INTEGRAL
By: Sunaryati
Integral
Dalam kalkulus integral dikenal dua macam pengertian integral,
mereka adalah integral taktentu (indefinite integral) dan integral
tertentu (definite integral).
Integral taktentu adalah kebalikan dari diferensial, yakni suatu
konsep yang berhubungan dengan proses penemuan suatu
fungsi asal apabila turunan atau derivatif dari fungsinya
diketahui.
Sedangkan integral tertentu merupakan suatu konsep yang
berhubungan dengan proses pencarian luas suatu area yang
batas-batas atau limit dari area tersebut sudah tertentu.
Integral Taktentu
Mengintegralkan suatu fungsi turunan f(x) berarti adalah
mencari integral atau turunan-antinya, yaitu F(x).
Bentuk umum integral dari f(x) adalah :
f (x )dx = F (x ) + k
di mana k adalah sembarang konstanta yang nilainya tidak
tertentu. Dalam rumusan di atas, tanda adalah tanda integral;
f(x) dx adalah diferensial dari F(x); f(x) sendirian disebut
integran; dx sendirian disebut diferensial; F(x) adalah integral
partikular; k adalah konstanta pengintegralan; dan F(x) + k
merupakan fungsi asli atau fungsi asal. Proses mengintegralkan
disebut juga integrasi.
3
Integral Taktentu
Dalam diferensial kita menemukan, bahwa jika misalnya suatu
fungsi asal dilambangkan dengan F(x) dan fungsi turunannya
dilambangkan dengan f(x) maka
untuk fungsi asal
:
F(x) = x + 5
fungsi turunannya
f(x) =
dF (x )
= 2x
dx
Jika prosesnya dibalik, yakni fungsi turunan f(x) diintegralkan,
maka
f ( x )dx = F ( x ) + k = x 2 + k
4
Integral Taktentu
Karena derivatif dari setiap konstanta adalah nol, maka dalam
mengintegralkan setiap fungsi turunan konstanta k tetap dalam
bentuk k. Artinya nilai konstanta tersebut tidak dengan
sendirinya bisa diisi dengan bilangan tertentu (misalnya 5,
dalam contoh tadi), kecuali jika di dalam soal memang sudah
ditentukan nilai konstantanya. Karena ketidaktentuan nilai
konstanta itulah maka bentuk integral yang merupakan
kebalikan dari diferensial dinamakan integral taktentu.
Kaidah-Kaidah Integral Taktentu
Kaidah 1. Formula pangkat
n +1
x
x dx = n + 1 + k
n
Contoh (1):
n -1
x 4+1
x5
5
x
dx
=
+
k
=
+
k
=
0
,
2
x
+k
4 +1
5
4
Bukti :
d
0,2 x 5 + k = x 4
dx
Kaidah-Kaidah Integral Taktentu
Contoh (2)
2+1
x
3
2
3
3
x
dx
=
+
k
=
x
+k
2 +1
Bukti
d 3
x + k = 3x 2
dx
Contoh (3)
4 x 0+1
4dx = 0 + 1 + k = 4 x + k
7
Kaidah-Kaidah Integral Taktentu
Kaidah 2: Formula penjumlahan
{ f (x ) + g (x )dx } = f (x )dx + g (x )dx
= F (x ) + G (x ) + k
Contoh (1):
(x
+ 3 x 2 dx = x 4 dx + 3 x 2 dx = 0,2 x 5 + x 3 + k
Bukti
d
0,2 x 5 + x 3 + k = x 4 + 3 x 2
dx
Kaidah-Kaidah Integral Taktentu
Kaidah 3. Formula perkalian
nf ( x )dx = n f ( x )dx
n0
Contoh:
2 +1
x
2
2
3
3
3
3
x
dx
=
x
dx
=
+
k
=
x
+k
2 +1
3+1
x
1 4
3
3
x dx = 1 x dx = 1 3 + 1 + k = 4 x + k
Aplikasi Ekonomi Integral Taktentu
Pendekatan integral taktentu dapat diterapkan untuk
mencari persamaan fungsi total dari suatu variabel
ekonomi apabila persamaan fungsi marjinalnya diketahui.
Karena fungsi marjinal pada dasarnya merupakan turunan
dari fungsi total, maka dengan proses sebaliknya yakni
integrasi dapatlah dicari fungsi asal dari fungsi turunan
tersebut atau fungsi totalnya.
Cth: fungsi biaya
Fungsi penerimaan
10
Aplikasi Ekonomi Integral Taktentu
Fungsi Biaya
Biaya total TC = f(Q)
Biaya marjinal
: MC = TC ' = dTC = f ' (Q )
dQ
Biaya total tak lain adalah integral dari biaya marjinal
TC = MCdQ = f ' (Q )dQ
Contoh:
Biaya marjinal suatu perusahaan ditunjukkan oleh MC = 3Q
6Q + 4. Carilah persamaan biaya total dan biaya rata-ratanya.
