PROPOSAL PRAKTIK BIOTEKNOLOGI
PEMBUATAN TAPE KETAN
Nama Anggota Kelompok :
1. Ega Widhatama
2. Khoirunnisa
3. M Taufiqi Arrais
XII MIIA C
(10)
(18)
(24)
KATA PENGANTAR
Alhamdulilah hirobbil alamin,atas rahmat Allah SWT pertama-tama marilah kita
panjatkan puja serta puji kepada-Nya yang telah memperkenankan kami menyusun makalah
ini. Shalawat serta salam semoga Allah curah limpahkan kepada jungjunan kami Baginda
tercinta Rasululah SAW.
Dalam karya ilmiah ini akan dibahas tentang pengertian bioteknologi fermentasi yaitu
dalam pembuatan tape ketan . Selain itu juga akan dibahas tentang proses pembuatan tape
ketan. Karya ilmiah ini ditujukan untuk melengkapi nilai ujian praktik biologi, dan ujian
akhir sekolah.
Kami Sebagai penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan
karya ilmiah ini. Untuk itu, saran dan sumbangan ide yang bersifat membangun dan dapat
meningkatkan mutu karya ilmiah ini di masa yang akan datang.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak
membantu dan yang telah memberi dorongan khususnya kepada guru pelajaran biologi, dan
kepada narasumber yang telah memberikan pengetahuannya kepada penyusun.
Kediri, 31 Januari 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi
Bab I :Pendahuluan
[Link] belakang.....1
1.2. tujuan penelitian1
1.3. rumusan masalah...1
Bab II :Tinjauan Pustaka
2.1. pengertian bioteknologi.2
2.2. pengertian tape ketan.3
[Link]..................................................................................................................3
Bab III :Metode Penelitian
[Link] dan DOV....................4
3.2. alat dan bahan..4
3.3. cara kerja...............................................................................................................4
[Link] tabel............................................................................................................5
[Link]..........................................................................................................6,7
Bab IV : Penutup
4.1. kesimpulan............................................................................................................8
4.2. saran............................................................................................................8
BAB I
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Biologi merupakan suatu ilmu yang berdekatan dengan kehidupan kita sehari-hari dan
biologi merupakan suatu penghubung dari semua ilmu alam dan juga sebagai ilmu yang
mempertemukan ilmu alam dengan ilmu sosial.
Salah satu pokok pembahasan di dalam ilmu biologi adalah Pengantar bioteknologi.
Dimana bioteknologi disini dibagi ke dalam bioteknologi modern dan bioteknologi
konvensional. Salah satu contoh bioteknologi konvensional adalah pembuatan Tape. Dimana
dalam pembuatan tape beralngsung proses fermentasi. Tape dibuat tidak hanya sehari
langsung jadi, tetapi diperlukan waktu berhari-hari untuk proses fermentasinya.
Karya ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat ujian praktek mata
pelajaran biologi. Selain itu juga, penyusunan karya ilmiah ini untuk melatih siswa-siwi
peserta didik dalam membuat suatu laporan karya ilmiah.
[Link] Penelitian
Adapun tujuan-tujuan dilaksanakannya penelitian bioteknologi fermentasi ini,
diantaranya :
1. untuk mengetahui proses pembuatan tape ketan
2. untuk mengetahui proses terjadinya fermentasi
3. untuk mengembangkan bioteknologi tradisional
4. untuk memenuhi salah satu syarat ujian praktek
[Link] Masalah
Adapun rumusan masalah yang di angkat sebagai dasar penulisan dan
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Apa peranan ragi dalam pembuatan nasi ketan menjadi tape ketan ?
2.
Apa yang terjadi pada nasi ketan setelah diberi ragi selama 5 hari ?
-1BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
[Link] Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari kata latin yaitu bio (hidup), teknos (teknologi = penerapan)
dan logos (ilmu). Bioteknologi adalah cabang biologi yang mempelajari pemanfaatan prinsip
ilmiah dan rekayasa terhadap organisme, proses biologis untuk meningkatkan potensi
organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan [Link] diartikan
juga,Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayas genetika secara
terpadu untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.
Bioteknologi dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu bioteknologi modern dan bioteknologi
konvensional. Salah satu contoh dari bioteknologi konvensional adalah pembuatan tape ini.
Dan salah satu contoh dari bioteknologi modern adalah rekayasa genetika.
Ciri-ciri utama bioteknologi adalah adanya benda biologi berupa benda mikro
organisme tumbuhan atau hewan, adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri, dan
produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian.
Generasi pertama adalah bioteknologi sederhana yaitu penggunaan mikroba yang
masih secara tradisional dalam produksi makanan dan tanaman ataupun pengawetan
makanan, sebagai contoh yaitu pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain. Generasi kedua
adalah proses berlangsung dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh pembuatan kompos dan
produksi bahan kimia. Generasi ketiga adalah proses dalam keadaan tidak steril, sebagai
contoh produkasi antibiotic dan hormon. Generasi keempat adalah generasi bioteknologi
baru, sebagai contoh produksi insulin.
[Link] Tape Ketan
Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat
Indonesia. Tape ini dibuat dengan cara difermentasikan selama 2-5 hari, dengan bantuan
bakteri Saccharomyces cerivisiae, Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera.
Fermentasi yang terjadi yaitu perubahan pati menjadi gula, dan oleh ragi gula dirubah
menjadi alcohol, sehingga ketan menjadi lunak, berair, manis, dan berbau alcohol. Proses
fermentasi tersebut adalah:
2(C6H10O5)n + nH2O -> n C12H22O11
Amilum/patiamilase matosa
C12H22O11 + H2O -> 2C6H12O6
Maltosa maltase glukosa
C6H12O6 -> 2C2H5OH + CO2glukosa alcohol
-22.3. Hipotesis
Dari teori yang kami dapatkan maka hipotesis kami, fungsiragi (Saccharomyces
cereviseae) dalam pembuatan tape ketan adalah membantu mengubah glukosa menjadi etanol
(etil alkohol) dan karbon [Link] dalam waktu tiga hari nasi ketan akan menjadi tape
yang mempunyai rasa manis dan jika dibiarkan selama satu minggu akan diperoleh cairan
tuak.
-3-
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Variabel dan DOV
a. Variabel Bebas
i. Ragi tape
a. 7 gram
b. 9 gram
c. 11 gram
b. Variabel kontrol
i. Jumlah tape ketan
c. Variabel Terikat
i. rasa tape ketan
[Link] dan bahan
Bahan :1. beras ketan hitam,putih,hijau kg
2. ragi 7gram, 9 gram, dan 11 gram
3. daun pisang 10 lembar
4. air
Alat : 1. toples mini
2. sendok
3. bakul
[Link] kerja
1. Beras ketan dimasukan ke dalam bakul dan dicuci dengan air sampai bersih, dan
setelah itu tiriskan.
2. Bersihkan toples sampai bersih kemudian tiriskan.
3. Setelah ditiriskan, beras ketan dinanak sampai matang, dan dinginkan sampai nasi
ketan tersebut benar-benar dingin.
4. Bubukkan ragi sampai menjadi serbuk.
5. Setelah dingin, nasi ketan tadi ditaburi dengan serbuk ragi dan gula pasir secara
merata (hindari pemberian ragi dalam keadaan nasi ketan panas)
6. Setelah merata, masukan nasi ketan tersebut ke dalam toples atau dibungkus
dengan daun pisang.
7. Simpan selama 5 hari.
8. Tape ketan siap disajikan.
-43.4 Format Tabel
PEMBANDING
Tekstur beras
Kadar air
Aroma
Rasa
HARI KE-1
HARI KE-3
HARI KE-5
Lunak
Agak lembut
Lumayan banyak
Banyak
Sudah berbau
Berbau sekali
Masam
Manis
Lembut
-53.5.
Pembahasan Penelitian
Pembuatan tape ketan hitam memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi.
Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape ketan hitam. Agar
pembuatan Tape Ketan Hitam berhasil dengan baik alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan
harus bersih, terutama darilemak atau minyak . Alat-alat yang berminyak jika dipakai untuk
mengolah bahan tape bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. Air yang digunakan juga
harus bersih menggunakan air hujanbisa mengakibatkan tape tidak berhasil dibuat. Dalam
pembuatan tape ini menghasilkan tape yang lunak dan air tape yang menggandung alkohol
akibat dari fermentasi dari ragi dan jumlah berat tape yang dihasilkan juga 2 kali lipat dari
bahan baku beras ketan hitam yang dibuat.
Dalam pembuatan tape ketan hitam faktor yang menunjang keberhasilan adalah
sedikit banyaknya udara dan kualitas ragi yang digunakan semangkin sedikit udara yang
masuk dalam proses fermentasi selama 3-4 hari akan menghasilkan ketan hitam yang lunak
dan air yang banyak itu juga di pengaruhi oleh kualitas ragi yang digunakan.
Selama proses yang kami kerjakan tidak ada kendala yang berat karena kami
melakukan pembuatan tape ketan hitam sesuai langkah yang kami buat sebelumnya.
Dalam proses pembuatan tape ketan hitam juga mempunyai mitos bahwa bagi
perempuan yang sedang datang bulan diharapkan tidak dibolehkan membuat tape ketan hitam
ini karena hasil yang didapatkan adalah kegagalan. Walaupun ini tidak logis tetapi faktanya
bisa terjadi.
Keunggulan Tape Ketan Hitam :
Fermentasi tape dapat meningkatkan kandungan Vitamin B1(tiamina) hingga tiga kali
lipat. Vitamin ini diperlukan oleh system saraf ,sel otot, dansistem pencernaan agar dapat
berfungsi dengan baik. Karena mengandung berbagai macam bakteri baik yang aman
dikonsumsi, tape dapat digolongkan sebagai sumber probiotik bagi tubuh. Cairan tape
diketahui mengandung bakteri asam laktat sebanyak satu juta per mililiter atau gramnya.
Produk fermentasi ini diyakini dapat memberikan efek menyehatkan tubuh, terutama
sistem pencernaan, karena meningkatkan jumlah bakteri dalam tubuh dan mengurangi jumlah
bakteri jahat. Kelebihan lain dari tape adalah kemampuannya mengikat dan
mengeluarkan aflatoksindari tubuh. Aflaktosin merupakan zat toksik atau racun yang
dihasilkan oleh kapang, terutama. Toksik ini banyak kita jumpai dalam kebutuhan pangan
sehari-hari, seperti kecap.
Konsums tape dalam batas normal diharapkan dapat mereduksi aflatoksin tersebut.
Di beberapa
Negara tropis yang
mengkonsumsi
singkong
sebagai
karbohidrat
utama, penduduknya rentan menderita anemia. Hal ini dikarenakan singkong
mengandung sianida yang bersifat toksik dalam tubuh manusia. Konsumsi tape dapat
mencegah terjadinya anemia karena mikroorganisme yang berperan dalam fermentasinya
mampu menghasilkan vitamin B12.
-6
Kelemahan Tape Ketan Hitam
Konsumsi Tape Ketan Hitam yang berlebihan dapat menimbulkan infeksi pada darah dan
gangguan sistem pencernaan. Selain itu, beberapa jenis bakteri yang digunakan dalam
pembuatan tape berpotensi menyebabkan penyakit pada orang-orang dengan sistem
imun yang terlalu lemah seperti anak-anak balita, kaum lanjut usia, atau penderita HIV.
Untuk mengurangi
dampak negatif tersebut, konsumsi Tape Ketan Hitam perlu dilakukan secara terkendali dan
pembuatannya serta penyimpanannya pun dilakukan dengan higienis.
Pembuatan Tape Ketan Hitam adalah proses fermentasi yang sangat dikenal di Indonesia.
Proses fermentasi menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat berguna, mulai dari makanan
sampai obat-obatan. Proses fermentasi pada makanan yang sering dilakukan adalah proses
pembuatan tape, tempe, yoghurt, dan tahu.
Produk fermentasi mengandung energi kimia yang tidak teroksidasi penuh tetapi tidak
dapat mengalami metabolisme lebih jauh tanpa oksigen atau akseptor elektron lainnya (yang
lebih highly-oxidized) sehingga cenderung dianggap produk sampah (buangan).
Konsekuensinya adalah bahwa produksi ATP dari fermentasi menjadi kurang effisien
dibandingkan oxidative phosphorylation, di mana pirufat teroksidasi penuh menjadi karbon
dioksida.
Fermentasi menghasilkan dua molekul ATP per molekul glukosa bila dibandingkan
dengan 36 ATP yang dihasilkan respirasi aerobik.
Walaupun fermentasi sangat membantu dalam waktu pendek dan intensitas tinggi untuk
bekerja, ia tidak dapat bertahan dalam jangka waktu lama pada organisme aerobik yang
kompleks. Sebagai contoh, pada manusia, fermentasi asam laktat hanya mampu menyediakan
energi selama 30 detik hingga 2 menit
-7BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Fermentasi alcohol adalah proses respirasi anaerob (tanpa oksigen) yang mengubah
gula hingga menjadi alcohol (etanol) melalui beberapa tahap. Pada pembuatan tape ini
fermentasi yang terjadi yaitu perubahan pati menjadi gula, dan oleh ragi gula dirubah menjadi
alcohol. Sehingga ketan menjadi lunak dan, berair,manis dan agak berbau alcohol.
Berdasarkan hasil praktikum kami dalam pembuatan tape ini, dapat dikatakan 50% berhasil
dalam meneliti proses fermentasi alcohol. Karena berdasarkan hasil tape yang sudah jadi, ada
yang terasa manis dan ada yang terasa asam. Ini diperkirakan kurang rapat pada saat
pembungkusan sehingga menyebabkan adanya udara masuk.
B.
SARAN
Saran yang dapat penyusun sampaikan untuk praktikum-praktikum selanjutnya yaitu
diharapkan kepada praktikan selanjutnya agar lebih memperhatikan bagaimana pembuatan
tape tersebut supaya pembuatan tape tersebut berlangsung sempurna.
-8-