BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1
Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu
penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk
mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi.
Adapun pendapat Husein Umar (2003:303) menjelaskan pengertian objek
penelitian adalah sebagai berikut:
Objek penelitian menjelaskan tentang apa atau siapa yang menjadi
objek penelitian juga dimana dan kapan penelitian dilakukan. Bisa
juga ditambahkan hal-hal lain jika dianggap perlu.
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah audit sumber daya manusia
dan efektivitas kerja karyawan pada [Link] Citra Televisi.
3.2
Metode Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh penulis tidak lepas dari ilmu tentang
penelitian yang sudah dicoba dan diatur menurut aturan serta urutan secara
menyeluruh dan sistematis.
Adapun pengertian penelitian menurut I Made Wiratha (2006:76), adalah
sebagai berikut:
Penelitian didefinisikan sebagai kegiatan pengumpulan,
pengolahan, analisis dan penyajian data secara sistematis dan
objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu
hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.
31
32
Untuk menerapkan suatu teori terhadap suatu permasalahan, diperlukan
metode yang dianggap relevan dan membantu memecahkan permasalahan.
Adapun pengertian dari metode menurut I Made Wiratha (2006:77), adalah
sebagai berikut:
Metode merupakan jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam
mencapai sasaran yang diperlukan bagi penggunanya, sehingga
dapat memahami obyek sasaran yang dikehendaki dalam upaya
mencapai sasaran atau tujuan pemecahan permasalahan.
Sedangkan pengertian dari metode Penelitian menurut I Made Wiratha
(2006:77), adalah sebagai berikut:
Metode penelitian merupakan suatu cara atau jalan untuk
memperoleh kembali pemecahan terhadap segala permasalahan.
Berdasarkan dari pengertian di atas, maka metode penelitian adalah teknik
atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan dan mencatat data, baik data
primer maupun data sekunder yang dapat digunakan untuk keperluan menyusun
karya ilmiah yang kemudian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan
pokok-pokok permasalahan sehingga akan didapat suatu kebenaran atau data yang
diinginkan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
analisis dengan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang kemudian diolah dan
dianalisis untuk diambil kesimpulan. Artinya, penelitian yang dilakukan adalah
penelitian yang menekankan analisisnya pada audit sumber daya manusia dan
efektivitas kerja karyawan.
33
Pengertian dari metode deskriptif menurut Sugiyono (2005:21), adalah:
Metode
yang
digunakan
untuk
menggambarkan
atau
menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk
membuat kesimpulan yang lebih luas.
Adapun pengertian lain dari metode deskriptif menurut Moh. Nazir
(2002:63), yaitu:
Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti suatu
kelompok manusia, suatu set kondisi suatu sistem pemikiran ataupun
suatu kelas peristiwa pada masa sekarang untuk membuat deskriptif,
gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat
mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan-hubungan secara
fenomena yang diselidiki.
Sedangkan pengertian dari metode deskriptif analisis menurut Moh. Nazir
(2003:71), adalah:
Penelitian yang ditujukan untuk menyelidiki secara terperinci
aktivitas dan pekerjaan manusia dan hasil penelitian tersebut dapat
memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk keperluan masa yang
akan datang.
Sedangkan pengertian kuantitatif menurut Sugiyono (2007:13), adalah:
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan
untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik
pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan.
Berdasarkan pengertian diatas, maka penelitian yang dilakukan adalah
dengan metode deskriptif kuantitatif yaitu suatu bentuk penelitian yang
berdasarkan data yang dikumpulkan selama penelitian secara sistematis mengenai
fakta-fakta dan sifat-sifat dari obyek yang diteliti dengan menggabungkan
34
hubungan antar variabel yang terlibat didalamnya, kemudian diinterpretasikan
berdasarkan teori-teori dan literatur-literatur yang berhubungan audit SDM dan
efektivitas kerja karyawan. Metode ini bertujuan untuk memberikan gambaran
yang cukup jelas atas masalah yang diteliti. Dalam penelitian ini penulis
memperoleh data dengan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diberi skor,
dimana data tersebut nantinya akan dihitung secara statistik.