11
Aplikasi Ekonomi Integral Taktentu
Jawab:
Biaya total
: TC =
=
MCdQ
(3Q
6Q + 4 dQ
= Q3 3Q + 4Q + k
Biaya rata-rata:
TC
k
2
AC =
= Q 3Q + 4 +
Q
Q
12
Aplikasi Ekonomi Integral Taktentu
Konstanta k tak lain adalah biaya tetap. Jika diketahui biaya
tetap tersebut sebesar 4, maka :
TC = Q3 3Q2 + 4Q + 4
AC = Q2 3Q + 4 +
4
Q
13
Aplikasi Ekonomi Integral Taktentu
Fungsi Penerimaan
Penerimaan total :
TR = F(Q)
dTR
Penerimaan marjinal : MR = TR ' =
= f ' (Q )
dQ
Penerimaan total tak lain adalah integral dari penerimaan
marjinal
TR = MRdQ = f ' (Q )dQ
14
Aplikasi Ekonomi Integral Taktentu
Contoh:
Carilah persamaan penerimaan total dan penerimaan rata-rata
dari suatu perusahaan jika penerimaan marjinalnya MR = 16
4Q.
Jawab:
MRdQ
Penerimaan total: TR =
(16 4Q )dQ
=
= 16Q 2Q +K
Penerimaan rata-rata :
TR
k
AR =
= 16 2Q +
Q
Q
15
Integral Tertentu
Integral tertentu adalah integral dari suatu fungsi yang nilai-nilai
variabel bebasnya (memiliki batas-batas) tertentu. Integral
tertentu digunakan untuk menghitung luas area yang terletak di
antara kurva y = f(x) dan sumbu horizontal x, dalam suatu
rentangan wilayah yang dibatasi oleh x = a dan x = b.
Dalam integral taktentu kita temukan bahwa :
f (x )dx = F (x ) + k
Jika kita ingin mengetahui hasil integrasi tersebut untuk suatu
rentangan wilayah tertentu, katakanlah antara x = a dan x = b di
mana a < b, maka x dapat disubstitusi dengan nilai-nilai a dan b
sehingga ruas kanan persamaan di atas menjadi :
16
Integral Tertentu
b
f (x )dx =[F (x )]
b
a
= F (b ) F (a )
a
b
f (x )dx
dari a ke b.
Notasi
dibaca integral f(x) untuk rentang wilayah x
Selanjutnya, mengingat a < b maka a dinamakan batas-bawah
integrasi, sedangkan b disebut batas-atas integrasi.
F(b) F(a) adalah hasil integral tertentu dari f(x) antara a dan b.
17
Areal sebagai suatu Integral Tertentu
Andaikan kita memiliki dua buah kurva y1 = f(x) dan y2 = g(x) ,
di mana f(x) < g(x). Maka luas area antara kedua kurva ini untuk
rentang wilayah dari a ke b (a < b) adalah :
b
{g (x ) f (x )}dx = g (x )dx f (x )dx
18
Areal sebagai suatu Integral Tertentu
19
Kaidah-Kaidah Integral tertentu
Untuk a < c < b, berlaku :
Kaidah (1)
b
f ( x )dx =[F ( x )]a = F (b ) F (a )
b
Contoh:
5
x
1 5
2 x dx = 5 = 5 x
2
5
[ ]
5
2
1
= (3.125 32 ) = 618,6
5
20
Kaidah-Kaidah Integral tertentu
Kaidah (2)
Jika fungsi g(x) integrabel pada interval [a, a] maka fungsi g(x)
integrabel sama dengan nol.
a
g(x )dx = 0
a
Contoh:
2
x
1 5
2 x dx = 5 = 5 x
2
2
[ ]
2
2
1
= (32 32 ) = 0
5
21
Kaidah-Kaidah Integral tertentu
Kaidah (3)
Jika fungsi f(x) integrabel pada interval [a, b] maka fungsi f(x)
integrabel pula pada [b, a] dan berlaku:
b
f (x )dx = f (x )dx
Contoh:
5
4
x
dx =618,6
2
x
1 5
x dx = = x
5
5 5
5
2
[ ]
1
= (32 3.125) = 618,6
5
22
Kaidah-Kaidah Integral tertentu
Kaidah (4)
Jika fungsi f(x) integrabel pada interval [a, b] dan k suatu bilangan
tetap, maka fungsi kf(x) integrabel pula pada [a, b] dan berlaku:
kf (x )dx =k f (x )dx
Contoh:
5
5x
[ ]
dx = x
5
2
= 3 . 125 32 = 3 . 093
5 x 4 dx =5(618,6 ) = 3.093
2
23
Kaidah-Kaidah Integral tertentu
Kaidah (5)
Jika fungsi f(x) dan g(x) masing-masing integrabel pada
interval [a, b] maka fungsi f(x) + g(x) integrabel pula pada [a, b]
dan berlaku:
b
{ f (x ) + g (x )}dx = f (x )dx + g (x )dx
(x
2
Contoh:
+ 5x dx = x dx + 5x dx = 618,6 + 3.093 = 3.711,6
4
2
24
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Konsumen
Surplus Konsumen
Surplus konsumen (Consumers surplus) mencerminkan suatu
keuntungan lebih atau surplus yang dinikmati oleh konsumen
tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar suatu barang.
Fungsi permintaan P = f(Q) menunjukkan jumlah sesuatu
barang yang akan dibeli oleh konsumen pada tingkat harga
tertentu. Jika tingkat harga pasar adalah Pe, maka bagi
konsumen tertentu yang sebetulnya mampu dan bersedia
membayar dengan harga lebih tinggi dari Pe hal ini akan
merupakan keuntungan baginya, sebab ia cukup membayar
barang tadi dengan harga Pe. Keuntungan lebih semacam inilah
yang oleh Alfred Marshall disebut surplus konsumen.
25
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Konsumen
Secara geometri, besarnya surplus konsumen ditunjukkan oleh luas
area di bawah kurva permintaan tetapi di atas tingkat harga pasar.
26
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Konsumen
Surplus konsumen atau Cs (singkatan dari Consumers surplus)
tak lain adalah segitiga PeDE, dengan rentang wilayah yang
dibatasi oleh Q = 0 sebagai batas-bawah dan Q = Qe sebagai
batas-atas. Besarnya surplus konsumen adalah :
Qe
Cs =
f (Q )dQ Q
Pe
0
(dalam hal ketika fungsi permintaan berbentuk P = f(Q))
27
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Konsumen
Dalam hal fungsi permintaan berbentuk Q = f(P);
P adalah nilai
P untuk Q = 0 atau penggal kurva permintaan pada sumbu
harga.
^
Cs =
f (P )dP
Pe
Dengan demikian
^
Qe
Cs =
f (Q )dQ Q P = f (P )dP
e e
Pe
28
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Konsumen
Contoh
Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh
persamaan Q= 48 0,03P2. Hitunglah surplus konsumen jika
tingkat harga pasar adalah 30.
29
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Konsumen
Jawab
Q = 48 0,03P
Jika P = 0,
Jika Q = 0,
Q = 48
^
P = 40 P
P Pe = 30,
Jika
Q Qe = 21
Cs =
Pe
40
f (P )dP =
(48
0 , 03 P 2 dP
30
[48P 0,01P ]
3 40
30
30
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Konsumen
=
{48(40) 0,01(40) } {48(30) 0,01(30) }
3
= (1.920 640) (1.440 270)
= 110
31
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Produsen
Surplus Produsen
Surplus produsen (Producers surplus) mencerminkan suatu
keuntungan lebih atau surplus yang dinikmati oleh produsen
tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar dari barang
yang ditawarkannya.
Fungsi penawaran P = f(Q) menunjukkan jumlah sesuatu
barang yang akan dijual oleh produsen pada tingkat harga
tertentu. Jika tingkat harga pasar adalah Pe, maka bagi
produsen tertentu yang sebetulnya bersedia menjual dengan
harga yang lebih rendah dari Pe hal ini akan merupakan
keuntungan baginya, sebab ia kini dapat menjual barangnya
dengan harga Pe (lebih tinggi dari harga jual semula yang
direncanakan). Keuntungan lebih semacam ini disebut surplus
produsen. Secara geometri, besarnya surplus produsen
ditunjukkan oleh luas area di atas kurva penawaran tetapi di
bawah tingkat harga pasar.
32
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Produsen
33
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Produsen
Surplus produsen atau Ps (singkatan dari Producers surplus)
tak lain adalah segitiga PeDE, dengan rentang wilayah yang
dibatasi oleh Q = 0 sebagai batas-bawah dan Q = Qe sebagai
batas-atas.
Besarnya surplus produsen adalah :
Qe
Ps = Qe Pe
f (Q )dQ
0
( dalam hal fungsi penawaran berbentuk P = f(Q)
34
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Produsen
Atau
Pe
Ps =
f (P )dP
^
P
^
dalam hal fungsi penawaran berbentuk Q = f(P);
P adalah
nilai P untuk Q = 0, atau penggal kurva penawaran pada sumbu
harga.
Dengan demikian :
Ps = Qe Pe
Qe
Pe
f (Q )dQ = f (P )dP
P
35
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Produsen
Contoh:
Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran P = 0,50Q + 3.
Berapa surplus produsen itu bila tingkat harga keseimbangan di pasar
adalah 10? Lakukan perhitungan dengan dua cara.
36
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Produsen
Jawab:
P = 0,50Q + 3 Q = 6 + 2P
Jika P = 0 Q = 6
Jika Q = 0 P = 3
P
Jika Pe = 10 Qe = 14
Cara Pertama :
Qe
Ps = Qe Pe
f (Q )dQ = (14)(10) (0,50Q + 3)dQ
0
14
14
140 0,25Q + 3Q 0
37
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Produsen
=
} {
140 0 , 25 (14 ) 3 (14 ) 0 , 25 (0 ) + 3 (0 )
= 140 91 0
= 49
Cara Kedua:
Pe
Ps
f (P )dP
^
10
( 6 + 2 P )dP
3
38
Aplikasi Integral Tertentu: Surplus
Produsen
=
[ 6P + P ]
2 10
3
= 40 (9)
= 49
39