0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan10 halaman

Asuhan Keperawatan untuk Risiko Bunuh Diri

Dokumen tersebut membahas tiga jenis perilaku bunuh diri yaitu isyarat, ancaman, dan percobaan bunuh diri. Isyarat bunuh diri ditandai dengan ide bunuh diri tanpa ancaman atau percobaan. Ancaman bunuh diri melibatkan rencana dan persiapan namun belum ada percobaan. Percobaan bunuh diri adalah tindakan melukai diri untuk bunuh diri. Dokumen ini juga membahas pengkajian, diagnosis, dan tindak

Diunggah oleh

sabrina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan10 halaman

Asuhan Keperawatan untuk Risiko Bunuh Diri

Dokumen tersebut membahas tiga jenis perilaku bunuh diri yaitu isyarat, ancaman, dan percobaan bunuh diri. Isyarat bunuh diri ditandai dengan ide bunuh diri tanpa ancaman atau percobaan. Ancaman bunuh diri melibatkan rencana dan persiapan namun belum ada percobaan. Percobaan bunuh diri adalah tindakan melukai diri untuk bunuh diri. Dokumen ini juga membahas pengkajian, diagnosis, dan tindak

Diunggah oleh

sabrina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian
1. Pengkajian
Bunuh diri merupakan tindakan secara sadar dialukukan

oleh pasien untuk

mengakhiri kehidupannya. Berdasarkan besarnya kemungkinan pasien melakukan


bunuh diri, kita mengenal tiga macam prilaku bunuh diri, yaitu isyarat bunuh diri,
ancaman bunuh diri, dan percobaan bunuh diri.
Isyarat bunuh diri ditunjukkan dengan prilaku secara tidak langsung ingin bunuh
diri, mis, dengan mengatakantolong jaga anak-anak karena saya mau pergi jauh atau
segala sesuatu akan lebih baik tanpa saya.
Pada kondisi ini pasien mungkin sudah memiliki ide untuk mengakhiri hidupnya,
namun tidak disertai dengan ancaman dan percobaan bunuh diri. Pasien umumnya
mengungkapkan perasaan seperti rasa bersalah/ sedih/ marah/ putus asa/ tidak
berdaya. Pasien juga mengungkapkan hal-hal negative tentang diri sendiri yang
menggambarkan harga diri rendah.
a. Ancaman bunuh diri
Ancaman bunuh diri umumnya diucapkan oleh pasien, berisi keinginan
untuk mati diertai dengan rencana untuk mengakhiri kehidupan dan persiapan
alat untuk melaksanakan rencana tersebut. Secara aktif pasien telah
memikirkan rencana bunuh diri, namun tidak disertai dengan percobaan bunuh
diri.
Walaupun dalam kondisi ini pasien belum mencoba bunuh diri,
pengawasan

ketat

harus

dilakukan.

Kesempatan

sedikit

saja

dapat

dimanfaatkan pasien untuk melaksanakan rencana bunuh dirinya.


b. Percobaan bunuh diri
Percobaan bunuh diri adalah tindakan pasien mencederai atau melukai diri
untuk mengakhiri kehidupsnnya. Pada kondisi ini, pasien aktif mencoba bunuh
diri dengan cara gantung diri, minum racun, memotong urat nadi dan lain
sebagainya. Berdasarkan jenis-jenis bunuh diri ini dapat dilihat data-data yang
harus dikaji pada tiap jenisnya. Setelah melakukan pengkajian. Anda dapat