3.2.1
Desain Penelitian
Dalam melaksanakan suatu penelitian sangat diperlukan desain penelitian,
agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan sistematis.
Adapun pengertian dari desain penelitian menurut Husein Umar (2000:54),
adalah:
Desain penelitian merupakan rencana dan struktur penyelidikan
yang dibuat sedemikian rupa agar diperoleh jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Pengertian lain dari desain penelitian menurut Moh. Nazir (2003:72),
adalah:
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlakukan dalam
perencanaan dan pelaksanaan penelitian.
Dari kedua pengertian diatas, maka desain penelitian adalah semua proses
yang dilakukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian dalam pengertian
yang lebih sempit, desain penelitian hanya mengenal pengumpulan dan analisis
data saja.
35
Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang digunakan sebagai
pedoman dalam melakukan proses penelitian. Desain penelitian akan berguna bagi
semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian.
Menurut Sugiyono (2008:13) proses penelitian dapat disimpulkan seperti
teori sebagai berikut:
Proses penelitian meliputi:
1. Sumber masalah
2. Rumusan masalah
3. Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan
4. Pengajuan hipotesis
5. Metode penelitian
6. Menyusun instrument penelitian
7. Kesimpulan.
Berdasarkan proses penelitian yang dijelaskan di atas, maka desain pada
penelitian ini dijelaskan sebagai berikut:
1. Sumber Masalah
Peneliti melakukan survey awal untuk menentukan fenomena yang terjadi
untuk dijadikan sebagai sumber masalah sebagai dasar penelitian. Fenomena
dalam penelitian ini adalah banyaknya karyawan yang melakukan pengunduran
diri (pensiun dini) sehingga menciptakan situasi kerja yang kurang efektif
dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, maka sangat diperlukan
peranan audit SDM untuk memberikan rekomendasi kepada manajemen.
2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicari jawabannya
melalui pengumpulan data. Proses penemuan masalah merupakan tahap
penelitian yang paling sulit karena tujuan penelitian ini adalah menjawab
masalah penelitian sehingga suatu penelitian tidak dapat dilakukan dengan baik
36
jika masalahnya tidak dirumuskan secara jelas. Masalah dalam penelitian ini
meliputi beberapa aspek antara lain:
1. Bagaimana audit SDM yang terdapat di [Link] Citra Televisi.
2. Bagaimana efektivitas kerja karyawan yang terdapat di PT. Surya Citra
Televisi.
3. Seberapa besar peranan audit SDM dalam meningkatkan efektivitas kerja
karyawan di PT. Surya Citra Televisi.
3. Konsep dan Teori yang relevan
Untuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara (berhipotesis)
maka, peneliti dapat membaca referensi teoritis yang relevan dengan masalah
dan berpikir. Selain itu penemuan penelitian sebelumnya yang relevan juga
dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan jawaban sementara terhadap
masalah penelitian (hipotesis). Telaah teoritis dalam penelitian ini adalah
melihat peranan audit SDM dalam upaya meningkatkan efektivitas kerja
karyawan pada [Link] Citra Televisi.
4. Pengajuan Hipotesis
Hipotesis yang dibuat pada penelitian ini adalah audit SDM berperan dalam
meningkatkan efektivitas kerja karyawan.
5. Metode Penelitian
Untuk menguji hipotesis tersebut peneliti dapat memilih metode penelitian
yang sesuai, pertimbangan ideal untuk memilih metode itu adalah tingkat
ketelitian data yang diharapkan dan konsisten yang dikehendaki. Sedangkan
pertimbangan praktis adalah, tersedianya dana, waktu, dan kemudahan yang
37
lain. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode
deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif.
6. Menyusun Instrumen Penelitian
Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih, maka peneliti dapat menyusun
instrumen penelitian. Instrumen ini digunakan sebagai alat pengumpul data.
Instrumen pada penelitian ini berbentuk kuesioner dan tahapan-tahapan audit
SDM dari perusahaan. Sebelum instrumen digunakan untuk pengumpulan data,
maka instrumen penelitian harus terlebih dulu diuji validitas dan reabilitasnya.
