MAKALAH ELIPS
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Muhammad Dzulhaj Saputra
Ridho Cahyo Saputa
Tiara Insanul Oktariana
Kelas :
XI MIPA 3
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat dan karunia-Nya lah kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah
tentang ELIPS . Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada guru matematika minat kami
yang telah membimbing kami menyelesaikan makalah [Link] menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih banyak kekurangan,oleh karena sebab itu kami mohon maaf
sebesar-besarnya
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................ i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1
A. Latar Belakang................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................ 1
C. Tujuan.............................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................... 2
[Link] Elips................................................................................................. 2
B. Persamaan Elips................................................................................................ 3
1. Persamaan elips dengan pusat di O (0,0).................................................... 3
2. Persamaan elips yang berpusat di P(
..............................................
C. Persamaan Garis singgung elips....................................................................... 10
BAB III PENUTUP............................................................................................................. 14
A. Kesimpulan...................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................. 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Irisan kerucut dapat didefinisikan sebagai: tempat kedudukan titik-titik pada
sebuah bidang, sedemikian, sehingga jarak titik-titik tersebut ke sebuah titik tetap F (yang
disebut fokus) memiliki rasio yang konstan terhadap jarak titik-titik tersebut ke sebuah
garis tetap L(disebut direktriks) yang tidak mengandung F.
Irisan kerucut adalah lokus dari semua titik yang membentuk kurva dua-dimensi,
yang terbentuk oleh irisan sebuah kerucut dengan sebuah bidang. Salah satu jenis irisan
kerucut yang dapat terjadi adalah elips. Irisan yang terbentuk berupa elips terjadi jika
bidang yang mengiris tidak melalui puncak, tidak memotong lingkaran alas, tidak sejajar
sumbu simetri maupun garis pelukis kerucut, bidang pengiris tidak tegak lurus pada
kerucut dan sudutnya membentuk kurang dari
Elips adalah tempat kedudukan titik-titik yang jumlah jaraknya terhadap dua titik
tertentu mempunyai nilai yang tetap. Kedua titik tersebut adalah titik fokus / titik api.
Untuk suatu elips, jarak terjauh antara dua titik pada elips disebut sumbu mayor,
dengan titik-titik ujung sumbu mayor disebut titik-titik puncak elips. Ruas garis yang
tegak lurus dan membagi sumbu mayor menjadi 2 bagian yang sama disebut sumbu
minor.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan elips?
2. Bagaimana bentuk persamaan elips dengan pusat di O (0,0)?
3. Bagaimana bentuk persamaan elips dengan pusat di P (
4. Bagaimana bentuk persamaan garis singgung elips?
C. Tujuan
1. Mengetahui arti dan unsur-unsur dari elips.
2. Mengetahui bentuk persamaan elips dengan pusat di O (0,0).
3. Mengetahui bentuk persamaan elips dengan pusat di P (
4. Mengetahui bentuk persamaan garis singgung elips.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Elips
Elips adalah tempat kedudukan titik-titik yang jumlah jaraknya terhadap dua titik
tertentu mempunyai nilai yang tetap. Kedua titik tersebut adalah titik focus / titik api.
Elips juga didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan
jaraknya terhadap suatu titik dan suatu garis yang diketahui besarnya tetap. ( e < 1 ). Titik
itu disebut fokus dan garis tertentu itu disebut direktriks. Untuk suatu elips, jarak terjauh
antara dua titik pada elips disebut sumbu mayor, dengan titik-titik ujung sumbu mayor
disebut titik-titik puncak elips. Ruas garis yang tegak lurus dan membagi sumbu mayor
menjadi 2 bagian yang sama disebut sumbu minor.
y
0
Ax
Keterangan gambar :
Koordinat titik pusat O (0,0)
Koordinat titik fokus F1 (c,0)
dan F2 (-c,0)
AA1 disebut sumbu mayor
(sumbu panjang)
BB1 disebut sumbu minor
(sumbu pendek)
Unsur unsur elips yaitu :
1.
2.
3.
4.
