Indikator Forex: Moving Average & Bollinger
Indikator Forex: Moving Average & Bollinger
LAGGING
TREND
VOLUME
LEADING
OSCILLATOR
TREND LINE
OSCILLATOR
MOVING AVERAGE
BOLLINGER BANDS
PARABOLICSTOCHASTIC
SAR
CCI
TREND
MOVING AVERAGE
Di sini kita akan mempelajari beberapa tool yang bisa dipilih untuk dimasukkan ke dalam
kotak trading tool kita.
Kali ini Anda akan mempelajari indikator teknikal yang disebut Moving Average.
Moving average (selanjutnya akan kita sebut sebagai MA) merupakan salah satu indikator trend
yang cukup populer. Indikator ini memperhalus pergerakan harga dalam rentang waktu
tertentu, sehingga Anda dipermudah untuk mengenali tren atau arah pergerakan harga secara
umum. Mari kita lihat gambar berikut ini.
Gambar 1. Grafik GBPJPY periode 1 jam (downtrend), dengan indicator moving average (MA)
Garis berwarna biru yang terlihat grafik tersebut adalah salah satu contoh indikator
moving average yang memiliki periode 24 (MA 24). Artinya, indikator tersebut mengambil data
harga dari 24 candlestick terakhir, lalu digambarkan dengan garis berwarna biru yang Anda lihat
itu. Anda bisa melihat bahwa MA bisa memperlihatkan kepada Anda tren yang sedang
berlangsung. Ada tiga macam trend yang harus dikenal dalam trading, yaitu bullish (up trend),
bearish (down trend) dan sideways. Mari kita simak gambar dibawah ini.
Gambar 4. Sideways
EMA 24
EMA 48
Nah, kelihatan kan? EMA 24 yang berwarna biru memiliki liukan-liukan yang lebih
agresif dibandingkan dengan EMA 48 yang berwarna merah. Ini menunjukkan bahwa EMA 24
yang memiliki periode lebih pendek lebih cepat bereaksi terhadap pergerakan harga, sedangkan
EMA 48 cenderung lebih lambat daripada EMA 24. EMA 48 terlihat lebih kalem, tidak seagresif EMA 24.
SMA atau EMA?
EMA maupun SMA memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Kita bahas satu per
satu. Kalau Anda adalah trader yang agresif dan ingin menggunakan MA yang bereaksi cepat
terhadap pergerakan harga, maka EMA merupakan pilihan yang tepat. EMA bisa membantu
Anda menangkap peluang lebih cepat dibandingkan SMA. Dengan demikian profit yang bisa
Anda dapatkan tentunya akan lebih besar pula. Namun kekurangannya adalah Anda bisa saja
terjebak oleh fake signal (sinyal palsu) yang diberikan oleh EMA.
Nah, SMA sendiri adalah kebalikan dari EMA. SMA bereaksi lebih lamban pada pergerakan
harga daripada EMA. Dengan demikian, peluang yang diberikan pun akan lebih lambat muncul.
Artinya, profit yang dihasilkan pun akan lebih kecil. Namun kemungkinan terjebak oleh fake
signal lebih kecil.
Ingat selalu kalimat ini:
jika harga secara umum bergerak DI ATAS MA, maka trend yang berlangsung adalah
BULLISH (UPTREND). sebaliknya jika harga secara umum bergerak DI BAWAH MA, maka
trend yang berlangsung adalah BEARISH (DOWNTREND).
Nah..pada saat UPTREND dan DOWNTREND strategi apa yang harus dilakukan?
Jika UPTREND strategi yang terbaik adalah BUY. Sebaliknya, pada saat DOWNTREND
strategi yang terbaik adalah SELL.
SEL
BUY
Gambar 6. Uptrend, maka buy
Pada saat uptrend, MA bisa Anda pergunakan sebagai area referensi untuk buy. Sebaliknya, pada
saat downtrend, MA bisa Anda pergunakan sebagai area referensi untuk melakukan sell. Strategi
yang biasanya diterapkan adalah bounce trading.
Nah, ada pengembangan dari penggunaan MA sebagai entry point. Salah satu pengembangan
yang populer adalah mengkombinasikan dua buah MA di dalam satu grafik. Kombinasi yang
cukup populer adalah kombinasi EMA 24 dan EMA 48. Strategi ini kita sebut sebagai double
MA.
DoubleMA Crossover
Kalau Anda akan melakukan transaksi atau entry dengan strategi double MA maka minimal dua
kondisi berikut harus terpenuhi:
1. Kedua MA harus memiliki arah kemiringan yang sama.
Jika akan BUY, maka kemiringan kedua MA harus ke atas (naik) atau pada saat crossover
MA 24 di atas MA 48.
Jika akan SELL, maka kemiringan kedua MA harus ke bawah (turun) atau pada saat
crossoverMA 24 di dibawah MA 48.
2. Harga sudah berada di dalam celah yang merupakan area di antara dua MA.
Dengan penggunaan dua EMA dengan dua periode yang berbeda kita dapat lebih akurat lagi
memprediksikan kemana harga akan bergerak. Apabila telah terjadi perpotongan antara harga
dengan kedua EMA maka akan dipastikan harga kan berubah arahnya. Hal tersebut juga bisa
Anda pergunakan sebagai sinyal untuk entry.
Crossover, MA 24 di
bawah MA 48 menjadi
EMA 24
EMA 48
Kalau buy bagaimana? Sederhana saja, perpotongan dari bawah ke atas merupakan sinyalnya.
EMA 24
EMA 48
Crossover, MA 24 di atas
MA 48 menjadi sinyal
Perpotongan dua MA tersebut juga bisa Anda manfaatkan sebagai exit point jika Anda
seandainya telah melakukan Buy berdasarkan strategi double MA sebelumnya. Jadi, selain
sebagai entry point, perpotongan dua MA juga bisa digunakan sebagai exit point.
BOLLINGER BANDS
Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger. Dia menggunakan indikator ini
untuk mengukur volatilitas pasar. Bollinger Bands (selanjutnya akan kita sebut sebagai BB)
merupakan salah satu indikator yang juga populer di kalangan para trader.
Pantulan Bollinger
Satu hal yang mesti kita ingat tentang Bollinger Bands bahwa harga memiliki
kecenderungan untuk kembali ke tengah bands. Inilah alasan mendasar muncul istilah "Pantulan
Bollinger" (Bollinger Bounce). Coba tilik grafik di bawah ini dan tebak, ke mana harga bergerak
selanjutnya.
Seperti yang bisa kita lihat, harga kembali bergerak turun menuju bagian tengah dari bands.
Penerapan Strategi Bounce Trading
Strategi bounce trading bisa Anda terapkan pada BB. Anda akan memanfaatkan upper
band dan lower band sebagai resistance dan support dinamis (upper band sebagai resistance
dinamis, lower band sebagai support dinamis). Middle band juga nanti akan Anda libatkan,
terutama sebagai target.
Harga cenderung memantul kembali ke middle band setelah mencapai upper band atau
lower band. Gejala inilah yang Anda gunakan untuk mencari entry point. Strateginya, Anda
mencari level buy di area lower band atau mencari level sell di area upper band. Targetnya tentu
saja adalah area middle band.
Bollinger Bands Bounce Sideway
Ketika harga sampai di upper band, sulit bagi kita untuk memastikan apakah harga akan berhenti
di situ atau justru akan tembus ke atas upper band tersebut. Padahal area ini adalah area yang
bagus untuk sell. Nah, tipsnya adalah: tunggu konfirmasi pantulan berupa candlestick atau bar
chart yang ditutup di bawah upper band tersebut. Kalau Anda sudah menemukan konfirmasinya,
Anda bisa sell. Targetnya di middle band.
Begitu pula caranya untuk menentukan apakah saatnya sudah tepat untuk buy ketika harga telah
sampai di lower band.
Strategi bounce trading dengan BB efektif digunakan pada saat pasar sedang dalam
keaadaan sideway dan menggunakan time frame yang panjang, misalnya grafik 4 jam-an atau
grafik harian. Namun tidak menutup kemungkinan bisa juga dipakai pada saat trending meskipun
harus penuh dengan kehati-hatian.
Nah, sekarang mari kita perhatikan bagaimana cara menggunakan Bollinger Bands ketika pasar
bergerak.
Tekanan Bollinger
Istilah Tekanan Bollinger (Bollinger Squeeze) cukup menjelaskan apa maksud hal ini. Pada saat
bands tertekan, biasanya ini mengisyaratkan breakout yang akan segera terjadi.
Jika candle mulai menembus di atas puncak salah satu band, maka pergerakan akan cenderung
berlanjut ke atas. Jika candle mulai menembus di bawah bagian terendah band, hal ini
menandakan harga akan meneruskan pergerakannya ke bawah.
Perhatikan grafik di atas. Kita bisa melihat bagaimana bands tertekan. Harga baru saja mulai
menembus di atas band tertinggi. Nah, berdasarkan informasi ini, tebak ke mana harga akan
bergerak selanjutnya?
Kalau jawabanmu naik, maka...Anda benar!
Inilah bagaimana tipikal Bollinger Squeeze bekerja. Strategi ini didesain agar kita mampu
menangkap pergerakan harga sedini mungkin. Memang, kejadian ini tidak terjadi tiap hari, tapi
kita bisa menemukannya beberapa kali dalam seminggu jika kita memasang time fram 15 menit
pada grafik.
Bollinger Bands bisa membantu Anda untuk mengukur volatilitas pasar dan
memperkirakan range (rentang) pergerakan harga. Indikator ini terdiri atas tiga garis yang
bergerak mengikuti pergerakan harga. Ketiga garis yang dimaksud adalah upper band, middle
band dan lower band.
Middle band sendiri sebenarnya adalah moving average, yang merupakan dasar bagi perhitungan
upper band dan lower band. Biasanya yang digunakan adalah simple moving average. Jarak
antara upper band dan lower band juga middle band dipengaruhi oleh volatilitas yang terjadi.
Semakin besar volatilitas maka jarak antar band akan semakin lebar dan sebaliknya.
Dengan demikian, BB membantu Anda untuk mengenali apakah pasar sedang ramai atau
justru sedang sepi. Ketika BB melebar, artinya pasar sedang ramai, sedangkan ketika BB
menyempit dan cenderung bergerak datar, artinya pasar sedang sepi.
Gambar 15. Indikasi Pasar Ramai Atau Sepi Dengan Bollinger Bands
Kalau MA membaca garis, sedangkan Bollinger band disini, sama saja dengan membaca area.
Area atas untuk area BUY, sedangkan area bawah untuk area SELL.
BUY
SELL
Gambar 16. Cara Kerja BB (periode 24)
PARABOLIC SAR
Selama ini kita telah mengenal indikator yang hanya terfokus pada bagaimana menangkap awal
dari sebuah trend yang baru. Meski penting bagi kita untuk mengidentifikasi trend yang baru,
namun tahu di mana sebuah trend akan berakhir juga sama pentingnya. Trading akan terasa
sempurna bila kita tahu, kapan waktu yang pas untuk melakukan entry dan exit.
Ada satu indikator yang bisa membantu kita untuk menentukan di mana kira-kira sebuah trend
akan berakhir adalah Parabolic SAR (Stop And Reversal). Parabolic SAR menggunakan titik
atau poin untuk menunjukkan pembalikkan potensial dari pergerakkan harga di dalam grafik.
Kita bisa lihat pada gambar di atas bahwa titik-titik pada grafik bergerak dari bagian bawah
candle pada saat uptrend, menuju ke atas candle pada saat trend berbalik menjadi downtrend.
