Protokol Routing Distance Vector
[Link] rida' 4:10:00 PM
RIP merupakan sebuah protokol routing distance vektor yang digunakan dalam
ribuan jaringan diseluruh dunia. Faktanya bahwa RIP merupakan protokol open standar dan
mudah untuk diimplementasikan, membuatnya menarik bagi beberapa administrator
jaringan.
Selain RIP, IGRP juga merupakan protokol routing distance vector. Tidak seperti RIP,
IGRP merupakan sebuah protokol hak milik cisco lebih dibandingkan protokol berbasis
standar. IGRP juga sangat sederhana untuk diimplementasikan. Bagaimanapun, IGRP
merupakan sebuah protokol routing yang lebih kompleks dibandingkan RIP dan dapat
menggunakan beberapa faktor untuk menentukan rute terbaik ke sebuah jaringan tujuan.
Modul ini akan memperkenalkan konfigurasi dan pemecahan masalah IGRP.
Upadate-update routing Distance Vector
Update-update tabel routing terjadi secara periodik atau ketika terjadi perubahan
dalam sebuah jaringan protokol distance vektor. Sama seperti proses discovery jaringan,
update-update perubahan topologi diproses secara sistematis dari router ke router.
Algorithma distance vektor menghubungi setiap router untuk mengirim isi tabel routing ke
setiap tetangganya yang terhubung lansung. Informasi tabel routing termasuk tentang
harga total jalur (total path cost). Harga jalur didefenisikan oleh metrik dan alamat logical
dari router pertama pada jalur ke setiap jaringan dalam tabel.
Distance vector routing loop issues
Routing loop dapat terjadi ketika tabel routing tidak konsisten atau tidak ter-update
disebabkan oleh lambatnya konfergensi dalam perubahan jaringan.
Mendefenisikan sebuah hitungan maksimum
Update yang invalid tentang Network 1 akan berlangsung berulang sampai beberapa
proses lain menghentikan perulangan. Kondisi ini, yang mana dikenal sebagai count to
infinity (hitungan tak terhingga), mengulangi paket mengelilingi jaringan dalam
penyangkalan fakta bahwa jaringan tujuan, yaitu Network 1, sedang down (mati). Selama
router-router count to infinity, informasi yang invalid menyebabkan terjadinya
sebuah routing loop.
Untuk mencegah routing loops ini berkepanjangan, protokol-protokol distance vector
menentukan infinity (tak terhingga) menjadi sebuah bilangan maksimum. Bilangan ini
mengacu pada sebuah metrik routing, yang secara sederhana berupa hitungan hop
(lompatan).
Dengan pendekatan ini, protokol routing mengijinkan routing loop untuk berlansung
sampai metrik melampuai nilai maksimumnya yang diperbolehkan. Gambar
memperlihatkan nilai metrik adalah 16 hop. Ini melampaui default distance vector
maksimun yaitu 15 hop sehingga paket dibuang oleh router. Ketika nilai metrik melampaui
nilai maksimum, Network 1 dianggap tidak dapat dicapai.
Mengatasi routing loops melalui split-horizon
Beberapa routing loop terjadi ketika informasi yang tidak benar dikirimkan kembali ke
sebuah router menyangkal informasi yang benar yang telah didistribusikan router
sebelumnya. Split horizon mengurangi informasi routing yang tidak benar dan pembebanan
routing.
Jika informasi tentang Network 1 datang dari router A, maka router B dan D tidak
boleh menginformasikan tentang Network 1 ke router A.
Route Poisoning
Route Poisoning (meracuni rute) digunakan oleh berbagai protokol-protokol distance
vector untuk mengatasi routing loops yang luas dan menawarkan informasi secara detail
ketika sebuah subnet atau jaringan tidak dapat diakses. Untuk menyelesaikan ini, hitungan
hop biasanya di set ke lebih 1 dari maksimum.
Satu cara untuk mencegah update yang tidak konsisten adalah route poisoning.
Ketika Network 5 dows, Router E akan mengatur sebuah distance yaitu 16 untuk Network 5
untuk meracuni route. Ini mengindikasikan bahwa jaringan tidak dapat dicapai.
Ketika route diracuni, Router C tidak terpengaruh oleh update yang tidak benar
tentang route ke Network 5. Setelah Router C menerima sebuah route poisoning dari Router
E, ia mengirim sebuah update, yang disebut sebuah poison reverse, kembali ke Router E. Ini
untuk meyakinkan semua router-router dalam segmen telah menerima informasi route yang
diracuni.
