STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Gerontik
Disusun Oleh :
HESTI MAWARSARI
NIM. P17320114106
TINGKAT III A
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RI BANDUNG
JURUSAN KEPERAWATAN BANDUNG
Jalan Dr. Otten No. 32 Bandung
SOP ROM AKTIF (RENTANG GERAK SENDI)
1.
PENGERTIAN
2.
TUJUAN
Range of Motion (ROM) adalah segenap gerakan
yang dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh
sendi yan g bersangkutan
1
2
3
4
5
3.
INDIKASI
Untuk memelihara fungsi dan mencegah
kemunduran.
Untuk memelihara dan meningkatkan
pergerakan sendi.
Untuk merangsang sirkulasi darah.
Untuk mencegah kelainan bentuk
(deformitas).
Untuk memelihara dan meningkatkan
kekuatan otot
E.
1.
2.
3.
4.
5.
Klien dengan tirah baring yang lama.
Stroke atau penurunan tingkat kesadaran.
Kelemahan otot.
Fase rehabilitasi fisik.
Klien dengan kekakuan sendi
1.
4.
KONTRAINDIKASI
1. Klien dengan fraktur.
2. Klien dengan peningkatan tekanan intrakranial.
3. Trombus/emboli pada pembuluh darah.
4. Kelainan sendi atau tulang.
5. Klien fase imobilisasi karena kasus penyakit
(jantung)
5.
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan salam, perkenalkan diri anda dan
identifikasi klien dengan memeriksa identitas
klien dengan cermat.
2. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan, berikan kesempatan kepada klien
untuk bertanya dan jawab seluruh pertanyaan
klien.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan.
4. Atur posisi klien sehingga merasa aman dan
nyaman.
6.
PERSIAPAN ALAT
7.
CARA BEKERJA
A Fleksi Bahu
1 Tempatkan tangan kiri perawat di atas siku pasien, kemudian tangan kanan
memegang tangan pasien.
2
3
4
Angkat tangan ke atas dari sisi tubuh.
Gerakan tangan perlahan-lahan, lemah lembut ke arah kepala sejauh mungkin.
Letakkan tangan di bawah kepala dan tahan untuk mencegah dorongan fleksi, tekuk
tangan dan siku.
5 Angkat kembali lengan ke atas kembali ke posisi semula.
6 Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
Abduksi dan Adduksi Bahu
1 Tempatkan tangan kiri perawat di atas siku pasien, tangan kanan memegang tangan
pasien.
2 Pertahankan posisi tersebut, kemudian gerakkan lengan sejauh mungkin dari tubuh
dalam keadaan lurus.
3 Tekuk dan gerakkan lengan segera perlahan ke atas kepala sejauh mungkin.
4 Kembalikan pada posisi semula.
5 Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
Rotasi Interna dan Eksterna Bahu
1 Tempatkan lengan pasien pada titik jauh dari tubuh, bengkokkan siku. Pegang lengan
atas, tempatkan pada bantal.
2 Angkat lengan dan tangan.
3
Gerakkan lengan ke bawah dan tangan secara perlahanl-lahan ke belakang sejauh
mungkin.
4 Kembalikan lengan pada posisi semula.
5 Ulangi latihan lebih kurang 3 kali.
Penyilangan Adduksi Bahu
1 Tempatkan tangan kiri perawat di bawah siku dan tangan lain memegang tangan
pasien.
2 Angkat lengan pasien.
3 Posisi lengan setinggi bahu, gerakkan tangan menyilang kepala sejauh mungkin.
4 Kembalikan lengan pada posisi semula.
5 Ulangi latihan lebih kurang 3 kali.
Supinasi dan Pronasi Lengan
1 Permulaan posisi: pegang tangan pasien dengan kedua tangan, posisi telunjuk pada
telapak tangan, kedua ibu jari di punggung tangan.
2 Tekuk telapak tangan pasien menghadap wajah pasien.
3 Kemudian tekukkan telapak tangan bagian punggung ke muka pasien.
4 Ulangi latihan lebih kurang 3 kali.
Ekstensi dan Fleksi Pergelangan Tangan dan Jari
1 Pegang pergelangan tangan pasien dengan satu tangan pasien dan tangan pasien
bergengaman dengan tangan perawat.
2 Tekuk punggung tangan ke belakang sambil mempertahankan posisi jari lurus.
3 Luruskan tangan.
4 Tekuk tangan ke depan sambil jari-jari menutup membuat genggaman, kemudian
buka tangan.
5 Ulangi latihan lebih kurang 3 kali.
Fleksi dan Ekstensi Ibu Jari
1 Pegang tangan pasien, tekuk ibu jari ke dalam telapak tangan pasien.
2 Dorong ibu jari ke belakang pada titik terjauh dari telapak tangan pasien. Ulangi
lebih kurang 3 kali.
3 Gerakan ibu jari pasien memutar/sirkulasi pada satu lingkaran.
8.
