0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan5 halaman

APICS: Sertifikasi Manajemen Operasi

APICS adalah organisasi terkemuka di dunia dalam bidang manajemen operasi yang menawarkan program pelatihan dan sertifikasi profesional di bidang produksi, inventori, rantai pasokan, manajemen material, pembelian dan logistik. IPOMS bekerja sama dengan APICS dengan menyelenggarakan ujian sertifikasi CPIM dan CSCP yang diakui secara internasional.

Diunggah oleh

Arco Prabowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan5 halaman

APICS: Sertifikasi Manajemen Operasi

APICS adalah organisasi terkemuka di dunia dalam bidang manajemen operasi yang menawarkan program pelatihan dan sertifikasi profesional di bidang produksi, inventori, rantai pasokan, manajemen material, pembelian dan logistik. IPOMS bekerja sama dengan APICS dengan menyelenggarakan ujian sertifikasi CPIM dan CSCP yang diakui secara internasional.

Diunggah oleh

Arco Prabowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

APICS

APICS The Association for Operations Management adalah sumber pengetahuan utama
di dunia dalam bidang manajemen operasi, termasuk di dalamnya produksi, inventori, rantai
pasok, manajemen material, purchasing dan logistik. Sejak tahun 1957, para individu dan banyak
perusahaan bergantung pada APICS karena program pelatihannya yang sangat mumpuni,
sertifikasi internasional yang diakui, sumber daya yang lengkap, dan jaringan profesional yang
mendunia di industri.
IPOMS menjalin kerjasama dan ikut ambil bagian di dalam jaringan APICS yang
mendunia, dengan menjadi International Associate di Indonesia dan bisa menyelenggarakan
ujian sertifikasi dari APICS.
APICS menawarkan 2 (dua) Program Sertifikasi, CPIM (Certified in Production and
Inventory Management) dan CSCP (Certified Supply Chain Professional). Program Sertifikasi
APICS dikenal di dunia sebagai standar profesi berkualitas dan prima untuk industri manufaktur
dan jasa
1. CPIM (Certified in Production and Inventory Management) adalah sertifikasi yang sangat
diminati oleh para praktisi dan professional di bidang Manajemen Operasional di seluruh
dunia. Sertifikasi profesional ini dikeluarkan oleh APICS The Association for Operation
Management, sebuah institusi yang menjadi leader dalam pengembangan pengetahuan
dan pendidikan dibidang manajemen operasional. Termasuk didalamnya produksi,
inventori, supply-chain, purchasing dan logistik. APICS berkedudukan di AS. Profesional
dibidang Manajemen Operasional di seluruh Indonesia kini memiliki kesempatan besar
untuk memperoleh sertifikasi ini.
2. The APICS Bersertifikat Supply Chain Professional (CSCP) Program diakui di seluruh
dunia sebagai pendidikan dan sertifikasi program manajemen rantai pasokan utama.
Program APICS CSCP mengambil pandangan yang luas dari operasi, memperluas
melampaui operasi internal untuk mencakup seluruh rantai pasokan-dari pemasok,
melalui perusahaan, untuk konsumen akhir.

LEAN MANUFACTURING

Pengertian Lean Manufacturing

Untuk menggambarkan berbagai macam perencanaan yang dilakukan suatu perusahaan


maka tahap demi tahap harus dilakukan demikian juga dengan konsep lean manufacturing. Lean
manufacturing ini merupakan upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi
produksi. Lean dijadikan sebagai praktek yang mempertimbangkan berbagai pengeluaran yang
berkaitan dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Semua itu bertujuan untuk mewujudkan nilai suatu produk yang dihasilkan untuk
meningkatkan omset penjualan. Cara yang dilakukan oleh hampir semua perusahan produksi
tersebut adalah untuk mencegah terjadinya pemborosan anggaran produksi. Dengan
menggunakan konsep lean manufacturing tersebut maka akan mengurangi biaya produksi
namun tetap menjaga kualitas barang yang dihasilkan.
Beberapa masalah yang menyebabkan perusahaan membutuhkan lean manufacturing
diantaranya adalah:
Integritas kerja karyawan yang rendah : Perusahaan membutuhkan integritas kerja
karyawan bagus, mereka harus menajdi karyawan yang produktif dan potensial untuk
bersaing dengan perusahaan lainnya.
Karyawan yang tidak disiplin : Memiliki karyawan yang kurang disiplim membuat
pekerjaan kator menjadi tidak beraturan. Seharusnya karyawan mendapatkan pelatihan
atau training agar mereka memiliki kedisiplinan, etos kerja yang baik dan menjadi
karyawan yang protensial.
Karyawan yang tidak mampu melaksanakan kerjanya dengan efektif dan efisien
Kurangnya memanfaatan sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan
produk berkualitas
Langkah-langkah sebelum Lean Manufacturing :
1. Identifikasi semua alur pekerjaan di gudang
2. Memperhitungkan penambahan nilai pada semua aktivitas pergudangan
3. Membuat simulasi rasio nilai tambah
4. Evaluasi dan implementasi

