100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
67 tayangan44 halaman

Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Fisika

Ringkasan dokumen tersebut adalah: Proses pembelajaran fisika perlu mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik. Keterampilan proses sains memberikan kesempatan peserta didik untuk menemukan pengetahuan secara mandiri dan merasakan kesenangan belajar. Implementasi pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran fisika perlu ditingkatkan.

Diunggah oleh

Ernita Ssnt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
67 tayangan44 halaman

Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Fisika

Ringkasan dokumen tersebut adalah: Proses pembelajaran fisika perlu mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik. Keterampilan proses sains memberikan kesempatan peserta didik untuk menemukan pengetahuan secara mandiri dan merasakan kesenangan belajar. Implementasi pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran fisika perlu ditingkatkan.

Diunggah oleh

Ernita Ssnt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGEMBANGAN EVALUASI DAN PROSES PEMBELAJARAN FISIKA

PROCESS SKILLS

Oleh :
ERNITA SUSANTI
NIM. 15175009

Dosen:
Prof. Dr. Festiyed, M.S
Dr. Hj. Djusmaini Djamas, [Link]

PENDIDIKAN FISIKA (S2)


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang senantiasa
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Process Skills yang dibimbing oleh Ibu Prof. Dr.
Festiyed, M.S dan Ibu Dr. Hj. Djusmaini Djamas. Penulis menuliskannya dengan
mengambil dari beberapa sumber baik dari buku maupun dari internet dan
membuat gagasan dari beberapa sumber yang ada tersebut. Penulis berterima
kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah
ini. Penulis juga menyadari bahwa makalah yang penulis tulis ini masih banyak
kekurangan. Karena itu sangat diharapkan bagi pembaca untuk menyampaikan
saran atau kritik yang membangun demi tercapainya makalah yang lebih baik.

Padang,

Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang .....................................................................................


Rumusan Masalah ................................................................................
Tujuan Penulisan ..................................................................................
Manfaat Penulisan ...............................................................................

1
2
2
2

BAB II KAJIAN TEORI................................................................................ 3


A.
B.
C.
D.
E.
F.

Pendekatan Keterampilan Proses..........................................................


Jenis-jenis Keterampilan Proses Sains .................................................
Contoh-contoh Soal Keterampilan Proses Sains .................................
Cara Menyusun Butir Soal KPS...........................................................
Indikator Keterampilan Proses Sains....................................................
Penilaian Keterampilan Proses Sains....................................................

3
8
10
12
14
18

BAB III PEMBAHASAN............................................................................... 20


A. Implementasi KPS dalam Pembelajaran Fisika.................................... 20
B. Pengembangan Soal Keterampilan Proses Sains ................................. 21
BAB IV KESIMPULAN................................................................................. 33
A. Kesimpulan...........................................................................................` 33
B. Saran..................................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA

...............................................34

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,
konsep pembelajaranan pun mengalami perubahan, yaitu dari yang semula
berpusat pada guru, menjadi lebih berpusat pada peserta didik (student centris).
Menurut William H. Burton mengajar adalah upaya dalam memberikan
rangsangan (stimulus), bimbingan dan pengarahan serta dorongan kepada peserta
didik agar terjadi proses pembelajaran. Pandangan ini sejalan dengan pendapat
George dan Briggs yang mengatakan bahwa pembelajaran is a set of events which
affect learness in such way that learning is facilitated. Yaitu menciptakan
berbagai peluang yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang dengan
sendirinya tercipta berbagai kebutuhan pembelajaran.
Dengan demikian, dalam mengajar yang penting bukan upaya guru
menyampaikan bahan, melainkan bagaimana peserta didik dapat mempelajari
bahan sesuai dengan tujuan. Dalam hal ini upaya penting yang harus dilakukan
guru adalah menciptakan serangkaian peristiwa yang dapat mempengaruhi peserta
didik pembelajaran. Dalam kaitan ini peran guru mengalami pergeseran dari yang
semula sebagai satu-satunya pemberi informasi, menjadi sebagai orang yang
bertindak sebagai director and facilitator of learning, yakni pengaruh dan pemberi
fasilitas untuk terjadinya proses pembelajaran.
Dari sekian banyak keterampilan yang harus dikembangkan melalui
pembelajaran fisika keterampilan proses sains merupakan salah satu keterampilan
yang penting untuk dimiliki peserta didik. Menurut National Research Council
(NRC) (1996) keterampilan proses sains merupakan keterampilan yang digunakan
untuk membuat informasi, berfikir mengenai suatu masalah dan merumuskan
bagaimana menyelesaikan masalah tersebut.
Keterampilan proses sains dapat memberikan kesempatan kepada peserta
didik dalam menemukan sendiri pengetahuan sehingga peserta didik dapat
memahami fakta dan konsep, dan memeberikan kesempatan kepada peserta didik
bekerja dengan ilmu pengetahuan sehingga peserta didik merasa senang dalam

belajar. Melatihkan dan mengembangkan keterampilan proses sains pada peserta


didik akan sangat berguna bagi peserta didik tidak hanya sebagai proses untuk
membangun pengetahuan dalam pembelajaran namun juga berguna dalam
kehidupan sehari-hari.
Penerapan keterampilan proses sains dalam pembelajaran sangatlah baik,
namun yang terjadi dilapangan pelajaran sains tetap saja kurang mengembangkan
keterampilan proses sains peserta didik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan dapat dirumuskan
permasalahan dalam penulisan makalah ini yaitu menjelaskan tentang pendekatan
keterampilan proses dan implementasinya dalam pembelajaran fisika.
C. Tujuan Penulisan
Merujuk pada rumusan masalah maka tujuan penulisan makalah ini adalah
untuk mengetahui menjelaskan tentang pendekatan keterampilan proses dan
implementasinya dalam pembelajaran fisika.
D. Manfaat Penulisan
Sesuai dengan tujuan, maka penulisan makalah ini diiharapkan dapat
menambah ilmu dan wawasan tentang menjelaskan tentang pendekatan
keterampilan proses dan implementasinya dalam pembelajaran fisika.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pendekatan Keterampilan Proses (Process Skill)
1. Pengerian Pendekatan Keterampilan Proses
Istilah proses diartikan sebagai urutan dari bebrapa kegiatan atau suatu set
kegiatan yang memerlukan sumber daya sehingga dapat mengubah input menjadi
output yang sesuai dengan perencanaan. Dengan demikian, pendekatan proses
merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mengubah suatu tujuan
menjadi sebuah hasil yang diinginkan. Adapun hakikat pendekatan proses dalam
bidang pendidikan dijelakan kedalam tabel 1.
Tabel 1. Hakikat Pendekatan Proses
Perbandin
Teori Modul
gan
a. Hakikat Pendekatan Proses
Pengertian Lihin (2001) pendekatan proses
merupakan pendekatan
pembelajaran yang menekankan
pada proses belajar, aktivitas dan
kreatifitas peserta didik.
Menurut Sriyanto (2007), ada dua
hal mendasar yang menjadi pondasi
dalam pendekatan proses yaitu:
a. Proses mengalami, dengan
mengalami, maka pendidikan
akan menjadi bagian integral
bagi diri peserta didik
b. Proses menemukan, dengan
menemukan pemahaman
peserta didik tentang materi
pelajaran pun lebih utuh dan
bertahan lebih lama

Teori Lain
Pendekatan proses adalah
suatu pendekatan pengajaran yang
memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk ikut menghayati
penemuan atau penyusunan suatu
konsep sebagai suatu keterampilan
proses.
Sedangkan pendekatan
proses dalam pembelajaran dikenal
pula sebagai keterampilan proses,
guru menciptakan bentuk kegiatan
pembelajaran yang bervariasi, agar
peserta didik terlibat dalam
berbagai pengalaman. Peserta didik
diminta untuk merencanakan,
melaksanakan, dan menilai sendiri
suatu kegiatan. Peserta didik
melakukan kegiatan percobaan,
pengamatan, pengukuran, dan
membuat kesimpulan-kesimpulan
sendiri. Dalam pelaksanaan proses
ini, peserta didik tidak hanya
belajar dari guru, tetapi juga dari

Perbandin
gan

Teori Modul

Teori Lain
semua manusia-manusia sumber di
luar sekolah

b. Hakikat Pendekatan Keterampilan Proses (PKP)


c. Pengerti 1. Rustaman (2007) keterampilan 1. Menurut Kurniati (2001: 11)
an PKP
proses melibatkan
pendekatan keterampilan proses
keterampilan-keterampilan
adalah pendekatan yang
kognitif atau intelektual,
memberi kesempatan kepada
manual, sosial
peserta didik agar dapat
2. Suparti dan Budiastra (2008)
menemukan fakta, membangun
pendekatan keterampilan proses
konsep-konsep, melalui
adalah pendekatan yang
kegiatan dan atau pengalamanmenekankan pada fakta da
pengalaman seperti ilmuwan
pendekatan konsep yang
2. Suharsimi (2004 :33)
digunakan
pendekataan berbasis
3. Conny Semiawan (2008)
keterampilan proses adalah
pendekatan keterampilan proses
wawasan atau anutan
adalah pendekatan
pengembangan keterampilanpembelajaran yang
keterampilan intelektual, sosial
megutamakan penerapan
dan fisik yang bersumber dari
berbagai keterampilan
kemampuan-kemampuan
memproseskan perolehan dalam
mendasar yang pada prinsipnya
pembelajaran
keterampilan-keterampilan
d.
intelektual tersebut telah ada
pada peserta didik
3. Syaiful Sagala (2008: 74)
pendekatan keterampilan
proses adalah pendekatan
pengajaran yang memberi
kesempatan kepada peserta
didik untuk ikut menghayati
proses penemuan atau
penyusunan suatu konsep
sebagai suatu keterampilan
proses
4. [Link] (2009: 99) adalah
pendekatan pembelajaran yang
menekankan pada proses

