KASUS MINAMATA
I. Latar Belakang
Penyakit minamata mendapat namanya dari kota Minamata, Prefektur Kumamoto di
Jepang, yang merupakan daerah penyakit ini mewabah mulai tahun 1958. Pada
waktu itu terjadi masalah wabah penyakit di kota Mintamana Jepang. Ratusan orang
mati akitbat penyakit yang aneh dengan gejala kelumpuhan syaraf. Mengetahui hal
tersebut, para ahli kesehatan menemukan masalah yang harus segera diamati dan
dicari penyebabnya. Melalui pengamatan yang mendalam tentang gejala penyakit
dan kebiasaan orang jepang, termasuk pola makan kemudian diambil suatu
hipotesis. Hipotesisnya adalah bahwa penyakit tersebut mirip orang yang keracunan
logam berat. Kemudian dari kebudayaan setempat diketahui bahwa orang Jepang
mempunyai kebiasaan mengkonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak. Dari hipotesis
dan kebiasaan pola makan tesebut kemudian dilakukan eksperimen untuk
mengetahui apakah ikan-ikan di Teluk Minamata banyak mengandung logam berat
(merkuri). Kemudian di susun teori bahwa penyakit tesebut diakibatkan oleh
keracunan logam merkuri yang terkandung pada ikan. Ikan tesebut mengandung
merkuri akibat adanya orang atau pabrik yang membuang merkuri ke laut. Penelitian
berlanjut dan akihirnya ditemukan bahwa sumber merkuri berasal dar pabrik batu
baterai Chisso. Akhirnya pabrik tersebut ditutup dan harus membayar kerugian
kepada penduduk Minamata kurang lebih dari 26,6 juta dolar.
II. Topik Utama
Penyakit minamata atau Sindrom minamata adalah sindrom kelainan fungsi saraf
yang disebabkan oleh keracunan akut air raksa. Gejala-gejala sindrom ini seperti
kesemutan pada kaki dan tangan, lemas-lemas, penyempitan sudut pandang dan
degradasi kemampuan berbicara dan pendengaran. Pada tingkatan akut, gejala ini
biasanya memburuk disertai dengan kelumpuhan, kegilaan, jatuh koma dan akhirnya
mati.
Merkuri atau Raksa atau Air raksa (Latin: Hydrargyrum, air/cairan perak) adalah
unsur kimia pada tabel periodik dengan simbol Hg dan nomor atom 80. Unsur
golongan logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur
(bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu
kamar. Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi, termometer,
barometer, dan peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi
termometer telah digantikan (oleh termometer alkohol, digital, atau termistor)
dengan alasan kesehatan dan keamanan karena sifat toksik yang dimilikinya. Unsur
ini diperoleh terutama melalui proses reduksi dari cinnabar mineral. Densitasnya
yang tinggi menyebabkan benda-benda seperti bola biliar menjadi terapung jika
diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan 20% volumenya terendam.
Minamata adalah sebuah desa kecil yang menghadap ke laut Shiranui, bagian selatan
Jepang sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan, dan merupakan
pengkonsumsi ikan cukup tinggi, yaitu 286-410gram/hari. Tahun 1908 berdiri PT
Chisso dengan Motto dahulukan Keuntungan perkembangannya pada tahun 1932.
Industri ini berkembang dan memproduksi berbagai jenis produk dari pewarna kuku
sampai peledak. Dengan dukungan militer industri ini merajai industri kimia dan
dengan leluasa membuang limbahnya ke teluk Minamata diperkirakan 200-600 ton
Hg dibuang selama tahun 1932-1968. Selain merkuri limbah PT Chisso juga berupa
mangan, thalium dan selenium. Bencana mulai nampak pada tahun 1949 ketika hasil
tangkapan mulai menurun drastis ditandai dengan punahnya jenis karang yang
menjadi habitat ikan yang menjadi andalan nelayan Minamata.
Pada tahun 1953 beberapa ekor kucing yang memakan ikan dari teluk Minamata
mengalami kejang, menari-nari, dan mengeluarkan air liur beberapa saat kemudian
kucing ini mati. Tahun 1956 adanya laporan kasus gadis berusia 5 tahun yang
menderita gejala kerusakan otak, gangguan bicara, dan hilangnya keseimbangan
sehingga tidak dapat berjalan. Menyusul kemudian adalah adik dan empat orang
tetangganya. Penyakit ini kemudian oleh Dr. Hosokawa disebut sebagai Minamata
Desease. Pada tahun 1958 terdapat bukti bahwa penyakit minamata disebabkan oleh
keracunan Methyl-Hg, hal ini ditunjukkan dengan kucing yang mengalami kejang dan
disusul kematian setelah diberi makan Methyl-Hg.
Pada tahun 1960 bukti menyebutkan bahwa PT Chisso memiliki andil besar dalam
tragedi Minamata, karena ditemukan Methyl-Hg dari ekstrak kerang dari teluk
Minamata. Sedimen habitat kerang tersebut mengandung 10-100 ppm Methyl-Hg,
sedangkan di dasar kanal pembuangan pabrik Chisso mencapai 2000 ppm. pada
tahun 1968 pemerintah secara resmi mengakui bahwa pencemaran dari pabrik
Chisso sebagai sumber penyakit minamata. Penyakit ini ternyata juga ditemukan
pada janin bayi. Penyakit ini ternyata menurun secara genetis sehingga keturunnya
dipastikan akan menidap penyakit minamata, sehingga orang-orang disana tidak
mau mengakui bahwa mereka berasal dari Minamata karena takut tidak ada orang
yang mau menjadi jodohnya.
