BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manajemen pengetahuan (KM) adalah kata yang banyak dibicarakan
pada tahun 1990-an. Dalam era saat ini, manajemen pengetahuan yang
efektif menjadi salah satu strategi yang memanfaatkan aset tidak berwujud
dari suatu organisasi.
Strategi manajemen pengetahuan bertujuan untuk menangkap keahlian
kolektif organisasi dan menyebarkannya kemana pun dapat mencapai hasil
terbesar (Blake, 1988). Hal ini sesuai dengan pandangan berbasis sumber
daya dari perusahaan, seperti yang dikatakan oleh Grant (1991), yang
menunjukkan bahwa sumber keunggulan kompetitif terletak di dalam
perusahaan (yaitu pada manusia dan pengetahuan mereka), bukan pada
bagaimana cara suatu perusahaan memposisikan diri di pasar. Trussler
(1998) mengatakan bahwa kemampuan untuk mengumpulkan, menghandle,
dan menggunakan pengetahuan secara efektif akan menjadi sumber utama
dari keunggulan kompetitif dalam bisnis selama beberapa tahun mendatang.
Suatu
perusahaan
yang
sukses
adalah
perusahaan
yang
mampu
mengkreasikan pengetahuan.
Era kehidupan manusia selalu mengalami perubahan, mulai dari era
berburu, agraris, industri, sampai saat ini adalah era teknologi informasi.
Perubahan era dari industri ke informasi membawa dampak bagi
meningkatnya peran pengetahuan dalam sebuah organisasi. Jika dahulu
pengetahuan hanya dipandang sebagai alat untuk mendukung kinerja, maka
saat ini, pengetahuan adalah aset utama dalam organisasi.
Organisasi yang sadar akan hal ini mengelola sumber daya intelektual
atau pengetahuan sebagai aset utama, di samping sumber daya manusia.
Salah satu tools/alat untuk mengelolanya adalah dengan knowledge
management.
Pada makalah ini akan dibahas gambaran umum tentang knowledge
management sehingga tiap orang akan memiliki wawasan baru dalam
mengelola aset mereka sehingga memiliki daya saing.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui gambaran
umum pola knowledge management di organisasi. Sedangkan tujuan khusus
dari penulisan makalah adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
Mengetahui definisi knowledge management
Memahami manfaat knowledge management
Memahami strategi knowledge management
Mengetahui isu seputar penerapan knowledge management
Mengetahui cara menjaga keberlangsungan knowledge management
BAB II
KNOWLEDGE MANAGEMENT
2.1. Pengertian Knowledge Management
Ada beberapa definisi knowledge management menurut beberapa
pakar, diantaranya knowledge management atau manajemen pengetahuan
adalah suatu proses atau praktik membuat, memperoleh, menangkap,
berbagi dan menggunakan pengetahuan, di mana pun ia berada, untuk
meningkatkan pembelajaran dan kinerja dalam organisasi (Scarborough dkk
1999). Knowledge management adalah proses menangkap, menyebarkan,
dan menggunakan pengetahuan secara efektif. (Movement, Davenport, T.
1994). Menurut McLnerney, C (2002) knowledge management adalah usaha
untuk meningkatkan pengetahuan yang bermanfaat dalam organisasi.
Knowledge
Management
(KM)
merupakan
disiplin
yang
memungkinkan individu, tim, organisasi, dan masyarakat untuk secara
kolektif dan sistematis menangkap, menyimpan, berbagi dan menerapkan
informasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Knowledge management dapat diartikan sebagai sebuah tindakan
sistematis
untuk
mengidentifikasi,
mendokumentasikan,
dan
mendistribusikan segenap jejak pengetahuan yang relevan kepada setiap
anggota organisasi, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi. Ini
merupakan metode yang dilakukan dalam upaya mengelola pengetahuan
yang ada, agar tidak hilang dan dapat dipergunakan kembali sesuai
kebutuhan untuk sesuatu yang lebih baik, diantaranya mencakup
menghindari kesalahan yang sama yang pernah terjadi, mempercepat
pengambilan keputusan maupun penyelesaian berbagai hal.