meneruskan diagnosis keperawatan berdasarkan tingkat resiko dilakukannya


bunuh diri.
2. Diagnosis keperawatan
Jika ditemukan data bahwa pasien menunjukkan isyarat bunuh diri, masalah
keperawatan yang mungkin muncul adalah harga diri rendah. Bila anda telah
merumuskan masalah ini. Maka tindakan keperawatan yang paling utama dilakukan
adalah meningkatkan harga dri pasien. Jika ditemukan data bahwa pasien memberikan
ancaman atau mencoba bunuh diri, masalah keperawatan yang mungkin muncul
adalah resiko bunuh diri.
3. Tindakan keperawatan
a. Tindakan keperawatan pasien dan keluarga percobaan bunuh diri
1. Tindakan keperawatan pasien percobaan bunuh diri
1) Tujuan: pasien tetap aman dan selamat
2) Tindakan: melindungi pasien
Untuk melindungi pasien yang mengancam atau mencoba bunuh diri, maka
dapat melakukan tindakan berikut:
1) Menemani pasien terus menerus sampai ia dapat dipindahkan ketempat
aman.
2) Menjauhkan semua benda yang berbahaya
3) Memeriksa apakah pasien benar-benar telah meminum obatnya, jika
pasien mendapatkan obat
4) Menjelaskan pada pasien bahwaanda akan melindungi pasien sampai
tidak ada keinginan bunuh diri.
2. Tindakan keperawatan keluarga pasien percobaan bunuh diri
Keluarga diharapkan berperan serta melindungi anggota keluarga yang
mengancam atau mencoba bunuh diri.
Tindakan keperawatan:
1) Menganjurkan keluarga untuk ikut mengawasi pasien dan jangan
pernah meninggalkan pasien sendirian.
2) Menganjurkan keluarga untuk membantu perawat menjauhi barangbarang berbahaya disekitar pasien.
3) Mendiskusikan dengan keluarga untuk tidak membiarkan pasien
melamun sendiri.
4) Menjelaskan kepada keluarga pentingnya pasien minum obat secara
teratur.
3. Strategi Pelaksanaan
SP 1: Percakapan untuk melindungi pasien dari percobaan bunuh diri

Orientasi:
Selamat pagi A, kenalkan saya adalah perawat B yang bertugas dipuskesmas....,
saya melakukan kunjungan rutin kesini
Bagaimana perasaan A hari ini?
Bagaimana kalau kita bercakap cakap tentang apa yang A rasakan selama
ini. Dimana dan berapa lama kita bicara?
Kerja
Bagaimana perasaan A setelah ini terjadi? Apakah dengan bencana ini A paling
merasa menderita di dunia ini? Apakah A pernah kehilangan kepercayaan diri?
Apakah A merasa tidak berharga atau bahkan lebih rendah dari pada orang lain?
Apakah A merasa bersalah atau mempersalahkan diri sendiri? Apakah A sering
mengalami kesulitan berkonsentrasi? Apakah A berniat unutuk menyakiti diri sendiri?
Ingin bunuh diri atau berharap A mati? Apakah A pernah mencoba bunuh diri? Apa
sebabnya, bagaimana caranya? Apa yang A rasakan?
Baiklah, tampaknya A membutuhkan pertolongan segera karena ada keinginan
untuk mengakhiri hidup. Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar A ini untuk
memastikan tidak ada benda benda yang membahayakan A)
Karena A tampaknya mash memilikikeinginan yang kuat untuk mengakhiri
hidup A, saya tidak akan membiarkan A sendiri
Apa yang A lakukan jika keinginan bunuh diri muncul?
Kalau keninginan itu muncul, maka akan mengatasinya A harus langsung minta
bantuan kepada perawat di ruangan ini dan juga keluarga atau teman yang sedang
besuk. Jadi A jangan sendirian ya, katakan kepada teman perawat, keluarga atau
teman jika ada dorongan untuk mengakhiri kehidupan.
Saya percaya A dapat mengatasi masalah.
Terminasi :
Bagaimana perasaan A sekarang setelah mengetahui cara mengatasi perasaan
ingin bunuh diri?
Coba A sebutkan lagi cara tersebut!
Saya akan menemani A terus sampapi keinginan bunuh diri hilang. (jangan
meninggalkan pasien).
Tindakan keperawatn pasien dan keluarga pasien isyarat bunuh diri
1. Tindakan keperawat pasien isyarat bunuh diri
Tujuan tindakan:

a.
b.
c.
d.

