1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi hardware dan software maka dunia
industri dalam adaptasinya juga melakukan proses transformasi untuk
mendapatkan
kemudahan,
fleksibilitas
dalam
sistem
pengawasan,
pengendalian, pengambilan data dan pengolahan data. Untuk mendapatkan hal
tersebut diatas maka banyak mempengaruhi dalam pengambilan keputusan
untuk melakukan investasi dalam sistem SCADA pada industri.
Dalam keadaan yang sekarang ini dan tidak ragu lagi bahwa di semua
industri-industri
memerlukan suatu
otomatisasi untuk mengontrol suatu
mesin agar dapat dioperasikan secara mudah, efisien dan hasil produksi
dapat
meningkat
maka
dibuat
suatu
sistem
otomatisasi
untuk
pengontrolan mesin tersebut. Oleh karena itu, untuk media pengontrol yang dapat
bekerja secara otomatis digunakanlah pengendali PLC (Programmable Logic
Controller) yang dapat dikontrol dan dimonitoring dengan sistem SCADA.
Oleh karena itu, untuk dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang
ada, mahasiswa diharapkan dapat mensimulasikan dan mengontrol program
dengan menggunakan software yang ada, dan software yang biasa digunakan
untuk menghubungkan ke komputer ada banyak sekali seperti Win CC, SCADA,
Movicon, dll. Tapi dalam project kali ini menggunakan software yang bernama
Movicon
X2
ataupun
Movicon
X11
untuk
mensimulasikan
besarnya
tegangan,arus, maupun factor daya dan dapat terhubung dengan PLC seperti yang
pada percobaan kita kali ini menggunakan PLC Siemens tipe S7-1200 TCP.
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapatkn rumusan masalah yaitu sebagai
berikut.
1. Bagaimana deskripsi kerja rangkaian Simulasi Produksi Pipa PVC ?
2. Bagaimana prinsip kerja Ladder PLC?
3. Bagaimana deskripsi kerja rangkaian dari program Movicon X-2 ?
1.3
Batasan Masalah
Mengingat permasalahan yang cukup luas dan untuk menghindari
permasalahan yang mungkin timbul dan tidak relevan dengan pembahasan
masalah, maka dibuat batasan masalah. Adapun permasalahan yang akan dibahas
meliputi
1. Perencanaan rangkaian kontrol dan monitoring Proses Kerja Produksi Pipa
PVC berbasis Movicon X2.
2. Pengontrol Diagram Proses Kerja Produksi Pipa PVC menggunakan PLC
Siemens S7-TCP
3.
Visualisasi
kerja
Diagram Proses Kerja Produksi Pipa PVC
menggunakan PLC Siemens S7-TCP dengan software Movicon X2
1.4
Tujuan
Tujuan dari penulisan Laporan Simulasi Diagram Proses Kerja
Produksi Pipa PVC ini adalah.
1.
Dapat menjelaskan deskripsi kerja rangkaian Simulasi Produksi Pipa
PVC
2. Dapat menjelaskan prinsip kerja rangkaian Simulasi Produksi Pipa
PVC berdasarkan Ladder PLC
3. Dapat menjelaskandeskripsi kerja rangkaian dari program Movicon
X2.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Movicon X2
Movicon X2 merupakan salah satu seri di Movicon Scada / HMI
teknologi perangkat lunak platform untuk pengawasan dan kontrol
industri. Movicon mewakili lebih dari 15 tahun evolusi teknologi tegas
berdasarkan konsep kesederhanaan, skalabilitas, daya dan keterbukaan.
Progea ekslusif XML-dalam teknologi sekarang melakukan untuk
kesempurnaan dalam versi produk X2, yang sepenuhnya kompatibel
dengan versi sebelumnya, dan memperbaharui konsep pengawasan
berdasarkan modularitas dan keterbukaan mengantisipasi teknologi
otomasi masa depan.
Dengan
mempertahankan
dan
memperluas
karakteristik
skalabilitas, Movicon X2 diusulkan di pasar sebagai standar platform
perangkat lunak untuk semua mereka yang beroperasi dalam otomasi
industri, remote control dan otomatisasi bangunan, sebagai SCADA
software / HMI yang unik untuk semua jenis penyebaran dan hardware.