III. Penyebab
Tahun 1959 merupakan tahun yang penting, baik bagi para penderita penyakit
Minamata maupun terhadap riwayat penelitian dari penyakit tersebut. Merkuri, yang
telah dicurigai sebagai penyebab sejak sekitar September 1958, mengundang lebih
banyak perhatian lagi. Tanggal 19 Februari 1959, Tim Survei Penyakit
Minamata/Keracunan Makanan dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan
mengumumkan pentingnya penelitian terhadap distribusi merkuri pada Teluk
Minamata. Tim ini dibentuk pada Januari 1959 sebagai tim penelitian di bawah
Kementerian Kesehatan Masyarakat, semua anggotanya berasal dari Kelompok
Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Kumamoto. Sebagai hasil survey tersebut,
terungkap sebuah fakta yang mengejutkan. Disebutkan, kadar merkuri yang sangat
tinggi dideteksi pada tubuh ikan, kerang-kerangan, dan lumpur dari Teluk Minamata
yang dikumpulkan pada saat terjadinya penjangkitan Penyakit Minamata.
Secara geografi, merkuri ditemukan dalam konsentrasi tertingginya di sekitar mulut
kanal pembuangan pabrik Chisso dan kadarnya menurun pada jarak yang jarak
semakin jauh ke laut lepas. Data tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa merkuri
berasal dari kanal pembuangan pabrik dalam lumpur (masyarakat menyebutnya
dobe) sekitar mulut saluran pembuangan di Hyakken, dua kilogram merkuri per ton,
seakan tempat tersebut merupakan tambang merkuri. Wajar jika kemudian
kelompok penelitian yang melakukan studi di tempat tersebut dibuat terkejut. Kelak,
sebuah cabang baru perusahaan Chisso Minamata Chemicalsdibuat khusus untuk
mengklaim merkuri yang terdapat di dalam Teluk Minamata, maka Pantai Minamata
memang telah menjadi sebuah tambang [Link] merkuri yang tinggi
tidak hanya ditemukan di Teluk Minamata. Kadar yang tinggi juga ditemukan pada
rambut warga yang tinggal di sepanjang Laut Shiranui, khususnya di distrik
Minamata. Setelah dibandingkan dengan penduduk di kota Kumamoto. Level
tertinggi dari merkuri yang dideteksi pada rambut penderita penyakit Minamata
adalah 705 ppm, jumlah tertinggi dari warga Minamata yang sehat adalah 191 ppm,
dan mereka yang tinggal di luar areal Minamata adalah sekitar 4,42 ppm. Kadar
merkuri yang besar juga dideteksi pada air seni penderita Penyakit Minamata,
berkisar antar 30-120 gamma per hari.
Konsentrasi merkuri yang tinggi ditemukan pada ikan dan kerang-kerangan yang
berasal dari Teluk Minamata, dan menyebabkan Penyakit Minamata pada tikus dan
kucing percobaan. Mereka memiliki kandungan merkuri antara 20-40 ppm, yang
memperkuat dugaan bahwa merkuri telah menyebar luas pada area Laut Shiranui.
Standar nasional merkuri yang diperbolehkan di lingkungan saat ini adalah 1,0 ppm.
Tingkat merkuri yang tinggi juga ditemukan pada organ-organ mayat penderita
penyakit Minamata dan dalam organ kucing, baik yang secara alami, maupun yang
mengalaminya karena dalam percobaan diberi makan ikan dan kerang-kerangan dari
Teluk Minamata. Ditemukannya kadar merkuri yang tinggi pada rambut penduduk di
distrik ini menunjukkan mereka-orang dewasa, bayi, anak-anak dan ibu merekasemua terkontaminasi merkuri berat, dengan atau tanpa adanya gejala dengan
mereka. Jika masalah ini ditanggapi dengan baik, mungkin dapat meramalkan
datangnya perjangkitan Penyakit Minamata yang laten. Sebelum kasus-kasus pasien
dengan omset yang lambat dan gejala-gejala laten menjadi masalah serius seperti
sekarang ini. Meski demikian, dalam kenyataannya, kandungan merkuri pada rambut
tidak dianggap sebagai faktor menentukan dalam menegakkan diagnosa Penyakit
Minamata, dan meletakkan garis batas bahwa kandungan merkuri pada rambut
penduduk adalah tinggi, baik pasien ataupun bukan. Jadi, di sini juga terjadi suatu
kesalahan dalam memanfaatkan data yang ada. Meski harus diakui, Kelompok
Penelitian telah mengumpulkan data-data yang berguna menyangkut Penyakit
Minamata dan merkuri.
Pada 22 Juli 1959, Kelompok Penelitian Penyakit Minamata mengambil kesimpulan di
akhir penemuan: Penyakit Minamata merupakan suatu penyakit neurologis yang
disebabkan oleh konsumsi ikan dan kerang-kerangan lokal, dan merkuri telah
menarik perhatian besar sebagai racun yang telah mencemari ikan dan kerangkerangan. Teori Merkuri Organik.
