0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
437 tayangan11 halaman

Pledoi

Dokumen tersebut merupakan pembelaan yang disampaikan oleh penasehat hukum terhadap terdakwa bernama Roch Karmadi bin Rochmad yang dituntut atas dakwaan penganiayaan terhadap istrinya. Pembelaan tersebut menguraikan keterangan dari tiga orang saksi dan keterangan terdakwa.

Diunggah oleh

Vermillion Wulfvinz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
437 tayangan11 halaman

Pledoi

Dokumen tersebut merupakan pembelaan yang disampaikan oleh penasehat hukum terhadap terdakwa bernama Roch Karmadi bin Rochmad yang dituntut atas dakwaan penganiayaan terhadap istrinya. Pembelaan tersebut menguraikan keterangan dari tiga orang saksi dan keterangan terdakwa.

Diunggah oleh

Vermillion Wulfvinz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBELAAN TERHADAP PERKARA PIDANA

Nomor: 01/SK/PID/VI/2001/[Link]
I.

Yang bertanda tangan dibawah ini kami:


Nama
: Cleopas Calvin P, SH.,[Link]
Pekerjaan
Alamat

: Advokat Advokat dan Konsultan Hukum Platon &


Partners
:Jalan Pawiyatan Luhur No. 1 Semarang

Berdasarkan Surat Kuasa Khusus dari ROCH KARMADI BIN ROCHMAD


(terdakwa) tertanggal 30 agustus 2001 , dengan ini mengajukan
pembelaan untuk dan atas nama kepentingan terdakwa sebagai berikut:
Nama

: ROCH KARMADI BIN ROCHMAD

Umur/Tempat Lahir

: 46 Tahun/13 Maret 1955

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Kebangsaan

: Indonesia

Tempat Tinggal

: Jl. Pusponjolo Timur IX No.12 RT 06 RW II Kel.


Bojongsalaman Semarang Barat.

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Penjaga Bus Pariwisata

Pendidikan

: ST

Majelis Hakim Yang Terhormat;


Jaksa Penuntut Umum Yang Terhormat;
Dan Persidangan yang kami muliakan;
Setelah menyimak dan membaca Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)
terhadap terdakwa Roch Karmadi Bin Rochmad sekarang tibalah saatnya kami,
sebagai Tim Penasehat Hukum Terdakwa, untuk menyampaikan pledoi ini.
Tentunya, pledoi ini bukanlah suatu pendapat dan atau pembelaan yang sertamerta agar terdakwa dapat bebas diluar pertimbangan-pertimbangan hukum
yang berlaku, tetapi pledoi ini lebih merupakan ikhtiar kami untuk merangkai

kembali fakta-fakta sebenarnya yang telah berlangsung di muka persidangan


selama ini, sehingga sebelum yang terhormat Majelis Hakim memberi putusan,
telah mendapatkan keterangan, gambaran dan atau bukti-bukti yang terang
dan jelas atas perbuatan pidana yang dituduhkan kepada Terdakwa.

II.

Isi Dakwaan
-

Dakwaan Primair Pasal 353 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 356 Angka-1 KUHP
Dakwaan Subsidair Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 356 angka-1 KUHP

Sebagaimana telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam surat


dakwaan [Link] Perk: PDM-205 SEMAR/Ep.1/08/2001 pada tanggal 16
Agustus 2001 yang lalu.

III.

