0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan19 halaman

Jenis-Jenis Steam dan Penggunaannya

Steam merupakan media panas penting dalam industri karena memiliki kandungan panas besar. Terdapat tiga jenis steam yaitu saturated, wet, dan superheated. Boiler digunakan untuk menghasilkan steam dari air dengan memanfaatkan panas dari pembakaran bahan bakar. Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, steam, dan bahan bakar. Boiler bekerja dengan memanaskan air hingga menguap menjadi steam yang kemudian dialirkan ke proses industri

Diunggah oleh

aulia rahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan19 halaman

Jenis-Jenis Steam dan Penggunaannya

Steam merupakan media panas penting dalam industri karena memiliki kandungan panas besar. Terdapat tiga jenis steam yaitu saturated, wet, dan superheated. Boiler digunakan untuk menghasilkan steam dari air dengan memanfaatkan panas dari pembakaran bahan bakar. Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, steam, dan bahan bakar. Boiler bekerja dengan memanaskan air hingga menguap menjadi steam yang kemudian dialirkan ke proses industri

Diunggah oleh

aulia rahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Steam, atau air yang berbentuk gas, merupakan media panas yang sangat penting karena

memiliki kandungan panas yang sangat besar (panas kodensasi), dan merupakan bahan pemanas
yang paling banyak digunakan dalam industri kimia.
Steam dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Saturated Steam, yaitu uap air yang terbentuk pada suhu didih dan tidak mengandung
titik-titik air maupun gas asing.
2. Wet Steam, yaitu campuran dari saturated steam dan titik-titik air yang terdistribusi
merata. Steam ini terbentuk misalnya pada waktu air mendidih dengan sangat kuat atau
karena kondensasi sebagian dari uap jenuh.
3. Supaerheated Steam, yaitu uap yang dipanaskan melebihi temperatur didihnya. Pada
tekanan yang sama steam ini memiliki kerapatan lebih rendah daripada saturated steam.
Tekanan dan temperatur steam harus diketahui agar keadaan steam ini dapat diidentifikasi
dengan baik. Untuk mengolah 1 kg air pada temperatur 0 oC menjadi steam diperlukan panas
sebagai berikut:

Panas sensibel cairan, yaitu jumlah panas yang diperlukan untuk memanaskan iar tersebut
dari 0 oC ke temperatur didih.

Panas penguapan, yaitu jumlah panas yang diperlukan untuk menguapkan air tersebut
pada temperatur didih tanpa terjadi keaikan temperatur.

Panas steam lanjut, yaitu panas yang diperlukan untuk pemanasan saturated steam
sehingga terjadi superheated steam.

Jumlah panas keseluruhan yang dibutuhkan untuk mengubah air bertemperatur 0 oC menjadi
steam disebut kandungan panas dari uap/steam (kkal/kg). Pada pemanfaatan steam sebagai media
pemanas akan terjadi hal-hal sebagai berikut:

Pada waktu pendinginan, superheated steam akan melepaskan panasnya sampai menjadi
saturated steam.

Jumlah panas yang dibebaskan ini relatif kecil (misalnya hanya 10 %) bila dibandingkan
dengan jumlah panas kondensasi.

Pada waktu pedinginan, saturated steam akan segera terkondensasi. Seluruh panas
kondensasi akan dibebaskan, yang besarnya sama dengan panas penguapan.

Pada waktu pendinginan kondensat, sebagian energi panas dibebaskan lagi (panas
sensibel air). Penggunaan energi panas ini hampir selalu berlangsung dengan tidak