Pasien mendapat perlindungan dari lingkungannya


Pasien dapat mengungkapkan perasaan
Pasien dapat meningkatkan harga dirinya
Pasien dapat menggunakan cara penyelesaian masalah yang baik.

Tindakan keperawatan:
a. Mendiskusikan tentang cara mengatasi keinginan bunuh diri, yaitu dengan
meminta bantuan dari keluarga atau teman.
b. Meningkatkan harga diri pasien, dengan cara:
1) Memberi kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaannya
2) Memberikan pujian bila pasien dapat mengatakan perasaan yang positif
3) Meyainkan pasien bahwa dirinya penting
4) Membicarakan tentang keadaan yang sepatutnya disyukuri oleh pasien
5) Merencanakan aktivitas yang dapat pasien lakukan
c. Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah, dengan cara:
1) Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan masalah yang lebih baik
2) Mendiskusikan dengan pasien efektivitas masing-masing cara penyelesaian
masalah
3) Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan masalah yang lebih baik.
4) Tindakan keperawatan keluarga pasien isyarat bunuh diri
2. Tujuan tindakan keperawatan adalah keluarga mampu merawat pasien dengan resiko
bunuh diri.
Tindakan keperawatan:
a. Mengajarkan keluarga tentang tanda dan gejala bunuh diri:
1) Menayakan keluarga tentang tanda dan gejala bunuh diri yang pernah muncul
pada pasien.
2) Mendiskusikan tentang tanda dan gejala yang umumnya muncul pada psien
resiko bunh diri.
b. Mengajarkan keluarga cara melindungi pasien dari prilaku bunuh diri
1) Mendikusikan tentang cara yang dapat dilakukan keluarga bila pasien
memperlihat kan tanda dan gejala bunuh diri.
2) Menjelaskan tentang cara-cara melindungi pasien, antara lain:
a. Memberi tempat yang aman
b. Menempatkan pasien ditempat yang mudah diawasi, jangan biarkan pasien
mengunci diri dikamarnya atau jangan meninggalkan pasien dirumah
sendirian.
c. Mejauhkan barang-barang yang dapat digunakan untuk bunuh diri
d. Selalu mengadakan pengawasan dan meingkatkan pengawasan apabila
tanda dan gjala bunuh diri meningkat. Jangan pernah melonggarkan
pengawasan, walaupun pasien tidak menunjukkan tanda dan gejala untuk
bunuh diri.
3) Menganjurkan keluarga untuk melaksanakan cara tersebut diatas

c. Mengajarkan keluarga tentang hal-hal yang dapat dilakukan apabila pasien


melakukan pecobaan bunuh diri, antara lain:
1) Mencari bantuan pada tetangga sekitar atau pemuka masyarakat untuk
menghentikan upaya bunuh diri tersebut.
2) Segera membawa pasien kerumah sakit atau puskesmas mendapatkan bantuan
medis.
d. Membantu keluarga mencari rujukan kefasilitas kesehatan yang tersedia bagi
pasien
a) Memberiksn informasi tentang nomor telepon darurat tenaga kesehatan
b) Menganjurkan keluarga untuk mengantarkan pasien berobat/ control secara
teratur untuk mengatasi masalah bunuh dirinya.
c) Menganjurkan keluarga untuk membantu paien minum obat sesuai prinsip lima
benar yaitu: benar orangnya, obatnya, dosisnya, cara penggunaannya, serta
waktu penggunaannya.
Strategi pelaksana
a. Untuk pasien
1. Percakapan dengan keluarga untuk melindungi pasien yang mencoba bunuh
diri
Orientasi
Selamat pagi, bapak/ibu, kenalakan saya B yang merawat putra bapak dan ibu
bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang cara menjaga agar A tetap
selamat dan tidak melukai dirinya sendiri. Bagaimana kalau disini saja kita
berbincang-bincangnya, pak/ibu ? sambil kita awasi terus A
Kerja
bapak/ibu, Asedang mengalami putus asa yang berat karena kehilangan sahabat
karibnya karena bencana yang lalu, sehingga sekarang A selalu ingin mengakhiri
hidupnya. Karena kondisin A yang dapat mengahiri kehidupannya sewaktu-waktu,
kita semua perlu mengawas A [Link]/ibu dapat ikut mengawasi ya
pokoknya kalau alam kondisi serius seperti ini A tidak boleh ditinggal sendirian
sedikitpum
bapak/ibu dapat bantu saya mengamankan varabg-barang yang digunakan A
untuk bunuh diri, seperti: gunting, silet, pisau, tali tambang, ikat pinggang. Semua
barang-barang tersebut tidak boleh ada disekitar A. selain itu, jika bicara denganA
fokuskan pada hal-hal positif, hindarkan pernyataan negative. Kita lakukan sampai A
tidak mempunyai keinginan bunuh diri.
sebaiknya kita bercakap-cakap dengn A tentang kemampuan yang dimilliki A,
seperti bermain sepak bola, juga katakana bahwa bapak/ibu sayang padaA, katakana

