Pengenalan Alat Gali-Muat Tambang
Pengenalan Alat Gali-Muat Tambang
1. Nomor Percobaan : 1
2. Judul Percobaan : Pengenalan Alat Mekanis Tambang
3. Tujuan Praktikuk : agar mahasiswa dapat lebih mengetahui alat-alat yang di gunakan
dalam pertambang itu sendiri dan dapat membedakan fungsi-fungsi dari setiap alat
tersebut, agara dapat digunakan dengan baik dan benar
4. Alar dan Bahan :
2 Buah Kardus
Pengaris
Pensil
Gunting dan lem
Kertas
=
=
=
=
=
5. Prosedur Percobaan
Mahasiswa diberikan soal
Mahasiswa mengajarkan soal
Asisten dosen menjelaskan
Pemberian soal
6. Dasar Teori
PENGELOMPOKKAN ALAT MEKANIS
ALAT GALI-MUAT: alat yang digunakan untuk menggali bahan galian lunak atau hasil
peledakan dan sekaligus memuatnya ke alat angkut
ALAT ANGKUT: alat yang digunakan untuk mengangkut bahan galian dari lokasi
tambang ke proses berikutnya, misalnya crushing plant, pabrik pengolahan bahan galian,
atau langsung ke konsumen
ALAT BANTU/PENUNJANG: alat untuk membantu kelancaran proses produksi, misalnya
alat pemelihara kondisi jalan, pengupas soil, penyebar bahan galian atau limbah (waste),
dll.
A. Alat gali
Yang termasuk dalam kelompok alat gali , yaitu :
- Power shovel
- Dragline
- Excavator Backhoe
- Front-end loader/Wheel Loader
- Track Loader/Shovel Loader
- Bucket Wheel Excavator (BWE)
- Clamshell
- Overhead Shovel Loader
- Continuous Loader
- Bucket Chain Excavator (BCE)
1. Backhoe (pull shovel)
Backhoe sering juga disebut pull shovel, adalah alat dari golongan shovel yang
khusus dibuat untuk menggali material di bawah permukaan tanah atau di bawah tempat
kedudukan alatnya. Galian di bawah permukaan ini misalnya parit, lubang untuk pondasi
bangunan, lubang galian pipa dan sebagainya.
Keuntungan beckhoe ini jika dibandingkan dregline dan clamshell ialah karena
beckhoe dapat menggali sambil mengatur dalamnya galian yang lebih baik. Karena
jangkauan konstruksinya, beckhoe ini lebih menguntungkan untuk penggalian dengan
jarak dekat dan memuat hasil galian ke truk. Tipe backhoe dibedakan dalam beberapa hal
antara lain dari alat kendali dan under carriage nya. Menurut alat kendali:
2. Power Sovhel
Dengan memberikan shovel attachment pada excavator, maka didapatkan alat
yang disebut dengan power shovel. Alat ini baik untuk pekerjaan menggali tanah tanpa
bantuan alat lain, dan sekaligus memuatkan ke dalam truk atau alat angkut lainnya. Alat
ini juga dapat untuk membuat timbunan bahan persediaan (stock pilling).
Pada umumnya power shovel ini dipasang di atas crawler mounted, karena
diperoleh keuntungan yang besar antara lain stabilitas dan kemampuan floatingnya.
Power shovel di lapangan digunakan terutama untuk menggali tebing yang letaknya lebih
tinggi dari tempat kedudukan alat. Macam shovel dibedakan dalam dua hal, ialah shovel
dengan kendali kabel (cable controlled), dan shovel dengan kendali hidrolis (hydraulic
controlled).
Cara Kerja/Power Shovel Pada dasarnya gerakan-gerakan selama bekerja dengan shovel
ialah:
Power shovel
3. Dragline
Dragline adalah alat untuk menggali tanah dan memuatkan pada alat-alat angkut.
Pada umumnya power shovel sampai dengan kapasitas 2.5 cu-yd dapat diubah menjadi
dragline, dengan melepas boom shovel diganti boom dan bucket dragline. Untuk
beberapa proyek. power shovel atau dragline digunakan untuk menggali, tetapi dalam
beberapa hal, dragline mempunyai keuntungan yang umumnya disebabkan oleh keadaan
medan dan bahan yang perlu digali.
Dragline sangat baik untuk penggalian pada parit-parit, sungai yang tebingnya
curam, sehingga kendaraan angkut tidak periu masuk ke lokasi penggalian. Satu kerugian
dalam menggunakan dragline untuk menggali ialah produksinya yang rendah, antara
70% 80% dibandingkan dengan power shovel untuk ukuran yang sama.
Macam dragline ada tiga tipe ialah crawler mounted, wheel mounted dan truck
mounted. Crawler mounted digunakan pada tanah-tanah yang mempunyai daya dukung
kecil sehingga floating-nya besar, tetapl kecepatan geraknya rendah dan biasanya
diperlukan bantuan alat angkut untuk membawa alat sampai ke lokasi pekerjaan.
sehingga bucket terangkat lepas dari permukaan tanah (agar muatan tidak tumpah)
Kemudian dilakukan swing menuju tempat (dump)nya material dari bucket
truk ditempatkan sedemikian rupa sehingga swing tidak melewati kabin truk
Jika bucket sudah ada di atas badan truk, drag cable dikendrokan bucket akan
terjungkir ke bawah dan muatan tertuang.