Ketika route poisoning digunakan dengan triggered update ia akan mepercepat
waktu konvergensi karena router-router tetangga tidak perlu menuggu 30 detik sebelum
mereka mengumumkan route yang diracuni.
Mencegah Routing Loops dengan Trigerred Updates
Tabel-tabel routing baru dikirimkan ke router-router tetangga berdasarkan sebuah
ketetapan. Sebagai contoh, update RIP terjadi setiap 30 detik. Bagaimanapun
sebuah trigered update dikirim secepatnya dalam merespon terhadap beberapa perubahan
dalam tabel routing. Router yang mendeteksi sebuah perubahan topologi secepatnya
mengirim sebuah pesan update ke router-router yang berdekatan. Router-router ini
membangun triggered update untuk memberitahukan perubahan kepada tetangga
mereka. Ketika sebuah route gagal, sebuah update dikirim secepatnya. Trigered update,
digunakan bersamaan dengan route poisoning, memastikan bahwa semua router
mengetahui tentang kegagalan route sebelum holddown timer habis.
Mencegah Routing Loops dengan Holddown Timers
Ketika sebuah router menerima sebuah update dari tetangga, yang mengindikasikan
bahwa jaringan yang sebelumnya dapat diakses saat ini tidak lagi dapat diakses, router
menandai route sebagai yang tidak dapat diakses dan memulai holddows timer. Sebelum
holddown timer habis, jika sebuah update diterima dari tetangga yang sama, yang
mengindikasikan bahwa jaringan dapat diakses, router menandai jaringan sebagai yang
dapat diakses dan membuang holddown timer.
Jika sebuah update tiba dari router tetangga yang berbeda dengan sebuah metrik
yang lebih baik untuk jaringan, router menandai jaringan sebagai yang dapat diakses dan
membuang holddown timer.
Jika sebuah update diterima dari sebuah router berbeda dengan sebuah metrik yang
tinggi sebelum holddown timer habis, update akan diabaikan. Update ini diabaikan untuk
memberikan waktu lebih bagi pegetahuan tentang sebuah perubahan yang mengacaukan
untuk menyebar keseluruh jaringan.
Proses Routing RIP
Versi dari standar open modern adalah RIP, yang kadangkala dikenal sebagai IP RIP,
secara formal didetailkan dalam dua dokumen yang berbeda. Yang pertama dikenal sebagai
Request for Comment (RFC) 1058 dan yang lain sebagai Internet Standard (STD) 56.
RIP telah berevolusi dari tahun ke tahun dari sebuah Classful Routing Protocol, RIP Versi
1 (RIP v1), ke sebuah Classless Routing Protocol, RIP Versi 2 (RIP v2). RIP v2 meningkatkan
beberapa hal berikut :
Kemampuan untuk membawa paket tambahan informasi routing
Mekanisme authentikasi ke update tabel yang aman
Dukungan terhadap variable-length subnet mask (VLSM)
Konfigursi RIP
Perintah router rip mengaktifkan RIP sebagai protokol routing. Kemudian
perintah network digunakan untuk memberitahukan ke router pada interface mana untuk
menjalankan RIP. RIP mengirim pesan routing-update pada interval yang tetap. Ketika
sebuah router menerima sebuah update routing yang berisi perubahan untuk sebuah entri,
ia mengupdate tabel routingnya untuk menggambarkan route baru. Nilai matrik yang
diterima untuk jalur ditambah dengan 1, dan interface sumber dari update diindikasikan
sebagai next hop dalam tabel routing. Router-router hanya mengelola route terbaik ke
sebuah tujuan tetapi dapat mengelola beberapa jalur yang memiliki equal-cost (harga-yang
sama) ke sebuah tujuan.
Untuk mengaktifkan RIP, gunakan perintah-perintah berikut pada mode konfigurasi
global :
Router(config)#router rip Mengaktifkan proses routing RIP
Router(config)#network network-number Menggabungkan sebuah jaringan dengan
prosess routing RIP
Menggunakan Perintah ip classless
Kadangkala sebuah router menerima paket-paket yang ditujukan untuk sebuah
subnet dari sebuah network yang tidak diketahui yang memiliki subnet terhubung secara
langsung. Gunakan perintah konfigurasi global ip classlessuntuk memerintahkan software
IOS cisco untuk meneruskan paket-paket ini ke route supernet terbaik. Sebuah router
supernet merupakan sebuah route yang menangani sebuah jangkauan subnet yang luas
dengan sebuah entry tunggal. Sebagai contoh, jika sebuah enterprise menggunakan
keseluruhan subnet [Link]/16, kemudian sebuah route supernet untuk [Link]/24
akan menjadi [Link]/16. Perintah ip classless telah diaktifkan secara default dalam
software IOS cisco rilis 11.3 keatas. Untuk me-non-aktifkan fitur ini, gunakan
bentuk no terhadap perintah ini.
