TATALAKSANA ASMA BRONKIAL
(J45)
DAFTAR
TILIK
No. Dokumen
:
SOP/[Link].058-MKS/2016
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit : 27 Juli 2016
Halaman
: 1 dari 1
PUSKESMAS
KECAMATAN
MAKASAR
[Link]. T
NIP.196209231994021001
Unit
: .........................................................................................
Nama Petugas
: .........................................................................................
Tanggal Pelaksanaan
: .........................................................................................
Langkah Kegiatan
Ya
Tidak
Tidak
berlaku
1 Apakah petugas melakukan identifikasi pasien
dengan menanyakan nama, tanggal lahir, alamat
pasien (minimal dua data) dan mecocokkannya
dengan data rekam medis?
2 Apakah petugas melakukan anamnesa dengan
menanyakan :
a Terdapat lebih dari satu gejala (mengik, sesak, dada
terasa berat)
b Sering memburuk paa malam hari atau pagi dini hari
c Dipicu oleh infeksi virus, latihan, allergen, perubahan
cuaca, tertawa, asap kendaraan, rokok, atau bau
yang sangat tajam
d Riwayat penyakit keluarga
e Lingkungan
f Obesitas (?)
3 Apakah dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk
menemukan tanda tanda klinis antara lain: mengi
ekspirasi saat auskultasi, sesak napas, retraksi otot
bantu napas ?
4 Apakah petugas melakukan pemeriksaan penunjang
berupa pemeriksaan arus puncak ekspirasi dan
pemeriksaan darah lengkap?
5 Apakah dokter menegakkan diagnosa dan menyusun
rencana layanan medis berupa rawat jalan
Klasifikasi derajat asma : intermiten, persisten ringan,
persisten sedang, persisten berat?
6 Apakah dokter melakukan penanganan sesuai
beratnya asma :
Asma persisten ringan : Glukokortikosteroid inhalasi
(200-400 mgBB/hari). Alternatif teofilin lepas lambat
Asma persisten sedang : Glukokortikosteroid inhalasi
(400-800 mgBB/hari). Alternatif ditambah teofilin atau
agonis B2 kerja lama oral
Asma persisten berat : kombinasi inhalasi
glukokortikosteroid
(>800 mgBB/hari) ditambah
teofilin atau glukokortikosteroid oral?
7 Apakah petugas memberikan edukasi kepada pasien
dan atau keluarga tentang kondisi pasien dan
rencana layanan medis, pengobatan dan efek
samping pengobatan?
8 Apakah petugas mencatat tanggal pemeriksaan,
anamnesa, pemeriksaan fisik, diagnose/kode ICD10
yaitu J45 Asthma, rencana layanan medis,
1
pengobatan dan edukasi pasien di rekam medis?
9 Apakah petugas mencegah terjadinya pengulangan
yang tidak perlu dengan memeriksa kembali catatan
pelayanan yang telah diberikan?
1. Apakah petugas memasukkan kode tanda akhir
pemeriksaan?
Jumlah
Angka Kepatuhan
=
Jumlah Ya
Jumlah Ya + Jumlah Tidak
X 100 %
=
=
X 100 %
Jakarta,........................2016
Pelaksana
Pemeriksa
.....................................
.....................................