SUB STRUCTURE
PONDASI
Anggota :
APRIANI ALIFI R
154060501111050
EGI SATYA DHARMA
145060501111047
FITRI MIFTAHUS
145060507111020
GLENN CALVIN
145060500111005
INTAN CEZARAYU T
145060501111019
SUB STRUCTURE
PONDASI
Prinsip pondasi :
1. Harus sampai ke tanah keras
2. Apabila tidak ada tanah keras harus ada pemadatan tanah /
perbaikan tanah.
Pengertian umum untuk Pondasi adalah Struktur bagian bawah
bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah, atau bagian
bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah yang mempunyai
fungsi memikul beban bagian bangunan lainnya di atasnya. Pondasi harus
diperhitungkan untuk dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap
beratnya sendiri, beban - beban bangunan (beban isi bangunan), gayagaya luar seperti: tekanan angin,gempa bumi, dan lain-lain. Disamping
itu, tidak boleh terjadi penurunan level melebihi batas yang diijinkan.
Secara umum, terdapat dua macam pondasi, yaitu pondasi dangkal dan
pondasi dalam. Pondasi dangkal digunakan bila bangunan yang berada di
atasnya tidak terlalu besar. Rumah sederhana misalnya. Pondasi ini juga
bisa dipakai untuk bangunan umum lainnya yang berada di atas tanah
yang keras.
Berikut adalah jenis-jenis pondasi :
1. Pondasi Batu Kali (untuk Bangunan Sederhana 1-2 lantai)
Pondasi
sebagai
bahan
batu kali adalah pondasi yang menggunakan batu kali
[Link]
ini
biasanya
dibangun
menerus
mengelilingi denah bangunan yang berfungsi mendistribusikan beban
dinding dan kolom supaya beban bangunan tersebar [Link] batu
populer digunakan di Indonesia untuk bangunan sederhana karena
ketersediaan batu kali cukup banyak dan relatif murah. Pondasi batu kali
pada umumnya berbentuk trapesium dengan ukuran tinggi 60-80 cm,
lebar sisi bawah 60-80 cm dan lebar atas 25-30 cm.
Harga material pondasi batu kali :
MATERIA
L
Batu kali
pasir
semen
HARGA
Rp 165.000,Rp 180.000,Rp 70.000,-
2. Pondasi telapak/umpak
Pondasi telapak merupakan jenis pondasi sederhana yang telah digunakan
oleh masyarakat indonesia sejak zaman dulu. Pondasi ini terbuat dari
batuan padas atau keras yang digali oleh masyarakat setempat di daerahdaerah tertentu, bahkan tak jarang yang menggunakanbatu padas bekas
reruntuhan candi.
Sistem kerja pondasi ini menerapkan sistem tanam. Jadi pondasi telapak
ini menahan kolom yang tertanam di dalamnya sehingga tidak masuk
dalam tanah. Seperti halnya ketika kita menggunakan sebuah ganjalan
yang pipih atau ganjalan yang lebih lebar untuk standar motor ketika di
tempatkan pada tanah yang lembek.
3. Pondasi Tapak/Setempat/foot plat
Pondasi
tapak
merupakan
pondasi
yang
banyak
digunakan
oleh
masyarakat Indonesia ketika mendirikan sebuah bangunan. Terutama
bangunan bertingkat serta bangunan yang berdiri di atas tanah lembek.
Untuk di Bali, biasanya diambil kedalaman dari 1,5 3 meter. Konsepnya
adalah menyebarkan seluruh beban ke tanah melalui kaki kolom yang
berupa pelat beton dengan tebal berkisar antara 15 25 cm dan luasan
yang menyesuaikan dengan daya dukung tanah dan beban yang
diteruskan kolom.
4. PONDASI PELAT BETON LAJUR
Pondasi pelat beton lajur atau jalur digunakan bila luas penampang yang
menggunakan pondasi pelat setempat terlalu besar. Karena itu luas
penampang tersebut dibagi dengan cara memanjangkan lajur agar tidak
terlalu [Link] lebar pondasi pelat lajur sama dengan lebar
bawah pondasi batu
kali,
yaitu
70
120
cm.
Ini
disebabkan
fungsi pondasi pelat lajur adalah menggantikan pondasi batu belah bila
batu
belah
sulit
didapat,
pengembangan rumah ke atas.
atau
memang
sudah
ada
rencana
4. Pondasi Tiang (Pile)
Pondasi tiang adalah pondasi dengan membenamkan tiang beton
bertulang ke dalam tanah dengan kedalaman 5-8 meter. Penampang tiang
betonnya ada beberapa jenis penampang, mulai dari segitiga, persegi,
atau pun bulat. Berikut adalah jenis pondasi yang termasuk Pondasi
tiang :
a. Pondasi sumuran
seperti
namanya
pondasi
ini
dikerjakan
seperti
menggali
sumur
berdiameter 60-80, lalu dicor dengan material beton dan batu kali.
b. Pondasi bor pile dan straus pile
Pondasi ini membenamkan beton bertulang ke dalam tanah dengan cara
melakukan pengeboran ke tanah, lalu dpasangkan bekisting dengan
penampang lingkaran, kemudian dicor. Diameter tiang straus pile lebih
kecil dan pengeborannya dengan alat sederhana, sedangkan bore pile
diameter tiangnya lebih besar dan pengeborannya menggunakan mesin
bor
c. Pondasi tiang pancang
Pondasi berikut ini merupakan pondasi yang banyak digunakan untuk
pembangunan gedung berlantai banyak seperti Apartment, Kondominium,
Rent Office dan sebagainya. Pondasi ini hampir sama dengan pondasi
bored pile. Namun pondasi tiang pancang memiliki kekuatan yang lebih
besar dibandingkan dengan pondasi bored pile.