hal positif A, supaya A tidak sempat melamun sendiri dan dapat berpikir
realistisbahwa bunuh diri bukan jalan keluar.
Terminasi
bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah mengetahui cara mengatasi
perasaan ingin bunuh diri.
coba bapak/ibu sebutkan. Baik, mari sama-sama kita temani A, sampai
keinginan bunuh dirinya hilang, sambil kita ajak bicara tentang kemampuan yang
dimiliki A.
2. Percakapan melindungi pasien dari isyarat bunuh diri
Percakapan melindungi pasien dari isyarat bunuh diri
Orientasi:
selamat pagi, B masih ingat dengan saya kan? Bagaimana perasaan B hari
ini? O.. jadi B merasa tidak perlu lagi hidup di dunia ini? Apakah B ada
perasaan ingin bunuh diri? Baiklah kalau begitu, hari ini kita akan membahas
tentang bagaimana cara mengatasi keinginan bunuh diri. Mau berapa lama? Di
mana? Di sini saja ya?
Kerja:
Baiklah, tampaknya B membutuhkan pertolongan segera karena ada
keinginan untuk mengakhiri hidup. Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar B ini
untuk memastikan ada benda-benda yang membahayakan B
Nah B, karena B tampaknya masih memiliki keinginan yang kuat untuk
mengakhiri hidup B, maka saya tidak akan membiarkan B sendiri
Apa yang B lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul? Kalau keinginan
itu muncul, maka untuk mengatasinya B harus langsung mintak bantuan kepada
perawat atau keluarga dan teman yang sedang besuk. Jadi usahakan B jangan
pernah sendirian ya
Terminasi:
Bagaimana perasaan B setelah kita bercakap-cakap? Dapat sebutkan
kembali apa yang telah kita bicarakan tadi? Bagus B, bagaimana masih ada
dorongan untuk bunuh diri? Kalau masih ada perasaan/dorongan untuk bunuh
diri, tolong segera panggil saya atau perawat lain, kalau sudah tidak ada
keinginan bunuh diri saya akan bertemu B lagi, untuk membicarakan cara
meningkatkan harga diri, di sini saja. (lanjutkan tindakan harga diri rendah)
3. Percakapan untuk meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri

Orientasi
selamat pagi, B! bagaimana perasaan B saat ini? Masih adakah dorongan
untuk mengakhiri kehidupannya? Baik, sesuia janji kita dua jam yang lalu
sekarang kita akan membahas tentang rasa syukur atau pemeberian tuhan yang
masih B miliki. Mau berapa lama? Dimana?
Kerja
apa saja dalam hidup B yang perlu disyukuri, siapa saja kira-kira yang sedih
dan rugi kalau B meninggal. Coba B ceritakan hal-hal yang baik dalam
kehidupan B. keadaan yang bagaimana yang membuat B merasa puas? Baug.
Ternyata kehidupn Bmasih ada yang baik yang patut B syukuri. Coba B sebutkn
kegiatan apa yang masih dapat B lakukan selama ini. Bagaimana kalau B
mencoba melakukan kegiatan tersebut? Mari kita latih.
Terminasi
bagaimana perasaan B setelah kita bercakap-cakap? Dapat sebutkan kembali
apa-apa saja yang patut B syukuri dalamhidup B? ingat dan ucapkan hal-hal
yang baik dalam kehidupan B jika terjadi dorongan mengakhiri kehidupan
(afirmasi).bagus B. coba B ingat-ingat lagi hal-hal lain yang masih B miliki dan
perlu disyukuri! Nanti pukul 12 kita bahas tentang cara mengatasi masalah
dengan baik. Tempatnya dimana? Baiklah. Tapi kalau ada perasaan-perasaan
yang tidak terkendali segera hubungi saya ya!
4. Percakapan

untuk

meningkatkan

kemampuan dalam

menyelesaikan

masalah padapasien isyarat bunuh diri.


Orientasi
Selamat pagi, B. bagaimana perasaannya? Masihkah ada keinginan bunuh
diri? Apalagi hal-hal positif yang perlu disyukuri? Bagus! Sekarang kita akan
berdiskusi tentang bagaimana cara mengatasi masalah yang selama ini timbul.
Mau berapa lama? Disini saja yah?.
Kerja
coba ceritakan situasi yang membuat B ingin bunuh diri. Selain binuh diri,
apalagi kira-kira jalan keluarnya. Wow banyakjuga yah. Nah, coba kita
diskusikan keuntungan dan kerugian masing-masing cara [Link] kita pilih
cara mengatasi masalah yang paling menguntungkan! Menurut B cara yang
mana? Ya, saya setuju. B dapat coba! Mari kita buat rencana kegiatan untuk
masa depan.
Terminasi

Bagaimana perasaan B, setelah kita bercakap-cakap? Apa cara mengatasi


masalah yang B gunakan? Coba dalam satu hari ini, B menyelesaikan masalah
dengan cara yang dipilih B tadi. Jika muncul pikiran bunuh diri katakan saya
sudah punya cara lain bukan bunuh diri, dan sebutkan beok dipukul yang sama
kita akan bertemu lagi disini untuk membahas pengalaman B menggunakan cara
yang dipilih.
b. Untuk keluarga
1. Percakapan untuk mengajarkan keluarga tentang cara merawat anggota
keluarga yang beresiko bunuh diri (isyarat bunuh diri)
Orientasi
Selamat pagi, Bapak/Ibu. Bagaimana keadaan anak bapak/ibu?
hari ini kita akan mendiskusikan tentang tanda dan gejla bunuh diri dan cara
melindunginya dari bunuh diri.
dimana kita akan berdiskusi? Bagaimana kalau diruang wawancara? Berapa
lama Bapak/Bu punya waktu untuk berdiskusi?
Kerja
Apa yang Bapak/Ibu lihar dari prilaku atau ucapan B?
Bapak/Ibu sebaiknya memperhatikn benar-benar munculnya tanda dan gejala
bunuh diri. Pada umumnya orang yang melakukan bunuh diri menunjukkan
tanda melalui percakapan, mis., saya tidak ingin hidup lagi, orang lain lebih
baik tanpa saya. Apakah B pernah mengutarakannya?
kalau bapak/ibu menemukan tanda dan gejala tersebut, maka sebaiknya
bapak/ibu mendengarkan ungkapan perasaan dari B secara serius. Pengawasan
terhadap B ditingktkan, jangan biarkan dia sendirian dirumah atau mengunci
dirinya sendiri dikamar. Kalau menemukan tanda dan gejala tersebut, dan
ditemukan alat-alat yang akan di gunakan untuk bunuh diri, sebaiknya bunuh diri
dicegah dengan meningkatkan pengawasan dan memberi dukungan untuk tidak
melakukan tindakan tersebut. Katakana bahwa bapak/ibu sayang pada B.
katakana juga kebaikan-kebakan B!
usahakan sedikitnya 5 kalisehari bapak dan ibu memuji B dengan tulus
Tetapi kalau sudah terjadi percobaan bunuh diri, sebaiknya bapak/ibu mencari
bantuan orang lain. Apabila tidak dapat diatasi segeralah rujuk kepuskesmas
atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang lebih serius.
Setelah kembali kerumah, bapak/ibu perlu membantu agar B terus berobat untuk
mengatasi keinginan bunuh diri.

