JURNAL PERCOBAAN II
DECODER
MAYKEL SURANTA S. DEPARI
142411063
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI D3 METROLOGI
MEDAN
2015
LEMBAR PERSETUJUAN
Judul Percobaan
: DECODER
Kategori
: Jurnal Praktikum Sistem Digital
Nama
: MAYKEL SURANTA S. DEPARI
Nomor Induk Mahasiswa
: 142411087
Program Studi
: D3 METROLOGI
Departemen
: Fisika
Fakultas
: MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
(FMIPA)
Medan, 02 April 2015
Asisten,
(JULIANA SITUMEANG)
Praktikan,
MAYKEL SURANTA S. DEPARI
142411063
BAB I
TUJUAN
1. Untuk memahami prinsip kerja dari rangkaian Decoder.
2. Untuk mengetahui aplikasi decoder.
3. Untuk mengetahui cara kerja IC 74138.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Dekoder
Dekoder juga merupakan peralatan yang sangat umum pemakaiannya. Ditinjau dari
keadaan aktif keluarannya, decoder dapat dibedakan atas non-inverted-outputs dan
inverted-outputs. Rangkaian decoder inverted-outputs menghasilkan satu, dan hanya
satu, dari sejumlah keluarannya yang berlogika 0 sedangkan keluaran lain semua berlogika
1. Sebaliknya, dalam decoder non-inverted-outputs hanya satu keluaran yang berlogika 1
sedangkan keluaran lain berlogika 0. Pemilihan keluaran ditentukan oleh sekumpulan
masukan kendali. Untuk n sinyal kendali dapat dipilih satu dari 2 keluaran yang berlogika
0 atau 1 (tergantung atas jenis keluaran dibalik atau tidak (inverted atau non-inverted
outputs). Fungsi keluaran decoder dapat dituliskan sebagai berikut:
Non-inverted: Zi = mi, i=0,1,.. 2n -1)
Inverted
:Zi = mi = Mi, i=0,1,( 2n -1)
Dengan m, dan Mi adalah sukumin dan sukumax dari perubah masukan/kendali. Untuk
decoder 2x4 yang keluarannya tak dibalik, maka table kebenarannya dapat dibuat sebagai
berikut:
a
Z0
Z1
Z2
Z3
(Tabel kebenaran 2.1 decoder 2x4)
Salah satu serpih decoder yang sangat banyak digunakan dalam sistem digital adalah
decoder 3 ke-8, yang tersedia dengan nomor tipe, antara lain, 74SL138 (buatan TI, Texas
Instruments) dan 8205 (buatan Intel) dari jenis keluaran dibalik yang symbol logika.
Sebagaimana multiplexer, decoder juga dapat digunakan untuk merealisasikan fungsi-fungsi
logika kombinasi. Sebagai contoh, perhatikan fungsi:
f = m(3,5,6,7) = abc + abc + abc
=
m3 m5 m6 m7
(Pernantin Tarigan,
2001)
2.2 BCD COUNTER (DECODE COUNTER)
Counter ini dapat menghitung modulus sampai 10. Oleh karena itu bisa juga disebut
Modulus 10 atau disingkat dengan Mod 10. Logic yang berfungsi sebagai decode counter,
diantaranya ialah type 7490. Untuk dapat menghitung sampai (dalam kode 8421), maka 2
buah 7490 dihubungkan secara kaskode.
Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu mengubah bilangan
biner (BCD) ke dalam bentuk Desimal yang bisa dilihat dengan mata [Link] desimal
ini dapat dinyatakan dengan 7 (SEVEN) SEGMENT LED, NICIE TUBE dan lain-lain.
LED (Light Emitting Diode)
LED adalah suatu komponen semiconductor yang sifatnya sama dengan dioda, tetapi
bisa menyala kalau mendapat tegangan Forward (Anoda mendapat tegangan positif dan
katoda mendapat negatif).
7 (SEVEN) SEGMENT LED adalah display yang berbentuk dari 7 kelompok (segment)
LED yang diatur sedemikian rupa sehingga bisa membentuk angka angka dari 0 (nol)
sampai angka
9. Jika gabungan anoda dihubungkan dengan tegangan positif dan kaki a,b, dan c
dihubungkan dengan negative maka akan terbentuklah angka 7.
Untuk mendapatkan bentuk angka angka lain tinggal cara kita menghubungkan katoda LED
yang [Link] biner paling besar yang bisa dilihat adalah 1001 1001 (99).
