Energi Panas Bumi (Geothermal) di Indonesia
Sri Aditya Ekaprathama, 3513100093, Jurusan Teknik Geomatika, FTSP, ITS, Surabaya
Pemetaan Pertambangan A
Dosen Pembimbing : Agung Budi Cahyono,ST, MSc, DEA
Abstrak
Dewasa ini kebutuhan energi menjadi hal yang pokok bagi setiap manusia. Hal ini berdampak bagi apa
yang dipakai dan apa yang dihasilkan. Selama ini manusia banyak menggunakan sumber energi yang
tidak dapat diperbaharui dan menghasilkan sisa yang berbahaya bagi lingkungan. Namun akhir-akhir ini
sudah banyak orang yang melakukan penelitian guna mendapatkan sumber energi yang dapat
diperbaharui dan ramah lingkungan, salah satunya energi panas bumi ataupun energi [Link]
ini ramah lingkungan serta tidak akan pernah habis dikarenakan menggunakan panas bumi, Terlebih lagi
Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi dalam hal panas bumi, dikarenakan kaya akan
gunung berapi di dalamnya. Walaupun sangat berpotensi, penggunaan energi geothermal di Indonesia
masih mengalami kesulitan dalam hal modal dan teknologi. Karena dalam hal ini kekurangan publikasi
akan potensi negara yang satu ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Kata Kunci : Energi, Geothermal, Penggunaan, Indonesia
1. Konsep Energi Panas Bumi
(Geothermal)
Energi geothermal merupakan sumber energi
terbarukan berupa energi thermal (panas)
yang dihasilkan dan disimpan di dalam inti
bumi. Istilah geothermal berakar dari bahasa
Yunani dimana kata, "geo", berarti bumi dan,
"thermos", berarti panas, menjadi geothermal
yang juga sering disebut panas bumi. Energi
panas di inti bumi sebagian besar berasal dari
peluruhan radioaktif dari berbagai mineral di
dalam inti bumi.
Energi
geothermal
merupakan
sumber energi bersih bila dibandingkan
dengan bahan bakar fosil karena sumur
geothermal melepaskan sangat sedikit gas
rumah kaca yang terperangkap jauh di dalam
inti bumi, ini dapat diabaikan bila
dibandingkan dengan jumlah gas rumah kaca
yang dilepaskan oleh pembakaran bahan
bakar fosil.
Ada cukup energi geothermal di
dalam inti bumi, lebih dari kebutuhan energi
dunia saat ini. Namun, sangat sedikit dari
total energi panas bumi yang dimanfaatkan
pada skala global karena dengan teknologi
saat ini hanya daerah di dekat batas-batas
tektonik yang menguntungkan untuk
dieksploitasi.
Energi geothermal tidak hanya
digunakan untuk pembangkit listrik tetapi
juga untuk tujuan pemanasan. Di banyak
daerah di seluruh dunia, pemanasan
geothermal adalah cara yang lebih ekonomis
untuk memanfaatkan energi panas bumi
dibandingkan dengan pembangkit listrik
geotermal.
Energi geothermal tersedia 24/7 dan
karenanya
tidak
memiliki
masalah intermitten (tidak kontinyu) seperti
energi surya dan angin. Setelah dibangun,
pembangkit listrik geothermal membutuhkan
biaya pemeliharaan yang relatif rendah, dan
tidak memerlukan banyak sumber daya air.
Namun, memerlukan biaya modal yang
tinggi untuk pengeboran. Pengeboran sumur
geothermal menyumbang lebih dari setengah
dari biaya modal.
Energi geotehermal memiliki lebih dari
cukup potensi untuk memainkan peran
penting di pasar energi global masa depan.
Kemajuan teknologi dan iptek harus
membantu membuat biaya modal untuk
proyek panas bumi menjadi turun sehingga
listrik tenaga geothermal terjangkau di
berbagai area di seluruh dunia
2. Sumber Energi Panas Bumi
Energi panas-bumi (geothermal energy)
adalah energi panas yang berasal dari
kedalaman bumi yang berada di bawah
daratan antara 32-40 km dan di bawah lautan
antara 10-13 km.
Panas geotermal ini dijumpai dalam 3 kondisi
alamiah:
(1) Steam (uap),
(2) Hot water (air panas), dan
(3) Dry rock (batuan panas).
Adapun sumber panas-bumi dikelompokkan
menjadi 3 macam, yaitu: hydrothermal,
geopressured, dan petrothermal. Sistem
hydrothermal terdiri dari 2 macam yaitu
vapor -dominated system dan liquiddominated system.
Pergerakan lapisan bumi yang saling
bertumbukan menyebabkan terjadinya
proses radioaktif di kedalaman lapisan bumi
sehingga menyebabkan terbentuknya
magma dengan temperatur lebih dari 2000
C.
Setiap tahun air hujan serta lelehan
salju meresap ke dalam lapisan bumi, dan
tertampung di suatu lapisan batuan yang
telah terkena arus panas dan magma.
Lapisan batuan itu disebut dengan
geothermal reservoir yang mempunyai
kisaran temperatur antara 200 - 300 C.
