK30
C
C30M2
30
C30
S33 060A32080A3 C
2
S35 C35C35E4 1035.1 080A35080M CK35
C
C35M2
037
36
C35
S38 1038 080A37
C
S40 C40C40E4 1039.1 060A40080A4 CK40
C
C40M2
040
0080M40
C40
karbon . S43 1042.1 080A42
logam C
043
campura S45 C45C45E4 1045.1 060A45080M CK45
n
C
C45M2
046
46
C45
S48 060A47080A4 C
7
S50 C50C50E4 1049 080M50
CK50
C
C50M2
C50
S53
1050.1 080M52
C
053
S55 C55C55E4 1055 070M55
CK55
C
C55M2
C55
S58 C60C60E4 1060 060A57080A5 CK60
C
C60M2
7
C60
S09 045A10045M CK10
CK
10
S15 CK15
CK
S20 CK22
CK
JIS
SCM4 G410 15
5 baja SC 18CrMo418 chrom M4 CrMoS4
27

XC18XC18S -

XC25

25T

30T

XC32

30T

35T

XC38XC38H 35T
1XC38H2
40T
XC42H1XC4 40T
2H2
XC45
45T
XC48XC48H 45T
1XD48H2
XC50
50T
XC54

50T

XC55H1XC5 5H2
XC60
60T
XC10

C12

XC18

18CD4

20XM

18
SC
M4
20
SC
M4
21
SC
M4
30
SC
M4
32
e
SC
molybde M4
num
35
SC
M4
40

708M20

20XM

4130

708A30

30CD4

30XM30
XMA

34CrMo434 4135.4 708A37709A3 34CrM 34CD438CD435XM


CrMoS4
137
7
o4

42CrMo442 4140.4 708A40708M 42CrM 42CD4


CrMoS4
142
40709M40
o4
708A42709A4
2
SC 4145.4 708A47
M4
147
45
SC M8
22

28

BAB III
PENUTUP
[Link]
Setelah menyelesaikan pembuatan makalah logam maka dari
pengamatan yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Bahan logam secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi
ferrous dan non ferrous.
2. Bahan ferrousmetal terdiri dari steel dan cast iron.
3. Badan standarisasi antara lain adalah IEE,ANSI,TIA,ECMA,ITUR,FCC,ISO.
4. Pengkodean

logam

memiliki

makna

berbeda

sesuai

badan

standarisasinya.
5.2. Saran
Penulisan makalah mengenai logam ini sepenuhnya tidak sempurna. Oleh
karena itu dibutuhkan saran untuk menyempurnakan sistem tersebut.
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknnya dibahas lagi lebih banyak mengenai dampak mengetahui
sifat logam dalam kasus atau aplikasi di industri.
2. Sebaiknya penulisan makalah ini dapat dibuat lebih baik lagi dalam
format gambar yang dimasukkan.

29

DAFTAR PUSTAKA

1.

[Link]

[Link]
2. [Link]
3.

[Link]

[Link]
4. [Link]
5. [Link]

30

Anda mungkin juga menyukai