Dimana validitas digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah alat ukur dan
reabilitas digunakan untuk mengukur sejauhmana pengukuran tersebut dapat
dipercaya. Setelah data terkumpul maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab
rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik
tertentu. Selanjutnya peneliti menganalisis dan mengambil sampel untuk
melakukan penelitian mengenai:
a. Tahapan-tahapan audit SDM yang diperoleh dari wawancara dengan divisi
audit internal, cost monitoring, dan financial sebagai pihak yang ditunjuk
oleh manajer HRD .
b. Peranannya terhadap peningkatan efektivitas kerja karyawan yang didapat
dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada staff dan karyawan
divisi audit internal, cost monitoring, dan financial sebagai pihak yang
ditunjuk oleh manajer HRD.
Selanjutnya
penulis
mulai
menggunakan
perhitungan
dengan
menggunakan MSI (Method Succesive Interval) untuk menaikkan skala ordinal
38
menjadi interval, Korelasi Pearson Product Moment untuk meneliti erat tidaknya
peranan audit SDM dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan, regresi linier
sederhana untuk melihat sejauh mana peranan audit sumber daya manusia dalam
upaya meningkatkan efektivitas kerja karyawan, koefisien determinasi untuk
menilai besarnya peranan audit SDM dalam upaya meningkatkan efektivitas kerja
karyawan dan t hitung untuk menguji tingkat signifikan.
7. Kesimpulan
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa
jawaban terhadap rumusan masalah. Dengan menekankan pada pemecahan
masalah berupa informasi mengenai solusi masalah yang bermanfaat sebagai
dasar untuk pembuatan keputusan.
3.2.2
Operasionalisasi Variabel
Operasional variabel merupakan proses penguraian variabel penelitian ke
dalam subvariabel, dimensi, indikator sub variabel, dan pengukuran. Adapun
syarat penguraian operasionalisasi dilakukan bila dasar konsep dan indikator
masing-masing variabel sudah jelas, apabila belum jelas secara konseptual maka
perlu dilakukan analisis faktor.
Berdasarkan judul usulan penelitian yang telah dikemukakan diatas yaitu
Peranan Audit Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Efektivitas Kerja
Karyawan Pada PT. Surya Citra Televisi, maka variabel-variabel yang diteliti
dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
39
a. Variabel Bebas / Independent (variabel X)
Variabel independen atau variabel bebas adalah merupakan variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
variabel dependen. Variabel independen disini adalah Audit sumber daya
manusia. Indikator yang digunakan adalah tahapan-tahapan pemeriksaan audit
SDM.
b. Variabel tidak bebas /Dependent (Variabel Y)
Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau
yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel dependen disini
adalah efektivitas kerja karyawan. Indikator yang digunakan untuk adalah
prestasi kerja dan kepuasan kerja.
Selengkapnya mengenai operasionalisasi variabel dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel
Audit
Sumber
Daya
Manusia
(X)
Konsep Variabel
Indikator
Audit
Sumber
Daya Tahapan
Manusia
adalah
sutau
Pemeriksaan:
prosedur untuk meneliti atau
memeriksa apakah cara 1. Perencanaan
membina sumber daya
manusia dalam organisasi
perusahaan itu sudah benar
dan menurut ketentuanketentuan yang berlaku dan
prinsip-prinsip pembinaan
yang
tepat
sesuai
kesepakatan bersama.
