Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
Parameter
Lingkungan
Sumber Dampak
1
2
3
I. TAHAP PERSIAPAN
A. Komponen Geo Fisik Kimia
1.
Kualitas udara
Mobilisasi
dan Kebisingan
peralatan dan
pembangunan
sarana dan
prasarana
Tata Guna
Lahan
Pembebasan
lahan dan
pembuatan jalan
angkut
Institusi Pemantauan
Lingkungan Hidup
Tujuan
Pengelolaan
Kadar debu,
PM10 dan
PM2.5, kadar
gas NO2 dan
SO2, CO, CO2,
kadar Pb,
kadar Silika,
serta
Kebisingan
Tujuan rencana
pengelolaan lingkungan
hidup yang dilakukan
adalah untuk
meminimalisasi
konsentrasi kadar debu,
PM10 dan PM2.5, kadar
gas NO2 dan SO2, CO,
CO2, kadar Pb, kadar
Silika, serta Kebisingan
yang berasal dari
kegiatan mobilisasi
peralatan tambang dan
pembuatan jalan agar
tidak melebihi baku mutu
udara ambien
sebagaimana yang
ditetapkan dalam
lampiran Peraturan
Pemerintah Nomor 41
Tahun 1999 tentang
Pengendalian
Pencemaran Udara
Parameter tata
guna lahan
dan Jenis
Tanah
Untuk mengefisienkan
status perubahan lahan,
sehingga benar-benar
mendapat nilai ekonomis
yang sesuai
Rencana Pengelolaan
Lingkungan
6
Lokasi
7
Periode
Pelaksana
Pengawas
Pelaporan
10
11
Pada saat
kegiatan
mobilisasi
peralatan dan
pembangunan
sarana dan
prasarana serta
setiap 6 (enam)
bulan selama
kegiatan
pertambangan
berlangsung
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan, dan
Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten
Murung Raya
Selama kegiatan
Lahan yang
dibebaskan dan
pembuatan jalan
angkut
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Badan
Pertanahan, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya
c. Penggunaan peralatan
tambang yang masih layak
jalan.
d. Pengurangan kecepatan
kendaraan.
e. Pengurangan penebangan
pohon-pohon di sepanjang
sempadan jalan angkut,
sehingga pohon-pohon
tersebut masih dapat berfungsi
sebagai penyaring dan
penyerap debu maupun gas
Membatasi seefisien mungkin
Lahan yang
lahan yang akan dibuka, atau
dibebaskan dan
lahan yang akan dibuka hanya
pembuatan jalan
lahan yang benar-benar
angkut
dimanfaatkan untuk pembuatan
jalan angkut serta melakukan
penanaman tanaman yang cepat
tumbuh di kiri dan kanan
sepanjang jalan angkut
10
TABEL LAMPIRAN 5
1
2
B. Komponen Biologi
1.
Flora dan Fauna
3
Pembuatan jalan
angkut
2.
Kesempatan
kerja dan
berusaha, serta
tingkat
pendapatan
Penerimaan
tenaga kerja,
mobilisasi
peralatan,
pembuatan jalan
angkut, dan
pembangunan
sarana dan
prasarana
Kelimpahan
jenis &
keragaman
flora dan
fauna
Meminimalisasi
penurunan kelimpahan
jenis dan
keanekaragaman Flora
dan fauna
Jumlah dan
kepadatan
penduduk
Untuk mengembangkan
dampak positif
peningkatan jumlah dan
persebaran penduduk
Peluang dan
kesempatan
kerja
Untuk mengembangkan
dampak positif
peningkatan
kesempatan kerja dan
berusaha
10
11
Sepanjang pembuatan
jalan angkut
Pada saat
kegiatan
pembuatan jalan
angkut
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya
Selama kegiatan
penerimaan
tenaga kerja
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya
Pada saat
kegiatan
penerimaan
tenaga kerja,
mobilisasi
peralatan,
pembuatan jalan
angkut, dan
pembangunan
sarana dan
prasarana
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya
11
TABEL LAMPIRAN 5
1
10
11
2.
Budaya
Penerimaan
tenaga kerja
adat-istiadat
dan orientasi
budaya
Mencegah timbulnya
dampak negatif
dengan terjadinya
perubahan adatistiadat dan pola
kebiasaan
masyarakat di sekitar
lokasi pertambangan
Desa Muara
Laung I, Tawai
Hawui, Muara
Maruwai I dan II,
Pendasiron,
Tumbang Baloi,
Batu Tojah,
Tumbang Bauh,
Tumbang Masalo,
Liang Nyaling,
Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup
Pada saat
kegiatan
penerimaan
tenaga kerja
PT.
MARUWAI
COAL
Pemerintah
Daerah, Camat
Laung Tuhup dan
Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten
Murung Raya
Bupati Murung
Raya, Camat
Laung Tuhup dan
Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten
Murung Raya
3.
Sikap dan
persepsi
masyarakat
serta keresahan
dan potensi
konflik
Eksplorasi,
pembebasan
lahan, penerimaan
tenaga kerja,
mobilisasi
peralatan,
pembuatan jalan
angkut, dan
pembangunan
sarana dan
prasarana
Ada tidaknya
klaim, protes,
maupun
gejolak dari
masyarakat
Untuk mengembangkan
dampak positif berupa
pemahaman masyarakat
dan menghindari adanya
konflik akibat kegiatan
penambangan batubara
Pada saat
kegiatan
eksplorasi,
pembebasan
lahan,
penerimaan
tenaga kerja,
mobilisasi
peralatan,
pembuatan jalan
angkut, dan
pembangunan
sarana dan
prasarana, serta
setiap 6 (enam)
selama
perusahaan
beroperasi
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya
Perubahan
sanitasi
lingkungan,
prevelensi
penyakit, dan
fasilitas
kesehatan dan
tenaga medis
Untuk mengembangkan
dampak positif akibat
kegiatan pembangunan
sarana dan prasarana
penunjang
pertambangan maupun
non pertambangan
batubara
a. Melakukan pemeliharaan
saluran/kanal.
b. Menutup kubangan-kubangan
air.
c. Bekerja sama dengan instansi
terkait
d. Membangun sarana kesehatan
di lokasi tambang
e. Memberikan pelayanan
kesehatan
Pada saat
pembangunan
sarana dan
prasarana, serta
setiap 6 (enam)
bulan selama
perusahaan
beroperasi
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas Tenaga
Kerja dan
Kependudukan ,
Dinas Kesehatan
Kabupaten Murung
Raya
12
TABEL LAMPIRAN 5
1
2
3
II. TAHAP OPERASI PENAMBANGAN
A. Komponen Geo Fisik Kimia
1.
Iklim Mikro
Pembersihan
Lahan
2.
Kualitas udara
dan kebisingan
Pembersihan
lahan,
penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
penimbunan
sementara
batubara
Tipe Iklim,
Curah Hujan,
Hari Hujan,
Suhu Udara,
Kelembaban
Udara
Untuk mencegah
dan/atau menanggulangi
dampak negatif
penurunan kualitas iklim
mikro akibat pembukaan
dan pembersihan lahan
Kadar debu,
PM10 dan
PM2.5, kadar
gas NO2 dan
SO2, CO, CO2,
kadar Pb,
kadar Silikan
serta tingkat
kebisingan
Tujuan rencana
pengelolaan lingkungan
hidup yang dilakukan
adalah untuk
meminimalisasi
konsentrasi kadar debu,
PM10 dan PM2.5, kadar
gas NO2 dan SO2, CO,
CO2, kadar Pb, kadar
Silika, menurunkan
tingkat kebisingan
10
11
Seluruh areal
penambangan
Pada saat
pembukaan dan
pembersihan
lahan
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan, dan
Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten
Murung Raya
Tempat kegiatan
Pembersihan lahan,
penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
penimbunan
sementara batubara
Selama kegiatan
Pembersihan
lahan,
penempatan dan
pengupasan
tanah pucuk dan
sub soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
penimbunan
sementara
batubara
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan, dan
Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten
Murung Raya
13
TABEL LAMPIRAN 5
1
3.
2
Geologi
3
Kegiatan
pengupasan tanah
pucuk dan
penambangan
batubara
4
Perubahan
Morfologi
lahan, formasi
geologi dan
penyebaran
5
Untuk meminimalisasi
perubahan morfologi
dan bentang alam yang
berasal dari kegiatan
penggalian dan
penambangan batubara
4.
Tanah
Pembersihan
lahan,
penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil, serta
penambangan
batubara
Perubahan
sifat fisik,
kima, erosi,
dan kesuburan
tanah serta
sedimentasi
Untuk meminimalisasi
perubahan sifat fisik,
kima, erosi, dan
kesuburan tanah serta
sedimentasi
4.
Penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
preparasi batubara
Parameter
fisik,
temperatur,
zat padat
tersuspensi
(TSS), pH
parameter
kimia terdiri
dari Mangan
(Mn),
Tembaga (Cu),
Nitrat (NO3),
Nitrit (NO2),
BOD205, COD,
dan
Minyak/Lemak
6
a. Lereng-lereng pit
penambangan < 70 .
b. Lereng dibuat berjenjang.
c. Drainase dari tubuh lereng.
d. Pada setiap jenjang
diusahakan dibuat saluran
drainase.
e. Membatasi seefisien mungkin
lahan yang akan dibuka
a. Penimbunan tanah pucuk dan
tanah penutup dilakukan
secara terpisah.
b. Tanah pucuk dan tanah
penutup ditimbunkan di lahan
yang cekung atau datar.
c. Di sekeliling timbunan tanah
pucuk dan penutup dibuat
saluran drainase dan kolam
pengendapan lumpur.
d. Untuk pengelolaan kesuburan
tanah
adalah
dengan
memperbaiki sifat-sifat tanah
seperti penebaran tanah pucuk
(dari bagian permukaan).
e. Untuk mengelola erosi dan
sedimentasi adalah dengan
mengatur overbuden,
membuat bangunan
pengendali erosi, dan
membuat plot pengamatan
erosi
a. Saluran penyaliran di sekeliling
tambang (perimeter drainage).
b. Saluran penyaliran di atas
jenjang.
c. Membuat saluran-saluran
drainase dan kolam
pengendap lumpur yang
permanen.
d. Melakukan treatment pada
kolam pengendap sebelum
dialirkan ke badan air.
e. Menyediakan tempat
penampungan oli bekas sesuai
kebutuhan.
b. Melakukan pengelolaan air
asam tambang
6
7
Seluruh Areal
penambangan
8
Selama kegiatan
penambangan
9
PT. MARUWAI
COAL
10
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Pertambangan
Kabupaten Murung
Raya
11
Bupati, Camat Laung
Tuhup dan Sumber
Barito, Dinas
Lingkungan Hidup,
dan Dinas
Pertambangan
Kabupaten Murung
Raya
Seluruh areal
penambangan
Selama kegiatan
penambangan
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Pertambangan
Kabupaten Murung
Raya
Areal penambangan
Selama kegiatan
penempatan dan
pengupasan
tanah pucuk dan
sub soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan,
pengangkutan
batubara, dan
preparasi
batubara
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Kesehatan
Kabupaten Murung
Raya
10
11
14
TABEL LAMPIRAN 5
5.
Potensi
kebakaran
B. Komponen Biologi
1.
Flora dan fauna
2.
Biota perairan
Pembersihan
lahan dan sistem
kelistrikan
Meminimalisasi
peningkatan potensi
kebakaran
Pembersihan
lahan
Kelimpahan
jenis dan
keanekaragaman flora dan
fauna
Meminimalisasi
penurunan kelimpahan
jenis dan keanekaragaman flora dan fauna
Penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub
soil,
penambangan
batubara, sistem
kelistrikan, dan
preparasasi
batubara
Kelimpahan
jenis dan
keanekaragaman biota
perairan
Meminimalisasi
penurunan kelimpahan
jenis dan keanekaragaman biota perairan
Daerah-daerah yang
rentan terhadap
kebakaran
Selama kegiatan
pertambangan
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Kepolisian,
dan Dinas
Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya
Seluruh areal
penambangan
Selama kegiatan
penambangan
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya
Areal Penambangan
Selama kegiatan
penambangan
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya
15
TABEL LAMPIRAN 5
1
2
3
C. Komponen Sosial, Ekonomi, dan Budaya
1.
Kesempatan
Pengangkutan
kerja dan
batubara
berusaha dan
tingkat
pendapatan
2.
Sikap dan
persepsi serta
keresahan
masyarakat dan
potensi konflik
Pengelolaan
limbah
Terbukanya
peluang
Kesempatan
kerja dan
berusaha
Mengembangkan
dampak positif
peningkatan
Kesempatan kerja dan
berusaha
Ada tidaknya
klaim, protes
maupun
gejolak dari
masyarakat
Mengembangkan
dampak positif
pengelolaan limbah
Meningkatnya
potensi
kecelakaan
Menimalisasi
kecelakaan akibat
kegiatan pembersihan
lahan, penempatan dan
pengupasan tanah
pucuk dan sub soil,
penambangan batubara,
sistem kelistrikan,
pengangkutan batubara,
dan preparasi batubara
10
11
Pada saat
kegiatan
pengangkut
batubara
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya
Pada saat
kegiatan
pengelolaan
limbah
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya
Selama kegiatan
penambangan
berlangsung
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Kesehatan,
Kepolisian, dan
Dinas Tenaga Kerja
dan Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya
10
11
16
TABEL LAMPIRAN 5
III. TAHAP PASCA OPERASI PENAMBANGAN
A. Komponen Geofisik-Kimia
1.
Iklim Mikro
Reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang
2.
Tanah
Reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang
Perubahan
suhu,
kelembaban,
dan curah
hujan
Mengembangkan
dampak positif kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan.
Perubahan
suhu,
kelembaban,
dan curah
hujan
Mengembangkan
dampak positif kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan.
Seluruh areal
penambangan
bekas tambang
Selama kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi bekas
tambang
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup Murung Raya
Seluruh areal
penambangan
bekas tambang
Selama kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi bekas
tambang
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Badan
Pertanahan, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya
17
TABEL LAMPIRAN 5
1
2
B. Komponen Biologi
1.
Flora dan fauna
2.
Biota perairan
Reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang
Keanekaraga
man dan
kelimpahan
jenis flora dan
fauna
Mengembangkan
dampak positif kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan.
a. Melakukan kegiatan
penanaman kembali
(revegetasi) pada lahan-lahan
terbuka yang sudah tidak
dipergunakan (pasca
penambangan) dengan jenis
pohon yang bernilai ekonomis
tinggi dengan memperhatikan
pula cara budidaya tanaman
yang baik dan benar.
b. Pada lahan terbuka di
sepanjang jalan tambang akan
dilakukan penanaman
pohon/revegetasi untuk
perlindungan lingkungan
(buffer zone).
c. Membuat papan larangan
berburu satwa di dalam areal
penambangan.
d. Melakukan kerjasama dengan
pihak Pemerintah Daerah
dalam pelaksanaan program
perlindungan satwa yang
dilindungi yang ada di areal
penambangan.
Reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang
Keanekaraga
man dan
kelimpahan
jenis biota
perairan
Mengembangkan
dampak positif kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan.
10
11
Areal kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang
Selama kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya
Areal kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang
Selama kegiatan
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
bekas tambang
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas
Pertambangan,
Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas
Pertanian, dan
Dinas Kehutanan
Kabupaten Murung
Raya
18
TABEL LAMPIRAN 5
1
2
3
C. Komponen Sosial, Ekonomi, dan Budaya
1.
Kesempatan
Penanganan
kerja dan
tenaga kerja
berusaha dan
tingkat
pendapatan
3.
Sikap dan
persepsi
masyarakat serta
keresahan dan
potensi konflik
Pembongkaran,
pemindahan, dan
pemanfaatan
kembali bangunan
serta instalasi
tambang dan
infrastruktur,
reklamasi dan
rehabilitasi lahan
terganggu, serta
penanganan
tenaga kerja
Terbukanya
peluang kerja
dan berusaha
bagi
masyarakat
dan tingkat
pendapatan
Mengembangkan dan
memanajemen dampak
positif akibat adanya
kegiatan pembongkaran,
pemindahan, dan
pemanfaatan kembali
bangunan serta instalasi
tambang dan
infrastruktur, reklamasi
dan rehabilitasi lahan
terganggu, serta
penanganan tenaga
kerja terhadap
terbukanya kesempatan
kerja dan berusaha
Mengembangkan dan
memanajemen dampak
positif akibat adanya
kegiatan pembongkaran,
pemindahan, dan
pemanfaatan kembali
bangunan serta instalasi
tambang dan
infrastruktur, reklamasi
dan rehabilitasi lahan
terganggu, serta
penanganan tenaga
kerja guna peningkatan
tingkat pendapatan
masyarakat
Ada tidanya
klaim, protes,
maupun
gejolak dari
masyarakat
10
11
Selama kegiatan
tahap pasca
operasi
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya
Selama kegiatan
tahap pasca
operasi
PT. MARUWAI
COAL
Pemerintah Daerah,
Camat Laung Tuhup
dan Sumber Barito,
Dinas Lingkungan
Hidup, dan Dinas
Tenaga Kerja dan
Kependudukan
Kabupaten Murung
Raya
19