FETAL DOPPLER
PENGERTIAN
Doppler merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan detak jantung
janin didalam kandungan yang menggunakan prinsip pantulan gelombang suara
frekuensi tinggi,
BLOK DIAGRAM
RECEIVER
TRANSMITT
ER
Keterangan Blok Diagram
PSU (Power Supply Unit), mengatur tegangan keluaran yang berasal dari
Battery, untuk diberikan kepada microcontroller dan semua blok rangkaian. PSU
diaktifkan dengan cara menekan On/Off Switch.
RESET, mereset Microcontroller pada saat pertama kali dinyalakan
Battery Low Monitor, melihat kondisi tegangan batere untuk dihitung oleh
Microcontroller apakah Battery masih penuh atau kosong
Active Noise Reduction (ANR), mengurangi noise yang dikeluarkan oleh receiver
Soft Limiter, mengurangi level sinyal jika terjadi lonjakan sinyal yang dapat terjadi
disebabkan oleh pergerakan probe
Audio Amplifier, menguatkan sinyal Doppler untuk diubah menjadi suara oleh
loud speaker, pada input Amplifier terdapat pengatur level input atau volume
control
Zero Crossing Detector, mengubah sinyal Doppler menjadi deretan gelombang
pulsa (square) yang siap diproses oleh Microcontroller untuk dihitung menjadi
kecepatan detak jantung (BPM)
Cara Kerja Blok Diagram Doppler
Doppler menggunakan frekuensi sebesar 2,2 MHz, 3,3 MHz atau 5,5 MHz yang
digunakan untuk mendeteksi detak jantung janin usia 11 minggu keatas, frekuensi
dibangkitkan oleh Microcontroller kemudian dipancarkan oleh transmitter ke media
pengukuran dan hasil pengukuran diterima kembali oleh reciever, lalu sinyal masuk
ke ANR untuk difilter dan dibatasi kekuatan sinyalnya oleh Soft Limiter kemudian
dikuatkan oleh amplifier (penguat akhir), Kemudian output dari amplifier masuk
speaker. Keluaran Soft Limiter juga di umpankan ke zero crossing detector untuk
diubah menjadi gelombang yang siap dihitung oleh microcontroller, hasil
perhitungan beruapa nilai kecepatan detak jantung yang ditampilkan pada display.
Cara Pengoperasian
1.
Tekan tombol ON/OFF untuk menghidupkan Doppler.
2.
Beri GEL pada tranduser
3.
Letakkan tranduser pada objek.
4.
Settingan volume agar detak jantung janin terdengar melalui speaker.
5.
Hitung detak jantung janin selama 1 menit.
6.
Detak janin akan ditampilkan pada display.
Slit Lamp
Adalah alat yang digunakan untuk melihat segmen depan (anterior) mata.
Alat ini sangat memudahkan untuk melakukan pengujian yang teliti terhadap
kornea, konjungtiva dan kelopak mata.
Terdiri dari :
a. Ilumination system
1. Bulb Lamp
Merupakan sumber cahaya pada slit lamp, bisa berupa lampu tungsten
ataupun lampu halogen. Intensitas cahaya dapat dicontrol dengan
mengatur tegangan input pada lampu.
2. Cendensing Lens
Cahaya yang dihasilkan lampu berpendar kesegala arah dengan
condensing lens cahaya seluruhnya akan dilewatkan searah
3. Slit Aperture
Adalah gerbang agar cahaya dapat dibentuk sesuai aplikasi dengan
cara memutar knob sehingga cahaya yang dilewatkan menyempit.
4. Filter
5. Adalah filter warna sehingga cahaya menjadi berwarna sesuai dengan
kebutuhan pemeriksaan dokter, ada filter warna biru, Red Free (hijau)
dan filter untuk menyerap panas.
6. Focussing on Projecting Lens
Adalah Lensa yang dipasang setelah slit dan filter, fungsinya untuk
memfocuskan cahaya slit ke mata pasien juga untuk memperbesar.
7. Reflecting Mirror
Adalah untuk membelokan cahaya dari focusing lens ke mata pasien.