Pelaksanaan pekerjaan pemancangan menggunakan diesel hammer.
Sistem kerja diesel Hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat
menimbulkan suara keras dan getaran pada daerah sekitar. Itulah
sebabnya cara pemancangan pondasi ini menjadi permasalahan tersendiri
pada lingkungan sekitar.
Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap telah
mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir, tiang pancang
masuk ke tanah tidak lebih dari 2 cm.
DAFTAR BAHAN BANGUNAN YANG DIGUNAKAN:
Spek Barang
Satuan
Harga
Batako
Biji
2.500,-
Batu Bata Merah (biasa)
Biji
425,-
Batu Bata Merah (oven)
Biji
600,-
Batu Kali Belah
m3
175.000,-
Split
pick up
250.000,-
Split
truk
1.250.000,-
Batu Knecker
m3
200.000,-
Batu Candi (30 x 30)
m2
110.000,-
Batu Andesit (30 x 30)
m2
150.000,-
Batu Bali
10 kg
60.000,-
Spek Barang
Satuan
Harga
Pasir Merapi
per m3
165.000
Pasir Batu/Sirtu
per m3
125.000
Split
per m3
175.000
Padas
4-5m3
155.000
Batu Split
pick up
250.000,-
Batu Split
truk
1.250.000,-
BATU MATERIAL STRUKTUR RUMAH
Spesifikasi Barang
satuan
Harga (Rp.)
Batako Semen Besar
buah
2.500,-
Batu Bata Merah (biasa)
buah
425,-
Batu Bata Merah (oven)
buah
600,-
Batu Kali Belah
m3
175.000,-
Batu Split
pick up
250.000,-
Batu Split
truk
1.250.000,-
Batu Knecker
m3
200.000,-
BATU ALAM
Spesifikasi Barang
satuan
Harga (Rp.)
Batu Candi (30 x 30)
m2
110.000,-
Batu Andesit (30 x 30)
m2
150.000,-
Batu Garut
m2
75.000,-
Batu Alor
50 kg
270.000,-
Batu Ambon
25 kg
75.000,-
Batu Kupang
25 kg
65.000,-
Batu Pancawarna
25 kg
60.000,-
Batu Hijau
25 kg
70.000,-
Batu Italy
15 kg
70.000,-
Batu Bali
10 kg
60.000,-
PASIR
Spesifikasi Barang
satuan
Harga (Rp.)
Pasir Putih Bangka
m3
250.000,-
Pasir Putih Bangka
pick up
550.000,-
Pasir Putih Bangka
truk
1.330.000,-
Pasir Mundu
m3
225.000,-
Pasir Mundu
pick up
575.000,-
Pasir Mundu
ton
3.750.000,-
Pasir Cileungsi
truk
1.150.000,-
Pasir Cileungsi
m3
185.000,-
BATU MATERIAL STRUKTUR RUMAH
Spesifikasi Barang
satuan
Harga (Rp.)
Batako Semen Besar
buah
2.500,-
Batu Bata Merah (biasa)
buah
425,-
Batu Bata Merah (oven)
buah
600,-
Batu Kali Belah
m3
175.000,-
Batu Split
pick up
250.000,-
Batu Split
truk
1.250.000,-
Batu Knecker
m3
200.000,-
BESI BETON
No Jenis Besi Beton
Ukuran Harga Besi Terbaru
1 BB TARIK 4 mm
3,8 mm
11.000
2 BB TARIK 4 mm
4 mm
12.000
3 BB TARIK 5 mm
4,2 mm
13.060
4 BB TARIK 6 mm
5,2 mm
18.340
5 BB TARIK 6 mm
5,6 mm
20.800
6 BB TARIK 6 mm
5,8 mm
22.600
7 BB 8 SRB SNI
7,1 mm
33.960
8 BB 10 SRB SNI
9,1 mm
53.613
9 BB 12 SRB SNI
11,2 mm
76.624
10 BB D 13 SRB SNI
12,2 mm
97.125
11 BB D 16 SRB SNI
15,2 mm
148.350
12 BB 8 SPI BJKU
7 mm
31.810
13 BB 10 SPI BJKU
8,7 mm
48.728
14 BB 12 SPI BJKU
10,5 mm
69.200
15 BB 8 MSS BJKU
6,2 mm
26.800
16 BB 10 MSS BJKU
8 mm
41.800
17 BB 12 MSS BJKU
9,5 mm
57.200
18 BB 8 TJ SNI
7,5 mm
36.024
19 BB 10 TJ SNI
9,5 mm
56.980
20 BB 12 TJ SNI
11,5 mm
80.850
21 BB D 10 TJ SNI
9,5 mm
58.240
22 BB D 13 TJ SNI
12,5 mm
99.875
23 BB D 16 TJ SNI
15,5 mm
151.250
24 BB D 19 TJ SNI
18,5 mm
213.390
25 BB 8 IBD SNI
7,8 mm
38.446
26 BB 10 IBD SNI
9,8 mm
59.960
27 BB 12 IBD SNI
11,8 mm
85.375
12,8 mm
102.375
15,8 mm
155.050
18,8 mm
217.742
31 BB 16 TJ SNI ( Polos ) 15,5 mm
147.400
BB D 13 IBD SNI
28 ( Ulir )
BB D 16 IBD SNI
29 ( Ulir )
BB D 19 IBD SNI
30 ( Ulir )
Sumber : [Link]