0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan58 halaman

Laporan Praktikum Sampling Pekerjaan

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Laporan ini membahas tentang sampling pekerjaan untuk mengukur produktivitas dua orang pekerja non-produksi. 2. Tujuannya adalah untuk mendapatkan waktu baku yang tepat guna meningkatkan produktivitas dengan metode sampling pekerjaan. 3. Laporan ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat perbandingan produktivitas dari dua orang pekerja yang di

Diunggah oleh

Zulfan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan58 halaman

Laporan Praktikum Sampling Pekerjaan

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Laporan ini membahas tentang sampling pekerjaan untuk mengukur produktivitas dua orang pekerja non-produksi. 2. Tujuannya adalah untuk mendapatkan waktu baku yang tepat guna meningkatkan produktivitas dengan metode sampling pekerjaan. 3. Laporan ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat perbandingan produktivitas dari dua orang pekerja yang di

Diunggah oleh

Zulfan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Allhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan


rahmat dan karunia-Nya. Tidak lupa shalawat serta salam semoga tetap tercurah
kepada jungjungan kita Nabi Muhammad SAW, sahabat, keluarga dan ahli
warisnya. Kita bersyukur atas selesainnya laporan praktikum ini, yang dimana
dalam kesempatan ini kami beri judul Sampling Pekerjaan (Work Sampling).
Penulisan laporan ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan dalam
menyelesaikan praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi di Universitas
Langlangbuana Bandung.
Dalam penulisan laporan ini kami rasa masih banyak kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun pada materi pembahasan, mengingat akan
kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporn ini.
Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya khususnya kepada :
1. Bapak Dr. Hj. Nana Rukmana Asmita, M.H. selaku Rektor
Universitas Langlangbuana Bandung.
2. Ibu Siti Rosimah selaku Ka Lab Praktek Perancangan Sistem Kerja
dan Ergonomi.
3. Bapak Danny Somantri selaku asisten laboratorium Praktek
Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi yang telah sangat
membantu dan membimbing kami.
4. Keluarga serta rekan-rekan yang ikut andil dalam penyelesaian
laporan praktikum ini.
Bandung, Agustus 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................ iv
DAFTAR TABEL...................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................I - 1
1.1

Latar Belakang Masalah..............................................................I - 1

1.2

Perumusan Masalah.....................................................................I - 2

1.3

Tujuan Dan Manfaat....................................................................I - 2

1.4

Pembatasan Masalah....................................................................I - 3

1.5

Sistematika Penulisan..................................................................I - 3

BAB II LANDASAN TEORI..........................................................................II - 1


2.1

2.2

2.3

Work Sampling...........................................................................II - 1
2.1.1

Pengertian Work Sampling...........................................II - 1

2.1.2

Faktor yang Mempengaruhi Sampling Pekerjaan........II - 3

2.1.3

Fungsi Sampling Pekerjaan..........................................II - 4

Prosedur Pelaksanaan Sampling Kerja.......................................II - 4


2.2.1

Langkah-langkah Melakukan Work Sampling.............II - 4

2.2.2

Pemisahan Kegiatan untuk Work Sampling.................II - 5

2.2.3

Melakukan Work Sampling..........................................II - 6

2.2.4

Cara Menentukan Waktu Pengamatan Secara Acak.....II - 9

2.2.5

Menghitung waktu baku...............................................II - 9

Work Sampling untuk Menghitung Kelonggaran.......................II-10

BAB III USULAN PEMECAHAN MASALAH..........................................III - 1


3.1

Kerangka Berfikir.....................................................................III - 1

3.2

Pengumpulan Data....................................................................III - 1

3.3

Pengolahan Data.......................................................................III - 2

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA.........................IV - 1


4.1

4.2

Pengumpulan Data Sampling Kerja..........................................IV - 1


4.1.1

Penghitungan Waktu Kunjungan................................IV - 1

4.1.2

Pengumpulan Data Kegiatan Telesales.......................IV - 5

4.1.3

Pengumpulan Data Order Produk..............................IV- 17

Pengolahan Data Sampling Pekerjaan......................................IV- 21


4.2.1

Sampling Pendahuluan...............................................IV- 21

4.2.2

Pengujian Keseragaman.............................................IV- 21

4.2.3

Uji Kecukupan Data...................................................IV- 26

4.2.4

Menghitung Waktu Baku...........................................IV- 26

BAB V ANALISIS............................................................................................V - 1
5.1

Analisis Data..............................................................................V - 1

5.2

Analisis Produktivitas................................................................V - 2

5.3

Analisis Waktu Baku..................................................................V - 2

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN........................................................VI - 1


6.1

Kesimpulan...............................................................................VI - 1

6.2

Saran.........................................................................................VI - 1
6.2.1

Materi Praktikum........................................................VI - 1

6.2.2

Manfaat yang diperoleh..............................................VI - 1

6.2.3

Umpan balik bagi asisten............................................VI - 2

6.2.4

Kesulitan yang dihadapi.............................................VI - 2

6.2.5

Usulan Praktikan.........................................................VI - 2

6.2.6

Saran bagi Laboratorium dan Asisten.........................VI - 2

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 1 Flowchart Pemecahan Masalah.................................................III - 4
Gambar 4. 1 Control Chart..............................................................................IV-25

DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Perbedaan Metode Jam Henti dan Work Sampling
Tabel 2. 2 Form Pengamatan
Tabel 2. 3 Format perhitungan..........................................................................II Tabel 4. 1 Data Waktu Kunjungan Hari ke -1
Tabel 4. 2 Data Waktu Kunjungan Hari ke -2
Tabel 4. 3 Data Order Telesales 1 (Novia Nurhasanah)
Tabel 4. 4 Data Order Telesales 2 (Shena Meliana)
Tabel 4. 5 Data Order Telesales 1 (Novia Nurhasanah)
Tabel 4. 6 Data Order Telesales 2 (Shena Meliana)
Tabel 4. 7 Jumlah Keseluruhan Order
Tabel 4. 8 Frekuensi Kegiatan Produktif dan Non Produktif Telesales 1- 22
Tabel 4. 9 Frekuensi Kegiatan Produktif dan Non Produktif Telesales 2
Tabel 4. 14 Data Kelonggaran
Tabel 5. 1 Data Produktivitas Telesales 1
Tabel 5. 2 Data Produktivitas Telesales...........................................................V -

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sampling pekerjaan atau work sampling merupakan suatu teknik sampling
secara statistik yang didasarkan pada teori sampling. dengan cara ini kita dapat
menaksir suatu besaran tertentu, misalnya proporsi kegiatan produktif melalui
pengambilan sample.
Agar kesimpulan yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan, maka
perlu diingat persyaratan mengambil sample yang baik.
Sampling kerja yang dalam bahsa asingnya sering disebut juga dengan
work sampling ratio delay study random observation method adalah salah satu
teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari
mesin, proses, dan pekerja atau operator. maka untuk menetapkan performan level
dan menentukan waktu baku untuk suatu proses atau operasi, kerja seperti halnya
yang bisa dilakukan oleh pengukuran kerja lainnya. pengamatan dilakukan tidak
secara menyeluruh (populasi) melainkan cukup dilakukan dengan sample yang
diambil secara acak (random).
Teknik sampling pekerjaan adalah suatu teknik yang cukup dapat
diandalkan untuk mengukur beban kerja tenaga kerja nonproduksi. dalam
praktikum ini, pengukuran dikhususkan pada tenaga kerja non produksi yang
mempunyai tipe pekerjaan beban tetap dan berubah.
Produktifitas tenaga kerja dapat ditingkatkan memalui penjualan (output)
atau mengurangi masukan (input) sebelum memutuskan bagaimana meningkatkan
produktifitas tenaga kerja, terlebih dahulu perlu diketahui brapa besarnya beban
kerja dari tenag kerja tersebut. setelah itu dapat ditentukan berapa jumlah tenaga
kerja ideal yang dibutuhkan. dengan demikian produktifitas tenaga kerja yang ada
sekarang dapat ditingkatkan.