5.

a.

b.

c.

e. Kelebih
an PKP

1. Memberikan peserta didik


pengertian yang tepat tentang
hakikat ilmu pengetahuan
2. Memeberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk
bekerja dengan ilmu
pengetahuan
3. Mengantarkan peserta didik
untuk belajar ilmu pengetahuan

belajar, aktivitas, dan kreativitas


peserta didik termasuk
keterlibatan fisik, mental, dan
sosial peserta didik dalam
memperoleh pengetahuan,
keterampilan, nilai, dan sikap,
serta menerapkan dalam
kehidupan sehari-hari untuk
mencapai suatu tujuan
Dimyati dan Mudjiono (2013:
139) menyimpulkan bahwa
Pendekatan Keterampilan
Proses (PKP) adalah sebagai
berikut :
PKP sebagai wahana penemuan
dan pengembangan fakta,
konsep, dan prinsip ilmu
pengetahuan bagi diri peserta
didik.
Fakta, konsep, dan prinsip ilmu
pengetahuan yang ditemukan
dan dikembangkan peserta
didik berperan pula menunjang
pengembangan keterampilan
proses pada diri peserta didik.
Interaksi antara pengembangan
keterampilan proses dengan
fakta, konsep, serta prinsip ilmu
pengetahuan, pada hakikatnya
akan mengembangkan sikap
dan nilai ilmuan pada diri
peserta didik.

f. Menurut Dimyati (2013),


kelebihan KPS adalah:
1. KPS dapat memberikan
rangsangan ilmu pengetahuan,
sehingga peserta didik dapat
memahami fakta dan konsep
ilmu pengetahuan dengan baik.

baik sebagai proses ataupun


sebagai produk
4. Peserta didik memperoleh
kesempatan bekerja dengan
ilmu pengetahuan dan merasa
senang
5. Peserta didik memperoleh
kesempatan belajar proses
memperoleh dan memproduk
ilmu pengetahuan

2. Memberikan kesempatan
kepada peserta didik bekerja
dengan ilmu pengetahuan, tidak
sekedar menceritakan atau
mendengarkan cerita tentang
ilmu pengetahuan. Hal ini
menyebabkan peserta didik
menjadi lebih aktif.
3. KPS membuat peserta didik
menjadi belajar proses dan
produk ilmu pengetahuan
sekaligus.

g. Alasan h. Tidak ada


penerap
an PKP
dalam
pembel
ajaran
1

i. Menurut Conny
(1990: 14). mengatakan
alasan yang melandasi perlu
diterapkan pendekatan
keterampilan proses (PKP)
dalam kegiatan belajar
mengajar yaitu:
Perkembangan ilmu
pengetahuan berlangsung
semakin cepat sehingga tak
mungkin lagi para guru
mengajarkan semua fakta dan
konsep kepada peserta didik.
Para ahli psikologi umumnya
berpendapat bahwa anak-anak
muda memahami konsepkonsep yang rumit dan abstrak
jika disertai dengan contohcontoh kongkrit.
Penemuan ilmu pengetahuan
tidak bersifat relatif benar
seratus persen penemuannya
bersifat relatif
Dalam proses belajar mengajar
pengembangan konsep tidak
dilepaskan dari pengembangan
sikap dan nilai dalam diri anak

1
2

k.

didik.
j.
Sedangkan menurut
Dimyati (2013 : 137) PKP
perlu diterapkan dalam
kegiatan belajar mengajar
berdasarkan alasan-alasan
sebagai berikut:
Percepatan perubahan ilmu
pengetahuan dan teknologi
Pengalaman intelektual
emosional dan fisik dibutuhkan
agar didapatkan agar hasil
belajar yang optimal
Penerapan sikap dan nilai
sebagai pengabdi pencarian
abadi kebenaran ini.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahawa

pendekatan proses merupakan proses pendekatan pembelajaran yang


menekankan kepada peserta didik dan memberi kesempatan kepada
peserta didik dalam proses belajar untuk beraktivitas dan menggunakan
kreatifitasnya dalam menemukan atau menyususn suatu keterampilan
[Link] proses dalam pembelajaran yaitu guru menciptakan
suatu proses pembelajara yang bervariasi agar peserta didik terlibat dalam
bebrbagai pengalaman melalui berbagai sumber pembelajaran. dalam
pendekatan proses ada dua proses yang dialami perserta didik yaitu proses
mengalami dan proses menemukan, dimana dengan megalami dan
menemukan peserta didik akan memahami pembelajaran lebih utuh dan
akan mengingatnya lebih lama.
l.
Sedangkan pendekatan

keterampilan

proses

adalah

pendekatan menekankan kepada peserta didik baik terhadap aktivitas,


kreativitas, keterlibatan fisik maupun mental dan sosial yang bersumber
dari

kemampuan-kemampuan

mendasar

untuk

menemukan

fakta,

membangun konsep-konsep dengan melibatkan keterampilan-keterampilan


kogitif, intelektual, manual, sosial dan keterampilan. Dalam pembelajaran,
pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau

panutan pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual, sosial, dan


fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang pada
prinsipnya telah ada dalam diri peserta didik. Sebagaimana yang
dijelaskan dalam Q. S An-Nahl ayat 64.
m.

n. Artinya : dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini,
melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka
perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman
o.
Pendekatan keterampilan proses memiliki kelebihan yaitu

dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam menemukan


sendiri pengetahuan sehingga peserta didik dapat memahami fakta dan
konsep, memeberikan kesempatan kepada peserta didik bekerja dengan
ilmu pengetahuan sehingga peserta didik merasa senang dalam belajar.
p.
Penerapan pendekatan keterampilan proses dalam
pembelajaran sangatlah penting, hal ini dikarenakan perkembangan ilmu
pengetahuan yang semakin pesat, yang menyebabkan semua fakta dan
konsep yang ada diajarkan oleh guru, selanjutnya peserta didik akan lebih
mudah memahami suatu pengetahuan jika disertai dengan contoh-contoh,
selain itu dalam proses belajar pemahaman konsep tidak dapat dilepaskan
dengan perkembangan sikap peserta didik sehingga

pengalaman

intelektual emosional dan fisik dibutuhkan agar didapatkan hasil belajar


yang optimal
B. Jenis-jenis Keterampilan Proses Sains
q.

Berikut akan dijelaskan mengenai jenis-jenis keterampilan

proses ke dalam Tabel 2, yaitu sebagai berikut.


r. Tabel 2. Jenis-jenis Keterampilan Proses

s. Perban
dingan
v. Jenisjenis
KPS

t. Teori Modul

u. Teori Lain

w. Menurut Tatang (2010) KPS


dibagi menjadi 7 yaitu:
1. Observing
2. Questioning
3. Hypothesizing
4. Predicting
5. Investigating
6. Interpreting
7. Comnicating
x. Menurut Rezba et al (1995)
KPS terbagi menjadi dua yaitu
1. Keterampilan proses dasar ,
terdiri dari observing,
communicating, classyfing,
measuring matrically, infering
dan predicting,
2. Keterampilan proses sains
terintegrasi, terdiri dari
identifying variables,
constructing a table of data,
constructing a graph,
describing relationships
between variables, aquiring
and processing your own data,
constructing hypothesis,
defining variable,operationally,
designing investigations dan
experimenting

y. Menurut Nuryani R
(2005: 80) keterampilan
proses meliputi
1. Melakukan pengamatan
2. Menafsirkan pengamatan
(interpretasi)
3. Mengelompokkan (klasifikasi),
4. Meramalkan (prediksi),
5. Berkomunikasi, B
6. Berhipotesis
7. Merencanakan percobaan,
8. Menerapkan konsep, dan
9. Mengajukan pertanyaan.
z. Sedangkan menurtut
Adrian rustaman (2010: 9)
jenis-jenis keterampilan
antara lain:
1. Mengamati,
2. Mengklasifikasikan
(mengelompokkan),
3. Menafsirkan (interpretasi),
4. Meramalkan (prediksi),
5. Melakukan komunikasi,
6. Mengajukan pertanyaan,
7. Mengajukan hipotesis
(berhipotesis),
8. Merencanakan
percobaan/penelitian,
9. Menggunakan
alat/bahan/sumber,
10. Menerapkan konsep,
11. Melaksanakan percobaan

aa.

