0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan21 halaman

Penelitian Akuntansi Keperilakuan

Makalah ini membahas tentang penelitian perilaku dalam akuntansi (behavioural accounting research/BAR) yang merupakan studi tentang perilaku akuntan atau perilaku non-akuntan yang dipengaruhi oleh fungsi dan laporan akuntansi. BAR memiliki ruang lingkup yang luas mulai dari audit, akuntansi manajemen, hingga penggunaan laporan keuangan oleh pihak eksternal perusahaan."

Diunggah oleh

Boy Pakpahan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan21 halaman

Penelitian Akuntansi Keperilakuan

Makalah ini membahas tentang penelitian perilaku dalam akuntansi (behavioural accounting research/BAR) yang merupakan studi tentang perilaku akuntan atau perilaku non-akuntan yang dipengaruhi oleh fungsi dan laporan akuntansi. BAR memiliki ruang lingkup yang luas mulai dari audit, akuntansi manajemen, hingga penggunaan laporan keuangan oleh pihak eksternal perusahaan."

Diunggah oleh

Boy Pakpahan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

BEHAVIOURAL RESEARCH IN ACCOUNTING


Tugas ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teori Akuntansi

Oleh:
120110140014
120110140068
120110140095
120110140101

Riztika Ramadhaningtyas
Zul Fita Rahmi
Melfinda Sakina
Rifani Hutania

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
bimbingan-Nya, penyusun dapat menyelesaikan makalah Behavioural Research in
Accounting. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini merupakan penelitian mengenai behavioural research in accounting.
Diharapkan makalah ini dapat menambah wawasan penyusun maupun pembaca mengenai
topik makalah ini. Penyusun juga mengharapkan saran dan kritik untuk perkembangan
pengetahuan dalam topik ini.
Demikian makalah ini disusun, penyusun memohon maaf apabila ada kesalahan
dalam penulisan makalah ini.

Bandung, 13 Desember 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................i
2

BAB I........................................................................................ 1
PENDAHULUAN.......................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................1
1.2 Tujuan..............................................................................2
BAB II....................................................................................... 3
PEMBAHASAN...........................................................................3
2.1 Behavioural Accounting Research: Definisi dan Ruang
Lingkup.................................................................................. 3
2.2 Alasan Menapa BAR Menjadi Hal yang Penting....................4
2.2.1 Pengembangan Penelitian Akuntansi Perilaku (BAR)..........................5
2.2.2 Sebuah Gambaran Pendekatan untuk Memahami Proses Informasi..........6
2.2.3 Model Brunswik Lens............................................................6
2.3 Lens Model Studies -Evidence............................................8
2.4 Format dan Penyajian Laporan Keuangan........................10
2.5 Accounting and Behaviour..............................................12
2.6 Keterbatasan pada BAR.................................................13
2.7 Masalah Bagi Auditor.....................................................13
BAB III....................................................................................15
KESIMPULAN...........................................................................15
DAFTAR PUSTAKA....................................................................17

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Akuntansi keperilakuan merupakan bidang yang relatif baru dibandingkan dengan bidang
ilmu akuntansi lainnya. Penelitian terkait dengan akuntansi keperilakuan merupakan suatu
penelitian yang cukup menarik dilakukan oleh akademisi, mahasiswa maupun praktisi.
Penelitian aspek keperilakuan dalam akuntansi akan memberikan manfaat antara lain
menyediakan informasi yang bermanfaat bagi accounting regulator dan meningkatkan
efisiensi bagi akuntan dan profesi lainnya.

Ada dua aspek yang perlu digarisbawahi dalam behavioral accounting research (BAR)
yaitu behavioral (keperilakuan) dan akuntansi. Behavioral accounting research menurut
Hofstedt dan Kinard (1970) seperti dikutip oleh Godfrey, et al. (2010 : 446) adalah the study
of the behavior of accountants or the behavior of non-accountants as they are influenced by
accounting functions and reports. Penelitian akuntansi keperilakuan berusaha mendalami
perilaku dari akuntan maupun perilaku dari non-akuntan yang dipengaruhi oleh fungsi dan
informasi akuntansi.

Siegel (1989:3) menyatakan bahwa behavioral science adalah human side of social
science. Ilmu keperilakuan ini tidak terlepas dari disiplin ilmu psikologi, sosiologi, teori
organisasi, ilmu politik, dan antropologi. Ditinjau dengan sudut pandang teori akuntansi,
behavioral accounting research (BAR) merupakan bagian dari positive research yaitu
penelitian yang bertujuan untuk menemukan fakta. Namun BAR berbeda dibandingkan
dengan penelitian positif lainnya seperti penelitian terkait agency theory dan penelitian pasar
modal.

