0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan9 halaman

Kegunaan dan Rumus Sonometer

Sonometer digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya nada dengan mengatur panjang senar dan tegangannya. Bunyi terjadi ketika senar digetarkan secara transversal, menghasilkan gelombang diam dengan bentuk separuh gelombang di nada dasar. Dengan mengatur panjang senar dan beban berat, frekuensi nada senar dapat disesuaikan dengan nada acuan untuk mengukur frekuensi dasar dan hubungannya dengan panjang, tegangan, dan massa senar sesu

Diunggah oleh

Jamie Keller
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan9 halaman

Kegunaan dan Rumus Sonometer

Sonometer digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya nada dengan mengatur panjang senar dan tegangannya. Bunyi terjadi ketika senar digetarkan secara transversal, menghasilkan gelombang diam dengan bentuk separuh gelombang di nada dasar. Dengan mengatur panjang senar dan beban berat, frekuensi nada senar dapat disesuaikan dengan nada acuan untuk mengukur frekuensi dasar dan hubungannya dengan panjang, tegangan, dan massa senar sesu

Diunggah oleh

Jamie Keller
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

R-1 :

a. Sebutkan kegunaan sonometer!

b. Apa yang di maksud dengan frekuansi?


Jawaban :
a. Kegunaan sonometer yaitu untuk mengukur tinggi rendahnya nada.
b. Frekuensi adalah banyaknya getaran (n) yang terjadi dalam setiap satuan
waktu (t).

R-2 :
a. Tuliskan arti simbol simbol peramaan (1) lengkap dengan satuan MKS.
b. Berdasarkan persamaan (1), jelaskan hubungan antara f dengan L ; f
dengan F ; dan f dengan

Jawaban :
f=
a.

1 F
2L

f = frekuensi dasar (Hz)


L = panjang dawai (m)
F = tegangan dawai (N)
= massa per satuan panjang dawai (kg/m)

b. Panjang senar, semakin panjang senar makin rendah frekuensinya.


tegangan senar, makin besar tegangan senar makin tinggi frekuensinya.
massa per satuan panjang kawat, semakin besar massa maka frekuensi
yang dihasilkan senar makin kecil.

R-3 :
a. Buktikan persamaan (2)
b. Berdasarkan persamaan (2) jabarkan rumus f nada atas pertama dan nada
atas kedua.
Jawaban :

f=

1 FL
2L m
n=0 ; f 0(nada dasar )
n=1 ; f 1 (nada atas pertama)

n=2 ; f 2(nada atas kedua)


a. Dimana :
n=0 ; f 0(nada dasar )
=

2L
n+ 1

v=

atau
dengan

L=

( n+1 )
2

L
m

v = x f n
1

f n=v x
f n=

f n=

(n+1) F
2L

f 0=

(0+1) FL
2L
m

f=

(n+1)
2L

1 FL
2L m

(Terbukti)

b. Nada atas pertama


n=1 ; f 1 (nada atas pertama)

f n=

(n+1) F
2L

f 1=

(1+1) F
2L

f 1=

1
L

f 1=

1
L

FL
m

1
atau f = L

FL
m

Nada atas kedua


n=2 ; f 2(nada atas kedua)

f n=

(n+1) F
2L

f 2=

(2+1) F
2L

f 2=

3 F
2L

f 2=

3 FL
2L m

3 F
atau f = 2 L

R-4 :
a. Apa yang disebut resonansi?
b. Jelaskan arti layangan!
c. Apakah yang menentukan nyaring bunyi dan tingginya nada?
Jawaban :
a. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena adanya
benda lain yang bergetar dengan frekuensi yang sama atau frekuensi
yang satu merupakan kelipatan frekuensi yang lain (Abadi. Rinawan :
11).
b. Arti layangan yaitu ; apabila dua buah gelombang dengan frekuensi
sedikit berbeda merambat dalam arah yang sama dan mengalami
superposisi akan terjadi interferensi yang menghasilkan kenyaringan
bunyi yang berubah-ubah secara periodik.
c. Yang menentukan nyaring bunyi adalah amplitudo. Semakin besar
amplitudo yang di hasilkan maka nyaringnya bunyi makin kuat

sedangkan jika amplitudo yang dihasilkan makin kecil, maka nyringnya


bunyi makin lemah. Sedangkan yang menentukan tingginya nada yaitu
frekuensi. Semakin tinggi frekuensi yang di berikan maka nada yang
dihasilkan makin tinggi sebaliknya jika frekuensi yang diberikan rendah
maka nada yang di hasilkan akan rendah.