sempurna dalam sistem pemanasan yang pertama. Panas yang tersisa sering dimanfaatkan
lagi dalam alat penukar panas selanjutnya, misalnya untuk pemanasan awal bahan-bahan
proses yang akan diumpankan.
Sebagian besar kandungan panas steam merupakan panas kondensasi, karena itu panas tersebut
mutlak harus dimanfaatkan. Agar steam yang belum termanfaatkan tidak ada yang keluar dari
sistem pemanas dan agar tidak terjadi pemampatan kondensat di dalam ruang pemanas, maka
pada saluran keluar harus dipasang alat penyalur kondensat. Penyalur kondensat ini juga dapat
mempertahankan tekanan uap dalam ruang pemanas agar tetap tinggi.
Pada pemanasan tidak langsung, panas yang dimanfaatkan hanya panas superheated steam dan
panas kondensasi. Temperatur yang diinginkan dalam ruang pemanas dapat diatur dengan
regulator tekanan. Melalui pentil, pemasukan steam-pun bisa diatur. Dengan mengumpulkan
steam secara langsung ke dalam bahan yang akan dipanaskan, panas sensibel cairan akan
termanfaatkan dengan lebih baik.
Air sangat menguntungkan jika digunakan sebagai media pemanas karena memiliki panas
kondensasi yang besar sekali, tidak mudah terbakar, dan tidak beracun. Steam dapat
mengakibatkan luka bakar yang parah terutama bila seluruh panas kondensasi dibebaskan di atas
kulit. Oleh karena itu, saluran-saluran yang dialiri steam tidak boleh dimanipulasi sebelum
saluran dibebaskan dari tekanan dan didinginkan.
Steam dibuat di pusat pembangkitan steam di dalam ketel uap/steam (ketel radiasi, ketel bakar,
ketel listrik) dengan mengunakan bahan bakar batu bara, minyak pemanas, atau listrik. Steam ini
dibuat dari air yang telah dihilangkan seluruh garam-garam dan gasnya (air umpan ketel). Di sini
terbentuk steam pada temperatur yang sesuai dengan tekaan di dalam ketel. Steam yang
terbentuk dipanaskan lebih lanjut oleh gas buang sehingga kehilangan panas pada saat
transportasi ke tempat pemakaian tidak segera menyebabkan terjadinya kondensasi.
Setelah tekanan tinggi direduksi, misalnya di dalam turbin uap, dan air diinjeksikan ke dalam
steam berkalor lebih, steam tersebut kemudian dialirkan ke konsumen melalui saluran-saluran
yang terisolasi dengan baik. Di tempat pemakaian, yang dibutuhkan terutama ialah panas
kondensasinya. Karena steam tidak dapat disimpan, maka kelebihan steam akan diubah menjadi
air panas atau air hangat.
Alat pemanas yang mengunakan steam sebagai media pemanas mudah untuk diatur dengan baik.
Pemanasan dapat dilakukan dengan mengalirkan steam langsung ke bahan proses yang akan
dipanaskan. Temperatur pemanasan maksimal yang dapat dicapai pada peralatan yang
menggunakan ventilasi adalah 100 oC. Cara ini hanya dapat digunakan bila air maupun
penambahan volume tidak mengganggu sistem. Panggunaan steam dapat dilakukan secara tidak
langsung, misalnya dalam alat penukar panas. Temperatur yang dapat dicapai secara teoritis
sama dengan temperatur kondensasi steam.

BOILER dan JENIS-JENIS BOILER

BAB I
TINJAUAN UMUM BOILER
1.1 PENGERTIAN BOILER
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk
air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan
meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah
meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat
baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan (feed water system), sistem steam (steam system) dan
sistem bahan bakar (fuel system).
1. Sistem air umpan (feed water system) menyediakan air untuk boiler secara otomatis
sesuai dengan kebutuhan [Link] kran disediakan untuk keperluan perawatan dan
perbaikan.
2. Sistem steam (steam sistem) mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam
boiler. Steam dialirkan melalui sistempemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan
sistem, tekanan steam diatur menggunakankran dan dipantau dengan alat pemantau
tekanan.
3. Sistem bahan bakar (fuel sistem) adalah semuaperalatan yang digunakan untuk
menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yangdibutuhkan. Peralatan yang
diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahanbakar yang digunakan
pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan (feed water). Dua
sumber air umpan adalah:

1. Kondensat atau steam yang mengembun yang dikembalikan dari proses.


2. Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler
danplant proses.
Sistem yang lain adalah penggunaan economizer untuk memanaskan awal air umpan
menggunakan limbah panas pada gas buang, untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih
tinggi.

1.2 MATERIAL PENYUSUN BOILER


Bejana tekan yang digunakan pada boiler biasanya terbuat dari baja atau campuran
[Link] untuk stainless steel dilarang penggunaannya oleh ASME Boiler Code sebagai
material utama bejana ataupun bagian sambungan las dari bejana, namun masih bisa digunakan
pada area superheater yang tidak akan bersentuhan langsung dengan air boiler. Sebelumnya,
tembaga juga digunakan untuk material pembuat boiler karena sifatnya yang mudah dibentuk
dan memiliki nilai konduktifitas termal yang tinggi, namun karena harga material tersebut
cenderung meningkat dan mahal, maka saa tini tembaga sudah jarang digunakan. Jaman dahulu,
juga sering digunakan wrought iron sebagai material boiler yang difabrikasi dengan
menggunakan prinsip pakukeling (rivetting).
Terkadang di beberapa negara, boiler hanya digunakan untuk memproduksi air panas
saja, tanpa menghasil kan uap panas. Untuk kondisi tersebut, biasanya material yang digunakan
cukup dengan menggunakan besituang (cast iron) karena lebih murah bila dibandingkan dengan
baja. Namun, apabila ingin menggunakan boiler tersebut untuk menghasilkan uap panas,
dianjurkan tidak menggunakan besi tuang. Hal ini disebabkan karena sifat getas yang dimiliki
oleh besi tuang berbahaya bila digunakan untuk boiler penghasil uap yang beroperasi pada
tekanan yang sangat tinggi.

