0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan14 halaman

Pengertian dan Penerapan Radiator

Dokumen ini membahas tentang penerapan radiator pada kendaraan bermotor dan mesin-mesin lain. Radiator berfungsi untuk menyalurkan panas dari mesin ke udara melalui proses konveksi, konduksi, dan radiasi. Dokumen ini juga menjelaskan prinsip kerja radiator dan contoh penerapan ketiga proses tersebut dalam kehidupan sehari-hari."

Diunggah oleh

Mietha Vicorn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan14 halaman

Pengertian dan Penerapan Radiator

Dokumen ini membahas tentang penerapan radiator pada kendaraan bermotor dan mesin-mesin lain. Radiator berfungsi untuk menyalurkan panas dari mesin ke udara melalui proses konveksi, konduksi, dan radiasi. Dokumen ini juga menjelaskan prinsip kerja radiator dan contoh penerapan ketiga proses tersebut dalam kehidupan sehari-hari."

Diunggah oleh

Mietha Vicorn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN RADIATOR

Di Susun Oleh :
NAMA

NADIATUL HIKMAH

NIM

P07139015030

TINGKAT

1A

DOSEN PEMBIMBING

ALFI ZARISA, S. Pd

FEBDI CHANDRA KIRANA, S. Pd

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES ACEH
JURUSAN DIII-FARMASI

TAHUN 2015-2016

PENERAPAN RADIATOR
PENGERTIAN RADIATOR
Radiator adalah alat penukar panas yang digunakan untuk memindahkan
energi panas dari satu medium ke medium lainnya yang tujuannya untuk
mendinginkan maupun memanaskan. Radiator yang kita kenal pada umumnya
digunakan pada kendaraan bermotor (roda dua atau roda empat), namun tidak
jarang radiator juga digunakan pada mesin yang memerlukan pendinginan ekstra.
Seperti pada mesin mesin produksi atau mesin mesin lainnya yang bekerja dalam
kondisi kerja berat atau lama. Pada kendaraan baik motor atau mobil radiator pada
umumnya terletak di depan dan berada didekat mesin atau pada posisi tertentu
yang menguntungkan bagi system pendinginan. Hal ini bertujuan agar mesin
mendapatkan pendinginan yang maksimal sesuai yang dibutuhkan mesin. radiator
terdiri dari tangki air bagian atas (upper tank), tangki bagian bawah (lower water
tank) dan radiator core pada bagian tengahnya.
RUMUS RADIATOR

PRINSIP KERJA RADIATOR


Sistem pendingin mesin ada 3, yaitu melalui Air pendingin ( radiator),
Udara dan Minyak pelumas, peran radiator dalam sistem pendingin mesin sangat
penting. Seiring dengan waktu, radiator pun bisa bocor. Penyebab utamanya
karena korosi atau karat ataupun terjadinya Krak sehingga aliran air terhambat.
Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tingginya tekanan
air di radiator. Karat bisa timbul kalau air radiator kotor, sedangkan Krak bisa juga
karena pemakaian Coolant yang kurang bagus atau air yang digunakan adalah air
ledeng/ pam atau air sumur. Penggantian secara berkala dengan air yang steril
dapat meminimalisasi kemunculan karat/ krak. Sistem pendingin air terdiri dari
beberapa komponen, yaitu water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, dan
selang air. Secara sederhana, mekanisme kerja sistem pendingin mesin mobil bisa
dibagi menjadi dua, saat mesin dalam kondisi dingin dan panas. Bila mesin masih
dalam keadaan dingin, pendingin diberi tekanan oleh pompa air dan bersirkulasi.
Saat itu thermostat masih tertutup, sehingga cairan bersirkulasi melalui selang
bypass dan kembali ke pompa air.

Radiator Cooling System & Cap radiator & Vacuum Valve


Lain lagi kalau mesin dalam keadaan panas. Setelah mesin menjadi panas,
thermostat terbuka dan katup bypass tertutup dalam bypass sirkuit. Cairan yang
bersuhu panas di dalam water jacket menyerap panas dari mesin kemudian
disalurkan ke radiator. Di radiator, cairan panas tersebut didinginkan dengan kipas
dan putaran udara karena gerak maju kendaraan. Cairan yang bersuhu normal
kemudian disalurkan kembali oleh pompa air ke water jacket.
Peranti radiator berfungsi mendinginkan cairan yang telah panas, setelah

melalui water jacket. Radiator terdiri dari tangki air bagian atas (upper water
tank), bagian bawah (lower water tank) dan radiator core pada bagian tengahnya.
Cairan pendingin masuk ke upper tank dari selang atas (upper hose). Bagian
tangki atas dilengkapi dengan tutup radiator (Cap ) untuk menambah air
pendingin. Selain itu juga dihubungkan dengan slang ke resevoir tank sehingga air
pendingin atau uap yang berlebih dapat ditampung. Khusus tangki bagian bawah
dilengkapi dengan outlet dan keran penguras.
Untuk mendapatkan efek pendinginan yang lebih baik, maka perbedaan
suhu antara udara luar dengan suhu air pendingin dalam radiator haruslah besar,
dengan mempergunakan tutup radiator. Didalam tutup radiator terdapat relief
valve atau klep relief dan vacum valve atau klep vakum yang mengatur agar
tekanan dalam radiator tidak lebih dari 1 atmosfeer (atm) dan air mendidih dalam
radiator diatas 100oC.
Relief valve atau klep relief mempunyai fungsi untuk membuang kelebihan
tekanan dalam radiator, bila telah melewati batas tekanan yang ditentukan oleh
pabrik. Sedangkan vacuum valve atau klep vakum mempunyai fungsi untuk
menyamakan tekanan di dalam radiator dengan tekanan udara luar, apabila suhu
air pendingin dalam radiator turun sampai dibawah titik didihnya.

CARA KERJA RADIATOR


Radiator cap. Tutup radiator ini memiliki pegas klep yang berfungsi saat
dingin, membuka masuk sehingga cairan dari tangki cadangan bisa menambah
volume yang bersirkulasi di radiator. Namun saat panas, tutup ini akan membuka
klep ke arah keluar untuk mengalirkan cairan yang balik ke tangki cadangan.
Nah, sekarang kita balik ke Radiator, benda ini terdiri dari beberapa pipa
kapiler kecil yang tersusun rapi yang bagian luar ditempeli oleh kisi-kisi
aluminium.
Sistem ini bekerja memakai prinsip konveksi, konduksi lalu konveksi dan radiasi.
Pertama-tama, cairan akan dipompakan memasuki silinder block lalu naek
ke atas silinder head untuk mengambil atau menyerap panas mesin akibat

pembakaran. Lalu keluar melalui selang radiator menuju termostat sebagai


pengatur debit aliran, lalu melewati termosensor untuk dibaca panas nya,
kemudian masuk ke radiator dari sisi atas, kemudian mengalir ke pipa2 kapiler
kecil sampai ke bawah.
Panas mesin ini berpindah ke cairan melalui proses konveksi, lalu merambat ke
dinding pipa2 kecil radiator dan terjadilah perambatan konduksi ke seluruh kisikisi.. Lalu dari kisi-kisi akan menyalurkan panas ke udara sekitar, bahkan saat
suhu panas, udara akan dipaksa oleh kipas untuk bertumbukan atau bersinggungan
dengan kisi-kisi radiator.
Nah. Selama proses diatas berjalan sesuai kerjanya dan cairan dalam
keadaan penuh, maka mesin akan bekerja di suhu yang stabil, sehingga
menghasilkan power yang maksimal di berbagai kondisi panas mesin.
Apabila tidak, maka akan timbul istilah "overheating" atau panas
berlebihan.
Hal ini terjadi karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran tidak cepat dibuang
keluar.
faktor-faktor pendukung terjadinya overheating ini.
1. Mesin mengalami modifikasi ekstrem dengan rasio kompresi tinggi. Seperti
CS1 yang mulanya ber cc 125 menjadi 200cc.. Yang ber-rasio kompresi 10,7: 1
menjadi 15 : 1.
2. Volume air kurang. Bisa di akibatkan karena kebocoran air di sistem
pemasangan, volume air yang kurang ini menyebabkan kemampuan menyerap
panas kurang..
3. Lubang pipa dalam radiator tersumbat. Hal ini bisa terjadi jika menggunakan
air sebagai cairan radiator.. Dikarenakan air terdapat unsur, magnesium, kalium
atau kalsium... Sehingga direkomendasikan memakai cairan khusus dari pabrikan
yang sudah dilengkapi dengan anti karat dan anti beku.
4. Kipas tidak bekerja atau rusak. Sehingga panas berlebih ini tidak mendapat
support pendinginan.

