Prof. Dr. Rifda Naufalin, SP.
, MSI
Pendahuluan
HACCP adalah manajemen risiko unuk menjamin
keamanan pangan
Pendekatan pencegahan (preventive)
Penerapan HACCP di Industri pangan banyak dipicu
oleh permintaan konsumen terutama negara
pengimpor
Konsep HACCP yang digunakan adalah pengembangan
dari konsep yang disempurnakan oleh Codex
Alimentarius Commission
Pendekatan HACCP dapat digunakan untuk jaminan
mutu
2
Segi manajemen pengelolaan pangan, terjadinya korban
atau kasus keamanan pangan, disebabkan oleh faktor
yg merugikan yg berasal dr tercemarnya pangan oleh
bahan berbahaya atau kesalahan proses yg dpt terjadi
sejak bahan baku disiapkan, diolah hingga makanan
didistribusikan.
Apabila faktor merugikan tsb tdk dikendalikan secara
efektif, maka produk makanan olahan akan bermutu
rendah dan tdk aman dikonsumsi
Dikenal suatu sistem manajemen keamanan pangan :
HACCP
Sejarah
1959 : Pertama kali diembankan oleh Pillsbury untuk makanan
astronot : bite-size, edible wrapping, aman
1971 : Konsep HACCP pertama ali dipaparan epada masyarakat di US
dalam suatu Konperensi Nasional Keamanan Panan
1972 : Pillsbury mendapat kontrak untuk memberikan pelatihan
HACCP ke FDA
1973 : Dokumen lengkap HACCP pertama kali diterbitkan oleh
Pillsbury ahun 1973, diadopsi oleh Industri Makanan Kaleng Berasam
Rendah
1985 : NAS (National Academy of Sciences) merekomendasikan
HACCP karena lebih memberikan jaminan keamanan pangan jika
dibandingkan denan sistem pengawasan produk akhir.
1989 : NAS membentuk National Advisory Committee on
Microbiological Criteria for foods (NACMCF) : memperenalkan 7
prinsip HACCP
1991 : Konsep Bahaya biologi, Kimiadan fisik.
Pengertian HACCP
Suatu system yang mengidentifikasi
BAHAYA SPESIFIK yang mungkin
timbul dan cara pencegahannya untuk
mengendalikan bahaya tersebut.
Tujuan HACCP
Umum
Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara
mencegah atau mengurangi kasus keracunan dan penyakit
melalui makanan (Food borne disease).
Khusus
Mengevaluasi cara produksi mkn bahaya?
Memperbaiki cara produksi mkn critical process
Memantau & mengevaluasi penanganan, pengolahan,
sanitasi
Meningkatkan inspeksi mandiri
KEGUNAAN HACCP
Mencegah penarikan Produk
Meningkatkan jaminan Food Safety
Pembenahan & pembersihan unit
pengolahan (produksi)
Mencegah kehilangan konsumen
Meningkatkan kepercayaan konsumen
Mencegah pemborosan biaya
5 Langkah
1 : Menyusun tim HACCP
2 : Mendeskripsikan produk
3 : Mengidentifikasi tujuan penggunaan
4 : Menyusun diagram alir
5 : Mengkonfirmasi diagram alir di lapang
Prinsip HACCP
1. identifikasi bahaya
2. penetapan CCP
3. penetapan batas
4. pemantauan CCP
5. tindakan koreksi terhadap penyimpanan
6. verifikasi
7. dokumentasi
Penerapan prinsip2 HACCP terdiri dari tahapan-tahapan sbb :
Tahapan 1 : Menyusun tim HACCP
Tahapan 2 : Mendeskripsikan produk
Tahapan 3 : Mengidentifikasi tujuan penggunaan
Tahapan 4 : Menyusun diagram alir
Tahapan 5 : Mengkonfirmasi diagram alir di lapang
Tahapan 6 : Menyusun daftar semua potensi bahaya yang berhubungan
pada masing-masing tahapan, melakukan analisis potensi bahaya
dan mencari cara untuk mengendalikan potensi bahaya yang
