Jenis-Jenis Steam dan Penggunaannya
Jenis-Jenis Steam dan Penggunaannya
memiliki kandungan panas yang sangat besar (panas kodensasi), dan merupakan bahan pemanas
yang paling banyak digunakan dalam industri kimia.
Steam dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Saturated Steam, yaitu uap air yang terbentuk pada suhu didih dan tidak mengandung
titik-titik air maupun gas asing.
2. Wet Steam, yaitu campuran dari saturated steam dan titik-titik air yang terdistribusi
merata. Steam ini terbentuk misalnya pada waktu air mendidih dengan sangat kuat atau
karena kondensasi sebagian dari uap jenuh.
3. Supaerheated Steam, yaitu uap yang dipanaskan melebihi temperatur didihnya. Pada
tekanan yang sama steam ini memiliki kerapatan lebih rendah daripada saturated steam.
Tekanan dan temperatur steam harus diketahui agar keadaan steam ini dapat diidentifikasi
dengan baik. Untuk mengolah 1 kg air pada temperatur 0 oC menjadi steam diperlukan panas
sebagai berikut:
Panas sensibel cairan, yaitu jumlah panas yang diperlukan untuk memanaskan iar tersebut
dari 0 oC ke temperatur didih.
Panas penguapan, yaitu jumlah panas yang diperlukan untuk menguapkan air tersebut
pada temperatur didih tanpa terjadi keaikan temperatur.
Panas steam lanjut, yaitu panas yang diperlukan untuk pemanasan saturated steam
sehingga terjadi superheated steam.
Jumlah panas keseluruhan yang dibutuhkan untuk mengubah air bertemperatur 0 oC menjadi
steam disebut kandungan panas dari uap/steam (kkal/kg). Pada pemanfaatan steam sebagai media
pemanas akan terjadi hal-hal sebagai berikut:
Pada waktu pendinginan, superheated steam akan melepaskan panasnya sampai menjadi
saturated steam.
Jumlah panas yang dibebaskan ini relatif kecil (misalnya hanya 10 %) bila dibandingkan
dengan jumlah panas kondensasi.
Pada waktu pedinginan, saturated steam akan segera terkondensasi. Seluruh panas
kondensasi akan dibebaskan, yang besarnya sama dengan panas penguapan.
Pada waktu pendinginan kondensat, sebagian energi panas dibebaskan lagi (panas
sensibel air). Penggunaan energi panas ini hampir selalu berlangsung dengan tidak
sempurna dalam sistem pemanasan yang pertama. Panas yang tersisa sering dimanfaatkan
lagi dalam alat penukar panas selanjutnya, misalnya untuk pemanasan awal bahan-bahan
proses yang akan diumpankan.
Sebagian besar kandungan panas steam merupakan panas kondensasi, karena itu panas tersebut
mutlak harus dimanfaatkan. Agar steam yang belum termanfaatkan tidak ada yang keluar dari
sistem pemanas dan agar tidak terjadi pemampatan kondensat di dalam ruang pemanas, maka
pada saluran keluar harus dipasang alat penyalur kondensat. Penyalur kondensat ini juga dapat
mempertahankan tekanan uap dalam ruang pemanas agar tetap tinggi.
Pada pemanasan tidak langsung, panas yang dimanfaatkan hanya panas superheated steam dan
panas kondensasi. Temperatur yang diinginkan dalam ruang pemanas dapat diatur dengan
regulator tekanan. Melalui pentil, pemasukan steam-pun bisa diatur. Dengan mengumpulkan
steam secara langsung ke dalam bahan yang akan dipanaskan, panas sensibel cairan akan
termanfaatkan dengan lebih baik.
Air sangat menguntungkan jika digunakan sebagai media pemanas karena memiliki panas
kondensasi yang besar sekali, tidak mudah terbakar, dan tidak beracun. Steam dapat
mengakibatkan luka bakar yang parah terutama bila seluruh panas kondensasi dibebaskan di atas
kulit. Oleh karena itu, saluran-saluran yang dialiri steam tidak boleh dimanipulasi sebelum
saluran dibebaskan dari tekanan dan didinginkan.