1.3 PROSES KERJA BOILER


Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan, temperatur,
dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan digunakan. Berdasarkan ketiga
hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP), dan
tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan perbedaan itu pemanfaatan steam yang
keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan
menjalankan suatu mesin (commercial and industrial boilers), atau membangkitkan energi listrik
dengan merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga
menghasilkan energi listrik (power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan kedua
sistem boiler tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan
energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur rendah dapat
dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat recovery boiler.
Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, sistem steam, dan sistem bahan bakar. Sistem
air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam.
Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan dari sistem air umpan,
penanganan air umpan diperlukan sebagai bentuk pemeliharaan untuk mencegah terjadi
kerusakan dari sistem steam. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam
dalam boiler. Steamdialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan
sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan.
Sistem bahan bakar adalah semua perlatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar
untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar
tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem.
Sebelum menjelaskan keanekaragaman boiler, perlu diketahui komponen dari boiler yang
mendukung teciptanya steam, berikut komponen-komponen boiler:
Furnace
Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa bagian dari furnace
siantaranya : refractory, ruang perapian, burner, exhaust for flue gas, charge and discharge door.
Steam Drum
Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam.
Steam masih bersifat jenuh (saturated steam).
Superheater

Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main
steam pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri.
Air Heater
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara
luar yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku
pembakaran.
Economizer
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari
air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru.
Safety valve
Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana
tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam.
Blowdown valve
Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di
dalam pipa steam.
1.4 KONDISI AIR UMPAN BOILER
Air yang digunakan pada proses pengolahan dan air umpan boiler diperoleh dari air
sungai, air waduk, sumur bor dan sumber mata air lainnya. Kualitas air tersebut tidak sama
walaupun menggunakan sumber air sejenis, hal ini dipengaruhi oleh lingkungan asal air tersebut.
Sumber mata air sungai umumnya sudah mengalami pencemaran oleh aktivitas penduduk dan
kegiatan industri, oleh sebab itu perlu dilakukan pemurnian.
Air umpan boiler harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan agar tidak
menimbulkan masalah-masalah pada pengoperasian boiler. Air tersebut harus bebas dari mineralmineral yang tidak diinginkan serta pengotor-pengotor lainnya yang dapat menurunkan efisiensi
kerja dari boiler.
Feed water harus memenuhi prasyarat tertentu seperti yang diuraikan dalam tabel di
bawah ini :
1.5 MASALAH-MASALAH PADA BOILER
Suatu boiler atau pembangkit uap yang dioperasikan tanpa kondisi air yang baik , cepat
atau lambat akan menimbulkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kinerja dan kualitas dari

sistem pembangkit uap. Banyak masalah-masalah yang ditimbulkan akibat dari kurangnya
penanganan dan perhatian khusus terhadap penggunaan air umpan boiler.
Akibat dari kurangnya penanganan terhadap air umpan boiler akan menimbulkan
masalah-masalah sebagai berikut :
a)

Pembentukan kerak
Terbentuk kerak pada dinding boiler terjadi akibat adanya mineral-mineral pembentukan
kerak, misalnya ion-ion kesadahan seperti Ca2+ dan Mg2+ dan akibat pengaruh gas penguapan.
Diamping itu pula dapat disebabkan oleh mekanisme pemekatan didalam boiler karena adanya
pemanasan. Jenis-jenis kerak yang umum dalam boiler adalah kalsium sulfat, senyawa silikat dan
karbonat. Zat-zat dapat membentuk kerak yang keras dan padat sehingga bila

lama

penanganannya akan sulit sekali untuk dihilangkan. Silika diendapkan bersama dengan kalsium
dan magnesium sehingga membuat kerak semakin keras dan semakin sulit untuk dihilangkan.
Kerak yang menyelimuti permukaan boiler berpengaruh terhadap perpindahan panas
permukaan dan menunjukkan dua akibat utama yaitu berkurangnya panas yang dipindahkan dari
dapur ke air yang mengakibatkan meningkatkan temperatur disekitar dapur, dan menurunnya
efisiensi boiler.
Untuk mengurangi terjadinya pembentukan kerak pada boiler dapat dilakukan
pencegahan-pencegahan sebagai berikut :
- Mengurangi jumlah mineral dengan unit softener
- Melakukan blowdown secara teratur jumlahnya
- Memberikan bahan kimia anti kerak
Zat

terlarut dan tersuspensi yang terdapat pada semua air alami dapat

dihilangkan/dikurangi pada proses pra-treatment (pengolahan awal) yang terbukti ekonomis.