Load Balancing dengan RIP
Load balancing merupakan sebuah konsep yang mengijinkan sebuah router untuk
memanfaatkan kelebihan dari beberapa jalur terbaik yang diberikan untuk sebuah tujuan.
Jalur-jalur ini dapat secara statik didefenisikan oleh seorang administrator atau dihitung
dengan sebuah protokol routing dinamik seperti RIP.
RIP menawarkan kemampuan load balancing misalnya beberapa jalur seperti 6 jalur equalcost (yang memiliki harga yang sama). RIP melakukan apa yang dikenal sebagai round
robin load balancing. Ini berarti bahwa RIP melakukan giliran meneruskan paket-paket
melalui jalur-jalur paralel.
Load Balancing melalui Beberapa Jalur
Ketika sebuah router mempelajari beberapa route ke sebuah jaringan tertentu, route
dengan administrative distance terendah akan diletakkan dalam tabel routing.
Kadangkala router harus memilih sebuah route diantara beberapa route yang tersedia,
dipelajari melalui proses routing yang sama dengan administraive distance yang sama. Pada
kasus ini, router memilih jalur dengan cost atau matrik terendah ke tujuan. Setiap proses
routing menghitung costnya sendiri secara berbeda dan cost mungkin saja telah
dikonfigurasi secara manual dalam hal untuk mencapai load balancing.
Jika route menerima dan memasang beberapa jalur dengan administrative distance
dan cost yang sama ke sebuah tujuan, load-balancing dapat terjadi. IOS cisco menetapkan
sebuah batasan sampai dengan 6 route equal-cost dalam sebuah tabel routing, tetapi
beberapa IGP mereka memiliki batasan sendiri. EIGRP mengijinkan sampai dengan 4 route
equal-cost.
Secara default, kebanyakan protokol-protokol routing memasang sebuah maksimum
4 route paralel dalam sebuah tabel routing. Route-route statik selalu memasang 6 route.
Pengecualian BGP, yang secara default hanya mengijinkan satu jalur ke sebuah tujuan.
Fitur-fitur IGRP
IGRP merupakan sebuah IGP distance vector. Protokol-protokol routing distance
vector mengukur jarak untuk membandingkan route secara matimatika. Pengukuran ini
dikenal sebagai distance vector. Router-router yang menggunakan protokol-protokol
distance vector harus mengirim semua atau sebagian dari tabel routing mereka dalam
sebuah pesan update routing pada interval yang tetap untuk setiap router. Sebagaimana
informasi routing menyebar keseluruh jaringan, router melakukan beberapa fungsi berikut :
Mengenali tujuan baru
Mempelajari kegagalan
IGRP merupakan sebuah protokol routing distance vector yang dikembangkan oleh
Cisco. IGRP mengirim update routing pada interval 90 detik. Update-update ini
mengumumkan semua jaringan-jaringan untuk sebuah AS yang sama. Karakateristik desain
kunci dari IGRP adalah sebagai berikut:
Memiliki kemampuan secara otomatis menangani topologi-topologi kompleks dan tak
terdefenisi.
Fleksibelitas yang diperlukan pada segment dengan karakteristik bandwidth dan
delay berbeda.
Skalabilitas untuk berfungsi dalam jaringan-jaringan yang luas.
Secara default, protokol routing IGRP menggunakan bandwidth dan delay sebagai
matrik.
Sebagai tambahan, IGRP dapat dikonfigurasi untuk menggunakan sebuah kombinasi
dari varibel-variabel untuk menentukan sebuah matrik gabungan. Variabel tersebut adalah :
Bandwidth
Delay
Load
Reliability
Metrik IGRP
IGRP Menggunakan metrik gabungan (composite metric). Matrik gabungan ini lebih
akurat dibandingkan matrik hitungan hop yang digunakan RIP untuk memiliki sebuah jalur
untuk sebuah tujuan. Jalur yang digunakan memiliki nilai matrik yang paling kecil adalah
route terbaik.
IGRP menggunakan beberapa matrik berikut :
Bandwidth nilai bandwidth yang paling rendah dalam jalur
Delay delay komulatif interface sepanjang jalur
Reliability Kehandalan pada link terhadap tujuan sebagaimana telah ditentukan
oleh pertukaran keepalives.
Load beban pada sebuah link terhadap tujuan berdasarkan atas bit per second.