Trading Menggunakan Parabolic SAR
Cara membaca indikator ini adalah ketika titik-titik ada di bawah candle itu
berarti dia memberi sinyal pada kita agar memasang order buy. Sebaliknya,
titik-titik seperti semut itu berada di atas candle, hal ini berarti saatnya kita
pasang order sell.
Parabolic SAR bisa jadi adalah indikator yang paling mudah untuk dibaca karena dia hanya
memberi gambaran pergerakan harga, apakah naik atau turun. Dengan karakteristik semacam ini,
Parabolic SAR cocok digunakan pada market yang sedang trending, mengalami rally panjang,
atau downtrend.
Jangan pernah sekali-kali menggunakan indikator ini pada market yang choppy, di mana harga
bergerak sideways.
Menggunakan Parabolic SAR Untuk Keluar Trade
Selain untuk mengenali akhir dari sebuah trend dan order apa yang mestinya dipasang, kita juga
bisa menggunakan Parabolic SAR untuk menentukan apakah kita harus close trading kita atau
tidak.
Mari lihat bagaimana Parabolic SAR bekerja sebagai sinyal exit trading pada pair EUR/USD:
Pada saat EUR/USD mulai merosot di akhir April, pair ini terlihat seakan tidak akan
berhenti sampai dia menyentuh titik dasar neraka. Trader yang sebelumnya sempat melakukan
trading tipe short atas pair ini, pasti bertanya-tanya seberapa lama EUR/USD akan lanjut melorot
seperti itu.
Di awal Juni, tiga titik terbentuk di akhir harga, memberi sinyal bahwa downtrend telah
berakhir dan saatnya untuk keluar (exit) dari trading shorts.
Jika kita dengan keras kepala tidak mau menutup trading karena mengira EUR/USD akan
kembali melanjutkan penurunannya, tanpa sadar kita telah menghapus semua profit yang kita
dapat, sebab pair ini pada akhirnya akan kembali merangkak naik (bahkan mungkin melambung)
ketika mendekati harga 1.3500.
OSCILLATORS
STOCHASTIC OSCILLATOR
Stochastic oscillator (lebih sering disebut sebagai stochastic saja) merupakan salah satu
indikator yang juga bisa membantu Anda untuk menemukan momentum yang baik untuk
menentukan entry point. Stochastic juga merupakan salah satu indikator yang populer di
kalangan para trader karena mudah dimengerti dan digunakan. Di samping itu, dengan metode
yang baik, indikator ini juga bisa menghasilkan profit dengan konsistensi yang cukup baik. Itulah
sebabnya indikator ini masih populer hingga saat ini.
Indikator ini memiliki dua garis: yaitu garis %K dan garis %D. Demi kemudahan untuk
membedakannya, biasanya keduanya diberi warna yang berbeda. Warna yang biasa digunakan
adalah warna biru muda untuk %K dan warna merah untuk %D. Selain itu, %D juga biasanya
ditampilkan sebagai garis putus-putus. Tentu saja warna-warna itu nantinya bisa Anda ganti
sesuai selera, yang penting nanti Anda bisa membedakan mana yang %K dan mana yang %D.
Komponen lain adalah area overbought dan oversold. Pada stochastic, area overbought ini
berlokasi di atas level 80, sedangkan area oversold berlokasi di bawah level 20.
Di awal telah dikatakan bahwa stochastic bisa membantu Anda menemukan momen entry yang
baik. Yang menjadi sinyal adalah crossover (persilangan/perpotongan) antara garis %K dan %D.
Sinyal sell yang baik sering muncul ketika stochastic telah berada di area overbought.
Sebaliknya, sinyal buy yang baik seringkali muncul ketika stochastic telah berada di area
oversold.
Stochastic signal
Stochastic biasanya bekerja dengan baik pada saat market berada dalam keadaan sideway.
Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati menerjemahkan sinyal buy ataupun sell dari stochastic
pada saat market trending.
Kalau begitu, stochastic tak berguna ketika market trending dong?
Tidak sepenuhnya demikian, sebab masih ada cara mempergunakan stochastic meskipun market
sedang trending. Ketika market sedang trending, Anda masih bisa menggunakan stochatic
sebagai referensi. Syaratnya: sinyal yang muncul harus searah dengan tren yang sedang
berlangsung. Jadi pada saat downtrend, yang dicari adalah sinyal sell. Sebaliknya pada saat
uptrend, yang Anda cari adalah sinyal buy.
Nah, petuah bijaknya adalah:
Jangan melakukan transaksi saat trend berada pada OB (Over Bought) ataupun OS (Over
Sold).
Buy-lah engkau pada saat uptrend dan sell-lah engkau pada saat downtrend.
Gambar di atas memperlihatkan indikator CCI yang diplot pada grafik. CCI memiliki tiga
komponen, yaitu:
Garis CCI
Area overbought (jenuh beli)
Area oversold (jenuh jual)
Sederhananya, ketika garis CCI mengarah ke atas, itu artinya pasar sedang dalam keadaan
bullish (harga sedang naik). Sebaliknya, ketika garis CCI mengarah ke bawah artinya pasar
sedang dalam keadaan bearish (harga sedang turun). Semakin curam kemiringan garis CCI
menunjukkan bahwa tekanan bullish atau bearishnya semakin kuat.
Kemudian ada area overbought dan area oversold. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia, overbought artinya adalah jenuh beli. Ketika CCI masuk ke area overbought maka
diperkirakan harga sudah terlalu tinggi sehingga ada kemungkinan harga akan mengalami
penurunan. Pada CCI, area overbought ini berada di atas level 100.
Sebaliknya, oversold artinya adalah jenuh jual. Jadi ketika CCI masuk ke area oversold maka
diperkirakan harga pada saat itu sudah cukup rendah sehingga ada kemungkinan harga akan naik.
Pada CCI, area oversold ini berada di bawah level -100.
Dalam contoh di atas, grafik AUD/USD terlihat bullish, namun CCI terlihat mulai bergerak turun
di area overbought. Ini merupakan salah satu indikasi bahwa tekanan bullish mulai berkurang.
Dengan demikian, ada kemungkinan harga akan mengalami koreksi turun.
CCI juga bisa Anda manfaatkan sebagai konfirmasi sinyal buy dan sell. Caranya cukup
sederhana. Sinyal sell adalah ketika garis CCI turun dari area overbought dan turun ke
bawah level 100. Sebaliknya, sinyal buy adalah ketika garis CCI naik dari area oversold
dan naik ke atas level -100.
Namun perlu diingat bahwa sinyal yang valid adalah sinyal yang searah dengan tren. Ini berarti
sinyal sell biasanya valid jika muncul pada saat downtrend dan sinyal buy biasanya valid
jika muncul pada saat uptrend. Memang kadang kalah sinyal yang berlawanan dengan arah
tren juga bisa dimanfaatkan, akan tetapi hasilnya biasanya tidak semaksimal sinyal yang searah
dengan tren.
Jadi, tetap saja Anda harus mencermati dulu tren yang tengah berlangsung di pasar. Yang
pertama kali harus Anda amat adalah price action-nya dulu (yang terlihat dari grafik), baru
kemudian indikatornya. Ingatlah selalu bahwa indikator hanya bersifat membantu Anda untuk
menemukan momen yang tepat.
Menemukan Divergence
Selain memberikan informasi oversold dan overbought, CCI juga bisa Anda pergunakan untuk
menemukan divergence. Divergence biasanya diikuti oleh koreksi harga.
Ada dua jenis divergence, yaitu bearish divergence dan bullish divergence. Bearish divergence
terjadi pada saat uptrend. Ketika bearish divergence ini terkonfirmasi maka cenderung akan
terjadi koreksi turun.
Konfirmasi bearish divergence yang paling mudah adalah ketika garis CCI turun melewati garis
level 0.00. Pola atau formasi candlestick juga bisa dipergunakan sebagai konfirmasi (akan
dipelajari pada level yang lebih lanjut). Namun perlu diingat bahwa bearish divergence biasanya
cenderung hanya akan diikuti oleh koreksi turun saja, sehingga target pergerakannya pun tidak
akan jauh. Dalam hal ini, trend line atau support terdekat bisa Anda pergunakan sebagai target
pergerakan terjauhnya.
Konfirmasi bullish divergence adalah ketika garis CCI naik dan melewati garis level 0.00.
Seperti halnya bearish divergence, bullish divergence pun biasanya hanya diikuti oleh koreksi
naik (meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada pergerakan yang lebih panjang).
Oleh sebab itu, bijaksanalah dalam memanfaatkan divergence sebagai sinyal entry.
Double CCI
Penggunaan double CCI yaitu untuk entry atau open posisi. Kapan dan bagaimana tekniknya???
Entry bisa dilakukan saat kedua CCI baik CCI periode 24 dan periode 48 sama-sama mengalami
perpotongan di garis 0,00. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini :
Sama-sama
VOLUME
Indikator volume menunjukan kuat atau lemahnya sebuah trend, yang mempengaryhi
cepat lambatnya pergerakan pasar (market). Jika volume naik menunjukkan meningkatnya minat
kalangan trader, sementara volume jatuh menunjukkan penurunan minat para trader.
Volume besar menandakan bahwa ada sejumlah besar pelaku pasar yang terlibat,
termasuk lembaga-lembaga keuangan. Yang terakhir membawa omzet tertinggi ke pasar, dan jika
mereka melakukan perdagangan, berarti minat untuk harga pada titik tertentu dan atau dengan
trend tinggi secara keseluruhan. Volume kecil mengatakan bahwa ada peserta yang sangat
sedikit di pasar, tidak ada pembeli atau penjual memiliki kepentingan yang signifikan dalam
harga. Selain itu, tidak ada lembaga keuangan akan terlibat, sehingga pasar akan digerakkan
hanya oleh para individual trader dan harga akan bergerak lemah.
Dari gambar diatas terlihat rata-rata volumenya dengan pola menggembung di bagian
tengah. Ibarat pasar, ramai-ramainya pasar adalah waktu pertengahan pasar, bukan di awal baru
bukanya pasar dan mau tutupnya pasar.
Volume indikator ini juga bisa membantu kita untuk mengetahui jam-jam ideal untuk
trading. Saat ada market yang buka bersamaan, maka akan terjadi yang namanya overlaping
sehingga market menjadi ramai, misal pasar Amerika dan Eropa buka bersamaan. Hal tersebut
membawa keuntungan bagi kita karena volume market besar dan untung juga besar.
Tabel 1. Jadwal Market di Dunia
No
.
1.
2.
3.
4.
Benua
Pukul
ASIA
EROPA
AMERIKA
AUSTRALIA
TRENDLINE
Trendline merupakan salah satu alat yang paling sederhana dalam analisis teknikal.
Namun jangan tertipu pada penampilannya yang sederhana itu, sebab di balik kesederhanaannya
tersimpan potensi yang besar untuk menghasilkan keuntungan bagi transaksi Anda.
Pernah dengar ungkapan the trend is your friend? Trend harga adalah teman Anda.
Jangan bermusuhan dengan trend karena itu hanya akan membuat Anda kepayahan dalam
trading, bahkan berujung kehancuran. Anda tak akan pernah bisa mengalahkan pasar. Yang bisa
Anda lakukan adalah mengikuti ke arah mana pasar bergerak. Itulah satu-satunya cara yang
paling aman.
Sesuai dengan namanya, trendline tentu saja adalah alat yang bisa Anda gunakan untuk
mengenali arah trend. Selain itu, trendline ini juga berfungsi sebagai support (dalam uptrend) dan
resistance (dalam downtrend). Kali ini, Anda akan mempelajari cara mengombinasikan trendline
dengan indikator teknikal yang juga sederhana sebagai sebuah sistem atau strategi trading.