Movicon dapat digunakan baik dalam panel sentuh dan atau
perangkat mobile. Setiap aplikasi Movicon, baik di Windows 8, Windows
7, Windows CE, mendukung teknologi jaringan yang kuat dimana masingmasing perangkat dapat menjadi klien, server atau server web
Teknologi yang digunakan dalam Movicon X2 didasarkan pada
konsep modern dan inovatif, menawarkan untuk pengguna platform
SCADA / HMI terpercaya, kuat, mudah digunakan di mana ribuan system
integrator dan mitra di seluruh dunia merancang aplikasi mereka dengan
sukses.
2.2
Teori PLC Simens S7- 1200 TCP.
PLC adalah suatu perangkat kendali yang sering ditemui di
industri. Pada project kedua ini akan dibahas bagaimana cara menghubungkan
PLC OMRON CPM2A 30 CDR. Perlu diketahui protocol yang dipergunakan
adalah Host Link. Dalam percobaan ini akan dibahas bagaimana cara
menampilkan status inputan (Input berada pada channel 0) dan juga status output
PLC (output berada pada channel 10).
Gambar 10.1. PLC OMRON CPM2A *)
*) Omron Electronics INC. CPM2A Product Overview, Schaumburg. 1997, page 1.
Target koneksi:
- Perangkat : PLC OMRON CPM2A (melalui peripheral port)
- Protokol : Host Link
- Register monitoring : Input alamat 00
Output alamat 10
- Slave / Node address : 1
- Sinyal koneksi : RS-232
- Perangkat tambahan koneksi : CIF01
Gambar. Spesifikasi CPM A
*) Omron Electronics INC. CPM2A Product Overview, Schaumburg. 1997.
Gambar. Hubungan PLC dengan PC
Sistem yang dibangun adalah sistem PLC dengan menggunakan perangkat
keras PLC Siemens SIMATIC S7-1200. Sistem PLC web server tersebut akan
diaplikasikan sebagai human machine interface (HMI), dimana pengontrolan dan
pengawasan terhadap plant dapat dilakukan secara real-time menggunakan
browser baik dari perangkat komputer maupun perangkat mobile device seperti
smartphone. Selain itu, PLC juga diprogram sebagai pengendali PID
(Proportional, Integral, Differential). Pengendali PID ini bertugas sebagai
pengatur kuantitas yang kemudian akan mengendalikan VSD untuk mengatur
kecepatannya. PLC yang digunakan adalah tipe PLC Siemens SIMATIC S7-1200.
Tipe PLC ini terdiri dari 10 input digital, 2 input analog, dan 8 output relay. Selain
itu PLC S7-1200 juga dilengkapi dengan port PROFINET ini memungkinkan
PLC untuk berkomunikasi dengan device lain seperti PLC, PC, HMI, drive, dll.
Disamping itu, selain untuk memproses program boolean, fungsi pewaktu (timer)
dan fungsi penghitung (counter) seperti fungsi PLC pada umumnya, PLC S7-1200
juga mendukung berbagai macam aplikasi seperti proses aritmatika, webserver,
PID, dan motion control.
Gambar Siemens S-7 1200 TCP
BAB III
METEDEOLOGI
3.1
Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat pelaksanaan pengerjaan laporan ini yaitu :
Waktu
: 11 Januari 2017
Tempat
: Lab. Interface Gedung Ag 2.32b Politeknk Negeri
Malang
3.2
Peralatan yang dibutuhkan
Dalam melakukan pengerjaan Laporan ini peralatan yang dibutuhkan yaitu
sebagai berikut.