Penanggulangan kerak yang sudah ada dapat dilakukan dengan cara :
On-line cleaning yaitu pelunakan kerak-kerak lama dengan bahan kimia selama Boiler
beroperasi normal.
Off-line cleaning (acid cleaning) yaitu melarutkan kerak-kerak lama dengan asam-asam
khusus tetapi Boiler harus berhenti beroperasi.
Mechanical cleaning: dengan sikat, pahat, scrub, dan lain-lain.
b)

Peristiwa korosi

Korosi dapat disebabkan oleh oksigen dan karbon dioksida yang terdapat dalam uap yang
terkondensasi. Korosi merupakan peristiwa logam kembali kebentuk asalnya dalam misalnya
besi menjadi oksida besi, alumunium dan lain-lain. Peristiwa koros dapat terjadi disebabkan oleh
:
-

Gas-gas yang bersifat korosif seperti O2, CO2, H2S


Kerak dan deposit
Perbedaan logam (korosi galvanis)
pH yang terlalu rendah dan lain-lain
Jenis korosi yang dijumpai pada boiler dan sistem uap adalah general corrosion, pitting

(terbentuknya lubang) dan embrittlement (peretakan baja). Adanya gas yang terlarut, oksigen
dan karbon dioksida pada air umpan boiler adalah penyebab utama general corrosion dan pitting
corrosion (tipe oksigen elektro kimia dan diffrensial). Kelarutan gas-gas ini di dalam air umpan
boiler menurun jika suhu naik. Kebanyakan oksigen akan memisah pada ruang uap, tetapi
sejumlah kecil residu akan tertinggal dalam larutan atau terperangkap pada kantong-kantong atau
dibawah deposit, hal ini dapat menyebabkan korosi pada logam-logam boiler. Karena itu
pentinguntuk melakukan proses deoksigenasi air boiler.
Jumlah rata-rata korosi atau serangan elektrokimia akan naik jika nilai pH air menurun.
Selain itu air umpan boiler akan dikondisikan secara kimia mencapai nilai pH yang relatif tinggi.
Bentuk korosi yang tidak umum tetapi berbahaya adalah bentuk korosi embrittlement atau
keretakan inter kristalin pada baja yang terjadi jika berada pada tekanan yang tinggi dan
lingkungan kimia yang tidak sesuai. Caustic embrittlement atau keratakan inter kristalin pada
baja yang terjadi jika berada pada tekanan yang tinggi dan lingkungan kimia yang tidak sesuai.
Caustic embrittlement terjadi pada sambungan penyumbat dan meluas pada ujung tabung dimana
celah memungkinkan perkembangan suatu lingkungan caustic yang terkonsentrasi. Hidrogen
embrittlement adalah bentuk lain dari retakan interkristalin yang terjadi pada tabung air boiler
yang disebabkan tekanan tinggi dan kondisi temperatur yang tertentu.
Untuk mengurangi terjadinya peristiwa korosi dapat dilakukan pencegahan sebagai
berikut:
- Mengurangi gas-gas yang bersifat korosif
- Mencegah terbentuknya kerak dan deposit dalam boiler
- Mencegah korosi galvanis
- Menggunakan zat yang dapat menghambat peristiwa korosif
- Mengatur pH dan alkalinitas air boiler dan lain-lain

c)

Pembentukan deposit
Deposit merupakan peristiwa penggumpalan zat dalam air umpan boiler yang disebabkan
oleh adanya zat padat tersuspensi misalnya oksida besi, oksida tembaga dan lain-lain. Peristiwa
ini dapat juga disebabkan oleh kontaminasi uap dari produk hasil proses produksi. Sumber
deposit didalam air seperti garam-garam yang terlarut dan zat-zat yang tersuspensi didalam air
umpan boiler. Pemanasan dan dengan adanya zat tersuspensi dalam air pada boiler menyebabkan
mengendapnya sejumlah muatan yang menurunkan daya kelarutan, jika temperaturnya
dinaikkan. Hal ini menjelaskan mengapa kerak dan sludge (lumpur) terbentuk. Kerak merupakan
bentuk deposit-deposit yang tetap berada pada permukaan boiler sedangkan sludge merupakan
bentuk deposit-deposit yang tidak menetap atau deposit lunak.
Pada ketel bertekanan tinggi, silika muda mengendap dengan uap dan dapat membentuk
deposit yang menyulitkan pada daun turbin.
Pencegahanpencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya peristiwa
deposit dapat dilakukan diantaranya :
Meminimalisasi masuknya mineral-mineral yang dapat menyebabkan deposit seperti oksida
besi, oksida tembaga dan lain lain.
Mencegah korosi pada sistem kondensat dengan proses netralisasi (mengatur pH 8,29,2)
dapat juga dilakukan dengan mencegah terjadinya kebocoran udara pada sistem kondensat.
Mencegah kontaminasi uap selanjutnya menggunakan bahan kimia untuk mendispersikan
mineral-mineral penyebab deposit.
Penanggulangan terjadinya deposit yang telah ada dapat dilakukan dengan acid cleaning,
online cleaning, dan mechanical cleaning.