Steam dibuat di pusat pembangkitan steam di dalam ketel uap/steam (ketel radiasi, ketel bakar,
ketel listrik) dengan mengunakan bahan bakar batu bara, minyak pemanas, atau listrik. Steam ini
dibuat dari air yang telah dihilangkan seluruh garam-garam dan gasnya (air umpan ketel). Di sini
terbentuk steam pada temperatur yang sesuai dengan tekaan di dalam ketel. Steam yang
terbentuk dipanaskan lebih lanjut oleh gas buang sehingga kehilangan panas pada saat
transportasi ke tempat pemakaian tidak segera menyebabkan terjadinya kondensasi.
Setelah tekanan tinggi direduksi, misalnya di dalam turbin uap, dan air diinjeksikan ke dalam
steam berkalor lebih, steam tersebut kemudian dialirkan ke konsumen melalui saluran-saluran
yang terisolasi dengan baik. Di tempat pemakaian, yang dibutuhkan terutama ialah panas
kondensasinya. Karena steam tidak dapat disimpan, maka kelebihan steam akan diubah menjadi
air panas atau air hangat.
Alat pemanas yang mengunakan steam sebagai media pemanas mudah untuk diatur dengan baik.
Pemanasan dapat dilakukan dengan mengalirkan steam langsung ke bahan proses yang akan
dipanaskan. Temperatur pemanasan maksimal yang dapat dicapai pada peralatan yang
menggunakan ventilasi adalah 100 oC. Cara ini hanya dapat digunakan bila air maupun
penambahan volume tidak mengganggu sistem. Panggunaan steam dapat dilakukan secara tidak
langsung, misalnya dalam alat penukar panas. Temperatur yang dapat dicapai secara teoritis
sama dengan temperatur kondensasi steam.
BAB I
TINJAUAN UMUM BOILER
1.1 PENGERTIAN BOILER
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk
air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan
meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah
meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat
baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan (feed water system), sistem steam (steam system) dan
sistem bahan bakar (fuel system).
1. Sistem air umpan (feed water system) menyediakan air untuk boiler secara otomatis
sesuai dengan kebutuhan [Link] kran disediakan untuk keperluan perawatan dan
perbaikan.
2. Sistem steam (steam sistem) mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam
boiler. Steam dialirkan melalui sistempemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan
sistem, tekanan steam diatur menggunakankran dan dipantau dengan alat pemantau
tekanan.
3. Sistem bahan bakar (fuel sistem) adalah semuaperalatan yang digunakan untuk
menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yangdibutuhkan. Peralatan yang
diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahanbakar yang digunakan
pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan (feed water). Dua
sumber air umpan adalah:
Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main
steam pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri.
Air Heater
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara
luar yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku
pembakaran.
Economizer
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari
air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru.
Safety valve
Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana
tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam.
Blowdown valve
Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di
dalam pipa steam.
1.4 KONDISI AIR UMPAN BOILER
Air yang digunakan pada proses pengolahan dan air umpan boiler diperoleh dari air
sungai, air waduk, sumur bor dan sumber mata air lainnya. Kualitas air tersebut tidak sama
walaupun menggunakan sumber air sejenis, hal ini dipengaruhi oleh lingkungan asal air tersebut.
Sumber mata air sungai umumnya sudah mengalami pencemaran oleh aktivitas penduduk dan
kegiatan industri, oleh sebab itu perlu dilakukan pemurnian.
Air umpan boiler harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan agar tidak
menimbulkan masalah-masalah pada pengoperasian boiler. Air tersebut harus bebas dari mineralmineral yang tidak diinginkan serta pengotor-pengotor lainnya yang dapat menurunkan efisiensi
kerja dari boiler.
Feed water harus memenuhi prasyarat tertentu seperti yang diuraikan dalam tabel di
bawah ini :
1.5 MASALAH-MASALAH PADA BOILER
Suatu boiler atau pembangkit uap yang dioperasikan tanpa kondisi air yang baik , cepat
atau lambat akan menimbulkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kinerja dan kualitas dari
sistem pembangkit uap. Banyak masalah-masalah yang ditimbulkan akibat dari kurangnya
penanganan dan perhatian khusus terhadap penggunaan air umpan boiler.