telah diidentifikasi
Tahapan 7 : Menentukan titik-titik pengendalian kritis (CCP)
Tahapan 8 : Menentukan batas-batas kritis untuk masing-masing CCP
Tahapan 9 : Menentukan suatu sistem pengawasan untuk masing-masing
CCP
Tahapan 10 : Penentukan upaya-upaya perbaikan
Tahapan 11 : Menyusun prosedur verifikasi
Tahapan 12 : Menyusun dokumentasi dan penyimpanan catatan
HACCP Langkah 1
MENYUSUN TIM HACCP
Terdiri dari personalia dari bagian produksi, sanitasi, QA, laboratorium
dan teknik; personalia yang terlibat sehari-hari dalam aktifitas
produksi dengan berbagai latar belakang keilmuan atau ketrampilan
(multidisiplin) yang idealnya tidak lebih dari 6 orang
Tim bertanggung jawab dalam penyusunan Rencana HACCP termasuk
* Identifikasi bahaya
* Penentuan CCP
* Memonitor CCP
* Memverifikasi operasi pada CCP
* melakukan pengujian sampel dan melakukan prosedur verifikasi
HACCP Langkah 1
MENYUSUN TIM HACCP
Contoh Susunan Tim
Ahli Mikrobiologi
Supervisor proses
Ahli Teknik/Rekayasa
Manajer Quality Assurance
Manajer Produksi
Bagian Bahan baku
HACCP Langkah 2
IDENTITAS PRODUK
Nama produk
Komposisi
Karakteristik produk jadi
Metode pengolahan
Metode pengawetan
Pengemas primer
Pengemas untu transportasi
Kondisi penyimpanan
Metode distribusi
Umur simpan
Pelabelan khusus
Petunjuk Penggunaan
HACCP Langkah 3
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN PRODUK
Mengidentifikasi cara konsumen, Cara penyajian, serta kelompok
konsumen yang mengkonsumsi produk
Lima Kelompok yang peka
Lansia
Bayi
Wanita hamil
Orang sakit
Orang dengan daya tahan terbatas (immunocompromised)
HACCP Langkah 4
MENYUSUN DIAGRAM ALIR
Diagram alir harus mengambarkan
Rincian seluruh kegiatan proses termasuk inspeksi,
transportasi, penyimpanan, dan penundaan proses
Bahan-bahan yang dimasukkan ke dalam proses
termasuk bahan mentah, pengemas, air, dan bahan
kimia
Keluaran dari proses seperti limbah pengemasan,
produk rework dan produk di tolak
HACCP Langkah 5
VERIFIKASI DIAGRAM ALIR DI TEMPAT
Validasi diagram alir proses:
Mengamati aliran proses
Kegiatan sampel
Wawancara
Operasi rutin/non-rutin
Semua tim HACCP harus terlibat dalam verifikasi diagram alir
Prinsip 1. identifikasi bahaya
Jenis bahaya :
1. Biologis (mikrobiologis)
2. kimia
3. fisik
Analisis bahaya
Terdapat 3 bagian:
Identifikasi bahaya
Penentuan kepentingan bahaya
Identifikasi tindakan pencegahan
Identifikasi bahaya
Merujuk pada diagram alir proses -> Tim HACCP
mendaftarkan semua bahaya yang nyata atau potensial
yang mungkin diperkirakan layak terjadi pada setiap
tahap proses
Ruang lingkup yang perlu dipertimbangkan: bahan
baku, design dan peralatan pabrik, faktor-faktor
intrinsik, design proses, design fasilitas, karyawan,
pengemasan, penyimpanan dan distribusi
Kategori risiko
Kategori risiko
Karakteristik bahaya
Keterangan
0 (tidak ada bahaya)
TIDAK mengandung bahaya A-F
(+)
Mengandung SATU bahaya B-F
II
(++)
Mengandung DUA bahaya B-F
III
(+++)
Mengandung TIGA bahaya B-F
IV
(++++)
Mengandung EMPAT bahaya BF
(+++++)
Mengandung LIMA bahaya B-F
VI
A+ (kategori khusus)
Kategori risiko paling tinggi
(semua makanan yang
mengandung BAHAYA A, baik
