0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
333 tayangan19 halaman

Asuhan Keperawatan RDS pada Bayi Prematur

Laporan kasus ini membahas tentang asuhan keperawatan bayi prematur dengan diagnosa RDS, preterm infant, dan BBLR. Terdapat beberapa masalah keperawatan yang diidentifikasi yaitu gangguan pola napas, perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan, dan cemas pada ibu akibat kurangnya pengetahuan tentang kondisi dan perawatan bayinya. Rencana asuhan mencakup intervensi untuk meningkatkan pola napas, memenuhi

Diunggah oleh

Abdul Aziz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
333 tayangan19 halaman

Asuhan Keperawatan RDS pada Bayi Prematur

Laporan kasus ini membahas tentang asuhan keperawatan bayi prematur dengan diagnosa RDS, preterm infant, dan BBLR. Terdapat beberapa masalah keperawatan yang diidentifikasi yaitu gangguan pola napas, perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan, dan cemas pada ibu akibat kurangnya pengetahuan tentang kondisi dan perawatan bayinya. Rencana asuhan mencakup intervensi untuk meningkatkan pola napas, memenuhi

Diunggah oleh

Abdul Aziz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN BAYI NY I


DENGAN RDS + PRE TERM INFANT (34 MG) + BBLR
DI RUANG NEONATOLOGI ANTHURIUM LT 2 RSHS BANDUNG

Diajukan untuk memenuhi tugas program profesi ners XXXII


stase keperawatan Anak

Oleh:
ANA RATNANINGSIH
220112160006

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXXII


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

ASUHAN KEPERAWATAN BAYI NY I

DENGAN RDS + PRE TERM INFANT (34 MG) + BBLR


DI RUANG NEONATOLOGI ANTHURIUM LT 2 RSHS BANDUNG

I.

PENGKAJIAN ANAK
1. Identitas Klien
Nama
: By. Ny. I
Tanggal lahir
: 26 November 2016
Agama
: Islam
Kultur
: Sunda
Diagnosa Medis

2.
3.

: RDS + PTI (34 mg) + BBLR

Tanggal dikaji
: 5 Desember 2016
Tgl masuk RS
: 26 November 2016
No Medrec
: 0001576896
Nama ayah/ibu
: Tn. F/ Ny. I
Pekerjaan ayah/ibu : Buruh / IRT
Pendidikan ayah/ibu: SMP/SMP
Keluhan utama /Alasan Masuk RS
Sesak napas
Riwayat Kesehatan sekarang
Klien tampak sesak napas, RR 74x/menit disertai adanya retraksi
suprasternal, Intercostae dan retraksi subcostal. Sesak terlihat
bertambah pada saat klien menangis dan berkurang pada saat klien
tertidur lelap. Sesak dirasakan klien terus menerus.
Riwayat kehamilan dan kelahiran
a. Prenatal
Menurut pengakuan ibu klien, selama hamil

Ibu tidak pernah

mengalami keluhan apa-apa. Tidak ada riwayat minum obat dan


alkohol.
b. Natal
Klien lahir spontan dengan BBL 1700 gr, PBL 42 cm, LK 30 cm,
LLA 6 cm, lingkar dada 32 cm. Lama persalinan < 1 jam dengan
nilai APGAR 7 9.
Plasenta berat 500 gr, dengan ukuran 15 x 20 cm. Dan terdiri dari 1
chorion dan 1 amnion.
c. Post natal
Dari sejak lahir klien belum pernah pulang ke rumah karena
kondisinya, klien bahkan sempat mengalami henti napas dan
2

direncanakan masuk NICU tetapi NICU penuh dan keluarga


menolak untuk dilakukan intubasi.
4. Riwayat Keluarga
Ibu klien mengatakan didalam keluarganya ada yang menderita penyakit
diabetes melitus yaitu nenek klien dari pihak ibu. Adapun penyakit
berat lainnya seperti jantung,asma , hipertensi, TB dan kanker ibu
menyangkalnya.
5. Genogram