Pusat elips O (0,0)
Sumbu simetri adalah sumbu X dan sumbu Y
Fokusnya F1 (c, 0) dan F2 (-c, 0)
Panjang sumbu mayor = 2a, panjang sumbu minor = 2b
5. LL2 = Latus Rectum =
2b
a
6. PF1 + PF2 = 2a
7. Perbandingan jarak dari suatu titik pada elips ke titik focus dengan ke garis
direktris g disebut eksentrisitas (e) atau
e=
c
a
. persamaan garis direktriks
a a
a a
g1= = dan g 2= =
e c
e c
8.
c= a b
2
B. Persamaan Elips
1. Persamaan elips dengan pusat di O (0,0)
Berikut ini akan diberikan persamaan elips berdasarkan letak titik pusat elips.
a. Untuk elips yang berfokus pada sumbu x, persamaan elipsnya adalah
Dengan :
-
Pusat (0,0)
Fokus F1 (-c, 0) dan F2 (c,0)
b. Untuk elips yang berfokus pada sumbu y, persamaan elipsnya adalah :
a 2 x2 b2 y 2 a 2 b2
x2 y2
atau 2 2 1, a b
b a
Dengan :
-
Catatan :
Pusat (0,0)
Fokus F1 (0,-c) dan F2 (0,c)
c a2 b2
Contoh 1
Tentukan persamaan elips yang berpusat di O(0,0), fokus (-4,0) dan (4,0) dengan sumbu
mayor 10 satuan.
Jawab :
Fokus di F1 (-4,0) dan F2 (4,0) maka c = 4 ( fokus pada sumbu x )
Panjang sumbu mayor = 10, maka 2a = 10. Sehingga a = 5
b a 2 c 2 25 16 9 3
Persamaan elipsnya :
x2 y2
2 1
2
a b
x2 y2
x2 y2
2 1
1
2
25 9
5 3
Jadi persamaan elipnya adalah
x2 y2
1
25 9
Contoh 2
Diketahui persamaan elips
x2 y2
1
16 9 , tentukan koordinat titik puncak, koordinat
titik fokus, panjang sumbu mayor, sumbu minor, eksentrisitas, persamaan direktriks dan
panjang lactus rectum !
Jawab :
Dari persamaan elips
x2 y2
1
16 9 , diperoleh a
c2 = a2 - b2 , sehingga c2 = 16 9 =7, maka c =
Titik puncak (a,0) = (4,0) dan (-a,0)=(-4,0)
Titik focus ( -c,0) = (-
Panjang sumbu mayor = 2a = 2. 4 = 8
Panjang sumbu minor = 2b = 2. 3 = 6
Eksentrisitas:
7 ,0 ) dan ( c,0)=(
c 7
e= =
a 4
= 16, maka a = 4; b2 = 9, maka b = 3.
7.
Dari data diatas diperoleh :
-
7 ,0 )
x
-
Persamaan direktriks :
Panjang lactus rectum =
a
4
16 16
7
e
7
7
7
4
2 b2 2.9 18 1
4
a
4 4 2
Contoh 3
Tentukan : pusat, focus, sumbu simetri, sumbu panjang, sumbu pendek, direktriks, dan
eksentrisitas dari persamaan elips berikut : 9x2 + 25y2 = 900
Jawab:
Pertama nyatakan persamaan yang diberikan ke dalam bentuk baku dengan membagi
masing-masing ruas dengan 900 dan diperoleh bentuk baku
x2 y2
1
100 36
a = 10, b = 6, c = 8
pusat O(0,0)
Fokus (8, 0) dan (-8, 0)
Sumbu simetri : sumbu X dan sumbu Y
Sumbu panjang = 2a = 20
Sumbu pendek = 2b = 12
a2
c
Direktriks : x =
100
8
12
=
1
2
c 8 4
a 10 5
Eksentrisitas : e =
2. Persamaan elips yang berpusat di P(,)
a. Untuk elips yang berfokus pada sumbu utama yang terletak pada / sejajar
sumbu x, persamaan elipsnya adalah
Dengan :
-
Pusat (,)
Titik fokus di F1
Titik puncak
Panjang sumbu mayor = 2
Panjang sumbu minor = 2b
- c, )
Persamaan direktriks
F2
a2
x
c
b. Untuk elips yang berfokus pada sumbu utama yang terletak pada / sejajar
sumbu y, persamaan elipsnya adalah
Dengan :
-
Pusat (,)
Titik fokus di F1 (, - c) & F2 (, + c)
Titik puncak (, - a) & (, + a)
Panjang sumbu mayor = 2a
Panjang sumbu minor = 2b