Pada level perusahaan, knowledge management merupakan perpaduan
dari tiga hal; 1) strategi bisnis, yaitu kemana perusahaan dibawa, dan
bagaimana strategi pencapaian targetnya, 2) IT, merupakan alat yang
dipergunakan untuk mengimplementasikan strategi perusahaan, dan 3)
Manajemen sumber daya manusia atau biasa disingkat SDM, sebagai pelaku
utama dari strategi perusahaan.
2.2
Sumber-Sumber dan Jenis Pengetahuan
Strategi untuk manajemen pengetahuan harus didasarkan pada
pemahaman tentang sumber dan jenis pengetahuan yang dapat ditemukan
dalam organisasi. Pengetahuan dapat disimpan dalam bank data dan
ditemukan dalam presentasi, laporan, perpustakaan, dokumen kebijakan dan
manual. Hal ini dapat dipindahkan melalui sistem informasi dan dengan
metode tradisional seperti pertemuan, lokakarya, kursus, 'master class',
publikasi tertulis, video, DVD dan kaset. Intranet menyediakan media
tambahan dan sangat efektif untuk mengkomunikasikan pengetahuan.
Sebagaimana disebutkan oleh Nonaka (1991) dan Nonaka dan Takeuchi
(1995), pengetahuan bisa dalam wujud eksplisit atau tacit (tidak terungkap).
Pengetahuan eksplisit dapat dikodekan hal ini tercatat dan tersedia dan
diadakan di database, intranet perusahaan dan portofolio kekayaan
intelektual. Pengetahuan tacit ada dalam pikiran orang. Sulit untuk
mengartikulasikan secara tertulis dan diperoleh melalui pengalaman pribadi.
Hansen dkk (1999) menunjukkan bahwa itu termasuk keahlian ilmiah atau
teknologi, operasional bagaimana-mengetahui, wawasan tentang industri,
dan pertimbangan bisnis. Tantangan utama dalam manajemen pengetahuan
adalah bagaimana mengubah pengetahuan tacit menjadi pengetahuan
eksplisit.
Becerra, dkk menyatakan bahwa untuk memahami pengetahuan, maka perlu
memahami tentang jenis dan tipe pengetahuan. Perbandingan antara jenisjenis ilmu pengetahuan tergambar pada tabel berikut.
Tabel 1. Perbandingan Jenis dan Tipe Knowledge
No
Perbandingan Jenis dan Tipe Knowledge
1.
Declarative knowledge
(Pengetahuan substantif)
pengetahuan yang berfokus
pada beliefs mengenai
hubungan antar variabel
Procedural knowledge pengetahuan
yang berfokus pada beliefs urutan
tahap tindakan yang saling berkaitan
untuk mencapai suatu kondisi yang
diharapkan (atau tidak diharapkan)
2.
Tacit Knowledge: pengetahuan
yang tersimpan dalam otak
manusia, misalnya pemikiran,
hapalan dan termasuk intuisi
Explicit knowledge adalah
pengetahuan yang berada di luar
kepala, misalnya buku, jurnal,
dokumen dan lain-lain. Pengetahuan
yang telah diekspresikan dalam katakata atau angka
3.
General knowledge:
pengetahuan yang dimiliki oleh
banyak orang dan dapat
ditransfer pada individu lain
secara mudah
Specific knowledge atau disebut juga
idiosyncratic knowledge, adalah
pengetahuan yang dimiliki oleh
sangat sedikit orang dan
pengajarannya membutuhkan biaya
yang mahal.
4.
Technically specific knowledge
adalah pengetahuan mendalam
mengenai suatu area spesifik
Contextually specific knowledge
adalah pengetahuan yang merujuk
pada suatu kondisi, waktu dan tempat
yang spesifik
Untuk memahami secara lebih mendalam, Becerra memberikan
matriks yang mencontohkan tentang jenis dan tipe pengetahuan.
Sebagaimana tercantum pada tabel di bawah ini.