Keterangan :
: Perempuan
: Laki-laki
: Penderita DM
: Klien
: Tinggal serumah dengan ibu klien
6. Riwayat Sosial
Menurut pengakuan ibu klien, dirinya hanya seorang ibu rumah tangga
yang aktivitas sehari-harinya mengurus rumah tangga dan bersosialisasi
dengan tetangga yang pada umumnya masih merupakan saudaranya

juga. Hubungan dengan tetangga terjalin dengan baik. Beberapa orang


tetangganya sudah ada yang membesuk ke RSHS. Tidak banyaknya
tetangga yang membesuk dikarenakan jarak yang jauh dari tempat
tinggal ibu klien di pangalengan.
7. Kebutuhan dasar
a. Makan dan minum
Klien masih dipuasakan, Nutrisi diberikan melalui parenteral.
b. Eliminasi
Klien BAB dan BAK tidak ada kelainan.
c. Tidur
Klien tidur nyenyak didalam inkubator dan terbangun disaat merasa
tidak nyaman seperti BAB dan BAK atau merasakan sakit.
d. Bermain
Klien belum berespon saat diajak bermain
8. Pemeriksaan fisik
a. Tanda-tanda Vital :
HR: 164x/menit, RR: 76x/menit, S: 36,8OC.
Down score : 4, Stase : 3. CRT : 3 detik
Terpasang NCPAP dengan PEEP 7 FiO2 21 % dan SaO2 yang
dihasilkan 95 %
b. Kepala :
Ubun-ubun besar datar dan lembut
Pernapasan cuping hidung
Perioral sianosis
Terpasang OGT untuk dekompresi. Produksi OGT putih
kecoklatan 1cc
c. Dada
Bentuk dan pergerakan simetris
Retraksi suprasternal (+)
Retraksi intercostae (+)
Retraksi subcostal (+)
d. Abdomen
Bentuk cembung dan lembut, LP 29,3 cm.
e. Ekstremitas
Akral hangat, gerakan aktif dan simetris, terpasang infus ditangan
kiri 3 line dan tangan kanan 1 line
f. Genetalia dan anus
Bentuk dan fungsi tidak ada kelainan. BAB dan BAK normal
9. Pemeriksaan perkembangan
Bayi baru berusia 9 hari dan dirawat di RS sejak lahir karena kondisinya
yang memburuk.. Pemeriksaan ballard score pada usia 1 hari didapatkan
hasil 25 (12 +13).
4

Kematangan neuromuskular : 12
Kematangan fisik
: 13
Jumlah
: 25
Setelah konversi ke usia kehamilan didapat nilai 34 minggu dan itu
sesuai dengan taksiran usia kehamilan berdasarkan HPHT maupun
pemeriksaan dokter.

10. Pemeriksaan Penunjang


Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 3 Desember 2016
Jenis pemeriksaan
Hb
Hematocrit
Trombosit
Eritrosit
Index eritrosit
MCV
MCH
MCHC
Leukosit
Hitung Jenis Leukosit
Basofil
Eosinofil

Hasil
11,9
37
190000
3,71

Nilai rujukan
11,5-15,5
35 - 45
150000-450000
4,19 5,96

98,7
32,1
32,5
18000

77 - 95
25 - 33
31 - 37
4500 13.500

0
0

0,1 - 1
16

Batang
Segmen
Limfosit
Monosit
Metamielosit
Mielosit
Kimia Darah
Billirubin Total
Billirubin direk
GDS
CRP Kuantitatif
Natrium
Kalium
Kalsium
11. Informasi Tambahan

3
62
16
13
1
2

35
33 59
33 50
2 10

14,95
1,34
148
19,1
134
4,6
5,15

1,0 10,5
< 0,6
< 140
<5

BB lahir 1700 gram


BB pada saat pengkajian 1500 gram
Terapi yang diberikan :

II.
No

a. Cairan dan nutrisi


Dex 10 %
: 137 ml
Dex 40%
: 17 ml
NaCl 3 %
: 9 ml
Total 171 ml = 7,1 ml/jam
Potasium Clorida 7,4:2 ml
Kalsium Glukonat : 6 ml
Aminosteril 6% 3g/kgbb/hr = 9,6 g/hr = 6,4 cc/jam
b. Obat-obatan :
Cefotaxim
2 x 85 mg IV
: jam 09 - 21
Amikasin
1 x 30 mg tiap 36 jam IV
: Jam09
Fluconazole maintenance 1 x 15 mg
: Jam 09
Aminophylin
3 x 2,5 mg IV
: jam 09 17 - 01
Dopamin 60 mcg/KgBB = 20 mcg untuk 1 cc/jam
Dobutamin 60 mcg/KgBB = 20 mcg untuk 1 cc/jam
ANALISA DATA
Data