Yang pertama kali perlu Anda lakukan adalah tentu saja mengenali trend itu sendiri. Secara kasat
mata, sebenarnya Anda sudah bisa mengetahui trend apa yang tengah berlangsung di pasar saat
itu. Jika Anda telah mengenali trend yang berlangsung saat itu, Anda bisa menarik trendline.
Pada contoh di bawah ini, terlihat chart GBP/USD bergerak dalam uptrend. Anda bisa melihat
trendline di chart tersebut.
Oke. Biasanya kemudian muncul pertanyaan: Bagaimana cara menarik garis nya?
Bullish : ditarik garis pada 2 titik terendah (low) yang meninggi)
Jika candle/harga menyentuh garis pada 2 titik terendah (low) yang meninggi) maka bisa
dilakukan open posisi berupa buy
Jika candle/harga menyentuh garis pada 2 titik tertinggi (high) yang merendah maka bisa
dilakukan open posisi berupa sell.
SEL
BU
Gambar 32. Sideways Trendline
Cara bacanya sama saja dengan bullish trendline dan bearish trend line. Jika candle/harga
menyentuh garis bullish trendline maka bisa dilakukan open posisi berupa buy. Jika candle/harga
menyentuh garis bearsh trendline maka bisa dilakukan open posisi berupa sell. Hal tersebut visa
dilakukan selama garis belum tertembus.
Support dan resistance adalah salah satu istilah forex yang sering digunakan dalam
dunia trading, tetapi anehnya, masing-masing orang seakan-akan memiliki pemikiran tersendiri
bagaimana cara mengukur support dan resistance. Support dan resistance ini ada kaitannya
dengan trend line, karena garis ini terbentuk dengan adanya trend line. Bagian atas disebut garis
resistance dan bawah disebut garis support.
Garis suport resistance lazim digunakan oleh trader maupun investor untuk melakukan
transaksi pada saat harga menyentuh garis support maupun resistance tersebut. Buy saat harga
mencapai garis resistance dan sell saat harga menyentuh garis support. Garis support banyak
dimanfaatkan sebagai alasan yang tepat untuk masuk pasar, sehingga bisa dikatakan pada garis
support resistance ini tempat bertemu kekuatan jual maupun beli.
Dari diagram di atas, dapat anda lihat pola zigzag yang mengarah ke atas yang sering
ditemukan dalam bull market. Waktu pergerakan harga mengarah ke atas lalu mengalami
penurunan, titik puncak harga sebelum turun ini disebut resistance.
Sejalan dengan pergerakan harga dalam pasar forex yang kembali mengarah ke atas lagi,
titik terendah sebelum harga kembali naik ke atas disebut support. Dengan demikian support
dan resistance terus menerus terbentuk karena adanya kesinambungan pergerakan harga pasar
sejalan dengan waktu. Hal yang sama terjadi bila terjadi downtrend pada bear market.
Dapat terlihat bahwa ujung bawah lilin menguji level support pada 1.4700. Pada saat tersebut
terlihat seolah-olah terjadi terobosan terhadap level support. Tapi kemudian terlihat bahwa pasar
hanya menguji level support tersebut (koreksi).
Bagaimana kita tahu bahwa terjadi terobosan terhadap level support dan resistance?
Tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini. Sebagian orang berpendapat bahwa terjadi
terobosan dalam level support dan resistance bila pasar bergerak melewati level tersebut. Akan
tetapi, anda akan melihat bahwa dalam kenyataannya tidak selalu hal demikian yang terjadi.
Bila kita lihat dari contoh di atas, ternyata harga tutup ternyata melewati level support pada
1.4700.
Pada gambar diatas, terlihat harga turun di bawah level support 1.4700 tapi akhirnya naik
lagi ke atasnya. Bila anda yakin bahwa pada saat itu terjadi terobosan, maka anda keliru.
Bila anda melihat diagram tersebut, anda dapat mengerti dan menyimpulkan bahwa tidak
terjadi terobosan terhadap level support, malah dapat terlihat level support yang kuat. Untuk
mempermudah anda dalam menghadapi hal ini, lebih baik anda mempunyai pemikiran bahwa
support dan resistance merupakan suatu zona (area), daripada suatu angka harga tertentu.
Salah satu cara untuk membantu anda untuk menemukan zona ini adalah dengan
mengamati diagram garis daripada diagram lilin. Karena pada diagram garis anda hanya akan
melihat harga tutup, dimana pada diagram lilin terlihat pula titik tertinggi dan terendah harga.
Titik tertinggi dan terrendah ini tidak dapat dijadikan patokan karena seringkali titik-titik tersebut
hanya merupakan reaksi sesaat dalam pergerakan harga pasar.
Untuk mendapatkan level support dan resistance, anda tidak membutuhkan titik harga
yang hanya merupakan reaksi sesaat pergerakan harga pasar. Yang anda butuhkan adalah
mengetahui
arah
sesungguhnya
dari
pergerakan
harga
tersebut.
Bila melihat diagram garis, anda bisa menentukan level support dan resistance di sekitar area
dimana anda bisa melihat titik harga membentuk beberapa puncak atau lembah.
Gambar 36. Pengamatan Garis Support dan Resistance dengan diagram garis
Pada saat harga melewati titik resistance, titik tersebut mempunyai potensi menjadi titik
support dan sebaliknya.
Semakin sering pasar menguji level support atau resistance tertentu tanpa mampu
melakukan terobosan, berarti semakin kuat level support dan resistance tersebut
Bila terjadi terobosan pada suatu level support atau resistance, kekuatan daripada
pergerakan yang mengikutinya tergantung pada seberapa kuatnya level support atau
resistance tersebut bertahan sebelum terjadi terobosan
Dengan sering berlatih, anda akan bisa melihat dan menentukan area support dan
resistance dengan mudah. Setelah memahami konsep tentang support dan resistance, anda bisa
membuat strategi trading berdasarkan garis diagonal yang terbentuk dari support dan resistance,
atau yang sering disebut dengan istiah trend lines (garis tren).
FIBONACCI
Tak hanya dalam matematika, Fibonacci pun ternyata sangat berguna bagi para trader
khususnya trader forex. Sifatnyayang dapat dikatakan ajaibternyata memiliki kaitan yang erat
dengan pergerakan harga. Seperti apa kaitannya? Sebelum itu, mari kita sama-sama pelajari apa
itu fibonacci sebenarnya.
Fibonacci Retracement
Jenis fibo ini merupakan yang paling banyak digunakan trader di penjuru dunia.
Fibonacci retracement sering digunakan untuk memprediksi pergerakan harga dengan batas-batas
rasional yang dihasilkannya. Batas-batas rasional tersebut pada nantinya dapat menjadi acuan
trader sebagai support dan resistance yang mungkin akan disentuh oleh harga di masa yang akan
datang.
Penggunaan fibonacci retracement lazimnya dilakukan dengan cara penarikan; dari titik (harga)
tertinggi ke titik (harga) terendah untuk downtrend, ataupun sebaliknya. Berikut saya paparkan
contoh penarikan Fibonacci secara bertahap:
Gambar 40. Terlihat beberapa titik menunjukkan kecenderungan harga tertahan pada beberapa garis fibonacci (lihat
yang dilingkari).
Pada beberapa penggunaan level, biasanya terdapat tingkatan angka fibo yang paling penting.
Tingkat Fibonacci retracement memiliki persentase yang dianggap paling penting oleh pedagang
adalah: 38,2% dan 62,8%. Sedang persentase retracement lainnya yang agak penting adalah :
75%, 50%, dan 33%.
Jika tiga atau lebih tingkat harga Fibonacci datang bersama-sama, stop loss dapat
ditempatkan di atas area yang menunjukkan area yang penting yaitu support atau
resistance.
Mengatur perdagangan stop loss menggunakan Fibonacci retracement memungkinkan
para pedagang untuk mengatur pra exit point, sehingga mereka dapat keluar dari pasar
jika salah posisi. Ini berarti mereka dapat melakukan trading dengan cara disiplin dan
melindungi ekuitas akun.
2. Sebagai Penentu Pembukaan Posisi
Tergantung pada risiko trader ingin mengambil sebuah angka perdagangan Fibonacci
dapat memberikan ukuran posisi yang akan diambil, dalam hal ini bisa mengaudit risiko
yang trader ingin gunakan.
3. Sebagai Penentu Tingkat keuntungan
Setelah pola teridentifikasi terhadap harga maka pedagang dapat melihat pada tingkatan
Fibonacci untuk mengunci keuntungan. Jadi, mereka memungkinkan untuk memiliki
spesifik stop loss dan tujuan keuntungan di awal.
Contoh Kasus
Salah satu persoalan mendasar dalam penggunaan Fibonacci Retracement Levels adalah
menentukan area yang paling mungkin untuk menempatkan posisi buy ataupun sell. Kita tidak
bisa yakin harga akan rebound di area 0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764, ataupun 1.000. Untuk
menjawab pertanyaan ini, salah satu cara terbaik dan termudah adalah dengan menemukan lokasi
Support dan Resistance sebelumnya dan melihat apakah posisi tersebut segaris dengan area
Fibonacci Retracement Level. Berikut adalah contoh kasus yang diambil dari Chart Harian
USD/CHF :
Anda bisa melihat pasangan ini sedang berada dalam posisi Uptrend. Hal yang paling
bijaksana dalam kondisi ini adalah untuk berdagang mengikuti arah trend. Pertanyaannya adalah,
Dimana posisi terbaik untuk menempatkan buy order? Dalam kasus ini kita mencoba
menggunakan Fibonacci dan menarik garis dari posisi Swing Low menuju Swing High.
Sekarang anda telah memiliki beberapa area strategis yang berpeluang untuk menjadi
posisi terbaik bagi buy order anda. Tugas anda selanjutnya adalah menemukan area Support dan
Resistance sebelumnya. Anda bisa melihat secara langsung bahwa harga 1.0510 adalah area
Resistance yang secara ideal segaris dengan area 0.500 pada Fibonacci Retracement Level.
Pelajaran dasar trading adalah suatu area Resistance sebelumnya bisa menjadi area Support dan
sebaliknya. Jadi berdasarkan pengamatan diatas, kita bisa memprediksi bahwa area terbaik untuk
buy order dalam perdagangan ini adalah pada area 0.500 Fibonacci Level.
Jika anda membuka posisi trading anda berdasarkan analisis diatas, anda akan
mendapatkan profit yang luar biasa karena pada akhirnya harga menyentuh level 0.500 beberapa
kali sebelum akhirnya melanjutkan trend menembus posisi Swing High sebelumnya. Posisi
akhirnya adalah sebagai berikut:
Kombinasi Fibonacci dengan Support dan Resistance juga bisa anda terapkan dalam kondisi
Downtrend. Kombinasi ini memiliki kemungkinan tinggi untuk berhasil karena:
1. Area Support dan Resistance sebelumnya cenderung menjadi lokasi ideal penempatan
buy dan sell order karena para penganut teknikal analisis memiliki pemahaman bahwa
harga cenderung mengetes titik-titik tersebut, dan ketika terjadi breakout, area support
bisa berubah menjadi resistance dan sebaliknya.
2. Fibonacci Retracement Levels merupakan indikator favorit banyak trader. Jadi besar
kemungkinan setiap area pada Fibonacci menjadi lokasi entry para trader.
3. Ketika trader melihat bahwa suatu area Fibonacci berada segaris dengan titik support
ataupun resistance sebelumnya, hal ini cenderung menjadi penegasan bahwa para trader
lainnya ataupun pedaganga institusional akan menjadikan area ini sebagai lokasi entry
mereka.
Trading merupakan soal probabilitas. Tidak ada jaminan bahwa harga akan selalu mengikuti
satu aturan tertentu, Tetapi ketika anda memiliki dua atau lebih hal yang bisa menjadi penegasan
(misalnya kebijakan fundamental yang digabung dengan analisis Fibonacci dan
support/resistance), anda bisa meningkatkan probabilitas kemenangan anda yanga akan
membawa dampak positif terhadap account statement dan win/loss ratio anda.
Fibonacci Fan
Fibo ini hanyalah bentuk lain dari fibonacci retracement. Fibonacci fan akan berbentuk
menyerupai cahaya lampu yang terpancar dari mercusuar yangmana semakin jauh jaraknya
cahaya akan semakin melebar. Pada fibo jenis ini Anda hanya akan menemui tiga garis diagonal
yang masing-masing garis mewakili rasio 0.382, 0.500, dan 0.618.
Sama halnya dengan fibonacci retracement, pada fibo fan, garis-garis yang terbentuk
dapat digunakan sebagai pertimbangan atas batas-batas rasional. Penarikannya pun tidak jauh
berbeda dengan fibonacci retracement, yaitu mengacu pada swing high dan swing low dalam
chart. Namun, karena fibonacci fan biasanya digunakan untuk mengidentifikasi perubahan arah
trend, tak jarang trader yang menggunakan cara berbeda dalam penarikannya. Cara penarikan
yang dimaksud tidak lagi terpaku akan swing high ataupun swing low yang ada pada chart,
melainkan dengan memposisikan garis pertama pada fibonacci fan sebagai trendline. (Mengenai
trendline sudah saya bahas pada bab GARIS TREND (TRENDLINE)).
Pada dasarnya semua varian fibonacci mempunyai fungsi sama yaitu untuk membantu
kita dalam menentukan level-level suport dan resistance. Penggunaan garis fibonacci fan ini
lebih sederhana karena bentuknya merupakan garis trend. tekanan terhadap garis ini merupakan
kunci analisa sebagai level support dan resistance. Selain itu, karena bentuknya merupakan garis
trend, perubahan arah trend kadangkala dapat terlihat dari penembusan garis Fibbonacci Fan ini.
Garis Fibonacci Fan didapatkan dengan menggambarkan garis trend virtual yang
menghubungkan harga terendah dengan harga tertinggi ataupun sebaliknya. Fibbonacci fan
menghasilkan tiga buah garis trend dengan level Fibonacci berada di 38.2%, 50%, dan 61.8%.
(lihat gambar).
Gambar diatas merupakan chart dari GBP/USD Timeframe 1H, perhatikan garis
Fibonacci Fan yang dilingkari merah dapat memberikan level-level support dan resistance ketika
harga berusaha untuk melewati atau melakukan tekanan.
Didalam penentuan harga tertinggi dan terendah dalam memberikan gambaran level-level
support dan ressistant yang pas tergantung dari anda sendiri, dengan kata lain semakin anda
sering menggunakan indikator ini semakin profesional kelak. dan satu lagi yang perlu diingat
tidak semua indikator dapat membantu anda dalam bermain forex, hanya indikator yang pas
dengan gaya trading anda yang dapat membantu dalam penganalisaan.
Fibonacci Expansion
Jenis fibo ini hampir mirip dengan Fibonacci Retracement. Hanya saja fibonacci expansion
biasanya digunakan untuk menentukan akhir dari Wave yang ada pada Elliot Wave. (Sementara
ikuti dulu saja walaupun Elliot Wave belum saya bahas di sini). Berbeda dengan Fibonacci
Retracement, Fibo Expansion hanya akan menunjukkan batasan-batasan dengan tiga garis
rasional (61,8% 100% 161,8%).
Gambar 46. Batas-batas rasional yang ditunjukkan oleh Fibonacci Expansion sekilas tidak jauh beda dengan batasbatas yang ditunjukkan Fibonacci Retracement.
Fibonacci digunakan untuk menentukan target profit atau level exit. Angka-angka rasio pada
level-level ekspansi sama dengan level-level retracement, yaitu 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%,
76.4%, 100.0%, 138.2% dan seterusnya, tetapi yang sering digunakan adalah 50.0%, 61.8% dan
100.0%. Level ekspansi Fibonacci ditandai dengan FE (Fibonacci Expansion) misal FE 50.0 atau
FE 100.0.
Berbeda dari level-level retracement Fibonacci yang dibuat berdasarkan trend utama
(gelombang pertama Elliot), level-level ekspansi dibuat setelah retracement trend utama
(gelombang kedua Elliot) selesai, dan dimulainya gelombang ketiga Elliot. Dengan ekspansi
Fibonacci bisa diperkirakan level-level berakhirnya gelombang ketiga, dengan demikian bisa
diperkirakan level exit atau target. Pada umumnya gelombang ketiga Elliot akan berakhir pada
level-level ekspansi 61.8% atau FE 61.8, 100.0% atau FE 100.0 dan 161.8% atau FE 161.8.
Pada gambar diatas tampak bahwa untuk menentukan level-level ekspansi kita harus menunggu
hingga retracement selesai (titik 2-3), dan harga mulai bergerak kembali sesuai dengan arah
trend utama (titik 1-2). Dengan demikian level-level ekspansi ditentukan berdasarkan tiga titik
(titik 1, 2 dan 3).
Contoh penggunaan ekspansi Fibonacci pada kondisi uptrend
Pada chart GBP/USD daily diatas tampak bahwa gelombang ketiga Elliot berakhir pada
sekitar level FE 100.0. Jika kita entry pada level sekitar titik 3, maka level exit bisa ditentukan
pada FE 50.0, FE 61.8 atau FE 100.0. Atau kita bisa juga entry pada level FE 38.2 dan exit pada
level FE 61.8 atau FE 100.0.
Contoh penggunaan ekspansi Fibonacci pada kondisi downtrend
Sama seperti contoh sebelumnya, pada kondisi downtrend EUR/USD daily diatas,
gelombang ketiga Elliot juga berakhir pada sekitar level FE 100.0. Jika entry pada level sekitar
titik 3, level exit bisa ditentukan pada FE 50.0, FE 61.8 atau FE 100.0. Atau entry pada level FE
38.2 dan exit pada level FE 61.8 atau FE 100.0.
Yang harus selalu diingat adalah bahwa level-level ekspansi Fibonacci selalu ditentukan
sesuai dengan arah trend. Untuk uptrend, level-level ekspansi akan di-plot kearah atas, dan
sebaliknya untuk downtrend akan di-plot kearah bawah.
ELLIOT WAVE
Elliot Wave Ditemukan oleh Ralp Nelson Elliot di akhir tahun 1920. Dia menemukan
bahwa pasar saham memiliki ciri khas tertentu, dan tidak bergerak secara tidak beraturan,
melainkan pergerakan harga saham tersebut selalu berulang, dimana mencerminkan tindakan dan
emosi manusia yang disebabkan exterior influence dan mass psychology.
Pada dasarnya prinsip Elliott Wave bersumber pada Dow Theory, yang juga
mendefinisikan pergerakan harga dalam bentuk gelombang, tapi Elliott menemukan sifat fraktal
tindakan pasar. Jadi Elliott dapat menganalisis pasar lebih mendalam, mengidentifikasi
karakteristik khusus pola gelombang dan membuat prediksi pasar lebih rinci berdasarkan pola
yang telah diidentifikasi.
Fractals adalah struktur matematis, yang terjadi pada skala yang lebih kecil tak terhingga
berulang. Pola yang ditemukan Elliott dibangun dengan cara yang sama. Gelombang impulsif,
yang berjalan dengan tren utama, dan selalu menunjukkan lima gelombang dalam pola. Pada
skala yang lebih kecil, dalam setiap dari gelombang impulsif sebagaimana isebut sebelumnya,
akan ditemukan lagi lima gelombang.
Basic Prinsip
Menurut hukum fisika: Setiap tindakan menciptakan reaksi yang sama dan berlawanan.
Hal yang sama berlaku untuk pasar keuangan. Sebuah pergerakan harga naik atau turun harus
diikuti dengan gerakan sebaliknya, sebagai mengatakan pergi: Apa yang naik harus turun (dan
sebaliknya).
Pergerakan harga dapat dibagi menjadi tren di satu sisi dan koreksi atau gerakan
menyamping di sisi lain. Tren menunjukkan arah harga utama, sementara koreksi bergerak
melawan tren. Dalam Elliott istilah ini disebut gelombang impulsif dan gelombang korektif.
Pembentukan gelombang Impulse memiliki lima pergerakan harga yang berbeda, tiga di arah
trend (I, III,dan V) dan dua melawan trend (II dan IV).
Dalam bukunya The Wafe Principle, dan dalam artikel yang dipublikasikan oleh majalah
Finansial Worid, R.N Elliot menyebutkan bahwa pasar bergerak dalam pola lima wave
(gelombang) naik dan tiga wave turun untuk bentuk complete cycle of eight waves.
Sebuah complete cycle terdiri dari delapan gelombang, selanjutnya dibangun dengan dua
gelombang dua tahap yang jelas, motive phase (five wave) dimana tiap subwave digambarkan
dalam tiap angka (wave 1, 2, 3, 4, dan 5), serta corrective phase digambarkan dengan huruf
(wave a, b, dan c)
PATTERN
Jika kita cukup lama memperhatikan chart biasanya akan menemukan satu perilaku atau
kebiasaan khusus dalam chart yang terus muncul berulang-ulang yang pada bisa
mengindikasikan kemungkinan gerakan price selanjutnya. Salah satu jenis chart pattern yang
banyak dikenal dan dipergunakan secara luas adalah candlestick pattern.
Memahami chart pattern sebagai suatu detektor yang memberitahukan pada Anda suatu
kondisi pergerakan mata uang yang siap meledak sebelum ledakan itu benar-benar terjadi.
Biasanya para trader berupaya menganalisa chart pattern ini pada area support dan resistance.
Jika Anda menguasai chart pattern, maka cepat atau lambat akan menghasilkan profit dari forex
trading.
Sebagai trader, semakin sering kita melihat grafik harga, maka mata dan otak kita akan lebih
terlatih untuk melihat pola apa yang sedang terjadi dan pola ini sebaiknya dikuasai oleh para
trader apakah itu untuk stock/forex, index, komoditas, atau perdagangan berjangka lainnya.
Chart pattern akan membantu kita untuk bersiap-siap menghadapi gerakan ekstrem
tersebut, memanfaatkan, dan mengambil keuntungan dari gerakan dan menghindari melakukan
open di posisi yang salah. Yah, namanya juga gerakan yang ekstrem, kalau kita pas dalam
meresponnya, keuntungan besar akan bisa kita dapat.
Jika Anda kurang tertarik untuk mempelajari indikator-indikator teknikal yang rumit, setidaknya
pelajari chart pattern ini dengan baik agar Anda memiliki kesempatan meraih keuntungan besar
dalam forex trading. Dengan menemukan pola grafik ini kita bisa memprediksi arah pasar
selanjutnya sehingga kita bisa mengambil keputusan kapan kita masuk kepasar dan kapan kita
keluar dari pasar tersebut.
Secara umum ada beberapa jenis-jenis pola grafik (chart pattern) yang sering dipakai oleh trader
valas ataupun saham antara lain:
Pola grafik Double Chart (double chart pattern), terdiri dari dua jenis yaitu Double Top
dan Doble bottom.
Pola grafik Head and Shoulders (Head and Shoulders chart pattern), terdiri dari Head
and Shoulders dan inverse Head and Shoulders.
Pola grafik Wedge (Wedge chart Pattern), terdiri dari Rising Wedge dan Failing Wedge.
Pola Rectangles (rectangles chart pattern) yang terdiri dari Pola Bearish Rectangles dan
Pola Bullish Rectangles.
Pola grafik Pennants (pennants chart pattern), terdiri dari bullish pennants dan bearish
pennants.
Pola grafik Triangles (triangles chart pattern), terdiri dari Symmetrical triangle,
Ascending Triangle, dan Descending Triangle.
Kita mulai dari pola dasar candlestick dulu. Pola-pola dasar yang akan kita bahas adalah
marubozu, long candle, spinning tops, doji, hammer/hanging man dan inverted hammer/shooting
star.
a.
Marubozu
Marubozu adalah candlestick yang tidak memiliki shadow. Kalaupun ada, shadownya sangatsangat pendek sehingga sepintas lalu tidak terlihat. Sebaliknya, body marubozu ini relatif
panjang. Kemunculan marubozu menandakan bahwa tekanan bearish atau bullish sangat besar
pada periode waktu tersebut.
Ada dua jenis marubozu, yaitu bullish marubozu dan bearish marubozu. Bullish marubozu
adalah marubozu yang berupa candlestick bullish panjang dan tidak memiliki shadow.
Sebaliknya, bearish marubozu adalah candlestick bearish panjang yang tidak memiliki shadow.
Sekedar mengingatkan, pada umumnya bullish candlestick direpresentasikan dengan warna putih
(kosong) sedangan bearish candlestick direpresentasikan dengan warna hitam. Oleh karena itu
bullish marubozu juga sering disebut sebagai white marubozu, sedangkan bearish
marubozu disebut sebagai black marubozu.
Tadi sudah dikatakan bahwa kemunculan marubozu berarti menandakan bahwa tekanan bearish
atau bullish yang kuat. Dengan demikian, kemunculan bullish marubozu menjadi pertanda
bahwa pada saat itu tekanan bullish sangat kuat. Sebaliknya, kemunculan bearish marubozu
menandakan bahwa pada saat itu tekanan bearish sangat kuat. Oleh karena itu Anda perlu
berhati-hati jika pola ini muncul.
b.
Long Candle
Long candle adalah candlestick yang relatif panjang. Patokan utamanya adalah panjang bodynya. Ada dua jenis long candle: long bullish candle dan tentu saja long bearish candle.
Bedanya dengan marubozu, long candle masih memiliki shadow yang terlihat dengan jelas.
c.
Spinning Tops
Spinning tops adalah candlestick yang memiliki upper shadow dan lower shadow yang panjang
namun memiliki body yang kecil. Warna body dari spinning tops ini tidak terlalu penting, karena
kemunculan pola seperti ini mencerminkan keragu-raguan pasar, apakah mau bullish atau
bearish.
Body yang kecil itu menggambarkan bahwa sebenarnya kekuatan bullish dan bearish sama
besarnya. Itulah yang dimaksud dengan keragu-raguan pasar.
Bila spinning tops ini muncul di ujung sebuah uptrend, maka ada kemungkinan pasar akan
berbaik arah menjadi downtrend. Begitu pula jika spinning tops ini muncul di ujung downtrend,
maka ada kemungkinan akan terjadi pembalikan arah menjadi uptrend.
Namun demikian, spinning tops membutuhkan konfirmasi dari candlestick berikutnya agar Anda
bisa memperkirakan arah pergerakan selanjutnya.
Pada dasarnya spinning tops adalah pola netral. Meskipun spinning tops muncul di ujung
uptrend, tidak serta-merta pembalikan arah akan terjadi. Peluang balik arah akan semakin besar
jika spinning tops yang muncul di ujung uptrend diikuti oleh candlestick bearish yang cukup
panjang. Demikian pula halnya dengan spinning tops yang muncul di ujung downtrend,
membutuhkan bullish candlestick sebagai konfirmasi.
d.
Doji
Doji juga merupakan pola netral. Dibutuhkan konfirmasi candlestick berikutnya agar Anda bisa
memperkirakan arah pasar selanjutnya. Bentuk doji ini mirip dengan spinning tops, hanya saja ia
tidak memiliki body karena harga open sama dengan harga close-nya. Atau, body-nya sangatlah
kecil sehingga sepintas sulit terlihat dan hanya terlihat sebagai garis yang tipis.
Sama seperti spinning tops, doji juga menggambarkan pertarungan yang seimbang antara bull
dengan bear.
Ada empat jenis doji, yaitu long-legged doji, dragonfly doji, gravestone doji dan four price
doji.
Long-legged doji mudah dikenali dari shadow-nya yang panjang. Yang jelas, kedua shadow
dapat dilihat dengan jelas dan memiliki panjang yang hampir sama, atau paling tidak perbedaan
panjangnya tidak terlalu jauh.
Dragonfly doji memiliki harga open, close dan high yang sama atau hampir sama. Bentuknya
seperti huruf T. Namun ada kalanya letak body agak sedikit ke bawah sehingga dragonfly
doji ini memiliki bentu seperti salib. Istilah dragonfly ini diambil karena doji ini memiliki bentuk
mirip seperti capung.
Gravestone doji memiliki harga open, close dan low yang sama atau hampir sama. Doji ini diberi
nama gravestone karena bentuknya yang mirip batu nisan. Ada kalanya juga posisi body agak
sedikit ke atas sehingga bentuknya menyerupai salib terbalik.
Four price doji merupakan doji yang memiliki harga open, close, high dan low yang sama.
Kemunculan doji biasanya menunjukkan bahwa tekanan bullish atau bearish mulai berkurang.
Jadi jika doji muncul pada saat uptrend, itu merupakan pertanda bahwa tekanan bullish menurun,
sebaliknya jika doji muncul pada saat downtrend artinya tekanan bearish mulai berkurang.
Namun sekali lagi, diperlukan konfirmasi dari candlestick berikutnya untuk action. Ingat selalu
bahwa doji adalah pola netral.
e.
Hammer&Hanging Man
Hammer dan hanging man sebenarnya adalah saudara kembar. Keduanya memiliki bentuk
yang sama: sama-sama memiliki body yang mungil dan lower shadow yang panjang. Upper
shadow nyaris tidak terlihat, bahkan hammer/hanging man yang sempurna sama sekali tidak
memiliki upper shadow.
Hammer/hanging man yang bagus memiliki lower shadow yang panjanganya minimal 1,5 (satu
setengah) kali panjang body-nya. Beberapa referensi yang lain menyebutkan lower shadow
paling tidak dua hingga tiga kali lebih panjang daripada body-nya.
Yang membedakan hammer dan hanging man adalah lokasinya. Hammer selalu berlokasi di
lembah, sementara hanging man selalu berada di puncak.
f.
Inverted hammer dan shooting star juga adalah saudara kembar. Bentuk mereka mirip dengan
hammer dan hanging man yang terbalik. Keduanya memiliki body yang juga imut dan upper
shadow yang biasanya memiliki panjang sekitar 1,5 (satu setengah) hingga tiga kali panjang
body-nya. Lower shadow nyaris tidak terlihat, bahkan bentuk yang sempurna tidak memiliki
lower shadow sama sekali.
Disebut inverted hammer jika letaknya berada di lembah, sedangkan jika terlihat di puncak maka
disebut sebagai shooting star.
Inverted hammer merupakan sinyal bullish dan membutuhkan konfirmasi candlestick bullish
yang muncul setelahnya. Sedangkan shooting star merupakan sinyal bearish yang juga
membutuhkan konfirmasi candlestick bearish yang muncul setelahnya.
DUAL CANDLESTICK PATTERN
Setelah Anda mempelajari pola dasar yang merupakan single candlestick pattern, sekarang Anda
akan naik setingkat untuk mempelajari dual candlestick pattern. Pola yang akan Anda pelajari
adalah engulfing, dark cloud cover, piercing line dan tweezer.
a.
Engulfing pattern
Ada dua jenis engulfing pattern, yaitu bullish engulfing dan bearish engulfing. Berdasarkan
namanya Anda tentu sudah bisa menebak implikasi apa yang ditimbulkan oleh kedua pola
tersebut.
Gambar di atas memperlihatkan bullish engulfing dan bearish engulfing. Kalau Anda
lihat, suatu pola engulfing bisa dikenali ketika adda candlestick yang panjangnya melebihi
candlestick sebelumnya. Tapi tidak cukup hanya lebih panjang. Candlestick yang lebih panjang
tersebut harus terlihat seolah-olah meliputi candlestick sebelumnya.
Pola bullish engulfing merupakan pola yang mengindikasikan adanya potensi bullish.
Pada gambar di atas terlihat bahwa bullish candlestick yang muncul lebih panjang daripada
bearish candlestick sebelumnya. Harga low dari bullish candlestick tersebut tidak perlu lebih
rendah daripada harga low bearish candlestick sebelumnya, namun harga high-nya harus lebih
tinggi daripada harga high candlestick sebelumnya. Harga close dari bullish candlestick tersebut
juga sebaiknya lebih tinggi daripada harga high candlestick sebelumnya, namun hal ini bukan
merupakan suatu keharusan.
Bearish engulfing adalah kebalikan dari bullish engulfing. Pola ini mengindikasikan adanya
potensi bearish. Pola ini ditandai dengan kemunculan bearish candlestick yang lebih panjang
daripada bullish candlestick sebelumnya.
Agar lebih mudah, Anda hafalkan saja dengan menggunakan tanda lebih besar (>) dan lebih kecil
(<) seperti ini:
Bullish engulfing:
Panjang Bullish candlestick > panjang bearish candlestick sebelumnya
Harga high bullish candlestick > harga high bearish candlestick sebelumnya
Harga close bullish candlestick > harga high bearish candlestick sebelumnya (bukan
keharusan)
Bearish engulfing:
Panjang bearish candlestick > panjang bullish candlestick sebelumnya
Harga low bearish candlestick < harga low bullish candlestick sebelumnya
Harga close bearish candlestick < harga low bullish candlestick sebelumnya (bukan
keharusan)
b.
Harami
Pola harami ini bisa dikatakan kebalikan dari pola engulfing. Bedanya, pada harami candlestick
yang muncul lebih kecil daripada candlestick sebelumnya.
Perhatikan bahwa bullish harami ditandai dengan kemunculan bullish candlestick yang lebih
kecil daripada candlestick sebelumnya yang merupakan candlestick bearish. Sedangkan bearish
harami ditandai dengan kemunculan bearish candlestick yang lebih kecil daripada candlestick
sebelumnya.
c.
Dark cloud cover dan piercing line juga merupakan pola double candlestick yang cukup populer.
Dark cloud cover merupakan pola bearish, sebaliknya piercing line adalah pola bullish.
Piercing line terjadi di lembah dan merupakan pola bullish seperti yang telah disebutkan
sebelumnya. Pola ini terdiri dari sebuah candlestik bullish dan sebuah candlestick bearish. Suatu
pola bisa disebut sebagai piercing line jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Harga low candlestick bullish lebih rendah daripada harga low candlestick bearish
sebelumnya.
Harga close candlestick bullish lebih tinggi daripada harga close candlestick bearish
sebelumnya.
Panjang body candlestick bullish minimal setengahnya panjang body candlestick bearish
sebelumnya.
Dark cloud cover terjadi di puncak dan merupakan pola bearish. Persyaratan pola ini adalah
sebagai berikut:
d.
Harga high candlestick bearish lebih tinggi daripada harga high candlestick bullish
sebelumnya.
Harga close candlestick bearish lebih rendah daripada harga close candlestick bullish
sebelumnya.
Panjang body candlestick bearish minimal setengahnya panjang body candlestick bullish
sebelumnya.
Tweezer
Ada dua macam pola tweezer, yaitu tweezer top dan tweezer bottom. Pola ini merupakan pola
yang cukup jarang muncul. Kata tweezer bisa berarti penjepit jika diterjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia. Kono, nama ini diberikan karena bentuk pola ini mirip dengan penjepit.
Mudah saja mengenali pola ini. Tweezer bottom merupakan bentuk hammer yang berdampingan,
sedangkan tweezer top merupakan inverted hammer (shooting star, karena berada di atas) yang
berdampingan.
TRIPLE CANDLESTICK PATTERN
Pola candlestick yang juga populer adalah pola candlestick yang terdiri atas tiga buah
candlestick. Kita akan membahas pola triple candlestick yang populer saja.
a.
Kita mulai dari pola triple candlestick yang paling populer, yaitu morning star dan evening star.
Pola-pola ini populer karena kemunculannya biasanya diikuti oleh koreksi yang lebih panjang
daripada pola-pola yang lain.
Morning star merupakan indikasi bullish, sedangkan evening star memiliki indikasi bearish.
Morning star dapat Anda kenali memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Candlestick pertama merupakan candlestick bearish, yang mana adalah bagian dari
sebuah downtrend.
2. Candlestick ke-dua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bisa
merupakan candlestick bullish ataupun bearish. Hal ini menunjukkan bahwa mulai ada
keragu-raguan di pasar.
3. Candlestick ke-tiga adalah candlestick bullish yang lebih panjang daripada candlestick
ke-dua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga
close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi
terbentuknya pola morning star.
Nah, kalau evening star merupakan kebalikan dari morning star tadi:
1. Candlestick pertama merupakan candlestick bullish, yang mana adalah bagian dari
sebuah uptrend.
2. Candlestick ke-dua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bullish
ataupun bearish tidak penting.
3. Candlestick ke-tiga adalah candlestick bearish yang lebih panjang daripada candlestick
ke-dua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga
close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi
terbentuknya pola evening star.
Ada kalanya candlestick yang ke-2 adalah sebuah doji. Nama polanya pun akan dimodifikasi
menjadi morning doji star atau evening doji star.
b.
Pola three white soldires adalah tiga buah candlestick bullish yang muncul berurutan
pada saat downtrend, yang merupakan sinyal bullish. Pola ini merupakan salah satu pola yang
dianggap sinyal bullish yang kuat, terutama jika muncul pada saat downtrend memasuki fase
konsolidasi. Fase konsolidasi dalam sebuah tren sendiri adalah ketika harga cenderung bergerak
sideways.
Candlestick yang pertama dalam pola ini tentunya adalah sebuah candlestick bullish.
Candlestick ke-2 haruslah juga sebuah candlestick bullish yang body-nya lebih panjang daripada
candlestick pertama. Selain itu, jarak antara harga close dan high candlestick yang ke-2 ini juga
tidak boleh terlalu jauh. Upper shadow-nya harus sangat pendek atau tidak ada sama sekali.
Pola ini akan lengkap dengan kemunculan candlestick ke-3 yang panjangnya paling tidak
sama dengan candlestick ke-2 atau lebih panjang. Shadow-nya juga harus sangat pendek atau
tidak ada sama sekali. Akan semakin baik jika candlestick yang ke-3 adalah sebuah white
marubozu.
Lawan dari three white soldiers adalah three black crows. Pola tersebut adalah pola bearish,
yang merupakan kemunculan tiga candlestick bearish secara berurutan pada saat uptrend.
Candlestick yang pertama dalam pola ini adalah sebuah candlestick bearish. Candlestick ke-2
haruslah juga sebuah candlestick bearish yang body-nya lebih panjang daripada candlestick
pertama. Lower shadow-nya harus sangat pendek atau tidak ada sama sekali.
Konfirmasi pola ini adalah kemunculan candlestick ke-3 yang panjangnya paling tidak sama
dengan candlestick ke-2 atau lebih panjang. Shadow-nya juga harus sangat pendek atau tidak ada
sama sekali. Jika candlestick yang ke-3 adalah sebuah black marubozu, maka pola ini akan
semakin bagus.
ANALISA FUNDAMENTAL
Secara garis besar, analisa pada forex trading terdiri dari dua bagian yaitu analisa teknikal
dan analisa fundamental. Analisa teknikal mendasarkan analisanya dengan perhitungan
matematis (biasanya mengugnakan data statistik) dan menggunakan grafik (chart - itu sebabnya
pelaku analisa teknikal biasa disebut chartist) sebagai senjata utamanya.
Analisa fundamental mengambil pendekatan yang berbeda. Dasar yang digunakan adalah
berita atau pun rumor yang beredar di pasar. Seperti kita ketahui bersama, bursa finansial seperti
saham dan pasar uang sangat sensitif dengan berita yang sedang beredar di market. Demikianlah
yang terjadi pada pasar forex trading. Bahkan dapat dikatakan kini bahwa yang menggerakan
nilai tukar mata uang adalah justru berita itu sendiri. Dengan kata lain berita adalah penggerak
emosi market yang mengakibatkan berubahnya titik keseimbangan pada nilai tukar mata uang.
Jika Anda seorang awam, mungkin kita tidak terlalu peduli dengan kenaikan tingkat suku
bunga US misalnya. Tetapi tidak bagi seorang trader. Kenaikan suku bunga Bank Sentral oleh
The Fed (bank sentralnya US) dapat berarti menguatnya Dollar Amerika hingga ratusan point
yang berarti disanalah uang dapat diperoleh. Atau sebaliknya, kerugian dapat terjadi jika
tindakan yang diambil tidak sesuai dengan pasar.
Itu sebabnya news/berita sangat berpengaruh terhadap portfolio investasi seorang forex
trader. Jika Anda hendak menjadi seorang trader handal, maka kini saatnya Anda juga
mempelajari analisa fundamental. Contoh kenaikan suku bunga diatas hanyalah salah satu contoh
dari berita fundamental yang biasa di release tiap-tiap harinya. Nah, mengapa kenaikan suku
bunga bisa berarti penguatan nilai tukar mata uang dan apa pengaruhnya pada investasi saya,
itulah yang harus Anda pelajari. Ada alur logis dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku disini
(meski kadang tidak 100% berlaku - kenyataanya analisa fundamental berkaitan bukan saja
dengan pemikiran logis dari kebijakan moneter atau berita yang keluar tetapi juga bagaimana
pasar bereaksi terhadap berita tersebut alias psikologi pasar). Sumber, Jenis, dan Faktor Penentu
dalam Analisa Fundamental
Berita-berita yang dikeluarkan dapat berupa berbagai hasil survey, kebijakan moneter sampai
bahkan kejadian yang bersifat insidental seperti terorisme. Informasi tersebut dapat
diperoleh/dikeluarkan melalui:
Instansi Resmi/Pemerintah
Perorangan
Ada lebih dari 50 berita yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang. Dari ke 50
berita tersebut, efek yang ditimbulkan cukup jelas yaitu naik atau turun terhadap mata uang
negara yang bersangkutan. Berita fundamental yang bersifat positif pada negara yang
mengeluarkan berarti mata uang negara yang bersangkutan akan menguat dan sebaliknya mata
uang pasangannya akan melemah.
Sebagai contoh misalnya pada mata uang GBP/USD, jika pihak US yang menaikkan tingkat suku
bunganya (lagi-lagi saya ambil contoh yaitu suku bunga) maka nilai tukar Dollar akan menguat
terhadap Poundsterling. Dan itu artinya Pund melemah terhadap Dollar karena berita yang di
release oleh US bersifat positif terhadap mata uangnya.
Untuk jenis beritanya, ada beberapa jenis berita jika dilihat dari bidangnya:
Ekonomi
Politik
Laporan ini dibuat oleh Lembaga BPS AS yang bernama U.S. Bureau of Labor Statistics.
Laporan ini dibuat satu bulan sekali, pada hari Jumat, minggu pertama (awal bulan) pada pukul
19.30 WIB.
Importance
Indikator Non Farm Payroll termasuk dalam kategori Indikator Grade A, karena saat
sebelum dan sesudah data ini dilaporkan dapat menimbulkan suatu kejutan besar terhadap mata
uang USD.
Indikator ini cukup penting untuk diperhatikan saat memulai Investasi Forex. Banyak para
Trader menanti Data ini diumumkan setiap awal bulan. Tidak jarang, banyak juga yang membuat
aksi Taking Profit saat berita Non Farm Payroll direlease.
Jika Non Farm Payroll mengalami kenaikan, maka USD akan menguat, karena dengan
meningkatnya jumlah yang dibayarkan kepada para pekerja, mencerminkan jumlah lapangan
kerja yang tersedia bagi penduduk. Dengan naiknya jumlah lapangan kerja yang tersedia, maka
akan membuat stabilnya perekonomian di negara tersebut. Stabilnya perekonomian akan
membuat nilai mata uang negara yang bersangkutan akan naik. Dengan demikian, jika Non Farm
naik, maka USD akan naik.
MANAJEMEN RESIKO
Sebuah investasi, apapun jenisnya, memiliki resiko selain juga profit yang diharapkan.
Resiko ini berupa kehilangan sebagian atau seluruh dana yang kita investasikan entah dalam
waktu yang lama atau bahkan juga dalam waktu yang singkat. Dalam hitungan hari misalnya.
Ada sebuah hukum yang berlaku secara umum dalam dunia investasi: sebuah investasi
yang menjanjikan return besar, maka investasi tersebut memiliki resiko yang sama besarnya
dengan return yang dijanjikan. Sebaliknya, jika Anda mencari investasi dengan resiko kecil,
biasanya return yang ditawarkan juga kecil. Dan forex termasuk investasi yang Hal ini perlu
dipahami mengingat tidak semua orang memiliki profil investasi yang sama. Ada orang-orang
yang bertipe risk lover dengan alasan return yang dijanjikan juga besar. Sebaliknya, ada juga
yang lebih mengutamakan keamanan dananya dan mencari investasi dengan resiko seminimal
mungkin dengan konsekuensi return yang dihasilkan juga kecil. Orang-orang seperti ini biasa
disebut risk averter. Tidak ada yang lebih baik satu sama lainnya. Itu kembali kepada karakter
pribadi masing-masing investor.
Beberapa contoh investasi yang memiliki resiko kecil di pasar finansial diantaranya
deposito, reksadana terproteksi, Surat Utang Negara, dan tabungan. Yang bersifat high risk
diantaranya adalah Saham dan produk bursa berjangka.
Bagaimana dengan forex trading? Karena tergolong sebagai produk investasi burasa
berjangka (index, komoditi dan forex), maka forex trading tergolong investasi yang sifatnya high
risk, high return. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi, tetapi keuntungan yang
didapat juga besar. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.
Beberapa faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai investasi pada forex trading :
Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
Arus dana sangat cepat (very liquid)
Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada
banyakn metode trading yang bagus namun tidak ada satu pun yang dapat
menjamin pasti untung 100%.
Forex trading bukanlah sebuah quick rich scheme yang dapat membuat Anda kaya
mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak. Itu mimpi! Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras.
Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan
finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading. Diperlukan kerja
keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan
harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai
dengan yang kit harapkan.
Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah
mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah ya.
Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus
memperbaiki dirinya.
Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di
forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita
yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan
manajemen resiko yang bisa Anda ambil :
1. Cut Loss
Cut loss merupakan kita menutup posisi yang merugi karena harga bergerak
berlawanan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Contoh kasus, katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open
Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik
melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak
misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa
daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga
bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan
tendensi turun.
Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami
margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point
(1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi
yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.
Tips untuk Anda:
Lakukan CUT LOSS apabila setelah analisa ulang, harga akan bergerak terus
menerus melawan posisi anda
Kalau ternyata keputusan anda dalam melakukan CUT LOSS BENAR, berarti anda
sudah mencegah diri dari kerugian yang lebih besar
Kalau ternyata keputusan anda dalam melakukan CUT LOSS SALAH, berarti anda
sudah mencegah diri dalam hal mengurangi kerugian saat ini (atau bahkan
mencapai profit). Ini berarti harga akan bergerak ke arah ekspektasi awal Anda.
Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan prediksi pertama, maka anda
akan menderita kerugian 2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga
3. Averaging
Averaging adalah membuka lagi posisi baru sesuai dengan posisi lama meskipun
saat ini harga bergerak berlawanan dengan keyakinan harga saat ini akan mengikuti
sesuai dengan prediksi kita.
Averaging diambil saat kita yakin bahwa perubahan harga yang berlawanan
dengan yang posisi yang dimiliki akan kembali berbalik sesuai prediksi semula dengan
mengambil posisi baru yang searah. Cara ini memerlukan modal ekstra untuk
mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan
harga pasar.
Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita
hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini
tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka
posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga
telah bergerak turun.
Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini
Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah
yang sama yaitu Open Buy kembali!
Mengapa demikian? Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan
mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya
sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga
ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan
melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.
Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan.
Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengatahui hal
diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita
dipastikan tidak pernah mengalami loss?
Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas
bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang
itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif
apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui
analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.
Masih banyak yang harus dipelajari dalam memasuki dan berinvestasi didunia
forex. Kita baru saja mempelajari bagian terluar dari investasi ini. Ikuti terus artikel yang
telah disediakan oleh BelajarForex guna memperdalam pengetahuan Anda. Ada beberapa
tips yang harus Anda ketahui untuk memulai investasi ini. Kami cantumkan pada link
berikutnya di website ini.
4. Cross Hedging
Hedging (Lindung Nilai) berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan
sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating tetap sama
Hedging atau Locking istilah ini diambil karena saat kita menggunakan teknik ini
posisi kita terkunci sehingga nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.
Secara logika, hedging ini sebenarnya tidak diperbolehkan karena berarti kita
bermain dengan diri kita sendiri. coba bayangkan pada saat yang sama anda melakukan
posisi buy 1 lot pada pasangan GBP/USD dan posisi sell 1 lot pada pasangan GBP/USD.
hal ini berarti profit anda di salah satu posisi merupakan kerugian anda pada posisi yang
lain. Adapun partner dari belajar forex tidak memperbolehkan hedging. apabila anda
melakukan posisi buy 1 lot pada pasangan GBP/USD dan kemudian posisi sell 1 lot pada
pasangan GBP/USD, maka hal ini berarti anda menutup posisi anda sendiri.
Berbeda dengan hedging, kalau Cross Hedging berarti kita membuka dua posisi yang
berlawanan terhadap pasangan mata uang yang berbeda akan tetapi masih serumpun.
Maksud serumpun di sini adalah trend pergerakan dari kedua pasangan mata uang
cenderung sama seperti: GBP/USD dengan EUR/USD ; AUD/USD dengan NZD/USD
Contoh Kasus
Mr.X memprediksi harga GBP/USD akan naik maka dia membuka posisi Buy dengan
harapan harga akan [Link] ternyata harga turun ..
Mr. X kembali menganalisa dan kesimpulannya: USD memang menguat tapi akan
melemah kembali (Harga GBP/USD memang akan turun tapi akan naik kembali)
Dia memutuskan
Menahan posisi Buy GBP/USDnya (tidak ditutup)
Membuka posisi baru Sell EUR/USD (supaya mendapatkan keuntungan saat EUR/USD
turun)
Nah perhatikan apa yang terjadi
Misalnya dia membeli 1 lot GBP/USD saat harga 1.9930 dan saat ini harga nya 1.9927,
sehingga kerugian 3 point (1.9927 - 1.9930) Kemudian saat itu juga dia membuka posisi
Sell 1 lot EUR/USD saat harga 1.5888.
Nah perhatikan kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9925 dan harga EUR/USD bergerak
ke 1.5900
Posisi Buy GBP/USD: 1.9925 - 1.9930 = -5 point (rugi)
Posisi Sell EUR/USD: 1.5900 - 1.5888 = 2 point (laba)
TOTAL Rugi Laba: -5 + 2 = -3point
Bagaimana kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9934 dan harga EUR/USD bergerak ke
1.5881
Posisi Buy GBP/USD: 1.9934 - 1.9930 = 4 point (laba)
Posisi Sell EUR/USD: 1.5881 - 1.5888 = -7 point (rugi)
TOTAL Rugi Laba: 4 + (-7) = -3point
Kesimpulannya: karena arah GBP/USD dan EUR/USD cenderung sama, maka total rugi
laba juga akan cenderung berada di -3 point
Kita lanjutkan ke kisah kita kembali nah kemudian harga EUR/USD bergerak ke 1.5880
maka Mr. X segera menutup posisi Sell EUR/USDnya yang dibuka dengan harga 1.5888
sehingga ia profit 8 point
Dan setelah beberapa saat Sesuai dengan prediksi Mr. X harga GBP/USD kembali
naik sampai 1.9936, maka dia menutup posisi Buynya yang dibuka pada harga 1.9930
sehingga ia profit 6 point.
Tips untuk Anda:
Cross hedging dapat digunakan untuk menganalisa dan menghasilkan profit
seperti contoh kasus di atas
Pergerakan pasangan mata uang yang serumpun tidak selalu searah. Terkadang
GBP/USD bergerak naik, namun EUR/USD bergerak turun. Hal ini mungkin
terjadi apabila mata uang GBP yang mengalami penguatan dan EUR mengalami
penurunan.
Pergerakan pasangan mata uang yang serumpun tidak selalu identik. Artinya
apabila GPB/USD menguat 5 point, tidak berarti bahwa EUR/USD juga pasti
menguat sebanyak 5 point.
Kelemahan Cross hedging:
1. Mata uang yang serumpun tidak selalu searah.
2. Kalaupun searah tidak identik. Berikut ini contohnya, misalkan hari ini GBP/USD
menguat sebesar 100 poin, EUR/USD juga menguat, tetapi hanya 50 poin. Artinya
keduanya sama-sama menguat tapi tidak identik sama (100 poin).
5. Stop Loss dan Limit
Artikel singkat ini akan membantu Anda bagaimana menempatkan "pagar" dalam
posisi Anda sehingga resiko yang mungkin terjadi dapat dibatasi sejauh kita mau. Begitu
juga dengan profit yang diperoleh dapat kita batasi. Alasan mengapa kita membatasi
profit disini adalah karena sifat dari mata uang itu sendiri yang sangat volatile/
berfluktuasi sehingga bisa saja posisi kita yang sekarang mengalami keuntungan berubah
menjadi merugi karena nila tukar sudah bergerak berbalik arah dari yang kita inginkan.
Sekarang bayangkan apabila Anda seorang karyawan kantoran dan juga
berinvestasi dalam forex trading. Katakanlah Anda bertrading pada malam hari dan di
siang harinya Anda harus bekerja dan tidak dapat memantau posisi trading Anda.
Bagaimana apabila ketika kita tidak sedang memantau posisi trading kita kemudian harga
bergerak berlawanan dengan posisi kita bahkan bergerak berlawanan terlalu jauh. Bisabisa terjadi margin call (ditutupnya posisi dalam keadaan merugi karena kurangnya
margin jaminan). Tentu saja hal ini sangat tidak kita inginkan.
Itulah sebabnya disediakan fasilitas "pagar" atau batas dalam platform forex
trading manapun. Gunanya untuk mencegah keadaan yang tidak terprediksi
mempengaruhi portfolio trading kita terlalu jauh. Kedua batas yang dimaksud
diistilahkan dengan Stop Loss dan Limit.
Stop merupakan batas kerugian yang bersedia kita tanggung sedangkan Limit
merupakan batas target keuntungan yang hendak kita ambil.
Misal Anda sudah membuka posisi Buy GBPUSD pada harga 1.6400.
Stop Loss ideal adalah 1.6350. (misal Anda hanya ingin menanggung kerugian 50
poin saja). Take Profit ideal adalaj 1.6420 - 1.6450 (misal Anda hanya ingin mendapat
keuntungan/profit 20 - 50 poin saja). Contoh untuk Open Sell : Sell USDJPY di 83.00
Contoh Stop Loss adalah di 83.50 & Take profit 82.50.
MINDSET
Cara pemahaman dan pola pikir (psikologi) seorang trader memegang peranan penting
dalam forex karena faktor ini akan mempengaruhi pola dan gaya yang diterapkannya dalam
trading. Semua trader di dunia mempunyai akses informasi dan data pergerakan pasar yang sama
dan real time dimanapun mereka berada. Akan tetapi, kenyataannya ada trader yang berhasil
memperoleh keuntungan dan selalu ada trader yang mengalami kerugian. Ada trader yang bisa
menikmati trading dengan santai dan memperoleh keuntungan dan sebaliknya ada juga trader
yang sibuk trading sepanjang hari dengan perasaan selalu dilanda kegelisahan dan ketakutan dan
tetap merugi.
Satu pertanyaan mendasar disini adalah faktor apa yang membedakan antara keduanya.
Trader yang bijak mengerti bahwa pasar forex bergerak sangat fluktuatif naik turun penuh
jebakan dan selalu berubah terus setiap waktu sehingga trading forex bukan hanya sekedar
menentukan BUY (beli) dan SELL (jual) melainkan memerlukan pemahaman yang mendalam
mengenai sifat gerakan pasar forex dan tingkat peluang dan resiko trading forex secara benar dan
proporsional sehingga setiap keputusan Buy atau Sell bukan terburu-buru dan semata-mata
didasarkan pada spekulasi atau menduga duga tetapi selalu dengan sabar dan mantap
menganalisa titik peluang entry BUY atau SELL dengan tingkat probabilitas untung yang tinggi
dan membatasi tingkat resiko yang sekecil kecilnya.
Hasil akhir trading dari hari ke hari bukanlah ditentukan oleh jumlah klik entry yang amat
banyak (belasan atau bahkan puluhan kali) tetapi banyak salah dan merugi melainkan selalu
amati dan analisa gerakan harga pasar dengan teliti dan sabar sebelum menentukan dan memilih
titik entry probabilitas tinggi walaupun hanya dua atau tiga entry dalam sehari tetapi banyak
tepat dan menguntungkan.
Trading bukanlah mengejar peluang tetapi menanti peluang dengan sabar dan mengambil
keuntungan dari tiap peluang yang lewat pada saat yang tepat. Pembentukan pola pikir (mindset
dan psikologi) yang benar adalah wajib untuk setiap trader sebagai langkah awal pendekatan
yang tepat menuju keberhasilan trading forex.
Martingale
Pada abad ke 18 seorang matematikawan Perancis bernama Paul Pierre Levy
menciptakan sebuah strategi untuk permainan judi yang ternyata memiliki rating sukses yang
cukup tinggi. Caranya adalah dengan melipat gandakan nilai taruhan setiap kali kita kalah
bertaruh. Idenya kita hanya membutuhkan satu kali menang untuk menutup semua kerugian kita.
Diatas kertas strategi ini sangat meyakinkan, tetapi dalam prakteknya bisa menyebabkan uang
kita ludes lebih cepat. Masalahnya adalah ketika terjadi kekalahan yang beruntun modal kita bisa
habis sebelum kita mengalami kemenangan.
Bila diterjemahkan dalam trading forex, resiko untuk trade berikutnya kita perbesar setiap
kali mengalami loss dengan penyesuaian pada position size-nya (ukuran lot, volume atau
quantity). Risk/reward dari strategi ini cenderung menerapkan ratio 1:1 karena pada intinya
metode ini adalah berusaha menutup kerugian secepat mungkin. Dengan demikian besarnya
resiko adalah 50% dari portofolio kita. Hal ini akan menyebabkan drawdown atau persentasi
kerugian kita tinggi.
Berikut ini contoh strategi martingale dalam trading yang bisa bekerja dengan efektif:
Diasumsikan balance awal kita $ 100, risk/reward ratio = 1:1, resiko awal $ 10 dan akan kita
gandakan
setiap
kali
mengalami
loss.
Trade pertama kita profit (win) sehingga balance kita bertambah menjadi $ 110. Dengan kondisi
yang sama pada trade yang ke 2 kita loss sehingga balance kita kembali lagi ke $ 100. Dengan
menggunakan strategi martingale, pada trade yang ke 3 resiko kita naikkan menjadi 2 kali, atau 2
x $ 10 = $ 20, risk/reward ratio tetap 1:1. Ternyata kita kembali loss sehingga balance kita
berkurang $ 20 menjadi $ 80. Pada trade yang ke 4 nilai resiko kembali kita naikkan 2 kali
menjadi 2 x $ 20 = $ 40 dan kita profit, sehingga balance kita bertambah $ 40 menjadi $ 120.
Contoh berikutnya adalah trading dengan strategi martingale yang berakhir tragis. Asumsi
balance awal, risk/reward ratio dan besarnya resiko sama dengan contoh sebelumnya.
Trade pertama kita loss sehingga balance kita menjadi $ 90. Dengan resiko $ 20 trade ke
2 juga loss dan balance kita menyusut lagi menjadi $ 70. Pada trade ke 3 resiko kita 2 x $20 = $
40 tetapi lagi lagi loss. Balance kita sekarang tinggal $ 70 - $ 40 = $ 30. Untuk menyesuaikan
position size dengan resiko 2 x $ 40 = $ 80 dana kita sudah tidak mencukupi lagi, dan kita
pertaruhkan sisa balance terakhir yang $ 30. Ternyata loss juga sehingga tamatlah account kita
alias game over.
Seperti kita lihat pada contoh terakhir, hanya dibutuhkan 4 kali trade saja untuk menguras
habis dana kita, oleh sebab itu banyak trader coach menganjurkan untuk menghindari
menggunakan strategi ini terutama bagi para trader pemula. Alasan utamanya adalah karena
dalam menentukan resiko sistem martingale ini menggunakan pola eksponensial.
Anti Martingale
Dari namanya, metode manajemen modal ini sudah menjelaskan posisinya. Secara
kontras dengan Martingale, Anti Martingale tidak akan menggandakan posisi ketika mengalami
kerugian. Penambahan hanya terjadi jika posisi dalam keadaan untung. Jadi, resiko manajemen
modal akan ditingkatkan sesuai dengan peningkatan keuntungan, tujuannya adalah agar
keuntungan yang dicapai semakin tinggi.
Keunggulan yang bisa kita ambil dari manajemen modal ini adalah potensi Anti
Martingale dalam menciptakan keuntungan bola salju. Semakin jauh perjalanan semakin besar
keuntungan. Namun penting untuk membatasi jumlah transaksi, karena satu trade dapat
mengakibatkan kerugian besar
Untuk contoh, simak tabel 2 dimana anda membatasi jumlah transaksi ke lima. Anda
membeli EUR/USD pada harga 1.2900 and menggandakan lot setiap kenaikan 50 pip sampai kali
kelima di level 1.3100 dengan jumlah lot 16. Setelah level ini, anda tidak akan menambah posisi,
kemanapun arah market, sehingga anda akan ada 31 lot sebagai posisi terbuka.
Cost Averaging
Definisi paling mudah bagi metode manajemen modal ini adalah menambah pada posisi rugi.
Sekilas, metode manajemen modal ini memiliki kemiripan yang sangat dengan Martingale
Averaging, karena keduanya menitik beratkan penambahan posisi pada saat transaksi
sebelumnya mengalami kerugian.
Namun agar lebih jelas, mari kita lihat contoh; Jika seorang trader bertransaksi EUR/USD dan
menggunakan metode Cost Averaging 20 poin, dalam 6 kali transaksi.
Pyramiding
Manajemen modal Pyramiding, adalah kebalikan secara total dari metode Cost Averaging. Yakni;
menambah pada posisi untung. Manajemen modal seorang trader mengalokasikan dananya
sebesar $10,000 untuk trading EUR/USD, dan membeli 2 lot diharga 1.2900, dan akan kembali
membeli 2 lot jika harga Euro mencapai 1.3000, dan seterusnya, maka Devy hanya
membutuhkan 5 kali transaksi dengan trend bergerak 400 poin untuk membuat return 200%.
Logika dibalik Pyramiding adalah jika pasar bergerak sesuai dengan yang diharapkan, maka
kemungkinan besar trend sedang terjadi. Dan tambahan posisi perlu dilakukan dengan harapan
pasar akan meneruskan arah sesuai dengan trend, dan manajemen modal ini bisa sangat powerful
dalam menciptakan keuntungan. Namun bagaimanapun, setiap metode manajemen modal
memiliki kelemahan tersendiri. Pyramiding bisa juga mengecewakan jika harga bergerak tidak
sesuai dengan perkiraan atau harapan sebelumnya.
Sebagai contoh manajemen modal, tabel 6 memperlihatkan bahwa untuk setiap peningkatan
$10,000 modal, satu lot ekstra dapat ditambah untuk trading, karena setiap lot membutuhkan
$1,000 sebagai margin. Jika modal meningkat ke $20,000, 2 lot dapat diperdagangkan. Jika
modal turun balik ke $10,000, hanya 1 lot diperbolehkan seperti sebelumnya. Semakin tinggi
modal, semakin tinggi lot
Equity Stop Stop yang paling sederhana. Pedagang hanya beresiko terhadap jumlah
yang telah ditetapkan account nya pada trading tunggal. Sebuah metrik yang umum
adalah resiko 2% dari account yang diberikan pada setiap trading. Pada account trading $
10.000, trader bisa risiko $ 200, atau sekitar 200 poin, pada satu lot mini (10.000 unit)
untuk EUR / USD, atau hanya 20 poin pada lot standar 100.000. Trader yang agresif
dapat mempertimbangkan untuk menggunakan berhenti pada ekuitas 5%, tapi perlu
dicatat bahwa nilai ini biasanya dianggap sebagai batas atas pengelolaan uang yang
bijaksana karena 10 trading yang salah berturut-turut akan penarikan account sebesar
50%.
Salah satu kritik yang kuat pada equity stop adalah bahwa tempat jalur keluar
semaunya ada pada trader. Trading ini dilikuidasi bukan sebagai hasil dari respon logis
untuk tindakan harga pasar, melainkan untuk memenuhi kontrol internal resiko trader.
Chart Stop - Analisis teknis dapat menghasilkan ribuan kemungkinan stop, didorong
oleh aksi harga grafik atau oleh berbagai sinyal indikator teknis. Secara tehnik, trader
yang berorientasi cenderung untuk menggabungkan exit point ini dengan standar equity
stop untuk merumuskan chart stop. Sebuah contoh klasik dari chart stop adalah ayunan
tinggi / titik rendah.
Volatility Stop Sebuah versi lebih canggih dari pada chart stop adalah menggunakan
volatilitas bukan tindakan harga untuk mengatur parameter risiko. Idenya adalah bahwa
dalam lingkungan volatilitas tinggi, ketika harga kisaran luas traverse, trader perlu
beradaptasi dengan kondisi sekarang dan membiarkan posisi ruang lebih untuk risiko
untuk menghindari dihentikan oleh votalitas intra-pasar. Sebaliknya berlaku bagi
lingkungan volatilitas yang rendah, di mana parameter risiko perlu dikompresi.
Salah satu cara mudah untuk mengukur volatilitas adalah melalui penggunaan Bollinger
band, yang menggunakan deviasi standar untuk mengukur variasi harga.
Perhatikan bahwa total eksposur risiko posisi tidak boleh melebihi 2% dari account,
sehingga sangat penting bahwa trader menggunakan banyak lot yang lebih kecil untuk
memperhitungkan dengan benar risiko kumulatif nya dalam trading.
Margin Stop Ini mungkin yang paling lazim dari semua strategi manajemen keuangan,
tetapi bisa menjadi metode yang efektif di forex, jika digunakan dengan bijaksana. Tidak
seperti pasar valuta, pasar forex beroperasi 24 jam sehari. Oleh karena itu, dealer forex
dapat melikuidasi posisi pelanggan mereka segera setelah mereka memicu margin call.
Untuk alasan ini, pelanggan forex jarang dalam menghasilkan saldo negatif dalam
account mereka, karena komputer secara otomatis menutup semua posisi.
Strategi manajemen keuangan membutuhkan trader untuk membagi modal nya menjadi
10 bagian yang sama. Dalam $ 10.000 misalnya, trader akan membuka account dengan
agen forex namun hanya mentransfernya 1.000 $ bukan $ 10.000, menyisakan 9.000 $
lainnya di account bank-nya. Kebanyakan forex dealer menawarkan leverage 100:1,
maka deposit $ 1.000 akan memungkinkan trader untuk mengendalikan satu standar
100.000 unit-lot . Namun, bahkan pergerakan 1 poin yang melawan trader itu akan dapat
memicu margin call (karena $ 1.000 adalah modal minimum yang dibutuhkan). Jadi,
tergantung pada toleransi risiko trader, dia dapat memilih untuk trading posisi banyak
50.000 unit-lot, yang memungkinkan dia atau mendapatkan ruang selama hampir 100
poin (pada lot 50.000 dealer membutuhkan $ 500 untuk margin, jadi $ 1.000 100 poin
banyak kerugian * 50.000 = $ 500). Terlepas dari berapa banyak leverage yang
diasumsikan para trader, kendali parsing modal ini secara spekulatif akan mencegah
trader dari kehilangan account nya hanya dalam satu kali trading dan akan mengizinkan
dia untuk mengambil banyak posisi yang berpotensi menguntungkan di set-up tanpa
khawatir atau mengurus pengaturan stop secara manual. Bagi trader yang ingin
mempraktekkan style telah banyak, bertaruh banyak, pendekatan ini mungkin cukup
menarik.
Kesimpulan
Seperti yang Anda lihat, pengelolaan keuangan di forex adalah sesuatu yang fleksibel dan
beragam seperti pasar itu sendiri. Satu-satunya aturan universal adalah bahwa semua
pedagang di pasar ini harus mempraktekkan beberapa bentuk itu untuk berhasil. Sejauh
ini money management adalah komponen yang paling penting dari sistem trading. Inti
money management adalah pengendalian resiko, dan strategi money management yang
baik adalah jika resiko bisa ditekan serendah mungkin dengan output yang maksimal.
Dalam trading forex money management tidak semudah yang dibayangkan karena faktor
resiko di pasar jenis ini memang sangat tinggi.