Tanggal 12 November 1959, anggota Komite Dewan Investigasi Makanan dan
Sanitasi Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan memaparkan laporan berikut ini
kepada menteri berdasarkan laporan oleh Tim Survei Keracunan Makanan/Penyakit
Minamata. Penyakit Minamata adalah suatu penyakit keracunan yang utamanya
mempengaruhi sistim saraf pusat akibat mengkonsumsi ikan dan kerang-kerangan
dari Teluk Minamata dan sekitarnya dalam jumlah besar, dimana agen penyebab
utamanya adalah semacam campuran merkuri organik. Jadi, dalam hal ini merkuri
organik secara resmi diumumkan sebagai substansi penyebab Penyakit Minamata.
Walau begitu, tanggal 13 November, di hari berikutnya, Tim Survei Penyakit
Minamata/Keracunan Makanan dari Dewan Investigasi Makanan dan Sanitasi
dibubarkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan.
Sementara itu, Dr. Leonard T. Kurland (NIH USA) mengunjungi Minamata pada
September 1958 dan memeriksa beberapa pasien. Ia mengambil beberapa contoh
makanan dari laut, air laut dan lumpur untuk dibawa ke Amerika dan dianalisa. Ia
menulis sebuah artikel pada sebuah surat kabarAsahi Shinbun dan Mainiji Shinbun
tanggal 8 Desember 1959, yang memperkuat kesimpulan yang dibuat oleh
Universitas Kumamoto bahwa substansi penyebab dari Penyakit Minamata adalah
merkuri organik.
Sebelum ditemukan bahwa merkuri merupakan penyebab dari penyakit minamata,
banyak teori yang muncul dari berbagai peneliti mengenai penyebab dari penyakit
minamata ini. Adapun teori-teori tersebut antara lain:
Teori Mangan
September 1956, beredar sebuah isu di Minamata bahwa kemungkinan mangan
merupakan penyebab utamanya. Sumber dari berita ini adalah Kelompok Peneliti
Kumamoto. Mangan wajar dicurigai sebagai substansi penyebab, karena kelainan
pada sistem ekstrapiramidal ditetapkan sebagai salah satu gejala klinis yang khas,
ditambah lagi bila ada alterasi pada gangguan basalis. Mangan juga merupakan
suatu kemungkinan yang logis karena kandungannya ditemukan pada air laut, air
limbah, ikan, kerang, dan juga dalam organ-organ dalam penderita dalam jumlah
besar. Secara resmi, mangan diumumkan sebagai penyebab yang dicurigai pada
tanggal 4 November 1956, pada konferensi pertama yang diadakan Kelompok
Peneliti Penyakit Minamata untuk melaporkan temuan mereka.
Teori Thallium
Pada Mei 1958, diperkenalkan sebuah teori baru, yang mengajukan thallium sebagai
penyebab. Hal ini terjadi karena thallium ditemukan dalam jumlah besar (300 ppm)
pada limbah dan pembuangan pabrik di Teluk Minamata. Thallium yang secara
eksperimental sangat beracun, ditemukan terkandung dalam debu yang dihasilkan
oleh Cottreli precipitator yang digunakan dalam produksi asam sulfur di
[Link] setelah diadakan penelitian lebih lanjut ternyata gejala penyakit akibat
thallium, cukup berbeda dengan penyakit Minamata. Sehingga teori thallium tidak
dapat dibuktikan kebenarannya.
Teori Selenium
Bulan April 1957, teori selenium sebagai penyebab utama diperkenalkan oleh
Profesor Kitamura, mengingat sejumlah besar selenium ditemukan pada cairan
limbah yang dibuang oleh pabrik di teluk minamata. Secara klinis, gangguan
penglihatan dan ginjal akibat keracunan selenium terlihat lebih signifikan jika
dibandingkan dengan penyakit Minamata. Namun, pada keracunan selenium, lesi
pada sel korteks otak jarang ditemukan dan perwujudan klinisnya terbatas pada
bergugurannya rambut dan memberatnya gejala-gejala umum. Dengan demikian,
teori selenium akhirnya ditolak. Kecurigaan Pada Merkuri
IV. Kerugian
Hingga 30 April 1997, jumlah penduduk Propinsi Kumamoto dan Kagoshima yang
menyatakan diri sebagai korban Minamata disease berjumlah lebih dari 17.000
orang. Sebanyak 2264 diantaranya telah diakui oleh Pemerintah dan 1408
diantaranya telah meninggal sebelum 31 Oktober 2000. Penyakit Minamata terjadi
akibat banyak mengkonsumsi ikan dan kerang dari Teluk Minamata yang tercemar
metil merkuri. Penyakit Minamata bukanlah penyakit yang menular atau menurun
secara genetis.