Etiologi

masalah

DS : DO:
Klien tampak sesak
RR 76x / menit
Retraksi suprasternal (+)
Retraksi intercostae (+)
Retraksi subcostal (+)
Terpasang NCPAP dengan
PEEP 7 FiO2 21 % dan
SaO2 yang dihasilkan 95

Bayi lahir prematur


Inadekuat surfaktan

Gangguan
pola napas

compliance paru
usaha napas
Ventilasi
Perubahan pola napas

%
CRT : 3 detik
Perioral sianosis

DS : DO :
- BB klien tidak mengalami

Bayi lahir prematur


Inadekuat surfaktan
Alveolus kolaps

penurunan
Ventilasi

BB lahir 1700 gram

Gut feeding tidak berhasil


Retensi lambung (+)
Reflek menghisap kurang
Klien dipuasakan
DS : Ibu klien mengatakan

tubuh

Mortilitas usus menurun dan


penyerapan berkurang
Kekurangan nutrisi
Bayi lahir prematur
Imatur paru

penjelasan tentang penyakit

Cemas pada
orang tua /
ibu

Klien sesak napas, kondisi


memburuk

tetap cemas memikirkan


kondisi anaknya karena
bingung mengapa anaknya

kebutuhan

Takhipnea

sudah mendapatkan
anaknya tetapi ibu mengaku

dari

Peningkatan usaha bernapas

1500 gram
-

nutrisi
kurang

kenaikan bahkan terjadi

BB pada saat pengkajian

Perubahan

Cemas pada orang tua / ibu

sseperti itu, ibu juga

mengaku kurang paham

Kurangnya pengetahuan dan

bagaimana perawatannya

pemahaman

nanti dirumah
DO : ibu tampak cemas dan
bingung saat membicarakan
kondisi anaknya.
III.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan defisiensi surfaktan
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
fungsi penyerapan menurun
3. Cemas pada orang tua / ibu berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan dan pemahaman ibu ditandai dengan ibu mengatakan tidak
paham tentang penyakit, prosedur tindakan dan perawatan bayi
selanjutnya dirumah.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


No

DIAGNOSA
KEPERAWATAN

Pola napas tidak


efektif
berhubungan
dengan defisiensi
surfaktan

PERENCANAAN
TUJUAN
Tujuan : Pola napas efektif
Kriteria :

INTERVENSI

normal
Oksigenasi adekuat
Tidak ada retraksi suprasternal,

observasi

berikan O2 tidak lebih dari

dengan krap.
Observasi apnea dan cyanosis

Bantu

ekspansi paru maksimal.


Observasi respon anak untuk

posisi

anak

untuk

Deteksi dini status pernafasan dan

mempertahankan gas darah optimal


Memberikan rasa nyaman dan agar ada

upaya untuk bernafas


Mencegah
turunnya
mekanik

Suction jika diperlukan

penyakit.
mencegah turunnya kosentrasi O2 dan
menurunkan kebutuhan-kebutuhan air

ekspansi paru maksimal

Deteksi dini status pernafasan dan


pengenalan diri perubahan perjalanan

40% hangatkan dan lembabkan

intercostae maupun subcostal


- Suara nafas vesikuler
- CRT < 3 detik

atau

perubahan status pernafasan

Mempertahankan pola nafas


efektif
Irama nafas, kedalaman nafas

Monitor

RASIONAL

dan

kosentrasi
kemungkinan-

kemungkinan terjadi komplikasi.