Pada persidangan hari ini tibalah giliran kami untuk mengemukakan


pembelaan dalam perkara ini, karena itu izinkanlah kami untuk
menyampaikan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan sebagai
berikut:
SAKSI I:
1. Bahwa benar saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani kenal
dengan terdakwa karena saksi masih berstatus isteri terdakwa;
2. Bahwa saksi menikah dengan terdakwa pada tahun 1989 dan
mempunyai seorang anak laki-laki berumur 14 Tahun bernama
CANDRA ADI PRADIBYO;
3. Bahwa berdasarkan keterangan saksi I ( Suryati)dalam sidang antara
saksi dan Terdakwa telah pisah ranjang selama kurang lebih 5 (lima)
Tahun, adapun sebabnya adalah terdakwa tidak bekerja dan kalau
saksi bekerja Terdakwa cemburu dan marah-marah dengan cara
merusak barang-barang milik mereka berdua;
4. Bahwa sebelum kejadian/peristiwa penganiayaan saksi bersamasama dengan anaknya pada hari selasa tanggal 5 Juni 2001 sekitar
pukul 10.30 WIB, pergi ke rumah DARSIH yang beralamat di
Pusponjolo Timur dan rumahnya berdekatan dengan rumah mertua
saksi dimana Terdakwa bertempat tinggal, dengan tujuan menagih
uang dagangan yang belum dibayar;
5. Bahwa kemudian saksi bersama anaknya mampir di rumah
mertuanya di Pusponjolo Timur dan bertemu dengan Terdakwa,

kemudian Terdakwa bertanya kepada saksi Mau Kemana?, yang


dijawab saksi: Mau ke Pasar Johar, beli pakaian ngaji Candra
(Anaknya). Kemudian Terdakwa mengatakan Aku melu (aku ikut),
kemudian Terdakwa mengajak saksi dan anaknya makan soto di
warung dekat rumahnya, akan tetapi saksi tidak mau sehingga hanya
Terdakwa dan anaknyayang pergi ke warung;
6. Bahwa belum selesai minum kemudian saksi mengajak anaknya ke
Pasar Johar yang kemudian Terdakwa mengejar dan setelah saksi
tertangkap kemudian Terdakwa menyekap dengan tangan kirinya dan
tangan kanannya digunakan untuk menyayat saksi dengan pisau
cutter secara berulang-ulang ke bagian muka/ wajah saksi, sehingga
wajah/muka saksi berlumuran darah;
7. Bahwa akibat perbuatan Terdakwa tersebut saksi menderita luka
pada bagian mulut kanan sepanjang 10 cm dan dijahit sebanyak 20
jahitan,luka pada mulut kiri sepanjang 5 cm, dan di jadhit dengan 10
jahitan dan luka pada pelipis kanan sepanjang 5 cm dengan 5 jahitan
serta luka pada tangan kanan sepanjang 10 cm dengan 10 jahitan;
8. Bahwa melihat kejadian tersebut kemudian anak mereka CANDRA
ADE PRADIBYO berteriak: maling. Maling.!! Sehingga para
tetangga keluar rumah dan mengejar terdakwa;
9. Bahwa kemudian oleh tetangga, saksi dibawa ke klinik 24 jam akan
tetapi langsung dirujuk ke RUmah Sakit [Link] Semarang dan
diberi obat jalan;
10. Bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa mengakui
perbuatannya dan membenarkan dihadapan hakim.
SAKSI II:
1. Bahwa benar saksi II (CANDRA ADI PRADIBYO) dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani serta kenal dengan terdakwa adalah ayah
kandung saksi;
2. Bahwa pada hari Selasa tanggal 05 juni 2001 sekitar jam 11.00 WIB
saksi menyaksikan sendiri telah terjadi peristiwa penganiayaan
dengan cara menyayat wajah dan tangan saksi korban yang juga ibu
kandung dari saksi, Terdakwa dengan menggunakan pisau Cutter
berwarna Kuning
3. Bahwa yang melakukan penganiayaan tersebut adalah Terdakwa
ROCH KARMADI BIN ROCHMAD, ayah saksi, sedangkan korbannya
adalah SURYATI BINTI SAIMIN, ibu saksi;
4. Bahwa sebelum peristiwa penganiayaan terjadi saksi bersama ibunya
mau pergi ke Pasar Johar, sampai di Pusponjolo Timur kemudian

5.

6.

7.
8.

9.

Terdakwa mengajak saksi dan ibunya makan, namun ibu (saksi


SURYATI) tidak mau, kemudian saksi melihat Terdakwa mengikuti ibu
dari belakang kemudian Terdakwa langsung menyekap dan menyayat
ke bagian muka dengan cutter dan ibu berusaha menangkis dengan
tangan akan tetapi Terdakwa terus menyayat sehingga tangan
kanannya ikut terluka;
Bahwa saksi mengetahui peristiwa tersebut karena saksi berada
sekitar 2 meter dan berapa kali terdakwa menyayat ibu/korban
secara pasti saksi tidak engetahui karena penganiayaan/penyayatan
tersebut berlangsung secara cepat;
Bahwa melihat kejadian tersebut kemudian saksi berteriak: Maling
Maling!!!,
sehingga
orang-orang
datang
dan
Terdakwa
menghentikan perbuatannya dan melarikan diri yang kemudian terus
dikejar oleh massa;
Bahwa akibat perbuatan Terdakwa Ibu/korban menderita luka dan
berdarah pada bagian mulut,kepala,dan tangan;
Bahwa setelah perbuatan tersebut dilakukan, saksi korban/ibu diantar
ke Rumah Sakit [Link] untuk diobati oleh orang-orang dengan
menggunakan mobil;
Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Terdakwa membenarkan;

SAKSI III:
1. Bahwa saksi (WIDYO ARIYANTO WASONO) dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani serta tidak kenal dengan Terdakwa;
2. Bahwa saksi mengetahui telah terjadi penganiayaan terhadap
seorang perempuan bernama SURYATI pada hari Selasa tanggal 05
Juni 2001 yang dilakukan oleh Terdakwa segera setelah kejadian
melakukan penangkapan terhadap Terdakwa;
3. Bahwa pada saat itu saksi berada di Bank Lppo Jl. Siliwangi, tempat
saksi bekerja, tiba-tiba terdengar teriakan: TolongTOlong..!!! dan
Maling Maling!! dari arah [Link], kemudian saksi melihat
ada seorang perempuan dalam keadaan berdarah pada bagian
muka/wajah, kepala dan tangan kanan datang ke klinik 24 jam dekat
tempat saksi bekerja dengan menggunakan becak;
4. Bahwa kemudian saksi berlari menuju kearah keramaian orang yang
sedang mengejar seorang laki-laki dan kemudian saksi berhasil
mengejar orang tersebut dan setelah ditanya mengaku bernama
ROCH KARMADI BIN ROCHMAD alat [Link] TImur IX No.2
Semarang;
5. Bahwa setelah tertangkap kemudian saksi menyuruh membuka
pakaian yang dikenakan Terdakwa dan dari dalam saku celana

Terdakwa tiba-tiba jatuh satu bongkah batu ukuran kepalan tangan


dan sebuah cutter berwarna kuning terjatuh;
6. Bahwa kemudian saat ditangkap Terdakwa tidak melakukan
perlawanan dan setelah di interogasi ternyata Terdakwa mengaku
telah menganiayan isterinya sendiri hingga menimbulkan luka;
7. Bahwa kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke Poltabes
Semarang dan kemudian dari Poltabes Semarang menelpon ke
Polsekta Semarang Barat karena TKP berada di wilayah Semarang
Barat dan kemudian Terdakwa dijemput dengan mobil Kijang untuk
dibawa ke kantor.
KETERANGAN TERDAKWA:
1. Bahwa Terdakwa dlam keadaan sehat jasmani dan rohani dan
bersedia untuk didengar keterangannya;
2. Bahwa pada hari Selasa tanggal 05 Juni 2001 sekitar jam 10.45 WIB
di [Link] TImur V [Link] Semarang, Terdakwa telah
melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama
SUYANTI BINTI SAIMIN usia 31 Tahun, tempat tinggal [Link] Kel.
Ngemplak Semarang;
3. Bahwa saksi korban adalah isteri sah Terdakwa dan selama sekitar 4
(empat) tahun telah pisah ranjang dengan Terdakwa;
4. Bahwa penganiayaan tersebut dilakukan dengan cara menyekap
leher korban dengan tangan kiri dan dengan tangan kanan yang
memegang pisau cutter, Terdakwa menyayat saksi korban ke bagian
wajah/muka dan tangan kanan karena saksi korban sempat
menangkis;
5. Bahwa maksud melakukan penganiayaan adalah ntuk menyakiti
korban/member pelajaran kepada korban;
6. Bahwa penganiayaan tersebut terjadi secara spontan dan tidak
direncanakan;
7. Bahwa pisau cutter yang digunakan oleh Terdakwa untuk
menganiaya adalah pisau yang sehari-hari selalu dibawa oleh
Terdakwa karena sering digunakan oleh Terdakwa untuk membuat
perhiasan dari janur untuk acara hajatan dan apabila tidak ada
pesanan biasanya digunakan untuk membuat mainan kapal-kapalan
dari kayu untuk mengisi saktu;
8. Bahwa batu yang terjatuh dari saku Terdakwa adalah batu yang
berhasil tertangkap pada saat terdakwa dikejar-kejar oleh massa dan
Terdakwa simpan untuk membela diri apabila ada yang menyerang
lagi maka terdakwa akan melemparkan batu tersebut kearah orang
yang menyerang;