Dregline
4. CLAMSHELL
Clamshell adalah alat gali yang mirip dengan dragline yang hanya tinggal
mengganti bucketnya saja. Clamshell terutama digunakan untuk mengerjakan bahanbahan lepas, seperti pasir, kerikil, lumpur dan lain-lainnya. Batu pecah dan batubara
dapat juga diangkut secara massa oleh clamshell. Clamshell bekerja dengan mengisi
bucket,
mengangkat
mengangkutnya
ke
secara
tempat
vertikal
yang
ke
atas,
dikehendaki
kemudian
di
gerakan
sekelilingnya
untuk
swing
dan
kemudian
ditumpahkan ke dalam truk, atau alat-alat angkut lain, atau hanya menimbun saja.
Karena cara mengangkat dan membuang muatan vertikal, maka clamshell cocok untuk
pekerjaan pengisian pada hopper yang lebih tinggi letaknya.
Bucket Clamshell
Bucket clamshell yang digunakan terdapat dalam berbagai ukuran, mempunyai dua
macam bucket yakni :
Heavy duty bucket, yang dilengkapi dengan gigi yang dapat dilepas, digunakan
untuk penggalian
Light duty bucket, untuk mengangkat bahan ringan, tanpa dilengkapi oleh gigigigi.
Water level capasity adalah kapasitas bucket dimana bucket terendam air
Attachment yang penting kita ketahui adalah crane, dipper shovel, backhoe,
dragline dan clamshell. Bagian bawah excavator ini ada yang digunakan roda rantai
(track/crawler) dan ada yang dipasang di atas truk (truck mounted). Umumnya excavator
mempunyai tiga pasang mesin pengerak pokok yaitu :
Penggerak untuk
mengendalikan
attachment,
misalnya untuk
gerakan
lain
Excavator adalah alat yang bekerjanya berputar bagian atasnya pada sumbu
vertikal di antara sistem roda-rodanya, sehingga excavator yang beroda ban (truck
mounted), pada kedudukan arah kerja attachment tidak searah dengan sumbu
memanjang sistem roda-roda, sering terjadi proyeksi pusat berat alat yang dimuati
berada di luar pusat berat dari sistem kendaraan, sehingga dapat menyebabkan alat
berat tergulmg. Untuk mengurangi kemungkinan terguling ini diberikan alat yang disebut
out-triggers.
B. Alat Angkut
yang termasuk alat angkut yaitu :
Truk Jungkit (Dump Truck& High Dump Truck)
(500 meter - up). Muatannya diisikan oleh alat pemuat, sedangkan untuk membongkar
muatannya ia dapat bekerja sendiri.
Dump Truck
Alat yang dapat memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh
(500 meter - up). Muatannya diisikan oleh alat pemuat, sedangkan untuk membongkar
muatannya ia dapat bekerja sendiri. Dump truck ada dua golongan ditinjau dari besar
muatannya :
-
Whell Loader
Metode pemuatan pada alat pemuat/loader baik track shovel maupun wheel loader ada 3
macam :
I Shape/cross loading
V shape loading
Pass loading dan metode lain yang jarang digunakan adalah load and carry.
Kelebihan wheel loader mobilitasnya tinggi dan manuver daerah pemuatan loading point
lebih sempit dibanding dengan track shovel dan kerusakan permukaan loading point lebih
kecil karena menggunakan ban karet. Alat pemuat tersebut di atas dalam menempatkan
muatan kedalam dump truck kurang bisa merata, sehingga kadang-kadang bisa miring,
faktor ini sangat dipengaruhi oleh skill operator.
2. Alat Pemadat
Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu
dilakukan [Link] juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan
tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan [Link] termasuk
sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic-tired roller, compactor, dan lainlain.
Compactor
Alat ini berguna untuk memadatkan tanah atau material, sehingga tercapai
tingkat kepadatan yang [Link] roda bisa dari besi seluruhnya atau ditambahkan
pemberat berupa air atau pasir, bisa terbuat dari karet (berupa roda ban), ada yang
berbentuk kaki kambing (sheep foot). Ada yang ditarik dengan alat penarik seperti
bulldozer, ada yang menggunakan mesin penarik sendiri, yang ukuran kecil bisa
menggunakan tangan dengan mengendalikannya kearah yang akan dipadatkan. Untuk
pemadatan peragaspalan biasanya menggunakan road roller, tire roller atau drum roller,
tetapi untuk pemadatan tanah biasanya menggunakan sheep foot roller / drum roller.
Compactor
3. Bulldozer
Bulldozer merupakan alat utama yang digunakan untuk melakukan
pekerjaan menggaru (ripping) dan mendorong material agar memudahkan
pekerjaan alat hydraulic excavator untuk memuat material overburden maupun
batubara ke alat angkut.
Pekerjaan yang dapat dilakukan oleh Bulldozer ini antara lain :
1.
2.
Perintisan
(Pioneering),
merupakan
kelanjutan
dari
Mendorong
tanah
ketempat
tertentu,
misalnya
Menyebarkan
material
10
ke
tempat-tempat
tertentu
5.
Penimbunan
kembali,
yaitu
penimbunan
kembali
Menggaru
menggaru
merupakan
(ripping)
proses
lapisan
peretakkan
material,
untuk
pekerjaan
mempermudah
Bulldozer
4. Grader
Pada musim hujan, jalan tambang menjadi licin dan akan menghambat
aktifitas penambangan serta beresiko terjadinya kecelakaan, untuk mengurangi
dampak atau akibat tersebut maka digunakan alat Grader untuk merawat dan
meratakan jalan di sekitar areal tambang.
Grader
Pemindahan Tanah Mekanis
11
5. Water truck
Water truck digunakan pada saat musim kemarau, karena pada musim
kemarau jalan sangat kering dan berdebu sehingga sangat mengganggu aktifitas
penambangan dan menggangu pandangan operator oleh karena itu kita
membutuhkan water truck yang berfungsi untuk mengurangi debu-debu di
tambang dengan cara menyemprotkan air ke jalan-jalan tambang.