Mengurangi penumpukan sekret

Perubahan

nutrisi

kurang

Kebutuhan

nutrisi

terpenuhi

dengan kriteria
kebutuhan
tubuh Mencapai status nutrisi
normal dengan berat badan
berhubungan dengan
yang sesuai
reflek
hisap
Mencapai kadar gula darah

menurun,.
normal
Mencapai
keseimbangan
intake dan output
Bebas
dari

adanya

Mendeteksi adanya penurunan dan

peningkatan berat badan


Diperlukan keseimbangan cairan dan

Cemas pada orang

Setelah dilakukan tindakan 3 x

tua

24

ibu

jam,

Cemas

keluarga/ibu hilang / berkurang,

kurangnya

dengan kriteria :
- ibu mengatakan sudah paham

dan

pemahaman

ibu

tentang kondisi bayi


perawatan

selanjutnya dirumah

pada

berhubungan dengan
pengetahuan

Berikan

glukosa

5-10%

kebutuhan kalori secara parsial.

banyaknya sesui umur dan berat


badan
Monitor adanya hipoglikemi

tentang bagaimana cara merawat

nutrisi

inadekuat

menyebabkan penurunan glukosa dalam

Monitor adanya komplikasi GI :

darah.
Mempertahankan nutrisi cukup energi
dan keseimbangan intake dan output

Frekuensi muntah
Identifikasi ketidaktahuan ibu,

kaji keperluan edukasi bagi ibu

nanti
- ibu mengatakan cemasnya
terlihat

Dapat

mengidentifikasi

menentukan

Berikan kesempatan ibu untuk


mengungkapkan

perasaan

cara merawat bayi dirumah nanti


Dorong anggota keluarga yang lain
(suami dan orang tuanya) untuk
10

yang

informasi

apa

yang

dibutuhkan ibu
Perasaan cemas yang di ekspresikan/
diungkapkan

cemasnya
Jelaskan dan ajari ibu bagaimana

hal

menyebabkan ibu cemas dan untuk

bayinya di rumah post rawat

berkurang/ hilang
- wajah ibu tidak

Masukan

Distress, Konstipasi / diare,

komplikasi GI :

dan

dari

Timbang BB tiap hari

bisa

menurunkan

ketegangan/ kecemasan.
Meningkatkan rasa optimis ibu bisa

merawat anaknya
Dengan support akan menurunkan
cemas dan meningkatkan rasa percaya

murung

membantu ibu dan memberikan


support

11

diri ibu

CATATAN TINDAKAN KEPERAWATAN

TGL
5/12/
2016

DP
1

IMPLEMENTASI
Mengobservasi TTV

Memonitor

S:-

atau

mengobservasi
perubahan

status

pernafasan

EVALUASI

Mengobservasi

O:
HR: 164x/menit, RR: 76x/menit, S:
36,8OC
Terpasang NCPAP dengan PEEP 7
FiO2 21 % dan SaO2 yang

adanya apneu dan

sianosis
Mengobservasi

keefektifan

pemakaian NCPAP

dihasilkan 95 %
Klien masih tampak sesak
Retraksi suprasternal (+)
Retraksi intercostae (+)
Retraksi subcostal (+)
Sianosis di bibir (+), apneu (-)
A : masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi

Menimbang

hari
Memberikan
10%

yang

didalam

BB

tiap

O:
glukosa

tergabung

nutrisi

yang

parenteral
Memonitor

adanya

hipoglikemi
Memonitor

adanya

komplikasi

S:-

GI

Distress, Konstipasi /
diare,

Frekuensi

muntah

BBA : 1600 gram


GDS : 142
Terpasang nutrisi parenteral
- Dex 10 % : 137 ml
- Dex 40%
: 17 ml
- NaCl 3 % : 9 ml
- Potasium Clorida 7,4 :2 ml
- Kalsium Glukonat : 6 ml
- Total 171 ml = 7,1 ml/jam
- Aminosteril 6% 3g/kgbb/hr
= 9,6 g/hr = 6,4 cc/jam
Klien tidak mengalami diare,

konstipasi dan tidak ada muntah


A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
S : ibu Klien mengatakan mengerti

Mengidentifikasi
ketidaktahuan ibu, kaji

12

keperluan edukasi bagi

apa yang dijelaskan perawat tetapi

ibu

ibu masih merasa cemas apakah

Memberikan

nanti dirinya akan bisa merawat

kesempatan ibu untuk

anaknya.

mengungkapkan

O : Ibu klien masih terlihat cemas /

perasaan cemasnya

bingung

Menjelaskan pada ibu

bagaimana cara merawat

A : masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi

bayi dirumah nanti

CATATAN PERKEMBANGAN
TGL
6/12/1
6

DP
Pola napas

CATATAN
S:-

tidak efektif

O:

berhubungan

PARAF

HR: 160x/menit, RR:

dengan

62x/menit, S: 37OC, CRT < 3

defisiensi

detik
Terpasang

surfaktan

NCPAP

dengan

PEEP 5 FiO2 21 % dan SaO2

yang dihasilkan 98 %
Klien
tampak
sesaknya

berkurang
Retraksi suprasternal (-)
Retraksi intercostae (-)
Retraksi subcostal (+)
Sianosis di bibir (+), apneu (-)
Dobutamin sudah distop

A:
Pola napas tidak efektif berhubungan
dengan defisiensi surfaktan
P:
Observasi TTV

13

Monitor keefektifan pemakaian


NCPAP
Observasi adanya perubahan status
pernapasan
Observasi adanya sianosis dan
apneu

I:

Mengobservasi TTV

Monitor
NCPAP

keefektifan

Memonitor

atau

pemakaian

mengobservasi

perubahan status pernafasan

Mengobservasi adanya apneu dan


sianosis

E : masalah belum teratasi


R : lanjutkan intervensi
Perubaha S : n nutrisi O :

kurang
dari
kebutuha
n

tubuh

berhubun
gan
dengan
fungsi
penyerap
an

menurun

BBA : 1500 gram


GDS : 124
Klien di coba gut feeding 3 ml
tetapi gagal, retensi (+)
Terpasang nutrisi parenteral
- Dex 10 % : 137 ml
- Dex 40%
: 17 ml
- NaCl 3 % : 9 ml
- Potasium Clorida 7,4 :2 ml
- Kalsium Glukonat : 6 ml
- Total 171 ml = 7,1 ml/jam
- Aminosteril 6% 3g/kgbb/hr =
9,6 g/hr = 6,4 cc/jam
Klien tidak mengalami

diare,

konstipasi dan tidak ada muntah


A:

Perubahan

nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

tubuh

berhubungan

dengan fungsi penyerapan menurun


P:

Timbang BB tiap hari

14

Berikan glukosa 10% yang tergabung

didalam nutrisi yang parenteral


Monitor adanya hipoglikemi
Monitor adanya komplikasi

GI

Distress, Konstipasi / diare, Frekuensi


muntah :

I:

Menimbang BB tiap hari


Memberikan glukosa
tergabung

didalam

10%

yang

nutrisi

yang

parenteral
Memonitor adanya hipoglikemi
Memonitor adanya komplikasi GI :
Distress, Konstipasi / diare, Frekuensi
muntah

E : masalah belum teratasi


R : lanjutkan intervensi
3

Cemas

pada

DP 3 tidak bisa dilakukan intervensi

orang tua / ibu

tindak lanjut karena orang tua klien /


ibu tidak menengok bayinya / tidak
bertemu dengan perawat.

CATATAN PERKEMBANGAN
TGL
7/12/1
6

DP
Pola napas

S:-

tidak efektif

O:

berhubungan

CATATAN

PARAF

HR: 153x/menit, RR:

dengan

60x/menit, S: 36,6OC, CRT < 3

defisiensi

detik
NCPAP (+) distop ganti nasal

canul 0,5 lpm, SaO2 95%


Sesak klien tampak

berkurang
Retraksi suprasternal (-)
Retraksi intercostae (-)
Retraksi subcostal (-)

surfaktan

15

jauh

Sianosis di bibir (-), apneu (-)


Dopamin sudah distop

A:
Pola napas tidak efektif berhubungan
dengan defisiensi surfaktan
teratasi sebagian
P:
Observasi TTV
Observasi adanya perubahan status
pernapasan
Observasi adanya sianosis dan
apneu
I:

Mengobservasi TTV
Memonitor
atau

mengobservasi

perubahan status pernafasan

Mengobservasi adanya apneu dan


sianosis

E : masalah teratasi sebagian


R : lanjutkan intervensi
Perubaha S : n nutrisi O :
kurang
dari
kebutuha
n

tubuh

berhubun

gan
dengan
fungsi
penyerap
an
menurun

BBA : 1500 gram


GDS : 98
Klien diberikan makan ASI/PASI 8
x 5 cc, retensi (-)
Terpasang nutrisi parenteral
- Dex 10 % : 137 ml
- Dex 40%
: 17 ml
- NaCl 3 % : 9 ml
- Potasium Clorida 7,4 :2 ml
- Kalsium Glukonat : 6 ml
- Total 171 ml = 7,1 ml/jam
- Aminosteril 6% 53 ml = 2,2
cc/jam
Klien tidak

mengalami

diare,

konstipasi dan tidak ada muntah


A:

Perubahan

16

nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

tubuh

berhubungan

dengan reflek hisap menurun


P:

Timbang BB tiap hari


Berikan glukosa 10% yang tergabung

didalam nutrisi yang parenteral


Monitor adanya hipoglikemi
Monitor adanya komplikasi

GI

Distress, Konstipasi / diare, Frekuensi


muntah :

I:

Menimbang BB tiap hari


Memberikan glukosa
tergabung

didalam

10%

yang

nutrisi

yang

parenteral
Memonitor adanya hipoglikemi
Memonitor adanya komplikasi GI :
Distress, Konstipasi / diare, Frekuensi
muntah

E : masalah belum teratasi


R : lanjutkan intervensi
3

Cemas

pada

DP 3 tidak bisa dilakukan intervensi

orang tua / ibu

tindak lanjut karena orang tua klien /


ibu tidak menengok bayinya / tidak
bertemu dengan perawat.

CATATAN PERKEMBANGAN
TGL
8/12/1
6

DP
Pola napas

S:-

tidak efektif

O:

berhubungan

CATATAN

HR: 152x/menit, RR:48x/menit,

S: 36,6OC, CRT < 3 detik


O2 0.5 lpm dengan nasal canul

0, SaO2 96%
Sesak klien

dengan
defisiensi
surfaktan

PARAF

17

tampak

jauh

berkurang
Retraksi suprasternal (-)
Retraksi intercostae (-)
Retraksi subcostal (-)
Sianosis di bibir (-), apneu (-)
Akral hangat

A:
Pola napas tidak efektif berhubungan
dengan defisiensi surfaktan
teratasi sebagian
P:
Observasi TTV
Observasi adanya perubahan status
pernapasan
Observasi adanya sianosis dan
apneu
I:

Mengobservasi TTV
Memonitor
atau

mengobservasi

perubahan status pernafasan

Mengobservasi adanya apneu dan


sianosis

E : masalah teratasi sebagian


R : lanjutkan intervensi
Perubaha S : n nutrisi O :
kurang
dari
kebutuha
n

tubuh

berhubun
gan
dengan
fungsi
penyerap

BBA : 1550 gram


GDS : 81mg/dl
Klien diberikan makan ASI/PASI 8
x 5 cc, retensi (-)
Terpasang nutrisi parenteral
- Dex 10 % : 137 ml
- Dex 40%
: 17 ml
- NaCl 3 % : 9 ml
- Potasium Clorida 7,4 :2 ml
- Kalsium Glukonat : 6 ml
- Total 171 ml = 7,1 ml/jam
- Aminosteril 6% 53 ml = 2,2

18

an
menurun

cc/jam
- Lipopundin 0,3 ml / jam
Klien tidak mengalami diare,
konstipasi dan tidak ada muntah

A:

Perubahan

nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

tubuh

berhubungan

dengan reflek hisap menurun


P:

Timbang BB tiap hari


Berikan glukosa 10% yang tergabung

didalam nutrisi yang parenteral


Monitor adanya hipoglikemi
Monitor adanya komplikasi

GI

Distress, Konstipasi / diare, Frekuensi


muntah :

I:

Menimbang BB tiap hari


Memberikan glukosa
tergabung

didalam

10%

yang

nutrisi

yang

parenteral
Memonitor adanya hipoglikemi
Memonitor adanya komplikasi GI :
Distress, Konstipasi / diare, Frekuensi
muntah

E : masalah teratasi sebagian


R : lanjutkan intervensi
3

Cemas

pada

orang tua / ibu

DP 3 tidak bisa dilakukan intervensi


tindak lanjut karena orang tua klien /
ibu tidak menengok bayinya / tidak
bertemu dengan perawat.

19

Anda mungkin juga menyukai