Pada tahun 1968 pemerintah Jepang menyatakan bahwa penyakit ini disebabkan
oleh pencemaran pabrik Chisso Co., Ltd. Metil merkuri yang masuk ke tubuh manusia
akan menyerang sistem saraf pusat. Gejala awal antara lain kaki dan tangan menjadi
gemetar dan lemah, kelelahan, telinga berdengung, kemampuan penglihatan
melemah, kehilangan pendengaran, bicara cadel dan gerakan menjadi tidak
terkendali. Beberapa penderita berat penyakit Minamata menjadi gila, tidak sadarkan
diri dan meninggal setelah sebulan menderita penyakit ini. Penderita kronis penyakit
ini mengalami gejala seperti sakit kepala, sering kelelahan, kehilangan indra perasa
dan penciuman, dan menjadi pelupa. Meskipun gejala ini tidak terlihat jelas tetapi
sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Selain itu yang lebih parah adalah
penderita congenital yaitu bayi yang lahir cacat karena menyerap metil merkuri
dalam rahim ibunya yang banyak mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi metil
merkuri. Ibu yang mengandung tidak terserang penyakit Minamata karena metil
merkuri yang masuk ke tubuh ibu akan terakumulasi dalam plasenta dan diserap
oleh janin dalam kandungannya.
Panyakit Minamata tidak dapat diobati, sehingga perawatan bagi penderita hanya
untuk mengurangi gejala dan terapi rehabilitasi fisik. Disamping dampak kerusakan
fisik, penderita Minamata juga mengalami diskriminasi sosial dari masyarakat seperti
dikucilkan, dilarang pergi tempat umum dan sukar mendapatkan pasangan hidup.
Hingga April 30 April 1997, jumlah penduduk Propinsi Kumamoto dan Kagoshima
yang menyatakan diri sebagai korban Minamata disease berjumlah lebih dari 17.000
orang. Sebanyak 2264 diantaranya telah diakui oleh Pemerintah dan 1408
diantaranya telah meninggal sebelum 31 Oktober 2000. Disamping itu 10.353 yang
telah resmi dinyatakan sebagai penderita atau korban Minamata menerima ganti rugi
sebagai kompensasi, sehingga jumlah penderita penyakit Minamata akibat keracunan
merkuri dilaporkan sekitar 12.617 orang. Akan tetapi jumlah sesungguhnya masih
belum diketahui secara pasti karena ada sebagian korban yang telah meninggal
dunia sebelum dikeluarkannya pernyataan resmi oleh pemerintah dan terdapat pula
sebagian korban yang enggan melapor karena malu. Penyakit ini tidak hanya terjadi
di Minamata. Tahun 1965 penyakit Minamata menyerang warga yang tinggal di
sepanjang Sungai Agano di Kota Niigata akibat pembuangan limbah merkuri oleh
Showa Denko. Penyakit ini dikabarkan juga terjadi di China dan Kanada. Sungai dan
danau di Amazon dan Tanzania juga tercemar merkuri dan menimbulkan masalah
kesehatan yang mengkhawatirkan.
V. Penyelesaian
Pada kasus minamata pemerintah jepang mengawasi dengan ketat tentang
pembuangan limbah dari industri yang dapat berdampak mencemari lingkungan dan
mahluk hidup yang ada disekitarnya serta menindak dengan tegas apabila ada
industri yang nakal agar tidak terjadi bencana pada kasus minamata tersebut. Pada
industri-industri yang menggunakan bahan baku air raksa dan merkuri sebisa
mungkin mengganti bahan baku tersebut dengan bahan baku pengganti yang aman
untuk kesehatan dan lingkungan hidup sekitaranya. Pemilihan bahan baku yang
ramah lingkungan sangat diperlukan. Selain itu tata cara pembuangan limbah
berbahaya harus dipatuhi.
Teluk Alaska
The tumpahan minyak Exxon Valdez terjadi di Prince William Sound , Alaska, pada 24
Maret 1989,, ketika Exxon Valdez , sebuah kapal tanker minyak menuju Long Beach , California,
melanda Prince William Sound 's Bligh Reef dan tumpah 260.000 sampai 750.000 barel (41.000
untuk 119.000 m 3) dari minyak mentah . [1] [2] Hal ini dianggap sebagai salah satu yang paling
menghancurkan manusia menyebabkanbencana lingkungan . [3] Sebagai signifikan
sebagai tumpahan-Valdez adalah terbesar yang pernah di perairan AS sampai 2010 Deepwater
Horizon tumpahan minyak -itu peringkat ke bawah pada daftar di dunia tumpahan minyak
terbesar dalam hal volume dirilis. [4] Namun, Pangeran William Sound terpencil lokasi, hanya bisa
diakses dengan helikopter, pesawat dan kapal, pemerintah membuat dan respon industri upaya
sulit dan berat dikenakan pajak rencana yang ada untuk respon. Daerah ini
merupakanhabitat untuk ikan salmon , berang-berang laut , anjing laut dan burung laut . Minyak,
awalnya diekstraksi di lapangan minyak Teluk Prudhoe , akhirnya ditutup 1.300 mil (2.100 km)
dari garis pantai, [5] dan 11.000 mil persegi (28.000 km
2)
dari laut. [6]Kemudian CEO
Exxon, Lawrence G. Rawl , berbentuk perusahaan respon.