Reflekting Mirror mengakibatkan image terbalik (kiri ke kanan). Mirror
dipasang dengan kemiringan 45
b. Microscope system
1. Objective lens
Merupakan dua set lensa dengan dua macam perbesaran yang dapat
dipilih (1X atau 1,6X) dengan memindahkan tuas
2. Inverted Prism
Prisma akan membalikan kembali image terbalik yang dihasilkan oleh
system compound microscope (gabungan lensa objective dan lensa
pada eye piece)
3. Eye piece Lenses
Lensa pembesar yang terakhir
memperbesarkan image. Ada dua
pilihan perbesaran yaitu 10X dan 16X. Lensa ini dikombinasikan
dengan lensa objective
c. Electric System
Adalah system kelistrikan yang merupakan sumber tenaga untuk Bulb
Lamp, meja electric/ hydroulik (jika ada) dan untuk lampu fiksasi
Pemeliharaan Slit Lamp
a. Pemeliharaan Harian
Simpan alat ditempat dengan suhu dan kelembaban cukup
Tutup kembali alat dengan penutup untuk meminimalis lensa menjadi
berdebu
Simpan alat pada tempatnya jika sudah tidak dipakai
b. Pemeliharaan Bulanan
Lepaskan Reflekting Mirror, lalu bersihkan dengan menggunakan
kapas/ tissue yang sudah diberi cairan pembersih, keringkan dengan
kapas/ tissue kering. Bersihkan mirror dari serat kapas yang masih
tertinggal dengan meniup menggunakan blower.
Bersihkan Projection Lens dengan menggunakan kapas/ tissue yang
sudah diberi cairan pembersih, keringkan dengan kapas/ tissue kering.
Bersihkan permukaan lensa dari serat kapas yang masih tertinggal
dengan meniup menggunakan blower.
Lepaskan eye piece Lenses dari tempatnya, bersihkan dengan
menggunakan kapas/ tissue yang sudah diberi cairan pembersih,
keringkan dengan kapas/ tissue kering. Bersihkan permukaan lensa
dari serat kapas yang masih tertinggal dengan meniup menggunakan
blower. Pasangkan kembali eye piece pada tempatnya.
Buka penutup Objective Lens, bersihkan 2 set Objective Lens
dan
penutupnya dengan menggunakan kapas/ tissue yang sudah diberi
cairan pembersih keringkan dengan kapas/ tissue kering Bersihkan
permukaan lensa dari serat kapas yang masih tertinggal dengan
meniup menggunakan Blower. Pasangkan kembali penutupnya
Bersihkan seluruh permukaan alat dengan menggunakan cairan
pembersih yang sesuai dengan materialnya dan kain yang lembut.
Pasang test bar pada tempatnya.
Hidupkan alat pastikan power supply bekerja dengan baik
Atur PD sesuai dengan PD pemakai
Atur Lensa eye piece sesuai dengan ukuran refrakasi pemakai
Lihat ke dalam sistim mikroskop, pastikan pemakai dapat melihat objek
dengan baik, pastikan sistim binoculair masih sesuai sehingga pemakai
tidak merasa pusing ketika melihat objek.
Periksa sistim slit, filter, aperture, pastikan semua masih dalam
keadaan normal.
Periksa selector pengatur iluminasi pastikan semua masih berfungsi
dengan baik.
Periksa Meja alat , pastikan semua berfungsi dengan baik
Tambahkan Kertas pada Chin rest
c. Pemeliharaan Triwulan
Lakukan seperti pada pemeliharaan bulanan jika diperlukan
Bersihkan Condensing Lens
Buka penutup lampu lepaskan lampu dari tempatnya. Bersihkan lensa
condenser dengan menggunakan kapas/ tissue yang sudah diberi
cairan pembersih, keringkan dengan kapas/ tissue kering. Bersihkan
lensa dari serat kapas yang masih
tertinggal
dengan meniup
menggunakan blower.
Bersihkan Prisma.