Water Truck
12
Crawler Crane
b. Alat Statis
Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton
maupun untuk aspal serta crusher plant.
13
7. Contoh Soal
Berikan atau tulislah nama nama alat di bawah ini beserta fungsi fungsinya?
14
15
16
17
Kapasitas Wadah
1. Nomor percobaan
:2
mepermudah
mahasiswa
untuk
memahami
metode
perhitungan kapasitas
wadah
4. Alat & Bahan
Kalkuator
Alat tulis
Lembar kerja
5. Prosedur
:
-
Asisten akan memberi contoh soal sebagai responsi yang akan ditulis
dan diselesaikan dalam lembar kerja yg diberikan oleh asisten
Setelah selesai, contoh soal tadi akan dibahas dan mahasiwa akan
diberi tahu cara penyelesaian soal dengan benar
6. Dasar Teori
Setiap macam batuan atau tanah pada dasarnya memiliki sifat fisik dan
mineralogi yang berbeda yang akan memepengaruhi perubahan volume baik saat di
gali(dug),
dikupas
(stripped),
ditimbun,
dikoyak
(ripped),
maupun
saat
di
ratakan/padatkan.
Pengembangan material merupakan penambahan atu pengurangan volume
material ( tanah ) yang diganggu dari bentuk aslinya. Dari faktor tersebut ada tiga
keadaan seperti pada gambar
18
Keadaan
asli
bank
condition )
Merupakan keadaan asli yang masih alami dan butiran yang terkandung masih
terkonsolidasi dengan baik. Dinyatakan dalam ukuran Bank Cubic Mater (BCM) dengan
rumus :
Keterangan:
Sweel factor
Vb
Vl
vb
:
Sweel Facktor=
: volume bank (BCM)
vl
: volume loose (LCM)
x 100
Keterangan
Vl
Vb
%Sweel Factor=
vl
1 x 100
vb
perubahan volume akibat penyusutan rongga udara diantara pertikel tanah. Dinyatakan
dalam Compact Moisture atau Compact Cubic Meter (CCM).
Keterangan
Vc
Vb
Faktor Penyusutan= 1
: volume compack (CCM)
: volume bank (BCM)
vc
x 100
vb
-Kapasitas Wadah
Kapasitas wadah merupakan kemampuan bucket (digunakan untuk Excavator & Dumt
Truck ) untuk menampung galian. Kapasitas wadah bisa dikatakan kapasitas bilah/
19
kapasitas bucket (digunakan untuk Excavator & Dumt Truck ) / kapasitas Blade
( digunakan untuk bulldozer ) / kapasitas Dipper (digunakan untuk Power Shovel ),
dengan menggunakan perthitungan sebagai berikut:
Keterangan
Kb
: kapasitas bucket (LCM)
Keterangan
Kb
kb=kapasitas
real
x swell facktor
loose
- Fill Facktor
Fill factor merupakan faktor koreksi, dimana digunakan untuk mendapatkan hasil
perhitungan kapasitas wadah mendekati kapasitas real. Karena tidak memungkinkan
untuk menghitung langsung dari bucket yang ditimbang maka dapat menggunkan
faktor koreksi ini dengan rumus:
Fill factor =
Keterangan
Fill factor
: faktor koreksi
kb real
kb munjung
kb real
x 100
kb munjung
20
7. Contoh soal
a) berapa kapasitas bucket backhoe jika
-
b) Berapa kapasitas Blade Bulldozer jika tingginya 1,4 meter, lebarnya 1,2 meter,
dan panjang 3 meter dengan faktor bilah 0,9??...
c) Berapa kapasitas real jika kapasitas peres 10 m3 dan fill facktor 0,70?...
d) Berapa kapasitas bak Dumt Truck jika diketahui kapasitas bucket backhoe 1,5 m3
(loose) dan pengisian selama 5 kali?...
e) Berapa kapasitas bak Dumt Truck
3
21
Effesiensi Kerja
1. No Percobaan
: 3 Tiga
2. Nama Percobaan
: Effisiensi Kerja
3. Tujuan
: Lembar Kerja
: Alat Tulis dan Kalkulator
: Pensil Warna
5. Prosedur Praktikum
Pertama Praktikan Mengisi Tabel Distribusi Waktu kerja
Kedua Praktikan Menghitung Waktu Kerja Produktif
Ketiga Praktikan Menghitung Waktu Hambatan Kerja
Keempat Praktikan Menghitung Effisiensi Kerja
Kelima Praktikan Mempresentasikan Hasil Perhitungan Effisiensi Kerja
Keenam Praktikan Memberikan Solusi dan Saran
6. Dasar Teori
Efisiensi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam suatu pekerjaan khususnya
dalam industri pertambangan yang memerlukan distribusi waktu kerja yang tepat
sehingga menghasilkan efisiensi kerja tinggi.