5
Tabel 2. Contoh Perbandingan Jenis dan Tipe Pengetahuan
2.3 Prinsip Berbagi Pengetahuan
Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam berbagi atau
mentransfer pengetahuan, yaitu :
a.
Membangun hubungan yang baik antar pribadi dan membangun
kepercayaan.
b.
Menciptakan basis pengetahuan bersama dengan pelatihan, diskusi
bersama, publikasi, membangun tim dan rotasi pekerjaan;
c.
Menyediakan tempat pertemuan yang memadai dan waktu untuk
bertukar ide.
d.
Menetapkan insentif bagi mereka yang berbagi pengetahuan mereka.
e.
Menawarkan peningkatan kapasitas kepada karyawan agar menjadi
lebih kreatif.
f.
Menghargai ide terlepas dari status orang yang menyediakan itu
(nonhierarchical dalam menangani ide-ide).
g.
Mendorong karyawan untuk mengakui kesenjangan pengetahuan dan
kegagalan proyek, dan jangan pernah mencela.
2.4
Tujuan dan Manfaat Knowledge Management
Tujuan dan manfaat penyelenggaraan Knowledge Management (KM)
pada suatu organisasi antara lain adalah:
a. Salah satu cara penerapan KM adalah dengan membentuk Learning
Organization
(KM-intensive).
Melalui
Learning
Organization,
karyawan akan mendapat kepuasan sebagai akibat dari pengembangan
dan pemberdayaan personal.
b. Mengurangi turn-over karyawan. Dengan demikian akan mencegah
kerugian akibat hilangnya modal intelektual bersamaan dengan
keluarnya pegawai.
c. Menghemat biaya melalui pengurangan biaya riset bagi proyek baru.
d. Mengurangi biaya untuk mendapatkan informasi dari sumber di luar
organisasi.
e. Meningkatkan produktifitas dengan membuat pengetahuan dapat
diakses dengan lebih mudah dan cepat
f. Menyediakan pekerja sebuah kondisi yang demokratis dengan
mengizinkan semua orang mengakses pengetahuan.
g. Knowledge Management membuat proses belajar menjadi lebih cepat,
hal ini akan meningkatkan daya saing.
h. Software KM dan infrastruktur teknologi akan memungkinkan akses
global atas pengetahuan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, dengan
sekali klik saja.
Knowledge management yang baik, memberikan dampak yang positif
terhadap perusahaan. Hal ini mempercepat arus informasi di internal
perusahaan atau proses edukasi ke karyawan menjadi lebih mudah, efisiensi
biaya peningkatan kualitas dan knowledge SDM, serta menghindari
hilangnya key person perusahaan yang menyebabkan hilangnya knowledge
perusahaan. Selain itu juga membantu perusahaan dalam hal knowledge
retention. Perusahaan menjadi tidak perlu terlalu banyak mengadakan inclass training, karena proses pelatihan dapat dilakukan dimana saja dan
kapan saja.
Manfaat
terbesar
knowledge
management
adalah
merangsang
tumbuhnya ide dari setiap karyawan pada bisnis perusahaan. Knowledge
management memungkinkan karyawan menangkap tacit knowledge, berbagi
info aktivitas serta memelihara dan mempercepat penciptaan pengetahuan.
Ini sangatlah penting, karena seringkali ketika satu masalah selesai bisa jadi
muncul masalah baru lagi.
BAB III
PROSES KNOWLEDGE MANAGEMENT
3.1
Proses Knowledge Management
Manajemen Pengetahuan adalah suatu proses atau praktik membuat,
memperoleh, menangkap, berbagi dan menggunakan pengetahuan, di mana
pun ia berada, untuk meningkatkan pembelajaran dan kinerja dalam
organisasi (Scarborough dkk 1999). Mereka mengatakan bahwa knowledge
management berfokus pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan
spesifik perusahaan yang merupakan hasil dari proses pembelajaran
organisasi.
Manajemen pengetahuan berkaitan dengan persediaan dan arus
pengetahuan. Persediaan meliputi keahlian dan pengetahuan pengkodean
dalam sistem komputer. Arus merupakan cara di mana pengetahuan
ditransfer dari orang ke orang atau dari orang ke database pengetahuan.
Tujuan dari manajemen pengetahuan adalah untuk mentransfer pengetahuan
dari orang-orang yang memilikinya kepada mereka yang membutuhkannya
dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Hal ini berkaitan
dengan menyimpan dan berbagi keahlian dan pemahaman yang menyeluruh
tentang proses dan teknik operasional dalam sebuah organisasi. Hal ini
menempatkan pengetahuan sebagai sumber daya kunci. Dapat dikatakan
bahwa dalam era informasi, pengetahuan dibandingkan aset fisik atau
sumber daya keuangan adalah kunci daya saing. Pada intinya, seperti yang
ditunjukkan oleh Mecklenberg dkk (1999), knowledge manajemen
memungkinkan
perusahaan
untuk
menangkap,
menerapkan
dan
menghasilkan nilai dari kreativitas dan keahlian karyawannya. Scarborough
dkk (1999) yakin bahwa HR harus memiliki kemampuan untuk
menganalisis berbagai jenis pengetahuan yang digunakan oleh organisasi ...
[dan] untuk mengaitkan pengetahuan tersebut dengan masalah desain
organisasi, pola karir dan keamanan karyawan. Konsep manajemen
pengetahuan sangat erat kaitannya dengan teori modal intelektual dalam hal
ini mengacu pada pengertian tentang manusia, modal sosial dan organisasi
atau struktural. Manajemen Pengetahuan mengubah sumber-sumber
pengetahuan dengan mengidentifikasi informasi yang relevan dan kemudian
menyebarkannya sehingga pembelajaran dapat berlangsung. Strategi
manajemen pengetahuan mendorong untuk berbagi pengetahuan dengan
menghubungkan orang dengan orang dan menghubungkan mereka dengan
informasi sehingga mereka dapat belajar dari pengalaman.
Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi mengajukan sebuah model
proses penciptaan knowledge, yang disebut SECI Model. Penggunaan kata
SECI diambil dari akronim dari 4 proses konversi knowledge yaitu: 1)
Socialization, 2) Externalization, 3) Combination, dan 4) Internalization.
Model ini dibuat untuk memahami dinamika penciptaan sehingga dapat
mengelola proses penciptaan knowledge secara efektif. Profesor Nonaka
menyatakan bahwa Penciptaan Knowledge adalah proses interaksi berbentuk
spiral antara explicit dan tacit knowledge. Interaksi ada kedua jenis
knowledge ini akan mengarah pada penciptaan knowledge baru. Luasan
spiral digambarkan sebagai besaran knowledge, yang terus bertumbuh.
Gambar dari SECI Model adalah sebagai berikut.
10
Gambar 1. SECI model oleh Nonaka dan Takeuchi
Keterangan dari masing-masing kuadran adalah sebagai berikut.
1.
Socialization
Sosialisasi adalah proses sharing tacit knowledge melalui komunikasi
face-to-face ataupun pengalaman bersama. Dapat juga melalui
hubungan sosial informal dan pengajaran melalui contoh-contoh
praktis. Contoh dari proses ini misalnya adalah kegiatan internship.
2.
Externalization
Proses eksternalisasi adalah konversi dari tacit ke explicit knowledge
melalui pengembangan konsep dan model. Dalam fase ini, tacit
knowledge diubah menjadi bentuk yang dapat dimengerti dan
diinterpretasi, sehingga bisa digunakan oleh orang lain. Eksternalisasi
dan knowledge teoritis adalah dasar penciptaan knowledge baru.
11
3.
Combination
kombinasi adalah kompilasi dari explicit knowledge yang telah
dieksternalisasi menjadi entitas yang lebih luas dan sistem konsep.
Knowledge yang telah berbentuk eksplisit dapat dikombinasikan dengan
knowledge yang telah didokumentasi sebelumnya. Dalam fase ini,
knowledge dianalisis dan diorganisir.
4.
Internalization
internalisasi berarti memahami explicit knowledge. Proses ini terjadi
ketika explicit knowledge berubah menjadi tacit dan menjadi bagian
dari informasi dasar tiap individu. Siklus ini selanjutnya akan berlanjut
membentuk spiral knowledge dengan kembali pada tahap sosialisasi
ketika individu menyebarkan tacit knowledge. Demikianlah sehingga
besaran knowledge tumbuh dan konsep yang ada terus berkembang.
Keuntungan dari penggunaan model SECI dalam proses pembelajaran
antara lain adalah untuk:
1.
Mengapresiasi
dinamika
dari
sifat
knowledge
dan
2.
knowledge.
Menyediakan kerangka kerja bagi manajemen yang terkait.
penciptaan
Selain memiliki keuntungan, SECI model juga mempunyai kelemahan,
yaitu:
1.
Studi ini didasarkan pada organisasi yang berada di Jepang. Para
pekerja di Perusahaan di Jepang bersifat loyal dan bekerja hingga
2.
seumur hidup
Linearitas Konsep: muncul pertanyaan tentang tata urut proses konversi
dan kemungkinan arah spiral berjalan berlawanan dengan jarum jam.
12
3.2
Strategi Knowledge Management
Pendekatan knowledge management biasa disebut sebagai strategi KM
menurut Hansen, terdiri dari 2 metode yaitu:
1. Strategi Kodifikasi
Pengetahuan secara seksama dikoding dan disimpan dalam
database yang bisa diakses dan digunakan secara mudah oleh setiap
orang dalam organisasi. Pengetahuan bersifat ekspilisit dan dikode
dengan pendekatan people to document strategi ini berbasis pada
dokumen.
Pengetahuan
mengembangkannya.
diekstraksi
dari
orang
yang
Sehingga dapat diakses tanpa perlu mendapat
informasi langsung dari orang yang bersangkutan. Dokumen akan
disimpan dalam repository elektronik. Strategi ini memerlukan sistem
informasi yang tangguh dalam mengelola database dan perlu
penggunaan intranet.
2. Strategi Personalisasi
Pengetahuan terkait erat dengan seseorang yang mengembangkan
dan membagi melalui proses kontak dari orang per orang (membagi
pengetahuan tacit). Pertukaran pengetahuan didapatkan dengan
menciptakan jejaring kerja dan komunikasi tatap muka antar individu.
Jenis dari strategi ini antara lain adalah konferensi informal, workshop,
brainstorming, dan sesi one-on-one.
Tidak ada satu strategi yang lebih baik di antara keduanya.
Penggunaan strategi yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi kondisi
yang berbeda.
13
Gambar 2. Strategy Model KM
3.3
Isu / Permasalahan Strategi Knowledge Management
1. Laju perubahan
Bagaimana strategi knowledge manajemen dapat memastikan
bahwa proses knowledge manajemen seiring dengan laju perubahan
14
dan mampu mengidentifikasi pengetahuan apa yang perlu ditangkap
dan dibagi?
2. Menghubungkan strategi pengetahuan manajemen dengan strategi
bisnis
Hansen, dkk (1999) menegaskan bahwa hal itu bukan hanya
meliputi pengetahuan semata, tetapi cara itu diterapkan untuk tujuan
strategis yang merupakan hal penting dalam suatu persaingan. Mereka
menunjukkan bahwa strategi bersaing harus mampu mendorong
strategi knowledge management dan manajemen harus mampu
menjawab
pertanyaan
Bagaimana
pengetahuan
yang
ada di
perusahaan dapat menambah nilai bagi pelanggan? Mecklenberg dkk
(1999) mengatakan bahwa organisasi harus dimulai dengan melihat
nilai bisnis dari apa yang mereka kumpulkan. Jika tidak menghasilkan
nilai, maka akan menjatuhkan organisasi itu sendiri.
3. Teknologi dan Manusia
Teknologi merupakan pusat dari organisasi yang mengadopsi
sebuah strategi kodifikasi. Tetapi, harus diikuti dengan strategi
personalisasi yang lebih produktif dan berpotensi, IT dapt dikatakan
sebagai peran pendukung. Hansen dkk (1999) mengatakan, "Dalam
model
kodifikasi,
manajer
perlu
menerapkan
sistem
seperti
perpustakaan tradisional yang berisi tempat tersembunyi yang besar
untuk dokumen dan mesin pencari yang memungkinkan orang untuk
menemukan dan menggunakan dokumen yang mereka butuhkan.
15
Dalam model personalisasi, lebih penting untuk memiliki sistem yang
memungkinkan orang untuk menemukan orang lain. " Scarborough
dkk (1999) menunjukkan bahwa teknologi harus dipandang lebih
sebagai sarana komunikasi dan kurang sebagai sarana menyimpan
pengetahuan. Manajemen Pengetahuan adalah lebih banyak tentang
manusia daripada teknologi. Dalam penelitian oleh Davenport (1996)
disebutkan, manajer mendapatkan informasi sebanyak dua pertiga dari
tatap muka atau percakapan dalam telepon. Ada batasan berapa banyak
pengetahuan tacit yang bisa dikodifikasi. Dalam organisasi lebih
diandalkan suatu pengetahuan tacit dibandingkan pengetahuan
eksplisit, pendekatan orang-ke-orang yang bekerja sangat baik, dan
Teknologi Informasi hanya dapat mendukung proses ini, tetapi tidak
bisa menggantikannya.
4. Pentingnya proses dan modal sosial dan budaya
Pembahasan yang asyik mengenai teknologi mungkin mnyebabkan
kita terlalu sedikit memberi perhatian kepada proses (sosial, teknologi
dan
organisasi)
yang
menggabungkan
pengetahuan
dan
menginteraksikannya dengan cara yang berbeda (Blackler, 1995).
Kunci suatu proses adalah interaksi antara manusia. Ini merupakan
modal sosial organisasi, yaitu jaringan suatu hubungan [yang]
merupakan sumber daya berharga untuk pelaksanaan masalah sosial
(Nahapiet dan Ghoshal, 1998). Jaringan sosial dapat menjadi sangat
penting untuk memastikan bahwa pengetahuan adalah milik bersama.
Aspek lain yang juga diperlukan dari modal sosial, yaitu kepercayaan.
16
Orang-orang tidak akan bersedia untuk berbagi pengetahuan dengan
orang yang tidak mereka percaya. Budaya perusahaan juga dapat
menghambat proses berbagi pengetahuan. Ada norma yang mungkin
bagi orang-orang tertentu menjaga pengetahuan untuk diri mereka
sendiri sebanyak yang mereka bisa karena anggapan pengetahuan
adalah kekuatan. Budaya terbuka akan mendorong orang untuk
berbagi ide dan pengetahuan.
3.4 Integrasi Knowledge Management Strategy dengan Business Strategy
Sebelum menghubungkan antara Knowledge Management dengan
Strategi Bisnis, penting untuk memahami tentang pentingnya knowledge
sebagai
sumber
daya
strategis
yang
memungkinkan
perusahaan
memformulasikan dan melaksanakan strategi bersaing yang lebih baik.
Proses dasarnya adalah mengembangkan strategi bisnis yang berorientasi
pada knowledge. Model integrasi antara Strategi KM dan Strategi Bisnis
dapat dilihat pada gambar berikut.
17
Gambar 3. Reference Model KM Strategis
Gambar di atas menunjukkan tentang reference model dari Knowledge
Management Strategis. Model bisnis, digambarkan dalam 4 elemen yang
saling berkaitan:
a.
Strategi Korporat, termasuk di dalamnya adalah Strategi Knowledge
Management
b.
Proses Bisnis
c.
Produk atau jasa dan output nilai lainnya
d.
Kinerja (menekankan baik pada pengukuran maupun umpan balik)
Selanjutnya, Model proses KM diintegrasikan dengan model bisnis
dalam 3 komponen kunci yaitu:
a.
Strategi Korporat
b.
Proses Bisnis
c.
Manajemen Kinerja
Link antara strategi memperlihatkan proses integrasi antara Strategi
korporat dan strategi KM. Dengan kata lain, Strategi KM diperlakukan
sebagai bagian integral dari proses manajemen strategi korporat. 2
komponen
lainnya
yaitu
proses
bisnis
dan
manajemen
kinerja
memperlihatkan simpul umpan balik yang menekankan pada aspek
manajemen bisnis yang dinamis.
3.5 Knowledge Management System
Perbedaan antara Knowledge Management dan Knowledge Management
System oleh Becerra dapat digambarkan sebagai berikut:
18
Dijelaskan bahwa knowledge management systems (KMS) adalah sinergi
antara teknologi terbaru dengan mekanisme sosial atau struktural.
Scheitle menjelaskan bahwa KMS terdiri dari 4 komponen utama yang
saling terintegrasi satu sama lain, yaitu:
a. Content management applications: yaitu aplikasi untuk mengelola konten
pengetahuan
b. Expertise locator applications: aplikasi untuk memetakan orang-orang
dengan keahlian tertentu
c. Collaboration: menentukan pola hubungan antar orang di organisasi
d. Portal: adalah saluran untuk membagi pengetahuan.
Sistem yang digunakan dalam KM menurut survey oleh Ruggles pada tahun
1998 terdiri dari:
a. Menciptakan intranet
b. Menciptakan gudang data
c. Menggunakan sistem pengambilan keputusan (Decision Making Support
System)
d. Menggunakan groupware, misalnya diskusi berbasis email untuk
mendukung kolaborasi orang per orang
e. Menciptakan jejaring kerja (Network)
f. Membuat pemetaan sumber daya internal
19
BAB IV
KESIMPULAN
1. Knowledge management dapat diartikan sebagai sebuah tindakan
sistematis
untuk
mengidentifikasi,
mendokumentasikan,
dan
mendistribusikan segenap jejak pengetahuan yang relevan kepada setiap
anggota organisasi, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi.
2. Knowledge management merupakan metode yang dilakukan dalam upaya
mengelola pengetahuan yang ada, agar tidak hilang dan dapat
dipergunakan kembali sesuai kebutuhan untuk sesuatu yang lebih baik,
diantaranya mencakup menghindari kesalahan yang sama yang pernah
terjadi, mempercepat pengambilan keputusan maupun penyelesaian
berbagai hal.
20
3. Tantangan utama dalam manajemen pengetahuan adalah bagaimana
mengubah pengetahuan tacit menjadi pengetahuan eksplisit.
4. Manfaat terbesar knowledge management adalah merangsang tumbuhnya
ide dari setiap karyawan pada bisnis perusahaan. Knowledge management
memungkinkan karyawan menangkap tacit knowledge, berbagi info
aktivitas serta memelihara dan mempercepat penciptaan pengetahuan.
5. Pendekatan knowledge management terdiri dari 2 metode yaitu strategi
kodifikasi dan strategi personalisasi
6. Isu / Permasalahan Strategi Knowledge Management : laju perubahan,
menghubungkan strategi pengetahuan manajemen dengan strategi bisnis,
teknologi dan manusia, pentingnya proses dan modal sosial dan budaya.
7. Proses dasar integrasi Knowledge Management Strategy dengan Business
Strategy adalah mengembangkan strategi bisnis yang berorientasi pada
knowledge.
21
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, M., 2006. A Handbook of Human Resource Management Practice,
10th editions. London and Philadephia : Kogan Page
Armstrong, M., 2008. Strategic Human Resource Management , A Guide to
Action, 4th edition. London: Kogan Page.
Lytras, M. D., 2008. Knowledge Management Strategies : A Handbook of Applied
Technologies. Hershey, New York : IGI Publishing
Schwartz, D., 2006. Encyclopedia of Knowledge Management. Bar-Ilan
University Israel : Idea Book Reference
Knowledge Management [Link]
_1/0,9020,1264561-,[Link] <sitasi 23 Oktober 2013>
[Link]
<sitasi 23 Oktober 2013>
22
[Link] <sitasi 23 Oktober 2013>
23