(SusiloMartoyo,2003:218)
Sub
Indikator
Skala
Penetapan
staf
audit
Penyusunan
program
kerja Ordinal
audit
Pengembangan
startegi
menyeluruh
No
Kuesioner
13
40
2. Pelaksanaan
3. Pelaporan
dan Tindak
lanjut
Efektivitas Efektivitas kerja merupakan
suatu ukuran tentang
1. Prestasi
pencapaian
Kerja
Kerja
suatu tugas atau tujuan
karyawan (Schermerhorn, 1998:5)
(Y)
2. Kepuasan
Kerja
Pengumpulan dan
evaluasi bukti
Pendokumentasia
n dalam kertas
kerja
Identifikasi dan
wawancara
Evaluasi temuan
Informasi temuan
audit
Penyusunan hasil
temuan
Penyampaian
rekomendasi
Penempatan
Karyawan
Hubungan kerja
Evaluasi prestasi
Perputaran
pegawai
Pemberian sanksi
Ordinal
Ordinal
47
8 - 10
15
Ordinal
Fasilitas
penunjang
Ordinal
Penetapan
jam
kerja
Rewards
Gaya
kepemimpinan
atasan
Kebebasan
berpendapat
6 10
41
3.2.3
Sumber dan Teknik Penentuan Data
[Link] Sumber Data
Jenis data yang digunakan peneliti dalam penelitian mengenai Audit
Sumber daya Manusia dalam upaya Meningkatkan Efektivitas Kerja Karyawan
adalah data primer dan sekunder.
1. Data Primer
Pengertian dari sumber primer seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono, yaitu:
Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data
kepada pengumpul data.
(2009: 137)
Pengumpulan data primer dalam penelitian ini melalui cara menyebarkan
kuesioner dan melakukan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak
yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, dalam hal ini karyawan
PT. Surya Citra Televisi.
2. Data Sekunder
Sedangkan untuk pengertian sumber sekunder, Sugiyono mengemukakan
bahwa:
Sumber sekunder adalah sumber data yang diperoleh dengan cara
membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang
bersumber dari literatur, buku-buku, serta dokumen perusahaan.
(2009:139)
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis karena penelitian ini
berkaitan dengan pendapat atau opini individu akan kinerja manajemen
perusahaan. Objek penelitian dalam studi kasus ini dititikberatkan pada
42
masalah perananan audit SDM dalam meningkatkan efektivitas
kerja
karyawan dimana pengambilan data dilakukan secara observasi langsung, dan
penyebaran kuesioner kepada karyawan [Link] di divisi audit internal, cost
monitoring, dan financial.
[Link] Teknik Penentuan Data
[Link].1 Populasi
Pengertian populasi menurut Sugiyono (2009: 80) adalah sebagai berikut :
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek
atau subjek yang mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Berdasarkan pengertian di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan
bahwa populasi merupakan obyek atau subyek yang berada pada suatu wilayah
dan memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian
dan sebagai pihak-pihak yang ditunjuk oleh manajer HRD. Populasi dalam
penelitian ini adalah PT. SCTV dengan observasi penelitian pada Divisi Audit
Internal, cost monitoring,
dan financial. Populasi pada penelitian ini adalah
30orang yang terdiri 14 orang divisi Audit Internal, 16 orang pada divisi cost
monitoring dan financial. Pemilihan jumlah populasi ini dirasakan cukup
mewakili untuk memberikan data yang diperlukan dalam penelitian.
[Link].2 Sampel
Teknik sampling (teknik pengambilan sampel) dalam penelitian ini adalah
menggunakan pendekatan non probability sampling. Pengertian non probability
sampling menurut Sugiyono (2009: 84) adalah sebagai berikut:
43
Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang
tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau
anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini
meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh,
snowball.
Karena teknik sampling atau penarikan sampel yang digunakan adalah non
probability sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak
memberikan peluang sama untuk dipilih menjadi sampel, untuk itu pengambilan
sampel ini penulis menggunakan metode sampling jenuh. Pengertian sampling
jenuh menurut Sugiyono (2006:78) adalah sebagai berikut:
Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sample bila semua
anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Berdasarkan teknik pengambilan sampel di atas dengan menggunakan
teknik sampling Jenuh dari jumlah populasi sebanyak 30 orang, maka yang
diambil sebagai sampel adalah sebanyak 30 orang.