1. Rangkaian Simulasi Produksi Pipa PVC
2. PLC Siemens tipe S7-1200
3. Panel Box berisi MCB, Relay, Push Button, Selector Switch, dll
4. Software Movicon X2
5. PC/Laptop dengan OS Windows 7/8
6. Koneksi Wifi dengan Rangkaian Simulasi
3.3
Deskripsi Kerja Rangkaian Simulasi Produksi Pipa PVC
Proses awal PLC menyalakan mesin pendorong dan kedua
pemanas secara bersamaan, (PENDORONG, PEMANAS 1 DAN
PEMANAS 2 - ON) setelah 5 detik kemudian mesin penarik bekerja
menarik pipa PVC (PENARIK - ON) dan ketika pipa PVC menyentuh
Limit Switch maka motor pemotong dan pendorong pemotong maju
bergerak (PEMOTONG, PEMOTONG MAJU - ON) dan setelah 5 detik
kemudian maka motor
pendorong pemotong akan berputar secara
terbalik / pemotong mundur akan bekerja selama 5 detik (PEMOTONG
MAJU OFF & PEMOTONG, PEMOTONG MUNDUR - ON) Proses ini
dilakukan berulang saat limit switch tetap tertekan, dan pemotong akan
berhenti saat limit switch tidak ditekan. Proses-proses tersebut
dimonitoring menggunakan software Movicon di komputer/PC
Dan berikut adalah pilihan cara untuk mengoperasikan rangkaian:
-
Operasi Maintenance
Untuk operasi maintenance selector diarahkan ke posisi manual. Pada
proses ini motor pendorong dan pemanas tidak dapat dioperasikan dan
ada 2 selector switch untuk menyalakan penarik dan motor pemotong.
Untuk mesin penarik menggunakan selector switch 2 dan untuk motor
pemotong menggunakan selector switch 3
Operasi Otomatis
Untuk kerja otomatis selector diarahkan ke posisi otomatis untuk
menyalakan PLC, kemudian push button 1 ditekan untuk memulai
proses kerja secara otomatis.
3.4
Deskripsi Kerja Ladder PLC
Untuk memahami driskripsi kerja ladder dari PLC Siemens S7 kita harus
memahami urutan kerja ladder yang digunakan untuk pemrograman simulasi
proses kerja produksi pipa pvc baik itu simbol simbol yang digunakan, alamat
dari workbit I / O yang digunakan, serta fungsi fungi seperti timer, flip-flop,
counter, compare dll yang digunakan untuk pemrogramannya.
Untuk dapat memahami kerja rangkaian dari ladder PLC rangkaian
simulasi produksi pipa pvc kita harus mengaplikasikan programnya pada software
PLC nya agar dapat diketahui urutan kerja dari masing masing urutan network
mulai dari awal sampai akhir.
Berikut ladder program PLC :
Network 1
Network 2
Network 3
Network 4
Network 5
10
Network 6
Network 7
Network 8
Network 9
Network 10
11
Network 11
Diskripsi Kerja :
1. Pertama ketika PB ON ditekan maka akan mengaktifkan mmory workbit
M3.0 yang mana merupakan workbit utama untuk penyalaan sistem.
2. Kemudian karena M3.0 aktifmaka akan mengaktifkan rangkaian pemanas 1
dan pemanas 2 akan tetapi pada kondisi ini pada pemanas 1 (Q0.1) dan
pemanas 2 (Q0.2) tidak akan aktif sebelum nilai dari IW 64 (sensor suhu 1)
dan IW 66 (sensor suhu 2) belum memenuhi nilai yang disetting yang mana
merupakan nilai parameter suhu yang mana pada ladder programnya
menggunakan compare untuk mensetting range nilai IW agar dapat aktif.
3. Selain mengaktifkan pemanas 1 dan pemanas 2 M3.0 juga mengaktifkan
pendorong Q 0.0 yang menggerakkan pipa untuk didorong menuju pemanas 1
dan 2.
4. Untuk proses kerja selanjutnya setelah pendorong, pemanas 1dan pemanas 2
aktif selama 5 detik selanjutnya, akan mengaktifkan penarik (Q0.3) untuk
aktif yang mana penarik akan menarik pipa untuk dibawa ke arah mesin
pemotong (Q0.4).
12
5. Selanjutnya pipa akan ditarik dan didorong sampai akhirnya akan menyentuh
limit switch (d%0.2) sehingga akan mengaktifkan mesin gergaji / pemotong
dan akan mengaktifkan pemotong maju (Q0.4) sehingga akan menggerakkan
pemotong maju dan mulai memotong pipa.
6. Setelah proses pemotongan pipa bergerak maju selanjutnya setelah 5 detik
proses pemotongan akan bergerak mundur sehingga yang aktif pemotong dan
pemotong mundur (Q0.5) dan akan maju kembali jika limit switch (d%02)
tertekan kembali oleh pergerakan pipa.
7. Setelah pemotong dan pemotong mundur (Q0.5) bekerja selama 5 detik
kemudian rangkaian pemotong akan off dan akan bekerja kembali setelah
(proses 6) selesai, selanjutnya proses yang masih bekerja yaitu pendorong
(Q0.0) ; pemanas 1 (Q0.1); pemanas 2 (Q0.2) dan penarik (Q0.3).
8. Untuk menonaktifkan kerja rangkaian dapat di off kan dengan menekan
tombol off (d%0.1) / PB off sehingga rangkaian akan off akan tetapi yang
masih aktif yaitu parameter suhu (IW 64) dan (IW66).
3.5
Deskripsi Kerja Rangkaian Dari Program Movicon X2
Pengoperasian Pengoperasian program dari SCADA Movicon X 2
adalah sebagai berikut.
1. Langkah pertama hubungkan koneksi Wi-fi PLC_LAB INTERFACE
dengan PC dengan cara memasukkan password Listrik2016.
13
Setelah PC tersambung dengan Wi-Fi kemudian langkah selanjutnya
adalah pengoprasian Program Movicon X2.
2. Pengoperasian program Movicon X2 dimulai dengan membuka program
Movicon X2.
14
3. Untuk membuat file project baru tekan New pada toolbar file menu
(Ctrl+N).
4. Kemudian akan muncul pilihan bentuk koneksi yang akan digunakan. Pilih
Win32 Platform. Adapun bentuk tampilan windownya seperti dibawah ini:
15
5. Setelah itu pada tampilan dibawah ini, diharuskan mengisi nama project
yang akan dibuat dan memilih tempat dimana project akan disimpan,
kemudian tekan tombol Next.
Apabila ingin menggunakan password pada project untuk
keamanan data maka klik Password Protected Project. Namun pada
project ini tidak menggunakan password sehingga langsung menekan
tombol next.
6. Langkah selanjutnya adalah mengeset jumlah layar / screen . pada langkah
ini ketiga parameter tersebut ditampilkan bersamaan, jadi cukup
menggunkan 1 screen. Maka cawanglah create #Screens dan isikan 1.
16
7. Kemudian Klik [Next]. Muncullah dialog seperti dibawah ini. Jika kita
ingin mengaktifkan Historical and Trace.
8. Dalam percobaan ini kita belum menggunakan Historical and Trace, maka
hilngkan tanda cawang pada keduanya lalu klik [Next]. Maka kan muncul
window seperti dibawah ini.
17
Dialog ini untuk mengaktifkan data logger (data yang terbaca
misalkan temperatur atau tegangan dicatat secara periodik ke database)
dan recipe (kumpulan setting parameter). Data base bisa memilih
menggunakan MS Access, MS Exel dan MS SXL Server. Pada percobaan
kita menggunakan data logger maka cawanglah pada Create Data Logger
And Recipe ODBC DSN dan database menggunakan MS Exel.
9. Lalu klik [Next] muncul dialog sebagai berikut.
18
Dialog ini adalah, Jika kita menginginkan menggunakan alarm.
Dengan mengaktifkan alaerm maka, saat suatu nilai parameter diluar batas
maka secara otomatis Movicon akan menampilkan peringatan. Penjelasan
tersebut adalah alarm analog. Sedangkan alarm digital adalah ketika suatu
input digital aktif / berogika 1 maka Movicon akan membangkitkan alarm
(tetapi bisa diset juga saat suatu input berlogika 0 berfungsi menjadi
membangkitkan alarm) . Pilih dan cawang keduanya.
19
10. Langkah selanjutnya adalah adalah pemilihan protokol apa saja yang akan
digunakan. Jadi satu komputer / satu Movicon bisa dihubungkan dengan
beberapa perangkat dengan protokol yang beda beda dalam satu saat.
Tetapi setiap COM hanya 1 protokol. Pada percobaan menggunakan
Siemens yang menggunakan komunikasi Wi-Fi.
11. Klik [Next] akan muncul dialog sebagai berikut, dan pilihlah station
20
Dialog ini berfungsi untuk melakukan pengesetan jumlah
perangkat (dalam hal ini PLC Siemens S7-TCP) pada jalur.
12. Kemudian klik Add
Dialog ini dipergunakan untuk mengeset parameter serial
komunikasi. Diantara banyak sekali parameter yang perlu diset adalah: Station name : label perangkat untuk memudahkan misal S7 TCP Gudang
atau S7 TCP Pabrik 1 dan lain lain. Pengesetan tidak wajib tetapi agar
memudahkan. Pada percobaan diset menjadi S7 TCP.
21
13. Langkah selanjutnya Setting parameter Serial Port Setting bagian- Port :
adalah ke port komputer dimana S7 TCP tersebut dihubungkan misal port
1, port 2 atau lainnya. Pada percobaan menggunakan port 1.
Dialog ini dipergunakan untuk mengeset parameter serial
komunikasi. Diantara banyak sekali parameter yang perlu diset adalah:
- Station name : label perangkat untuk memudahkan misal S7 TCP Gudang
atau S7 TCP Pabrik1 dan lain lain. Pengesetan tidak wajib tetapi agar
memudahkan. Pada percobaan diset menjadi S7-TCP.
- Error Threshold : Pada error threshold gantilah menjadi 1.
- Server Addres : Pada server addres gantilah menjadi [Link].
- Server Port : Pada server port aturlah menjadi 102.
14. Klik tombol [OK] maka akan muncul tampilan sebagai berikut :
22
SCREEN SHOOT
15. Klik [Ok] lagi muncul dialog untuk mengimport label dari perangkat
(nisalkan label pada I/O PLC). Karena kita tidak perlu maka klik [No]
Muncul lingkungan Movicon semacam ini
Pada sisi kanan yaitu Project Explorer akan muncul nama yang kita
ketik diawal yaitu Rohim_Lindiasari. Jika Project Explorer ini menghilang
untuk menampilkan kembali cukup menggeser mouse (tidak usah di klik)
ke tulisan Project Explorer di paling kiri.
Selanjutnya buat sebelas variable untuk menampung nilai yang
dikirimkan S7 TCP. Beri nama sebelas variable itu sebagai berikut.
1. Push button start, dengn IP Adress = Q0.7
2. Push button stop, dengn IP Adress = Q.06
3. Pemanas 1, dengn IP Adress
= IW 64
4. Pemanas 2, dengn IP Adress
= IW 66
5. Pemotong, dengn IP Adress
= Q0.4
23
6. Pemotong maju, dengn IP Adress
7. Pemotong mundur, dengn IP Adress
8. Penarik, dengn IP Adress
9. Pendorong, dengn IP Adress
10. Lampu 1, dengn IP Adress
[Link] 2, dengn IP Adress
= Q1.0
= Q0.5
= Q0.3
= Q0.0
= Q1.0
= Q1.1
Variable dibuat di dalam Real Time DB -> List Variables. Caranya adalah
sebagai berikut.
a. Tampilkan Project Explorer dengan menggeser mouse ke
tulisan Project Explorer miring di kiri layar. Selanjutnya
b.
klik mouse pada tanda [+] di depan tulisan Real Time DB.
Selanjutnya klik kiri mouse sekali pada List Variables
(Tags .....)
c. Kemudian klik kanan (mouse masih berada di atas tulisan
List Variables (Tags .....) maka akan muncul pop up menu
berikut.
16. Klik kiri dan pilih New Variable muncul dialog demikian:
24
Ubah VAR00001 menjadi PB_NO lalu klik [Ok] maka akan
muncul dibawah List Variable
17. Ubah VAR00001 menjadi PB_NO (tanpa spasi) lalu klik [Ok] maka akan
muncul dibawah List Variable
Disitu terlihat bahwa variable PB_NO dengan type Bit untuk
menampung data yang dikirimkan dari S7-TCP. Kemudian klik kanan sekali
pada tulisan PB_NO pilih properties dan akan muncul window seperti gambar
dibawah.
25
Ganti Type sebelumnya menjadi Bit. (khusus untuk push button)
Ganti Dynamic yaitu dengan cara klik ... yang ada disebelah kanan. Lalu
akan muncul window seperti dibawah ini
Klik S7 TCP kemudian klik Add. Lalu akan muncul window seperti
dibawah ini.
26
Isi device address sesuai dengan alamat yang berada diatas. Untuk push
button NO isikan device address Q0.7. Klik OK. Setelah itu akan muncul
window seperti dibawah ini.
Kemudian klik OK maka baris Dynamic akan terisi seperti window dibawah
ini.
27
Lalu klik tanda
yang berada di pojok kanan atas. Kemudian akan muncul
window seperti gambar dibawah ini.
18. Langkah selanjutnya masukkan sepuluh variable lainnya seperti langkah
diatas (langkah nomor 16-17), daftar variabel dan nomer ip adress
No
Variabel
IP Adress
Push button start
Q0.7
Push button stop
Q.06
Pemanas 1
IW 64
Pemanas 2
IW 66
Pemotong
Q0.4
Pemotong maju
Q1.0
Pemotong mundur
Q0.5
Penarik
Q0.3
Pendorong
Q0.0
10
Lampu 1
Q1.0
28
11
Lampu 2
Q1.1
29
19. Kemudian klik Tool Box maka akan muncul toolbar dari ToolBox
30
20. Langkah selanjutnya insert gambar layout Push Button pada Screen
Lakukan juga pada semua variable dengan cara men-insert simbol masing
masing. Kemudian, masukkan seluruh simbol simulasi dan text pada
screen dari tool box seperti contoh pada Modul Basic Interfacing.
31
21. Langkah selanjutnya adalah memasukkan variable yang telah kita buat
sebelumnya kedalam simbol yang telah di insert.
Masukkan variabel sesuai dengan simbol simulasi, tombol dengan
variabel tombol dan text dengan variabel text.
Untuk variabel tombol perlu diceklist implusive agar push button
Bekerja seperti simulasi aslinya (kembali saat tombol di lepas).
22. Jangan lupa untuk klik ceklist
hijau saat mengubah atau menambah
variabel pada simbol simulasi agar perubahan di terapkan
32
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Untuk melakukan percobaan ini tentunya harus mempunyai
peralatan hardware maupun software pendukungnya. Yang dalam hal ini
hardware nya adalah rangkaian simulasi serta PLC, dan software yang
digunakan adalah movicon X2, dengan media koneksi adalah jaringan
33
Wifi. Harus dipastikan dulu disini PC/Laptop harus benar benar
terkoneksi dengan rangkaian simulasi.
Secara umum, Movicon dapat membaca seluruh data dan
mengoperasikan rangkaian simulasi dari PC/Laptop, yang mana pemberian
kode variable juga harus disesuaikan dengan data variable pada software
PLC yang telah dibuat. Tentu saja rangkaian ini memiliki bagian penting
yaitu data rangkaian pada PLC Siemens tersebut. Data rangkaian pada
PLC disini berperan penting pada proses pekerjaan rangkaian simulasi ini
karena Movicon sendiri pada dasarnya hanyalah software yang berfungsi
memonitoring dan mengoperasikan rangkaian. Movicon juga dapat
menyimpan data secara berkaladan menyimpan data tersebut dalam bentuk
Microsoft Office Excel atau dalam bentuk lainnya.
Pada rangkaian simulasi produksi pipa PVC ini memilik bebrapa
kelebihan yaitu proses kerja yg terbilang otomatis karena hanya
menggunakan limit switch saja sensor untuk mengaktifkan pemotong maju
dan mundur secara bergantian, sementara pendorong, pemanas 1, pemanas
2, dan penarik akan selalu aktif seiring berjalanya proses produksi. Tapi
sayang nya rangkaian simulasi ini juga memiliki kelemahan yaitu
rangkaian simulasi yang sudah terbilang cukup lama tidak pernah
digunakan sehingga ada lampu indikator yang tidak berfungsi serta
pengkoneksian rangkaian simulasi dari Movicon yang menggunakan Wifi
saat digunakan bersama-sama/oleh banyak user yang mana akan terjadi
crash/tabrakan software movicon yang dioperasikan pada rangkaian
simulasi tersebut dan mengakibatkan rangkaian simulasi tidak bekerja
sesuai dengan data software yang kita buat.
4.2
Saran
34