PENERAPAN

KONVEKSI,KONDUKSI,DAN

RADIASI

DALAM

KEHIDUPAN SEHARI-HARI
[Link] konduksi
Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara. Namun, zat
tersebut tidak ikut berpindah ataupun bergerak. Contoh dalam kehidupan sehari
hari

yakni:

[Link] air menggunakan panci logam


Dalam kehidupan sehari-hari, peristiwa konduksi dapat diamati misalnya
pada saat memasak air menggunakan panci logam di atas api kompor. Aliran
panas dari api akan merambat melalui atom-atom dalam logam. Logam kemudian
meneruskan panas yang diterimanya dari api ke molekul-molekul air. Logam
merupakan konduktor panas yang baik sehingga panas dari api akan cepat di
hantarkan dan menyebabkan air segera mendidih.
b. Membuat kopi atau minuman panas
Ketika kita membuat kopi atau minuman panas, lalu kita mencelupkan sendok
untuk mengaduk gulanya. Biarkan beberapa menit, maka sendok tersebut akan
ikut panas. Panas dari air mengalir ke seluruh bagian sendok.
c. Membakar besi logam dan sejenisnya
Saat kita membakar besi logam dan sejenisnya. Walau hanya salah satu ujung
dari besi logam tersebut yang dipanaskan, namun panasnya akan menyebar ke
seluruh bagian logam sampai ke ujung logam yang tidak ikut dipanasi. Hal ini
menunjukkan panas berpindah dengan perantara besi logam tersebut.
d. Solder

Untuk melekatkan komponen elektronika ke papan rangkaian kita


menggunakan cairan timah dengan menyoldernya. Solder listrik akan menerima
panas dari konversi energy listrik. Panas dari energy listrik ini akan diterukan ke
ujung logam pada solder yang di sentuhkan ke timah yang diposisikan di kakikaki komponen elektronika yang akan di lekatkan. Setelah beberapa saat, timah
akan meleleh dan pada saat itu solder kita angkat. Timah akan segera mendingin
dan membeku, melekatkan kaki komponen elektronika tadi ke papan rangkaian
denga

kuat.

[Link]
Untuk merapikan dan mensterilkan pakaian, kita memerlukan sesuatu yang
panas namun tidak merusak. Karena itulah kita perlu konduktor untuk
menstransfer panas dari sumber panas tertentu ke pakaian kita. Kita memerlukan
sebuah setrika. Setrika akan menstransfer panas dari sumber panas (mislya panas
dari konversi energi istrik) ke pakaian. Panas di bagian logam pada setrika
bertahan cukup lama sehingga memungkinkan kita menggunakannya untuk
merapikan

pakaian

kita.

[Link]
Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan zat
perantaranya. Ada dua macam konvensi, yaitu konvensi alami dan konvensi
paksa. Lonvensi alami terjadi misalnya pada proses terjadinya angin laut dan
angin darat. Sedangkan konvensi paksa misalnya terjadi pada proses pendinginan
mesin menggunakan air pada radiator mobil dan proses pengeringan
menggunakanhair dryer.
[Link] angin laut dan angin darat Air laut merupakan kalor jenis yang lebih
tinggi daripada daratan, sehingga matahari hanya memberikan efek yang sangat
kecil pada suhu lautan. Sebaliknya, daratan menjadi panas sepanjang siang dan
menjadi dingin sepanjang malam. Di dekat pesisir, perbedaan suhu antara daratan

dan lautan ini menimbulkan angin laut pada siang hari dan angin darat pada
malam hari.
[Link] mobil Pada system pendingin mesin (radiator) air dipaksa mengalir
melalui pipa-pipa dengan bantuan pompa air (water pump).panas mesin yang
tidak dikehendaki dibawa oleh sirkulasi air tersebut menuju radiator. Di dalam
radiator, air didinginkan dengan bantuan udara. Air yang telah mendingin ini
kemudian di pimpa untuk mengulang kembali proses transfer panas dari mesin
mebil ke radiator. Ingat bahwa proses konveksi melibatkan fluida (dalam kasus ini
di wakili oleh air) sebagai penghantar panas. Air yang digunakan dalam radiator
lama-lama akan berkurang akibat penguapan dan akhirnya akan habus. Oleh
karena itu, radiator perlu diisi air kembali untuk memastikan lancarnya proses
pendinginan mesin selama mobil berjalan.
c. Pengering rambut (hairdryer)
Pada alat pengering rambut (hair dryer), kipas angin menarik udara disekitarnya
dan meniupkan kembali setelah di lewatkan pada elemen pemanas di dalamnya.
Dengan proses ini di peroleh arus konveksi paksa udara panas.

3. Aplikasi radiasi
Peristiwa radiasi kalor merupakan proses perpindahan panas melalui radiasi
gelombang elektromagnetik, tanpa perlu medium. Peristiwa radiasi ini dapat anda
simpulkan dari adanya perambatan panas tanpa ada medium berupa fluida
(misalnya angin, air atau asap) maupun zat padat (misalnya logam) yang menjadi
perantaranya.
a. Oven microwave

Gelombang

mikro

(microwave)

merupakan

salah

satu

bentuk

radiasi

elektromagnetik yang mudah diserap oleh molekul-molekul air. Pada oven


microwave, gelombang mikro didistribusiakan dari logam yang berputar serta
logan pada dinding-dindingnya. Gelombang mikro mampu menembus plastic
pembungkus makanan atau pirirng keramik dan akhirnya di serap oleh molekul
molekul air di dalam makanana yang sedang diamasak. Penyerapan energy
gelombang mikro ini akan memanaskan makanan dan menjadikannya matang,
siap dihidangkan
.
b. Radiasi panas dari tungku perapian
Di daerah berhawa dingin,biasanya di negara yang mengenal musim dingain
(salju), penduduk memiliki tungku perapian untuk menghangatkan diri di saat
dingin. Orang-orang hanya perlu berada di dekat tungku perapian yang menyala
untuk bias merasakan udara hangat. Jadi, mereka tak perlu menempatkan diri di
dalam asap perapian atau menggunkan logam yang di bakar untuk meraskan
hangatnya perapian. Mereka hanya cukup mendekat saja dan radiasi
elektromagneti dari api (akan menghantarkan hangatnya api ke tubuh merkan)
c. Radiasi panas dari bola lampu
Ketika kita mendekatkan tangan kita pada bola lampu yang sedang menyala. Rasa
panas lampu akan memengaruhi tangan kita sehingga tangan kita terasa panas.
Hal ini menunjukkan bahwa rasa panas dari lampu dipindahkan secara radiasi atau
pancaran.

CONTOH SOAL:
1.

Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor ?

2.

Jelaskan kebaikan dan kerugian sistem pendingin air dibanding system

pendingin udara.
3.

Jelaskan dengan gambar cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup
radiator

4.

Bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin ?

JAWABAN:
1.
a.

Fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor adalah :


Untuk mengurangi panas motor, karena panas yang dihasilkan oleh.

Pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500 C.
Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang
digunakan pada motor, sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem
pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut.
b.

Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja

yang paling efisien pada berbagai kondisi. Umumnya temperatur kerja motor
antara 82 sampai 99 C. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut,
komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing
komponen menjadi tepat. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan
emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum.
c.

Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan

untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan, kerja motor yang kurang
baik, emisi gas buang yang berlebihan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat
motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan
udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat
menghasilkan kerja motor yang maksimum. Temperatur dinding silinder yang
dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang
banyak mengandung emisi yang merugikan manusia.
d.

Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang, khususnya di

negara-negara yang mengalami musim dingin.

2.

Kebaikan sistem pendingin air antara lain : 1) Temperatur seluruh mesin

lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil ; 2) Ukuran kipas relatif lebih
kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil ; 3) Mantel air dan air dapat meredam
getaran ; 4) Kemungkinan overheating kecil, walaupun dalam kerja yang berat; 5)
Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. Kerugian
sistem pendingin air antara lain :1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air,
radiator, dsb.) ; 2) Waktu pemanasan lebih lama ; 3) Pada temperatur rendah
diperlukan antifreeze ; 4) Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga
mengakibatkan overheating ; 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin.
3.

Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik, maka

tekanannya juga bertambah. Bila tekanan air pendingin mencapai 0,3 1,0 kg/cm 2
pada 110 - 120 C, maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan
melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki
cadangan.
Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti, maka dalam
radiator terjadi kevacuman. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis
untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Kemudian
diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah
benar-benar dingin.
4.

Prosedur pemeriksaan sistem pendingin adalah sebagai berikut :

a. Isilah radiator dengan air pendingin, kemudian pasanglah radiator captester


pada lubang pengisian media pendingin pada radiator
b. Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1,2 kg/cm2 (17,1 psi), dan periksa
bahwa tekanan tidak turun. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada
sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. Oleh karena itu perlu
diperiksa kebocoran pada saluran pendingin, radiator, dan pompa air. Apabila
tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut, maka perlu diperiksa blok
dan kepala.
CONTOH SOAL PERHITUNGAN

1. Suhu udara dalam sebuah ruangan sebesar 20C, sedangkan suhu permukaan jendela
padaruangan tersebut 30C. Berapa laju kalor yang diterima oleh jendelakaca seluas 1,5
m2,jika koefisien konveksi udara saat itu 7,5 X 10J1 kal/s m2 C?
Jawab:

AT=t2t1=30C-20C=10C
A=1,5m2
h =7,5x10-1kal/sm2C
H=h.A.T
(7,5 10 - 1 kal/sm 2 C) (1,5m 2 ) (10C) = 11,25kal
Jadi, laju kalor yang diterima oleh jendela kaca 11,25 kal
[Link] benda memiliki permukaan hitam sempurna bersuhu 127C. Luas
permukaan 300 cm2 memancarkan energi ke lingkungan yang bersuhu 27C.
Tentukan energi per satuan waktu yang dipancarkan benda tersebut.

3. Pada Suhu 2.000 K, Sebuah benda memancarkan energi SebeSar 480 J/s. Berapa energi
yang dipancarkan benda tersebut pada Suhu 3.000 K?
Jawab:
W1 : W2 = (T1 : T2)4

480 : W2 = (2000 : 3000)4


480 : W2 = (2000 : 3000)4
480 : W2 = 16 : 81
W2 = 2430 J/s
4. Teh panas bersuhu 87C dituangkan ke dalam dua buah teko yang satu teko
keramik warna hitam (e = 0,8) dan satunya lagi teko mengkilat (e = 0,3). Jika
Suhu ruang 27C, berapa kecepatan hilangnya kalor dari setiap teko ke lingkungan
jika luas permukaan teko adalah 2 x 102 m2?
5. Pengaduk terbuat dari aluminium dengan luas penampang 5 mm2 dan panjang
10cm. Jika suhu air dalam bejana 60C, suhu di ujung pengaduk 62C, dan
konduktivitas
a. kecepatan

termal
aliran

kalor

=
pada

200
aliran

kalor

W/mC,tentukan:
pada

pengaduk,

b. kalor yang mengalir melalui pengaduk Selama 1jam.


[Link] bersuhu 77C dituangkan ke dalam cangkir keramik warna
cokelat (e = 0,5). Jika suhu ruang 27C, tentukan kecepatan hilangnya kalor dari
cangkir ke lingkungan. (luas cangkir 20cm2)

Daftar Pustaka
Pengertian radiator diambil di:[Link]
banyak html
Prinsip kerja radiator diambil di:[Link]
Otomoti f/Radiator-1 jpg html
Cara kerja radiator di ambil di:[Link] .net/2013/12/[Link]
Contoh soal radiator di ambil di:[Link] [Link]

Anda mungkin juga menyukai