Persamaan direktriks
a2
y
c
Contoh 4
Tentukan titik pusat, titik fokus, titik puncak, panjang sumbu mayor dan sumbu minor
2
2
4
x
9
y
16 x 18 y 11 0
dari persamaan elips
Jawab : Nyatakan terlebih dahulu persamaan elips tersebut ke dalam bentuk baku
x y
2
a2
b2
4 x2 9 y 2 16 x 18 y 11 0
4 x2 16 x 9 y 2 18 y 11
4 x 2 4 x 9 y 2 2 y 11
4 x 2 22 9 y 1 12 11
2
4 x 2 4 9 y 1 1 11
2
4 x 2 16 9 y 1 9 11
2
4 x 2 9 y 1 11 16 9
2
4 x 2 9 y 1 36
2
x 2 y 1
2
Dari persamaan diatas diperoleh : = 2, = 1, a2 = 9 maka a = 3, b2 = 4 maka a = 2,
c a 2 b2 32 22 9 4 5
-
Pusat ( , ) = ( 2,1 )
5 ,1 ) & F ( +c, ) =( 2+ 5 ,1 )
Titik fokus di F1 ( -c, ) = ( 2 -
Titik puncak ( -a, ) = ( 2-3,1 ) = ( -1,1 ) & ( +a, ) = ( 2+3,1 ) = ( 5,1 )
Panjang sumbu mayor = 2a = 2.3 = 6
Panjang sumbu minor = 2b = 2.2 = 4
Contoh 5
Tentukan : pusat, focus, sumbu simetri, sumbu panjang, sumbu pendek, direktriks,
dan eksentrisitas dari persamaan elips berikut : x2 + 4y2 4x + 24y + 4 = 0
Jawab :
x2 + 4y2 4x + 24y + 4 = 0
(x 2)2 4 + 4(y + 3)2 36 = -4
(x 2)2 + 4(y + 3)2 = 36
( x 2) 2 ( y 3) 2
1
36
9
pusat (2, -3)
a = 6, b = 3, c =
Fokus (3
a 2 b 2 39 9 27 3 3
2, -3)
Sumbu simetri : x = 2 dan y = -3
Sumbu panjang = 2a = 12
Sumbu pendek = 2b = 6
10
a2
Direktriks : x = c
36
3 3
2 4 3 2
c 3 3 1
3
a 6 2
Eksentrisitas : e =
Contoh 6
Tentukan persamaan ellips yang berpusat di (5,3) dengan sumbu mayor dan sumbu
pendek berturutturut 6 dan 4.
Jawab :
Sumbu panjang = 6, berarti a = 3
Sumbu pendek = 4, berarti b = 2
Jadi persamaan ellipsnya adalah :
x y
2
a2
b2
2
( x5 ) ( y(3 ) )
+
=1
2
2
3
2
11
( x5 )2 ( y+3 )2
+
=1
9
4
C. Persamaan Garis Singgung Elips
1. Garis Singgung dengan gradien m pada pusat O (0,0)
2
besarnya
diskriminan
0.
Kita
sudah
x y
+ 2
2
a b
Jika garis h : y = mx + n menyinggung elips
=1, maka
mengetahui
bahwa
diskriminan dari persamaan kuadrat yang dihasilkan oleh kedua
persamaan di atas adalah D = -4a2b2 (n2-b2 a2m2), sehingga diperoleh
-4a2b22 (n2-b2 a2m2) = 0
n2 - b2 a2m2 = 0
n2 = b2 + a2m2
n=
a2 m2+b2
Jadi, persamaan garis singgung pada elips
gradient m didefinisikan dengan persamaan :
12
x y
+ 2
2
a b
=1 dengan
y = mx
a2 m2+b2
1. Persamaan garis singgung dengan gradient m dengan pusat
P(,)
Dengan cara yang serupa dengan di atas dapat ditemukan persamaan garis singgung
ellips yang tidak berpusat di (0,0)misal di P (,) yaitu:
( y )=m ( x ) a2 m2+b 2
2. Persamaan Garis singgung melalui sebuah titik pada elips
dengan pusat O (0,0)
y
h
P
x
Perhatikan gambar diatas yang memperlihatkan sebuah garis h yang
menyinggung elips
x y
+ 2
2
a b
= 1 di titik P (x1, y1).
Persamaan garis singgung elips
x y
+ 2
2
a b
= 1 di titik P (x1, y1)
didefinisikan dengan persamaan.
x1 x
a
y1 y = 1
2
b
3. Persamaan garis singgung melalui sebuah titik pada elips
dengan pusat P (,)
13
( x ) (x 1) ( y ) ( y 1 )
+
=1
2
2
a
b
Contoh :
Persamaan garis singgung pada elips
x2 y 2
+ 2
2
4 16
= 1, dengan gradient m = 3. Tentukan
persamaan garis singgung tersebut!
Jawab:
x y
+ 2
2
4 16
= 1, diperoleh a2= 4 a = 2
b2 = 16 b = 4
Persamaan garis singgungnya adalah:
y=mx b +a m
2
2 2
3 x b 2+a2 m2
3x 16+49
3x 16+36
3x 52
Jadi persamaan garis singgungnya adalah y = 3x
14
36+16
Contoh:
, dititik P(2
x y
+ =1
16 8
, jadi persamaan garis
Tentukan persamaan garis singgung pada elips
x +2 y 16=0
,2) ?
Jawab:
x2 + 2y2 - 16 = 0 x2 + 2y2 = 16
x y
+ =1
16 8
2
Di titik P
( 2 2,2)
ini artinya P(2
x y
+ =1
16 8
,2) terletak pada elips
singgungnya:
x x1 y y 1
+ 2
2
a b
2 2
=1
(2 2) (2)2
+ =
16
8
x + 4y = 1 6
x + 2y = 8
2y = 8
15
y=4
1
2
2
4. Menentukan Persamaan Garis Singgung Pada Elips dari Suatu Titik di Luar Elips.
Untuk menentukan garis singgung elips melalui titik di luar elips, tidak terdapat
rumus yang baku, untuk menentukannya dapat digunakan rumus pada butir a dan b
sebagai dasar pertolongan perhitungan.
Contoh:
x2 y2
1
Tentukan persamaan garis singgung pada elips 100 25
melalui titik p (2,7),
tentukan titik singgungnya?
Jawab :
xx1 yy1
2 1
x .2 y.7
2
+ =1
a b
100 25
x2 y2
1
100 25
y=
1 25
x+
2
4
7
x
+
100
25
x2 2x - 48 = 0
( x - 8) (x + 6) = 0
x = 8 dan x = -6
16
1 25
x+
4 7
untuk
x 8 maka
1 25
y .8 3
14 7
x 6 maka
untuk
titik singgungnya adalah
8,3 dan 6,4
Persamaan garis singgung melalui titik
xx1
yy1
1
2
a
b2
x.8
y.3
1
100
25
2 x 3 y 25 0
xx1
yy1
1
2
a
b2
x 6
y.4
1
100
25
3 x 8 y 50 0
17
8,3 dan titik 6,4 adalah
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Elips adalah tempat kedudukan titik-titik yang jumlah jaraknya terhadap dua titik
tertentu mempunyai nilai yang tetap. Kedua titik tersebut adalah titik focus / titik api.
Untuk suatu elips, jarak terjauh antara dua titik pada elips disebut sumbu mayor,
dengan titik-titik ujung sumbu mayor disebut titik-titik puncak elips. Ruas garis yang
tegak lurus dan membagi sumbu mayor menjadi 2 bagian yang sama disebut sumbu
minor.
1. Persamaan elips dengan pusat di O (0,0)
o Untuk elips yang berfokus pada sumbu x.
b x a y a b
2 2
2 2
x2 y2
atau 2 2 1, a b
a b
o Untuk elips yang berfokus pada sumbu y.
a x b y a b
2 2
2 2
x2 y2
atau 2 2 1, a b
b a
2. Persamaan elips yang berpusat di P(,)
o Untuk elips yang berfokus pada sumbu utama yang terletak pada / sejajar
sumbu x, persamaan elipsnya adalah
x y
2
a2
b2
o Untuk elips yang berfokus pada sumbu utama yang terletak pada / sejajar
sumbu y, persamaan elipsnya adalah
x y
2
b2
a2
3. Persamaan garis singgung elips.
18
o Persamaan garis singgung elips dengan pusat O (0,0) dengan gradient m
y=mx a m +b
2 2
o Persamaan garis singgung elips dengan pusat
dengan gradient m
(y)=m(x) a2 m2 +b 2
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB8QFjAA&u
rl=http%3A%2F%[Link]%2F2010%2F11%[Link]&ei=YZZtVKjhLcjAmAXs1IGQCA&usg=AFQjCNFuL-PpV7cIgOPLovpjk4dSdTJbw&sig2=LZikCxQICTBrMRv5fPz0KA
[Link]
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&ved=0CDIQFjAD&url=http%3A%2F
%[Link]%2Fvyuka%2Fkzga
%2Fellipse_app2.pdf&ei=YZZtVKjhLcjAmAXs1IGQCA&usg=AFQjCNFtQ0p6nwGANzJG
IkS468a0uu7laA&sig2=hVqJSRcGjoCaI9H4s_z6Ig
[Link]
19