Delay dan bandwidth bukan merupakan nilai yang diukur, tetapi di set dengan
perintah interface delay dan bandwidth. Sebuah link dengan bandwidth paling tinggi akan
memiliki matrik yang rendah dan sebuah route dengan sebuah delay komulatif lebih rendah
akan memiliki matrik lebih rendah.
Rute-rute IGRP
Bagian ini akan memperkenalkan tiga jenis route-route yang diumumkan IGRP :
Interior
System
Exterior
Interior
Route-route interior adalah route-route antara subnet-subnet atau sebuah jaringan
yang terhubung ke sebuah interface router. Jika jaringan terhubung ke sebuah router tidak
di subnet, IGRP tidak akan mengumumkan route-route interior.
System
Route-route system adalah route-route ke jaringan-jaringan didalam sebuah
autonomous system. Software IOS cisco memperoleh route-route system dari interface
jaringan yang terhubung secara langsung dan informasi route system disediakan oleh
router-router IGRP lain atau server-server akses. Route-rotue system tidak termasuk
informasi subnet.
Exterior
Route-route exterior adalah route-route ke jaringan-jaringan diluar autonomous
system yang dipertimbangkan ketika sebuah gateway tujuan akhir dikenali. Software IOS
cisco memilih sebuah gateway tujuan akhir dari daftar route-route ekterior yang disediakan
IGRP. Software menggunakan gateway tujuan akhir jika sebuah route yang lebih baik tidak
ditemukan dan tujuan tidak terkoneksi ke jaringan. Jika autonomous system memiliki lebih
dari satu koneksi ke sebuah jaringan eksternal, router-router berbeda dapat memilih routerrouter eksterior berbeda sebagai gateway tujuan akhir.
Fitur-fitur stabilitas IGRP
Tiga fitur-fitur yang didesain untuk menambah stabilitas IGRP:
Holddowns
Split horizon
Poison reserve updates
Holddowns
Holddown digunakan untuk mencegah pesan update yang tetap dari sebuah route
yang tidak stabil. Ketika sebuah router down, router-router tetangga mendeteksi hal ini dari
tidak adanya pesan update regular terjadwal.
Split horizon
Split horizon berasal dari pemikiran bahwa tidaklah berguna untuk mengirim infomasi
tentang sebuah route kembali ke arah darimana informasi tersebut datang. Aturan split
horizon membantu mencegah routing loops antara router-router berdekatan.
Poison reverse updates
Poison reverse update digunakan untuk mencegah routing loops lebih meluas.
Penambahan dalam matrik routing biasanya mengindikasikan routing loops. Poison reverse
update kemudian dikirim untuk menghilangkan route dan menempatkannya dalam
holddown. Dengan IGRP, poison reverse update dikirim hanya jika sebuah matrik route telah
bertambah oleh faktor 1.1 atau lebih besar.
Konfigurasi IGRP
Untuk mengkonfigurasi proses routing IGRP, gunakan perintah konfigurasi router
igrp. Untuk mematikan sebuah proses routing IGRP, gunakan bentuk no pada perintah ini.
Sintak perintahnya adalah sebagai berikut :
RouterA(config)#router igrp as-number
RouterA(config)#no router igrp as-number
Nomor AS mengenali proses IGRP
Untuk menentukan sebuah daftar jaringan-jaringan untuk proses routing IGRP,
gunakan perintah konfigurasi router network. Untuk mehilangkan sebuah entri, gunakan
bentuk no dari perintah .
Migrasi RIP ke IGRP
Ketika IGRP diciptkan cisco diawal tahun 1980, ia merupakan perusahaan pertama
yang memecahkan permasalahan penggabungan dengan menggunakan RIP untuk merutekan datagram-datagram antar router-router interior. IGRP memeriksa bandwidth dan delay
dari jaringan-jaringan antar router-router untuk menentukan jalur terbaik melalui sebuah
internetwork. IGRP lebih cepat konvergensi dibandingkan RIP. Ini mencegah routing loop
yang disebabkan oleh tidak adanya persesetujuan melalui sebuah next hop routing. Lebih
lanjut, IGRP tidak berbagi keterbatasan hitungan hop terhadap RIP. Sebagai hasilnya dan
kemajuan lain melaui RIP, IGRP menciptakan lebih luas, kompleks, secara topologi
bermacam-macan internetwork untuk dikembangkan.
Gunakan langkah berikut untuk menkonversi dari RIP ke IGRP :
1.
routing
2.
3.
4.
Masukkan show ip route untuk memeriksa bahwa RIP merupakan protokol
pada router-router yang akan dikonversikan.
Configurasi IGRP pada router A dan B
Masukkan perintah show ip protocols pada router A dan B
Masukkan perintah show ip route pada router A dan router B