Contoh Risk Assessment
BY ALI H NOVEMBER 18, 2014
Membuat penilaian resiko
Salah satu tugas dalam membuat suatu Rencana kesinambungan
bisnis dan penanggulangan bencana (business continuity and
disaster recovery plan) dalam suatu corporate adalah membuat
penilaian resiko (Risk assessment). Begitu informasi ini telah
dikumpkan dan diberikan prioritas, maka organisasi anda bisa
mulai mengimplementasikan ukuran-ukuran untuk mencegah
atau melakukan recovery dari resiko tersebut andai kata hal atau
bencana itu akan pernah terjadi.
Pertama kali yang perlu anda lakukan adalah menggali sebanyakbanyaknya potensi / resiko bahaya yang sekiranya bisa
mengancam bisnis atau organisasi anda. Mengidentifikasi resikoresiko dalam suatu jaringan computer dalam organisasi / bisnis
anda bukanlah suatu proses yang rumit, karena anda menghadapi
technology computer yang bisa ditebak. Yang perlu anda lakukan
adalah menentukan faktor-faktor / ancaman apa saja yang kirakira bisa menyebabkan infrastructure system jaringan komputer
anda menjadi terganggu ketersediannya dan bagaimana hal
tersebut akan menyebabkan dampak pada bisnis anda.
Scenario
Paragraph-2 berikut menjelaskan contoh suatu penilaian resiko
(risk assessment) dalam suatu jaringan komputer dalam suatu
organisasi. Sebelumnya perlu diketahui penjelasan-penjelasan
tentang pertimbangan-pertimbangan systematis dalam
melakukan risk assessment.
1.
Tingkat bahaya bisnis yang bisa saja terjadi sebagai akibat
dari suatu kegagalan system, memasukkan semua
konsekwensi2 potensi dari kehilangan kepercayaan, integritas
atau ketersediaan dari system informasi dan juga asset-asset
yang lainnya.
2.
Dengan adanya ancaman-ancaman dan kelemahan-2 serta
system kendali yang sudah diterapkan sekarang, bisa saja
kemungkinan terjadi suatu kegagalan.
Hasil dari audit anda mengenai penilaian resiko / risk assessment
ini harus deregister dengan rapi menggunakan form seperti
gambar berikut ini yang kemudian diharapkan bisa membantu
anda dalam menentukan tindakan management yang memadai
dan juga menentuklan prioritas-prioritas dalam majemen resiko
keamanan informasi anda, serta mengimplementasikan control
yang dipilih untuk melindungi resiko-resiko ini. Proses risk
assessment ini tidak hanya dilakukan sekali saja, anda bisa
melakukannya berkali-kali agar bisa meng-cover semua bagianbagian yang berbeda dalam organisasi anda.
Gambar / diagram berikut ini adalah suatu studi kasus dalam
suatu jaringan komputer yang ada disuatu lingkungan industry
dimana ada dua gedung yang dipisahkan oleh jarak yang
lumayan jauh yaitu sebuah Yard / Pelataran pabrik.
Identifikasi resiko
Mengacu pada diagram ini anda perlu melakukan identifikasi
semua kemungkinan resiko keamanan yang bisa saja terjadi yang
menyebabkan dampak terganggunya kelangsungan bisnis anda.
Semua resiko-resiko ini haruslah deregister kedalam form berikut
ini.
Klik disini untuk memperbesar gambar.
Identifikasi semua resiko dalam diagram jaringan komputer ini,
dan masukkan dalam register form risk assessment.
Resiko #1 Masalah Kabel Backbone Uplink
1.
2.
3.
4.
5.
Fungsi bisnis: satu kabel jaringan backbone yang
menghubungkan gedung Mine Office dan gedung HR office.
Resiko ancaman: kabel Backbone putus / gagal
Konsekwensi: Semua komputer yang di Mine office akan
terputus dari semua sumber daya jaringan termasuk aplikasiaplikasi bisnis
Tingkat Kemungkinan: Bisa Trejadi.
Kendali / Control Yang ada: Melindungi kabel jaringan
backbone ini dengan jalan memasukkannya kedalam pipa
metal dan dikubur kedalam tanah sedalam 30 Cm dibawah
permukaan tanah. Tingkat kendali ini kurang mencukupi
mengingat diatasnya adalah jalanan yang biasa dilalui oleh
kendaraa alat berat.
Resiko #2 Router Rusak
1.
2.
3.
Fungsi bisnis: Pendukung Komunikasi Global.
Resiko ancaman: Router rusak / terbakar
Konsekwensi: Semua jaringan komunikasi ke Internet global
akan terputus
4. Tingkat Kemungkinan: Bisa Trejadi.
5. Kendali / Control Yang ada: Menyediakan router cadangan
dengan sudah dikonfigurasi yang sama dengan yang ada
sekarang. Dan setiap terjadi perubahan konfigurasi selalu
diupdate kedalam router backup ini. Tingkat kendali ini sangat
memadai.
Anda bisa mencari lagi resiko #3 dan seterusnya misal jika terjadi
kerusakan / kegagalan dalam system file server anda, atau
system email anda.
Kolom berikutnya yang juga perlu anda masukkan datanya
adalah: Consequence Ratings / Tingkat Konsequensi; Tingkat
Kemungkinan (Likelihood ratings); Tingkat Resiko (Level of Risk);
dan Prioritas Resiko. Sesuai dengan skala bisnis anda,
sebelumnya anda perlu mendefiniskan tingkat konsequency
sesuai dengan lingkungan bisnis anda misal dalam contog
dibawah ini untuk tingkat konsekwensi yang tinggi jika
mempunyai tingkat kerugian Rp. 100 milyar keatas. Bisa saja
dalam skala bisnis yang kecil anda meletakkan dampak kerugian
sebesar 1 milyar untuk tingkat resiko tinggi.
Consequence
Tingkat
Kemungkina Tingkat Resiko (Level of
n
Risk)
(Likelihood)
Tinggi (High): berdampak
kerigian sampai Rp. 100
Milyar dalam organisasi anda
atau dampak operasi yang
sangat serius
1 Sangat
mungkin
(Highly
possible)
Medium: Berdampak antara
50-100 Milyar Rp dalam
kerugian bisbis anda atau
ancaman organisasi yang
serius.
Low: Dibawah Rp 50 Milyar
atau dampak taktis dalam
operasi bisnis organisasi anda
Prioritas
Resiko
(Risk
Priority)
High
Tingkat
Resiko
dampak
Tinggi (High
sangat besar Risk)
2 Mungkin /
Possible
Medium
Dampak
menengah
Resiko
medium
(Medium
risk)
3 Kecil
kemungkinan
-nya / Likely
Low
Dampak
Minimal
Resiko
rendah (Low
Risks)
4 Jarang
sekali
terjadi /Not
very likely
5 Tidak
pernah terjadi
/ Never
Dalam contoh risk assessment ini, resiko #1 untuk kolom
Likelihood diisi dengan Mungkin/Possible dan untuk kolom
Konsekwensi diisi dengan Resiko medium / Medium risk. Begitu
seterusnya untuk resiko-resiko berikutnya.
Semoga bermanfaat