Resume
PERCOBAAN 1
SONOMETER

Bunyi adalah salah satu bentuk energi. Bunyi yang kita dengar selalu
berasal dari suatu sumber bunyi. Kita dapat mendengar bunyi jika sumber bunyi
bergetar. Getaran dari sumber bunyi mengenai partikel-partikel di udara dalam
bentuk rapatan dan renggangan. Rapatan dan renggangan itu merambat melalui
zat perantara (udara) sehingga sampai ke telinga kita.
Pengertian Gelombang
Gelombang adalah getaran yang merambat atau energi yang merambat.
Pada waktu gelombang merambat, hanya energinya yang merambat sedang zat
perantaranya tidak ikut merambat.
Macam- macam Gelombang
Gelombang dibagi menjadi 2 macam yaitu:

Gelombang transversal

Gelombang longitudinal

1. Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak
lurus arah getarannya ( usikannya ).
Contoh gelombang transversal :

- getaran senar gitar yang dipetik


- getaran tali yang digoyang-goyangkan pada salah satu ujungnya
2. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar
dengan arah getarnya ( arah usikannya )
Contoh gelombang longitudinal :
- gelombang pada slinki yang diikatkan kedua ujungnya pada statif
kemudian diberikan usikan pada salah satu ujungnya
- gelombang bunyi di udara
Senar yang bergetar terdapat pada berbagai alat musik, misalnya piano,
gitar dan sebagainya. Sepotong senar yang diikat tidak akan menghasilkan bunyi
keras, maka pada alat bunyi-bunyian, senar dipasang di atas peti bunyi. Karena
udara dalam peti bunyi itu bergetar, bunyi senar juga diperkuat. Sifat-sifat senar
yang bergetar dapat diselidiki dengan sebuah sonometer. Oleh Marsenne telah
dibuat hukum-hukum yang berlaku untuk senar yang bergetar dengan persamaan
f=

1 F
2L

Hubungan tersebut di atas dapat pula dicari dengan rumus cepat rambat
getaran transversal untuk sepotong senar berdasarkan percobaan Melde, yaitu
untuk nada dasar dapat dituliskan
f=

1 FL
2L m

Sonometer

Sonometer terdiri dari sebuah peti kosong (lihat gambar 1) yang terbuat
dari kayu (bagian A). Di atas peti terdapat sisir-sisir tetap (bagian B) untuk
menyokong senar dan sisir yang dapat digeser-geser (bagian C) serta beban tetap
dengan penggantungnya (bagian D) untuk mengatur tegangan senar. Bila kawat
digetarkan transversal, maka getaran itu dipantulkan pada kedua ujungnya
sehingga terjadi gelombang diam dalam kawat pada kedua ujung, yakni pada sisirsisir simpul. Bentuk getaran yang paling sederhana adalah bentuk dimana di
tengah-tengah terdapat satu perut (Gambar 2), jadi berbentuk suatu separuh
gelombang diam. Dalam hal ini senar menghasilkan nada dasar.

Gambar 1. Set peralatan sonometer

Gambar 2. Bentuk getaran sederhana


Keterangan :
P = perut
S = simpul
L = panjang senar
Kalau senar (kawat) dihubungkan dengan suatu pemberat yang diketahui
massanya, maka tegangan F dapat dihitung melalui persamaan

f =m g
Dengan mengatur panjang kawat (menggeser sisir-sisir D dan pemberat
pada gambar 1), maka kita dapat menyesuaikan, sehingga bunyi yang dikeluarkan
oleh garpu tala sama dengan bunyi yang ditimbulkan oleh senar (kawat) tersebut
bila digetarkan (nada dasarnya). Hal ini berarti frekuensinya sama.

Anda mungkin juga menyukai