3.2.4
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara untuk memperoleh data
dan keterangan yang diperlukan dalam penelitian. Sehubungan dengan tingkat
pengukuran untuk variabel X (Audit SDM) dalam penelitian ini menggunakan
skala ordinal dan variabel Y (Efektivitas Kerja Karyawan) berskala ordinal, maka
kedua data tersebut harus ditransformasikan untuk menaikkan tingkat pengukuran
dari skala ordinal ke skala interval. Teknik yang digunakan untuk menaikkan data
tersebut adalah MSI (Method of Succesive Intervals) atau disebut metode interval
berurutan. Teknik tersebut merupakan teknik yang paling sederhana dalam
mentransformasi skala ordinal menjadi skala interval. Dengan demikian semua
44
data yang telah dinaikkan dari skala ordinal ke interval ini dapat digunakan
sebagai data input untuk analisis korelasi pearson product moment. Langkahlangkah transformasi data ordinal ke data interval menurut Hays (1999:39)
adalah sebagai berikut :
1. Memperhatikan
emperhatikan setiap butir jawaban responden dari kuesioner yang disebarkan
2. Pada
da setiap butir ditentukan dihitung masing-masing
masing masing frekuensi jawaban
responden
3. Setiap
etiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut
proporsi
4. Menentukan
enentukan proporsi kumulatif dengan jalan menjumlahkan nilai proporsi
secara berurutan perkolom skor
5. Menggunakan Tabel Distribusi Normal, hitung nilai Z untuk setiap proporsi
kumulatif yang diperoleh
6. Menentukan
tukan nilai tinggi densitas
densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh (dengan
menggunakan Tabel Tinggi Densitas)
7. Menentukan skala dengan menggunakan rumus:
(Density at Lower Limit) - (Density at Upper Limit)
NS =
(Area Below Upper Limit) (Area Below Lower Limit)
Dimana :
Density at Lower Limit
= kepadatan batas bawah
Density at Upper Limit
= kepadatan batas atas
Area Below Upper Limit = daerah dibawah batas atas
Area Below Lower Limit = daerah dibawah batas bawah
8. Menentukan
tukan nilai transformasi dengan rumus :
Proses pentransformasian data ordinal menjadi data interval dalam
penelitian ini menggunakan bantuan program komputer yaitu Microsoft Office
Excel 2007 (Analize)..
45
Selanjutnya untuk menunjang hasil penelitian, maka penulis melakukan
pengumpulan data yang diperlukan dengan cara sebagai berikut:
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian lapangan (Field Research), dilakukan dengan cara mengadakan
peninjauan langsung pada instansi yang menjadi objek untuk mendapatkan
data primer (data yang diambil langsung dari perusahaan). Data primer ini
didapatkan melalui teknik-teknik sebagai berikut:
a. Metode Pengamatan Langsung (observasi)
Pengamatan langsung, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara
pencarian dan pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan
secara langsung.
b. Metode Wawancara (Interview)
Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan tatap
muka secara langsung dengan pihak yang bersangkutan yakni dengan
mengadakan tanya jawab sesuai dengan data-data yang diperlukan dalam
memecahkan masalah yang akan dibahas.
c. Kuesioner
Kuesioner, yaitu metode pengumpulan data dengan cara membagi daftar
pertanyaan kepada responden agar responden tersebut memberikan
jawabannya. Di dalam suatu penelitian terdapat dua jenis kuesioner yaitu
kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Penelitian ini menggunakan
kuesioner tertutup, yaitu di dalam kuesioner telah disediakan jawaban
oleh peneliti.
46
d. Dokumen
Proses pengumpulan data dengan mempelajari dan menganalisa
dokumen, misalnya struktur organisasi, dan dokumen yang berkaitan
dengan audit SDM dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan pada
[Link].
2. Studi Kepustakaan (Library Research)
Penelitian ini dilakukan untuk menghimpun teori-teori, pendapat yang
dikemukakan oleh para ahli yang diperoleh dari buku-buku kepustakaan
serta literatur lainnya yang dijadikan sebagai landasan teoritis dalam rangka
melakukan pembahasan. Landasan teori ini dijadikan sebagai pembanding
dengan kenyataan di perusahaan.
[Link] Uji Validitas
Menurut Cooper (2006:720) validitas adalah
Validity is a characteristic of measuraenment concerned with the
extent that a test measures what the researcher actually wishes to
measure.