Akibat dari kurangnya penanganan terhadap air umpan boiler akan menimbulkan
masalah-masalah sebagai berikut :
a)
Pembentukan kerak
Terbentuk kerak pada dinding boiler terjadi akibat adanya mineral-mineral pembentukan
kerak, misalnya ion-ion kesadahan seperti Ca2+ dan Mg2+ dan akibat pengaruh gas penguapan.
Diamping itu pula dapat disebabkan oleh mekanisme pemekatan didalam boiler karena adanya
pemanasan. Jenis-jenis kerak yang umum dalam boiler adalah kalsium sulfat, senyawa silikat dan
karbonat. Zat-zat dapat membentuk kerak yang keras dan padat sehingga bila
lama
penanganannya akan sulit sekali untuk dihilangkan. Silika diendapkan bersama dengan kalsium
dan magnesium sehingga membuat kerak semakin keras dan semakin sulit untuk dihilangkan.
Kerak yang menyelimuti permukaan boiler berpengaruh terhadap perpindahan panas
permukaan dan menunjukkan dua akibat utama yaitu berkurangnya panas yang dipindahkan dari
dapur ke air yang mengakibatkan meningkatkan temperatur disekitar dapur, dan menurunnya
efisiensi boiler.
Untuk mengurangi terjadinya pembentukan kerak pada boiler dapat dilakukan
pencegahan-pencegahan sebagai berikut :
- Mengurangi jumlah mineral dengan unit softener
- Melakukan blowdown secara teratur jumlahnya
- Memberikan bahan kimia anti kerak
Zat
terlarut dan tersuspensi yang terdapat pada semua air alami dapat
Peristiwa korosi
Korosi dapat disebabkan oleh oksigen dan karbon dioksida yang terdapat dalam uap yang
terkondensasi. Korosi merupakan peristiwa logam kembali kebentuk asalnya dalam misalnya
besi menjadi oksida besi, alumunium dan lain-lain. Peristiwa koros dapat terjadi disebabkan oleh
:
-
(terbentuknya lubang) dan embrittlement (peretakan baja). Adanya gas yang terlarut, oksigen
dan karbon dioksida pada air umpan boiler adalah penyebab utama general corrosion dan pitting
corrosion (tipe oksigen elektro kimia dan diffrensial). Kelarutan gas-gas ini di dalam air umpan
boiler menurun jika suhu naik. Kebanyakan oksigen akan memisah pada ruang uap, tetapi
sejumlah kecil residu akan tertinggal dalam larutan atau terperangkap pada kantong-kantong atau
dibawah deposit, hal ini dapat menyebabkan korosi pada logam-logam boiler. Karena itu
pentinguntuk melakukan proses deoksigenasi air boiler.
Jumlah rata-rata korosi atau serangan elektrokimia akan naik jika nilai pH air menurun.
Selain itu air umpan boiler akan dikondisikan secara kimia mencapai nilai pH yang relatif tinggi.
Bentuk korosi yang tidak umum tetapi berbahaya adalah bentuk korosi embrittlement atau
keretakan inter kristalin pada baja yang terjadi jika berada pada tekanan yang tinggi dan
lingkungan kimia yang tidak sesuai. Caustic embrittlement atau keratakan inter kristalin pada
baja yang terjadi jika berada pada tekanan yang tinggi dan lingkungan kimia yang tidak sesuai.
Caustic embrittlement terjadi pada sambungan penyumbat dan meluas pada ujung tabung dimana
celah memungkinkan perkembangan suatu lingkungan caustic yang terkonsentrasi. Hidrogen
embrittlement adalah bentuk lain dari retakan interkristalin yang terjadi pada tabung air boiler
yang disebabkan tekanan tinggi dan kondisi temperatur yang tertentu.