BCD To (seven) Segment Decoder, BCD to 7 (seven) segment decoder adalah gunanya
untuk mengubah bilangan biner (kode 8421) ke dalam desimal yang dibentuk oleh 7
segment LED. Inputnya ada empat (4) yang masing-masing adalah: A,B,C,D sedangkan
outputnya ada 7 (tujuh) yakni: a,b,c,d,e,f,g.
Jika A= 1, B= 0 ; C = 0 ; D= 1 ; maka output yang short ke ground (0 = nol) adalah:
a, b, c, f, dan g. Pemakaian sebuah IC tipe 7447 yang dihubungkan ke 7 segment LED
masing masing melalui R= 180 Ohm.
Logic IC yang berfungsi sebagai BCD to 7
segment docoder, di antaranya type 7447 dan 7446.
( [Link],
1990)
Sebagai contoh encoder untuk keypad (papan tombol) [Link] saklar pada
keypad mempunyai jalur masukan yang terpisah ke [Link] saklar ditekan memberikan
0 dan bila tidak ditekan memberikan [Link] keluaran terkode biner untuk encoder tersebut
dapat ditulis maupun digambar secara diagram.
Pada masukan gerbang OR ada symbol negasi (o) yang merupakan simbol
komplemen. Bila cacah tombol (key) lebih banyak maka diperlukan gerbang OR dengan
masukan yang lebih [Link] papan-tombol (keyboard) dengan banyak tombol, teknik
penyandian (encoding) yang umum adalah dengan menggunakan mikrokomputer.
2.3 DEKODER
Dekoder adalah untai yang mengkonversi kode masukan biner n bit menjadi
jalur keluaran yang berbeda. Dekoder sering dirancang menggunakan masukan enable
(bolehan) yang memungkinkan beberapa decoder dapat dihubungkan secara kaskade
(beruntun) dan juga sebagai demultiplekser.
Sebagai contoh decoder 3 ke -8 jalur yang dilengkapi dengan masukkan enable
mempunyai table kebenaran sebagai berikut.
( Tabel2.3Tabel Kebenaran decoder 3-ke-8 jalur)
A
0
0
0
0
1
1
1
1
Input
B
0
0
1
1
0
0
1
1
C
0
1
0
1
0
1
0
1
O0
1
0
0
0
0
0
0
0
O1
0
1
0
0
0
0
0
0
O2
0
0
1
0
0
0
0
0
Output
O3
O4
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
0
0
O5
0
0
0
0
0
1
0
0
O6
0
0
0
0
0
0
1
0
O7
0
0
0
0
0
0
0
1
Dekoder ini akan mendekode (mengawasandi) kode masukan bila masukan enable
EN adalah 0 dan tidak mendekode kode masukan bila masukan EN adalah 1. Bila EN=0,
dank ode masukan biner 101 diberikan ke ABC, maka keluaran D5 adalah 0 dan keluaran
yang lain adalah 1. Jalur keluaran yang lain bekerja dengan cara yang sama bila diamati dari
tabel kebenaran. Dari tabel kebenaran dapat diperoleh ekspresi SOP (sum of products) untuk
keluaran 0. Karena masukan enable harus nol (0) agar decoder mendekode masukan kode,
maka jalur masukan bolehan pada setiap gerbang terdapat simbol negasi.
(Thomas Sri Widodo,
2010)
2.4 MULTIPLEXER
Multiplexer adalah suatu piranti elektronis yang berfungsi seperti saklar putar yang
sangat cepat. Piranti ini akan menghubungkan beberapa kanal masukan, satu per satu ke
sebuah jalur keluaran. Dengan demikian, kanal masukan harus membagi sebuah jalur
komunikasi tunggal dengan setiap kanal untuk selang waktu [Link]-sharingini
disebut time [Link] masukan dapat dipilih sesuai dengan urutan yang telah
ditentukan sebelumnya atau dengan menerapkan pemilihan alamat kanal.
Multiplexer dapat digunakan sebagai pengubah seri ke parallel. Dimisalkan suatu
kata 4-bit tersedia secara parallel sedemikian rupa sehingga I 0menyajikan bit b0I1
menyajikan bit b, dan seterusnya. Dengan menggunakan pencacah 2-bit, sandi pemilih
alamat secara kontinu akan bertambah, yaitu 00 untuk periode t 1, 01 untuk periode t2 dan
seterusnya. Dengan cara seperti ini, keluaran daru multiplexer adalah b 0untuk periodet1, b1,
sampai t2, dan seterusnya, dengan menyusun kembali data masukan parallel menjadi bentuk
seri.