Pastikan Meja berfungsi dengan baik
untuk meja mekanik lakukan pelumasan,
Untuk meja Hydroulik periksa olie (ganti/ tambah jika diperlukan) dan
selenoid
Untuk meja elektrik periksa motor, gear, rel dan timing belt
Pastikan Power supply masih sesuai keluarannya
Periksa kabel-kabel ganti jika terlihat tidak layak atau
akan
mengakibatkan short circuit sehingga akan berbahaya untuk alat atau
manusia.
NON CONTACT TONOMETER
Tonometer
adalah
alat
yang
didesain
untuk
mengevaluasi
tekanan
intraocular. Alat ini biasanya digunakan oleh ahli opthalmology untuk membantu
dalam
pendiagnosaan
glaucoma
yang
didefinisikan
sebagai
penyakit
yang
dikarakterisasikan dengan peningkatan tekanan intraocular.
Ada berbagai macam teknik pengukuran tekanan intraocular (IOP) salah satunya
adalah Non Contac Tonometer. Tonometer ini bekerja pada tiupan udara untuk
applanasi kornea yang sebentar dan system optic untuk mendeteksi titik applanasi.
Udara dihasilkan oleh piston dalam suatu silinder yang digerakan dengan
cepat dengan solenoid. Udara padat dalam chamber keluar lewat pipa kearah
kornea pasien. Ketika mendapat tekanan dari udara yang dihembuskan tadi kornea
bergerak dari bentuk cembung normal ke bentuk cekung.
Titik applanasi dideteksi sumber cahaya collimasi dan detector. Sumber
cahaya collimasi memproyeksikan cahaya ke vertex (puncak) kornea,
sedangkan detector menerima refleksi cahaya dari kornea. Ketika hasil
deteksi mencapai maksimum maka akan dicatat secara elektronik.
Karena pentingnya tiupan langsung ke vertek kornea dan letak instrument
dengan jarak yang tepat dari kornea, maka diperlukan system aligment optic.
Pemeliharaan lensa
a. Pemeliharaan harian
Simpan alat ditempat dengan suhu dan kelembaban cukup
Tutup kembali alat dengan penutup untuk meminimalis lensa menjadi
berdebu
Simpan alat pada tempatnya jika sudah tidak dipakai
b. Pemeliharaan Berkala
Lakukan pembersihan lensa secara berkala minimal 3 bulan sekali
untuk menekan/ mencegah tumbuhnya jamur pada lensa
Gunakan Cairan pembersih yang aman untuk lensa
Gunakan tissue lensa/ kapas yang lembut dan tidak meninggalkan
serabut untuk membersihkan lensa dan cermin.
Gunakan Cairan pembersih yang sesuai dengan material alat untuk
membersihkan permukaan alat.
Cara Membersihkan Lensa Bulat
Ambil Cotton Bud atau buat sendiri kapas bertangkai
Ambil Lidi dengan panjang yang cukup kemudian ambil kapas
secukupnya dengan menggunakan ujung lidi tadi.
Lalu gulung kapas dengan cara agak menekan supaya kapas tergulung
diujung lidi dengan kuat.
Celupkan atau teteskan kapas diujung tangkai kayu tadi dengan cairan
pembersih lensa (alcohol atau methanol) secukupnya
Untuk membersihkan permukaan lensa dengan bentuk bulat kecil,
letakan kapas bertangkai tadi ditengah-tengah lensa tegak lurus
lakukan gerakan memutar dimulai dari central kearah luar
Untuk membersihkan permukaan lensa berbentuk datar (lebar) letakan
kapas bertangkai disalah satu sisi lensa lakukan gerakan menyapu
satu arah. Lakukan berulang kebawah sampai seluruh permukaan
lensa terusap.
Lepaskan kapas dari ujung tangkai lalu buang, buat lagi gulungan
kapas keringkan lensa dengan kapas tadi.
Jika perlu (lensa masih kurang bersih) ulangi membersihkan lensa
dengan cairan pembersih lensa sampai lensa terlihat bersih.
Keringkan lensa dengan blower, cek kembali lensa jangan sampai
masih ada sisa kapas tertinggal, jika masih tiup lagi dengan blower
sampai lensa benar-benar bersih.