d)

Kontaminasi Uap (steam carryover)


Ketika air boiler mengandung garam terlarut dan zat tersuspensi dengan konsentrasi yang
tinggi, ada kecendrungan baginya untuk membentuk busa secara berlebihan sehingga dapat
menyebabkan steam carryover zat-zat padat dan cairan pengotor kedalam uap.
Steam carryover terjadi jika mineral-mineral dari boiler ikut keluar bersama dengan uap
ke alat-alat seperti superheater, turbin, dan lain-lain. Kontaminasi-kontaminasi ini dapat
diendapkan kembali pada sistem uap atau zat-zat itu akan mengontaminasi proses atau materialmaterial yang diperlukan steam.
Steam carryover dapat dihindari dengan menahan zat-zat padat terlarut pada air boiler
dibawah tingkat tertentu melalui suatu analisa sistematis dan kontrol pada pemberian zat-zat

kimia dan blowdown. Carryover karbon dioksida dapat mengembalikan uap dan asam-asam
terkondensasi.

BAB II
JENIS - JENIS BOILER
2.1 JENIS-JENIS BOILER
Bagian ini menerangkan tentang berbagi jenis boiler: Fire tube boiler, Water tube boiler,
Paket boiler, Fluidized bed combustion boiler, Atmospheric fluidized bed combustion boiler,
Pressurized fluidized bed combustion boiler, Circulating fluidized bed combustion boiler, Stoker
fired boiler, Pulverized fuel boiler, Boiler pemanas limbah (Waste heat boiler) dan Pemanas
fluida termis.
A.

Fire Tube Boiler


Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada didalam
shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan untuk kapasitas steam
yang relative kecil dengan tekanan steam rendah sampai sedang. Sebagai pedoman, fire tube
boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18
kg/cm2. Fire tube boilers dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar
padat dalam operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi
sebagai paket boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.

B.

Water Tube Boiler


Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk kedalam
drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap
dalam drum.
Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus
boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler

yang sangat modern dirancang dengan

kapasitas steam antara 4.500 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube
boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan gas.
Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.
Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.

Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.
C.

Paket Boiler
Disebut boiler paket sebab sudah tersedia sebagai paket yang lengkap. Pada saat dikirim
ke pabrik, hanya memerlukan pipa steam, pipa air, suplai bahan bakar dan sambungan listrik
untuk dapat beroperasi. Paket boiler biasanya merupakan tipe shell and tube dengan rancangan
fire tube dengan transfer panas baik radiasi maupun konveksi yang tinggi.
Ciri -ciri dari packaged boilers adalah:
Kecilnya ruang pembakaran dan tingginya panas yang dilepas menghasilkan penguapan
yang lebih cepat.
Banyaknya jumlah pipa yang berdiameter kecil membuatnya memiliki perpindahan panas
konvektif yang baik.
Sistim forced atau induced draft menghasilkan efisiensi pembakaran yang baik.
Sejumlah lintasan/pass menghasilkan perpindahan panas keseluruhan yang lebih baik.
Tingkat efisiensi thermisnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan boiler lainnya.
Boiler tersebut dikelompokkan berdasarkan jumlah pass nya yaitu berapa kali gas
pembakaran melintasi boiler. Ruang pembakaran ditempatkan sebagai lintasan pertama setelah
itu kemudian satu, dua, atau tiga set pipa api. Boiler yang paling umum dalam kelas ini adalah
unit tiga pass/ lintasan dengan dua set fire-tube/ pipa api dan gas buangnya keluar dari
belakang boiler.