Siklus air yang setiap tahun berlangsung
menyebabkan lapisan batuan reservoir
sebagai tempat penghasil energi panas bumi
yang dapat terus menerus diproduksi dalam
jangka waktu yang sangat lama. Itulah
sebabnya mengapa panas bumi disebut
sebagai energi terbarukan dan sumber energi
panas bumi tersebut berasal dari magma
3. Pembangkit Listrik Tenaga Panas
Bumi
Sumber geothermal memiliki panas yang
berbeda dari satu daerah dengan daerah
lainnya. Akibatnya, untuk mendapatkan dan
memanfaatkan panas tersebut diperlukan
metode yang berbeda-beda. Secara garis
besar
sumber
geothermal
memiliki
temperatur dari 50 derajat hingga 350 derajat
Celsius. Bentuk yang dihasilkan pun bisa
beragam, dari uap hingga cairan. Untuk
mendapatkan panas geothermal dari bumi
tersebut, air merupakan salah satu medium
yang masih digunakan hingga saat ini. Pada
umumnya,
mencari
sumber
mata
air
merupakan hal yang penting untuk dilakukan
dalam melakukan eksplorasi. Teknologi yang
umumnya
dipakai
untuk
mengalihkan
sumber energi yang bertemperatur tinggi
menjadi listrik dibagi menjadi beberapa 3,
yaitu:
1. Flash Steam Power Plant
reservoir, baik berupa air, uap, maupun
Tipe ini merupakan yang paling umum
campuran keduanya, disalurkan melalui heat
digunakan dalam pembangkit listrik yang
exchanger. Cairan dalam binary plant
menggunakan geothermal. Uap yang telah
kemudian didaur ulang ke dalam heat
dipisahkan dari air disalurkan ke pipa menuju
exchanger. Cairan yang sudah dingin tersebut
rumah pembangkit. Kemudian uap yang
kemudian
sudah terkumpul tersebut digunakan untuk
reservoir. Umumnya efisiensi binary cycle
menggerakkan turbin uap. Uap yang
type plants mencapai 7 sampai 12 persen
meninggalkan
dikondensasikan,
tergantung dari temperatur primer cairan
sehingga menciptakan kehampaan sementara
yang ingin dikondensasikan. Binary Cycle
yang dapat memaksimalkan pembangkit
plant secara tipikal bervariasi antara 500 KW
listrik yang digerakkan oleh turbin-generator.
hingga 10 MW.
Umumnya
turbin
uap
panas
tersebut
dikondensasikan dengan cara direct contact
condenser,
atau
heat
exchanger
type
3.
diinjeksikan
lagi
ke
dalam
Combined Cycle (Flash and Binary)
Combined Cycle Power Plants
Pembangkit
semacam
ini
merupakan
condenser. Dalam direct contact condenser,
kombinasi dari teknologi turbin uap yang
air yang sudah didinginkan disemprotkan
konvensional dengan teknologi binary cycle.
sehingga bercampur dengan uap panas. Uap
Dengan memadukan kedua teknologi ini,
yang sudah terkondensasi tersebut menjadi
efisiensi
bagian
sudah
dilakukan karena pada dasarnya turbin uap
didinginkan tersebut, sementara sebagian lagi
konvensional jauh lebih efisien dalam
menguap dan bergabung dengan atmosfer
membangkitkan
melalui cooling tower. Hasil keluaran dari air
bertemperatur tinggi. Sementara itu teknologi
yang sudah didinginkan ini dinamakan blow
binary cycle berguna untuk memisahkan air
down sering dibuangke dalam sumur injeksi
dari uap yang bertemperatur sangat rendah.
yang dangkal.
Sebagai tambahan, untuk menggantikan
dari
sirkuit
air
yang
2. Binary Cycle Power Plants
penggunaan
listrik
peralatan
dari
uap
bisa
yang
condenser-cooling tower, sistem pendingin
Dalam reservoirs, di mana temperatur
yang digunakan dalam teknologi gabungan
umumnya kurang dari 220 derajat Celsius
ini bisa menghasilkan panas yang bisa
(430 Farenheit) binary cycle plants umumnya
digunakan lagiuntuk memproduksi listrik.
digunakan.
Selain berbagai teknologi yang digunakan
Cairan
yang
berasal
dari
dalam pembangkit bertenaga geothermal,
karbondioksida dari yang dikeluarkan energi
sebenarnya geothermal bisa juga digunakan
fosil.
secara langsung (directuse). Hal ini berarti
menggunakan
geothermal dapat digunakan secara langsung
memebersihkan udara dari hidrogen sulfida
tanpa perlu disalurkan dulu ke dalam bentuk
(H2S) yang secara alami ditemukan di dalam
pembangkit listrik. Umumnya penggunaan
uap air dan air panas. Pembangkit tenaga
geothermal secara langsung dilakukan bila
geothermal membebaskan kurang dari 97%
sumber geothermal memiliki temperatur
hujan asam-penyusun sulfur daripada bahan
yang lebih rendah, kurang dari 150 derajat
bakar fosil. Setelah uap air dan air dari
Celsius.
reservoir tenaga geothermal digunakan, air
Terlepas dari penggunaan langsung maupun
kemabali diinjeksikan ke tanah. Selebihnya,
sebagai pembangkit listrik, pemanfaatan
karena
geothermal umumnya memiliki beberapa
pemanfaatannya
implikasi. Terkadang cairan geothermal
keberlanjutan
mengandung sejumlah gas, seperti hidrogen
terdapat beberapa hal yang menjadi dampak
sulfida yang bisa berbahaya. Untuk itu dalam
negative dari penggunaan energy panas bumi
proyek
secara
pemanfaatan
diperlukan
geothermal
perencanaan
yang
ini
matang,
Pembangkit
level
sistem
pun
global
geothermal
pencuci
emisinya
berlebihan
pembangkit
tenaga
rendah,
tenaga
maka
mengurangi
warming.
yakni
untuk
Namun
pembangunan
geothermal
sehingga peralatan yang digunakan tidak
mempengaruhi kestabilan tanah di beberapa
mudah rusak. Beberapa teknologi bisa
daerah. Hal ini terjadi ketika air diinjeksikan
dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya
ke lapisan batuan kering ketika di sana tidak
kerusakankerusakan tersebut.
ada air sebelumnya. Uap kering dan uap dalam
4. Dampak
Energi
Panas
Bumi
skala kecil juga membebaskan dalam level
rendah gas karbon dioksida,nitrit oksida, sulfur
Terhadap Lingkungan
Pemanfaatan energi geothermal atau secara
meskipun hanya sekitae 5% dari level jika
real dalam bentuk pembangkit listrik bersifat
menggunakan bahan bakar fosil. Meskipun
ramah lingkungan. Hal ini disebabkan karena
demikian,
Pembangkit
tidak
geothermal dapat dibangun dengan sedikit
untuk
emisi-dengan membuat sistem control yang
menghasilkan listrik sehingga level emisinya
dapat menginjeksikan gas-gas ke dalam tanah
sangat rendah. Ia membebaskan 1 sampai 3%
dengan mengurangi emisi karbon agar
membutuhkan
energi
bahan
geothermal
bakar
pembangkit
listrik
tenaga
kurang dari 0.1% dari total emisi dengan
pembangkit listrik dengan bahan bakar
[Link] lapisan geothermal dapat
menghasilkan panas dalam beberapa decade
akan tetapi secara spesifik beberapa lokasi
akan
mengalami
pendinginan
karena
pembangunan sumber yang erlalu luas
sementara hanya sedikit energi yang tersedia.
5. Kesimpulan
Salah satu energi alternatif yang dapat
menghasilkan energi listrik dalam jumlah
yang sangat besar dan ramah lingkungan
adalah energi geothermal. Energi geothermal
berasal dari panas bumi yang tidak
membutuhkan media penyimpanan seperti
energi alternatif lainnya sehingga bisa
digunakan untuk melengkapi energi
terbarukan lainnya, seperti matahari, angin
dan air. Selain memiliki dampak negatif yang
kecil terhadap lingkungan, energi geothermal
juga tidak menghasilkan emisi gas. Selain itu,
keuntungan dari energi alternatif yang
berasal dari geothermal adalah sumber energi
yang tidak akan habis dan bisa di daur ulang.
Teknologi yang umumnya dipakai untuk
mengubah energi geothermal menjadi energi
listrik dibagi menjadi 3, yaitu Flash Steam
Power Plant, Binary Cycle Power Plants,
dan Combined Cycle (Flash and Binary)
Combined Cycle Power Plants. Selain
menggunakan teknologi di atas, energi
geothermal juga dapat digunakan secara
langsung (direct use) tapi dengan syarat
sumber energi geothermal tersebut memiliki
temperatur rendah, yaitu kurang dari 150
derajat celcius. Permasalahan yang dihadapi
oleh
Indonesia
dalam
masalah
pengembangan energi alternatif yang berasal
dari geotermal adalah besarnya dana yang
dibutuhkan dan waktu yang relatif lama
untuk eksplorasi gheotermal itu sendiri.
Selain itu teknologi yang di gunakan untuk
pemanfaatan geotermal itu sendiri juga
menjadi salah satu permasalahan. Jadi
permasalahan sumber energi geothermal di
Indonesia
saat
ini
terletak
pada
pemanfaatannya
yang
masih
belum
maksimal yang diakibatkan faktor faktor
yang sebelumnya telah dijelaskan.
Daftar Pustaka
Dr. Ir. Sutrisno, MSME. 1995.
Penguasaan teknologi panas bumi. Pusat
studi panas bumi UGM. Yogyakarta.
Buyung Wijaya Kusuma. 2005.
Jangan ketinggalan lagi di energi panas
bumi. [Link]. 29/10/2013.
04.51.
Rovicky. 2006. Potensi geothermal
hasil kajian dari VSI. /Potensi Geothermal
hasil kajian dari VSI (Volcanological
Survey Indonesia)Dongeng
[Link].30/11/2013. 08.07.
Gusti. 2008. Sampai 2030, Indonesia
masih bergantung dengan energi fosil.
[Link]
4/1/2014. 19.58