Berdasarkan

penjelasan

diatas,

dapat

disimpulkan

keterampilan proses melibatkan pengetahuan kognitif, manual dan sosial


peserta didik. keterampilan kognitif terlihat ketika peserta didik
menggunakan pikirannya. Pengetahuan manual terlihat ketika peserta
dididk menggunakan alat dan bahan, pengukuran, penyusunan atau

perakitan alat. Pengetahuan sosial terlihat ketika peserta didik berinteraksi


dengan sesamanya dalam melaksanakan proses pembelajaran
ab.
Keterampilan proses sains dapat dibagi

menjadi

keterampilan dasar dan keterampilan terintegrasi. Keterampilan proses


dasar , terdiri dari (1) Observasi atau mengamati, menggunakan lima
indera

untuk

mencari

tahu

informasi,

(2)

Klasifikasi,

proses

pengelompokan dan penataan objek berdasarkan kasil observasi, (3)


Mengukur, membandingkan kuantitas yang tidak diketahui dengan jumlah
yang diketahui, (4) Komunikasi, komunikasi dapat berupa lisa maupun
tulisan, (5) menyimpulkan, membentuk ide-ide untuk menjelaskan hasil
pengamatan,

pengukuran

dan

pengklasifikasian,

(6)

Prediksi,

mengembangkan sebuah asumsi berdasarkan hasil yang diharapkan dari


proses pengamatan, pengukuran pengklasifikasian.
ac.
Keenam keterampilan proses dasar di atas terintegrasi
secara bersama-sama ketika peserta didik merancang dan melakukan
penelitian, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Semua komponen
keterampilan proses dasar penting baik secara parsial maupun ketika
terintegrasi secara bersama-sama. Keterampilan proses dasar merupakan
fondasi bagi terbentuknya landasan berpikir logis bagi peserta didik. Oleh
karena itu keterampilan proses dasar sangat penting dimiliki dan dilatihkan
bagi peserta didik sebelum melanjutkan ke keterampilan proses yang lebih
rumit dan kompleks. Guru tidak saja dituntut untuk mengembangkan
ad. keterampilan-keterampilan memproses dan memperoleh ilmu pengetahuan.
Lebih dari itu guru hendaknya juga menanamkan sikap dan nilai sebagai
ilmuwan kepada peserta didik.
ae. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW:
af.

ag. Dari Abu Hurairah ra. Sesungguhnya rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa
menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya
menuju surga. (HR. Muslim)
10

ah.

Sedangkan perpaduan dua kemampuan keterampilan proses

dasar atau lebih membentuk keterampilan proses terpadu. Namun beberapa


ahli membagi jenis keterampilan proses kedalam keterampilan proses
dasar dan keterampilan proses terintegrasi. Secara keseluruhan para ahli
pendidikan sains membagi aspek keterampilan proses sains secara
berbeda-beda namun secara garis besar hampir sama satu sama lain.
Keterampilan proses sains merupakan komponen penting dalam
pelaksanaan

proses

belajar

yaitu

karena

dapat

mempengaruhi

perkembangan pengetahuan peserta didik. Melalui proses sains dapat


melatih keterampilan ilmiah dan kerja sistematis, serta membentuk pola
berpikir peserta didik secara ilmiah.
C. Contoh-contoh Soal Keterampilan Proses Sains
1. Contoh Instrumen Tes
ai. Jeni
s
KPS
an. Men
erap
kan
kons
ep

aj. Jenj
ang
Kog
nitif
ao. C3

ak. Soal

al. Jawaban

ap. Sebanyak 25 mL larutan aq.


HCl 0,1 M ditittrasi
HCl+ KOH KCl+ H 2 O
dengan lartan KOH 0,1
a. Nilai pH ditentukan
M. Hitung pH larutan:
oleh jumlah H+ dari
a. Sebelum ditambah
HCl. Konsentrasi awal
KOH
HCl = 0,1 M. Maka
b. Setelah penambahan
larutan akan
KOH 5 mL
mengandung 0,1 M H+.
[H+]=0,1 M dan pH=1
b. Jumlah HCl mula-mula
25 mLx0,1 M=2,5
mmol jumlah KOH
yang ditambahkan 5mL
x 0,1 M = 0,5 mmol
[H+]
ar.
H +sisa
mmol
Volume larutan

11

am.
Sko
r
au. 4

ai. Jeni
s
KPS

aj. Jenj
ang
Kog
nitif

ak. Soal

al. Jawaban

am.
Sko
r

as.

2 mmol
=0,06 M
30 mL

at. pH = - log (0,06) =


1,22
av.
2. Contoh Instrumen Non Tes
[Link]
ria
bd. Tujua
n
perco
baan
bi. Alat
dan
bahan
bn. Hipot
esis

bs. Prose
dur

bx. Hasil

cc. Simp
ulan

ax. Skor
az. 4 (sangat
baik)
be. Mengidentifi
kasi tujuan
dan ciri
khusus
bj. Melihat
semua lat
dan bahan
bo. Mempresiksi
dengan
benar fakta
dan
membuat
hipotesis
bt. Melist
semua tahap
dan detaildetail khusus
by. Data
direkam
diorganisir
dan
digrafiskan
cd. Tampak
memahami
konsep dan

ba. 3 (baik)

bb. 2 (cukup)

bc. 1 (kurang)

bf. Mengidentifi
kasi tujuan

bg. Mengidentifik
asi sebagian
tujuan

bh. Slah
mengidentifi
kasi tujuan

bk. Melihat
semua bahan

bl. Melihat
beberapa
bahan
bq. Memprediksi
dengan
beberapa
fakyta

bm. Salah
melihat
bahan
br. Menebaknebak

bu. Melist
semua tahap

bv. Melist
beberapa
tahap

[Link] melist
tahap

bz. Data
direkam,
diorganisir

ca. Data direkam

cb. Hasil salah

ce. Tampak
memahami
konsep yang

cf. Tampak
memahami
beberapa

cg. Tidak ada


kesimpulan
atau

bp. Memprediks
i dengan
benar fakta

12

membuat
hipotesis
baru untuk
aplikasi pada
situasi lain
ch.

telah
dipelajari

konsep

miskonsepsi

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan soal

keterampilan peoses sain dapat berupa tes maupun non tes. Untuk tes
dapat berupa tes tertuls, yaittu berupa tes essay dan pilihan ganda. Soal
pilihan ganda adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan
jawaban atas pertanyaan atau pernyataan dalam pokok soal dengan
memilih salah satu pilihan jawaban. Soal pilihan ganda efektif untuk
mengukur kemampuan sederhana sampai kemampuan yang komplek.
Sedangkan tes uraian adalah tes yang jawabannya dapat menggunakan
bahasa peserta diddik sendiri. Instrumen tes dirancang berdasarkan jenis
keterampilan proses sains yang akan dinilai dan disesuaikan dengan
tingkat pengetahuan kognitif yang akan dinilai. Setelah itu dirancang soal
beserta kunci jawabannya dan ditetapkan skornya. Dapat disimpulkan
instrumen tes digunakan untuk mengukur pengetahuan kognitif peserta
didik.
ci.

Selaian soal tes, contoh lain soal keterampilan proses

adalah soal non tes. Penilaian melalui non tes dapat dilakukan dalam
bentuk observasi atau pengamatan. Dalam melakukan observasi kriteria
penilaiannya mulai dari tujuan percobaan, alat dan bahan yang digunakan,
merumuskan hipotesis, sampai ke menyimpulkan hasil percobaan.
Penilaian dilakukan dengan pemberian skor terhadap kerja peserta didik
D. Cara Menyusun Butir Soal KPS
cj.

Berikut akan dijelaskan cara menyusun butir soal

keteramplan proses sains kelas ke dalam Tabel 3, yaitu sebagai berikut.


ck. Tabel 3. Cara Menyusun Butir Soal KPS
cl. Perban
dingan
co. Karakte
ristik

cm.

Teori Modul

1. Karakteristik umum
a. Tidak boleh dibebani

13

cn. Teori Lain


cp. Rustaman (2005) menyatakan
bahwa penyusunan butir soal

cl. Perban
dingan
pokok
uji KPS

cm.

Teori Modul

konsep
b. Mengandung sejumlah
informasi yang harus
diolah oleh peserta didik
c. Aspek yang diukur harus
jelas dan hanya
mengandung satu jenis
aspek saja
2. Karakteristik khusus
a. Observasi
b. Klasifikasi
c. Menafsirkan/ Interpretasi
d. Prediksi
e. Mengajukan Pertanyaan
f. Berhipotesis
g. Merencanakan percobaan/
penyelidikan
h. Menerapkan konsep atau
prinsip
i. Mengajukan
pertanyaan
harus memunculkan sesuatu
yang mengherankan
cq. Penyus cr. Memilih satu konsep tertentu
unan
lalu
menyajikan
sejumlah
pokok
informasi yang perlu diolah.
uji KPS
Setelah itu menentukan bentuk
jawaban yang diminta.
ct. Pemberi cu. Setiap respon yang benar diberi
an skor
bobot terentu.
pada uji
KPS

cn. Teori Lain

1.