Berdasarkan definisi diatas, maka validitas dapat diartikan sebagai suatu
karakteristik dari ukuran terkait dengan tingkat pengukuran sebuah alat test
(kuesioner) dalam mengukur secara benar apa yang diinginkan peneliti untuk
diukur. Suatu alat ukur disebut valid bila ia melakukan apa yang seharusnya
dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur.
47
Pengujian ini dilakukan untuk menguji kesahihan setiap item pernyataan
dalam mengukur variabelnya. Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan
dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing pertanyaan yang ditujukan
kepada responden dengan total skor untuk seluruh item. Teknik korelasi yang
digunakan untuk menguji validitas butir pernyataan dalam penelitian ini adalah
korelasi person product moment.
Apabila nilai koefisien korelasi butir item pernyataan yang diuji lebih
besar dari 0,30 maka dapat disimpulkan bahwa item pernyataan tersebut
merupakan konstruksi (construct) yang valid.
[Link] Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas bertujuan untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil
pengukuran relatif konsisten, apabila pengukuran diulang dua kali atau lebih. Jadi
dengan kata lain reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu
alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah
split half method (Spearman Brown Correlation) teknik belah dua. Metode ini
menghitung reliabilitas dengan cara memberikan tes pada sejumlah subyek dan
kemudian hasil tes tersebut dibagi menjadi dua divisi yang sama besar
(berdasarkan pemilihan ganjil atau genap). Cara kerjanya adalah sebagai berikut:
a. Item dibagi menjadi dua secara acak (misalnya item ganjil dan genap).
b. Skor untuk masing-masing kelompok dijumlah sehingga dapat skor total
untuk setiap kelompok.
48
c. Korelasikan skor total kelompok I dan skor kelompok II.
d. Hitung angka reliabilitas untuk keseluruhan item dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
ri
2 rb
1 rb
Keterangan:
ri = reliabilitas internal seluruh item
rb = koefisien korelasi antara belahan pertama (ganjil) dan kedua (genap)
Sekumpulan butir pertanyaan dalam kuesioner dapat diterima jika
memiliki nilai koefisien reliabilitas lebih besar atau sama dengan 0,7.
Tabel 3.2
Standar Penilaian Koefisien Validitas dan Reliabilitas
Criteria
Reliability
Good
0,80
Acceptable
0,70
Marginal
0,60
Poor
0,50
Sumber: Barker et al, 2002; 70
Validity
0,50
0,30
0,20
0,10
[Link] Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan program SPSS 15
diperoleh hasil uji validitas dan reliabilitas kuesioner kedua variabel seperti
dirangkum pada tabel berikut.
49
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Kuesioner Audit SDM
Butir Pertanyaan Indek validitas Nilai Kritis
Keterangan
Item_1
0,678
0,30
Valid
Item_2
0,672
0,30
Valid
Item_3
0,533
0,30
Valid
Item_4
0,811
0,30
Valid
Item_5
0,680
0,30
Valid
Item_6
0,734
0,30
Valid
Item_7
0,862
0,30
Valid
Item_8
0,778
0,30
Valid
Item_9
0,828
0,30
Valid
Item_10
0,688
0,30
Valid
Koefisien Reliabilitas (Split-Half) = 0,907
Sumber: Lampiran 10
Tabel 3.4
Hasil Uji Validitas Kuesioner Efektivitas Kerja Karyawan
Butir Pertanyaan Indek validitas Nilai Kritis
Keterangan
Item_11
0,798
0,30
Valid
Item_12
0,837
0,30
Valid
Item_13
0,700
0,30
Valid
Item_14
0,752
0,30
Valid
Item_15
0,833
0,30
Valid
Item_16
0,755
0,30
Valid
Item_17
0,658
0,30
Valid
Item_18
0,822
0,30
Valid
Item_19
0,815
0,30
Valid
Item_20
0,756
0,30
Valid
Koefisien Reliabilitas (Split-Half) = 0,946
Sumber: Lampiran 10
Pada kedua tabel di atas dapat dilihat nilai indeks validitas setiap butir
pernyataan lebih besar dari nilai 0,30, artinya semua butir pertanyaan yang
diajukan valid dan layak digunakan sebagai alat ukur untuk penelitian. Koefisien
50
reliabilitas kedua variabel lebih besar dari 0,70 menunjukkan bahwa kuesioner
yang digunakan reliabel dalam mengungkap variabel yang sedang diteliti.