D. Boiler Pembakaran dengan Fluidized Bed (FBC)


Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) muncul sebagai alternatif yang memungkinkan
dan memiliki kelebihan yang cukup berarti dibanding sistim pembakaran yang konvensional dan
memberikan banyak keuntungan rancangan boileryang kompak, fleksibel terhadap bahan
bakar, efisiensi pembakaran yang tinggi dan berkurangnya emisi polutan yang merugikan seperti
SOx dan NOx. Bahan bakar yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah batubara, barang
tolakan dari tempat pencucian pakaian, sekam padi, bagas & limbah pertanian lainnya. Boiler
fluidized bed memiliki kisaran kapasitas yang luas yaitu antara 0.5 T/jam sampai lebih dari 100
T/jam.
Bila udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan keatas melalui bed
partikel padat seperti pasir yang disangga oleh saringan halus, partikel tidak akan terganggu pada

kecepatan yang rendah. Begitu kecepatan udaranya berangsur-angsur naik, terbentuklah suatu
keadaan dimana partikel tersuspensi

dalam aliran udara

bed tersebut

disebut

terfluidisasikan.
Dengan kenaikan kecepatan udara selanjutnya, terjadi pembentukan gelembung,
turbulensi yang kuat, pencampuran cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. Bed
partikel padat menampilkan sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida - bed gelembung
fluida/ bubbling fluidized bed.
Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidi sasikan dipanaskan hingga ke suhu nyala
batubara, dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan terbakar dengan
cepat dan bed mencapai suhu yang seragam. Pembakaran dengan

fluidized bed (FBC)

berlangsung pada suhu sekitar 840OC hingga 950OC. Karena suhu ini jauh berada dibawah suhu
fusi abu, maka pelelehan abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari.
Suhu pembakaran yang lebih rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien perpindahan
panas sebagai akibat pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas yang efektif
dari bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Kecepatan gas dicapai diantara
kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Hal ini menjamin operasi bed
yang stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur gas.
E.

Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) Boiler


Kebanyakan boiler yang beroperasi untuk jenis ini adalah Atmospheric Fluidized Bed
Combustion (AFBC) Boiler. Alat ini

hanya berupa shell boiler konvensional biasa yang

ditambah dengan sebuah fluidized bed combustor. Sistim seperti telah dipasang digabungkan
dengan water tube boiler/boiler pipa air konvensional.
Batubara dihancurkan menjadi ukuran 1 10 mm tergantung pada tingkatan batubara
dan jenis pengumpan udara ke ruang pembakaran. Udara atmosfir, yang bertindak sebagai udara
fluidisasi dan pembakaran, dimasukkan dengan tekanan, setelah diberi pemanasan awal olehgas
buang bahan bakar. Pipa dalam bed yang membawa air pada umumnya bertindak sebagai
evaporator. Produk gas hasil pembakaran melewati bagian super heater dari boiler lalu mengalir
ke economizer, ke pengumpul debu dan pemanas awal udara sebelum dibuang keatmosfir.
F. Pressurized Fluidized Bed Combustion (PFBC) Boiler
Pada tipe Pressurized Fluidized bed Combustion (PFBC), sebuah kompresor memasok
udara Forced Draft (FD), dan pembakarnya merupakan tangki bertekanan. Laju panas yang
dilepas dalam bed sebanding dengan tekanan bed sehingga bed yang dalam digunakan untuk

mengekstraksi sejumlah besar panas. Hal ini akan meningkatkan efisiensi pembakaran dan
peyerapan sulfur dioksida dalam bed. Steam dihasilkan didalam dua ikatan pipa, satu di bed dan
satunya lagi berada diatasnya. Gas panas dari cerobong

menggerakan turbin gas pembangkit

tenaga. Sistim PFBC dapat digunakan untuk pembangkitan kogenerasi (steam dan listrik) atau
pembangkit tenaga dengan siklus gabungan/combined cycle. Operasi combined cycle (turbin gas
& turbin uap) meningkatkan efisiensi konversi keseluruhan sebesar 5 hingga 8 persen.
G. Atmospheric Circulating Fluidized Bed Combustion Boilers (CFBC)
Dalam sistim sirkulasi, parameter bed dijaga untuk membentuk padatan melayang dari
bed. Padatan diangkat pada fase yang relatif terlarut dalam pengangkat padatan, dan sebuah
down-comer dengan sebuah siklon merupakan aliran sirkulasi padatan. Tidak terdapat pipa
pembangkit

steam yang terletak dalam bed. Pembangkitandan pemanasan berlebih steam

berlangsung di bagian konveksi, dinding air, pada keluaran pengangkat/ riser.


Boiler CFBC pada umumnya lebih ekonomis daripada boiler AFBC, untuk penerapannya
di industri memerlukan lebih dari 75 100 T/jam steam. Untuk unit yang besar, semakin tinggi
karakteristik tungku boiler CFBC akan memberikan penggunaan ruang yang semakin baik,
partikel bahan bakar lebih besar, waktu tinggal bahan penyerap untuk pembakaran yang efisien
dan penangkapan

SO2 yang semakin besar pula, dan semakin mudah penerapan teknik

pembakaran untuk pengendalian NOx daripada pembangkit steam AFBC.