2.5 DEMULTIPLEXER
Data yang ditransmisikan dalam bentuk termultiplex harus dipisahkan kembali ke
bentuk semula sebelum digunakan. Proses ini disebut sebagai demultiplexing. Dengan
demikian, demultiplexer adalah suatu piranti yang mentransmisikan data masukan yang
dating pada sebuah kanal tunggal pada salah satu dari beberapa jalur keluaran, suatu jalur
tertentu yang telah dipilih sesuai dengan alamat A0 A2. Demultiplexer juga dapat digunakan
sebagai pengawal sandi jika masukan dipertahankan pada logika 0 yang menjadi keping
enable.
(K.F Ibrahim,
1996)
Pengertian Decoder juga dapat di artikan sebagai rangkaian logika yang ditugaskan untuk
menerima input-input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutanbiner [Link] untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven segmen. Itu lah
sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat menyalakan seven segmen.
Decoder adalah Suatu rangkaian logika yang mengubah suatu kode input biner N
bit menjadi M buah len-len output sedemikian rupa sehingga tiap-tiap len output hanya akan
diaktifkan oleh salah satu dari kemungkinan kombinasi-kombinasi input.
Encoder merupakan lawan dari proses decoder yaitu memiliki sejumlah len-len input ,
hanya satudiantaranya yang akan diaktifkan pada suatu saat tertentu , dan menghasilkan
suatu kode output N-bit, tergantung kepada input mana yang diaktifkan
Multiplexer atau selector data adalah suatu rangkaian logika yang menerima
beberpa input data dan untuk suatu saat tertentu hanya mengijinkan satu dari data input
tersebut untuk lewat mencapai ouput, yang dikontrol oleh input-input select.
Demultiplexer melakukan operasi sebaliknya dari Multiplexer, yaitu mengambil Satu input
tunggal dan mendistribusikannya ke beberapa output.
Multiplexer
Rangkaian Multiplexer 2 Channel
Rangkaian Demultiplexer ( IC 74 S 139 )
Multiplexer atau selector data adalah suatu rangkaian logika yang menerima beberpa input
data dan untuk suatu saat tertentu hanya mengijinkan satu dari data input tersebut untuk
lewat mencapai ouput, yang dikontrol oleh input-input select.
Demultiplexer melakukan operasi sebaliknya dari Multiplexer, yaitu mengambil Satu input
tunggal dan mendistribusikannya ke beberapa output.
Encoder merupakan lawan dari proses decoder yaitu memiliki sejumlah len-len input ,
hanya satudiantaranya yang akan diaktifkan pada suatu saat tertentu , dan menghasilkan
suatu kode output N-bit, tergantung kepada input mana yang diaktifkan.
([Link]
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Peralatan Dan Komponen
3.1.1 Peralatan
1. Power suplay 5 volt DC
Berfungsi sebagai penyuplai arus listrik ke komponen komponen dengan arus searah.
2. Jumper
Berfungsi sebagaisebagai jembatan dari dua buah sambungan.
3. Penjepit buaya
Berfungsi sebagai sebagai menghubungkan komponen dengan peralatan lainnya.
4. Protoboard
Berfungsi sebagai sebagai tempat untuk merangkai rangkaian sementara.
5. Saklar
Berfungsi sebagai perangkat yang digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan aliran
listrik.
3.1.2
Komponen
1. IC 74138
Perangkat elektronik yang berfungsi untuk memilih salah satu data dari banyak data yang
menggunakan suatu data input.
2. Resistor 330 ( 8 buah )
Berfungsi sebagai hambatan gerak arus listrik yang nilainya tidak dapat berubah-ubah
(konstan).
3. LED ( 8 buah )
Berfungsi sebagaimemancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi
tegangan maju.
3.3 Prosedur Percobaan
1. Dirangkai rangkaian sesuai dengan gambar berikut :
a
b
c
d
e
f
g
h
Kaki 1 dihubungkan ke select A
Kaki 2 dihubungkan ke select B
Kaki 3 dihubungkan ke select C
Kaki 4 dihubungkan ke enable G2A
Kaki 5 dihubungkan ke enable G2B
Kaki 6 dihubungkan ke LED G1
Kaki 7 dihubungkan ke LED Y7
Kaki 8 dihubungkan ke GND
i. Kaki 9 dihubungkan ke LED Y6
j. Kaki 10 dihubungkan ke LED Y5
k. Kaki 11 dihubungkan ke LED Y4
l. Kaki 12 dihubungkan ke LED Y3
[Link] 13 dihubungkan ke LED Y2
n. Kaki 14 dihubungkan ke LED Y1
o. Kaki 15 dihubungkan ke LED Y0
p. Kaki 16 dihubungkan ke VCC
2. Dihubungkan rangkaian yang telah di rangkai seperti point no 1 ke PSA yang memiliki
besar tegangan 5 volt.
3. Dihidupkan PSA 5 volt.
4. Divariasikan kede G1(X), G2(H), C(X), B(X), A(X), sesuai dengan data sheet.
5. Dicatat hasilnya pada kertas data.
Gambar Percobaan
BAB IV
DATA DAN ANALISA DATA
4.1 Data percobaan
Inputs
G1
X
Enable
G2 (note 1)
H
Outputs
C
X
Select
B
A
X
Y1
Y1
Y2
Y3
0
H
4
H
Y5
Y6
Y7
L
H
H
H
H
H
H
H
H
X
L
L
L
L
L
L
L
L
X
L
L
L
L
H
H
H
H
X
L
L
H
H
L
L
H
H
X
L
H
L
H
L
H
L
H
H
L
H
H
H
H
H
H
H
H
H
L
H
H
H
H
H
H
H
H
H
L
H
H
H
H
H
H
H
H
H
L
H
H
H
H
H
H
H
H
H
L
H
H
H
H
H
H
H
H
H
L
H
H
H
H
H
H
H
H
H
L
H
H
H
H
H
H
H
H
H
L
Medan, 02 April 2015
Asisten,
(JULIANA SITUMEANG)
Praktikan,
MAYKEL SURANTA S. DEPARI
142411063
4.2. Analisa Data
ANALISA DATA
1. Jelaskan cara rangkaian decoder dan bandingkan dengan data percobaan yang diperoleh .
Jawabaan :
Cara kerja decoder adalah membaca kode dari rangkaian logika yakni bilangan biner dan
mengubahnya ke bilangan desimal. Dari hasil percobaan, rangkaian percobaannya
menggunakan IC 74138 aktif high sebagai bentuk keluaran dari rangkaian
[Link] pada rangkaian Decoder menggunakan polaritas aktif High. Jika
outpunya 0 (Low) lampu LED akan padam, jika outputnya 1 (High) maka lampu LED
akan menyala.
2. Rancanglah rangkaian decoder untuk memasukan 4 bit dan keluaran 16 dengan
menggunakan komputer.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
1. Dari hasil percobaan dapat dibuktikan bahwa prinsip kerja decoder adalah membaca
kode dari rangkaian logika yakni bilangan-bilangan biner dan mengartikannya ke
bilangan [Link] percobaan yang menggunakan dioda aktif high sebagai
bentuk keluaran dari rangkaian logikanya. Dimana untuk high dioda akan menyala
sedangkan untuk low dioda akan mati.
2. Aplikasi decoder yang dapat ditemukan dalam kehidupan antara lain yakni dari teknologi
TV , teknologi radio, teknologi komputer dan lain sebagainya.
Cara kerja IC 74138 adalah Apabila salah satu input berlogika 1 maka output
akaberlogika 1,dan apabila 3 input disatkan yg select maupun enable maka salah
satuoutput atau Y akan berlogika 0.
a. Jika A,B,C diberi tegangan Low dan tegangan High diabaikan, maka Y0 akan berlogika 0.
b. Jika B,C diberi tegangan LowdanA diberi tegangan High, maka Y1 akan berlogika 0.
c. Jika A,C diberi tegangan Lowdan B diberi tegangan High, maka Y2 akan berlogika 0.
d. Jika C diberi tegangan Lowdan A, B diberi tegangan High, maka Y3 akan berlogika 0.
e. Jika A,B diberi tegangan Lowdan C diberi tegangan High, maka Y4 akan berlogika 0.
f. Jika B diberi tegangan Lowdan A, C diberi tegangan High, maka Y5 akan berlogika 0.
g. Jika A diberi tegangan Lowdan B, C diberi tegangan High, maka Y6 akan berlogika 0.
h. Jika tegangan Low diabaikan dan A,B,C diberi tegangan High, maka Y7 akan berlogika
0.
5.2. SARAN
1. Sebaiknya praktikum diberi arahan akan manfaat dari percobaan.
2. Sebaiknya praktikum mengerti akan fungsi dari kaki decoder.
3. Sebaiknya praktikum mengerti cara merangkai percobaan decoder.
DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim, KF. 1991. Teknik Digital. Yogyakarta: Andi.
Halaman: 126-127
Suryatmo, F. 1990. Teknik Digital. Jakarta: Bumi Aksara
Halaman: 142-145
Tarigan, Pernantin. 2001. Rangkaian Logika Digital. Medan: USU Press
Halaman: 97-99
Widodo, Thomas Sri. 2010. Teknik Digital: Prinsip dan Aplikasinya. Graha ilmu
Halaman: 102-104
[Link]
Diakses pada: 31 Maret 2015
Pukul : 19.10
RESPONSI
Nama: Maykel Suranta S. Depari
Nim : 142411087
1. Tuliskan Pengertian decoder.
2. Tuliskan tujuan percobaan.
3. Tuliskan apa yang anda ketahui mengenai judul percobaan.
Jawab.
1. Decoder adalah alat yang digunakan untuk dapat mengembalikan proses encoding
sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Pengertian Decoder juga
dapat di artikan sebagai rangkaian logika yang ditugaskan untuk menerima input-input biner
dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner tersebut.
2. Tujuan Percobaan.
- Mahasiswa dapat memahami rangkaian dasar decoder, encoder , multiplexer, serta
demultiplexer
- Mahasiswa dapat menggunakan IC decoder, encoder , multiplexer, serta demultiplexer
dalam rangkaian.
- Mengetahui cara kerja IC 74138.
3. Decoder adalah rangkaian digital yang dapat mengubah bilangan biner menjadi bilangan
desimal, dimana rangkaian ini akan menghasilkan output high (1) pada jalur yang sesuai
dengan yang ditunjuk oleh selector. Artinya input decoder merupakan bilangan biner, dan
outputnya pun berbentuk biner. Namun akan menunjukkan bilangan decimal, yaitu
menentukan ouput manakah yang aktif (Y0, Y1, Y2, atau Y3).
Aplikasi utama decoder adalah pengalamatan, dimana n bit masukan In diinterpretasikan
sebagai sebuah alamat yang digunakan untuk memilih satu jalur dari jalur keluaran.
Sebuah decoder 1-out-of-2n atau 1/2n adalah rangkaian kombinasional dengan n jalur data
masukan dan 2n jalur data keluaran. Sinyal keluaran yang aktif tergantung dari nilai
masukan: in 0, in 1, in 2.
TUGAS PERSIAPAN
Nama : Maykel Suranta S. Depari
NIM : 142411063
1. Tulis dan Jelaskan aplikasi dari decoder dan jelaskan.
2. Apa yang dimaksud dengan decoder dan encoder dan bandingkan
3. Rangkai sebuah decoder yaitu dengan 3 masukan dan 8 keluaran dengan memakai
gerbang AND.
Jawab:
1. Aplikasi decoder
Aplikasi utama decoder adalah pengalamatan, dimana n bit masukan In
diinterpretasikan sebagai sebuah alamat yang digunakan untuk memilih satu jalur dari jalur
keluaran. Aplikasi lain adalah member rute data dari sebuah sumber ke beberapa tujuan.
Decoder disebut juga demultiplexer. Aplikasi isi dapat mengendalikan input dari decoder
yang dipandang sebagai 1 bit.
Sebuah decoder 1-out-of-2n atau 1/2n adalah rangkaian kombinasional dengan n jalur
data masukan dan 2n jalur data keluaran. Sinyal keluaran yang aktif tergantung dari nilai
masukan: in 0, in 1, in 2.
2. Decoder
Adalah rangkaian digital yang dapat mengubah bilangan biner menjadi bilangan
desimal, dimana rangkaian ini akan menghasilkan output high (1) pada jalur yang sesuai
dengan yang ditunjuk oleh selector.
Encoder
Adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah (konfersi) bentuk sinyal
decimal menjadi biner.
Perbandingan antara decoder dan encoder adalah dari rangkaiannya. Rangkaian Decoder
kombinasi sinyal masukan akan menentukan sinyal keluaran yang aktif. Chip decoder
dikendalikan oleh chip enable (EN).
ada beberapa macam rangkaian decoder yaitu:
-Decoder 3 x 8 (3 input dan 8 output line)
-Decoder 4 x 16
-Decoder BCD to Decimal (4 bit input dan 8 output line)
-Decoder BCD to 7 Segment (4 bit input dan 8 output line)
khusus untuk BCD to 7 segment mempunyai prinsip kerja yang berbeda dengan decoder
yang lain, dimana kombinasi dari setiap inputnya dapat mengaktifkan beberapa output linenya (bukan salah satu line).
Rangkaian encoderterdiri dari beberapa input line. Salah satu dari input-input tersebut
diaktifkan pada waktu tertentu yang selanjutnya akan menghasilkan kode output N-bit
rangkaian encoder merupakan aplikasi dari gerbang or.
3. Tabel kebenaran decoder 3 masukan dan 8 keluaran (3x8).
A
0
0
0
0
1
1
1
1
Input
B
0
0
1
1
0
0
1
1
C
0
1
0
1
0
1
0
1
O0
1
0
0
0
0
0
0
0
O1
0
1
0
0
0
0
0
0
O2
0
0
1
0
0
0
0
0
Output
O3
O4
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
0
0
O5
0
0
0
0
0
1
0
0
O6
0
0
0
0
0
0
1
0
O7
0
0
0
0
0
0
0
1
Berdasarkan output dari Tabel Kebenaran di atas, dibuat rangkaian decoder yang merupakan
aplikasi dari gerbang AND.
Rangkaian decoder 3x8
3.3 Prosedur Percobaan
Dirangkai rangkaian sesuai dengan gambar berikut :
Dihubungkan rangkaian yang telah di rangkai seperti point no 1 ke PSA yang memiliki
3
4
5
6
besar tegangan 5 volt.
Dihidupkan PSA 5 volt.
Divariasikan kede G1(X), G2(H), C(X), B(X), A(X).
Dicatat hasilnya pada kertas data.
Dilanjutkan dengan kode yang berbeda.
RESPONSI
Nama : Maykel Suranta S. Depari
NIM : 142411063
1. Apa yang dimaksud dengan dekoder?
Dekoder adalah rangkaian logika yang menerima input-input biner dan
mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner inputnya segmen.
2. Sebutkan tujuan percobaan!
- Untuk mengetahui prinsip kerja dari rangkaian dekoder
- Untuk mengetahui aplikasi dari dekoder
- Untuk mengetahui cara kerja IC 74138
3. Jelaskan dan sebutkan gerbang-gerbang logika!
1. Gerbang AND = merupakan gerbang perkalian
2. Gerbang OR = merupakan gerbang penjumlahan
3. Gerbang NAND = kebalikan dari gerbang AND
4. Gerbang NOR = kebalikan dari gerbang OR
5. Gerbang NOT = gerbang yang menyatakan kebalikan
6. Gerbang XOR = gerbang yang jika inputnya bernilai sama maka outputnya
bernilai 0
7. Gerbang XNOR= gerbang yang jika inputnya bernilai sama maka outputnya
bernilai 1
4. Gambarkan IC yang digunakan
5. Sebutkan peralatan dan komponen beserta fungsinya!
Peralatan
1. Power suplay 5 volt DC
Berfungsi sebagai penyuplai arus listrik ke komponen komponen dengan arus searah.
2. Jumper
Berfungsi sebagaisebagai jembatan dari dua buah sambungan.
3. Penjepit buaya
Berfungsi sebagai sebagai menghubungkan komponen dengan peralatan lainnya.
4. Protoboard
Berfungsi sebagai sebagai tempat untuk merangkai rangkaian sementara.
5. Saklar
Berfungsi sebagai perangkat yang digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan
aliran listrik
Komponen
1. IC 74138
Perangkat elektronik yang berfungsi untuk memilih salah satu data dari banyak data yang
menggunakan suatu data input.
2. Resistor 330 ( 8 buah )
Berfungsi sebagai hambatan gerak arus listrik yang nilainya tidak dapat berubah-ubah
(konstan).
3. LED ( 8 buah )
Berfungsi sebagaimemancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi
tegangan maju.