Setelah lensa-lensa dibersihkan
tempatnya. Cek kembali lensa dan cermin pastikan focus lensa sesuai
Perhatikan selalu SOP Pemeliharaan
pasangkan
kembali
lensa
pada
Stress Test Monitor
yaitu pemeriksaan yang berfungsi mengevaluasi irama dan fungsi kerja jantung.
Terutama saat pasien sedang melakukan aktivitas yang disimulasikan dengan
berjalan dan berlari di atas treadmill ataupun mengayuh ergometer sepeda
stasioner, dimana pasien terhubung dengan ECG, dikenal dengan nama lain, seperti
pengujian latihan, treadmill stress testing, uji toleransi latihan, stress test atau
stress test EKG.
BLOK DIAGRAM STRESS TEST
MONITOR
MONITOR
MOTOR SPEED
PRINTER
PC
ECG DATA LOG
PASIEN
T
R
E
MOTOR ELEVATION
A
D
M
I
L
L
ECG DATA LOG, mengambil sinyal ECG pada pasien, mengubah sinyal tersebut
menjadi sinyal digital untuk diproses oleh PC
MOTOR SPEED, menggerakkan belt treadmill yang kecepatannya di kendalikan
oleh PC
MOTOR ELEVATION,
dikendalikan oleh PC
menggerakkan
tingkat
kemiringan
treadmill
yang
MONITOR, menampilkan hasil ECG dan status (stage) treadmill
PRINTER, mencetak hasil pemeriksaan
CARA KERJA BLOK DIAGRAM STRESS TEST MONITOR
Pasien dipasangkan kabel LEAD ECG yang terhubung pada ECG Data Log, pasien
bersiap untuk berlari pada treadmill, motor speed mulai bekerja mendapat perintah
dari PC yang memaksa pasien untuk berlari, setelah beberapa waktu motor
elevation akan menaikan derajat kemiringan treadmill, bekerjanya motor speed dan
motor elevation bergantung dari protokol yang dipilih pada PC.
PROTOKOL
Bruce Protocol
Stage
1
2
3
4
5
6
Waktu (Menit)
3
3
3
3
3
3
Kecepatan (KM/h)
2.7
4.0
5.4
6.7
8.0
8.8
% Gradient
10
12
14
16
18
20
9.6
22
Waktu (Menit)
3
3
3
3
3
3
3
3
3
Kecepatan (KM/h)
2.7
2.7
2.7
4.0
5.4
6.7
8.0
8.8
9.6
% Gradient
0
5
10
12
14
16
18
20
22
Waktu (Menit)
2
2
2
2
2
2
2
2
Kecepatan (KM/h)
1.6
3.2
3.2
3.2
3.2
3.2
3.2
3.2
% Gradient
0
0
3.5
7
10.5
14
17.5
21
Waktu (Menit)
2
2
2
2
2
2
2
2
2
Kecepatan (KM/h)
2.7
2.7
3.3
4
4.8
5.5
6.1
6.7
7.4
% Gradient
0
10
11
12
13
14
15
16
17
Modified Bruce Protocol
Stage
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Naughton Protocol
Stage
1
2
3
4
5
6
7
8
Cornell Protocol
Stage
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
18
Waktu (Menit)
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Kecepatan (KM/h)
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
5.3
% Gradient
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
Waktu (Menit)
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
Kecepatan (KM/h)
3.2
4
4.8
4.8
4.8
4.8
4.8
4.8
5
5.5
% Gradient
0
2
3
7
10.5
14
17.5
21
24
24
Balke Ware Protocol
Stage
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
Acip Protocol
Stage
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
mAcip Protocol
Stage
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Waktu (Menit)
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
Kecepatan (KM/h)
3.2
3.2
3.2
3.2
3.2
3.2
3.7
4.3
5
5.4
% Gradient
0
3.5
7
13.5
18.5
24
24
24
24
24
Waktu (Menit)
2
2
2
2
2
2
2
2
2
Kecepatan (KM/h)
1.6
3.2
3.2
3.2
4.8
4.8
4.8
4.8
5.4
% Gradient
0
3.5
7
10.5
7.5
10.0
12.5
15.0
14.0
Weber Protocol
Stage
1
2
3
4
5
6
7
8
9