3.2.5
Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis
[Link] Rancangan Analisis
Pengertian metode deskriptif menurut Sugiyono (2009:147) adalah sebagai
berikut:
Metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul
sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku secara umum atau generalisasi.
Menurut Rosgandika Mulyana (2005:8) pengertian analisis kuantitatif
adalah sebagai berikut:
Analisis kuantitatif merupakan metode ilmiah untuk pencapaian validitas
yang tinggi reabilitasnya dan mempunyai peluang kebenaran ilmiah yang
tinggi, sifat kuantitatif memberi bobot (rating), peringkat (rangking), atau
skor (scoring).
Untuk menjawab deskripsi tentang masing-masing variabel penelitian
penelitian ini digunakan rentang kriteria penilaian sebagai berikut:
n ( m - 1)
RS =
Sumber: Umi Narimawati, 2008
Keterangan:
n = jumlah sampel (dalam penelitian ini 30 responden)
m = jumlah alternatif jawaban tiap item (5 alternatif)
Selanjutnya untuk menetapkan peringkat dalam setiap variabel penelitian
dapat dilihat dari perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal. Skor aktual
51
diperoleh melalui hasil perhitungan seluruh pendapat responden sesuai klasifikasi
bobot yang diberikan (1, 2, 3, 4, 5). Sedangkan skor ideal diperoleh melalui
perolehan prediksi nilai tertinggi dikalikan dengan jumlah kuesioner dikalikan
jumlah responden, misalnya untuk variabel sumber kompetensi terdiri dari 10 item
kuesioner dengan jumlah 10 responden, maka akan diperoleh kriteria sebagai
berikut:
Skor aktual
: Jawaban seluruh responden (30) responden atas 20 kuesioner
yang diajukan
Skor Ideal
: Bobot tertinggi yakni 5 x 20 x 30
Apabila digambarkan dengan rumus, maka akan tampak seperti di bawah ini:
Skor aktual
% skor aktual =
X 100%
Skor ideal
Selanjutnya hasil tersebut, dikonfirmasi dengan kriteria yang telah
ditetapkan sebagai berikut:
Tabel 3.5
Kriteria Skor Tanggapan Responden Terhadap Skor Ideal
No.
% Jumlah Skor
Kriteria
20.00 36.00
Tidak Baik
36.01 52.00
Kurang Baik
52.01 68.00
Cukup
68.01 84.00
Baik
84.01 100
Sangat Baik
Sumber: Umi Narimawati, 2008
52
Analisis Koefisien Korelasi
Analisa terhadap data-data yang telah dikumpulkan untuk menyatakan
hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat , maka digunakan korelasi
yang menurut Jonathan Sarwono, yaitu:
Korelasi digunakan untuk melihat kuat lemahnya hubungan antara
variabel bebas dan tergantung.
(2006: 37)
Kuat lemahnya hubungan antara variabel X dan variabel Y dalam penelitian
ini, dibuktikan dengan menggunakan analisis Korelasi Pearson Product Moment,
karena dalam penelitian ini penulis mempergunakan metode penelitian analisis
deskriptif dan skala pengukuran rasio. Analisis Korelasi Product Moment
digunakan untuk mengukur kuat atau lemahnya hubungan dan membuktikan
hipotesis hubungan peranan audit SDM dalam upaya meningkatkan efektivitas
kerja karyawan pada [Link] .
Rumus dari analisis Korelasi Product Moment adalah:
n XY X Y
n X X n Y Y
2
Sumber: Sugiyono, 2008
Keterangan :
r = Koefisien korelasi
X = Audit SDM
Y = Efektivitas kerja karyawan
n = Banyaknya sampel
53
Kuat atau tidaknya hubungan antara kedua variabel dapat dilihat dari
beberapa kategori koefisien korelasi mempunyai nilai -1 r +1 dimana :
a. Apabila r = +1, maka korelasi antara kedua variabel dikatakan sangat kuat
dan searah, artinya jika X naik sebesar 1 maka Y juga akan naik sebesar 1
atau sebaliknya.
b. Apabila r = 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lebar atau tidak
ada hubungan sama sekali.
c. Apabila r = -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan
berlawanan arah, artinya apabila X naik sebesar 1 maka Y akan turun
sebesar 1 atau sebaliknya.