H. Stoker Fired Boilers
Stokers diklasifikasikan menurut metode pengumpanan bahan bakar ke tungku dan oleh
jenis gratenya. Klasifikasi utamanya adalah spreader stoker dan chain-gate atau traveling-gate
stoker.
1) Spreader stokers
Spreader stokers memanfaatkan kombinasi pembakaran suspensi dan pembakaran grate.
Batubara diumpankan secara kontinyu ke tungku diatas bed pembakaran batubara. Batubara
yang halus dibakar dalam suspensi; partikel yang lebih besar akan jatuh ke grate, dimana
batubara ini akan dibakar dalam

bed batubara yang tipis dan pembakaran cepat. Metode

pembakaran ini memberikan fleksibilitas yang baik

terhadap fluktuasi beban, dikarenakan

penyalaan hampir terjadi secara cepat bila laju pembakaran meningkat. Karena hal ini, spreader
stoker lebih disukai dibanding jenis stoker lainnya dalam berbagai penerapan di industri.
2) Chain-grate atau traveling-grate stoker
Batubara diumpankan ke ujung grate baja yang [Link] gratebergerak sepanjang
tungku, batubara terbakar sebelum jatuh pada

ujungsebagai abu. Diperlukan tingkat

keterampilan tertentu, terutama bila menyetel grate, damper udara dan baffles, untuk menjamin
pembakaranyang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah

karbon yang tidak

terbakar dalam abu.


Hopper umpan batubara memanjang di sepanjang seluruh ujung umpan batubara pada
tungku. Sebuah grate batubara digunakan untuk mengendalikan kecepatan batubara yang
diumpankan ke tungku dengan mengendalikan ketebalan bed bahan bakar. Ukuran batubara
harus seragam sebab bongkahan yang besar tidak akan terbakar sempurna pada waktu mencapai
ujung grate.
I.

Pulverized Fuel Boiler


Kebanyakan boiler stasiun pembangkit tenaga yang berbahan bakar batubara
menggunakan batubara halus, dan banyak boiler pipa air di industri yang lebih besar juga
menggunakan batubara yang halus. Teknologi ini berkembangdengan baik dan diseluruh dunia
terdapat ribuan unit dan lebih dari 90 persen kapasitas pembakaran batubara merupakan jenis ini.
Untuk batubara jenis bituminous, batubara digiling sampai menjadi bubuk halus, yang
berukuran +300 micrometer (m) kurang dari 2 persen dan yang berukuran dibawah 75 microns
sebesar 70-75 persen. Harus diperhatikan bahwa bubuk yang terlalu halus akan memboroskan
energi penggilingan.
Sebaliknya, bubuk yang terlalu kasar tidak

akan terbakar sempurna pada ruang

pembakaran dan menyebabkan kerugian yang lebih besar karena bahan yang tidak terbakar.
Batubara bubuk dihembuskan dengansebagian udara pembakaran masuk menuju plant boiler
melalui serangkaian nosel burner. Udara sekunder dan tersier dapat juga ditambahkan.
Pembakaran berlangsung pada suhu dari 1300 - 1700C, tergantung pada kualitas
batubara. Waktu tinggal partikel dalam boiler biasanya 2 hingga 5 detik, dan partikel harus cukup
kecil untuk pembakaran yang sempurna.
Sistim ini memiliki banyak keuntungan seperti kemampuan membakar berbagai kualitas
batubara, respon yang cepat terhadap perubahan beban muatan, penggunaan suhu udara pemanas
awal yang tinggi dll.
Salah satu sistim yang paling populer untuk pembakaran batubara

halus adalah

pembakaran tangensial dengan menggunakan empat buah burner dari keempat sudut untuk
menciptakan bola api pada pusat tungku.

J.

Boiler Limbah Panas

Dimanapun tersedia limbah panas pada suhu sedang atau tinggi, boiler limbah panas
dapat dipasang secara ekonomis. Jika kebutuhan steam lebih dari steam yang dihasilkan
menggunakan gas buang panas, dapat digunakan burner tambahan yang menggunakan bahan
bakar.
Jika steam tidak langsung dapat digunakan, steam dapat dipakai untuk memproduksi
daya listrik menggunakan generator turbin uap. Hal ini banyak digunakan dalam pemanfaatan
kembali panas dari gas buang dari turbin gas dan mesin diesel.
K.

Pemanas Fluida Termis


Saat ini, pemanas fluida termis telah digunakan secara luas dalam berbagai penerapan
untuk pemanasan proses tidak langsung. Dengan menggunakan fluida petroleum sebagai media
perpindahan panas, pemanas tersebut memberikan suhu yang konstan. Sistim pembakaran terdiri
dari sebuah fixed grate dengan susunan draft mekanis.
Pemanas fluida thermis modern berbahan bakar minyak terdiri dari sebuah kumparan
ganda, konstruksi tiga

pass dan dipasang dengan sistim jet tekanan. Fluida termis, yang

bertindak sebagai pembawa panas, dipanaskan dalam pemanas dan disirkulasikan melalui
peralatan pengguna. Disini fluida memindahkn panas untuk proses melalui penukar panas,
kemudian

fluidanya dikembalikan ke pemanas. Aliran fluida termis pada ujung pemakai

dikendalikan oleh katup pengendali yang dioperasikan secara pneumatis, berdasarkan suhu
operasi. Pemanasberoperasi pada api yang tinggi atau rendah tergantung pada suhu minyak yang
kembali yang bervariasi tergantung beban sistim.
Keuntungan pemanas tersebut adalah:
Operasi sistim tertutup dengan kehilangan minimum dibanding dengan boiler steam.
Operasi sistim tidak bertekanan bahkan untuk suhu sekitar 250 0C dibandingkan kebutuhan
tekanan steam 40kg/cm2dalam sistim steam yang sejenis.
Penyetelan kendali otomatis, yang memberikan fleksibilitas operasi.
Efisiensi termis yang baik karena tidak adanya kehilangan panas yang diakibatkan oleh
blowdown, pembuangan kondensat dan flash steam.
Faktor ekonomi keseluruhan dari pemanas fluida termis tergantung pada penerapan
spesifik dan dasar acuannya. Pemanas fluida thermis berbahan bakar batubara dengan
kisaranefisiensi panas 55-65 persen merupakan yang paling nyaman digunakan dibandingkan
denganhampir kebanyakan boiler. Penggabungan peralatan pemanfaatan kembali panas dalam
gabuang akan mempertinggi tingkat efisiensi termis selanjutnya.

2.2 JENIS WATER TUBE BOILER


Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk kedalam
drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap
dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada
kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern dirancang dengan
kapasitas steam antara 4.500 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube
boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan [Link]
water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.
Tipe fire tube boiler pipa air ini memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan
tekanan steam yang tinggi.

2.3 CARA KERJA TIPE WATER TUBE BOILER


Cara kerja tipe water tube boiler yaitu: proses pengapian terjadi diluar pipa, kemudian
panas yang dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut
dikondisikan terlebih dahulu melalui economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih
dahulu dikumpulkan di dalam sebuahsteam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai,
melalui tahap secondary superheater dan primary superheater baru steamdilepaskan ke pipa
utama distribusi. Didalam pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau

kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus
diperhatikan terhadap tipe ini.
Karakteristik lain mengenai water tube boilers sebagai berikut:
Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

2.4 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN WATER TUBE BOILER


Keuntungan:
Kapasitas steam besar sampai 450 TPH
Tekanan operasi mencapai 100 bar
Nilai effisiensinya relatif lebih tinggi dari fire tube boiler
Tungku mudah dijangkau untuk melakukan pemeriksaan, pembersihan, dan perbaikan.
Kerugian:
Proses konstruksi lebih detail.
Investasi awal relatif lebih mahal.
Penanganan air yang masuk ke dalam boiler perlu dijaga, karena lebih sensitif untuk sistem
ini, perlu komponen pendukung untuk hal ini.
Karena mampu menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang lebih besar, maka
konstruksinya dibutuhkan area yang luas.

Perhitungan Efisiensi Boiler (Direct Method)


Untuk memudahkan pemahaman dari penjelasan artikel sebelumnya, maka dalam tulisan berikut
akan disertakan contoh pembahasan sederhana untuk mengevaluasi efisiensi boiler dengan
metode langsung.
Diketahui data dari sebuah pembangkit listrik tenaga uap adalah sebagai berikut :

Tipe BoilerLaju aliran


main steam

::

Coal Fired1070 t/h

167 bar

530 oC

3375.83 kj/kg

1122 t/h

188.1 bar

280 oC

1231.61 kj/kg

179.8 t/h

19506 kj/kg

Tekanan main steam


Temperatur main steam
Enthalpi main steam
Laju aliran feed water
Tekanan feed water
Temperatur feed water
Enthalpi feed water
Laju aliran batubara
GCV Batubara
Maka untuk menghitung efisiensi boiler dengan menggunakan metode langsung adalah
menggunakan formula sebagai berikut :

Dari perhitungan di atas sehingga dapat kita simpulkan bahwa efisiensi boiler dari sebuah
pembangkit listrik tenaga uap adalah 65.4 %. Efisiensi dengan nilai tersebut adalah tergolong
efisiensi yang rendah dan seorang enjiner tidak dapat mengetahui secara pasti faktor apa yang
menjadi penyebabnya.

Anda mungkin juga menyukai