Terminasi
bagaimana pak/bu? Ada yang mau ditanyakan? Bapak/ibu dapat mengulangi
kembali cara-cara merawat anggota keluarga yang ingin bunuh diri?
ya, bagus. Jangan lupa pengawasannya! Jika ada tanda-tanda keinginan
bunuh diri egera hubungi kami. Kita dapat melanjutkan untuk pembicaraan yang
akan datang tentang cara-cara meningktkan harga diri B dan penyelesaian
masalah.
bagaimana bapak/ibu setuju? Kalau demikian sampai bertemu lagi minggu
depan disini.
2. Latih keluarga tentang cara merawat pasien resiko bunuh diri/ isyarat
bunuh diri
Orientasi
selamat pagi pak, bu, sesuai janjikita minggu lalu kita sekarang bertemu
kembali.
bagaimana, pak, bu, ada pertanyaan tentang cara merawat yang kita
bicarakan minggu lalu?
sekarang kita akan latihan cara-cara merawat tersebut ya, pak, bu?
kita akan coba disini dulu, setelah itu baru kita coba langsung ke B ya?
berapa lama waktu yang bapak dan ibu inginkan untuk kita latihan?
Kerja
sekarang anggap aja B yang sedang mengatakan ingin mati saja, coba bapak
dan ibu praktekkan cara bicara yang benar bila B sedang dalam keadaan seperti
ini.
bagus, betul begitu caranya.
sekarang coba praktikkan cara memberikan pujian kepada B.
bagus, bagaimana cara memotivasi B minum obat dan melakukan kegiatan
positifnya sesuai jadwal?
bagus sekali, ternyata bapak dan ibu sudah mengerti cara merawat B.
bagaimana kalau sekarang kita mencobanya langsung kepada B?
(ulangi lagi semua cara diatas langsung kepada pasien)
Terminasi
bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah kita berlatih cara merawat B
dirumah?
setelah ini coba bapakdan ibu lakukan apa yang sudah dilatih tadi setiap
bapak dan ibu membesuk B.
baiklah bagaimana kalau dua hari lagi saya datang untuk membahas kondisi B
dan keberhasilan tindakan yang bapak, ibu dan B lakukan? Kita akan mencoba
lagi cara merawat B sampai bapak dan ibu lancer melakukannya.
jam berapa bapak dan ibu dapat kemari?

baik saya tunggu, kita ketemu lagi ditempat ini ya, pak, bu.
3. Jelaskan peawatan lanjutan (follow up) kepada keluarga
Orientasi
selamat pagi, pak, bu, hari ini saya sudah mengakhiri kunjungan saya, maka
sebaiknya kita membicarakan jadwal B selama dirumah. Berapa lama kita dapat
diskusikan.
Kerja
Pak, Bu, ini jadwal B, coba perhatikan, dapatkah dilakukan? Tolong
dilanjutkan, baik jadwal aktivitas maupun jadwal minum obatnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah prilaku yang ditampilkan
oleh B selama dirumah. Kalau mis., B terus menerus mengatakan ingin bunuh
diri, tampak gelisah dan tidak terkendali serta tidak memperlihatkan perbakan,
menolak minum obat atau memperlihatkan prilaku membahayakan orang lain,
tolong bapak dan ibu segera hubungi saya Dipuskesmas, ini nomor telepon
Puskesmasnya: xxxxx.
Terminasi
Bagaimana, pak/ibu? Ada yang belum jelas? ini jadwal kegiatan harian B. ini
surat rujukan untuk perawat K dipuskesmas jangan lupa control kepuskesmas
sebelum obat habis atau jika ada gejala yang tampak. Saya akan datang sekali
seminggu.

Anda mungkin juga menyukai