0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan4 halaman

Penerapan Model Desain Pembelajaran ADDIE

Dokumen tersebut membahas model desain sistem pembelajaran ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Model ADDIE digunakan sebagai pedoman untuk membangun perangkat pembelajaran yang efektif dan mendukung kinerja pelatihan. Penerapan model ADDIE secara sistematis dapat membantu perancang program membuat pembelajaran yang efektif dan menarik.

Diunggah oleh

Putri Nadhiroh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan4 halaman

Penerapan Model Desain Pembelajaran ADDIE

Dokumen tersebut membahas model desain sistem pembelajaran ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Model ADDIE digunakan sebagai pedoman untuk membangun perangkat pembelajaran yang efektif dan mendukung kinerja pelatihan. Penerapan model ADDIE secara sistematis dapat membantu perancang program membuat pembelajaran yang efektif dan menarik.

Diunggah oleh

Putri Nadhiroh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini, dunia pendidikan semakin kompleks dihadapkan dengan
masalah-masalah pembelajaran. Tujuan yang tidak tersampaikan secara efektif
kepada peserta didik, pemahaman pembelajaran yang sangat sulit untuk ditangkap
oleh peserta didik, dan lebih banyak lagi. Permasalahan-permasalahan itu muncul
sebab pembelajaran yang tidak terdesain secara baik. Pembelajaran terasa
membosankan sebab tidak adanya proses belajar yang terstruktur dengan
menggunakan desain pembelajaran yang baik dan rapi.
Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi
dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif
antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari
pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang
"perlakuan" berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini
berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji. (Wikipedia)
Desain pembelajaran berfungsi untuk membantu mengatasi masalah-masalah
belajar, mempermudah pembelajaran agar lebih efektif. Model desain ADDIE adalah
salah satu model desain sistem pembelajaran yang memperlihatkan tahapan-tahapan
dasar sistem pembelajaran yang sederhana dan mudah dipelajari. Dengan
menggunakan desain ADDIE ini, maka pembelajaran akan lebih efektif dan
pemahaman peserta didik dalam pembelajaran menjadi lebih baik, sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah tentang
bagaimana penerapan konsep dan tahap-tahap pengembangan desain sistem
pembelajaran model ADDIE?
C. Tujuan
Memahami bagaimana penerapan konsep dan tahap-tahap pengembangan
desain sistem pembelajaran model ADDIE.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Model Desain Sistem Pembelajaran ADDIE

Ada satu model desain pembelajaran yang sifatnya lebih generik, yaitu model
ADDIE. Model ADDIE muncul pada pertengahan tahun 1990-an yang
dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Pakar teknologi pendidikan kembali
berupaya menyamakan persepsi mereka terhadap desain pembelajaran yang
berlandaskan pendekatan sistem (ADDIE). Arti sebenarnya ADDIE, yaitu:
Analyze
Design
Develop
Implement
Evaluate

(menganalisis)
(mendesain)
(mengembangkan)
(melaksanakan)
(menilai)

kebutuhan, peserta didik, dst.


rumusan kompetensi, strategi.
materi ajar, media, dst.
tatap muka, asesmen, dst.
program pembelajaran, perbaikan.

Kedua pakar pengembang ADDIE berbeda dalam merumuskan ADDIE secara


visual. Reiser merumuskan ADDIE dengan menggunakan kata kerja (design,
develop, implement, evaluate). Reiser secara eksplisit menjabarkan perbaikan
terjadi di antara masing-masing fase. Mollenda menyatakan bahwa seluruh
komponen dengan kata benda (analysis, design, development, implementation,
evaluation). Ia menggambarkan perbaikan melalui gambar garis terputus.
Mollenda menyatakan pula bahwa revisi dapat terjadi terus-menerus dalam setiap
tahap yang dilalui walau tidak dinyatakan dengan jelas. (Dewi Salma, 2008: 21)

Gb.1 ADDIE menurut Reiser

Salah satu fungsi dari model ADDIE, yaitu


menjadi pedoman dalam membangun perangkat

Gb.2 ADDIE menurut Mollenda

dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis, dan mendukung


kinerja pelatihan itu sendiri. Metode ADDIE ini menggunakan lima tahap
perkembangan. Pertama, analisis. Tahap analisis merupakan suatu proses
mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta didik, yaitu analisis
kebutuhan (needs assesment), mengidentifikasi masalah atau kebutuhan, dan
melakukan analisis tugas (taks analysis).
Kedua, desain. Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan
(blueprint). Pada tahap desain ini diperlukan tujuan pembelajaran yang SMART
(spesific, measurable, applicable, realistic, dan times). Guru menyusun
tesdidasarkan pada tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Selanjutnya,
menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Di
samping itu, perlu dipertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain, seperti
sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang kondusif, dsb.
Ketiga, pengembangan. Merupakan proses untuk mewujudkan blue print.
Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia
pembelajaran maka multimedia tersebut harus dikembangkan. Begitu juga dengan
lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran. Salah satu
langkah penting dalam tahap ini adalah uji coba (evaluasi formatif), untuk
memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang dikembangkan.
Keempat, implementasi. Implementasi merupakan langkah nyata untuk
menerapkan sistem pembelajaran yang dibuat. Hal ini berarti bahwa pada tahap
ini semua yang telah dikembangkan dan dipersiapkan sesuai dengan peran atau
fungsinya agar bisa diimplementasikan. Misal, jika memerlukan software, maka
software tersebut harus sudah diinstal, begitu juga dengan penataan lingkungan.
Kemudian, barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal.
Kelima, evaluasi. Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem
pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau
tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada empat tahap di atas. Misal,
pada tahap rancangan mungkin diperlukan salah satu bentuk evaluasi formatif
(bertujuan untuk kebutuhan revisi), misalnya review ahli untuk memberikan input
terhadap rancangan yang sedang dibuat, dan lain-lain. (Novan Ardy, 2013: 44)

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan desain ini pendidik dapat lebih mengetahui cara menganalisis peserta
didik dari model desain pembelajaran ADDIE. Model ini merupakan model desain
sistem

pembelajaran

yang

memperlihatkan

tahapan-tahapan

dasar

sistem

pembelajaran yang sederhana dan mudah dipelajari. Tahapan-tahapan perkembangan


dalam model desain pembelajaran ADDIE adalah analysism (menganalisa), design
(mendesain), development (mengembangkan), implementation (melaksanakan),
evaluation (menilai).
Model desain pembelajaran ADDIE bersifat generik atau umum. Fungsi dari
model ADDIE, yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan
infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis, dan mendukung kinerja
pelatihan itu sendiri. Implementasi model desain sistem pembelajaran ADDIE yang
dilakukan secara sistematik dan sistemik diharapkan dapat membantu seorang
perancanng program, guru, dan instruktur dalam menciptakan program pembelajaran
yang efektif, efisien dan menarik.

Anda mungkin juga menyukai