2.

3.

4.

5.

14

keterampilan proses menuntut


penguasaan masing-masing
jenis keterampilan prosesnya
(termasuk pengembangan) yang
dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut:
Mempersiapkan pertanyaan
atau suruhan yang dimaksudkan
untuk memperoleh respon atau
jawaban yang diharapkan.
Menentukan bagaimana bentuk
respon yang diminta, seperti
memberi tanda silang pada
huruf a/b/c atau memberi tanda
cek pada kolom yang sesuai,
atau menuliskan jawaban
singkat, atau bentuk lainnya.
Butir keterampilan proses sains
tidak boleh dibebani konsep.
Hal ini diupayakan agar pokok
uji tidak rancu dengan
pengukuran penguasaan
konsepnya. Konsep yang
terlibat harus diyakini oleh
penyusun pokok uji sudah
dipelajari peserta didik atau
tidak asing bagi peserta didik.
Butir soal keterampilan proses
sains mengandung sejumlah
informasi yang harus diolah
oleh responden atau peserta
didik. Informasinya dapat
berupa gambar, diagram, grafik,
data dalam tabel atau uraian,
atau objek aslinya.
Aspek yang akan diukur oleh
butir soal keterampilan proses
sains harus jelas dan hanya
mengandung satu aspek saja,

cl. Perban
dingan

cm.

Teori Modul

cn. Teori Lain


misalnya aspek mengamati.
6. Sebaiknya ditampilkan gambar
untuk membantu menghadirkan
objek, menganalisis
penyelidikian, menyusun
hipotesis, menentukan variabel
secara operasional,
merencanakan penyelidikan dan
melalukan eksperimen.

cw.

Soal keterampilan proses berbeda dengan soal penguasaan

konsep. Dalam penyusunan item soal keterampilan proses memiliki


beberapa karakteristik, yaitu karakteristik umum dan karakteristik khusus.
Karakteristik umum dalam penyusunan soal keterampilan proses antara
lain tidak dibebani konsep. Apabila ada konsep yang terlibat maka harus
diyakini oleh penyusun bahwa konsep sudah dipelajari peserta didik atau
tidak asing bagi peserta didik (dekat dengan keadaan sehari-hari peserta
didik). Karakteristik berikutnya adalah mengandung sejumlah informasi
yang harus diolah oleh peserta didik. Informasi dalam item soal
keterampilan proses dapat berupa gambar, diagram, grafik, data dalam
tabel atau uraian, atau objek aslinya
cx. serta terdapat gambar-gambar untuk membantu menghadirkan objek.
Selanjutnya aspek keterampilan yang akan diukur mengandung satu jens
aspek saja.
cy.

Sedangkan karakter khusus dalam penyusunan soal

keterampilan proses diantaranya soal yang diberikan memberikan


kesempatan kepada peserta didik melakukan observasi/ mengamati, soal
yang diberikan memeberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengklasifikasikan,

menafsirkan,

meprediksi

hingga

mengajukan

pertanyaan, setelah itu memberikan kesempatan kepada peserta didik


untuk berhipotesis dari hasil pertanyaan yang mereka ajukan, selanjutnya
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merencanakan

15

percobaan, menerapkan konsep, serta pertanyaan yang diajukan harus


memunculkan suatu pertanyaan bagi peserta didik.
cz.
Selanjutnya dalam penyusunan soal keterampilan proses
penulis harus menyiapkan pertanyaan dan menentukan bagaimana respon
dari pertanyaan yang diajukan. Setiap respon yang benar diberi bobot atau
skor tertentu.
E. Indikator Keterampilan Proses Sains
da.

Dibawah ini terdapat sub-sub keterampilan proses dengan

indikator yang dijelaskan ke dalam Tabel 4 sebagai berikut.


db. Tabel 4. Indikator KPS
dc. Indikator
df.
dg. Mengamati/
observasi

dj. Mengelompok
kan/
klasifikasi

dd. Teori Modul


dh. Menurut Rustaman (2007)
1. Menggunkan sebanyak
mungkin indera
2. Mengumpulkan atau
mengunakan fakta yang
relevan
1. Mencatat setiap pengamatan
setiap terpisah
2. Mencatat perbedaan dan
kesamaan
3. Mengontraskan ciri-ciri
4. Membandingkan

di.
1.
2.

1.
2.
3.
4.
5.

6.
dk. Menafsirkan/
interprestasi

dl. Meramalkan /
prediksi

dm.
M
engajukan

1. Menhubungkan hasil-hasil
pengamatan
2. Menemukan pola dalam seri
pengamatan
3. Menyimpulkan
1. Menggunakan pola-pola
hasil pengamatan
2. Mengemukakakn apa yang
mungkin terjadi
dn.

16

1.
2.
3.
1.
2.
1.

de. Teori Lain


Menurut Warianto (2001:
19)
Menggunkan sebanyak
mungkin indera
Mengumpulkan atau
mengunakan fakta yang
relevan
Mencatat setiap pengamatan
setiap terpisah
Mencatat perbedaan dan
kesamaan
Mengontraskan ciri-ciri
Membandingkan
Mencari dasar
pengelompkkan atau
penggolongan
Menghubungkan hasil-hasil
pengamatan
Menhubungkan hasil-hasil
pengamatan
Menemukan pola dalam seri
pengamatan
Menyimpulkan
Menggunakan pola-pola
hasil pengamatan
Mengemukakakn apa yang
mungkin terjadi
Bertanya apa, bagaimana
dan mengapa

dc. Indikator
pertayaan

do. Berhipotesis

dp. Merencanakan
penelitian
percobaan

dq. Menggunkan
alat dan bahan

dr. Menerapkan
konsep

ds. Berkomunikas
i

dt. Melaksanakan
percobaan

dd. Teori Modul

1. mengetahui bahawa ada


lebih dari satu kemungkinan
2. menyadari suatu penjelasan
perlu diuji
1. Menentukan alat/ bahan
2. Menentukan variabel
3. Menentukan apa yang kan
dilakukan
4. Menentukan apa yang akan
dilaksanakan
1. Memkai alat dan bahan
2. Mengetahui alasan
menggunakan alat
3. Mengetahui bagaimana
menggunakan alat
1. Menggunakan konsep yang
telah dipelajari dalam situasi
baru
2. Menggunakan konsep pada
pengalaman baru
1. Menggambarkan data hasil
percobaan
2. Menyusun dan
menyampaikan laporan
secara sistematis
3. Menjelaskan hasil
percobaan
4. Membaca grafik, tabel atu
diagram
5. Mendiskusikan hasil
kegiatan suatu masalah/
peristiwa
du.

17

de. Teori Lain


2. Bertanya untuk meminta
penjelasan
3. Mengajukan pertanyaan
yang berlatar belakang
hipotesis
1. Mengetahui bahawa ada
lebih dari satu kemungkinan
2. Menyadari suatu penjelasan
perlu diuji
1. Menentukan alat/ bahan
2. Menentukan variabel
3. Menentukan apa yang kan
dilakukan
4. Menentukan apa yang akan
dilaksanakan
1. Memkai alat dan bahan
2. Mengetahui alasan
menggunakan alat
3. Mengetahui bagaimana
menggunakan alat
1. Menggunakan konsep yang
telah dipelajari dalam situasi
baru
2. Menggunakan konsep pada
pengalaman baru
1. Menggambarkan data hasil
percobaan
2. Menyusun dan
menyampaikan laporan
secara sistematis
3. Menjelaskan hasil
percobaan
4. Membaca grafik, tabel atu
diagram
5. Mendiskusikan hasil
kegiatan suatu masalah/
peristiwa
6. Mengubah bentuk penyajian
dv. Melakukan percobaan

dw.

Berdsarkan penjelasan diatas beberapa ahli membagi

keterampilan proses kedalam beberapa indikator. Secara keseluruhan para


ahli pendidikan membagi indikator keterampilan proses sains secara
berbeda-beda namun secara garis besar hampir sama satu sama lain.
dx.
Adapun indikator-indikator keterampilan proses menurut
para ahli diantaranya, observasi/ mengamati menggunakan indera dan
mengumpulkan fakta yang relevan.

Sebagaimana firman Allah dalam

surat Al-alaq ayat 1.


dy.
dz. Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
ea. Berdasarkan ayat di atas, dianjurkan untuk selalu membaca, merenungkan dan
mengamati fenomena alam dan sosial dengan mengawali nama Allah agar
senantiasa dapat memberikan pelajaran dan mengembangkan pengetahuan
yang terdapat di alam, sosial dan diri sendiri. Selain itu Allah juga
menjelaskan dalam Surat Al-Fushilat ayat 53

eb.
ec. Artinya: Kami akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda (kekuasaan)
kami di segala wilayah bumi dan pada diri kalian sendiri, hingga jelas bagi
kalian bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu
ed. Berdasarkan ayat di atas memberikan anjuran untuk memperhatikan,
mengamati secara kritis, logis dan obyektif terhadap segala sesuatu yang ada
di bumi dan melakukan intropeksi diri, bahwa semua itu merupakan tandatanda kebesaran Tuhan Yang Maha Esa yang telah dijelaskan pada Al Quran .
Dengan melakukan kajian secara kritis, dan logis maka akan menambah
pengetahuan dan keimanan akan adanya Sang Pencipta.
ee.
Indikator keterampilan proses lainnya yaitu merencanakan
penelitian percobaan dengan menentukan alat dan bahan, menentukan
variabel. Selanjutnya menggunkan alat dan bahan yang telah ditentukan
tersebut. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Rahman ayat 33.

18

ef.
eg. Artinya : Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus
(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat
menembusnya kecuali dengan kekuatan.
eh. Berdasarkan ayat tersebut menunjukkan bahwa hal ini merupakan salah satu
motivasi bagi peserta didik untuk mengkaji secara ilmiah segala sesuatu yang
ada di bumi (makhluk hidup dan makhluk tak hidup) dan segala sesuatu yang
ada di langit dengan menggunkan kekuatan (alat atau teknologi) untuk
memperoleh pengetahuan.
ei.
Indikator keterampilan proses sains selanjutnya yaitu
berkomunikasi, yaitu mengambarka data hasil percobaan, menyampaikan
laporan secara sistematis dan mejelaskan hasil percobaan. Seperti yang
dijeaskan Allah dalam Surat An-Naml ayat 64.
ej.
ek. Artinya : Katakanlah: "tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang
orang- orang yang benar.
el. Berdasarkan ayat di atas dapat dijelaskan bahwa dalam memberikan pendapat
atau argumentasi hendaknya diikuti dengan bukti-bukti yang nyata dan logis.
em. Indikator selanjutnya yaitu melakukan percobaan.
Melakukan percobaan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses untuk
membuktikan sendiri pengetahuan yang mereka pelajari. Sebagaimana
telah diterangkan dalam Q.S al-Hujarat ayat 6:

en.
eo. Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik
membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak
menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui
keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu

19

20

F. Penilaian Keterampilan Proses Sains


ep.
menggunakan

Penilaian

keterampilan

instrumen

yang

proses

disesuaikan

sains
dengan

dilakukan
materi

dan

dengan
tingkat

perkembangan peserta didik atau tingkatan kelas. Oleh karena itu, penyusunan
instrumen penilaian harus direncanakan secara cermat sebelum digunakan.
Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian
kedalam Tabel 5.
eq. Tabel 5. Penyusunan Penilaian Keterampilan Proses Sains
er. Perbandinga
n
eu. Langkahlangkah

es. Teori Modul


ev. Tidak ada

et. Teori Lain


ew.
Menurut Widodo (dalam
Mahmuddin, 2010), penyusunan
instrumen untuk penilaian terhadap
keterampilan proses peserta didik dapat
dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Mengidentifikasikan jenis
keterampilan proses sains yang akan
dinilai.
2. Merumuskan indikator untuk setiap
jenis keterampilan proses sains.
3. Menentukan dengan cara
bagaimana keterampilan proses
sains tersebut diukur (misalnya
apakah tes unjuk kerja, tes tulis,
ataukah tes lisan)
4. Membuat kisi-kisi instrumen.
5. Mengembangkan instrumen
pengukuran keterampilan proses
sains berdasarkan kisi-kisi yang
dibuat. Pada saat ini perlu
mempertimbangkan konteks dalam
item tes keterampilan proses sains
dan tingkatan keterampilan proses
sains (objek tes)
6. Melakukan validasi instrumen.
7. Melakukan ujicoba terbatas untuk
mendapatkan validitas dan

21

er. Perbandinga
n

es. Teori Modul

et. Teori Lain


reliabilitas empiris.
8. Perbaikan butir-butir yang belum
valid.
9. Terapkan sebagai instrumen
penilaian keterampilan proses sains
dalam pembelajaran sains. Pada
langkah-langkah penyusunan
instrumen di atas, pencarian
validitas dan reabilitas empiris
terutama dilakukan untuk penilaian
keterampilan proses sains yang
beresiko tinggi. Penilaian yang
beresiko tinggi yang dimaksud
adalah penilaian dalam penelitian,
penilaian dalam skala besar atau
penilaian untuk tujuan tertentu

ex.

Pengukuran terhadap keterampilan proses peserta didik, dapat

dilakukan dengan menggunakan instrumen tertulis. Pelaksanaan pengukuran dapat


dilakukan secara tes (paper and pencil test) dan bukan tes. Penilaian melalui tes
dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis (paper and pencil test). Sedangkan
penilaian non tes dapat dilakukan dalam bentuk observasi atau pengamatan.
Setelah menentukan jenis tes yang akan dikembangkan, kemudian membuat kisiskisi instrumen. Selanjutnya mengembangkan instrumen dan melakukan uji
validasi instrumen, kemudian melakukan uji coba instrumen untuk mendapatkan
soal yang valid dan reliabel. Kemudian melakukan perbaikan terhadap instrumen
yang belum valid, setelah itu menerapkan instrumen sebagai instrumen
keterampilan proses sains.

ez.

ey.
BAB III
PEMBAHASAN

20

21

fa.
A. Implementasi KPS dalam Pembelajaran
fb.

Penerapan

pendekatan

keterampilan

proses

dalam

pembelajaran sangatlah penting, hal ini dikarenakan perkembangan ilmu


pengetahuan yang semakin pesat, yang menyebabkan semua fakta dan
konsep yang ada diajarkan oleh guru. Dengan penerapan keterampilan
proses dalam pembelajaran dapat memberikan kesempatan kepada peserta
didik dalam menemukan sendiri pengetahuan sehingga peserta didik dapat
memahami fakta dan konsep, memeberikan kesempatan kepada peserta
didik bekerja dengan ilmu pengetahuan sehingga peserta didik merasa
senang dalam belajar..
fc. Untuk keterampilan dasar
memprediksi,

mengukur,

yakni

mengobservasi,

menyimpulkan,

dan

mengklasifikasi,

mengkomunikasikan

pengembangannya tidak berhenti hanya jenjang sekolah dasar. Namun dalam


pembelajaran sekolah menengah, penerapan pengembangan keterampilan
proses tetap dilakukan. Penerapan keterampilan dasar diperlukan untuk
mendukung penerapan keterampilan terintegrasi atau keterampilan proses
terpadu.
fd.

Dalam

menerapkan

keterampilan

proses

dalam

pembelajaran hal yang harus diperhatikan adalah karakteristik peserta


didik dan karakteristik mata pelajaran/bidang studi. Selain itu, hal yang
perlu disadari bahwa dalam suatu kegiatan pembelajaran dapat terjadi
pengembangan lebih dari satu macam keterampilan proses.
fe.
Pada saat guru menyajikan pembelajaran menggunakan
pendekatan keterampilan proses peserta didik akan belajar mengamati,
mengolah data atau menganalisis data, dan memkomunikasikan hasil
pengamatan dan analisisnya. Keterampilan bertanya dapat ditingkatkan
jika guru memberikan suatu fenomena yang menarik dan menimbulkan
rasa ingin tahu mereka. Melalui penerapan keterampilan proses pada
pembelajaran yang disajikan dengan strategi dan metode yang tepat,
mudah-mudahan peserta didik dapat terlatih dalam menggunakan pikiran,
nalar dan perbuatan secara efisien untuk mencapai suatu hasil tertentu.
21

22

B. Pengembangan Keterampilan Proses Sains


ff.

Berdasarkan hasil observasi, dilakukan pengembangan terhadap

keterampilan proses sains yang digunkan di sekolah. Model pengembangan yang


digunakan yaitu model pengembangan Plomp. Model ini terdiri dari tiga tahap
yaitu 1) prelimenary research, 2) prototyping phase, 3) assesment phase.
Adapapun tahap pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Prelimenary research
fg.

Tahap pertama yang dilakukan adalah observasi lapangan, yang

dilakukan di SMPN 6 Bukittinggi. Observasi dilakukan untuk memperoleh


informasi mengenai permasalahn yang ada dan kemungkinan membutuhkan
perbaikan dan inovasi, dalam hal ini observasi yang dilakukan terhadap
keterampilan proses sains. Selanjutnya melakukan analisis terhadap peserta didik.
Kemudian melakukan analisis materi untuk menentukan silabus yang akan
digunakan dan menentukan kompetensi dasar yang akan diteliti.
a. Analisis awal akhir
fh.

Kurikulum 2013 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik

dalam pembelajaran. salah satunya pembelajaran IPA. Pada pembelajaran IPA


pendekatan saintifik dapat diterapkan melalui keterampilan proses sains.
Keterampilan proses sains dapat dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman
langsung peserta didik. sehingga peserta didik terbiasa untuk menggunakan semua
kemampuannya untuk meemukan sendiri pembelajaran.
fi.

Penerapan keterampilan proses sains dalam pembelajaran sangat

lah baik, namun yang terjadi dilapangan pelajaran sains tetap saja kurang
mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik. adapun hasil observasi
terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan di SMPN 6 Bukittinggi sebagai
berikut.
fj. Tabel 6. Uraian Kegiatan Pembelajaran
fk. Uraian Kegiatan Pembelajaran
[Link] Dasar 3.1
fq.
fn. Memahami konsep pengukuran berbagai besaran yang

fl. Prinsip
Keterampilan
Proses

23

fl. Prinsip
Keterampilan
Proses

fk. Uraian Kegiatan Pembelajaran


ada pada diri, makhluk hidup, dan lingkungan fisik
sekitar sebagai bagian dari observasi, serta pentingnya
perumusan satuan terstandar (baku) dalam pengukuran.
fo. Kompetensi Dasar 4.1
fp. Menyajikan hasil pengukuran terhadap besaranbesaran pada diri, makhluk hidup, dan lingkungan fisik
dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku
fr. Indikator
1. Melakukan pengukuran dengan satuan tak baku
2. Melakukan pengukuran dengan satuan baku
3. Menjelaskan pengertian pengukuran
4. Menjelaskan pebedaan satuan baku dan tak baku
5. Mengkonversi
satuan
dalam
SI
dengan
memanfaatkan nilai awalnya
6. Memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab,
terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
ft. Materi Pokok
fu. Objek IPA dan Pengamatannya
fw. Metode Pembelajaran
:
Diskusi
dan
eksperimen
fx. Model pembelajaran
: Problem Based
Learning
fz. Kegiatan Pembelajaran
ga. Pendahuluan
gc. Orientasi
gd.
Pemusatan perhatian :
Guru
memperlihatkan berbagai alat
peserta
ukur (mistar, jangka, timbangan, dll)
didik pada
kemudian guru mengajukan
masalah
pertanyaan :
Tahukah kamu apa yang ibu bawa
ke kelas ?
Mengapa kita menggunakan alat
alat ini ?
- Guru menyampaikan tujuan dan
manfaat mempelajari pengukuran
gg. Kegiatan Inti
gi.
Pengorg - Guru menyampaikan informasi

fs.

fv.
fy.

gb.
ge. Mengamatai
gf. Berkomunikasi

gh.
gj.

24

fl. Prinsip
Keterampilan
Proses

fk. Uraian Kegiatan Pembelajaran


anisasi peserta
didik dalam
belajar
-

gk.
Membi
mbing
penyelidikan
peserta didik
secara mandiri
maupun
kelompok
gl.
gm.
gn.
go. Pengemban
gkan dan
menyajikan
hasil karya

gp. Menganalisi s dan


mengevalua
si proses
pemecahan
masalah
-

tentang kegiatan yang akan


dilakukan yaitu pengukuran dengan
alat ukur sendiri seperti yg sudah
terdapat dalam buku peserta didik
Membagi peserta didik dalam
kelompok
Membagikan LKS
Membimbing peserta didik
melakukan pengukuran dengan
satuan tak baku dengan benda-benda
yang ada di sekitarnya
Membimbing peserta didik
melakukan pengukuran dengan alat
ukur badan
Peserta didik mendiskusikan dalam
kelompok hasil dari pengukuran
yang dilakukan
Peserta didik mempresentasikan
hasil diskusinya di depan kelas dan
kelompok lain menanggapi
Guru memberikan tanggapnya
terhadap hasil pengukuran peserta
didik dan menekankan konsep
pengukuran, pentingnya satuan baku
dan mengkonversi dalam satuan SI.
Guru memberikan penguatan
terhadap kesimpulan yang
disampaikan oleh peserta didik
Guru memberikan penghargaan
kepada kelompok yang berhasil
menyimpulkan dengan benar
Guru melakukan evaluasi hasil
belajar dengan memberikan post test

gr. Kegiatan Penutup


gt.
- Peserta didik dan guru mereview
hasil kegiatan pembelajaran
- Pemberian tugas baca untuk
mempelajari tentang Besaran Pokok

Menggunakan
alat dan bahan
Melakukan
percobaan
Mengukur
Berkomunikasi

Berkomunikasi
Mengamati

gq. Mengamati

gs.
gu.

25

gv. Sedangkan metode dan bentuk instrumen yang digunakan sebagai berikut.
1. Bentuk instrumen
gw.

Metode

gx.

Bentuk Instrumen

Sikap
Lembar pengamatan sikap dan Rubrik
Tes Unjuk kerja
Lembar penilaian kinerja pengukuran
Tes Tertulis
Tes Uraian
2. Contoh Instrumen
a. Lembar pengamatan sikap
gy.
ha. hb. hc. hd.
Kete
N
gz.
Aspek Yang Dinilai
3 2 1
rangan
o
he. hf. Rasa Ingin Tahu
[Link]. hi. hj.
1
hk. hl.
Ketelitian dan kehati-hatian dalam
[Link]. ho. hp.
2 melakukan percobaan
hq. hr. Ketekunan dan tanggung jawab dalam belajar hs. ht. hu. hv.
3
dan bekerja baik secara individu maupun
kelompok
hw. hx. Keterampilan berkomunikasi pada saat belajar hy. hz. ia. ib.
4
b. Lembar Penilaian Kinerja Ilmiah
ic. Nama kelompok
: ..........................................................
id. Nama anggota kelompok
: 1
ie.
2
if. Kelas
: ..........................................................
ig. Tanggal Praktikum
: ..........................................................
ih. Judul Praktikum
: .........................................................
ik.
Pe
ii.
nilaian
N
ij.
Aspek Keterampilan
in. io. ip.
3
2
1
iq. ir.
Persiapan
is. it. iu.
1
iv. iw.
Menyiapkan alat ukur berupa benda-benda
ix. iy. iz.
di sekitar
ja. jb.
Memilih alat ukur yang tepat
jc. jd. je.
jf. jg.
Pelaksanaan
jh. ji. jj.
2
jk. jl.
Menggunakan alat ukur
jm. jn. jo.
jp. jq.

Membaca hasil pengukuran

jr.

js.

jt.

26

ju. jv.
Menentukan hasil pengukuran dengan satuan
tak baku
jz. ka.
Penyelesaian
3
ke. kf.
Membersihkan dan mengembalikan alat ukur
kj. kk.
Menyimpan alat ukur

jw. jx.

jy.

kb. kc. kd.


kg. kh. ki.
kl. km. kn.

ko. Sedangkan untuk tes tertulis digunakan tes uraian sebagai berikut.
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran !
2. Tuliskan 3 alat ukur panjang !
3. Untuk mengukur massa dan waktu digunakan.
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan satuan !
5. Jelaskan perbedaan satuan baku dengan satuan tidak baku !
6. Tuliskan 5 contoh satuan baku !
7. Tuliskan 5 contoh satuan tidak baku !
8. Apa yang dimaksud satuan SI ?
9. Tuliskan 3 syarat penulisan satuan SI !
10. Tuliskan 2 sistim satuan SI !
11. 5 m = ............. km = .......... cm = .......... mm
12. 6 m = .......... km = .......... dm = .......... mm
13. 0,4 km = ..........dam =.......... m = .......... dm
14. 1,5 kg = .......... gr = ..........
hg = .......... mg
15. 30 gr = .......... dag = .......... gr = .......... mg
b. Analisis peserta didik
kp.

Berdasarkan hasil analisis kemampuan keterampilan proses sains

peserta didik masih rendah. Kemampuan peserta didik dalam menemukan sendiri
pembelajran dengan menggunakan keterampilan proses sainsnya masih rendah.
c. Analisis materi
kq.

Berdasarkan hasil analisis materi yang disajikan sudah sesuai

dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar. Indikator yang dijabarkan


berdasarkan kompetensi dasar. Tetapi materi yang disajikan masih kurang
membantu peserta didik dalam mengembagkan keterampilan proses sains peserta
didik. ini dapat dilihat pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
2. Prototype Phase
kr.

Berdasarkan hasil analisisi tersebut penulis mencoba untuk

mengembangkan penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA pada


materi objek IPA dan pengamtannya dengan sub materi pengukuran.
ks. Tabel 7. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

27

kt. Kompetensi Inti


1. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya.

ku. Kompetensi Dasar


kv. 1.1. Mengagumi keteraturan dan
kompleksitas ciptaan Tuhan tentang
aspek fisik dan kimiawi, kehidupan
dalam ekosistem, dan peranan
manusia dalam lingkungan serta
mewujudkannya dalam pengamalan
ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati
kw. 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah
perilaku jujur, disiplin,
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
tanggungjawab, peduli
jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
(toleransi, gotong royong),
bertanggung jawab; terbuka; kritis;
santun, percaya diri, dalam
kreatif; inovatif dan peduli
berinteraksi secara efektif
lingkungan) dalam aktivitas seharidengan lingkungan sosial dan
hari sebagai wujud implementasi
alam dalam jangkauan pergaulan
sikap dalam melakukan percobaan dan
dan keberadaannya
berdiskusi.
3. Memahami pengetahuan
kx. 3.1. Memahami konsep pengukuran
(faktual, konseptual, dan
berbagai besaran yang ada pada diri,
prosedural) berdasarkan rasa
makhluk hidup, dan lingkungan fisik
ingin tahunya tentang ilmu
sekitar sebagai bagian dari observasi,
pengetahuan, teknologi, seni,
serta pentingnya perumusan satuan
budaya terkait
terstandar (baku) dalam pengukuran.
4. Mencoba, mengolah, dan
ky. 4.1. Menyajikan hasil pengukuran
menyaji dalam ranah konkret
terhadap besaran-besaran pada diri,
(menggunakan, mengurai,
makhluk hidup, dan lingkungan fisik
merangkai, memodifikasi,dan
dengan menggunakan satuan tak aku
membuat) dan ranah abstrak
dan satuan baku.
(menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber
lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
kz.
lb. Prinsip
la. Uraian Kegiatan Pembelajaran
Keterampilan
Proses
lc. Indikator
ld.
1. Memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab,

28

kt. Kompetensi Inti


ku. Kompetensi Dasar
terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
2. Menjelaskan pengertian pengukuran
3. Menjelaskan pentingnya satuan baku
4. Melakukan pengukuran dengan satuan tak baku,
melakukan inferensi dan mengkomunikasikan
hasil
5. Melakukan pengukuran dengan satuan baku
6. Melakukan konversi satuan dalam SI dengan
memanfaatkan nilai awalnya
le. Materi Pokok
lg.
lf. Objek IPA dan Pengamatannya
lh. Metode Pembelajaran
:
Diskusi
dan lj.
eksperimen
li. Model pembelajaran
:
Discovery
Learning
lk. Kegiatan Pembelajaran
lm.
ll. Pendahuluan
ln. Stimulation lo.
Pemusatan perhatian :
- Mengamatai
- Guru memperlihatkan berbagai alat - Mengajukan
ukur (mistar, jangka, timbangan,
pertanyaan
- Berkomunikasi
dll) kemudian guru mengajukan
- Guru memberikan kesempatan
kepada peserta didik
menyampaikan idenya tentang alat
ukur tersebut
- Guru menyampaikan tujuan dan
manfaat mempelajari pengukuran
lp. Kegiatan Inti
lq.
lr.
Problem - Guru menyampaikan informasi
- Berhipotesis
- Merencanakan
Statement
tentang kegiatan yang akan
percobaan
dilakukan yaitu membuat alat ukur
Meramalkan/
sendiri yang terdapat dalam buku
memprediksi
peserta didik
- Membagi peserta didik dalam
kelompok
- Membagikan LKPD
ls.
Data
- Membimbing peserta didik
- Menggunakan alat
colecting
melakukan pengukuran dengan
dan bahan
lt.
Melakukan
satuan tak baku dengan bendalu.
percobaan
benda yang ada di sekitarnya

29

kt. Kompetensi Inti


ku. Kompetensi Dasar
lv.
- Membimbing peserta didik
- Mengukur
melakukan pengukuran dengan alat - Menghitung
- Berkomunikasi
ukur badan
lw. Data
- Peserta didik dalam kelompok - Mengelompokkan
Procesing
berdiskusi untuk mengolah data
/ klasifikasi
Berkomunikasi
hasil pengukuran dengan cara
mendiskusikan hasil pengukuran
dengan memperhatikan pertanyaan
pada LKPD
lx. Verification - Peserta didik secara berkelompok
- Menerapkan
mendiskusikan hasil pengolahan
konsep
- Interpretasi data
data dan memverifikasi hasilnya
dengan data-data pada buku
sumber
- Berdasarkan data yang ada peserta
didik menafsirkan satuan baku dan
satuan tidak baku
ly. Generalizati - Peserta didik menyusun laporan
lz. Berkomunikasi
on
hasil percobaan
- Peserta didik secara berkelompok
mempresentasikan hasil kerjanya
di depan kelas
ma. Kegiatan Penutup
mb.
mc.
- Peserta didik dan guru mereview
md.
hasil kegiatan pembelajaran
- Guru memberikan evaluasi secara
individu
- Pemberian tugas baca untuk
mempelajari tentang Besaran
Pokok
me. Pada pendekatan keterampilan proses, baik hasil maupun proses
perlu dinilai oleh para guru. Penilaian hasil dapat dilakukan dengan bentuk tes
tertulis yang biasa dilakukan oleh guru, seperti tes pilihan ganda, benar salah, tes
dengan jawaban ringkas, penulisan esai, penyelesaian soal, pelaksanaan
eksperimen, dan pengerjaan tugas tertentu. Sedangkan penilaian proses dilakukan
dengan cara non tes yaitu observasi selama proses pembelajaran berlangsung.
Hasil pengembangan berupa soal tes keterampilan proses sains materi objek IPA
dan pengamatannya. Item soal dikembangkan berdasarkan indikator pada silabus

30

pembelajaran IPA kelas VII semester 1. Adapun tes dan non tes yang
dikembangkan sebagai berikut.
[Link] 8. Pengembangan Tes dan Non Tes Keterampilan Proses Sains
mg.

J
enis
KPS

ml. Men
afsir
kan /
mm. i
nterp
resta
si

mh. J
enja
ng
mi. Soal
Kog
nitif
mn. C mo. Jelaskan pengertian
2
pengukuran? Dalam
melakukan pengukuran,
mp. mengapa harus
dipergunakan satuan
pengukuran yang baku?

mu.

C mv. Mengapa dibuat satuan2


satuan standar, misalnya satu
kilogram standar, satu
mw. meter standar, dan satu
sekon standar?
mx.

nc. C2

ng. Men
erap

nh. C3

nd. Lakukanlah pengubahan


satuan di bawah ini.
a. 2500 mililiter = ...............
liter
b. 4 kilometer = ...............
sentimeter
c. 2 kilogram = ...............
miligram
ni. Andi menanam jagung. Pada
awal pengukuran, tinggi

[Link]

mk.
Sk

mq. Mengukur:
kegiatan
membandingkan
suatu besaran
dengan
mr. besaran sejenis
sebagai satuan.
Pengukuran
menggunakan
satuan baku, agar
hasilnya dapat
dikomunikasikan
secara eksak.
my. Satuan standar
tersebut
dirumuskan untuk
mendapatkan
ukuran
mz. yang tepat
untuk berbagai
setiap pengukuran
di berbagai kondisi
dan di berbagai
tempat

ms.
5

a. 2,5 L
b. 400.000 cm
ne. c. 2.000.000 mg

nf.
5

nj. Laju
pertumbuhannya =

nk.
5

na.
5

31

mg.

J
enis
KPS

kan
kons
ep

mh. J
enja
ng
Kog
nitif

mi. Soal

jagung dari permukaan tanah


10 cm. Selang 2 minggu
kemudian, ternyata tingginya
menjadi 17 cm. Berapakah
laju pertumbuhan jagung
tersebut?

[Link]

7 cm/14 hari = 0,5


cm/hari

nl. Sedangkan pengembangan non tes sebagai berikut.


nm.
Nama Peserta didik : ..........................................................
nn. Kelas
: ..........................................................
no. Tanggal Prak
: ..........................................................
np. Judul Praktikum
: ..........................................................
nq.
nr. .
ns.
nu. Penilaian
nt. Aspek yang dinilai
nx. 1
ny. 2
nz. 3
No
oa. ob. Mengidentifikasi masalah
oc.
od.
oe.
1
of. og. Merumuskan pertanyaan/masalah oh.
oi.
oj.
2
ok. ol. Menyiapkan bahan
om.
on.
oo.
3
op. oq. Melakukan pengukuran
or.
os.
ot.
3
ou. ov. Menafsirkan data hasil
ow.
ox.
oy.
4
pengukuran
oz. pa. Menganalisis data hasil
pb.
pc.
pd.
5
pengukuran
pe. pf. Interpretasi hasil percobaan
pg.
ph.
pi.
6
pj. pk. Mengkomunikasikan hasil
pl.
pm.
pn.
7
pengukuran
po. pp. Menulis laporan hasil pengukuran pq.
pr.
ps.
8
pt. Indikator keterampilan proses sains

mk.
Sk

32

pu. pv. Aspek yang


No
dinilai
qc. qd. Mengidentifi
1
kasi masalah

pz. 1
qe. Tidak
melakukan
identifikasi
masalah

qh. qi. Merumuskan qk. Masalah tidak


2 qj. masalah
ql. Dirumuskan

qt.
3

qu. Menyiapkan
bahan

qy. qz. Melakukan


4
pengukuran

rd.
5

ri.
6

rn.
7

re. Menganalisi
s data hasil
pengukuran

rj. Interpretasi
hasil
percobaan

ro. Mengkomun
ikasikan

[Link]
qa. 2
qf. Identifikasi
masalah
dilakukan
dengan
bantuan guru
qm. Perumusa
n masalah
qn. dilakukan
dengan
qo. bantuan guru

qv. Tidak
menyiapkan
seluruh bahan
yang
diperlukan
ra. Melakukan
pengukuran
dengan
prosedur yang
tidak benar
rf. Belum
mampu
menganalisis
data hasil
pengukuran
rk. Belum
mampu
menginterpret
asi hasil
percobaan

[Link]
sebagian
bahan yang
diperlukan

rp. Dilakukan
secara lisan

rq. Lisan dan


tertulis,
namun tidak
dipadukan

rb. Melakukan
pengukuran
dengan
prosedur yang
kurang benar
rg. Analisis data
hasil
pengukuran
kurang tepat
rl. Interpretasi
hasil
percobaan
kurang tepat
dan jelas

qb. 3
qg. Identifikasi
masalah
dilakukan
secara
mandiri
qp. Perumusan
masalah
qq. dilakukan
secara
qr. mandiri
(individual
qs. atau
kelompok)
qx. Menyiapkan
sluruh bahan
yang
diperlukan
rc. Melakukan
pengukuran
dengan
prosedur yang
benar
rh. Dapat
menganalisis
data hasil
pengukuran
secara tepat
rm. Telah
dapat
menginterpret
asi hasil
percobaan
dengan tepat
dan jelas
rr. Memadukan
hasil tertulis
sebagai
bagian

33

pu.
No

pv. Aspek yang


dinilai

rt.
8

ru. Menulis
laporan

[Link]
qa. 2

pz. 1

rv. Tidak dapat


memenuhi
kedua kriteria

rw. Salah satu


kriteria
terpenuhi

qb. 3
rs. dari penyajian
secara lisan
rx. Menulis
laporan
dengan
struktur yang
tepat dan
sesuai dengan
hasil
percobaan

ry. Kriteria penilaian


rz.

Nilai=

sa.

jumlah skor yang diperoleh


x 100
skor maksimum
Setelah itu menetapkan validitas isi. Langkah ini dapat dilakukan

dengan cara diskusi dengan sesama pendidik ataupun dengan cara mencermati
kembali substansi dari konsep yang akan diukur. Kemudian melakukan
praktikalitas untuk melihat kepraktisan keterampilan proses sains yang
dikembangkan. Lembar validasi yang digunakan adalah sebagai berikut.
sb. Instrumen Penilaian Validitas Keterampilan Proses Sains
sc. Instrumen Penilaian Validitas Keterampilan Proses Sains Materi Objek
IPA dan Pengamatannya Kelas VII Semester I
sd. =======================================================
===
se. Petunj sf. Berikut ini dikemukakan sejumlah pernyataan sehubungan
dengan Keterampilan Proses Sains Pada Materi Objek IPA
uk
dan Pengamatannya. Untuk itu kepada Bapak dan Ibu
sebagai tenaga ahli dapat memberikan tanda cek () pada
:
kolom yang sesuai dengan yang dirasakan untuk beberapa
pilihan yaitu :
sg.
sh. Sangat kurang
1
si.
sj. Kurang
2
sk.
sl. Cukup
3
sm. sn. Baik

34

4
so.
sp. Sangat baik
5

35

sq.

FORMAT PENILAIAN VALIDITAS

b.

No

c. Pernyataan

d. 1

e. 2

f. 3

g. 4

h. A. Kesesuaian
i.

j. Kesesuaian keterampilan proses sains

dengan kompetensi inti


o. Saran:
p. q. Kesesuaian keterampilan proses sains
2
dengan kompetensi dasar
v. Saran:
w. x. Kesesuaian keterampilan proses sains
3
dengan indikator pencapaian
kompetensi
ac. Saran:
ad. ae.
Kesesuaian keterampilan proses
4
sains dengan tujuan pembelajaran
aj. Saran:
ak. B Aspek Bahasa
al. am.
Bahasa yang digunakan
6
sederhana dan mudah di pahami
ar. Saran:
as. at. Bahasa yang digunakan sudah
7
komunikatif dan mudah dipahami
ay. Saran:
az.
C. Konstruksi
ba. bb. Keterampilan proses sain
8
memberikan kesempatan kepada peserta
didik dalam menemukan sendiri
pengetahuan
bg. Saran
bh. bi. Keterampilan proses sains
9
mengantarkan peserta didik untuk
belajar ilmu pengetahuan baik sebagai
proses ataupun sebagai produk
bn. Saran
bo. bp. Keterampilan proses sains
9
memberikan kesempatan kepada peserta
didik belajar baik sebagai proses
maupun produk
bu. Saran
bv. bw. Peserta didik memperoleh
10
kesempatan bekerja dengan ilmu
pengetahua
cb. Saran:
cc. cd.
Pedoman penskoran keterampilan
11
proses sains sudah tepat
ci. Saran:
cj.
D. Sistematis
ck. cl. keterampilan proses sains menilai
12
kemampuan peserta didik mulai dari
kemampuan dasar sampai terintegrasi
cq.
Saran:
cr. cs. Mengandung sejumlah informasi yang
13
harus diolah oleh peserta didik
[Link]
cy. cz. Aspek yang diukur harus jelas dan
14
hanya mengandung satu jenis aspek saja
de.
Saran

36

k.

l.

m.

n.

r.

s.

t.

u.

y.

z.

aa.

ab.

af.

ag.

ah.

ai.

an.

ao.

ap.

aq.

au.

av.

aw.

ax.

bc.

bd.

be.

bf.

bj.

bk.

bl.

bm.

bq.

br.

bs.

bt.

bx.

by.

bz.

ca.

ce.

cf.

cg.

ch.

cm.

cn.

co.

cp.

ct.

cu.

cv.

cw.

da.

db.

dc.

dd.

37

ss.

Padang,

Maret 2016
st.
su.

sv.
sw.
sx.

............................................
NIP

3. Assesmen Phase
sy.

Setelah didapatkan keterampilan proses sains yang valid dan

praktis. Langkah selanjutnya di lakukan uji efektivitas.

sz. BAB IV
ta. PENUTUP
tb.
A. Kesimpulan
tc.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa

dengan keterampilan proses sains peserta didik dituntut untuk melibatkan


keterampilan mental, intelektual, fisik dan sosial untuk membangun
kemampuan kognitif, yang pada akhirnya peserta didik memiliki
kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap terintegrasi yang dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
td.
Dalam mengembangkan keterampilan proses sains dalam
pembelajaran, hal yang harus diperhatikan oleh guru yaitu karakteristik
peserta didik, materi pembelajaran dan keterampilan proses sain yang akan
dikembangkan. Dalam melakukan penilaian terhadap keterampilan proses
sains dapat dilakukan terhadap hasil dan prosesnya. Terhadapa hasil dapat
dilakukan dengan tes tertulis sedangkan terhadap proses dilakukan secara
terus menerus selama proses pembeljaran berlangsung.
te.
Dalam menyusun soal keterampilan proses ada dua
karakteristiknya, yaitu karakteristik umum dan karakterisitik khusus.
Selain intu pemberian skor dilakukan dengan sistem penskoran tertentu.
B. Saran
tf.

Keterampilan proses sains sagat penting dikembangkan

dalam proses pembelajaran, karena penerapan keterampilan proses sains


dalam pembelajaran peserta didik memiliki pengalaman sendiri dalam
pembelajaran, selain itu peserta didik memiliki kompetensi pengetahuan,
keterampilan dan sikap terintegrasi yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Jadi guru sebagai pelaksana pendidikan di sekolah
harus memiliki pemahaman dan kemampuan dalam mengembangkan
keterampilan proses sains tersebut.

38

tg. DAFTAR PUSTAKA


th.

Conny Semiawan. 1990. Pendekatan Keterampilan Prosses Bagaimana


Mengaktifkan Peserta didik dalam Belajar?. Jakarta: PT Grasindo

ti. Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Cipta
tj. E Mulyasa. 2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
tk.

Festiyed, Djusmaini Djamas. 2015. Modul Mata Kuliah Pengembangan


Evaluasi dan Penilaian Proses Pembelajaran Fisika. UNP: Padang

tl.

Kurniati, Tuti. 2001. Pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses Sains


untuk Meningkatkan Keterampilan Berpkir Kritis Peserta didik. PPSUPI:
Bandung

tm. Mahmuddin. (2010). Komponen Penilaian Keterampilan Proses Sains


[Online].
[Link] diunduh 11 Maret 2016
tn.
to. National Research Council (NRC). 1996. National Science Education
Standard,. Washington DC, National Academy Press
tp.

Rustaman, N.Y., dkk. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung:


Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI

tq.

Suharsimi Arikunto. 2004. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi.


Jakarta: PT. Bumi Aksara.

tr.

Sumantri Mulyani dan Permana Johar. 1999. Strategi Belajar Mengajar.


Jakarta: DEPDIKBUD

ts.

Syaiful Sagala. 2008. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

tt.

Warianto, Chaidar. 2011. Penerapan LessonStudy Berbasis Sekolah,


[Link] net/artikel_detail-[Link], diunduh
11 Maret 2016

tu.
tv.
tw.
tx.
ty.

39

Anda mungkin juga menyukai