7 Pemborosan Lean Manufacturing


1. Waste of Overproduction (Produksi yang berlebihan)
Waste atau pemborosan yang terjadi karena kelebihan produksi baik yang
berbentuk Finished Goods (Barang Jadi) maupun WIP (Barang Setengah Jadi) tetapi
tidak ada order / pesan dari Customer. Beberapa Alasan akan adanya Overproduction
(kelebihan Produksi) antara lain Waktu Setup Mesin yang lama, Kualitas yang rendah,
atau pemikiran Just in case ada yang memerlukannya.
2. Waste of Inventory (Inventori)
Waste atau pemborosan yang terjadi karena Inventory adalah Akumulasi dari
Finished Goods (Barang Jadi), WIP (Barang Setengah Jadi) dan Bahan Mentah yang
berlebihan di semua tahap produksi sehingga memerlukan tempat penyimpanan, Modal
yang besar, orang yang mengawasinya dan pekerjaan dokumentasi.
3. Waste of Defects (Cacat / Kerusakan)

Waste atau Pemborosan yang terjadi karena buruknya kualitas atau adanya
kerusakkan (defect) sehingga diperlukan perbaikan. Ini akan menyebabkan biaya
tambahan yang berupa biaya tenaga kerja, komponen yang digunakan dalam perbaikan
dan biaya-biaya lainnya.
4. Waste of Transportation (Pemindahan/Transportasi)
Waste atau Pemborosan yang terjadi karena tata letak (layout) produksi yang
buruk, peng-organisasian tempat kerja yang kurang baik sehingga memerlukan kegiatan
pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Contohnya Letak Gudang yang
jauh dari Produksi.
5. Waste of Motion (Gerakan)
Waste atau Pemborosan yang terjadi karena Gerakan gerakan Pekerja maupun
Mesin yang tidak perlu dan tidak memberikan nilai tambah terhadap produk tersebut.
Contohnya peletakan komponen yang jauh dari jangkauan operator, sehingga
memerlukan gerakan melangkah dari posisi kerjanya untuk mengambil komponen
tersebut.
6. Waste of Waiting (Menunggu)

Saat Seseorang atau Mesin tidak melakukan pekerjaan, status tersebut disebut
menunggu. Menunggu bisa dikarenakan proses yang tidak seimbang sehingga ada
pekerja maupun mesin yang harus mengunggu untuk melakukan pekerjaannya , Adanya
kerusakkan Mesin, supply komponen yang terlambat, hilangnya alat kerja ataupun
menunggu keputusan atau informasi tertentu.
7. Waste of Overprocessing (Proses yang berlebihan)
Tidak setiap proses bisa memberikan nilai tambah bagi produk yang diproduksi
maupun customer. Proses yang tidak memberikan nilai tambah ini merupakan
pemborosan atau proses yang berlebihan. Contohnya : proses inspeksi yang berulang kali,
proses persetujuan yang harus melewati banyak orang, proses pembersihan. Semua
Customer menginginkan produk yang berkualitas, tetapi yang terpenting adalah bukan
proses Inspeksi berulang kali yang diperlukan tetapi bagaimana menjamin Kualitas
Produk pada saat pembuatannya. Yang harus kita lakukan adalah Carikan Root Cause
(akar penyebab) dari suatu permasalahan dan ambilkan tindakan (countermeasure) yang
sesuai dengan akar penyebab tersebut.

THE HOUSE TOYOTA

Toyota Production System merupakan suatu filosofi yang digunakan Toyota untuk
mengatur perhitungan bahan baku yang digunakan . TPS sering juga dikenal dengan " Learn
Manufacturing " yang didalamnya ada " Continuous inprovement " yang dilakukan dengan cara
mengeliminasi atau mengurangi " waste " / pemborosan disemua aspek yang berkaitan dengan
aliran product/part dari supplier sampai ketangan customer , sehingga didapatkan metode yang
paling efisien.

JIT, pull system, kanban sebagai sistem kendali produksi dan persediaan,

Jidoka untuk menghindari kerusakan,

Standar kerja untuk standarisasi dan stabilisasi proses,

Build in quality sebagai prinsip membangun kualitas di dalam proses,

Toyota Way sebagai filosofi,

Kaizen sebagai pembelajaran dan peningkatan organisasi.

Anda mungkin juga menyukai