[ sunting ]Garis
[7]
waktu peristiwa
Exxon Valdez meninggalkan terminal minyak Valdez di Alaska jam 21:13 pada tanggal 23 Maret
1989,, menuju Long Beach , California. Kapal itu di bawah kendali nakhoda kapal Yusuf Jeffrey
Hazelwood . Jalur pengiriman keluar terhalang dengan gunung es kecil (mungkin dari Gletser
Columbia di dekatnya), jadi Hazelwood mendapat izin dariCoast Guard untuk keluar melalui jalur
inbound. Setelah manuver dan kadang-kadang setelah 11 pm, Hazelwood kiri Ketiga
Mate Gregory Cousins yang bertanggung jawab atas rumah roda dan Mampu Seaman Robert
Kagan di helm. Baik orang telah diberi wajib nya enam jam bebas tugas sebelum memulai
arlojinya 12-jam. Kapal itu padaautopilot , menggunakan sistem navigasi yang dipasang oleh
perusahaan yang dibangun kapal. Kapal melanda Bligh Reef di sekitar 12:04 24 Maret 1989. [5]
Mulai tiga hari setelah kapal beralasan, badai mendorong jumlah besar minyak segar ke pantai berbatu banyak
pantai di Pulau rantai Knight. Dalam foto ini, minyak menggenang ditampilkan terdampar di bebatuan.
Menurut laporan resmi, kapal itu membawa sekitar 55 juta galon AS (210.000 m 3)minyak, dimana
sekitar 11-32000000 US galon (42.000 menjadi 120.000 m
3)
telah tumpah ke Prince William
Sound. [8] [ 9] Sebuah angka 11 juta galon AS (42.000 m 3)adalah diterima perkiraan umum
tumpahan's volume dan telah digunakan oleh Negara Alaska Valdez Tumpahan
Minyak Exxon Wali Amanat Council, [5] yang Nasional Administrasi Kelautan dan Atmosfer dan
lingkungan kelompok-kelompok sepertiGreenpeace dan Sierra Club . [4] [10] [11] Beberapa
kelompok, seperti Pembela Wildlife , sengketa perkiraan resmi, mempertahankan bahwa volume
tumpahan telah tidak dilaporkan. [12] Alternatif perhitungan, berdasarkan pada asumsi bahwa air
laut daripada minyak terkuras dari tangki rusak, memperkirakan jumlah telah 25-32000000 galon
AS (95.000 menjadi 120.000 m
3). [1]
[ sunting ]Diidentifikasi
menyebabkan
Beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai kontribusi terhadap kejadian:
Exxon Pengiriman Perusahaan gagal untuk memperbaiki Raycas radar sistem, yang
akan ditunjukkan untuk pasangan ketiga tumbukan akan datang dengan Bligh terumbu. [13]
Belahan ketiga gagal untuk benar manuver kapal, mungkin karena kelelahan atau beban
kerja yang berlebihan. [14]
Perusahaan Exxon Pengiriman gagal untuk mengawasi master dan menyediakan
beristirahat dan kru cukup untuk Exxon Valdez.[14]
Dalam terang dan temuan di atas, investigasi wartawan Greg Palast dinyatakan dalam 2008
"Lupakan nakhoda mabuk dongeng.. Seperti Kapten Joe Hazelwood, ia di bawah dek, tidur
liburnya penyok Pada helm, pasangan ketiga tidak akan pernah bertabrakan dengan Bligh Reef
telah ia memandang radar RAYCAS nya Tapi radar tidak dinyalakan.. Bahkan, radar kapal tanker
itu kiri patah dan cacat selama lebih dari satu tahun sebelum bencana, dan manajemen Exxon
tahu itu. Saat itu [di Exxon tampilan] terlalu mahal untuk memperbaiki dan mengoperasikan.
" [15] Exxon menyalahkan Kapten Hazelwood untuk pentanahan tanker. Faktor lain, menurut
kursus MIT berjudul "Perangkat Lunak Sistem Keamanan" oleh Profesor Nancy G.
Leveson, [16] termasuk:
1. Industri minyak yang dijanjikan, tetapi tidak pernah dipasang, state-of-the-art peralatan
pemantauan gunung es. [17]
2. Exxon Valdez sedang berlayar di luar jalur laut normal untuk menghindari gunung es
kecil diduga berada di daerah tersebut.
[17]
3. Awak kapal tanker 1989 adalah setengah ukuran kru 1977, bekerja shift jam 12-14,
ditambah lembur. kru itu bergegas untuk meninggalkan Valdez dengan beban minyak.
4. Coast Guard inspeksi tanker di Valdez tidak dilakukan, dan jumlah staf yang
berkurang. [18]
5. awak Tanker tidak diberitahu bahwa praktek sebelumnya Coast Guard pelacakan kapal
ke terumbu Bligh berhenti. [19]
6. Kurangnya peralatan yang tersedia dan personil menghambat pembersihan
tumpahan. [19]
[ sunting ]Pembersihan
tindakan dan konsekuensi lingkungan
[18]
Pekerja dengan menggunakan tekanan tinggi, air panas-cuci untuk membersihkan pantai diminyaki
Tanggapan pembersihan pertama adalah melalui penggunaan dispersant ,
suatusurfaktan dan pelarut campuran. Sebuah perusahaan swasta diterapkan dispersant pada
tanggal 24 Maret dengan ember helikopter dan dispersant. Karena tidak ada gelombang tindakan
cukup untuk mencampur dispersant dengan minyak dalam air, penggunaan dispersant
dihentikan. Satu ledakan percobaan juga dilakukan pada tahap awal untuk membakar tumpahan
minyak, di daerah tumpahan terisolasi dari sisa oleh ledakan lain.
[ klarifikasi diperlukan ]
test ini relatif
berhasil, mengurangi 113.400 liter minyak untuk 1.134 liter residu dilepas, namun karena cuaca
yang kurang baik tidak ada pembakaran tambahan dicoba. [20]
Mekanikal cleanup dimulai lama kemudian menggunakan booming dan skimmer, tapi skimmer
tidak tersedia selama 24 jam pertama setelah tumpahan, dan minyak tebal dan rumput
laut cenderung menyumbat peralatan. [9]
Exxon secara luas dikritik untuk respon yang lambat untuk membersihkan bencana dan John
Devens, walikota Valdez , mengatakan komunitasnya merasa dikhianati oleh kurang respon's
Exxon terhadap krisis. [21] Lebih dari 11.000 warga Alaska, bersama dengan beberapa karyawan
Exxon , bekerja di seluruh wilayah untuk mencoba untuk memulihkan lingkungan.
Bersihkan-upaya setelah tumpahan minyakExxon Valdez
Karena Prince William Sound yang terkandung teluk berbatu di mana minyak yang dikumpulkan,
keputusan dibuat untuk menggantikannya dengan tinggi tekanan air panas. Bagaimanapun, ini
juga pengungsi dan menghancurkan populasi mikroba di bibir pantai, banyak dari organisme
(misalnya plankton ) merupakan dasar dari rantai makanan laut pesisir, dan lain-lain (misalnya
tertentu bakteri dan jamur ) mampu memfasilitasi biodegradasi minyak. Pada saat itu, baik saran
ilmiah dan tekanan publik adalah untuk membersihkan segala sesuatu, tetapi sejak itu,
pemahaman yang lebih besar banyak alam dan memfasilitasi perbaikan proses telah
berkembang, karena sebagian agak kesempatan disajikan untuk studi oleh tumpahan Exxon
[Link] upaya pembersihan yang ekstensif, kurang dari sepuluh persen minyak itu
sembuh dan penelitian yang dilakukan oleh NOAA menetapkan bahwa pada awal tahun 2007
lebih dari 26 ribu US galon (98 m
3)
minyak tetap berada dalam tanah berpasir dari garis pantai
[22] [23]
yang terkontaminasi, menurun pada tingkat kurang dari 4% per tahun.
Pada tahun 1992, Exxon merilis video berjudul Ilmuwan dan Alaska Tumpahan Minyak. Hal itu
diberikan kepada sekolah-sekolah dengan label "A Video untuk Siswa".
[24]
Satwa liar sangat terpengaruh oleh tumpahan minyak.
Baik panjang dan jangka pendek efek panjang dari tumpahan minyak telah dipelajari. [25] efek
yang segera termasuk kematian, pada estimasi terbaik
[ rujukan? ],
100.000 untuk sebanyak 250.000
burung laut, setidaknya 2.800 berang-berang laut , sekitar 12berang-berang sungai , 300 segel
pelabuhan , 247 Bald Eagles , dan 22 paus pembunuh , serta kerusakan miliaran salmon dan
telur ikan haring. [8] [26] Efek dari tumpahan terus dirasakan selama bertahuntahun [ mengkuantifikasi ] [Link] keseluruhan populasi terlihat pada berbagai hewan
laut, termasuk pertumbuhan terhambat pada populasi salmon pink.
[27]
Pengaruh pada salmon
dan populasi mangsa lain pada gilirannya terpengaruh paus pembunuh di Prince William Sound
dan Alaska Kenai Fjords wilayah. Sebelas anggota (sekitar setengah) dari satu polong penduduk
menghilang di tahun berikutnya. Pada tahun 2009, ilmuwan [ siapa? ]memperkirakan populasi
transient event AT1 (dianggap sebagai bagian dari populasi yang lebih besar dari 346 transien),
hanya berjumlah 7 orang dan tidak direproduksi sejak tumpahan, populasi ini diperkirakan akan
mati. [ rujukan? ] Laut berang-berang dan itik juga menunjukkan lebih tinggi
[ menghitung ]
tingkat
kematian pada tahun-tahun berikutnya,
[ mengukur ]
sebagian karena mereka tertelan mangsa dari
tanah yang terkontaminasi dan dari mengkonsumsi residu minyak pada rambut karena
grooming. [28]
Beberapa puluh tahun setelah tumpahan, sebuah tim dari Universitas North Carolina menemukan
bahwa efek yang berlangsung jauh lebih lama dari yang diharapkan.
[27]
Tim memperkirakan
sekitar garis pantai Arktik habitat dapat memakan waktu hingga tiga puluh tahun untuk pulih
kembali. [ klarifikasi diperlukan ] [ 8] Exxon Mobil menolak segala keprihatinan atas ini, menyatakan bahwa
mereka mengantisipasi sisa fraksi menegaskan bahwa mereka tidak akan menimbulkan dampak
ekologis jangka-panjang, menurut kesimpulan dari 350 studi peerreview. [28] Namun, NOAA penelitian menyimpulkan bahwa kontaminasi ini dapat menghasilkan
tingkat rendah paparan kronis, mencegah subsisten dimana kontaminasi berat, dan menurunkan
"karakter padang gurun" di daerah tersebut.
[ sunting ]dan
[23]
pembersihan biaya Litigasi
Elang diselamatkan dari tumpahan minyak
Dalam kasus Baker v. Exxon , sebuah Anchorage juri diberikan $ 287.000.000 untukkerugian
aktual dan $ 5 miliar untuk ganti rugi . Besarnya ganti rugi sama dengan satu tahun
tunggal laba oleh Exxon pada waktu itu. [ rujukan? ] Untuk melindungi diri dalam hal penilaian itu
menegaskan, Exxon memperoleh 4,8 miliar batas kredit $ dari JP Morgan & Co JP Morgan
menciptakan modern pertama credit default swap pada tahun 1994, sehingga Morgan tidak akan
memegang uang banyak cadangan (8% dari pinjaman di bawah Basel I ) terhadap risiko default
Exxon. [29]
Sementara itu, Exxon mengajukan banding keputusan itu, dan AS 9 Circuit Pengadilan
Banding memerintahkan hakim asli, Russel Belanda, untuk mengurangi ganti rugi. Pada tanggal
6 Desember 2002, hakim mengumumkan bahwa dia telah mengurangi kerusakan pada $, 4 miliar
yang ia menyimpulkan dibenarkan oleh fakta kasus dan tidak terlalu berlebihan. Exxon
mengajukan banding lagi dan kasus tersebut kembali ke pengadilan untuk dipertimbangkan
dalam terang baru-baru ini Mahkamah Agung berkuasa dalam kasus serupa, yang menyebabkan
Hakim Belanda untuk meningkatkan ganti rugi menjadi $ miliar, 4,5 ditambah bunga.
Setelah banding lagi, dan argumen lisan didengar oleh Pengadilan Banding Sirkuit 9 pada
tanggal 27 Januari 2006, penghargaan kerusakan dipotong menjadi $ 2.5 miliar pada tanggal 22
Maret 2006. Pengadilan dikutip putusan Mahkamah Agung baru-baru ini dibandingkan dengan
batas ganti rugi.
Exxon mengajukan banding lagi. Pada tanggal 23 Mei 2007, 9 Circuit Pengadilan Banding
menolak permintaan ExxonMobil untuk sidang ketiga dan diamkan putusan bahwa Exxon
berhutang $ 2,5 milyar ganti rugi. Exxon kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung,
yang setuju untuk mengadili kasus itu.
[30]
Pada tanggal 27 Februari 2008, Mahkamah Agung
mendengar argumen oral selama 90 menit. Kehakiman Samuel Alito , yang pada saat itu, yang
dimiliki antara $ 100.000 dan $ 250.000 Exxon saham, recused diri dari kasus ini.
[31]
Dalam
keputusan yang dikeluarkan 25 Juni 2008, Keadilan David Souter mengeluarkan putusan
pengadilan, mengosongkan dari 2,5 miliar penghargaan $ dan remanding kembali kasus tersebut
ke pengadilan yang lebih rendah, menemukan bahwa kerusakan yang berlebihan berkaitan
dengan hukum maritim umum . Teman-tindakan Exxon dianggap "lebih buruk dari lalai tetapi
kurang dari jahat." [32] Penghakiman batas ganti rugi kepada ganti rugi, yang untuk kasus ini
dihitung sebagai $ 507.500.000. [33]Dasar untuk membatasi ganti rugi tidak lebih dari dua
kali [ klarifikasi diperlukan ] kerusakan yang sebenarnya tidak memiliki preseden untuk
mendukungnya [. rujukan? ] Beberapa anggota DPR, seperti Komite Kehakiman Senat Ketua Patrick
J. Leahy , telah mengecam keputusan itu sebagai "lain dalam baris kasus-kasus dimana ini
Mahkamah Agung telah maksud disalahartikan kongres untuk menguntungkan perusahaan besar
". [34]
posisi resmi Exxon adalah bahwa ganti rugi lebih dari $ 25 juta tidak dibenarkan karena tumpah
yang dihasilkan dari kecelakaan, dan karena Exxon menghabiskan sekitar $ 2 milyar
membersihkan tumpahan dan $ lebih 1 milyar untuk menyelesaikan terkait tuntutan perdata dan
pidana. Pengacara bagi penggugat berpendapat bahwa Exxon menanggung tanggung jawab
untuk kecelakaan karena perusahaan "menempatkan mabuk dalam memimpin sebuah kapal
tanker di Prince William Sound."
[35]
Exxon pulih porsi yang signifikan-up dan hukum biaya bersih melalui klaim asuransi terkait
dengan landasan dari Exxon Valdez.
[36] [37]
Juga, pada tahun 1991, Exxon dibuat terpisah,
penyelesaian keuangan tenang dari kerusakan dengan sekelompok makanan laut produsen
dikenal sebagai Tujuh Seattle untuk bencana itu efek pada industri makanan laut
Alaska. Perjanjian tersebut diberikan $ 63.750.000 ke Seattle Tujuh, namun menetapkan bahwa
perusahaan-perusahaan makanan laut harus membayar hampir semua kerusakan hukuman
diberikan dalam proses sipil lainnya. The $ 5 milyar pada ganti rugi dianugerahi kemudian, dan
berbagi Tujuh Seattle bisa saja setinggi $ 750,000,000 jika kerusakan telah mengadakan
penghargaan. penggugat lain telah keberatan ini pengaturan rahasia,
[38]
dan ketika itu terungkap,
Hakim Belanda memutuskan bahwa Exxon seharusnya memberitahu juri di awal bahwa
kesepakatan telah dibuat, maka juri akan tahu persis berapa banyak yang akan Exxon harus
membayar. [39]
[ Sunting ]konsekuensi
[ sunting ]Coast
Politik dan reformasi
Guard laporan
Sebuah laporan oleh US National Response Team diringkas acara tersebut dan membuat
sejumlah rekomendasi, seperti perubahan pola kerja kru Exxon dalam rangka mengatasi
penyebab kecelakaan itu. [9]
[ sunting ]Polusi
Minyak UU Tahun 1990
Menanggapi tumpahan itu, Kongres Amerika Serikat lulus Polusi Minyak Act of
1990 (OPA). Undang-undang termasuk klausul yang melarang setiap kapal yang, setelah 22
Maret 1989, telah menyebabkan tumpahan minyak lebih dari 1 juta galon US (3.800 m
wilayah laut, dari operasi di Prince William Sound.
3)
di
[40]
Pada bulan April 1998, dikatakan perusahaan dalam tindakan hukum terhadap pemerintah
Federal bahwa kapal harus diperbolehkan kembali ke perairan Alaska. Exxon mengklaim OPA
secara efektif suatu bill of attainder , sebuah peraturan yang tidak adil diarahkan pada Exxon
saja. [41] Pada tahun 2002, tanggal 9 Circuit Pengadilan Banding memutuskan terhadap
Exxon. Pada 2002, OPA telah menghalangi 18 kapal dari memasuki Prince William Sound.
[42]
OPA juga menetapkan jadwal untuk tahap bertahap dari lambung ganda desain, menyediakan
lapisan tambahan antara tangki minyak dan laut. Sementara dua lambung kapal kemungkinan
tidak akan mencegah bencana Valdez, seorang Coast Guard studi memperkirakan bahwa itu
akan mengurangi jumlah minyak yang tumpah sebesar 60 persen.
[43]
The Exxon Valdez supertanker ditarik ke San Diego , tiba pada 10 Juli. Perbaikan dimulai pada
tanggal 30 Juli. Sekitar 1.600 ton singkat (1.500 t ) baja telah dihapus dan diganti. Pada Juni
1990 tanker, berganti nama menjadi S / R Mediterania, meninggalkan pelabuhan setelah $ 30
juta perbaikan. [42] itu masih berlayar pada Januari 2010, terdaftar di Panama . Kapal saat ini
dimiliki oleh perusahaan Hong Kong, yang beroperasi di bawah nama Dong Fang Samudra.
Pada tahun 2009, Exxon Valdez Kapten Yusuf Hazelwood menawarkan "permintaan maaf tulus"
kepada rakyat Alaska, menunjukkan ia telah salah disalahkan atas bencana itu: "Kisah nyata di
luar sana bagi siapa saja yang ingin melihat fakta, tapi itu tidak cerita seksi dan itu bukan cerita
mudah, "katanya. [44] Namun Hazelwood mengatakan dia merasa Alaska selalu memberinya
goyang adil.[ rujukan? ]
[ sunting ]peraturan
Alaska
Pasca tumpahan, Gubernur Alaska Steve Cowper mengeluarkan perintah eksekutif yang
membutuhkan dua kapal tunda untuk mengawal setiap kapal tanker load dari Valdez melalui
Pangeran William Sound untuk Hinchinbrook Masuk. Sebagai rencana berkembang pada 1990an, salah satu dari dua kapal tunda rutin diganti dengan (m 64) 210-kaki Escort Respon
Kendaraan (ERV).Sebagian besar kapal tanker di Valdez tidak lagi tunggal dikuliti, Kongres telah
mengesahkan undang-undang yang mengharuskan semua kapal tanker menjadi dua dikuliti pada
tahun 2015.
[ sunting ]Oposisi
terhadap pengeboran minyak
The Minyak, Kimia dan Atom Pekerja International Union , yang mewakili sekitar 40.000 pekerja
AS, mengumumkan oposisi untuk pengeboran di Arctic National Wildlife Refuge (Anwr) sampai
Kongres diberlakukan kebijakan energi nasional yang komprehensif.
[ sunting ]Ekonomi
dan dampak pribadi
Pada tahun 1991, setelah runtuhnya penduduk laut setempat (terutama kerang, ikan haring, dan
segel) yang Chugach Alaska Corporation , sebuah Alaska Native Corporation ,
mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 . Sejak itu pulih. [45]
Menurut beberapa penelitian yang didanai oleh negara bagian Alaska, tumpahan memiliki efek
ekonomi baik jangka pendek dan jangka panjang. Ini termasuk hilangnya olahraga rekreasi ,
perikanan, pariwisata berkurang, dan perkiraan ekonom dari apa yang disebut " nilai
keberadaan ", yang merupakan nilai kepada publik dari Pangeran William Sound murni.
[46] [47] [48]
Perekonomian kota Cordova , Alaska sangat terpengaruh setelah tumpahan saham
rusak salmon dan herring di daerah [Link] warga, termasuk satu mantan walikota,
melakukan bunuh diri setelah tumpahan.