0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
163 tayangan1 halaman

Alat Ukur Engine Analyzer Otomotif

Engine analyzer adalah alat ukur otomotif kompak yang menggabungkan voltmeter, amperemeter, ohmmeter, tachometer, dwell tester, gas analyzer, dan light timing untuk memeriksa sistem pengapian dan pengisian secara visual. Alat ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa kondisi mesin secara rinci.

Diunggah oleh

Farhandika Akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
163 tayangan1 halaman

Alat Ukur Engine Analyzer Otomotif

Engine analyzer adalah alat ukur otomotif kompak yang menggabungkan voltmeter, amperemeter, ohmmeter, tachometer, dwell tester, gas analyzer, dan light timing untuk memeriksa sistem pengapian dan pengisian secara visual. Alat ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa kondisi mesin secara rinci.

Diunggah oleh

Farhandika Akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Engine analyzer adalah merupakan kumpulan dari alat-alat ukur kelistrikan otomotif

yang terpasang pada bentuk satu unit yang kompak. Alat-alat ukur yang digabungkan
pada engine analyzer pada umumnya adalah :
a. Engine scope dan alternator scope, yang digunakan
untuk memeriksa kondisi sistem pengapian dan
pengisian dalam bentuk tampilan grafik pada layar
(seperti TV)
b. Amperemeter
c. Voltmeter
d. Ohmmeter
e. Tachometer
f. Dwell tester
g. Exhaust gas analyzer
h. Timing light
Penggunaan engine scope secara singkat adalah sebagai berikut:
1). Hubungkan kabel sensor putaran ke terminal negatif coil
2). Hubungkan kabel sensor tegangan tinggi ke kabel tegangan tinggi dari coil
3). Hubungkan kabel sensor kabel busi nomor 1 ke kabel nomor 1
4). Hubungkan kabel sumber tenaga listrik alat ukur (biasanya ke sumber listrik PLN)
5). Hidupkan engine pada putaran 1000 rpm
6). Tekan sakelar power ke posisi ON, dimana akan kelihatan lampu indikator menyala
7). Tekan tombol pemilih jumlah silinder
8). Tekan tombol bertanda KV (atau 25 KV / 50 KV)
9). Tekan salah satu dari ketiga tombol bertanda stack, parade, atau sumperimpose dan
perhatikan pada layar CRT akan muncul grafik sesuai dengan tombol mana yang dipilih.
Dengan menekan tombol stack maka pada layar CRT akan ditampilkan sejumlah grafik,
tujuan tampilan ini adalah dapat membanding lamanya bunga api dan besarnya sudut
cam yang terjadi antara silinder satu dengan yang lainnya. Menekan tombol parade
akan menampilkan grafik bersusun ke samping, dengan tujuan
untuk mengetahui dan membandingkan tegangan maksimum dan tegangan saat
terjadinya bunga api untuk masing-masing silinder. Menekan tombol superimpose akan
menampilkan semua grafik yang berimpit satu sama lain. Tampilan ini dapat
menunjukkan perbedaan grafik secara menyeluruh antara silinder yang satu dan lainnya
tanpa mengetahui silinder mana yang terganggu.
Penggunaan alternator scope secara singkat adalah sebagai berikut:
1). Hubungkan kedua kabel tegangan pada baterai, kabel merah ke positif dan kabel
hitam ke negatif baterai
2). Hubungkan sensor arus ke kabel yang keluar dari terminal B alternator
3). Hubungkan kabel sumber listrik PLN
4). Hidupkan motor pada putaran 1000 rpm
5). Tekan tombol power hingga lampu power menyala
6). Tekan tombol bertanda alternator
7). Baca grafik output alternator pada layar monitor CRT, dan bandingkan dengan
spesifikasi

Anda mungkin juga menyukai