Analisis Regresi Linier Sederhana
Pada penelitian ini digunakan analisis regresi untuk mengetahui adanya
pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, seperti yang dikemukakan
oleh Jonathan Sarwono, bahwa:
Analisis regresi adalah analisis yang meliputi metode-metode yang
digunakan untuk memprediksi nilai-nilai dari satu atau lebih variabel
tergantung yang dihasilkan adanya pengaruh satu atau lebih variabel
bebas.
(2006: 65)
Penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana karena data-data yang
ada di dalam penelitian ini masih bersifat sederhana yaitu
hanya ada satu
variabel dependen dan satu variabel independen yang juga dikemukakan oleh
Jonathan Sarwono, yakni:
54
Regresi linier sederhana mengestimasi besarnya koefisienkoefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linier yang
melibatkan satu variabel bebas untuk digunakan sebagai alat prediksi
besarnya nilai variabel tergantung.
(2006: 66)
Penulis juga akan melakukan uji statistik analisis regresi untuk mengetahui
ada atau tidaknya pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
Y = a + bX
Sumber: Sugiyono, 2008
Dimana nilai a dan b dicari terlebih dahulu dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut:
X Y X XY
n X X
2
n XY X Y
n X 2 X
Keterangan :
X=
Audit Sumber Daya Manusia
Y=
Efektivitas Kerja Karyawan
a =
Nilai Konstan
b =
Angka Arah / Koefisien Regresi
n =
Banyaknya sampel
55
Analisis Koefisien Determinasi
Analisis ini untuk menilai seberapa besar variabel X dapat memberikan
pengaruh terhadap Variabel Y dengan rumus sebagai berikut:
Kd = r2 x 100%
Keterangan:
Kd
= Koefisien Determinasi
= Koefisien Korelasi Product Moment
[Link] Uji Hipotesis
Penetapan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan
ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel Y, yaitu hipotesis nol
(H0) dan hipotesis alternatif (H1). Langkah-langkah dalam perancangan hipotesis
adalah sebagai berikut:
1) Menetapkan Hipotesis Penelitian dan Hipotesis Statistik
a. Hipotesis Penelitian
Untuk mengetahui peranan audit SDM dalam meningkatkan fungsi kerja
karyawan, maka dilakukan uji hipotesis melalui asumsi sebagai berikut:
H0= Artinya audit SDM tidak berperan dalam meningkatkan efektivitas
kerja karyawan.
H1= Artinya audit SDM berperan dalam meningkatkan efektivitas kerja
karyawan.
56
b. Hipotesis Statistik
H0: Artinya audit SDM tidak ada hubungan dalam meningkatkan
efektivitas kerja karyawan.
H1: Artinya audit SDM
ada hubungan dalam meningkatkan
efektivitas kerja karyawan.
Guna menguji tingkat signifikansi korelasi product moment, maka
dilakukan uji t dengan menggunakan rumus:
thitung r
n 2
1 rs
Keterangan:
thitung = Probabilitas
rs
= Koefisien Korelasi product moment
= Jumlah data
2) Menentukan Kriteria Penerimaan Hipotesis
Kriteria penerimaan hipotesis dapat ditentukan dengan membandingkan
antara thitung dan ttabel yang dapat dilihat dibawah ini:
Jika thitung > dari ttabel, maka Ho ditolak, H1 diterima
Jika thitung < dari ttabel, maka Ho diterima, H1 ditolak
57
3) Menggambarkan Daerah Penerimaan Hipotesis
Untuk menggambarkan daerah penerimaan dan penolakan terhadap sebuah
hipotesis dapat digambarkan dengan uji dua pihak daerah penerimaan dan
penolakan hipotesis.
Gambar 3.1
Uji Dua Pihak Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis