0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
558 tayangan3 halaman

Pulpitis: Definisi dan Perawatan

Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi yang biasanya disebabkan oleh proses karies dan menimbulkan rasa nyeri. Pulpitis dapat dibedakan menjadi reversible dan irreversible, di mana pulpitis reversible masih dapat disembuhkan dengan pengobatan sedangkan irreversible membutuhkan perawatan saluran akar. Diagnosis pulpitis didasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan objektif seperti tes perkusi, sondase, dan chloretil.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
558 tayangan3 halaman

Pulpitis: Definisi dan Perawatan

Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi yang biasanya disebabkan oleh proses karies dan menimbulkan rasa nyeri. Pulpitis dapat dibedakan menjadi reversible dan irreversible, di mana pulpitis reversible masih dapat disembuhkan dengan pengobatan sedangkan irreversible membutuhkan perawatan saluran akar. Diagnosis pulpitis didasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan objektif seperti tes perkusi, sondase, dan chloretil.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

3.

PULPITIS
a. Definisi
Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi yang pada umumnya merupakan
kelanjutan dari proses karies dan menimbulkan rasa nyeri. Pulpa terdiri dari pembuluh
darah

dan

jaringan

saraf,

sehingga

peradangan

pulpa

akan

menimbulkan

hiperemia/peningkatan aliran darah ke gigi 35.


b. Gambar

Gambar 10.1. Pulpitis


c. Etiologi
Penyebab pulpitis dapat diuraikan sebagai berikut35:
1) Pembusukan gigi, trauma gigi, pengeboran gigi selama proses perawatan gigi.
2) Paparan cairan yang mendemineralisasi gigi, pemutih gigi, asam pada makanan dan
minuman.
3) Infeksi, baik yang menyerang ruang pulpa maupun infeksi yang berasal dari abses
gigi.
d. Klasifikasi
1) Pulpitis reversible adalah radang pulpa ringan sampai sedang akibat rangsang,
dapat sembuh bila penyebab pulpitis telah dihapus dan gigi diperbaiki. Obat-obatan
tertentu dapat digunakan selama prosedur restorative dalam upaya untuk
mempertahankan gigi tetap vital (hidup).
2) Pulpitis irreversibel dicirikan oleh kepekaan yang berkepanjangan terhadap dingin
atau panas. Radang pulpa yang ringan atau telah berlangsung lama ditandai nyeri
spontan/dirasakan terus menerus. Terjadi kerusakan saraf sehingga membutuhkan
perawatan saluran akar.

e. Diagnosis dan Terapi35


1) Pulpitis reversibel/hiperemi pulpitis/pulpitis awal yaitu peradangan pulpa awal
sampai sedang akibat rangsangan.
a) Anamnesis:
i) Biasanya nyeri bila minum panas, dingin, asam dan asin
ii) Nyeri tajam singkat tidak spontan, tidak terus menerus
iii) Rasa nyeri lama hilangnya setelah rangsangan dihilangkan
b) Pemeriksaan Objektif:
i)

Ekstra oral: tidak ada pembengkakan.

ii)

Intra oral: perkusi tidak sakit, karies mengenai dentin/karies profunda,


pulpa belum terbuka, sondase (+), chloretil (+)

c) Terapi: dengan penambalan/pulpcafing dengan penambalan Ca(OH) 1


minggu untuk membentuk dentin sekunder.
2) Pulpitis irreversibel yaitu radang pulpa ringan yang baru dapat juga yang sudah
berlangsung lama. Pulpitis irreversibel terbagi :
a) Pulpitis irreversibel akut yaitu peradangan pulpa lama atau baru ditandai
dengan rasa nyeri akut yang hebat.
i)

Anamnesis: nyeri tajam spontan yang berlangsung terus-menerus


menjalar kebelakang telinga dan penderita tidak dapat menunjukkan gigi
yang sakit.

ii)

Pemeriksaan Objektif
-

Ekstra oral: tidak ada kelainan

Intra oral: kavitas terlihat dalam dan tertutup sisa makanan, pulpa
terbuka bisa juga tidak, sondase (+), Chlorethil (+), perkusi bisa (+)
bisa (-).

iii)

Terapi: menghilangkan rasa sakit dan dengan Perawatan Saluran Akar


(PSA).

b) Pulpitis irreversibel kronis yaitu peradangan pulpa yang berlangsung lama.


i)

Anamnesis: gigi sebelumnya pernah sakit, rasa sakit dapat hilang timbul
secara spontan, nyeri tajam menyengat (bila ada rangsangan seperti

panas, dingin, asam, manis), penderita masih bisa menunjukkan gigi yang
sakit.
ii)

Pemeriksaan Objektif
-

Ekstra oral: tidak ada pembengkakan

Intra oral: karies profunda (bisa mencapai pulpa bisa tidak), sondase
(+), perkusi (-)

c) Nekrosis pulpa adalah matinya pulpa, dapat sebagian atau seluruhnya,


tergantung pada seluruh atau sebagian yang terlibat.
i)

Anamnesis: nyeri spontan atau tidak ada keluhan nyeri tapi pernah nyeri
spontan, bau mulut, gigi berubah warna, lesi radiolusen yang berukuran
kecil hingga besar disekitar apeks dari salah satu atau beberapa gigi,
tergantung pada kelompok gigi.

ii)

iii)

Pemeriksaan Objektif:
-

Gigi berubah warna, menjadi abu-abu kehitam-hitaman

Sondase (-), Perkusi (-), dan Palpasi (-)

Terdapat lubang gigi yang dalam

Terapi : perawatan saluran akar dan restorasi. Bila apeks gigi lebar/
terbuka dilakukan perawatan apeksifikasi. Setelah preparasi selesai,
saluran akar diisi dengan Ca(OH)2 sampai 1-2 mm dari ujung akar dan
ditumpat tetap. Evaluasi secara berkala 3-6 bulan sampai terjadi
penutupan apeks (dengan menggunakan pemeriksaan radiografik).

Anda mungkin juga menyukai