Untuk mengurangi terjadinya peristiwa korosi dapat dilakukan pencegahan sebagai
berikut:
- Mengurangi gas-gas yang bersifat korosif
- Mencegah terbentuknya kerak dan deposit dalam boiler
- Mencegah korosi galvanis
- Menggunakan zat yang dapat menghambat peristiwa korosif
- Mengatur pH dan alkalinitas air boiler dan lain-lain
c)
Pembentukan deposit
Deposit merupakan peristiwa penggumpalan zat dalam air umpan boiler yang disebabkan
oleh adanya zat padat tersuspensi misalnya oksida besi, oksida tembaga dan lain-lain. Peristiwa
ini dapat juga disebabkan oleh kontaminasi uap dari produk hasil proses produksi. Sumber
deposit didalam air seperti garam-garam yang terlarut dan zat-zat yang tersuspensi didalam air
umpan boiler. Pemanasan dan dengan adanya zat tersuspensi dalam air pada boiler menyebabkan
mengendapnya sejumlah muatan yang menurunkan daya kelarutan, jika temperaturnya
dinaikkan. Hal ini menjelaskan mengapa kerak dan sludge (lumpur) terbentuk. Kerak merupakan
bentuk deposit-deposit yang tetap berada pada permukaan boiler sedangkan sludge merupakan
bentuk deposit-deposit yang tidak menetap atau deposit lunak.
Pada ketel bertekanan tinggi, silika muda mengendap dengan uap dan dapat membentuk
deposit yang menyulitkan pada daun turbin.
Pencegahanpencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya peristiwa
deposit dapat dilakukan diantaranya :
Meminimalisasi masuknya mineral-mineral yang dapat menyebabkan deposit seperti oksida
besi, oksida tembaga dan lain lain.
Mencegah korosi pada sistem kondensat dengan proses netralisasi (mengatur pH 8,29,2)
dapat juga dilakukan dengan mencegah terjadinya kebocoran udara pada sistem kondensat.
Mencegah kontaminasi uap selanjutnya menggunakan bahan kimia untuk mendispersikan
mineral-mineral penyebab deposit.
Penanggulangan terjadinya deposit yang telah ada dapat dilakukan dengan acid cleaning,
online cleaning, dan mechanical cleaning.
d)
kimia dan blowdown. Carryover karbon dioksida dapat mengembalikan uap dan asam-asam
terkondensasi.
BAB II
JENIS - JENIS BOILER
2.1 JENIS-JENIS BOILER
Bagian ini menerangkan tentang berbagi jenis boiler: Fire tube boiler, Water tube boiler,
Paket boiler, Fluidized bed combustion boiler, Atmospheric fluidized bed combustion boiler,
Pressurized fluidized bed combustion boiler, Circulating fluidized bed combustion boiler, Stoker
fired boiler, Pulverized fuel boiler, Boiler pemanas limbah (Waste heat boiler) dan Pemanas
fluida termis.
A.
B.
kapasitas steam antara 4.500 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube
boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan gas.
Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.
Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.
C.
Paket Boiler
Disebut boiler paket sebab sudah tersedia sebagai paket yang lengkap. Pada saat dikirim
ke pabrik, hanya memerlukan pipa steam, pipa air, suplai bahan bakar dan sambungan listrik
untuk dapat beroperasi. Paket boiler biasanya merupakan tipe shell and tube dengan rancangan
fire tube dengan transfer panas baik radiasi maupun konveksi yang tinggi.
Ciri -ciri dari packaged boilers adalah:
Kecilnya ruang pembakaran dan tingginya panas yang dilepas menghasilkan penguapan
yang lebih cepat.
Banyaknya jumlah pipa yang berdiameter kecil membuatnya memiliki perpindahan panas
konvektif yang baik.
Sistim forced atau induced draft menghasilkan efisiensi pembakaran yang baik.
Sejumlah lintasan/pass menghasilkan perpindahan panas keseluruhan yang lebih baik.
Tingkat efisiensi thermisnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan boiler lainnya.