9.
H Fleksi dan Ekstensi Panggul dan Lutut
1 Tempatkan salah satu tangan perawat dibawah lutut pasien, tangan lain di atas tumit
dan menahan kaki pasien.
2 Angkat tungkai kaki dan tekukan pada lutut, gerakan tungkai kebelakang sejauh
mungkin.
3 Luruskan lutut di atas permukaan kaki, kembalikan pada posisi semula.
4 Ulangi latihan lebih kurang 3 kali.
I Rotasi Interna dan Eksterna Panggul
1 Tempat satu tangan perawat di bawah lutut pasien, tangan lain di atas tumit kaki
pasien.
2 Angkat tungkai dan tekuk membuat sudut yang besar di atas lutut.
3 Pegang lutut dan kaki pasien mendorong ke hadapan perawat.
4 Gerakkan kaki ke posisi semula.
5 Dorong kaki sejauh mungkin dari perawat, gerakkan ke posisi semula.
6 Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
J Abduksi dan Adduksi Panggul
1 Tempatkan satu tangan perawat di bawah lutut pasien, letakkan tangan lain di bawah
tumit.
2 Pegang tungkai dalam keadaan lurus, kemudian angkat ke atas setinggi 5 cm dari
kasur.
3 Tarik kaki kearah luar, ke hadapan perawat.
4 Dorong tungkai ke belakang dan kembalikan ke posisi semula.
5 Ulangi latihan lebih kurang 3 kali.
K Dorso dan Plantar Fleksi Pergelangan Kaki
1 Pegang tumit pasien dengan tangan perawat, biarkan istirahat pada tangan perawat.
2 Tekan lengan perawat pada telapak kaki, gerakkan menghadap tungkai.
3 Pindahkan tangan perawat pada posisi semula.
4 Pindahkan tangan ke ujung kaki dan bagian bawah kaki, dorong kaki ke bawah pada
titik maksimal secara bersamaan, kemudian dorong kembali ke atas pada tumit.
5 Ulangi latihan berikut lebih kurang 3 kali.
L Eversi dan Inversi Kaki
1 Putar kaki satu persatu ke arah luar.
2 Kemudian kembali ke arah dalam.
3 Ulangi latihan lebih kurang 3 kali.
M Ekstensi dan Fleksi Jari-jari Kaki
1 Mulai dengan menarik ujung jari kaki ke atas.
2 Ujung-ujung jari kaki di dorong ke bawah.
3 Ulang latihan lebih kurang 3 kali.
EVALUASI
1. Evaluasi hasil yang dicapai.
2. Beri reinforcement positif pada klien.
3. Kontrak pertemuan selanjutnya.
4. Mengakhiri pertemuan dengan baik.
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN :
1 Pegang ekstermitas pada sendi-sendi seperti: elbow, wrist, knee. Gerakkan sendi secara
perlahan-lahan, selanjutnya teruskan. Jika tidak nyaman/agak nyeri pada sendi, misalnya
: adanya arthritis (dukung ekstermitas pada daerah tersebut).
2 Gerakan setiap sendi melalui ROM lebih kurang 3 kali terus menerus secara teratur dan
perlahan-lahan. Hindarkan pergerakan yang berlebihan dari persendian pada saat latihan
ROM. Hindarkan pada tekanan yang kuat pada saat pergerakan yang kuat.
Hentikan pergerakan bila ada nyeri.
Catat adanya ketidak nyamanan (nyeri, kelelahan), kontraktur/kekakuan sendi, kekuatan
otot dan adanya atrofi otot.
5 Apabila ada perasaan nyeri akibat kekejangan/spasme otot, gerakkan sendi secara
perlahan-lahan, jangan berlebihan. Gerakkan dengan lemah lembut secara bertahap
sampai terjadi relaksasi.
6 Aktifitas fungsional untuk menguji lengkap gerak sendi dapat dilakukan pada pasien
yang sudah dapat melakukan pergerakan sendiri tanpa bantuan.
7 Pergerakkan diuji/diperiksa oleh terapis untuk menentukan adanya pergerakan daerah
sendi. Pergerakan sendi pasien sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik, faktor penyakit
dan faktor genetik. Latihan disesuaikan dengan keadaan klinis pasien.
8 Setiap sendi tubuh mempunyai suatu lingkup pergerakan yang normal.
9 Sendi-sendi akan kehilangan lingkup pergerakan sendi ynag normal. Kekuan akan
mengakibatkan suatu keadaan ketidakmampuan yang menetap. Hal ini sering pada
kondisi Neuromuskuler (Hemiplegia).
10 Latihan ROM direncanakan dengan individu, lingkup pergerakan bervariasi sesuai
dengan perbedaan tubuh dan kemampuan serta golongan umur.
Latihan ROM dapat dilakukan kapan saja, dimana keadaan fisik tidak aktif.
3
4