Efisiensi dapat didefinisikan sebagai usaha mencapai prestasi dengan menggunakan
kemungkinan yang tersedia (material, mesin, dan manusia), dalam batas waktu yang
ditentukan. Dalam industri pertambangan batubara efisiensi kerja yang tinggi mutlak
diperlukan guna menjaga stabiltas perusahaan, effisiensi kerja yang tinggi tidak terlepas
dari sistem manajemen perusahaan, semakin tinggi efisiensi kerja dalam suatu
perusahaan maka dapat dikatan bahwa perusahaan tersebut menerapkan sistem
manajemen perusahaan yang baik sehingga setiap target yang ditetapkan oleh
perusahaan dapat tercapai dengan lancar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi
efisiensi kerja antara lain :
Waktu kerja produktif
Waktu hambatan kerja
A. Efisiensi kerja
Menghitung nilai efisiensi kerja dapat mengunakan rumus
Eff Kerja
22
Hujan
Alat rusak
D. Waktu lain-lain
Waktu lain-lain dapat didefenisikan sebagai waktu yang tidak dipengaruhi oleh situasi
dan kondisi bisa dihindari ataupun tidak bisa dihindari contohnya adalah :
-
Istirahat
Isi bensin
Avaibility Index
Adalah suatu cara untuk mengetahui
persamaan yang digunakan adalah :
AI =
W
100
Wi+ R
Dimana :
AI
= Avibility index
23
Wi
Physical Avaibility
Adalah catatan keadaan fisik dari alat mekanis yang sedang digunakan, persamaan
yang digunakan adalah :
PI =
W +S
100
W + R+ S
Dimana :
PI
= Avibility index
Use Of Avaibility
Adalah persentase jam kerja produktif alat terhadap kondisi fisik alat, persamaan
yang digunakan adalah :
UA=
W
100
W +S
Dimana :
UA
= Use of avibility
W+S
Effective Utilization
Adalah persentase waktu kerja efektif dari suatu alat mekanis, persamaan yang
digunakan adalah :
EU =
W +S
100
W + R+ S+T
Dimana :
EU
= Efective utilization
W+R+S+T
24
LEMBAR KERJA
Nama Praktikan
NPM
:
1. Klasifikasikan jam kerja excavator backhoe (Over Burden) di bawah ini lalu hitung
waktu kerja produktif, waktu hambatan kerja dan effisiensi kerja dengan waktu kerja
tersedia 10 jam dengan rincian kegiatan mengali over burden 60 %, pindah lokasi 6%,
istirahat 12%, stand by hujan 18 % dan isi bensin 4% lalu buatlah diagram distribusi
jam kerja alat mekanis tsb.
25
LEMBAR KERJA
Nama Praktikan
NPM
:
2. Klasifikasikan jam kerja power shovel (Batubara) di bawah ini lalu hitung waktu kerja
produktif, waktu hambatan kerja dan effisiensi kerja dengan waktu kerja tersedia 10
jam dengan rincian kegiatan mengali batubara 55%, pindah lokasi 11%, istirahat 3%,
rusak 18%, ganti oli 13% lalu buatlah diagram distribusi jam kerja alat tsb.
26
1. No Percobaan
:4
2. Nama Percobaan
3. Tujuan Praktikum
27
Untuk mengetahui waktu edar (CT) alat gali muat (excavator), alat angkut
(Dumpt truck) dan waktu edar untuk Bulldozer
Miniatur alat gali muat (Excavator) dan alat angkut (Dump Truck) serta
Bulldozer
Stopwacth
5. Prosedur Percobaan :
A. Praktik
Peragakan pergerakan cycle time baik dari alat gali muat dan alat angkut
serta Bulldozer
B. Mengamati video
Dan lakukan sampai berulang kali minimal 20 data Excavator dan 5 data
Dump Truck.
28
6. Dasar teori
Waktu Edar (Cycle time)
Siklus pekerjaan dalam pemidahan material merupaka
Excavator backhoe
=-
Dump Truck
Bulldozer
Excavator bckhoe
Dump Truck
29
waktu
A. waktu Digging
[Link] loading
1. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi waktu edar alat gali muat, yaitu :
a. Penggalian
Apabila excavator menggali terlalu jauh, maka akan dapat menambah
waktu edar untuk pemuatan, sebab untuk menarik bucket yang menjangkau
terlalu jauh akan membutuhkan waktu lebih lama.
b. Pengaturan posisi alat gali muat
Posisi excavator terkadang tidak tepat terhadap alat angkut sehingga
diperlukan waktu untuk mengatur posisi terlebih dahulu sebelum menggali dan
memuat material.
c. Sudut swing
30
a. Top Loading
31
Kedudukan alat muat lebih tinggi dari bak truck jungkit (alat muat berada diatas
tumpukkan material atau berada diatas jenjang). Cara ini hanya dipakai pada alat muat
backhoe. Selain itu operator lebih leluasa untuk melihat bak dan menempatkan material.
b. Bottom Loading
Ketinggian atau letak alat angkut dan truck jungkit adalah sama. Cara ini dipakai
pada alat muat power shovel.
3.2.
Single Back Up
Yaitu truk memposisikan diri untuk dimuati pada satu tempat, sedangkan truk
berikutnya menunggu truk pertama dimuati sampai penuh, setelah truk pertama
berangkat truk kedua memposisikan diri untuk dimuati, sedangkan truk ketiga menunggu
dan begitu seterusnya.
Double Back Up
Yaitu truk memposisikan diri untuk dimuati pada dua tempat, kemudian backhoe
mengisi salah satu truk sampai penuh, setelah itu mengisi truk kedua yang sudah
memposisikan diri di sisi lain sementara truk kedua diisi, truk ketiga memposisikan diri di
tempat yang sama dengan truk pertama dan seterusnya.
32
Jika
ada
hauling kosong
waktu loading
waktu dumping
33
Berat muatan
Berat muatan mempengaruhi pergerakan alat angkut untuk melakukan hauling.
Karena beban yang dihasilkan oleh muatan ini memperlambat laju dari alat angkut.
34
Waktu maju
Waktu pindah
gigi
waktu mundur
Waktu pindah
gigi
35
+
Mundur
Waktu
Tunggu
Loading
Hauling
Manuver +
Dumpin
Waktu
Waktu
Mundur
Kembali
Edar
30
161
317
30
39
260
837
33
174
305
22
35
269
838
34
165
315
14
39
295
862
20
151
320
15
40
285
831
24
175
304
13
41
278
835
21
173
310
21
38
286
849
27
167
335
25
39
280
873
21
171
370
22
41
263
888
21
165
314
24
38
279
841
10
22
171
325
26
44
273
861
11
25
160
317
24
39
297
862
12
37
150
308
24
37
291
847
13
28
163
315
35
43
269
853
14
24
159
309
27
42
295
856
15
21
163
318
28
39
289
858
36
= 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 15
= 1 + 3,3 (1,176)
= 4,88
= 5 kelas
XmaxXmin
K
888831
5
57
5
= 11,4
NILAI TENGAH
FREKUENSI
(Xi)
(Fi)
Xi*Fi
831 842,4
836,7
4183,5
842,5 853,9
848,2
2544,6
854 865,4
859,7
4298,5
865,5 876,9
871,2
871,2
877 888,4
882,7
882,7
15
12780,
JUMLAH
37
XiFi
Fi
14,20
no
Manuver
+
Mundur
Waktu
Tunggu /
Hambata
n
Loading
Hauling
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Nama :
NPM
38
Manuver +
Mundur
Dumpin
g
Waktu
Kembali
Waktu
Edar
Manuver
Loading
Hauling
Manuver +
Dumpin
Waktu
Waktu
Mundur
Kembali
Edar
Mundur
1
3
4
5
6
7
8
9
10
39
No
Digging
Swing
Hambatan
Kosong
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Loadin
40
Swing Isi
Waktu Edar
No
Digging
Swing
Loading
Kosong
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
41
Swing Isi
Waktu Edar
7. Tugas
42
1. Nomor Percobaan
2. Nama Percobaan
3. Tujuan Praktikum
5
Match Factor (Faktor Keserasian)
Untuk menghitung nilai keserasian antara alat gali-muat dan alat angkut.
Untuk menghitung waktu tunggu dari alat gali muat dan alat angkut
4. Alat dan Bahan yang digunakan : Modul Praktikum, Kalkulator, Alat Tulis, Lembar
Kerja
5. Prosedur Percobaan
6. Dasar Teori
A. Faktor Keselarasan Kerja (Match Factor)
Untuk mendapatkan hubungan kerja yang serasi antara alat galimuat dan
alat angkut, maka produksi alat gali muat harus sesuai dengan produksi alat
angkut. Faktor keserasian alat gali muat dan alat angkut yang dinyatakan
dengan match factor. Menurut para ahli (Hartman. 1992), faktor keselarasan kerja
antara alat gali muat dengan alat angkut dihitung dengan persamaan sebagai
berikut :
Produksi alat gali muat = Produksi alat angkut
Sehingga perbandingan antara alat angkut dan alat gali muat mempunyai
nilai sama dengan satu.
43
1=
1=
n Ctm merupakan waktu yang dibutuhkan oleh alat gali muat untuk mengisi
penuh satu unit alat angkut (Ctm). Sehingga persamaannya menjadi :
MF =
Na x CTm
Nm x CTa ..................................................... ( 1 )
Keterangan :
Na
CTm
Nm
Cta
MF =
.........................................
(2)
Keterangan :
MF : Faktor keselarasan (match factor)
Na
Nm
Cta
Ctm
CTm
44
1. MF < 1
Artinya alat gali muat bekerja kurang dari 100% dan alat angkut bekerja
100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat galimuat.
2. MF = 1
Artinya alat gali muat dan alat angkut bekerja 100% sehingga tidak terjadi
waktu tunggu bagi kedua alat itu.
3. MF > 1
Artinya alat gali muat bekerja 100% dan alat angkut
= 12 menit
CTm
= n x CTm
= 5 x 0.4 menit
= 2 menit
Na
= 8 unit
Nm
= 1 unit
Dit : MF
Jawab :
MF =
Na x CTm
Nm x CTa
8x2
1 x 16
16
16
=1
Jadi, jumlah MF = 1 artinya alat gali muat dan alat angkut bekerja 100%
sehingga tidak terjadi waktu tunggu bagi kedua alat itu.
B. Waktu Tunggu Alat Muat dan Alat Angkut
Apabila nilai match factor kurang atau lebih dari satu maka akan terjadi
waktu tunggu untuk alat muat atau alat angkut yang menyebabkan terhambatnya
waktu produksimaka diperoleh pula rumus Turunan untuk mendapatkan waktu
tunggu alat muat ataupun waktu tunggu alat angkut adalah sebagai berikut :
45
Na x (CTm+Tm)
Nm x CTa
Nm x CTa = Na x (CTm + Tm )
Nm x CTa
Na
= ( CTm + Tm )
Tm =
Nm x CTa
Na
CTm .....................................................( 3 )
Keterangan :
Tm
Dan untuk Waktu Tunggu Alat Angkut rumus turunannya adalah sebagai berikut :
Na x CTm
Nm x (CTa+Ta)
Nm x ( Cta + Ta ) = Na x CTm
CTa + Ta =
Na x CTm
Nm
Na x CTm
Nm
Cta ..................................................................( 4 )
Keterangan :
Ta
Contoh :
Di suatu pit penambangan terdapat 6 unit Dump truck dan 1 unit excavator back
hoe dengan CT setiap alat angkut adalah 18 menit dan CT back hoe adalah 0,4
46
menit dengan setiap satu pengisian dump truck adalah sebanyak 5 kali. Hitunglah
waktu tunggu alat muat atau alat angkut nya ?
Dik
: Cta
= 18 menit
CTm = n x CTm
= 5 x 0,4 menit
= 2 menit
Dit
Nm
= 1 unit
Na
= 6 unit
Jawab :
Na x CTm
Nm x CTa
MF =
6x2
1 x 18
12
18
= 0,6
MF < 1 artinya alat gali muat bekerja kurang dari 100% dan alat angkut bekerja
100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat galimuat.
Tm =
Nm x CTa
Na
=
CTm
1 x 18
6
18
6
=3-2
= 1 menit
Jadi, waktu tunggu untuk alat gali-muat adalah 1 menit.
C. Penambahan atau Pengurangan Alat Angkut
Apabila terjadi waktu tunggu untuk alat muat ataupun alat angkut artinya harus
dilakukan penambahan atau pengurangan dari alat angkut tersebut berikut
Turunan rumus untuk mendapatkan cara penambahan alat angkut atau pun
pengurangannya :
( Na+ A ) x CTm
Nm x CTa
Pemindahan Tanah Mekanis
47
Nm x CTa
CTm
Na + A =
Nm x CTa
CTm
Na ...................................( 5 )
Nm x CTa
CTm
= Na -
..................................... ( 6 )
Keterangan :
+A
-A
Contoh :
Di suatu pit penambangan terdapat 14 unit Dump truck dan 1 unit excavator back
hoe dengan CT setiap alat angkut adalah 18 menit dan CT back hoe adalah 0,2
menit dengan setiap satu pengisian dump truck adalah sebanyak 5 kali. Hitunglah
berapa jumlah penambahan atau pengurangan untuk alat angkut nya ?
Dik
: Cta
= 18 menit
CTm = n x CTm
= 5 x 0,2 menit
= 1 menit
Dit
Nm
= 1 unit
Na
= 14 unit
Jawab :
MF =
CTm x Na
CTa x Nm
1 x 14
18 x 1
48
14
18
= 0,7
MF < 1 artinyaalat gali muat bekerja kurang dari 100% dan alat angkut bekerja
100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat galimuat, berarti harus dilakukan
penambahan untuk alat angkut.
+A =
Nm x CTa
CTm
Na
1 x 18
14
1
18
1
14
= 18 14
= 4
CTm x Na
CTa x Nm
1 x 18
18 x 1
18
18
=1
MF = 1 Artinya alat gali muat dan alat angkut bekerja 100% sehingga
tidak terjadi waktu tunggu bagi kedua alat itu.
D. Penambahan atau Pengurangan Alat Gali-Muat
Turunan rumus untuk mendapatkan cara penambahan alat Gali- Muat atau pun
pengurangannya adalah sebagai berikut :
Na x CTm
( Nm+ M ) x CTa
Na x CTm = ( Nm + M ) x Cta
Na x CTm
CTa
49
= Nm + M
Na x CTm
CTa
+M =
Nm
.....................................
(7)
Na x CTm
CTa
........................................(
8)
Keterangan :
+M
-M
Contoh :
: Cta
= 15 menit
CTm = n x CTm
= 5 x 0,4 menit
= 2 menit
Dit
Nm
= 1 unit
Na
= 18 unit
Jawab :
MF =
CTm x Na
Cta x Nm
50
2 x 18
15 x 1
30
15
=2
MF > 1 Artinya alat gali muat bekerja 100% dan alat angkut bekerja kurang dari
100% sehingga terjadi antrian. Berarti harus menambahkan alat muat.
Na x CTm
CTa
+M =
15 x 2
15
30
15
Nm
=21
=1
Agar menjadi ideal maka harus ditambahkan 1 unit alat muat lagi.
7. Contoh Soal
a. Diketahui CT Dump Truck 4 menit dan CT back hoe 0,2 menit, jumlah Dump Truck
yang digunakan 4 buah dan pengisian yang dilakukan oleh back hoe u setiap
dump truck adalah 4 kali Berapa lama alat muat atau alat angkut harus
menunggu? dan berapa jumlah ideal Dump Truck atau back hoe nya?
Diketahui : Cta = 4 menit
CTm = n x CTm
= 4 x 0,2
= 0,8 menit
Na = 4 unit
Nm = 1 unit
Dit : a. Tm ?
51
CTm x Na
Cta x Nm
MF =
0.8 x 4
4x1
3.2
4
= 0.8
Jadi, nilai match factor nya < 1 berarti alat gali muat bekerja kurang dari 100%
dan alat angkut bekerja 100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat galimuat.
Setelah mendapat nilai MF nya kemudian dapat diketahui bahwa yang selanjutnya akan
dihitung adalah Waktu tunggu bagi Alat Gali- Muat
Nm x CTa
Na
Tm =
1x4
4
4
4
CTm
0.8
0.8
= 1- 0.8
= 0.2 menit
Ketika alat gali-muat menunggu berarti yang harus dilakukan adalah penambahan dari
alat angkut .
+A =
Nm x CTa
CTm
1x4
0.8 4
4
0.8
Na
=54
52
=1
Jadi, harus dilakukan penambahan alat angkut sebanyak 1 [Link] untuk
membuktikannya dilakukan perhitungan ulang untuk MF nya dengan jumlah angkut 5 unit
setelah dilakukan penambahan .
MF =
CTm x Na
CTa x Nm
0.8 x 5
4 x1
4
4
=1
Nilai match Factor nya = 1 artinya antara alat gali muat dan alat angkut sudah
dalam keadaan ideal.
8. TUGAS PENDAHULUAN
1. Diketahui CT Dump Truck 18 menit dan CT back hoe
Truck yang digunakan 10 buah dan back hoe 2 buah dan pengisian yang dilakukan
oleh back hoe u setiap dump truck adalah 6 kali Berapa lama alat muat atau alat
angkut harus menunggu? dan berapa jumlah ideal Dump Truck atau back hoe nya?
2. Apabila diketahui CT back hoe adalah 0,4 menit dan CT Dump Truck adalah 17
menit dengan jumlah back hoe adalah 1 buah sedangkan jumlah dump truck
adalah 8 buah dengan pengisian back hoe untuk setiap dump truck adalah 7 kali.
Berapakah nilai match factor dari back hoe dan dump truck ? dan analisis lah
apakah diperlukan adanya pengurangan atau penambahan back hoe dan dump
truck ? serta waktu tunggu dari back hoe dan dump truck ?
53
yang mempengaruhi.
Untuk mengetahui perbedaan antara ongkos kepemilikan dan ongkos operasi.
Untuk menghitung nilai depresiasi, nilai bunga dan asuransi, dan
nilai
Ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan dalam menghitung ongkos produksi suatu
alat mekanis, yaitu :
1. Ongkos Pemilikan (ownership cost), yang terdiri dari :
a. Depresiasi (depreciation).
Yaitu dihitung dengan menjumlahkan harga beli alat, ongkos angkut, ongkos muat,
ongkos bongkar, dan ongkos pasang, dibagi dengan umur alat yang bersangkutan.
Depresiasi
54
A+ B+C + D+ E
n
Keterangan :
A = Harga beli alat (Rp)
B = Ongkos angkut (Rp)
C = ongkos muat (Rp)
D = Ongkos bongkar (Rp)
E = ongkos pasang (Rp)
n = Umur alat (Rp)
b. Bunga, pajak dan asuransi. Diambil 10%(bunga 6%, pajak 2% dan asuransi
2%). Dari persamaan modal tahunan yang dapat dihitung dengan rumus
berikut :
Penanaman Modal Tahunan (PMT)
PMT
( 1+n ) x 100
2n
Dimana, n = Umur Alat (tahun)
Bunga, Pajak, Asuransi & sewa gudang :
=
10 xPMTxHargaAlat (Rp)
Jamberproduksi /ta h un
55
e. Ongkos
minyak
pelumas
dan
gemuk
(grease),
termasuk
ongkos
x 1
Keterangan :
suatu
peralatan
dapat
dikatakan
ekonomis bila
jumlah
pekerjaan
terbatas/sedikit atau bila alat tersebut dibutuhkan hanya sesekali [Link] biaya
dilakukan dengan mengalikan biaya sewa dengan jumlah peralatan dan lama waktu
sewa. Untuk cara ini biasanya terdapat minimal sewa alat, misalnya minimal sewa 200
jam/bln.
2. Cara Leasing
Merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk kepemilikan alat yang dilakukan
secara berkala dan biasanya dilakukan setiap bulan, kuartal dan setiap setengah tahun
selama jangka waktu tertentu. Apabila jangka waktu leasing tersebut telah habis, maka
kontraktor (pihak lease) mempunyai hak pilih untuk memiliki peralatan tersebut atau
tidak selama berlangsung perjanjian leasing, pihak lease tidak diperkenankan mengakhiri
56
perjanjian sebelum waktunya. Jika hal tersebut sampai terjadi, pihak lease harus
mengganti ganti rugi kepada pihak lessor. Pada akhir perjanjian leasing, pihak lease
mempunyai
hak
pilih
untuk
membeli
barang
tersebut
seharga
nilai
sisa
atau
mengembalikan barang tersebut pada pihak lessor untuk juga mengadakan perjanjian
leasing lagi untuk tahap kedua atau barang yang sama.
3. Cara Membeli
Pembelian alat berat meliputi pembiayaan awal oleh pembeli untuk memperoleh
hak pemilikan atas alat. Pembiayaan awal meliputi pembayaran tunai untuk :
1. Harga pembelian alat.
2. Pembayaran bea atau pajak impor bila diperlukan.
3. Pembayaran ongkos angkut ke tempat pemesanan.
4. Pembayaran ongkos pemeriksaan awal bila diperlukan.
5. Pembayaran untuk modifikasi, perbaikan awal atau perakitan bila diperlukan.
Soal Latihan.
1. Sebuah bulldozer dengan kemampuan produksi 70 ton/jam dengan tambahan
informasi sebagai berikut :Ongkos kepemilikan Rp. 100.000/jam
Ongkos operasi Rp. 250.000/jam
Berapa ongkos/ton yang harus dikeluarkan ?
2. Suatu perusahaan pertambangan membeli sebuah alat berat yang berumur 5 tahun
senilai Rp. 400.000.000, dengan perincian dana masing untuk biaya angkut sebesar
Rp. 5.500.000, biaya muat Rp. 1.750.000, biaya bongkar Rp. 1.000.000, biaya pasang
Rp. 1.200.000. berapakah nilai Penyusutan yang didapatkan perusahaan tersebut ?
3. Perusahaan A membeli sebuah alat berat yang berumur 5 tahun senilai
Rp.
650.000.000, dengan biaya angkut sebesar Rp. 7.250.000, biaya muat Rp. 2.500.000,
biaya bongkar Rp. 2.650.000, biaya pasang Rp. 2.000.000. Produksi 2500 jam/tahun.
Berapakah biaya Kepemilikan perusahaan tsb ?
57
:7
Judul Praktikum
Tujuan Praktikum
Dasar Teori
Menganalisis tenaga alat mekanis merupakan langkah penting yang harus dilakukan
sebelum menghitung produksi kerja alat mekanis terutama alat angkut seperti dump
truck. Tenaga alat mekanis akan menentukan sanggup tidaknya sebuah alat bergerak
melintasi permukaan lintasan, tenaga alat juga akan menentukan berapa lama waktu
edar (cycle time) alat angkut tersebut. Dalam perencanaan jalan tambang, harus
mempertimbangan kemampuan alat (tenaga alat) agar layout atau desain dari suatu
jalan tambang tersebut sesuai dengan kemampuan alat dan dapat membuat waktu edar
(cycle time) alat angkut baik. Waktu edar (cycle time) yang baik dapat meningkatkan
produktivitas dari alat mekanis. Tenaga alat mekanis dibagi menjadi :
1. Tenaga yang dibutuhkan (power required)
2. Tenaga yang tersedia (power alvailable)
1. Tenaga Yang Tersedia
Tenaga yang tersedia adalah tenaga yang dapat dihasilkan oleh mesin alat mekanis
untuk melakukan pekerjaan, dimana tenaga yang tersedia ini merupakan tenaga yang
didesain untuk sebuah alat mekanis agar mampu melakukan jenis pekerjaan tertentu
atau kemampuan maksimum alat untuk melakukan pekerjaan. Jika dalam pekerjaan
tenaga yang tersedia lebih kecil dari tenaga yang dibutuhkan maka alat tidak akan
mampu untuk bergerak. Faktor yang mempengaruhi tenaga yang tersedia adalah rimpull
dan kecepatan tiap gear.
Rimpull
Rimpull adalah tenaga tarik yang disediakan oleh mesin untuk menggerakkan alat.
Rumus yang digunakan adalah :
58
Kecepatan
= mph
b. Daya Penghambat
Daya hambat adalah daya yang terjadi antara roda dan permukaan jalan yang
biasanya disebut total resistance, yang dipengaruhi oleh dua faktor :
Dimana : RR
kemiringan
adalah
besarnya
gaya
berat
yang
melawan
atau
membantugerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilalui. Jika jalur
jalan
itu
naikdisebut
kemiringan
positif,
jika
jalan
itu
turun
disebut
Dimana : GR
59
3. Contoh Soal
Sebuah dump truck model Komatsu HD 465 memiliki tenaga (HP) sebesar 715 HP
dengan berat kosong 47,14 ton mengangkut material overburden seberat 61 ton ke lokasi
disposal seperti pada gambar dibawah ini. Dengan Jarak A-B = 600m grade 8%, B-C=
400m grade 0%, C-D=200m grade -5%.
Kecepatan maksimum
Gigi 1 : 3,41 mph
Gigi 2 : 7,25 mph
Gigi 3 : 12,65 mph
Gigi 4 : 22,28 mph
Gigi 5 : 35,03 mph
Efisiensi
Efisiensi mekanis = 85%
Rolling resistance = 70 lb/ton
60
Rimpull = 7.570 lb
Sehingga, digunakan Gigi 4 dengan Rimpull yang dihasilkan 10.229 lb (> 7.570
lb), dengan kecepatan 22,28 mph atau 35,9 kph.
61
Sehingga, digunakan Gigi 5 dengan Rimpull yang dihasilkan 6.506 lb (> -3.244
lb), dengan kecepatanmaksimal 24,85 mph atau 40 kph.
Sab
600 m
60 menit
km
=
x
x
=3,1 menit
Vab 11,7 km/ jam
1 jam
1000 m
tab=
tbc=
Sbc
400m
60 menit
km
=
x
x
=0,7 menit
Vbc 35,9 km/ jam
1 jam
1000 m
tcd=
Scd
200 m
60 menit
km
=
x
x
=0,3 menit
Vcd 40 km/ jam
1 jam
1000 m
Sehingga, waktu tempuh dari titik A ke D dapat dilalui oleh dumptruck Komatsu HD
465 dalam:
T total = tab + tbc + tcd
T total = 3,1 + 0,7 + 0,3
T total = 4,1 menit
TUGAS
Sebuah articulated dump truck model Caterpillar 730C memiliki tenaga (HP)
sebesar 370 HP dengan berat kosong 30,2 ton mengangkut batubara sebesar 17 m 3
(densitas batubara = 1,3 ton/m3) ke lokasi temporary. Efisiensi mekanis = 87 % dengan
rolling resistance sebesar 82 lb/ton
Jarak
A-B = 1000 m, Grade 0%
Kecepatan maksimum
62
Gigi 1 : 5 mph
Gigi 2 : 9 mph
Gigi 3 : 14 mph
Gigi 4 : 21 mph
Gigi 5 : 29 mph
Gigi 6 : 34 mph
63
Maka hitunglah :
a. Kecepatan dalam km/jam dan rimpull masing masing gear
[Link] tempuh saat bermuatan
c. Waktu tempuh saat kosong
[Link] cycle time-nya
64
:8
: Perencanaan Jalan Tambang (Pengambaran Layout Jalan)
:
:
Setiap operasi penambangan memerlukan jalan tambang sebagai sarana
bulldozer yang berfungsi antara lain untuk pembersihan lahan dan pembabatan,
65
turun 1 meter atau 1 feet untuk setiap jarak mendatar sebesar 100 meter atau 100 ft.
kemiringan (grade) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Dimana :
h
x
dimana :
u = jarak jejak terluar roda depan dengan jejak terluar roda belakang
kendaraan
(meter)
Fa = lebar tonjolan (overhang) bagian depan (meter)
Fb = lebar tonjolan (overhang) bagian belakang (meter)
z
= jarak sisi terluar truck ke tepi jalan (meter)
c
= jarak antar truck (meter)
TUGAS
1. Gambarkan Layout jalan tambang dari hasil perhitungan modul 7 di kertas
milimeter blok A3
2. Berapakah lebar jalan angkut minimum agar dua alat angkut dumptruk dapat
berpapasan dimana lebar alat angkut tersebut adalah 2,5 meter?
66
3. Berapakah lebar jalan angkut pada tikungan agar dua alat angkut dumptruk dapat
berpapasan dimana :
Lebar Juntai (over hang) depan = 0,5 meter
Lebar Juntai (over hang) belakang = 0,5 meter
Lebar jejak roda = 2 meter
4. Berapakah sudutnya jika diketahui :
a. Grade jalan 10 %
b. Grade jalan 45%
c. Grade jalan 65%
5. Berapakah jarak kemiringan jalan, jika diketahui :
a. Grade jalan 15 %
b. Grade jalan 30 %
c. Grade jalan 60 %
67