0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
243 tayangan10 halaman

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dokumen tersebut merupakan tabel ringkasan rencana pengelolaan lingkungan hidup PT. Maruwai Coal yang mencakup parameter lingkungan, sumber dampak, tujuan pengelolaan, rencana pengelolaan lingkungan, lokasi, periode, pelaksana, pengawas, dan pelaporan.

Diunggah oleh

Habib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
243 tayangan10 halaman

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dokumen tersebut merupakan tabel ringkasan rencana pengelolaan lingkungan hidup PT. Maruwai Coal yang mencakup parameter lingkungan, sumber dampak, tujuan pengelolaan, rencana pengelolaan lingkungan, lokasi, periode, pelaksana, pengawas, dan pelaporan.

Diunggah oleh

Habib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TABEL LAMPIRAN 5

Tabel Lampiran 5. Ringkasan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup


Dampak Besar dan Penting
No.

Parameter
Lingkungan

Sumber Dampak

1
2
3
I. TAHAP PERSIAPAN
A. Komponen Geo Fisik Kimia
1.
Kualitas udara
Mobilisasi
dan Kebisingan
peralatan dan
pembangunan
sarana dan
prasarana

Tata Guna
Lahan

Pembebasan
lahan dan
pembuatan jalan
angkut

RKL PT. MARUWAI COAL

Institusi Pemantauan
Lingkungan Hidup

Upaya Pengelolaan Lingkungan


Tolok Ukur
Dampak

Tujuan
Pengelolaan

Kadar debu,
PM10 dan
PM2.5, kadar
gas NO2 dan
SO2, CO, CO2,
kadar Pb,
kadar Silika,
serta
Kebisingan

Tujuan rencana
pengelolaan lingkungan
hidup yang dilakukan
adalah untuk
meminimalisasi
konsentrasi kadar debu,
PM10 dan PM2.5, kadar
gas NO2 dan SO2, CO,
CO2, kadar Pb, kadar
Silika, serta Kebisingan
yang berasal dari
kegiatan mobilisasi
peralatan tambang dan
pembuatan jalan agar
tidak melebihi baku mutu
udara ambien
sebagaimana yang
ditetapkan dalam
lampiran Peraturan
Pemerintah Nomor 41
Tahun 1999 tentang
Pengendalian
Pencemaran Udara

Parameter tata
guna lahan
dan Jenis
Tanah

Untuk mengefisienkan
status perubahan lahan,
sehingga benar-benar
mendapat nilai ekonomis
yang sesuai

Rencana Pengelolaan
Lingkungan
6

Lokasi
7

a. Penyiraman secara rutin pada Sepanjang jalan


area proyek dan jalan tambang angkut mobilisasi
peralatan dan
untuk mengurangi peningkatan
pembangunan
konsentrasi debu dan gas
sarana dan
khususnya pada musim
prasarana
kemarau.
b. Perawatan secara periodik
terhadap alat-alat kerja yang
digunakan agar dapat
mengurangi konsentrasi debu
dan gas yang diakibatkan
pada saat beroperasinya alat
tersebut.

Periode

Pelaksana

Pengawas

Pelaporan

10

11

Pada saat
kegiatan
mobilisasi
peralatan dan
pembangunan
sarana dan
prasarana serta
setiap 6 (enam)
bulan selama
kegiatan
pertambangan
berlangsung

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan, dan
Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten
Murung Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten
Murung Raya

Selama kegiatan
Lahan yang
dibebaskan dan
pembuatan jalan
angkut

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Badan
Pertanahan, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Badan
Pertanahan, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

c. Penggunaan peralatan
tambang yang masih layak
jalan.
d. Pengurangan kecepatan
kendaraan.
e. Pengurangan penebangan
pohon-pohon di sepanjang
sempadan jalan angkut,
sehingga pohon-pohon
tersebut masih dapat berfungsi
sebagai penyaring dan
penyerap debu maupun gas
Membatasi seefisien mungkin
Lahan yang
lahan yang akan dibuka, atau
dibebaskan dan
lahan yang akan dibuka hanya
pembuatan jalan
lahan yang benar-benar
angkut
dimanfaatkan untuk pembuatan
jalan angkut serta melakukan
penanaman tanaman yang cepat
tumbuh di kiri dan kanan
sepanjang jalan angkut

10

TABEL LAMPIRAN 5
1
2
B. Komponen Biologi
1.
Flora dan Fauna

3
Pembuatan jalan
angkut

C. Komponen Sosial, ekonomi, dan budaya


1.
Penduduk
Penerimaan
tenaga kerja

2.

Kesempatan
kerja dan
berusaha, serta
tingkat
pendapatan

Penerimaan
tenaga kerja,
mobilisasi
peralatan,
pembuatan jalan
angkut, dan
pembangunan
sarana dan
prasarana

RKL PT. MARUWAI COAL

Kelimpahan
jenis &
keragaman
flora dan
fauna

Meminimalisasi
penurunan kelimpahan
jenis dan
keanekaragaman Flora
dan fauna

Membatasi seefisien mungkin


lahan yang akan dibuka, atau
lahan yang akan dibuka hanya
lahan yang benar-benar
dimanfaatkan untuk pembuatan
jalan angkut serta melakukan
penanaman tanaman yang cepat
tumbuh di kiri dan kanan
sepanjang jalan angkut

Jumlah dan
kepadatan
penduduk

Untuk mengembangkan
dampak positif
peningkatan jumlah dan
persebaran penduduk

Memberikan prioritas bagi


masyarakat sekitar untuk
berperanserta dalam memenuhi
kebutuhan tenaga kerja dan
mengatur penerimaan tenaga kerja
sesuai dengan tahap pekerjaan
untuk menghindari ledakan jumlah
penduduk

Peluang dan
kesempatan
kerja

Untuk mengembangkan
dampak positif
peningkatan
kesempatan kerja dan
berusaha

Memberikan prioritas bagi


masyarakat sekitar dalam
berperanserta dalam memenuhi
kebutuhan kerja

10

11

Sepanjang pembuatan
jalan angkut

Pada saat
kegiatan
pembuatan jalan
angkut

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan Dinas
Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Desa Muara Laung


I, Tawai Hawui,
Muara Maruwai I
dan II, Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup di
Kabupaten Murung
Raya, Propinsi
Kalimantan Tengah
Desa Muara Laung
I, Tawai Hawui,
Muara Maruwai I
dan II, Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

Selama kegiatan
penerimaan
tenaga kerja

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Pada saat
kegiatan
penerimaan
tenaga kerja,
mobilisasi
peralatan,
pembuatan jalan
angkut, dan
pembangunan
sarana dan
prasarana

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

11

TABEL LAMPIRAN 5
1

10

11

2.

Budaya

Penerimaan
tenaga kerja

adat-istiadat
dan orientasi
budaya

Mencegah timbulnya
dampak negatif
dengan terjadinya
perubahan adatistiadat dan pola
kebiasaan
masyarakat di sekitar
lokasi pertambangan

Bekerja sama dengan Aparat


Desa, Muspika, serta
Pemerintah Daerah Kabupaten
Murung Raya dan Pemerintah
Provinsi, dalam hal menjaga
memelihara dan melestarikan
nilai-nilai adat-istiadat serta
dalam hal menertibkan kasuskasus pelanggaran adatistiadat setempat di sekitar
pertambangan

Desa Muara
Laung I, Tawai
Hawui, Muara
Maruwai I dan II,
Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

Pada saat
kegiatan
penerimaan
tenaga kerja

PT.
MARUWAI
COAL

Pemerintah
Daerah, Camat
Laung Tuhup dan
Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten
Murung Raya

Bupati Murung
Raya, Camat
Laung Tuhup dan
Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten
Murung Raya

3.

Sikap dan
persepsi
masyarakat
serta keresahan
dan potensi
konflik

Eksplorasi,
pembebasan
lahan, penerimaan
tenaga kerja,
mobilisasi
peralatan,
pembuatan jalan
angkut, dan
pembangunan
sarana dan
prasarana

Ada tidaknya
klaim, protes,
maupun
gejolak dari
masyarakat

Untuk mengembangkan
dampak positif berupa
pemahaman masyarakat
dan menghindari adanya
konflik akibat kegiatan
penambangan batubara

Melakukan sosialisasi maupun


pendekatan
sosial
kepada
masyarakat sekitar berkaitan
dengan
adanya
rencana
penambangan
batubara
PT.
MARUWAI COAL dan melakukan
pembebasan
lahan
yang
transparan dan nilai jual lahan
yang dibebaskan harus sesuai
dengan standar, dan harus melalui
musyawarah dengan seluruh
warga sebagai pemilik lahan, serta
aparat
desa
atau
tokoh
masyarakat.
Menjalankan
mekanisme pembebasan lahan
yang sesuai dengan ketentuan
yang
berlaku
(misalnya
menyangkut prosedur pelaksanaan
dan penetapan harga)

Desa Muara Laung


I, Tawai Hawui,
Muara Maruwai I
dan II, Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

Pada saat
kegiatan
eksplorasi,
pembebasan
lahan,
penerimaan
tenaga kerja,
mobilisasi
peralatan,
pembuatan jalan
angkut, dan
pembangunan
sarana dan
prasarana, serta
setiap 6 (enam)
selama
perusahaan
beroperasi

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Perubahan
sanitasi
lingkungan,
prevelensi
penyakit, dan
fasilitas
kesehatan dan
tenaga medis

Untuk mengembangkan
dampak positif akibat
kegiatan pembangunan
sarana dan prasarana
penunjang
pertambangan maupun
non pertambangan
batubara

a. Melakukan pemeliharaan
saluran/kanal.
b. Menutup kubangan-kubangan
air.
c. Bekerja sama dengan instansi
terkait
d. Membangun sarana kesehatan
di lokasi tambang
e. Memberikan pelayanan
kesehatan

Desa Muara Laung


I, Tawai Hawui,
Muara Maruwai I
dan II, Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

Pada saat
pembangunan
sarana dan
prasarana, serta
setiap 6 (enam)
bulan selama
perusahaan
beroperasi

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas Tenaga
Kerja dan
Kependudukan ,
Dinas Kesehatan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan , dan
Dinas Kesehatan
Kabupaten Murung
Raya

D. Komponen Kesehatan Masyarakat


1.
Sanitasi
Pembangunan
lingkungan,
sarana dan
prevelensi
prasarana
penyakit, dan
fasilitas
kesehatan dan
tenaga medis

RKL PT. MARUWAI COAL

12

TABEL LAMPIRAN 5

1
2
3
II. TAHAP OPERASI PENAMBANGAN
A. Komponen Geo Fisik Kimia
1.
Iklim Mikro
Pembersihan
Lahan

2.

Kualitas udara
dan kebisingan

Pembersihan
lahan,
penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
penimbunan
sementara
batubara

RKL PT. MARUWAI COAL

Tipe Iklim,
Curah Hujan,
Hari Hujan,
Suhu Udara,
Kelembaban
Udara

Untuk mencegah
dan/atau menanggulangi
dampak negatif
penurunan kualitas iklim
mikro akibat pembukaan
dan pembersihan lahan

Kadar debu,
PM10 dan
PM2.5, kadar
gas NO2 dan
SO2, CO, CO2,
kadar Pb,
kadar Silikan
serta tingkat
kebisingan

Tujuan rencana
pengelolaan lingkungan
hidup yang dilakukan
adalah untuk
meminimalisasi
konsentrasi kadar debu,
PM10 dan PM2.5, kadar
gas NO2 dan SO2, CO,
CO2, kadar Pb, kadar
Silika, menurunkan
tingkat kebisingan

Mengatur pembukaan lahan


secara bertahap dan segera
melakukan penanaman setelah
lahan selesai dibuka untuk
penggalian batubara, serta
mengurangi pembukaan lahan
yang tidak perlu, tidak menebang
pohon di sepandan sungai atau
saluran-saluran yang ada, dan
tidak melakukan pembakaran
lahan
a. Penyiraman secara rutin pada
area proyek dan jalan tambang
untuk mengurangi peningkatan
konsentrasi debu dan gas
khususnya pada musim
kemarau.
b. Perawatan secara periodik
terhadap alat-alat kerja yang
digunakan agar dapat
mengurangi konsentrasi debu
dan gas yang diakibatkan
pada saat beroperasinya alat
tersebut.
c. Penggunaan peralatan
tambang yang masih layak
jalan.
d. Pengurangan kecepatan
kendaraan
e. Pengaturan waktu kerja
dengan menghindari waktu
kerja saat istirahat masyarakat
setempat.
f. Pemasangan alat peredam
pada knalpot mesin truk
pengangkut untuk mengurangi
kebisingan yang ditimbulkan.
g. Penanaman tanaman terutama
yang berkanopi lebar di jalur
hijau (sempadan jalan)

10

11

Seluruh areal
penambangan

Pada saat
pembukaan dan
pembersihan
lahan

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan, dan
Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten
Murung Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup Murung Raya

Tempat kegiatan
Pembersihan lahan,
penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
penimbunan
sementara batubara

Selama kegiatan
Pembersihan
lahan,
penempatan dan
pengupasan
tanah pucuk dan
sub soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
penimbunan
sementara
batubara

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan, dan
Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten
Murung Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten
Murung Raya

13

TABEL LAMPIRAN 5
1
3.

2
Geologi

3
Kegiatan
pengupasan tanah
pucuk dan
penambangan
batubara

4
Perubahan
Morfologi
lahan, formasi
geologi dan
penyebaran

5
Untuk meminimalisasi
perubahan morfologi
dan bentang alam yang
berasal dari kegiatan
penggalian dan
penambangan batubara

4.

Tanah

Pembersihan
lahan,
penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil, serta
penambangan
batubara

Perubahan
sifat fisik,
kima, erosi,
dan kesuburan
tanah serta
sedimentasi

Untuk meminimalisasi
perubahan sifat fisik,
kima, erosi, dan
kesuburan tanah serta
sedimentasi

4.

Kualitas fisikkimia air

Penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
preparasi batubara

Parameter
fisik,
temperatur,
zat padat
tersuspensi
(TSS), pH
parameter
kimia terdiri
dari Mangan
(Mn),
Tembaga (Cu),
Nitrat (NO3),
Nitrit (NO2),
BOD205, COD,
dan
Minyak/Lemak

Kualitas air di sekitar


rencana penambangan
batubara PT. MARUWAI
COAL agar tidak
melebihi baku mutu air
limbah untuk kegiatan
penambangan batubara

RKL PT. MARUWAI COAL

6
a. Lereng-lereng pit
penambangan < 70 .
b. Lereng dibuat berjenjang.
c. Drainase dari tubuh lereng.
d. Pada setiap jenjang
diusahakan dibuat saluran
drainase.
e. Membatasi seefisien mungkin
lahan yang akan dibuka
a. Penimbunan tanah pucuk dan
tanah penutup dilakukan
secara terpisah.
b. Tanah pucuk dan tanah
penutup ditimbunkan di lahan
yang cekung atau datar.
c. Di sekeliling timbunan tanah
pucuk dan penutup dibuat
saluran drainase dan kolam
pengendapan lumpur.
d. Untuk pengelolaan kesuburan
tanah
adalah
dengan
memperbaiki sifat-sifat tanah
seperti penebaran tanah pucuk
(dari bagian permukaan).
e. Untuk mengelola erosi dan
sedimentasi adalah dengan
mengatur overbuden,
membuat bangunan
pengendali erosi, dan
membuat plot pengamatan
erosi
a. Saluran penyaliran di sekeliling
tambang (perimeter drainage).
b. Saluran penyaliran di atas
jenjang.
c. Membuat saluran-saluran
drainase dan kolam
pengendap lumpur yang
permanen.
d. Melakukan treatment pada
kolam pengendap sebelum
dialirkan ke badan air.
e. Menyediakan tempat
penampungan oli bekas sesuai
kebutuhan.
b. Melakukan pengelolaan air
asam tambang
6

7
Seluruh Areal
penambangan

8
Selama kegiatan
penambangan

9
PT. MARUWAI
COAL

10
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Pertambangan
Kabupaten Murung
Raya

11
Bupati, Camat Laung
Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Lingkungan Hidup,
dan Dinas
Pertambangan
Kabupaten Murung
Raya

Seluruh areal
penambangan

Selama kegiatan
penambangan

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Pertambangan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati, Camat Laung


Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Lingkungan Hidup,
dan Dinas
Pertambangan
Kabupaten Murung
Raya

Areal penambangan

Selama kegiatan
penempatan dan
pengupasan
tanah pucuk dan
sub soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
preparasi
batubara

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Kesehatan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati, Camat Laung


Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Kesehatan
Kabupaten Murung
Raya

10

11

14

TABEL LAMPIRAN 5
5.

Potensi
kebakaran

B. Komponen Biologi
1.
Flora dan fauna

2.

Biota perairan

Pembersihan
lahan dan sistem
kelistrikan

Lama dan luas


area yang
terbakar

Meminimalisasi
peningkatan potensi
kebakaran

a. Membuka lahan secara


bertahap, dalam artian setiap
tahap mempunyai luasan
tertentu.
b. Membentuk tim pemadam
kebakaran.
c. Menyiapkan peralatan
pemadam kebakaran yang
tepat dan efektif dalam
mengendalikan kebakaran
batubara dan hutan.
d. Membuat menara pengawas
dan posko kebakaran yang
dilengkapi fasilitas yang
lengkap di setiap titik-titik
rawan kebakaran

Pembersihan
lahan

Kelimpahan
jenis dan
keanekaragaman flora dan
fauna

Meminimalisasi
penurunan kelimpahan
jenis dan keanekaragaman flora dan fauna

Penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan, dan
preparasasi
batubara

Kelimpahan
jenis dan
keanekaragaman biota
perairan

Meminimalisasi
penurunan kelimpahan
jenis dan keanekaragaman biota perairan

a. Pembukaan lahan seefisien


mungkin.
b. Pembukaan direncanakan
dengan matang.
c. Mengontrol kegiatan
pembukaan dan pembersihan
lahan di lapangan.
d. Menghindari penebangan
pohon-pohon dalam daerah
yang dilewati di luar wilayah
front kerja penambangan.
e. Melakukan kegiatan
penanaman kembali
Upaya pengelolaan lingkungan
yang dilakukan adalah sama
dengan pengelolaan kualitas air,
dengan
tujuan
menghindari
pencemaran badan-badan air
seperti sungai.
Dengan tidak
tercemarnya badan-badan air,
maka kehidupan biota perairan
tidak akan terganggu

RKL PT. MARUWAI COAL

Daerah-daerah yang
rentan terhadap
kebakaran

Selama kegiatan
pertambangan

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Kepolisian,
dan Dinas
Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati, Camat Laung


Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Kepolisian,
dan Dinas
Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Seluruh areal
penambangan

Selama kegiatan
penambangan

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati, Camat Laung


Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan Dinas
Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Areal Penambangan

Selama kegiatan
penambangan

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati, Camat Laung


Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan Dinas
Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

15

TABEL LAMPIRAN 5

1
2
3
C. Komponen Sosial, Ekonomi, dan Budaya
1.
Kesempatan
Pengangkutan
kerja dan
batubara
berusaha dan
tingkat
pendapatan

2.

Sikap dan
persepsi serta
keresahan
masyarakat dan
potensi konflik

Pengelolaan
limbah

D. Komponen Kesehatan Masyarakat


1.
Potensi
Pembersihan
kecelakaan
lahan,
penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
preparasi batubara

RKL PT. MARUWAI COAL

Terbukanya
peluang
Kesempatan
kerja dan
berusaha

Mengembangkan
dampak positif
peningkatan
Kesempatan kerja dan
berusaha

Memberikan prioritas bagi


masyarakat sekitar dalam
berperanserta dalam memenuhi
kebutuhan kerja dengan adanya
kegiatan pengangkutan batubara

Ada tidaknya
klaim, protes
maupun
gejolak dari
masyarakat

Mengembangkan
dampak positif
pengelolaan limbah

Melakukan sosialisasi maupun


pendekatan persuasif kepada
masyarakat sekitar berkaitan
dengan adanya kegiatan
pengelolaan limbah batubara PT.
MARUWAI COAL, serta
melakukan pendekatan kepada
masyarakat melalui para tokoh
masyarakat dengan
mengedepankan prinsip
musyawarah untuk mufakat

Meningkatnya
potensi
kecelakaan

Menimalisasi
kecelakaan akibat
kegiatan pembersihan
lahan, penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub soil,
penambangan batubara,
sistem kelistrikan,
pengangkutan batubara,
dan preparasi batubara

10

11

Desa Muara Laung


I, Tawai Hawui,
Muara Maruwai I
dan II, Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup
Desa Muara Laung
I, Tawai Hawui,
Muara Maruwai I
dan II, Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

Pada saat
kegiatan
pengangkut
batubara

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Pada saat
kegiatan
pengelolaan
limbah

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

untuk setiap tahap-tahap kegiatan


pertambangan PT. MARUWAI
COAL, akan mengembangkan dan
memelihara sistem manajemen
terhadap kesehatan, keselamatan,
lingkungan dan masyarakat yang
konsisten dengan standar yang
diakui secara international dan
memungkinkan untuk
mengidentifikasi, menilai, dan
mengelola resiko terhadap
karyawan dan masyakarakat
sekitar pertambangan, serta
lingkungan

Pada saat kegiatan


Pembersihan lahan,
penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
preparasi batubara

Selama kegiatan
penambangan
berlangsung

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Kesehatan,
Kepolisian, dan
Dinas Tenaga Kerja
dan Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati, Camat Laung


Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Lingkungan Hidup,
Dinas Kesehatan,
Kepolisian, dan
Dinas Tenaga Kerja
dan Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

10

11

16

TABEL LAMPIRAN 5
III. TAHAP PASCA OPERASI PENAMBANGAN
A. Komponen Geofisik-Kimia
1.
Iklim Mikro
Reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang

2.

Tanah

Reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang

RKL PT. MARUWAI COAL

Perubahan
suhu,
kelembaban,
dan curah
hujan

Mengembangkan
dampak positif kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan.

Perubahan
suhu,
kelembaban,
dan curah
hujan

Mengembangkan
dampak positif kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan.

Upaya pengelolaan lingkungan


yang dilakukan adalah dengan
mengatur sistem pengelolaan
sebagai berikut ; pada lubang
tambang yang ditimbun lagi (back
fill), lahan tempat penimbunan
tanah penutup dan lahan bekas
sarana dan prasarana setelah
diratakan (direhabilitasi) akan
ditanami kembali (revegetasi)
dengan tanaman yang sesuai
dengan keadaan tanah dan iklim
setempat, seperti; Sengon
(Paraserianthes falcataria),
Sungkai (Peronema canescens),
Meranti (Shorea sp.) atau tanaman
setempat lainnya yang disesuaikan
dengan penggunaan lahan
a. Lahan tempat penimbunan
tanah penutup dan lahan
bekas sarana dan prasarana
setelah diratakan
(direhabilitasi) akan ditanami
kembali (revegetasi) dengan
tanaman yang sesuai dengan
keadaan tanah dan iklim
setempat, seperti; Sengon
(Paraserianthes falcataria),
Sungkai (Peronema
canescens), Meranti (Shorea
sp.) atau tanaman setempat
lainnya yang disesuaikan
dengan penggunaan lahan.
b. Lereng-lereng terjal bekas
tambang yang tidak dapat
direklamasi, dirubah menjadi
landai atau dengan membuat
teras-teras bangku, dan
ditanami dengan tanaman
cover crop atau tanaman
tahunan

Seluruh areal
penambangan
bekas tambang

Selama kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi bekas
tambang

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup Murung Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup Murung Raya

Seluruh areal
penambangan
bekas tambang

Selama kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi bekas
tambang

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Badan
Pertanahan, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Badan
Pertanahan, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

17

TABEL LAMPIRAN 5

1
2
B. Komponen Biologi
1.
Flora dan fauna

2.

Biota perairan

Reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang

Keanekaraga
man dan
kelimpahan
jenis flora dan
fauna

Mengembangkan
dampak positif kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan.

a. Melakukan kegiatan
penanaman kembali
(revegetasi) pada lahan-lahan
terbuka yang sudah tidak
dipergunakan (pasca
penambangan) dengan jenis
pohon yang bernilai ekonomis
tinggi dengan memperhatikan
pula cara budidaya tanaman
yang baik dan benar.
b. Pada lahan terbuka di
sepanjang jalan tambang akan
dilakukan penanaman
pohon/revegetasi untuk
perlindungan lingkungan
(buffer zone).
c. Membuat papan larangan
berburu satwa di dalam areal
penambangan.
d. Melakukan kerjasama dengan
pihak Pemerintah Daerah
dalam pelaksanaan program
perlindungan satwa yang
dilindungi yang ada di areal
penambangan.

Reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang

Keanekaraga
man dan
kelimpahan
jenis biota
perairan

Mengembangkan
dampak positif kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan.

Upaya pengelolaan lingkungan


sama pengelolaan flora dan fauna
karena tujuan rencana
pengelolaan lingkungan hidup
yang dilakukan adalah menjaga
kestabilan kelimpahan dan
keanekaragaman biota perairan
melalui kegiatan reklamasi dan
rehabilitasi lahan bekas tambang

RKL PT. MARUWAI COAL

10

11

Areal kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang

Selama kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati, Camat Laung


Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan Dinas
Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Areal kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang

Selama kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati, Camat Laung


Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan Dinas
Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya

18

TABEL LAMPIRAN 5
1
2
3
C. Komponen Sosial, Ekonomi, dan Budaya
1.
Kesempatan
Penanganan
kerja dan
tenaga kerja
berusaha dan
tingkat
pendapatan

3.

Sikap dan
persepsi
masyarakat serta
keresahan dan
potensi konflik

Pembongkaran,
pemindahan, dan
pemanfaatan
kembali bangunan
serta instalasi
tambang dan
infrastruktur,
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
terganggu, serta
penanganan
tenaga kerja

RKL PT. MARUWAI COAL

Terbukanya
peluang kerja
dan berusaha
bagi
masyarakat
dan tingkat
pendapatan

Mengembangkan dan
memanajemen dampak
positif akibat adanya
kegiatan pembongkaran,
pemindahan, dan
pemanfaatan kembali
bangunan serta instalasi
tambang dan
infrastruktur, reklamasi
dan rehabilitasi lahan
terganggu, serta
penanganan tenaga
kerja terhadap
terbukanya kesempatan
kerja dan berusaha
Mengembangkan dan
memanajemen dampak
positif akibat adanya
kegiatan pembongkaran,
pemindahan, dan
pemanfaatan kembali
bangunan serta instalasi
tambang dan
infrastruktur, reklamasi
dan rehabilitasi lahan
terganggu, serta
penanganan tenaga
kerja guna peningkatan
tingkat pendapatan
masyarakat

Ada tidanya
klaim, protes,
maupun
gejolak dari
masyarakat

10

11

Memberikan prioritas bagi


masyarakat sekitar dalam
berperanserta dalam memenuhi
kebutuhan kerja dengan adanya
kegiatan pembongkaran,
pemindahan, dan pemanfaatan
kembali bangunan serta instalasi
tambang dan infrastruktur,
reklamasi dan rehabilitasi lahan
terganggu, serta penanganan
tenaga kerja

Desa Muara Laung


I, Tawai Hawui,
Muara Maruwai I
dan II, Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

Selama kegiatan
tahap pasca
operasi

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Melakukan sosialisasi maupun


pendekatan sosial kepada
masyarakat sekitar berkaitan
dengan adanya kegiatan
pembongkaran, pemindahan, dan
pemanfaatan kembali bangunan
serta instalasi tambang dan
infrastruktur, reklamasi dan
rehabilitasi lahan terganggu, serta
penanganan tenaga kerja, dan
melakukan pendekatan kepada
masyarakat melalui para tokoh
masyarakat dengan
mengedepankan prinsip
musyawarah untuk mufakat

Desa Muara Laung


I, Tawai Hawui,
Muara Maruwai I
dan II, Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

Selama kegiatan
tahap pasca
operasi

PT. MARUWAI
COAL

Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

Bupati Murung Raya,


Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya

19

Anda mungkin juga menyukai