Penelitian keagenan bertujuan untuk mencari manfaat ekonomis apa yang diperoleh

akuntan dari tindakannya memilih metode akuntansi yang ada. Dalam penelitian keagenan
diasumsikan bahwa principal adalah pihak yang risk neutral sedangkan agen adalah pihak
yang risk and effort averse. Jawaban yang diperoleh dari penelitian keagenan adalah akuntan
melakukan tindakan pemilihan metode akuntansi yang ada bertujuan untuk meningkatkan
utilitas bagi dirinya. Dalam penelitian keperilakuan BAR, akuntan maupun pihak-pihak yang
dipengaruhi oleh fungsi dan informasi akuntansi merupakan pihak-pihak yang bebas dari
asumsi.

Mayoritas objek penelitian BAR adalah individu, tetapi objek BAR dapat juga berupa
kelompok kecil dari organisasi atau kondisi lingkungan. Di samping itu, BAR juga
menekankan pada dimensi yang lain dari norma-norma sosial antara lain fairness
(kewajaran), equity (keadilan), trust (kepercayaan), honesty (kejujuran) serta keinginan untuk
bekerja sama.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah:
1.
2.
3.
4.

Mengetahui pengertian dari Behaviour Accounting Research


Mengetahui ruang lingkup dari Behaviour Accounting Research
Mengetahui pentingnya Behaviour Accounting Research
Mengetahui keterbatasan yang ada di dalam Behaviour Accounting Research

1.3 Metode Penulisan


Metode penelitian dan peninjauan pustaka yang dilakukan menggunakan buku-buku yang
mendukung proses penyelesaian makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Behavioural Accounting Research: Definisi dan Ruang Lingkup


Behavioural accounting research didefinisikan sebagai studi perilaku akuntan atau
perilaku non akuntan dimana mereka dipengaruhi oleh fungsi akuntansi dan laporan.
Behavioural accounting research (BAR), penelitian pasar modal, dan penelitian teori agensi
dapat disebut penelitian positif dalam pengertian bahwa mereka dikaitkan dengan
penemuan fakta. Misalnya, penelitian pasar modal menanyakan mengenai reaksi pasar
sekuritas terhadap informasi akuntansi, teori agensi menanyakan mengenai insentif ekonomi
yang berpengaruh dalam pemilihan metodde akuntansi, dan behavioural research yang
menanyakan mengenai bagaimana sebenarnya orang-orang menggunakan dan memproses
informasi akuntansi. Bagaimanapun, mereka juga sangat berbeda dalam banyak hal. Sebagai
contoh, penelitian pasar modal melihat ke level makro pada pasar sekuritas agregat,
sedangkan teori agensi dan behavourial accounting berfokus ke level mikro pada manager
dan perusahan. Penelitian pasar modal dan teory agensi diambil dari ilmu ekonomi dan
mengesampingkan motivasi orang-orang dengan asumsi bahwa setiap orang merupakan
pemaksimal kekayaan. Behavioural accounting, pada sisi lain, diambil dari ilmu yang yang
lain seperti psikologi, sosiologi, dan teori organisasi, dan umumnya tidak membuat asumsi
apapun mengenai bagaimana orang-orang berkelakuan (behave), namun lebih untuk
mengetahui mengapa orang-orang berperilaku seperti itu.
Penelitian di bidang perilaku akuntansi sudah sangat luas dan telah mencakup berbagai
bidang

kegiatan akuntansi.

bidang audit

untuk

Beberapa

meningkatkan

penelitian
pengambilan

mengenai

BAR telah

diterapkan di

keputusan auditor. Sebagai

contoh,

ketika auditor merencanakan cara melakukan audit atas klien tertentu, mereka harus menilai
berapa banyak risiko yang terkait dengan klien. Semakin tinggi resiko, semakin banyak audit
yang harus dilakukan. Menilai risiko adalah tugas yang sangat kompleks yang memiliki
3

konsekuensi bagi auditor (dan investor) jika penilaian salah dibuat atau jika auditor
melakukan audit yang buruk. BAR telah digunakan untuk membantu menganalisis penilaian
risiko auditor dan memperbaikinya. Area utama lain BAR yatu di bidang akuntansi
manajemen. Sebagai contoh, BAR telah digunakan untuk membantu mengeksplorasi dan
memahami

berbagai isu

penganggaran dan

mengenai

insentif

bagaimana bentuk

terkait

dengan berbagai

organisasi

dan sistem

jenis

proses

akuntansi dapat

mempengaruhi perilaku individu dalam perusahaan. Dalam bab ini berfokus pada informasi
yang terdapat dalam laporan keuangan untuk pengguna eksternal [Link] utama
BAR dalam area ini dikenal dengan human judgement theory (HJT) atau human information
processing (HIP), yang di mana tujuannya adalah untuk mendeskripsikan cara orang dalam
menggunakan dan memproses segala informasi tentang akuntansi dam lainnya dalam konteks
pengambilan keputusan.
2.2 Alasan Menapa BAR Menjadi Hal yang Penting

Terdapat beberapa alasan mengapa BAR dapat dikatakan sangat penting untuk praktisi
akuntasi dan yang lain:

Pasar modal dan teori agensi tidak dilengkapi untuk dapat menjawab pertanyaan
mengenai bagaimana orang menggunakan dan memproses informasi akuntansi. Maka
dari itu untuk mengisi kekosongan tersebut, diperlukan adanya penelitian yang
memeriksa aktivitas pengambilan keputusan pada pengguna maupun auditor dari
informasi akuntansi.

BAR dapat menyediakan wawasan berharga dan informasi yang berguna

untuk

meningkatkan pengambilan keputusan dalam berbagai cara. Pengambilan keputusan


tentunya penting bagi pengguna laporan keuangan yang ingin mrnghindari pengambilan
keputusan yang buruk yang daoat mengakibatkan kerugian, dan auditor yang
menghindari penggugatan ke pengadilan. Selain itu seorang akuntan perlu meningkatkan
kemampuannya dalam mengumpulkan, memproses, dan mengomunikasikan informasi.
BAR dapat membantu peningkatan kemampuan tersebut.

BAR berpotensi menyediakan informasi yang bermanfaat untuk regulator akuntansi


seperti Australian Accounting Standart Board (AASB). Tujuan pokok akuntansi adalah
untuk menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan, sementara
anggota AASB terus berhadapan dengan masalah mengenai pemilihan metode akuntansi
dan tipe pengungkapan yang terbukti bermanfaat untuk pengguna laporan keuangan.
Penelitian akuntansi perilaku dapat mempelajari mengenai pilihan akuntansi tertentu dan
melaporkannya kepada penentu standar tentang metode dan pengungkapan mana yang
meningkatkan pengambilan keputusan pengguna.

BAR juga dapat meningkatkan efisiensi praktek kerja akuntan dan profesi yang lainnya.
Misalnya, para ahli senior dan anggota berpengalaman dari sebuah perusahaan akuntansi
dapat dicatat dan dimanfaatkan oleh metode BAR untuk mengembangkan sistem yang
terkomputerisasi pada variasi konteks pengambilan keputusan (decision making).
Beberapa kantor

akuntan, misalnya, telah

menggunakan

metode BAR untuk

mengembangkan sistem pakar untuk melakukan penilaian risiko potensial pada klien. Di
masa lalu, tugas ini memakan waktu yang lama yang dilakukan oleh anggota senior
dari kantor akuntan, namun kini dapat dilakukan oleh staf yang kurang berpengalaman
dengan menggunakan sistem pakar komputer, lalu ditinjau akhir oleh perusahaan mitra.

2.2.1 Pengembangan Penelitian Akuntansi Perilaku (BAR)

Istilah BAR pertama kali muncul dalam literatur pada tahun 1967. Aplikasi penelitian
pada akuntansi dan auditing dapat terima tahun 1974 ketika Ashton mempublikasikan sebuah
studi percobaan (experimental) pertimbangan internal control oleh auditor.

Tiga

puluh

tahun

terakhir telah

terlihat

sebuah

ledakan dari BAR dalam

penelitian umum dan HJT, terutama dalam bidang audit, di mana penilaian untuk proses
audit sangat

penting. Untuk

beberapa

hal, pengembangan

penelitian perilaku di

bidang akuntansi keuangan telah dikalahkan oleh teori dominasi sejak 1980-an. Namun
demikian, pemahaman penting mengenai hubungan antara informasi akuntansi dan perilaku
manusia sudah muncul.

Banyak ilmu diantaranya, sains politik, teori organisasi, sosiologi dan statistik
memainkan perannya dalam perkembangan BAR, tetapi jelas sekali ilmu psikologi yang
paling berperan penting. Perkembangan penelitian HJT dalam akuntansi berutang pada
adaptasi dari Brunswik lens model. Teknik ini merepresentasikan pendekatan penelitian baru
yang kuat yang dapat diaplikasikan pada pertanyaan mengenai data pengguna mana yang
harus diperhatikan.
2.2.2 Sebuah Gambaran Pendekatan untuk Memahami Proses Informasi
Dasar tujuan penelitian HJT adalah untuk menjelaskan cara yang orang-orang gunakan
dan bagian proses informasi akuntansi dalam suatu fakta konteks pengambilan keputusan.
Kita gambarkan proses pengambilan keputusan seseorang adalah sebuah model. Sehingga,
contohnya, kita mungkin menggunakan penelitian teknik HJT terhadap model (atau
menggambarkan) cara yang petugas pinjaman bank proses dengan berbagai cara pokok
informasi akuntansi (atau isyarat seperti yang mereka sebutkan) seperti laba dan angka arus
kas untuk suatu keputusan tentang apakah untuk menyetujui suatu pinjaman dari suatu
perusahaan.
Terdapat 3 model utama dalam HJT yaitu brunswick lens model, process tracing model,
dan probabilistic judgment model. Dimana dalam memprosess keputusan mewakili
kemungkinan pernyataan berdasarkan pada dalil Baye. Tiga pendekatan yang lain untuk
menjelaskan model pembuatan keputusan adalah availability, anchoring and adjusment, dan
expert judgment.

2.2.3 Model Brunswik Lens


Sejak pertengahan tahun 1970, model brunswik lens telah digunakan sebagai suatu
metode untuk meneliti hubungan antara mutliple cues (beberapa informasi) dan
keputusan,pendapat, atau prediksi dan juga menjadi dasar untuk pendapat penelitian yang
paling memerlukan ramalan (contohnya kebangkrutan) dan/atau evaluasi (contohnya
pengendalian internal). Peneliti menggunakan lens model untuk meneliti hubungan antara
berbagai informasi dan keputusan atau prediksi, dengan mencari aturan dalam merespon
untuk tanda tersebut . Pembuat keputusan (misalnya karyawan yang memberikan pinjaman
bank) melihat

melalui

lensa isyarat (misalnya rasio

keuangan)

yang probalistik terkait

dengan sebuah kejadian, untuk mencapai kesimpulan tentang suatu hal misalnya
kemungkinan adanya kredit masalah atau non standar.

gambar 2.1

Dalam mengembangkan versi tertentu dari model lensa Brunswik, subjek diminta untuk
membuat penilaian untuk sejumlah besar kasus yang berdasarkan pada perangkat isyarat yang
sama. Misalnya, mereka mungkin akan diminta untuk menilai apakah beberapa perusahaan
cenderung gagal, mengingat modal kerja perusahaan, harga-laba, laba bersih per saham,
hutang terhadap ekuitas, dan rasio lainnya. Sebuah model linier, yang menggambarkan
hubungan fungsiona antara isyarat (rasio) dan tanggapan (kemungkinan kegagalan),
kemudian dibangun sebagai alat untuk mewakili cara di mana informasi diproses oleh
individu.

Secara umum, penggunaan Metode Lensa Brunswik telah menyebabkan penemuan


wawasan berharga mengenai:

Pola isyarat yang jelas dalam berbagai tugas


7

Bobot yang bisa diambil oleh para pengambil keputusan untuk secara implisit
ditempatkan di berbagai isyarat informasi

Keakuratan relatif pengambil keputusan dari tingkat keahlian yang berbeda dalam
memprediksi dan mengevaluasi berbagai tugas

Keadaan di bawah sistem para ahli dan/atau model perilaku manusia yang melebihi
manusia

Stabilitas (konsistensi) dari penilaian manusia dari waktu ke waktu

Tingkat wawasan keputusan berdasar pola mereka menggunakan data

Derajat konsensus ditampilkan dalam berbagai tugas keputusan kelompok

2.3 Lens Model Studies -Evidence

Banyak penelitian telah menggunakan kerangka model lensa untuk memeriksa akurasi
prediksi manusia atas kegagalan bisnis. Tugas ini penting dan realistis bagi investor, petugas
pinjaman bank, kreditur lain, dan auditor. Hal ini secara umum telah diteliti dengan
menyediakan subjek dengan sejumlah isyarat numerik seluruh kasus yang berulang-ulang
dari peristiwa keberhasilan dan kegagalan bisnis yang sebenarnya yang diambil dari data
arsip. Dengan demikian, dalam hal ini, sebuah solusi yang benar berlaku sebagai patokan
untuk membandingkan kinerja manusia.

Model lensa memungkinkan kegiatan analisis memiliki konsistensi atas penilaian, seperti
pakah 'model perilaku manusia' dapat memprediksi lebih akurat daripada seorang manusia.
Hal ini juga memungkinkan analisis kemampuan isyarat untuk memprediksi kejadian tersebut
(prediktabilitas lingkungan menggunakan pembobotan isyarat yang ideal). Selain itu, dapat
memberikan wawasan mengenai tingkat kesepakatan antara para pengambil keputusan.

Lens model studies dikembangkan dengan menggunakan representasi matematis dari


pola individu atas penggunaan isyarat. Model ini kemudian diterapkan pada kasus yang
dimaksud. Bukti secara konsisten menunjukkan bahwa manusia cukup ahli dalam
mengembangkan prinsip atau model untuk memecahkan keberhasilan atau kegagalan tugas
menggunakan rasio keuangan, namun akan lebih baik jika model mereka sendiri
(disimpulkan dari pola penggunaan isyarat) diterapkan secara matematis. Hal ini karena dua
alasan, yaitu salah pertimbangan isyarat dan mereka tidak konsisten menerapkan aturan
keputusan mereka terkait faktor-faktor seperti kepenatan dan kebosanan. Aplikasi matematika
baik model lingkungan (menggunakan bobot ideal isyarat) atau 'lens model studies yang
benar-benar konsisten dari waktu ke waktu dapat menghilangkan kesalahan acak.

Libby adalah orang pertama yang melakukan penelitian tugas dalam menilai kegagalan
bisnis dan melakukan beberapa penelitian setelah itu. Hal yang muncul dalam literatur adalah
pertanyaan seperti apakah mengungkapkan subjek tingkat aktual atas kegagalan diperlukan
untuk mencapai realisme dalam tugas atau tidak. Tingkat aktual dari kegagalan bisnis sangat
rendah, kurang dari 5 persen. Oleh karena itu, subjek, kecuali mereka mengatakan
sebaliknya, membawa ke tugas penilaian, harapannya bahwa jumlah kasus kegagalan akan
menjadi marjinal.

Variasi lain dari garis penelitian ini termasuk mengamati efek yang memungkinkan
subyek untuk memilih rasio mereka sendiri dengan memeriksa dampak dari informasi yang
berlebihan dan menganalisis tingkat keyakinan bahwa para pengambil keputusan
menempatkan penilaian mereka dan apakah keyakinan mempengaruhi akurasi. Abdel-Khalik
dan El-Sesai menyimpulkan bahwa itu adalah pilihan informasi subyek yang ketepatannya
terbatas. Simnett dan Trotman menemukan bahwa meskipun subjek dapat menggunakan
semua informasi dari rasio yang mereka pilih sendiri, mereka tidak dapat meningkatkan
kinerja apabila diminta untuk menerapkan model bobot ideal - isyarat. Para penulis ini
menyimpulkan bahwa ketika subjek tidak dapat memilih rasio mereka sendiri, maka kinerja
pengolahan informasi menurun.

Informasi literatur yang berlebihan memiliki implikasi kepada penyajian dan


pengungkapan masalah dalam akuntansi keuangan. Ini memberikan bukti kesepakatan yang
rendah yang membuat konsistensi untuk individu mengalami kelebihan. Seiring jumlah
9

peningkatan informasi, diperkirakan penggunaan dan integrasi informasi meningkat. Namun,


di luar beberapa titik, hasil informasi tambahan dalam penurunan pada jumlah informasi
terintegrasi ke dalam tugas pengambilan keputusan. Libby mencatat bahwa penambahan
isyarat yang kurang valid ke dalam satu set yang berisi isyarat lebih valid dalam mengurangi
kinerja, tetapi penelitian lain telah mendeteksi tidak ada hubungan seperti itu.

Secara keseluruhan, literatur tentang informasi yang berlebihan telah menghasilkan hasil
yang tidak meyakinkan. Salah satu alasan kurangnya hasil yang jelas melalui penelitian yang
berbeda ini adalah bahwa sebagian besar peneliti tidak berusaha untuk menentukan apakah
data tambahan yang disediakan benar-benar 'informatif', yaitu relevan dengan keputusan di
tangan pada tempat utama. Selanjutnya, ada sedikit upaya untuk melihat apakah para
pengambil keputusan benar-benar menggunakan data tambahan yang disediakan oleh
peneliti.

Literatur penilaian kepercayaan secara konsisten menemukan bahwa kedua subyek ahli
dan non-ahli terlalu percaya pada kemampuan mereka dalam tugas-tugas penilaian tertentu.
Kepercayaan yang berlebihan ini tampaknya berasal dari tiga faktor:

Kecenderungan bagi manusia untuk mencari dan umpan balik positif yang kelebihan

berat.
Keterbatasan sifat dari umpan balik dalam banyak hal (misalnya dalam prediksi

kegagalan dari keputusan untuk tidak meminjamkan jarang dievaluasi)


Saling ketergantungan tindakan dan hasil, seperti misalnya tindakan pemberian
pinjaman atau tidak, pinjaman itu sendiri berhasil mempengaruhi kegagalan

Libby dan Zimmer menemukan bahwa akurasi penilaian ditingkatkan dengan percaya diri
yang meningkat, tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa kepercayaan tidak terkait dengan
akurasi. Setelah memeriksa bukti model lensa yang dikumpulkan dari banyak tugas
keputusan, termasuk prediksi kegagalan, Libby merangkum temuan dari kategori penelitian,
sebagai berikut:
Banyak situasi pengambilan keputusan yang penting seperti prediktabilitas lingkungan
atas ketersediaan informasi yang rendah, namun dalam situasi di mana prediktabilitas
lingkungan relatif tinggi, pencapaian penilaian yang buruk adalah norma.

10

Jika manusia tidak konsisten dan salah pertimbangan isyarat, akan memberikan kontribusi
pencapaian yang buruk. Menggabungkan informasi kuantitatif dalam tugas yang berulangulang tidak muncul untuk menjadikan seseorang melakukan dengan baik. Dengan demikian,
dalam situasi ini, menggantikan orang dengan model (misalnya model regresi lingkungan
manusia, dan persamaan model pembobotan) menunjukkan janji untuk meningkatkan akurasi
prediksi.
2.4 Format dan Penyajian Laporan Keuangan

Pada tahun 1976 Libby mengamati bahwa tiga pilihan dasar untuk meningkatkan
pengambilan keputusan yaitu:

Mengubah penyajian dan jumlah informasi

Mendidik para pengambil keputusan

Mengganti pengambil keputusan baik dengan model sendiri atau dengan cueweighting model (model isyarat-bobot ideal)

Mengingat pentingnya usulan pandangan pertama kepada akuntan, auditor, regulator dan
penentu standar, yang mengejutkan yaitu penelitian telah dilakukan dalam memastikan
format akuntansi presentasi ideal. Studi yang memang ada cenderung dilakukan untuk
memeriksa perubahan radikal untuk penyajian laporan keuangan dalam bentuk grafis
multidimensi (lihat gambar). Namun, dalam menanggapi literatur, para peneliti kembali ke
masalah presentasi ideal format tabel yang lebih tradisional. Informasi literatur ini juga
berhubungan dengan pertanyaan dalam meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan
pengguna laporan keuangan.

11

gambar 2.2 Wajah Chernoff yang menampilkan kondisi perubahan laporan keuangan

Penelitian terakhir menegaskan bahwa dampak dari format dan gaya presentasi yang
berbeda tetap menjadi wilayah yang kompleks yang perlu penyelidikan dalam konteks lebih
spesifik. Dalam dua studi, berdasarkan skenario prediksi kebangkrutan, So dan Smith
meneliti dampak grafis warna, gender, kompleksitas tugas, dan format presentasi yang
berbeda pada keakuratan prediksi sampel terutama dari mahasiswa bisnis sarjana. Dalam
salah satu studi para pembuat keputusan menggunakan baik grafik bar berwarna atau hitamputih rasio keuangan sebagai dasar penilaian mereka dalam tugas yang berbeda yang baik
tinggi atau rendah dalam kompleksitas (sebagaimana diukur oleh tingkat konsistensi dalam
keuangan rasio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa grafis berwarna tidak efektif
menggunakan warna daripada pria. So dan Smith menyimpulkan bahwa penelitian lebih
lanjut perlu dilakukan pada hubungan antara warna dan pengolahan informasi untuk
membantu dalam memahami hasil yang mereka temukan.

Dalam studi lain, So dan Smith memperoleh hasil yang menyatakan panggilan DeSanctis
dan Jarnenpaa disebutkan sebelumnya untuk pendidikan lebih pada penggunaan grafis. So
dan Smith meminta pengambil keputusan mereka untuk bekerja dengan salah satu set berikut
data: kombinasi tabel dan diagram batang, atau tabel dan wajah Chernoff, atau tabel saja. Di
mana kompleksitas informasi itu tinggi, penggunaan tabel saja menyebabkan akurasi
tertinggi, menunjukkan bahwa penggunaan grafis dan representasi bergambar data
sebenarnya menyebabkan penurunan efektivitas pengguna pengambilan keputusan. Salah
satu alasan untuk ini bisa jadi karena keinginan pengambilan keputusan untuk memilih
12

pilihan lebih mudah ketika situasi sangat kompleks, namun representasi grafis dan data
bergambar sering lebih abstrak dan kurang rinci dibandingkan dengan informasi yang
ditemukan dalam tabel. Temuan ini menjadi perhatian di zaman ketika banyak perusahaan
yang beralih ke Internet dan gaya presentasi multimedia untuk berkomunikasi dengan para
stakeholder.
2.5 Accounting and Behaviour
Akuntansi ada sebagai sebuah fungsi yang mengatur aktivitas individu atau sekelompok
individu (didefinisikan sebagai entitas akuntansi). Terdapat pandangan yang berbeda pada
akuntansi yang mengindikasikan bahwa terdapat angka akuntansi mungkin perspektif.
Bahkan dalam suatu periode peraturan pemerintah difokuskan pada pengungkapan akuntansi
oleh perusahaan, terdapat seribu pilihan dan asumsi dibutuhkan antara alternatif teknik
akuntansi dalam persiapan laporan keuangan untuk entitas perusahaan (PT). Burchell et al.
meringkas peran signifikan akuntansi dalam konteks ekonomi yang luas:

Data akuntansi sekarang digunakan dalam awalan dan implementasi pengawasan untuk
stabilisasi ekonomi, harga dan pengendalian upah, untuk peraturan industry khusus dan
sektor komersial dan perencanaan pengembangan ekonomi nasional dalam kondisi perang
dan damai juga dalam kondisi makmur dan depresi. Tidak lama menunjukkan hanya sebagai
sebuah kumpulan kalkulatif rutin, itu fungsi sebagai keterpaduan dan mekanisme yang
berpengaruh untuk manajemen sosial dan ekonomi.

Mempertimbangkan faktor yang memengaruhi perubahan dalam sistem akuntansi dan


sifat dasar pelaporan akuntansi merupakan hal yang penting. Menurut Zimmerman, sistem
akuntansi adalah komponen dasar dalam suatu arsitektur organisasi, manager senior dengan
konstan mencari untuk mengadopsi arsitektur dengan memastikan struktur terbaik pada
perusahaan. Zimmerman menjelaskan, 2 observasi penting mengenai faktor yang
mempengaruhi sistem akuntansi:

1.

Perubahan sistem akuntansi jarang terjadi dalam suatu kekosongan. Perubahan sistem
akuntansi umumnya terjadi pada saat ada perubahan dalam strategi bisnis perusahaan
dan perubahan organisasional yang lain.

13

2.

Perubahan dalam arsitektur organisasional perusahaan, termasuk perubahan dalam


sitem akuntansi, kemungkinan besar terjadi dalam merespon terhadap perubahan stategi
bisnis perusahaan disebabkan oleh goncangan eksternal dari teknologi dan perubahan
kondisi pasar.
Karena itu informasi akuntansi secara signifikan berpengaruh pada perilaku individu

antara suatu entitas dan eksternal terhadapnya. Bagaimanapun, hal itu mempunyai pengaruh
terhadap 2 hal, pada individu (atau sekelompok individu) langsung dan tidak langsung
mempengaruhi struktur sistem akuntansi dan pengungkapan informasi.
2.6 Keterbatasan pada BAR
Sering terdapat kontradiksi (dan membuat frustasi) antara penemuan penelitian serupa
yang berarti bahwa memproses informasi manusia jauh lebih kompleks dari pada
mengembangkan teori dan penelitian. Terdapat tiga level kritikan yang menolak penelitian
ini, yaitu mempunyai keterbatasan:
1. Studi pada topik yang sama menghasilkan hasil yang bertentangan, menghalangi
petunjuk konklusif untuk keputusan pengawasan
2. Subjek penelitian dan letak digunakan dalam penelitian ini seringkali berbeda dari
yang mereka temukan dalam pembuatan keputusan riil
3. Peneliti akuntansi menanyakan apakah pengawasan dipengaruhi oleh penelitian pada
individu pembuat keputusan.
2.7 Masalah Bagi Auditor

BAR dapat memberikan pertanyaan tentang bagaimana orang-orang menggunakan dan


memproses informasi akuntansi, penelitian auditing keperilakuan dapat memeriksa
bagaimana auditor menunjukkan tugas audit dan membuat opini.

AR memeriksa karakteristik high-performing auditor dan faktor yang mempengaruhi


opini auditor. Hasilnya menunjukkan bahwa auditor spesialis industri membutuhkan auditor
lain ketika mereka dalam lingkungan spesialisasi industri. Mereka tampil untuk memproses
14

bagian kecil informasi secara lebih efisien dan efektif untuk mencerminkan eksistensi dari
laporan keuangan. Penelitian eksperimental juga menunjukkan bahwa terdapat interaksi
kompleks antara pengalaman dan keadaan dalam keputusan pelaporan auditor. Selain itu,
penelitian ini menunjukkan bahwa investor memberi reaksi sebagai rasa bahwa auditor
independen lemah ketika auditor menerima pendapatan layanan non-audit dari klien yang
mereka audit bahkan jika auditor independen memang tidak membohongi keputusan yang
dibuat. Bagaimanapun, penelitian eksperimental menjadi menantang ketika mereka mencoba
untuk merealisasikan keseimbangan dan kesederhanaan dalam desain penelitian

15

BAB III
KESIMPULAN
Behavioural accounting research didefinisikan sebagai studi perilaku akuntan atau
perilaku non akuntan dimana mereka dipengaruhi oleh fungsi akuntansi dan laporan.
Behavioural accounting research (BAR), penelitian pasar modal, dan penelitian teori agensi
dapat disebut penelitian positif dalam pengertian bahwa mereka dikaitkan dengan
penemuan fakta. Misalnya, penelitian pasar modal menanyakan mengenai reaksi pasar
sekuritas terhadap informasi akuntansi, teori agensi menanyakan mengenai insentif ekonomi
yang berpengaruh dalam pemilihan metodde akuntansi, dan behavioural research yang
menanyakan mengenai bagaimana sebenarnya orang-orang menggunakan dan memproses
informasi akuntansi.

Penelitian di bidang perilaku akuntansi sudah sangat luas dan telah mencakup berbagai
bidang

kegiatan akuntansi.

bidang audit

untuk

Beberapa

meningkatkan

penelitian
pengambilan

mengenai

BAR telah

diterapkan di

keputusan auditor. Sebagai

contoh,

ketika auditor merencanakan cara melakukan audit atas klien tertentu, mereka harus menilai
berapa banyak risiko yang terkait dengan klien.

Terdapat beberapa alasan mengapa BAR dapat dikatakan sangat penting untuk praktisi
akuntasi dan yang lain:

Pasar modal dan teori agensi tidak dilengkapi untuk dapat menjawab pertanyaan
mengenai bagaimana orang menggunakan dan memproses informasi akuntansi.

BAR dapat menyediakan wawasan berharga dan informasi yang berguna

meningkatkan pengambilan keputusan dalam berbagai cara.


BAR berpotensi menyediakan informasi yang bermanfaat untuk regulator akuntansi

seperti Australian Accounting Standart Board (AASB).


BAR juga dapat meningkatkan efisiensi praktek kerja akuntan dan profesi yang lainnya.

16

untuk

Terdapat 3 model utama dalam HJT yaitu brunswick lens model, process tracing model,
dan probabilistic judgment model. Dimana dalam memprosess keputusan mewakili
kemungkinan pernyataan berdasarkan pada dalil Baye. Tiga pendekatan yang lain untuk
menjelaskan model pembuatan keputusan adalah availability, anchoring and adjusment, dan
expert judgment.

Pada tahun 1976 Libby mengamati bahwa tiga pilihan dasar untuk meningkatkan
pengambilan keputusan yaitu:

Mengubah penyajian dan jumlah informasi

Mendidik para pengambil keputusan

Mengganti pengambil keputusan baik dengan model sendiri atau dengan cueweighting model (model isyarat-bobot ideal)

Akuntansi ada sebagai sebuah fungsi yang mengatur aktivitas individu atau sekelompok
individu (didefinisikan sebagai entitas akuntansi). Terdapat pandangan yang berbeda pada
akuntansi yang mengindikasikan bahwa terdapat angka akuntansi mungkin perspektif.
Mempertimbangkan faktor yang memengaruhi perubahan dalam sistem akuntansi dan sifat
dasar pelaporan akuntansi merupakan hal yang penting. Zimmerman menjelaskan, 2
observasi penting mengenai faktor yang mempengaruhi sistem akuntansi:

1. Perubahan sistem akuntansi jarang terjadi dalam suatu kekosongan.

2. Perubahan dalam arsitektur organisasional perusahaan, termasuk perubahan dalam


sitem akuntansi, kemungkinan besar terjadi dalam merespon terhadap perubahan
stategi bisnis perusahaan disebabkan oleh goncangan eksternal dari teknologi dan
perubahan kondisi pasar.

AR memeriksa karakteristik high-performing auditor dan faktor yang mempengaruhi


opini auditor. Hasilnya menunjukkan bahwa auditor spesialis industri membutuhkan auditor

17

lain ketika mereka dalam lingkungan spesialisasi industri. Mereka tampil untuk memproses
bagian kecil informasi secara lebih efisien dan efektif untuk mencerminkan eksistensi dari
laporan keuangan. Penelitian eksperimental juga menunjukkan bahwa terdapat interaksi
kompleks antara pengalaman dan keadaan dalam keputusan pelaporan auditor. Selain itu,
penelitian ini menunjukkan bahwa investor memberi reaksi sebagai rasa bahwa auditor
independen lemah ketika auditor menerima pendapatan layanan non-audit dari klien yang
mereka audit bahkan jika auditor independen memang tidak membohongi keputusan yang
dibuat.

DAFTAR PUSTAKA
Godfrey, Jayne, Allan Hodgson, Ann Tarca, Jane Hamilton, and Scott Holmes. Accounting
Theory, 7th Ed. John Wiley & Sons, Inc. 2010

18

Anda mungkin juga menyukai