9. Bahwa penganiayaan tersebut terjadi karena Terdakwa merasa


kesal/ jengkel dengan saksi korban/isterinya karena ajakan Terdakwa
untuk rujuk dan berkumpul kembali demi anaknya CANDRA ADE
PRADIBYO selalu ditolak.
Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa:
a)

Terdakwa mengakui kesalahan atas penganiayaan yang dilakukan


terhadap saksi korban/isterinya SUYANTI BINTI SAIMIN;
b) Dari penjelasan Terdakwa terbukti melakukan tindakan penganiayaan
secara spontan;
c) Perbuatan yang dilakukan terdakwa adalah murni tindakan penganiayaan
biasa.

IV.

BARANG BUKTI :
Dalam persidangan ini juga telah diajukan Barang bukti yang diajukan oleh
Jaksa Penuntut Umum baik Alat Bukti Surat maupun Barang yaitu:
1. Visum er Repertum No. 119/VER/GYN/VI/2001 tanggal 18 Juni 2001 yang
dibuat oleh [Link], RSU [Link] Semarang atas permintaan dari
Kapolsekta Semarang Barat No: B/08/VI/2001/Serse dengan kesimpulan
luka iris pada kepala di beberapa tempat,luka iris pada pergelangan
tangan kanan yang disertai dengan putusnya otot pergelangan tangan
kanan, karena kelainan-kelainan tersbut timbul penyakit dan berhalangan
untuk melakukan pekerjaan selama 7 (tujuh) hari;
2. Berdasarkan ketentuan pasal 184 ayat (1) poin c dan pendapat Prof. Dr.
Sudikno Mertokusumo, maka Berita Acara Pemeriksaan tersangka ROCH
KARMADI BIN ROCHMAD yang dibuat oleh penidik Polsekta Semarang
Barat dapat dianggap sebagai alat bukti surat.
3. 1 (satu) bilah pisau cutter dengan gagang warna kuning.

V.

ANALISIS YURIDIS
Berdasarkan surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan
pada tanggal 16 Agustus 2001, disimpulkan bahwa perbuatan yang
didakwakan kepada terdakwa ROCH KARMADI BIN ROCHMAD sebagaimana
didakwakan dalam dakwaan primair telah terbukti secara sah dan
meyakinkan, melanggar Pasal 353 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 356 Angka-1 KUHP.

Majelis Hakim yang kami hormati sampailah kini pada pembuktian berupa
penjelasan dan unsur-unsur sebagai berikut:

Penganiayaan
Masalah penganiayaan diatur dalam pasal 351 s.d 358 KUHP. Dalam undang
undang ini tidak memberikan ketentuan apakah yang diartikan dengan
penganiayan, jika melihat pasal 352 ayat (4) disebutkan dengan
penganiayaan disamakan merusak kesehatan orang dengan sengaja. Dari
pasal tersebut dapat disimpulkan bahwa penganiayaan bisa dikatakan sengaja
merusak kesehatan orang.
Dalam yurisprudensi penganiayaan penganiayaan diartikan sebagai berikut :
- sengaja menimbulkan perasaan tidak enak (mendorong hingga terjebur di
kolam)
- menimbulkan rasa sakit (memukul,mencubit,menjambak)
- Menimbulkan Luka (mengiris,memotong,menusuk)
Penganiayaan ini dinamakan penganiayaan biasa, diancam hukuman lebih
berat, apabila penganiayaan biasa ini berakibat luka berat atau mati.
Dalam kasus Rochman Karmadi ini terdakwa melakukan tindakan penyayatan
yang termasuk menimbulkan luka tetapi tidak tergolong luka berat
Jenis Penganiayaan
1. Penganiayaan terbagi menjadi dua yaitu penganiayaan ringan dan
penganiayaan berat. Penganiayaan ringan adalah penganiayaan yang
tidak menimbulkan akibat yang terlalu berat besar bagi yang dianiaya
misalnya hanya menimbulkan rasa sakit dan dengan penganiayaan itu
orang yang dianiayaan tersebut tetap bisa melakukan kegiatan seharihari ( dikutip dari R. Sosilo, tahun 1996, halaman 246 ).
2. Penganiayaan berat adalah adalah penganiayaan yang menimbulkan
luka-luka berat atau menyebabkan atau menyebabkan matinya
seseorang. Yang dimaksud luka berat disini ialah penganiayaan yang
menimbulkan orang dianiaya tidak bisa melakukan pekerjaan sehari-hari.

1. Unsur Barang siapa


Unsur barang siapa menurut KUHP adalah memberi arahan tentang subyek
hukum yaitu orang atau manusia yang diajukan dipersidangan dan menurut
keterangan Terdakwa bahwa terdakwa melakukan penganiayaan secara
spontan karena perasaan Jengkel dan Marah karena sikap Saksi Korban, dan
memang benar yang diajukan dipersidangan adalah TERDAKWA ROCH
KARMADI , akan tetapi hal tersebut belumlah dapat membuktikan bahwa
TERDAKWA ROCH KARMADI telah melakukan penganiayaan kepada saksi
korban secara terencana.
2. Unsur Dengan Sengaja
Bahwa Berdasarkan Keterangan saksi baik saksi korban (Suryati), saksi II
(Candra Ade), dan Terdakwa sendiri (Roch Karmadi) dalam sidang menyatakan
bahwa terdakwa dengan sadar dan sehat jasmani maupun rohani mengakui
telah melakukan penyerangan dan menyayat dibagian wajah karena dorongan
yang diakibatkan rasa jengkel atau kesal dengan sikap saksi korban;
3. Unsur dengan rencana lebih dahulu
Bahwa berdasarkan keterangan Saksi Korban (Suryati bin Saimin) saksi korban
dalam keterangan Saksi yang diberikan dalam sidang, Saksi Korban mengakui
bahwa ia menolak ajakan Terdakwa selaku suami saksi korban bersama dengan
saksi II (Candra Ade) anaknya pergi ke warung soto dan Saksi Korban menolak
untuk makan bersama, dalam persidangan menurut keterangan Terdakwa
bahwa terdakwa berencana untuk melakukan rujuk dan berkumpul kembali
demi anaknya (Candra Ade Pradibyo) selaku saksi II namun ditolak,hal itu
terbukti dan sesuai dari keterangan yang diberikan Saksi Korban dalam
persidangan karena menolak ajakan Terdakwa untuk makan bersama yang
rencananya untuk membangun kembali keharmonisan rumah tangga,
dikarenakan sikap Saksi Korban (Suryati Bin Saimin) terhadap terdakwa inilah
yang mendorong Emosi Terdakwa secara spontan sehingga dengan niat
memberikan pelajaran kepada Saksi Korban karena kesal dan secara kebetulan
Terdakwa membawa pisau cutter yang biasa dia gunakan untuk membuat
kerajinan perhiasan, sehingga unsur dengan Rencana terlebih dahulu tidak
terpenuhi karena sudah terbukti bahwa sikap dari Saksi Korban yang menolak
Rujukan agar dapat menyatukan rumah tangga dan dapat berkumpul kembali,
karena niatan terdakwa adalah merujuk Saksi Korban untuk menyatukan
rumah tangga bukan menyerang secara diam-diam dan terencana karena
terdakwa menyerang secara spontan dengan berlari ke Arah Saksi Korban
dengan tujuan memberikan pelajaran karena tidak menghormati niatan baik
terdakwa dan cara yang dilakukan Terdakwa juga tidak terlihat terancana alias
secara spontan karena melihat situasi yang Ramai tidaklah mungkin Terdakwa
merencanakan suatu rencana tindak kejahatan penganiayaan di tempat yang

terdapat banyak orang, dan melalui keterangan Terdakwa memang menyerang


dengan berlari secara tergesa-gesa karena dalam keadaan Emosi tanpa
melihat kondisi sekitar, dan disaat penyerangan saksi korban langsung
menyadari karena penyerangan tersebut dilakukan secara spontan tidak
secara diam-diam sehingga sempat ditangkis oleh Saksi Korban (Suryati Binti
Saimin) yang akhirnya juga melukai tangan Kanan Terdakwa,dari keterangan
inilah sehingga tidaklah mungkin bahwa terdakwa memenuhi unsur
kesengajaan.
4. Unsur bagi yang melakukan kejahatan itu terhadap ibunya,Bapaknya ,
anaknya, atau istrinya yang sah:
Bahwa berdasarkan keterangan yang diberikan Saksi Korban tidak lengkap
mengenai tanggal,waktu,dan Lokasi dimana Saksi Korban (SURYATI BIN SAIMIN)
dan Terdakwa (ROCH KARMADI BIN ROCHMAD) melakukan pernikahan karena
hanya diberikan tahun pernikahan saja dan hal tersebut tidaklah valid atau
membuktikan Saksi Korban dan Terdakwa merupakan pasangan Sah atau tidak
dan tidak diajukan/disertakan Akta nikah yang menjadi bukti yang Valid atau
bukti yang sah dari Pejabat yang berwenang bahwa Saksi Korban telah
menikah dengan terdakwa secara sah karena hanya menyantumkan tahun
pernikahan pada tahun 1989 dan karena hanya terdapat kejelasan mengenai
Saksi II yang merupakan anak dari Saksi Korban dan Terdakwa yang lahir di
Jakarta tanggal 28 Juli 1976 tetapi mengikat saksi II meskipun anak yang sah
tetapi Saksi II tidak memiliki kepentingan atau tidak dirugikan dikarenakan
tidak ikut menjadi korban penganiayaan melainkan sebagai Saksi. Dari
penjelasan tersebut maka tidak terdapat kejelasan dan bukti yang valid/sah
baik berupa Akta pernikahan yang dari pejabat berwenang yang memberikan
keterangan Lokasi,Waktu,dan Tempat secara spesifik pada saat Terdakwa
maupun Saksi Korban melangsungkan perkawinan sehingga hal ini dapat
mematahkan Unsur Pembuktian dalam pasal 356 ayat 1 (satu) apakah
Korban/Saksi Korban merupakan istri yang SAH menurut hukum sehingga
Terdakwa dinyatakan tidak memenuhi Unsur yang ada dalam Pasal 356 ayat 1
(satu) mengenai melakukan kejahatan terhadap Istri yang Sah dikarenakan
kurangnya bukti bahwa Saksi Korban merupakan Istri Terdakwa yang sah
menurut Hukum.

Berdasarkan uraian penjelasan diatas dengan mengingat unsur-unsur


melanggar Pasal 353 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 356 Angka-1 KUHP sebagaiamana
terurai dalam dakwaan primair dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Unsur Barang siapa terbukti, namun ada alasan penghapus pidana berupa
alasan pemaaf karena Tekanan Batin yang disebabkan Saksi Korban yang
menolak untuk berdamai sehingga memacu Emosi yang mengurangi
kesadaran Terdakwa.

2. Unsur Dengan Sengaja terbukti karena terdapat bukti luka-luka dan


berupa bukti surat Visum er Repertum No. 119/VER/GYN/VI/2001 tanggal
18 Juni 2001, tetapi terdapat alasan penghapus pidana melihat dari sisi
Psikologis Terdakwa yang mendapat tekanan karena selalu ditolak oleh
Saksi Korban/ Korban untuk diajak berdamai atau menyatukan
kebersamaan keluarga yang dapat menjadi alasan pemaaf.
3. Unsur dengan rencana lebih dahulu tidak terpenuhi karena terdapat
pengakuan melalui keterangan yang diberikan dalam persidangan oleh
Saksi Korban (SURYATI BINTI SAIMIN) yang menolak untuk ikut makan
bersama Terdakwa dan Saksi II dan meninggalkan terdakwa dengan
membawa Saksi II ke Pasar Johar yang awalnya oleh Terdakwa mengajak
Saksi II dan Saksi Korban untuk bersama-sama untuk rujuk agar dapat
berkumpul kembali demi anaknya, sehingga karena sifat Saksi Korban
tersebut secara Spontan memicu emosi Terdakwa sehingga secara
Spontan mengejar Saksi Korban dari warung dan menyerangnya tanpa
persiapan dan rencana terlebih dahulu, hal tersebut terbukti dari cara
penyerangan Terdakwa yang Gegabah karena dipicu dorongan emosi dan
tidak terencana karena Kondisi di tempat umum yang Ramai yang
membuat Terdakwa di Kejar oleh warga karena teriakan Saksi II
[Link]..!!! dan juga masih terdapat perlawanan oleh Saksi
Korban yang menyadari bahwa dia dikejar dan diserang sehingga
serangan Terdakwa sempat ditangkis oleh Saksi Korban karena
perbuatannya secara cepat disadari karena tanpa perencanaan dari
Terdakwa terlebih dahulu sehingga mematahkan unsur penganiayaan
terencana pada pasal 353 ayat 1 (satu).
4. Unsur bagi yang melakukan kejahatan itu terhadap ibunya,Bapaknya ,
anaknya, atau istrinya yang sah tidak dapat dibuktikan secara sah oleh
Hukum karena kurangnya bukti yang diajukan oleh Saksi Korban bahwa
dia adalah Istri yang Sah menurut Hukum karena tidak adanya Akta
pernikahan yang dibuat oleh Pejabat yang berwenang yang diberikan
untuk membuktikan bahwa Saksi Korban adalah Isteri yang SAH menurut
Hukum, selain itu Waktu,Tempat/Lokasi, dan Tanggal kapan Terdakwa
(Roch Karmadi Bin Rochmad) dan Saksi Korban (Suryati Binti Saimin)
melakukan pernikahan tidak tercantum secara jelas dan hanya terdapat
Tahun dia melakukan pernikahan sehingga hal ini tidak cukup untuk
diajukan sebagai alat bukti dalam pembuktian bahwa terdakwa dan
korban adalah pasangan Suami-Isteri yang SAH menurut hukum dan
mematahkan unsure yang ada dalam Pasal 356 ayat 1 (satu).

Oleh karena itu, atas nama dan untuk kepentingan Terdakwa kami mohon
kepada Majelis Hakim yang terhormat untuk membebaskan dari segala
tuntutan atau melepas dari segala tuntutan terhadap Terdakwa ROCH
KARMADI BIN ROCHMAD . Tempat lahir di Semarang, Umur 31 Tahun, Jenis
Kelamin Laki-Laki,Kebangsaan Indonesia, Agama Islam,Alamat Tempat Tinggal
Jl. Srinindito V Rt. VII Rw. II Kel. Ngemplak Semarang, Pekerjaan Penjaga Pus
Pariwisata,Pendidikan ST.
Atau Majelis Hakim menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya,
atau memberikan putusan yang seadil-adilnya berdasarkan kemanusiaan yang
adil dan beradab.
Demikian Nota Pembelaan ini disampaikan, besar harapan kami Majelis Hakim
dapat mengabulkan permohonan kami. Atas perhatian dan Kebijaksanaan
Majelis Hakim kami mengucapkan terima kasih.

Semarang,30 Agustus 2001


Hormat Kami,
Kuasa Hukum Terdakwa,

Cleopas Calvin P, SH.,[Link]

Anda mungkin juga menyukai