I-1

1.2 Perumusan Masalah


Permasalah di atas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Pengukuran dan pengendalian tenaga kerja seperti ini masih relatif masih
ketinggalan sehingga penetapan kebutuhan dari segi materi lebih sulit,
terutama karena tidak adanya tolak ukur yang bersifat umum.
2. Penelitian waktu kerja dan analisa metoda kerja pada dasarnya akan
memusatkan perhatian pada bagaimana (how) suatu kegiatan atau pekerjaan
akan diselesaikan.
3. Dalam praktikum ini, pengukuran dalam metoda sampling pekerjaaan
dikhususkan pada pekerjaan non produksi yang mempunya tipe pekerjaan
beban tetap dan berubah.
4. Pada praktikum ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perbandingan
produktivitas dari dua orang pekerja yang diamati secara bersama-sama.
1.3 Tujuan Dan Manfaat
Tujuan dilakukan praktikum analis perancangan sistem kerka modul III
(samplingpekerjaan) ini adalah untuk mendapatkan waktu baku yang tepat dan
wajar sehngga dapat meningkatkan produktifitas dengan metode sa,pling
pekerjaan. sedangkan manfaatnya dalah sebagai berikut :
1. Untuk menambahkan pengalaman praktikan terhdadap pokok pemikiran
pekerjaan.
2. Meningkatkan kemampuan praktikan dalam menggunakan teknik-teknik
penelitian waktu, khususnya teknik pekerjaan sampling
3. Meningkatkan kemampuan praktikan dalan menganalisa permasalahan
nyata dilapangan
4. Untuk mengetahui dan memahami cara atau menggunakan sampling
pekerjaan (work sampling).
5. Mengetahui kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam penelitian
sebaga pelengkap dan pendukung matakuliah analisa perancangan kerja.
6. Memperkenalkan dan memahami peralatan yang bis adipergunakan untuk
penelitian sampling pekerjaan (work sampling)

I-2

1.4 Pembatasan Masalah


Agar penelitian waktu kerja yang dilakukan tidak menyimpang dari
prosedur yang telah ada, maka diberi batasan-batasan masalah yang akan dibahas,
yaitu :
1. Penelitian hanya dilakukan pada data lembar pengamatan pada tanggal 25,
26, 27 Agustus 2014, dengan nama talesales Novia Nurhasanah dan Shena
Meliana.
2. Perhitungan penelitian waktu kerja dan analisa metode kerja yang
digunakan hanya dengan metode sampling.
3. Pengamatan dilakukan pada satu stasiun kerja dan dilakukan pada 96 kali
waktu pengamatan.
1.5 Sistematika Penulisan
Pada laporan penelitian ini, penulis menyaajikan pembahasan dengan
sistematika pembahasan sebagai berikut :
BAB I

PENDAHULUAN
Pada bab ini berisikan latar belakang masalah, perumusan masalah,
tujuan dan manfaat, pembatasan masalah dan sistematika
penulisan.

BAB II

LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisikan tentang teori teori yang digunakan dalam
praktikum sebagai perbandingan hasil dari praktikum yang
dilakukan.

BAB III

USULAN PEMECAHAN MASALAH


Pada bab ini berisikan tentang kerangka berfikir, metode cara kerja
dam kerangka pemecahan masalah dari praktikum yang dilakukan.

BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


Pada bab ini berisikan data permasalahan yang meliputi data data
yang diperlukan dalam pemecahan masalah, dan hasil dari
pemecahan masalah.

BAB V

ANALISIS
I-3

Pada bab ini data yang telah diolah, dianalisa sesuai dengan hasil
pengolahan datanya. Lalu hasil dari pengolahan dianalisis dari segi
ergonomi, teknik, harga, nilai dan juga secara umum.
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN


Pada bab ini berisi kesimpulan dari hasil hasil pengolahan data
dan hasil dari analisis data, dan juga saran saran.

I-4

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Work Sampling
2.1.1

Pengertian Work Sampling

Work sampling sendiri telah dikembangkan di Inggris oleh seorang


bernama L.H.C Tippet dipabrik-pabrik tekstil di Inggris, tetapi karena
kegunaannya cara ini kemudian dipakai di Negara-negara lain secara lebih luas.
Namanya dapat diduga bahwa cara ini menggunakan prinsip-prinsip dari ilmu
statistik. Cara jam henti sebenarnya juga menggunakan ilmu statistik dan juga
sampling, tetapi pada sampling pekerjaan hal ini tampak lebih nyata (Sutalaksana,
1979).
Work sampling termasuk cara bersama dengan pengukuran waktu jam
henti, merupakan cara langsung karena dilakukan dengan pengukuran sacara
langsung ditempat berjalan nya pekerjaan. Bedany dengan jam henti adalah bahwa
pada cara sampling pekerjaan pengamat tidak terus menerus berada di tempat
pekerjaan melainkan mengamati (ditempat bekerja) hanya pada waktu-waktu
tertentu secara acak (Sutalaksana, 1979).
Pengamat pada waktu sesaat-sesaat yang acak tidak berbeda dengan
seorang pelajar yang mendatangi sahabatnya dirumah. Kunjungan ini biasa nya
dilakukan pada waktu-waktu yang tidak tentu, kadang-kadang seriap hari sekali,
dua kali sehari, dua atau tiga kali sehari, atau mungkin juga seminggu sekali atau
atau tidak sama seklai. Pelajar tersebut mengunjungi sahabat nya pada waktuwaktu tidak tentu seperti demikian dapat dikatakan pelajar melakukan kunjungan
pada waktu-waktu yang acak. Misalkan pelajar melakukan 10 kali pengunjungan
dan diantaranya tidak menjumpai sahabatnya karena tidak sedang berada dirumah.
Berdasarkan pengalaman ini, jika pelajar bertemu dengan temannya
mungkin akan berkata, tampak anda jarang berada dirumah. Jika pelajar
melakukan kunjungan nya lagi, katakana lah 100 kali, dan dari keseratusan
kunjungan nya ini sahabatnya tidak dijumpai sebanyak 75 kali, maka sekarang dia
dapat berkata rupanya tujuh puluh lima persen dari waktumu tidak dihabiskan
dirumah (Sutalaksana, 1979).

II - 1

Ilustrasi diatas menunjukan bagaimana kesimpulan tentang ada tidaknya


suatu kejadian dapat disimpulkan melalui kunjungan-kunjungan. Terlihat pula apa
yang terjadi dengan work sampling. Kunjungan-kunjungan dilakukan untuk
mengetahui apa yang terjadi ditempat kerja yang bersangkutan. Cari catatan yang
dilakukan setiap kali kunjungan dapat dilihat berbagai kegiatan yang terjadi
berserta berapa sering (frekuensi) kegiaan itu teramati. Semakin tinggi
frekuansinya semakin sering pula kegiatan tersebut dilakukan dan dapat pula
diduga bahwa total waktu yang dibutuhkan semakin banyak (Sutalaksana, 1979).
Kesimpulan yang diambil lebih tepat, yaitu tidak sekedar menduga-duga,
diperlukan teknik tertentu yang secara statistic dikenal sebagi sampling
perbandingan populasi atau samping for estimation proportion (Sutalaksana,
1979).
Metode work sampling sangat cocok untuk digunakan dalam melakukan
pengamatan atas pekerjaan yang sifatnya tidak berulang dan memiliki waktu yang
relatif panjang. Pada dasarnya langkah-langkah pelaksanaanya cukup sederhana,
yaitu melakukan pengamatan aktifitas kerja untuk jeda waktu yang diambil secara
acak terhadap satu atau lebih mesin atau operator dan kemudian mencatatnya
apakah mereka ini dalam keadaan bekerja atau menganggur (Sritomo, 1992).
Perbedaan metode Jam Henti dengan Sampling Pekerjaan adalah pada
cara Sampling Pekerjaan pengamat tidak terus menerus berada ditempat pekerjaan
melainkan mengamati hanya pada sesaat-sesaat pada waktu-waktu tertentu yang
ditentukan secara acak. Perbedaan yang lainnya dapat dilihat di bawah ini.
Tabel 2. 1 Perbedaan Metode Jam Henti dan Work Sampling
Stopwatch

Pekerjaan rutin dan monoton


Umumnya mengamati 1 orang
Perhitungan berdasarkan waktu
Siklus pekerjaan pendek & jelas
Pengamatan kontinu

Work Sampling

1
2
3
4
5

Pekerjaan bervariasi dan tidak rutin


Dapat mengamati beberapa orang
Berdasarkan proporsi
Siklus tidak jelas
Pengamatan diskrit

II - 2

2.1.2

Faktor yang Mempengaruhi Sampling Pekerjaan

Sampling pekerjaan sangat berguna dalam bidang industri khususnya


dalam pembuatan produk yang berkualitas. Banyaknya pengamatan yang harus
dilaksanakan dalam kegiatan sampling kerja dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu:
1. Tingkat kepercayaan (Confidence Level).
2. Tingkat ketelitian (Degree of Accuracy).
Dengan asumsi bahwa terjadinya keadaan operator atau sebuah fasilitas
yang akan menganggur (idle) atau produktif mengikuti pola distribusi normal,
maka jumlah pengamatan yang seharusnya dilaksanakan dapat dicari didasarkan
formulasi sebagai berikut:
N=

K 2(1p)
S 2. p

Keterangan:
P = Prosentase kejadian yang diamati (prosentase produktif) dalam angka
decimal dan p yang digunakan p produktif.
K = Konstanta yang besarnya tergantung tingkat kepercayaan yang
diambil (k = 2) karena menggunakan CL = 95 %.
S = Tingkat ketelitian yang dikehendaki dalam angka desimal.
Sampling pekerjaan dibutuhkan pada operator yang mempunyai keahlian
khusus dalam bidang pekerjaannya. Aplikasi sampling pekerjaan antara lain:
a. Penetapan Waktu Baku
Mengetahui presentase antara aktivitas dan idle. Menetapkan waktu baku.
b. Penetapan Waktu Tunggu
Menekan aktivitas idle sampai presentase yang terkecil, yaitu dengan
memperbaiki metode kerja dan alokasi pembebanan mesin atau manusia
secara tepat.
c. Disiplin Kerja
Dapat meningkatkan disiplin kerja karena sampling pekerjaan dilakukan
secara random atau acak.

II - 3

2.1.3

Fungsi Sampling Pekerjaan

Sampling pekerjaan banyak fungsinya dalam dunia kerja. Berikut ini


adalah fungsi dari sampling pekerjaan antara lain:
1. Mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja
2. Mengukur ratio delay dari sejumlah mesin,operator.
Misal: menentukan persentase dari jam atau hari ketika mesin atau orang
yg terlibat pekerjaan dan persentase ketika sama sekali tidak ada aktivitas
kerja yg dilakukan atau idle.
3. Menetapkan performance level seseorang selama waktu kerjanya terutama
untuk jenis pekerjaan manual.
4. Menetaplan waktu baku untuk suatu proses operasi.
Sampling pekerjaan mempunyai banyak manfaat di bidang proporsi yaitu :
1. Untuk mengetahui distribusi pemanfaatan waktu oleh seorang atau
skelompok kerja selama selang waktu kerjanya.
2. Untuk mengetahui besar tingkat penggunaan fasilitas, misalnya mesinmesin, ruangan dok kapal pada suatu pelabuhan dll.
3. Untuk menentukan waktu baku baik pekerjaan-pekerjaan tidak langsung
maupun yang langsung.
4. Untuk menaksir faktor kelonggaran suatu pekerjaan, terutama kelonggaran
pribadi dan kelonggaran untuk hambatan-hambatan yang tidak dapat
dihindarkan.
2.2 Prosedur Pelaksanaan Sampling Kerja
2.2.1

Langkah-langkah Melakukan Work Sampling


Langkah-langkah yang dilakukan sebelum melakukan Sampling Pekerjaan

antara lain :
1. Menetapkan tujuan pengukuran, yaitu untuk apa sampling dilakukan,
menentukan besarnya tingkat ketelitian dan keyakinan.
2. Melakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada tidaknya sistem
3.
4.
5.
6.

kerja yang baik.


Memilih operator
Pelatihan bagi operator agar terbiasa dengan sistem kerja yang dilakukan.
Melakukan pemisahan kegiatan sesuai yang ingin didapatkan.
Menyiapkan peralatan yang diperlukan berupa papan pengamatan,
lembaran-lembaran pengamatan, alat tulis.

Tabel 2. 2 Form Pengamatan


II - 4

hal :

LEMBAR PENGAMATAN

dari :

PEKERJAAN :

TANGGAL :

NAMA MESIN :

JAM :

s/d

NAMA OPERATOR :

Hari :

Jam :

NAMA STASIUN KERJA :

NAMA PENGUKUR :

NAMA PABRIK :

TANDA TANGAN :

Elemen

Frekuensi Teramati

Jumlah

hal :

menit :

Persentase %

1
2
3
JUMLAH PENGAMATAN
KESELURUHAN
Waktu produktif

menit

Barang dihasilkan

sat.

Waktu/satuan

menit

Waktu man cont/sat


Waktu mach cont/sat

menit
menit

2.2.2

Faktor penyesuaian :

Waktu normal :

menit

Kelonggaran :

Waktu baku :

menit

Pemisahan Kegiatan untuk Work Sampling


Pemisahan kegiatan merupakan langkah yang agak berbeda dengan

langkah serupa, yaitu pembagian pekerjaan atas elemen-elemennya pada cara jam
henti. Pada cara work sampling, hal yang ingin diukur dipisahkan dari kegiatankegiatan lain yang mungkin terjadi.
Contoh pemisahan demikian adalah kegiatan produktif dan non produktif.
Bentuk lain yang lebih rumit adalah jika yang ingin diukur beberapa kegiatan
sehingga kemungkinan pengelompokkannya akan seperti:
Kegiatan 1: mengetik
Kegiatan 2: menerima instruksi pimpinan
Kegiatan 3: menelpon/melayani panggilan telpon
Kegiatan 4: membereskan arsip-arsip kantor

II - 5

Kegiatan 5: tugas keluar kantor


Kegiatan 6: lain-lainnya
Pada contoh ini dapat menunjukkan bahwa pengukur mungkin ingin
mengetahui bagaimana distribusi penggunaan waktu bagi kegiatan-kegiatan 1
sampai dengan 5. Kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak begitu penting seperti
mengobrol, membaca surat kabar, menganggur, dan sebagainya tidak menjadi
perhatian. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kegiatan tersebut harus
mutually exclusive, hal ini berarti suatu kegiatan terpisah sama sekali dan lainnya,
dan jumlah semua kegiatan tersebut adalah semua kegiatan yang mungkin terjadi
di tempat pekerjaan berlangsung.
2.2.3

Melakukan Work Sampling


Cara melakukan sampling pengamatan dengan work sampling juga tidak

berbeda dengan yang dilakukan untuk cara jam henti. Terdapat tiga langkah untuk
melakukan work sampling, yaitu melakukan sampling pendahuluan, menguji
keseragaman data, dan menghitung jumlah pengamatan yang diperlukan.
Namun

untuk

tahap-tahap

pelaksanaansampling

pekerjaan

secara

keseluruhan adalah sebagai berikut :


1. Sampling Pendahuluan
Pada langkah ini dilakukan sejumlah pengamatan terhadap aktivitas kerja
dari operator yang diamati untuk mengetahui sistem kerja terbaik dan mengetahui
selang waktu yang diambil secara acak. Untuk itu sebuah sampling pekerjaan juga
menuntut penghitungan waktu baku penyelesaian suatu pekerjaan.
Pada sampling pendahuluan juga dilakukan sejumlah kunjungan untuk
mengetahui selang waktu (Dt) dari operator yang bekerja selama satu siklus
pekerjaan. Untuk mudahnya kita ikuti sebuah contoh sampling pekerjaan.
Tabel 2. 3 Format perhitungan
Keiatan

Frekuensi teramati pada hari ke

Jumlah

Produktif
Non Produktif
Jumlah
% Produktif
II - 6

Sampling pendahuluan ini dilakukan dengan data pengamatan lebih besar


dari 30 buah, untuk mendapatkan harga :
n

Pi

p= i=1
k
n

n = i=1
k

Pi = persen produktif perioda ke-i


K = jumlah hari pengamatan
Ni = jumlah pengamatan perioda ke-i
2. Menguji keseragaman data.
Untuk menghitung keseragaman data kita tentukan batas-batas kontrolnya
yaitu:
BKA (Batas Kontrol Atas) =

BKB (Batas Kontrol Bawah) =

+3 P (1 P)
P
n

3 P(1 P )
P
n

3. Uji Kecukupan
Untuk melakukan pengamatan dalam sampling kerja maka masing-masing
kejadian yang diamati selama aktivitas berlangsung harus memiliki kesempatan
yang sama untuk diamati.

Faktor utama yang mempengaruhi :


a
b

Tingkat ketelitian dan hasil pengamatan


Jumlah pengamatan yang diperlukan untuk tingkat ketelitian dan keyakinan
yang telah ditentukan, diketahui melali rumus :

II - 7

N =

1600 (1 P)
P

Keterangan:
P

= Prosentase produktif

= Jumlah data yang diperlukan

Apabila setelah dihitung, ternyata harga N lebih kecil daripada harga


sebenarnya, maka pengamatan berhenti karena dianggap telah mencukupi.
Sebaliknya jika harga N tersebut lebih besar dari harga sebenarnya, maka
dilakukan langkah pengamatan dari awal.
Frekuensi

pengamatan

pada

hakikatnya

tergantung

pada

jumlah

pengamatan yang diperlukan dan waktu yang tersedia untuk pengumpulan data
yang direncanakan.
4. Menghitung Waktu Baku
a Prosentase produktif (PP)
Jumlah Produktif

x 100
Jumlah pengamatan
b
c

Jumlah menit produktif (JMP)


= PP x jumlah menit pengamatan
Waktu yang diperlukan / unit.

d
e

JMP
Jumlah unit yang dihasilkan

Waktu normal (Wn) (Sritomo, 1989 ).


= Waktu yang diperlukan x Faktor penyesuaian
Waktu baku (Wb) (Sritomo, 1989 ).
= Wn + ( kelonggaran x Wn ) atau
= Wn x

2.2.4

100
100 kelonggaran

Cara Menentukan Waktu Pengamatan Secara Acak


Berulang kali telah kita sebutkan bahwa kunjungan-kunjungan dilakukan

dalam waktu yang ditentukan secara acak. Untuk ini biasanya satu hari dibagai ke
dalam satuan waktu yang besarnya ditentukan oleh pengukur. Biasanya panjang

II - 8

satu-satuan waktu tidak terlampau panjang. Berdasarkan satuan waktu inilah saatsaat kunjungan dilakukan.
Melakukan pengamatan dengan sampling pekerjaan juga tidak berbeda
dengan yang dilakukan untuk cara jam henti yaitu yang terdiri dari tiga langkah:
melakukan sampling pendahuluan, menguji keseragaman data, dan menghitung
jumlah kunjungan yang diperlukan. Langkah-langkah ini dilakukan terus sampai
jumlah kunjungan mencukupi untuk tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan yang
diperlukan.
2.2.5

Menghitung waktu baku


Sebelum menghitung waktu baku, kita harus mengetahui dulu waktu

siklus dan waktu normal caranya :


a. Hitung waktu siklus, yang tidak lain adalah waktu penyelesaian rata-rata
selama pengukuran.

dimana :
Xi = jumlah waktu penyelesaian diamati
N = banyaknya pengamatan yang dilakukan
b. Hitung waktu normal.
Wn = Ws p
dimana :
Ws

= waktu siklus

= faktor penyesuaian, bila


P = 1 (bekerja wajar)
P < 1 (bekerja terlalu lambat)
P > bekerja terlalu cepat

c. Hitung waktu baku


Wb = Wn + A
Keterangan :
Wb

= waktu baku

II - 9

A
2.3

= kelonggaran

Work Sampling untuk Menghitung Kelonggaran (Allowance)


Work

sampling

dapat

digunakan

untuk

mendapatkan

besarnya

kelonggaran. Terdapat tiga macam kelonggaran, yaitu kelonggaran untuk


kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan untuk hambatan-hambatan
yang tak terhindarkan. Pemisahan kegiatan untuk ketiga macam kelonggaran
tersebut dapat dibentuk seperti berikut:
Kegiatan 1:

kegiatan untuk kebutuhan pribadi

Kegiatan 2:

kegiatan untuk menghilangkan rasa fatique

Kegiatan 3:

hambatan-hambatan yang tidak terhindarkan

Kegiatan 4:

lain-lain

Langkah berikutnya mengikuti langkah-langkah work sampling. Kegiatankegiatan 1, 2, dan 3 dapat digabungkan menjadi satu, yaitu kegiatan
kelonggaran sehingga menjadi:
Kegiatan 1:

kegiatan kelonggaran

Kegiatan 2:

lain-lain

Cara demikian memang lebih sederhana, sebab jumlah pengamatan yang


diperlukan lebih sedikit, namun tidak diketahui secara terperinci. Penguraian yang
lebih terperinci dapat juga dilakukan, misalnya menjadi:
Kegiatan 1:

bercakap-cakap sekedarnya

Kegiatan 2:

minum sekedarnya

Kegiatan 3:

ke kamar kecil

Kegiatan 4:

berhenti waktu istirahat

Cara seperti ini dapat mengetahui kelonggaran untuk setiap macam


kegiatan yang bersangkutan, tetapi cara ini menuntut jumlah pengamatan yang
lebih banyak karena persentase setiap kegiatan yang terperinci ini kecil atau
sangat kecil.
Terdapat dua hal yang harus diperhatikan jika ingin menggunakan work
sampling untuk menentukan kelonggaran. Hal yang pertama adalah sifat kegiatan

II - 10

dari kelonggaran yang tidak selalu tampak sebagai kegiatan yang berdiri sendiri.
Misalnya, untuk menghilangkan rasa fatique operator tidak selalu berhenti
bekerja, tetapi dapat dengan melambatkan kecepatan kerja.
Hal yang kedua adalah operator yang diukur harus seorang yang
melakukan kegiatan-kegiatan kelonggaran secara wajar, artinya tidak bercakapcakap terlampau banyak, sering minum atau ke kamar kecil, dan sebagainya. Hal
ini adalah untuk menjamin agar kelonggaran yang diberikan kepada operator
tersebut merupakan kelonggaran yang sepantasnya.

II - 11

BAB III
USULAN PEMECAHAN MASALAH
3.1 Kerangka Berfikir
Pada prinsipnya, tenaga kerja pada suatu industri manufaktur dapat dibagi
atas dua klasifikasi, yaitu tenaga kerja langsung (bagiab produksi) dan tenaga
kerja tak langsung. Tenaga kerja tak langsung ini dapat dibagi lagi dalam tiga tipe
pekerja, yaitu tenaga kerja kreatif (manager, koordinatir dll), tenaga kerja beban
tetap (filling fotocopy, agenda, dll) dan tenaga kerja beba berubah (sekertaris,
penerima tamu, pemroses surat, dll).
Sedangkan pada industri jasa, semua tenaga kerja mempunyai klasifikasi
seperti tenaga kerja tak langsung pada industri manufaktur, selanjutnya disebut
tenag kerja non produksi (white collar).
Pengendalian dan pengukuran jenis tenaga kerja seperti ini relatif masih
ketinggalan sehingga penetapan kebtuhan dari segi materi relatif lebih sulit,
terutama karena tidak adanya tolak ukur yang bersifat umum.
Maka dari itu teknik sampling pekerjaan adalah suatu teknik yang cukup
dapat diandalkan untuk mengukur beban kerja tenaga kerja nonproduksi. Dalam
praktikum ini, pengukuran dikhususkan pada tenaga kerja non produksi yang
mempunyai tipe pekerjaan beban tetap dan berubah.
Metode work sampling sangat cocok untuk digunakan dalam melakukan
pengamatan atas pekerjaan yang sifatnya tidak berulang dan memiliki waktu yang
relatif panjang. Pada dasarnya langkah-langkah pelaksanaanya cukup sederhana,
yaitu melakukan pengamatan aktifitas kerja untuk jeda waktu yang diambil secara
acak terhadap satu atau lebih mesin atau operator dan kemudian mencatatnya
apakah mereka ini dalam keadaan bekerja atau menganggur.
3.2 Pengumpulan Data
Dalam melaksanakan penelitian waktu kerja produktif, permasalahan yang
akan dibahas dalam laporan ini yang berhubungan dengan pelaksanaan praktikum
perancangan sistem kerja dan ergonomi yaitu bagaimana cara melakukan
penelitian menyangkut pengukuran dan pengendalian jenis aktifitas tenaga kerja

III - 1

dengan waktu yang normal dengan teknik sampling pekerjaan sehingga didapakan
waktu baku.
Data diperoleh dengan cara pengamatan dan pengukuran secara langsung.
Adapun data yang dipergunakan dalam pengolahan data yaitu data hasil
pengamatan pengukuran waktu produktif dan non produktif dari aktivitas kerja
dari dua orang talesales yaitu dengan nama Novia Nurhasanah dan Shena Meliana
pada perusahaan PT. Tirta Utama Abadi.
3.3 Pengolahan Data
Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah sampling
pekerjaan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Sampling Pendahuluan
Melakukan sampling pendahuluan sesuai dengan apa yang telah dipersiapkan
padalangkah terdahulu, yaitu mengumpulkan data sample (lihat pada
persamaan 2.1 dan 2.2)
2. Pengujian Keseragaman Data
Mengamati pengujian keseragaman data, dengan menentukan batas kontrolya
(lihat pada persamaan 2.3 dan 2.4). jika semua harga-harga pi berada dalam
batas-batas ini maka semuanya dapat digunakan untuk menghitung
banyaknya pengamatan yang diperlukan. jika terdapat yang diluar kontrol,
maka pengamatan yang dibentuk pi bersangkutan dibuang karena berasal
dari sistem sebab yang berbeda.
3. Menghitung Jumlah Pengamatan (Uji Kecukupan)
Banyak pengamatan yang haru dilakukan dalam sampling kerja akan
dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu:
a) tingkat ketelitian (degree of accuracy) dan hasil pengamatan.
b) jumlah pengamatan yang diperlukan untuk tingkat ketelitian 10% dan
tingkat keyakinan 95% (lihat pada persamaan 2.5)
4. Mengumpulkan data selesai
Mengumpulkan data berarti N < N, bila data cukup, maka P (proporsi) yang
didapat merupakan harga besaran yang ingin diketahui.
5. Dilakukan Pengolahan Lebih Lanjut
Berdasarkan informasi p tersebut dilakukan pengolahan lebih lanjut, yaitu:
d. Jika menghitung data wktu baku, maka dilakukan perhitungan waktu baku.

III - 2

e. Jika untuk tujuan lain, misalnya untuk mengadakan perbaikan maka


dilakukan penelitian untuk perbaikan serta pengusulan langkah-langkah
perbaikan.
6. Menghitung Waktu Baku.
Untuk menghitung waktu baku ini harus memperhatikan beberapa hal, yaitu
jumlah pengamatan, jumlah produktif, presentasi produktif, jumlah menit
pengamatan, jumlah menit produktif, jumlah barang dihasilkan selama
pengamatan, waktu diperlukan / buah faktor penyesuaian, waktu normal,
kelonggaran, dan akhirnya didapat waktu baku.

III - 3

3.4 Kerangka Pemecahan Masalah

III - 4

Gambar 3. 1 Flowchart Pemecahan Masalah

III - 5

BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Pengumpulan Data Sampling Kerja
4.1.1

Penghitungan Waktu Kunjungan

Sebelum menentukan waktu kunjungan kita harus menentukan jumlah


kunjungn yang akan dilakukan, untuk perhitungan dan ketentuannya adalah
sebagai berikut :
1. Perhitungan jumlah kunjungan
Waktu kerja pukul 08:00 - 17:00
Istirahat Makan siang Pukul 12:00 - 13:00
Lama waktu kerja 9jam - 1jam = 8 jam

W = Waktu efektif kerja : 8 jam

t = satuan waktu dalam menit : 60 menit

s = Lama tiap kunjungan : 5 menit

Maka :
n kunjungan =

W xt
s

8 x 60
5

96 kali kunjungan

2. Menentukan waktu kunjungan dengan bilangan acak


Contoh perhitungan adalah :
Bilangan acak : 39
Lama tiap kunjungan : 5 menit
Waktu satuan menit : 60 menit
Maka :
Waktu kunjungan

=
=

39 x 5
60
3,25

IV - 1

3. Kunjungan pertama dilakukan pada jam 08 : 00

Tabel 4. 1 Data Waktu Kunjungan Hari ke -1


Bil
Acak

Hasil
Sortir

39
76
45
19
69
64
26
36
62
58
14
95
6
70
99
0
73
71
23
90
65
97
60
12
31
56
34
19
47
83
75
33

0
5
6
7
9
11
12
14
17
19
20
21
23
24
25
26
29
30
31
33
34
36
38
39
40
45
46
47
48
49
51
52

Hasil

Jam
Hasil
Hitung

Menit
Hasil
Hitung

Jam
Sebenarnya

Menit
Sebenarnya

Waktu
Kunjungan

0,00
0,42
0,50
0,58
0,75
0,92
1,00
1,17
1,42
1,58
1,67
1,75
1,92
2,00
2,08
2,17
2,42
2,50
2,58
2,75
2,83
3,00
3,17
3,25
3,33
3,75
3,83
3,92
4,00
4,08
4,25
4,33

0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4

0,00
0,42
0,50
0,58
0,75
0,92
0,00
0,17
0,42
0,58
0,67
0,75
0,92
0,00
0,08
0,17
0,42
0,50
0,58
0,75
0,83
0,00
0,17
0,25
0,33
0,75
0,83
0,92
0,00
0,08
0,25
0,33

8
8
8
8
8
8
9
9
9
9
9
9
9
10
10
10
10
10
10
10
10
11
11
11
11
11
11
11
12
12
12
12

00
25
30
35
45
55
00
10
25
35
40
45
55
00
05
10
25
30
35
45
50
00
10
15
20
45
50
55
00
05
15
20

8:00
8:25
8:30
8:35
8:45
8:55
9:00
9:10
9:25
9:35
9:40
9:45
9:55
10:00
10:05
10:10
10:25
10:30
10:35
10:45
10:50
11:00
11:10
11:15
11:20
11:45
11:50
11:55
12:00
12:05
12:15
12:20

IV - 2

Bil
Acak

Hasil
Sortir

30
61
38
20
46
72
84
67
98
40
7
17
66
5
51
80
59
11
52
49
25
21
78
24
77
48
81
9
29

56
58
59
60
61
62
64
65
66
67
69
70
71
72
73
75
76
77
78
80
81
83
84
90
93
95
97
98
99

Hasil

Jam
Hasil
Hitung

Menit
Hasil
Hitung

Jam
Sebenarnya

Menit
Sebenarnya

Waktu
Kunjungan

4,67
4,83
4,92
5,00
5,08
5,17
5,33
5,42
5,50
5,58
5,75
5,83
5,92
6,00
6,08
6,25
6,33
6,42
6,50
6,67
6,75
6,92
7,00
7,50
7,75
7,92
8,08
8,17
8,25

4
4
4
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
6
6
6
6
6
6
6
6
6
7
7
7
7
8
8
8

0,67
0,83
0,92
0,00
0,08
0,17
0,33
0,42
0,50
0,58
0,75
0,83
0,92
0,00
0,08
0,25
0,33
0,42
0,50
0,67
0,75
0,92
0,00
0,50
0,75
0,92
0,08
0,17
0,25

12
12
12
13
13
13
13
13
13
13
13
13
13
14
14
14
14
14
14
14
14
14
15
15
15
15
16
16
16

40
50
55
00
05
10
20
25
30
35
45
50
55
00
05
15
20
25
30
40
45
55
00
30
45
55
05
10
15

12:40
12:50
12:55
13:00
13:05
13:10
13:20
13:25
13:30
13:35
13:45
13:50
13:55
14:00
14:05
14:15
14:20
14:25
14:30
14:40
14:45
14:55
15:00
15:30
15:45
15:55
16:05
16:10
16:15

Keterangan :
1. Pukul 12.00 sampai 13.00 menunjukan jam istirahat
2. Pada hari ke-1 jumlah pengamatan yang bisa dilakukan adalah sebanyak
53 kali, oleh karena itu pengamatan dilakukan pada hari selanjutnya untuk
memenuhi jumlah kunjungan yang ditentukan, yaitu sebanyak 96 kali.

IV - 3

Tabel 4. 2 Data Waktu Kunjungan Hari ke -2


Bil
Acak

Hasil
Sortir

22
80
37
48
79
88
74
63
52
34
30
31
60
10
27
35
79
71
53
28
99
1
2
89
8
16
94
85
83
29
95
56
43
21
78
59
82
72

0
1
2
6
7
8
9
10
12
13
14
15
16
18
20
21
22
24
25
27
28
29
30
31
34
35
36
37
38
39
41
43
45
48
49
51
52
53

Hasil

Jam
Hasil
Hitung

Menit
Hasil
Hitung

Jam
Sebenarnya

Menit
Sebenarnya

Waktu
Kunjungan

0,00
0,08
0,17
0,50
0,58
0,67
0,75
0,83
1,00
1,08
1,17
1,25
1,33
1,50
1,67
1,75
1,83
2,00
2,08
2,25
2,33
2,42
2,50
2,58
2,83
2,92
3,00
3,08
3,17
3,25
3,42
3,58
3,75
4,00
4,08
4,25
4,33
4,42

0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4

0,00
0,08
0,17
0,50
0,58
0,67
0,75
0,83
0,00
0,08
0,17
0,25
0,33
0,50
0,67
0,75
0,83
0,00
0,08
0,25
0,33
0,42
0,50
0,58
0,83
0,92
0,00
0,08
0,17
0,25
0,42
0,58
0,75
0,00
0,08
0,25
0,33
0,42

8
8
8
8
8
8
8
8
9
9
9
9
9
9
9
9
9
10
10
10
10
10
10
10
10
10
11
11
11
11
11
11
11
12
12
12
12
12

00
05
10
30
35
40
45
50
00
05
10
15
20
30
40
45
50
00
05
15
20
25
30
35
50
55
00
05
10
15
25
35
45
00
05
15
20
25

8:00
8:05
8:10
8:30
8:35
8:40
8:45
8:50
9:00
9:05
9:10
9:15
9:20
9:30
9:40
9:45
9:50
10:00
10:05
10:15
10:20
10:25
10:30
10:35
10:50
10:55
11:00
11:05
11:10
11:15
11:25
11:35
11:45
12:00
12:05
12:15
12:20
12:25

IV - 4

Bil
Acak

Hasil
Sortir

61
73
87
70
7
79
49
12
38
13
93
55
96
92
45

55
56
58
59
60
61
63
70
71
72
73
74
78
79
80

Hasil

Jam
Hasil
Hitung

Menit
Hasil
Hitung

Jam
Sebenarnya

Menit
Sebenarnya

Waktu
Kunjungan

4,58
4,67
4,83
4,92
5,00
5,08
5,25
5,83
5,92
6,00
6,08
6,17
6,50
6,58
6,67

4
4
4
4
5
5
5
5
5
6
6
6
6
6
6

0,58
0,67
0,83
0,92
0,00
0,08
0,25
0,83
0,92
0,00
0,08
0,17
0,50
0,58
0,67

12
12
12
12
13
13
13
13
13
14
14
14
14
14
14

35
40
50
55
00
05
15
50
55
00
05
10
30
35
40

12:35
12:40
12:50
12:55
13:00
13:05
13:15
13:50
13:55
14:00
14:05
14:10
14:30
14:35
14:40

Keterangan :
1. Pukul 12.00 sampai 13.00 menunjukan jam istirahat.
2. Pada hari ke-2 jumlah pengamatan yang dilakukan hanya 43 kali, oleh
karena itu pengamatan hanya dilakukan sampai pukul 14:40.
Hal ini dilakukan karena semua jumlah pengamatan telah dilakukan yaitu :
Hari pertama : 53 kali
Hari kedua
: 43 kali
Jumlah Pengamatan keseluruhan : 96 kali.
4.1.2

Pengumpulan Data Kegiatan Telesales

Nama Telesales

: 1. Novia Nurhasanah (Novia) ;


: 2. Shena Meliana (Shena)

Hari / Tanggal Penilaian

: Senin / 25 Agustus 2014

Nama Penilai

: Azia Rachman RS

Jabatan

: Assisten Koordinator SO&WS Area Jawa Barat


PT Tirta Utama Abadi - Aqua Distributor

IV - 5

IV - 6

IV - 7

IV - 8

IV - 9

IV - 10

IV - 11

IV - 12

IV - 13

IV - 14

IV - 15

4.1.3

Pengumpulan Data Order Produk

Tanggal

: 25/08/2014

Nama CRL

: Novia Nurhasanah

Tabel 4. 3 Data Order Telesales 1 (Novia Nurhasanah)


Count of Kuantiti
Nama Pelanggan

Total

SO AKSI /SPS

SO DOA SEPUH /SPS

SO EBAH UTAMA /SPS

SO GEORGINA /PAUL /SPS

SO IRFAN /SPS

SO JATI BARU /SPS

SO KARUNIA /ICE /SPS

SO LANGGAN /SPS

SO MUKA /SPS

SO PUSPA ABADI /SPS

SO SAMPURNA JAYA /SPS

SO SANTOSA /SENTOSA JAYA /SPS

SO SUMBER JATI /SPS

SO SUMBER JAYA /SPS

SO SUMBER REJEKI /SPS`

SO TELOR /UU /SPS

SO TST /SPS

WS ANDI /SPS

WS EPA /EVA /SPS

WS G MART /SPS

WS JAJANG /SPS

WS LESTARI /SPS

WS PALEM /SPS

WS SUBUR /SPS

1
Grand Total

Tanggal

60

: 25/08/2014
IV - 17

Nama CRL

: Shena Meliana

Tabel 4. 4 Data Order Telesales 2 (Shena Meliana)


Count of Kuantiti
Nama Pelanggan
SO AROMA JAYA /SPS
SO ARTA QUA 1 /SPS
SO BIJAKSANA /SPS
SO BSI /SPS
SO CAHYONO /SPS
SO CIPTA WIJAYA /SPS
SO DOA SEPUH /SPS
SO DUNIA BARU /SPS
SO EBAH UTAMA /SPS
SO GEORGINA /PAUL /SPS
SO GIRI JAYA /HEJO /SPS
SO HAJI OMAN /SPS
SO IRFAN /SPS
SO JATI BARU /SPS
SO JAYA ABADI /SPS
SO KARUNIA /ICE /SPS
SO MAULANA / SPS
SO MUKA /SPS
SO SALUYU PUTRA /SPS
SO SANTOSA /SENTOSA JAYA /SPS
SO SINAR PUSAKA /SPS
SO SR /YOYO /SPS
SO SUMBER JATI /SPS
SO SUMBER JAYA /SPS
SO SUMBER REJEKI /SPS`
SO TELOR /UU /SPS
SO TST /SPS
WS AEP /AYU /SPS
WS AHS BA
WS ANDI /SPS
WS CIPTA MANDIRI /WAAS /H ADAM /SPS
WS G MART /SPS
WS JAJANG /SPS
WS PALEM /SPS
WS PD TOTO /SPS
WS SRIMULYO /SRIMULYA /YAYAT /SPS
Grand Total
Tanggal
: 26/08/2014
Nama CRL

Total
7
7
1
8
1
4
2
2
2
5
1
4
1
1
1
2
1
12
3
2
1
3
1
3
1
4
2
2
2
2
2
4
1
3
2
1
101

: Novia Nurhasanah

IV - 18

Tabel 4. 5 Data Order Telesales 1 (Novia Nurhasanah)


Count of Kuantiti
Nama Pelanggan
SO AKSI /SPS
SO AROMA JAYA /SPS
SO BSI /SPS
SO DOA SEPUH /SPS
SO EBAH UTAMA /SPS
SO GEORGINA /PAUL /SPS
SO HAJI OMAN /SPS
SO IRFAN /SPS
SO JAYA ABADI /SPS
SO LANGGAN /SPS
SO MEKAR JAYA /SPS
SO MUKA /SPS
SO SANTOSA /SENTOSA JAYA /SPS
SO SINAR PUSAKA /SPS
SO SNI /SPS
SO SUKAJAYA /SPS
SO SUMBER JATI /SPS
SO SUMBER REJEKI /SPS`
SO TELOR /UU /SPS
SO TST /SPS
WS ANDI /SPS
WS JAJANG /SPS
WS KHAN ABADI /SPS
WS LESTARI /SPS
WS PALEM /SPS
WS SRIMULYO /SRIMULYA /YAYAT /SPS
WS SUBUR /SPS
Grand Total

Tanggal

: 26/08/2014

Nama CRL

: Shena Meliana

Total
1
4
3
2
1
9
2
3
3
4
1
1
2
1
2
1
4
1
3
1
2
1
3
3
2
1
1
62

Tabel 4. 6 Data Order Telesales 2 (Shena Meliana)


IV - 19

Count of Kuantiti
Nama Pelanggan
SO AKSI /SPS
SO AROMA JAYA /SPS
SO ARTA QUA 1 /SPS
SO BIJAKSANA /SPS
SO BSI /SPS
SO CIAMIS /SPS
SO DOA SEPUH /SPS
SO GEORGINA /PAUL /SPS
SO GIRI JAYA /HEJO /SPS
SO HAJI OMAN /SPS
SO IRFAN /SPS
SO JATI BARU /SPS
SO LANGGAN /SPS
SO MAULANA / SPS
SO MEKAR JAYA /SPS
SO MUKA /SPS
SO SALUYU PUTRA /SPS
SO SANTOSA /SENTOSA JAYA /SPS
SO SINAR PUSAKA /SPS
SO SINAR SAKTI /SPS
SO SNI /SPS
SO SUMBER JAYA /SPS
SO SUMBER REJEKI /SPS`
SO TELOR /UU /SPS
WS AEP /AYU /SPS
WS AHS BA
WS BUANA KALIJATI /SPS
WS CIPTA MANDIRI /WAAS /H ADAM /SPS
WS G MART /SPS
WS JAJANG /SPS
WS LESTARI /SPS
WS PALEM /SPS
WS PD JAYA /YENI /SPS
WS PD TOTO /SPS
WS SRIMULYO /SRIMULYA /YAYAT /SPS
Grand Total

Total
2
4
6
1
9
3
6
4
2
3
3
2
2
2
2
5
3
2
2
2
1
2
1
2
2
3
2
2
2
1
1
1
3
2
1
91

Tabel 4. 7 Jumlah Keseluruhan Order


Jumlah order yang dihasilkan telesales 1

122

Jumlah order yang dihasilkan telesales 2

192

IV - 20

4.2 Pengolahan Data Sampling Pekerjaan


4.2.1 Sampling Pendahuluan
Tabel 4. 8 Frekuensi Kegiatan Produktif dan Non Produktif Telesales 1
Kegiatan

Frekuensi teramati pada hari ke1


39
19
58
67,2 %

Produktif
Non produktif
Jumlah
% Produktif

2
32
13
45
71,1 %

Jumlah
71
32
103
69 %

Keterangan :
% Produktif didapat dari :
=

Produktif
Jumlah x 100 %

71
103 x 100 %

= 68,9 % 69 %
Tabel 4. 9 Frekuensi Kegiatan Produktif dan Non Produktif Telesales 2
Kegiatan

Frekuensi teramati pada hari ke1


35
20
55
63,6 %

Produktif
Non produktif
Jumlah
% Produktif

2
32
13
45
71,1 %

Jumlah
67
33
100
67 %

Keterangan :
% Produktif didapat dari :
=

Produktif
Jumlah x 100 %

67
100 x 100 %

= 67 %
4.2.2 Pengujian Keseragaman

IV - 21

Untuk ini kita tentukan batas-batas kontrolnya yaitu Batas Kontrol Atas
(BKA) dan Batas Kontrol Bawah ( BKB), dengan tingkat ketelitian dan keyakinan
yang digunakan yaitu sebesar :
Tingkat Ketelitian

= 10%

Tingkat Keyakinan

= 90%

Rumus untuk menentukan batas kontrol :

BKA = p +3

p (1 p )
n

BKB= p 3

p (1 p )
n

dimana :
p=

pi
k

Dengan pi adalah persentase produktif di hari ke-I dan k adalah jumlah


hari pengamatan.
n =

k
Setiap telesales memiliki persentase produktif masing-masing, nilainya

adalah sebagai berikut :


1. Untuk telesales Novia Nurhasanah :
% Produktif didapat dari :

Produktif
Jumlah x 100 %

71
103 x 100 %

= 68,9 % 69 %

IV - 22

maka
p=

pi
k

dimana : pi = 67,2 % + 71,1 %


k = 2 hari pengamatan
p=

p=

pi
k
138,3
2

p=69,1

0,691

dan
n =

dimana :

= 96

k = 2 hari pengamatan
n =

n =

k
96
2

n =48

Sehingga BKA dan BKB untuk telesales Novia Nurhasanah :


BKA =0,691+3

0,691(10,691)
48

= 0,890 x 100% = 89 %

IV - 23

BKB=0,6913

0,691(10,691)
48

= 0,490 x 100% = 49 %

2. Untuk telesales Shena Meliana


% Produktif didapat dari :

Produktif
Jumlah x 100 %

67
100 x 100 %

= 67 %
maka

p=

pi
k

dimana : pi = 63,6 % + 71,1 %


k = 2 hari pengamatan

p=

p=

pi
k

134,7
2

p=67,3

0,673

IV - 24

dan

n =

dimana :

= 96

k = 2 hari pengamatan
n =

n =

96
2

n =48
Sehingga BKA dan BKB untuk telesales Shena Meliana :
BKA =0,673+3

0,673 (10,673)
48

= 0,873x 100% = 87,3 %


BKB=0,6733

0,673 (10,673)
48

= 0,467 x 100% = 46,7 %

IV - 25

Control Chart
88

71.2
71.1
67 67.2
63.6

46
1

Gambar 4. 1 Control Chart


Keterangan :

Telesales 1 = Novia Nurhasanah

Telesales 2 = Shena Meliana

4.2.3 Uji Kecukupan Data


Jumlah pengamatan dilakukan dengan memberikan tingkat ketelitian
sebesar 10% dan tingkat keyakinan sebesar 90% maka didapat rumus sebagai
berikut :

N =

80(10,34 )
0,34

= 155,3
IV - 26

Data dinyatakan cukup karena N < N


4.2.4 Menghitung Waktu Baku
a. Jumlah Pengamatan

Jumlah produktif untuk telesales 1


Jumlah non-produktif untuk telesales 1
Jumlah kegiatan untuk telesales 1
Persentase produktif untuk telesales 1

: 71
: 32
: 103
: 69%

Jumlah produktif untuk telesales 2


Jumlah non-produktif untuk telesales 2
Jumlah kegiatan untuk telesales 2
Persentase produktif untuk telesales 2

: 67
: 33
: 100
: 67%

b. Jumlah Menit Pengamatan


Jumlah menit pengamatan

Jumlah menit produktif telesales 1

Jumlah menit produktif telesales 2

= 8 jam x 60 menit x 2 hari


= 960 menit
= 69% x 960
= 661,7 menit
= 67% x 960
= 643,2 menit

c. Jumlah Barang Yang Dihasilkan


Jumlah order telesales 1
Waktu yang dibutuhkan/order telesales 1

Jumlah order telesales 2


Waktu yang dibutuhkan/order telesale 2

= 122 order
= 661,7 / 122
= 5,42 menit
= 192 order
= 643,2 / 192
= 3,55 menit

d. Waktu Normal (Wn)


Wn = Ws x P
Dimana bila dilihat dari penyesuaian menurut westinghouse
Penyesuaian :
Keterampilan :

Good (C1)

: 0,06

IV - 27

Usaha

Good (C2)

: 0,02

Kondisi

Excellent (B) : 0,04

Konsistensi

Good (C)

: 0,01

Jumlah

: 0,13

Jadi P = (1+0,13) = 1,13, maka waktu normalnya :


Telesales 1
Wn

= 5,42 x 1,13
= 6,12 menit

Telesales 2
Wn

= 3,55 x 1,13
= 4,01 menit

e. Waktu Baku
Wb

= Wn + L

Tabel 4. 10 Data Kelonggaran


No
1
2
3
4
5
6
7

Faktor
Tenaga yang
dikeluarkan dapat
diabaikan
Sikap kerja duduk
Gerakan kerja normal
Kelelahan mata,
pandangan mata yang
hampir terus menerus
Keadaan suhu tempat
kerja normal
Keadaan atmosfer baik
Keadaan lingkungan
bersih, sehat, cerah
dengan kebisingan

Pekerjaan
Bekerja dimeja,
duduk

Ekivalen Kelonggaran
Beban
(%)
-

5%

Bekerja di meja
Gerakan bebas
Memperhatikan
angka-angka di
depan komputer

1%
0%

7%

22-28 C

5%

Ventilasi baik

0%

0%

IV - 28

rendah
Jumlah

18%

Maka dari data diatas kita dapat memberikan kelonggaran ditambah


kebutuhan pribadi sebesar 3% dan kelonggaran untuk hambatan tak terhindarkan
sebesar 5%, maka totalnya adalah :
18% + 3% + 5% = 26%
Maka waktu bakunya adalah :
Telesales 1

: 6,12 + 0,26(6,12) = 7,7 menit

Telesales 2

: 4,01 + 0,26(4,01) = 5,05 menit

IV - 29

BAB V
ANALISIS
5.1 Analisis Data
Dari hasil pengamatan yang dilakukan di PT Tirta Utama Abadi, selama 2
x 8 jam kerja yakni pada tanggal 25 dan 26 Agustus 2014 di dapat data sebanyak
103 untuk talesales 1 dan 100 untuk talesales 2. Kemudian dilakukan pengujian
terhadap data tersebut, dengan data sebagai berikut :
a. Uji Keseragaman Data
Tingkat Keyakinan

= 90 %

Tigkat Keteliitian

= 10%

Data terdapat pada batas atas dan batas bawah, maka data dinyatakan
seragam, dengan ketentuan sebagai berikut ini .
1. Untuk telesales 1
p

= 0,69

BKA

= 89 %

BKB

= 49 %

2. Untuk telesales 1
p
= 0,67
BKA

= 87 %

BKB

= 46 %

b. Uji Kecukupan Data


Data yang dipelukan untuk melakukan pengujian telah cukup karena
N < N, dimana :
Tingkat Keyakinan

= 90 %

Tigkat Keteliitian

= 10%

N = 155,3
N = 203

V-1

5.2 Analisis Produktivitas


Dari hasil pengamatan yang dilakukan sebanyak 96 kali didapat
produktivitas sebagai berikut :
1. Telesales 1 (Novia Nurhasanah)
Tabel 5. 1 Data Produktivitas Telesales 1
Jumlah Produktif
Jumlah Non Produktif
Jumlah Produktif + Non Produktif
Persentase Produktif

71
32
103
69%

2. Telesales 1 (Novia Nurhasanah)


Tabel 5. 2 Data Produktivitas Telesales 2
Jumlah Produktif
Jumlah Non Produktif
Jumlah Produktif + Non Produktif
Persentase Produktif

67
33
100
67%

Dari hasil pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah kegiatan


produktif yang dilakukan oleh telesales 1 lebih besar yaitu sebesar 69% bila
dibandingkan dengan kegiatan produktif yang dilakukan oleh telesales 2 yaitu
sebesr 67%.
5.3 Analisis Waktu Baku
Dari hasil perhitungsn ysng dilskuksn dengan menggunakan acuan tingkat
produktivitas, penentuan penyesuaian sebesar 1,13 dan kelonggaran sebesar 26%
untuk telesales 1 dan 2 yang ditentukan berdasarkan lingkungan kerja dan
kemampuan kerja pegawai, serta dengan mengasumsikan bahwa jumlah order
yang dihasilkan selama pengamatan dilakukan adalah sebesar 203 order. Maka
didapat data waktu baku sebagai berikut :
a. WBtelesales 1
b. WBtelesales 2

= 7,7 menit/order
= 5,05 menit/order

V-2

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Dari dat yang terkumpul dari hasil pengamatan secara sampling dan
dilakukan beberapa tahap pengolahan data antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Uji keseragaman data


Uji kecukupan data
Perhitungn persentase kegiatan produktif
Penentuan penyesuaian dan kelonggaran
Perhitungan waktu baku

Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat produktivitas yang dimiliki oleh


pegawai memberikan pengaruh terhadap waktu bku dari pekerjaan tersebut dan
tingkat pelayanan terhadap konsumen. Selain itu, produktivitas juga dapat
dipengaruhi oleh tingkat kenyamanan pegawai pada saat bekerja. Dalam hal ini
pengaruh lingkungan kerja memberikan pengaruh yang cukup besar.
6.2 Saran
6.2.1

Materi Praktikum
Materi praktikum yang diberikan, baik itu berupa teori dan gambar-

gambar sudah bagus dan lengkap, tetapi dalam penyusunan redaksional katakatanya perlu disempurnakan, dan jangan terpaku pada satu referensi, sehingga
praktikan dapat lebih memahami dan menguasai materi yang akan diberikan.
6.2.2

Manfaat yang diperoleh


Manfaat yang kami peroleh dari hasil praktikan ini sangat banyak,
tentunya ilmu yang kami dapat pun semakin bertambah, terutama dalam
menghitung atu menentukan tingkat produktivitas dari seorang pekerja serta
mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas
suatu pekerjaan.

6.2.3

Umpan balik bagi asisten

VI - 1

Sebelumnya praktikan mengucapkan terima kasih kepada asisten yang


telah membantu kami dalam setiap praktikan yang dilakukan. Semoga
kedepannya bisa lebih terperinci lagi dalam memberikan materi.
6.2.4

Kesulitan yang dihadapi


Kesulitan yang penulis hadapai diantaranya :
a. Waktu pengumpulan yang cukup singkat
b. Data yang harus diolah sangat banyak sehingga membutuhkan waktu
sedikit lama

6.2.5

Usulan Praktikan
Usulan penulis sebagai praktikan yaitu agar meningkatkan segala
sesuatunya, baik itu dalam jadwal praktikum dan asistensi, teknik pelaksanaan,
dan hal-hal lain yang menunjang kelancaran setiap kegiatan praktikum
Perancangan Sistem Kerja.

6.2.6

Saran bagi Laboratorium dan Asisten


Saran penulis kepada laboratorium yaitu peningkatan sarana dan prasarana
yang dinilai masih kurang, tempat yang kurang luas sehingga ketika melakukan
praktek praktikan memiliki gerakan terbatas.

VI - 2

DAFTAR PUSTAKA
Angga, M., & Acep. (2011). Laporan Analisis Perancangan Sistem Kerja &
Ergonomi. UNLA: Bandung.
Hendarin Indar. (2000). Perancangan dan Evaluasi Aspek Ergonomi dan Desain
Kamar Bicara Umum Penyelengggaraan Jasa Wartel KOPMA UNISBA.
Teknik Industri, UNISBA, Bandung
Modul I Praktikum Perancangan Sistem Kerja. (2014). Perancangan Produk Yang
Ergonomis. Teknik Industri, UNLA : Bandung.
Sutalaksana, Anggawisastra, Tjakraatmaja. (2006). Teknik Perancangan Sistem
Kerja. ITB : Bandung.
Wignisoeboto, Sritomo. (2000). Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Institut
Teknologi Sepuluh November : Surabaya.
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai