Konsultan Perencana
Berdasarkan
Keputusan
Direktorat
Jendral
Cipta
Karya
Departemen Pekerjaan Umum Nomor 023/KPTS/CK/1992, yang disebut
Perencana/Konsultan Perencana adalah perorangan atau badan hukum
yang melaksanakan tugas konstruksi dalam bidang perencanaan karya
bangunan atau perencanaan lingkungan beserta kelengkapannya.
Konsultan perencana arsitektur memegang peranan penting untuk
perencanaan awal atau konsep desain dari segi arsitektur dan estetika
ruangan.
Tugas dari konsultan perencana arsitektur adalah:
A. Membuat gambar atau desain dan dimensi bangunan secara lengkap
dengan spesifikasi teknis, fasilitas, dan penempatannya.
B. Menentukan spesifikasi bahan bangunan untuk finishing pada bangunan
proyek yang bersangkutan.
C. Membuat gambar-gambar rencana dan syarat-syarat teknis secara
administrasi untuk pelaksanaan proyek.
D. Membuat perencanaan dan gambar-gambar ulang atau revisi bilamana
dibutuhkan.
E. Bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil perencanaan yang dibuatnya
apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Adapun tugas konsultan perencana atau layanan jasa arsitek terdiri atas
empat kategori umum, yaitu:
A. Layanan utama
B. Layanan pendahuluan
1
Saran pendahuluan
Kelayakan perancangan
Kebutuhan data primer dan sekunder
Pengajuan untuk mendapatkan keterangan rencana
Kebutuhan tenaga ahli lain
Kebutuhan arsitek lapangan
C. Layanan tambahan
1
Saran atas tapak (site)
Inspeksi bangunan yang ada (existing)
Upaya memperoleh kesepakatan
Perubahan penugasan
Keterlambatan
Dan lain-lain
D. Layanan khusus
1
Perencanaan kota/daerah/regional
Perancangan pelestarian monumen/kawasan
Perancangan tata ruang dalam (interior), tata ruang luar (lanskap)
Konsultasi/pemberian nasihat
Manajemen Konstruksi (MK)
Manajemen Proyek (MP)
Pengawasan terpadu
Dan lain-lain
Lingkup Pekerjaan Pokok Konsultan Perencana dan Perancangan
(Konsultan Arsitektur) menurut Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam buku
Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek Dengan Pengguna Jasa, terdapat
beberapa tahap pekerjaan, yaitu sebagai berikut.
A Tahap Konsep Rancangan
Pada tahap ini arsitek melakukan persiapan perancangan yang meliputi
pemeriksaan seluruh data serta seluruh informasi yang diterima,
membuat analisis dan pengolahan data yang menghasilkan program
rancangan dan konsep rancangan.
B Tahap Pra-rancangan (Schematic Design)
Pada tahap ini berdasarkan konsep perancangan yang paling sesuai dan
dapat memenuhi persyaratan program perancangan, arsitek menyusun
pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam gambargambar, sedangkan nilai fungsional dalam bentuk diagram-diagram.
Aspek kualitatif lainnya serta aspek kuantitatif seperti perkiraan luas
lantai, informasi penggunaan bahan, sistem konstruksi, biaya, dan
waktu pelaksanaan pembangunan disajikan dalam bentuk laporan
tertulis maupun gambar-gambar.
C Tahap Pengembangan Rancangan
Pada tahap pengembangan rancangan, arsitek bekerja atas dasar
prarancangan yang telah disetujui oleh pengguna jasa untuk
menentukan sistem
konstruksi dan struktur bangunan, sistem mekanikal-elektrikal, bahan
bangunan, serta perkiraan biaya konstruksi.
D Tahap Pembuatan Gambar Kerja
Pada tahap pembuatan gambar kerja, arsitek menerjemahkan konsep
rancangan yang terkandung dalam pengembangan rancangan tersebut
ke dalam gambar-gambar dan uraian-uraian teknis yang terinci
sehingga
secara
tersendiri
maupun
secara
keseluruhan
dapat
menjelaskan proses pelaksanaan dan pengawasan konstruksi.
E Tahap Proses Pengadaan Pelaksana Konstruksi
Pada tahap ini, arsitek mengolah hasil pembuatan gambar kerja ke
dalam bentuk format dokumen pelelangan yang dilengkapi dengan
tulisan Uraian Rencana Kerja dan Syarat-syarat teknis pelaksanaan
pekerjaan (RKS) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) termasuk
daftar volume (bill of quantity).
F Tahap Pengawasan Berkala
Pada tahap ini, arsitek melakukan peninjauan dan pengawasan secara
berkala di lapangan dan mengadakan pertemuan secara teratur dengan
pengguna jasa dan pelaksana pengawasan terpadu atau Manajemen
Konstruksi (MK) yang ditunjuk oleh pengguna jasa. Dalam hal ini
arsitek tidak terlibat dalam kegiatan pengawasan harian atau menerus.
Penanganan pekerjaan pengawasan berkala dilakukan paling banyak 1
(satu) kali dalam 2 (dua) minggu atau sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
dalam sebulan.
Dalam proses perencanaan dan perancangan proyek, pihak-pihak yang
ikut terlibat dengan konsultan perencana atau arsitektur yaitu:
a. Pengguna jasa, adalah perorangan atau kelompok orang atau suatu
badan usaha yang memberikan penugasan atau pemberian tugas
kepada arsitek, baik untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan
perancangan arsitektur dan/atau pengawasan konstruksi maupun
pengelolaan proses pembangunan lingkungan arsitektur (bangunan
dan/atau lingkungan binaan).
b. Pemilik (owner), adalah perorangan atau kelompok orang atau suatu
badan yang memiliki proyek pembangunan.
c. Pengelola proyek, adalah arsitek/ahli atau sekelompok arsitek/ahli
atas nama perorangan atau badan usaha yang ditunjuk oleh pengguna
jasa untuk mengelola jalannya suatu proses pembangunan atau
lingkungan binaan.
d. Arsitek lapangan, adalah arsitek yang ditunjuk oleh pengguna jasa
untuk atas nama dan membantu pengguna jasa dalam melakukan
tugas-tugas pengawasan jalannya proses pelaksanaan konstruksi
sehari-hari. Penunjukan arsitek lapangan wajib dilakukan sesuai
dengan persyaratan yang direkomendasikan oleh arsitek perancang.
e. Pengawas dan staf pengawas, adalah perorangan atau kelompok
orang atau badan usaha yang mendapat tugas untuk mengawasi
jalannya proses pelaksanaan konstruksi, dapat ditunjuk dan bertindak
atas nama pengguna jasa dalam tugas pengawasan terpadu dan/atau
manajemen konstruksi.
Posisi arsitek di dalam suatu konsultan perencana adalah sebagai
konseptor dasar dari suatu proyek. Pada pelaksanaan proyek sendiri arsitek
bertindak sebagai team leader yang membawahi beberapa divisi dari
bidang keilmuan selain arsitektur misalnya membawahi bagian sipil,
mechanical engineering, dan lain-lain. Keahlian yang dibutuhkan arsitek
dalam suatu konsultan perencana adalah:
a. Keahlian dalam manajemen pribadi dikarenakan arsitek akan bertindak
sebagai team leader suatu proyek.
b. Mengetahui tentang peraturan yang berlaku serta melaksanakan kode
etik dan kaidah tata laku profesi arsitek.
c. Mampu mengeksplorasi dan menampilkan ide-ide kreatif dalam hal
desain tanpa melupakan lingkungan binaan di sekitarnya.
3.1.2. Tinjauan Perusahaan
A Sejarah Perusahaan
[Link]
Solusi
Global
adalah
konsultan yang bergerak di bidang
sebuah
biro
arsitektur,urban
desain,interior dan lansekap. Perusahaan ini rintis pada
tahun 2006
Metafora menggambarkan obyek atau konsep dengan menggunakan
kiasan . Itu berarti suatu kosakata atau susunan kata yang pada
mulanya digunakan untuk makna tertentu (secara literal atau harfiah)
dialihkan kepada makna lain. Semua bahasa di dunia mengenal kata
atau ungkapan yang bersifat metaforis. Kemegahan adalah konsep,
harus diterjemahkan dalam bentuk dan ruang [Link]
kenyamanan, keluasan, mencekam, herois, monumental, kehangatan,
keramahan. metafora!
Dua bentuk yang serupa tapi dengan arah yang saling melingkupi,
merupakan metafora dari isi dunia: selalu diwarnai dua hal berlawanan
yang saling melengkapi; siang-malam, baik-buruk, jauh-dekat, awalakhir, gelap-terang, dan seterusnya.
Warna MERAH merupakan metafora dari kemauan untuk selalu
mencari, sedangkan warna HITAM menggambarkan kedalaman dan
kerundukan, kerendahan hati pada kedalaman ilmu, sepi ing pamrih
rame ing gawe.