DENGAN/TANPA bahaya B-F
Karakteristik Bahaya Mikrobiologi
Bahaya A: Produk-produk yang tidak steril dan dibuat untuk konsumsi
kelompok berisiko (bayi, lansia, immunocompromised)
Bahaya B: Produk mengandung ingredient yang sensitif
Bahaya C: Proses tidak memiliki tahap pengolahan yang terkendali yang
secara efektif membunuh mikroba berbahaya
Bahaya D: Produk mungkin mengalami rekontaminasi setelah pengolahan
sebelum pengemasan
Bahaya E: Ada potensi terjadinya kesalahan penanganan selama distribusi
atau oleh konsumen yang menyebabkan produk berbahaya
Bahaya F: Tidak ada tahap pemanasan akhir setelah pengemasan atau
ditangan konsumen atau tidak ada tahap pemanasan akhir atau
tahap pemusnahan mikroba setelah pengemasan (untuk bahan
baku) sebelum memasuki pabrik pengolahan pangan
Karakteristik Bahaya Fisik
Bahaya A: Produk-produk pangan yang tidak steril dan dibuat untuk
konsumsi kelompok berisiko (bayi, lansia,immunocompromised)
Bahaya B: Produk mengandung ingredient yang sensitif
Bahaya C: Proses tidak memiliki tahap pengolahan yang terkendali yang
secara efektif mencegah,memusnahkan atau menghilangkan
bahan kimia atau fisik yang berbahaya
Bahaya D: Produk mungkin mengalami rekontaminasi setelah pengolahan
sebelum pengemasan
Bahaya E: Ada potensi terjadinya kontaminasi oleh bahaya kimia atau fisik
selama distribusi
Bahaya F: Tidak ada cara apapun yang dapat dilakukan oleh konsumen
untuk mengetahui, menghilangkan, atau memusnahkan bahaya
tersebut
Menetapkan pentingnya bahaya
Penentuan bahaya signifikan:
1. kemungkinan bahaya akan terjadi (risiko atau peluang
bahaya akan terjadi)
2. dapat didasarkan oleh:
pengetahuan dari TIM HACCP
pustaka, jurnal, makalah ilmiah
pemasok
informasi tentang penarikan produk
keluhan konsumen
3. tingkat keseriusan bahaya: dapat ditetapkan dengan
melihat dampaknya terhadap kesehatan konsumen dan
terhadap reputasi bisnis
SIGNIFIKANSI BAHAYA
Keparahan
P
e
l
u
a
n
g
t
e
r
j
a
d
i
Ll
Ml
Hl
Lm
Mm
Hm
Lh
Mh
Hh
H/h : high M/m : medium L/l : Low
Identifikasi tindakan pencegahan
Faktor-faktor, tindakan dan kegiatan yang dapat
digunakan untuk mengendalikan suatu bahaya
keamanan pangan yang diidentifikasi
Tindakan pencegahan dapat menghilangkan dan atau
mengurangi bahaya sampai tingkat yang diterima
Lebih dari satu tindakan pencegahan mungkin
diperlukan untuk suatu bahaya spesifik
Satu tindakan pencegahan dapat menghilangkan atau
mengurangi lebih dari satu bahaya
Contoh tindakan pencegahan
Bahaya
Penyebab
Tindakan pencegahan
Risidu kimia dalam
tanaman
Penggunaan bahan kimia Kendalikan gulma
yang salah,
menggunakan herbisida
penyemprotan berlebihan yang direkomendasi
Aplikasi bahan kimia
pada konsentrasi yg
direkomendasi
Kalibrasi alat penyemprot
Periksa kondisi angin
Kontaminasi mikrobia &
fisik
Higiene personalia buruk
Latih staf dalam hal
kebijakan higiene
personalia
Pengendalian sumber
bahan baku
Pengendalian proses
produksi
CONTOH PENERAPAN HACCP
Identifikasi Bahaya
Ingredient/t
ahap
pengolahan
(1)
Identifikasi
potensi
bahaya
(2)
BIOLOGI
Bakteri
Patogen
Penerimaan
Udang
Segar
Apakah potensi
bahaya terhadap
keamanan
makanan
signifikan?
(Ya/Tidak) (3)
Alasan
keputusan
pada kolom 3
(4)
Tindakan
pengendalian
untuk
mencegah
potensi
bahaya (5)
YA
Seafood
mentah dapat
mengandung
bakteri
patogen
seperti
Salmonella
Tahap
pemasakan
Pengawasan
terhadap
catatan
berdasarkan
seleksi produk
-
KIMIA
Sulfiting
Agent
YA
Dapat
menyebabkan
alergi
FISIK
Tidak ada
CONTOH PENERAPAN HACCP
Identifikasi Bahaya
Ingredient/t
ahap
pengolahan
(1)
Penerimaan
Udang
Segar
Apakah potensi
bahaya terhadap
keamanan
makanan
signifikan?
(Ya/Tidak) (3)
Alasan
keputusan
pada kolom 3
(4)
Tindakan
pengendalian
untuk
mencegah
potensi
bahaya (5)
BIOLOGI
Pertumbuha
n Bakteri
Patogen
YA
Tanpa
pengendalian
suhu, patogen
dapat naik
jumlahnya
Tahap
pemasakan
KIMIA
Tidak ada
FISIK
Tidak ada
Identifikasi
potensi
bahaya
(2)
Prinsip 2. penetapan CCP
CCP -> titik, prosedur atau tahap operasional yang
dapat dikendalikan untuk menghilangkan atau
mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya
Pengelompokan dan cara penetapan CCP
CCP1 -> menghilangkan atau mencegah bahaya
CCP2 -> mengurangi bahaya (tidak dapat dihilangkan)
CCP Decission Tree
Prinsip 2. menetapkan CCP
CCP (Critical Control Point = Titik Kendali Kritis)
Suatu titik atau prosedur dalam seluruh rantai pengolahan pangan
yang jika tidak dikendalikan dengan baik dapat mengakibatkan risiko
bahaya bagi kesehatan manusia
Apa saja yang dapat menjadi CCP
* langkah proses : pencampuran ingredient, pemanasan, pengemasan
* formulasi
* bahan baku
CCP decision tree
(penentuan komposisi/formula)
Apakah komposisi / formulasi adonan / campuran
penting untuk mencegah terjadinya bahaya
ya
CCP
tidak
bukan CCP (CP)
CCP decision tree
setiap tahap proses
Apakah tahap ini Khusus ditujukan untuk menghilangkan /
mengurangi bahaya sampai batas aman
tidak
ya
Apakah KONTAMINASI bahaya dapat terjadi / meningkat
sampai melebihi batas
ya
tidak (bukan CCP)
Apakah tahap PROSES Selanjutnya dapat menghilangkan /
mengurangi bahaya sampai batas aman
ya (bukan CCP)
tidak
CCP decision tree
bahan mentah
Apakah bahan mentah mungkin mengandung/sensitif
bahan berbahaya (mikrobiologis/kimia/fisik)
ya
tidak (bukan CCP)
Apakah PENANGANAN/PENGOLAHAN (termasuk cara
mengkonsumsi) dapat dihilangkan atau mengurangi
bahaya
ya (bukan CCP)
tidak (CCP)
KOMPONEN KRITIS CCP
Prinsip 2. CCP
Prinsip 3. batas kritis
Proses retort dalam pengalengan
Suhu awal
Berat kaleng setelah diisi
Isi kaleng
Tekanan retort
Waktu
Pemanasan hamburger
Tebal hamburger
Suhu pemanasan
Waktu pemanasan
Penambahan asam ke minuman asam
pH dari produk akhir
Deteksi logam pada pengolahan bijibijian
Kalibrasi detektor
Sensitivitas / kemapuan
detektor
Prinsip 3. penetapan batas atau
limit kritis
Suatu nilai yang merupakan batas antara keadaan
dapat diterima atau tidak dapat diterima, ditetapkan
pada setiap CCP yang ditentukan -> like a sample ->
KRITERIA BATAS ATAU LIMIT KRITIS
Suhu, waktu, kelembaban, Nilai Aw, Nilai pH, Kualitas
& kuantitas mikroba, Konsent. Pengawet, Kons.
Garam, klorin bebas, viskositas, nilai kimia, cemaran
(jenis&jmlh), kondisi fisik terdeteksi (warna, bau,
tekstur)
Prinsip 3. menetapkan batas kritis untuk suatu CCP
Batas kritis (Critical Limit)
Kriteria yang harus dipenuhi untuk setiap
tindakan pencegahan yang di terapkan pada suatu
CCP
Memisahkan antara yang diterima dan yang
ditolak
Diaplikasikan pada semua CCP
Harus dapat dijustifikasi
Harus divalidasi
Harus dapat diukur
KRITERIA YANG LAZIM DIGUNAKAN UNTUK BATAS KRITIS CCP
Fisik
Kimia
Mikrobiologi
: Waktu, suhu, kelembaban,
Aw, kekentalan
: pH, kadar asam tertitrasi,
konsentrasi pengawet,
konsentrasi garam, Residu
klorin bebas
: sedapat mungkin dihindarkan
kecuali jika tersedia rapid test
yang spesifik dan sensitif
CONTOH BATAS KRITIS
Prinsip 1. bahaya
Prinsip 2 . CCP
Prinsip [Link] kritis
Bakteri patogen tidak
berspora
Pasteurisasi
72 C min 15 mnt
Potongan metal
Metal detektor
Potongan metal >0.5mm
Bakteri patogen
Pngeringan dalam
oven
Aw 0.85 untuk
mengontrol pertumbuhan
Nitrit berlebihan
Ruang kuring
Maks 200 ppm sodium
nitrit pada produk akhir
Bakteri patogen
Tahap pengemasan
Maks pH 4.6 untuk
mengontrol pertumbuhan
C botolium dalam
makanan asam
Allergen
Pelabelan
Label harus ada dan
menyebut ingredient yang
benar
histamin
penerimaan
Maks 25 ppm mis dalam
tuna
Prinsip 4. pemantauan batas kritis
Kondisi atau konsekuensi
Terjadi bahaya bagi kesehatan
Kemungkinan bahaya dapat meningkat/berkembang
Produk diolah pada kondisi yang tidak menjamin
kesehatan
Mutu bahan mentah tidak memenuhi syarat
Prinsip 7. Dokumentasi
Judul dan tanggal pencatatan
Keterangan makanan
Bahan dan peralatan yang digunakan
Proses pengolahan yang dilakukan
CCP yang ditemukan
Batas kritis yang ditetapkan
Penyimpangan dari batas kritis yang terjadi
Tindakan koreksi/perbaikan
Identifikasi tenaga operator peralatan khusus
PRINSIP 4. MENETAPKAN PROSEDUR
PEMANTAUAN BATAS KRITIS
Tahapan
Pengamatan
atau
pengukuran batas kritis
secara
terencana
untuk
menghasilkan
rekaman yang tepat dan ditujukan
untuk meyakinkan bahwa batas kritis
tersebut mampu mempertahankan
keamanan produk
PRINSIP 4. MENETAPKAN PROSEDUR
PEMANTAUAN BATAS KRITIS
Untuk mendapat data (informasi) untuk mendasari keputusankeputusan yang dibuat
Early warning
Mencegah / meminimalkan kehilangan produk
Menunjukkan sebab-sebab timbulnya masalah
Menyediakan dokumen bahwa produk telah dihasilkan sesuai
dengan rencana HACCP
Pengamatan (observation) dengan check list sanitasi,
prosesing
Pengukuran (measurement) dengan data sheet waktu,
suhu, toksin, aditif, mikroba
Prinsip 5. tindakan koreksi
Tinggi -> tidak boleh diolah sebelum semua
penyimpangan dikoreksi, makanan ditahan/tidak di
distribusikan dan diuji keamanannya, jika
keamanannya tidak memenuhi syarat maka dikoreksi
dgn tepat
Sedang -> dapat diproses tapi harus dikoreksi dgn
waktu yg singkat, pemanrauan khusus sampai semua
penyimpangan dikoreksi
Rendah -> makanan dapat diolah, pengawasan rutin
agar tidak menjadi risiko yang sedang atau tinggi
PRINSIP 5. MENENTUKAN TINDAKAN KOREKSI
Tindakan koreksi harus memuat :
* Tindakan segera:
melakukan adjustment pada proses
melakukan tindakan pada produk yang diproduksi
saat kendali hilang
* Investasi penyebab kehilangan kendali
* Penanggung jawab untuk membuat keputusan
Prosedur pengendalian penyimpangan:
* Identifikasi penyebab penyimpangan
* Isolasi produk yang dicurigai
* Evaluasi terhadap produk yang dicurigai
Rekaman Tindakan Koreksi
Catatan / rekaman terjadinya penyimpangan (deviasi) yang
memuat:
* Kode produk; tanggal produksi
* alasan penahanan produk
* jumlah produk ditahan
* disposisi dan tanda tangan penanggung jawab disposisi
Catatan / rekaman tindakan koreksi yang memuat:
* Penyebab penyimpangan
* Tindakan koreksi yang di ambil
* Tindakan lanjutan untuk mengkaji efektifitas tindakan
koreksi
* Tanggal
* Tanda tangan penanggung jawab
Catatan tindakan koreksi harus disimpan
Menentukan Titik Kendali Kritis
Apakah potensi
Ingredien
bahaya terhadap
Identifika
t/tahap
keamanan
si potensi
pengolah
makanan
bahaya
an
signifikan?
(Ya/Tidak)
BIOLOGI
Bakteri
Patogen
Penerima
an Udang
Segar
KIMIA
Sulfiting
Agent
FISIK
YA
YA
Alasan
keputusan
pada kolom 3
Tindakan
pengendalian
untuk
mencegah
potensi
bahaya?
Apakah
tahap ini
merupakan
titik
kendali
kritis?
(Ya/Tidak)
Seafood
mentah dapat
mengandung
bakteri
patogen
seperti
Salmonella
Tahap
pemasakan
Tidak
Dapat
menyebabkan
alergi
Pengawasan
terhadap
catatan
berdasarkan
seleksi
produk
Tidak
Ingredien Identifikas
t/tahap
i potensi
pengolah
bahaya
an (1)
(2)
Apakah
potensi
bahaya
terhadap
keamanan
makanan
signifikan?
(Ya/Tidak) (3)
Alasan keputusan
pada kolom 3
(4)
Tanpa waktu dan
suhu pengolahan
yang tepat, bakteri Waktu dan
patogen seperti
suhu
Listeria
pemasaka
monocytogenes,
n yang
Salmonella spp.
cukup
dan Vibrio spp.
dapat tahan
BIOLOGI
Bakteri
Patogen
yang tahan
YA
KIMIA
Residu
sanitizer
Tidak
Dikendalikan
SSOP
FISIK
Tidak ada
Penerima
an Udang
Segar
Apakah
Tindakan tahap ini
pengendali merupaka
an untuk
n titik
mencegah
kendali
potensi
kritis?
bahaya (5) (Ya/Tidak
)
Ya
--
Ingredien Identifikas
t/tahap
i potensi
pengolah
bahaya
an (1)
(2)
BIOLOGI
-Rekontam
inasi
bakteri
patogen
-Pertumbu
han
bakteri
Penerima
patogen
an Udang
Segar
KIMIA
- Sulfiting
agent
- Residu
sanitizer
Apakah
potensi
bahaya
terhadap
keamanan
makanan
signifikan?
(Ya/Tidak) (3)
Alasan keputusan
pada kolom 3
(4)
Tidak
Dikendalikan
dengan SSOP
Apakah
Tindakan tahap ini
pengendali merupaka
an untuk
n titik
mencegah
kendali
potensi
kritis?
bahaya (5) (Ya/Tidak
)
Tidak
Ya
Dikendalikan
dengan SSOP
Potensial untuk
menyebabkan
alergi (keterangan
label yang tepat)
Tidak
Dikendalikan
Keteranga
n pada
label yang
akurat
Ya
Contoh
Menentukan Batas Kritis
Critical Control Point
Batas Kritis
CCP-Pemasakkan
Masak pada 100C selama 3 menit
(untuk mencapai suhu internal
minimun 63C selama 3 detik)
CCP-Berat/Kemasan/Label
Semua produk yang mengandung
sulfit harus mencantumkan
keterangan tersebut di labelnya
PRINSIP 6 PROSEDUR VERIFIKANSI
Aplikasi suatu metode, prosedur, pengujian atau
evaluasi lainnya utk menetapkan apakah suatu rencana
HACCP sudah valid dan sesuai dg persyaratan
Apa yg diverifikansi dan siapa yg bertanggung jawab
melakukan verifikansi
Kegiatan verifikansi meliputi :
Validasi terhadap rencana HACCP
Review hasil pemantauan
Pengujian produk
Audit
Prinsip 6. verifikasi
Penetapan jadwal verifikasi
Pemeriksaan kembali rencana HACCP
Pemeriksaan catatan HACCP
Pemeriksaan penyimpangan CCP & Pengamatan visual
selama produksi -> kendalikan CCP
Pengambilan sample dan analisan secara acak
Membuat kesesuaian rencana HACCP
Prinsip 7. Dokumentasi
Judul dan tanggal pencatatan
Keterangan makanan
Bahan dan peralatan yang digunakan
Proses pengolahan yang dilakukan
CCP yang ditemukan
Batas kritis yang ditetapkan
Penyimpangan dari batas kritis yang terjadi
Tindakan koreksi/perbaikan
Identifikasi tenaga operator peralatan khusus
7. Menetapkan Sistem Perekaman Data
Dokumen atau rekaman adalah bukti tertulis bahwa
suatu tindakan telah dilakukan
Menggunakan formulir
Guna :
keperluan inspeksi
untuk mempelajari kerusakan atau
kesalahan yg menyebabkan
penyimpangan dan tindakan koreksi yg
sesuai
Jenis Rekaman
Rencana HACCP dan semua materi pendukung
Dokumen Pemantauan
Dokumen Tindakan Koreksi
Dokumen Verifikansi
Formulir
Rencana
HACCP
Batas Kritis
2.
3.
1.
Potensi Batas
CCP
Bahaya Kritis
4.
5.
6.
7.
Monitoring
Apa Bagaimana Frekuensi
Siapa
8.
Tindaka
n
Koreksi
9.
10.
Verifikas Record
i
s
, gudang
penerimaaan,
operator, tiap
barang datang
, bag produksi,
, operator, tiap
4 jam sekali
, bag produksi,
, operator, tiap
shift
Tercatat dlm
log book
Tercatat dlm
check list
Tercatat dlm
check list