Boiler tersebut dikelompokkan berdasarkan jumlah pass nya yaitu berapa kali gas
pembakaran melintasi boiler. Ruang pembakaran ditempatkan sebagai lintasan pertama setelah
itu kemudian satu, dua, atau tiga set pipa api. Boiler yang paling umum dalam kelas ini adalah
unit tiga pass/ lintasan dengan dua set fire-tube/ pipa api dan gas buangnya keluar dari
belakang boiler.
kecepatan yang rendah. Begitu kecepatan udaranya berangsur-angsur naik, terbentuklah suatu
keadaan dimana partikel tersuspensi
bed tersebut
disebut
terfluidisasikan.
Dengan kenaikan kecepatan udara selanjutnya, terjadi pembentukan gelembung,
turbulensi yang kuat, pencampuran cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. Bed
partikel padat menampilkan sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida - bed gelembung
fluida/ bubbling fluidized bed.
Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidi sasikan dipanaskan hingga ke suhu nyala
batubara, dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan terbakar dengan
cepat dan bed mencapai suhu yang seragam. Pembakaran dengan
berlangsung pada suhu sekitar 840OC hingga 950OC. Karena suhu ini jauh berada dibawah suhu
fusi abu, maka pelelehan abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari.
Suhu pembakaran yang lebih rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien perpindahan
panas sebagai akibat pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas yang efektif
dari bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Kecepatan gas dicapai diantara
kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Hal ini menjamin operasi bed
yang stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur gas.
E.
ditambah dengan sebuah fluidized bed combustor. Sistim seperti telah dipasang digabungkan
dengan water tube boiler/boiler pipa air konvensional.
Batubara dihancurkan menjadi ukuran 1 10 mm tergantung pada tingkatan batubara
dan jenis pengumpan udara ke ruang pembakaran. Udara atmosfir, yang bertindak sebagai udara
fluidisasi dan pembakaran, dimasukkan dengan tekanan, setelah diberi pemanasan awal olehgas
buang bahan bakar. Pipa dalam bed yang membawa air pada umumnya bertindak sebagai
evaporator. Produk gas hasil pembakaran melewati bagian super heater dari boiler lalu mengalir
ke economizer, ke pengumpul debu dan pemanas awal udara sebelum dibuang keatmosfir.
F. Pressurized Fluidized Bed Combustion (PFBC) Boiler
Pada tipe Pressurized Fluidized bed Combustion (PFBC), sebuah kompresor memasok
udara Forced Draft (FD), dan pembakarnya merupakan tangki bertekanan. Laju panas yang
dilepas dalam bed sebanding dengan tekanan bed sehingga bed yang dalam digunakan untuk
mengekstraksi sejumlah besar panas. Hal ini akan meningkatkan efisiensi pembakaran dan
peyerapan sulfur dioksida dalam bed. Steam dihasilkan didalam dua ikatan pipa, satu di bed dan
satunya lagi berada diatasnya. Gas panas dari cerobong
tenaga. Sistim PFBC dapat digunakan untuk pembangkitan kogenerasi (steam dan listrik) atau
pembangkit tenaga dengan siklus gabungan/combined cycle. Operasi combined cycle (turbin gas
& turbin uap) meningkatkan efisiensi konversi keseluruhan sebesar 5 hingga 8 persen.
G. Atmospheric Circulating Fluidized Bed Combustion Boilers (CFBC)
Dalam sistim sirkulasi, parameter bed dijaga untuk membentuk padatan melayang dari
bed. Padatan diangkat pada fase yang relatif terlarut dalam pengangkat padatan, dan sebuah
down-comer dengan sebuah siklon merupakan aliran sirkulasi padatan. Tidak terdapat pipa
pembangkit
SO2 yang semakin besar pula, dan semakin mudah penerapan teknik
penyalaan hampir terjadi secara cepat bila laju pembakaran meningkat. Karena hal ini, spreader
stoker lebih disukai dibanding jenis stoker lainnya dalam berbagai penerapan di industri.
2) Chain-grate atau traveling-grate stoker
Batubara diumpankan ke ujung grate baja yang [Link] gratebergerak sepanjang
tungku, batubara terbakar sebelum jatuh pada
keterampilan tertentu, terutama bila menyetel grate, damper udara dan baffles, untuk menjamin
pembakaranyang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah
pembakaran dan menyebabkan kerugian yang lebih besar karena bahan yang tidak terbakar.
Batubara bubuk dihembuskan dengansebagian udara pembakaran masuk menuju plant boiler
melalui serangkaian nosel burner. Udara sekunder dan tersier dapat juga ditambahkan.
Pembakaran berlangsung pada suhu dari 1300 - 1700C, tergantung pada kualitas
batubara. Waktu tinggal partikel dalam boiler biasanya 2 hingga 5 detik, dan partikel harus cukup
kecil untuk pembakaran yang sempurna.
Sistim ini memiliki banyak keuntungan seperti kemampuan membakar berbagai kualitas
batubara, respon yang cepat terhadap perubahan beban muatan, penggunaan suhu udara pemanas
awal yang tinggi dll.
Salah satu sistim yang paling populer untuk pembakaran batubara
halus adalah
pembakaran tangensial dengan menggunakan empat buah burner dari keempat sudut untuk
menciptakan bola api pada pusat tungku.
J.
Dimanapun tersedia limbah panas pada suhu sedang atau tinggi, boiler limbah panas
dapat dipasang secara ekonomis. Jika kebutuhan steam lebih dari steam yang dihasilkan
menggunakan gas buang panas, dapat digunakan burner tambahan yang menggunakan bahan
bakar.
Jika steam tidak langsung dapat digunakan, steam dapat dipakai untuk memproduksi
daya listrik menggunakan generator turbin uap. Hal ini banyak digunakan dalam pemanfaatan
kembali panas dari gas buang dari turbin gas dan mesin diesel.
K.
pass dan dipasang dengan sistim jet tekanan. Fluida termis, yang
bertindak sebagai pembawa panas, dipanaskan dalam pemanas dan disirkulasikan melalui
peralatan pengguna. Disini fluida memindahkn panas untuk proses melalui penukar panas,
kemudian
dikendalikan oleh katup pengendali yang dioperasikan secara pneumatis, berdasarkan suhu
operasi. Pemanasberoperasi pada api yang tinggi atau rendah tergantung pada suhu minyak yang
kembali yang bervariasi tergantung beban sistim.
Keuntungan pemanas tersebut adalah:
Operasi sistim tertutup dengan kehilangan minimum dibanding dengan boiler steam.
Operasi sistim tidak bertekanan bahkan untuk suhu sekitar 250 0C dibandingkan kebutuhan
tekanan steam 40kg/cm2dalam sistim steam yang sejenis.
Penyetelan kendali otomatis, yang memberikan fleksibilitas operasi.
Efisiensi termis yang baik karena tidak adanya kehilangan panas yang diakibatkan oleh
blowdown, pembuangan kondensat dan flash steam.
Faktor ekonomi keseluruhan dari pemanas fluida termis tergantung pada penerapan
spesifik dan dasar acuannya. Pemanas fluida thermis berbahan bakar batubara dengan
kisaranefisiensi panas 55-65 persen merupakan yang paling nyaman digunakan dibandingkan
denganhampir kebanyakan boiler. Penggabungan peralatan pemanfaatan kembali panas dalam
gabuang akan mempertinggi tingkat efisiensi termis selanjutnya.
kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus
diperhatikan terhadap tipe ini.
Karakteristik lain mengenai water tube boilers sebagai berikut:
Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.
::
167 bar
530 oC
3375.83 kj/kg
1122 t/h
188.1 bar
280 oC
1231.61 kj/kg
179.8 t/h
19506 kj/kg
Dari perhitungan di atas sehingga dapat kita simpulkan bahwa efisiensi boiler dari sebuah
pembangkit listrik tenaga uap adalah 65.4 %. Efisiensi dengan nilai tersebut adalah tergolong
efisiensi yang rendah dan seorang enjiner tidak dapat mengetahui secara pasti faktor apa yang
menjadi penyebabnya.