SECURITY ATTACK MODEL
PENDAHULUAN
SECURITY ATTACK MODELS
Menurut W. Stallings [William Stallings, Network and Internetwork Security,
Prentice
Hall, 1995.] serangan (attack) terdiri dari :
Interruption
Interception
Modification
Fabrication
1. Interruption:
Interruption, Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Serangan ditujukan
kepada ketersediaan (availability) dari sistem. Contoh serangan adalah denial of
service attack.
a. DoS (denial of service attack)
Serangan DoS (denial-of-service attacks') adalah jenis serangan terhadap
sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan
sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut
tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung
mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang
diserang ersebut.
Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk
mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan
menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:
Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan
yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam
sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang
disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar
tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request
flooding.
Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan
menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi
sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.
Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack,
yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap
kelemahan yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP).
Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi
kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi
untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat
melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan
untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan
beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND,
Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.
Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering
dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya
memenuhi ruangan hard disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun
pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router)
membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya
kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.
Percobaan serangan Denial of Service yang dilakukan terhadap sebuah host
dengan sistem operasi Windows Server 2003 Service Pack 2 (Beta).
b. Penolakan Layanan secara Terdistribusi (DDos)
Cara kerja serangan Distributed Denial of Service sederhana.
Penolakan Layanan secara Terdistribusi (Distributed Denial of Service (DDos))
adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host
penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan
penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) untuk menyerang satu
buah host target dalam sebuah jaringan.
Serangan Denial of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga dibutuhkan
sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya)
demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk
mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan
DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan
Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali
dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat
mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak
berguna sama sekali" bagi klien.
Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah
serangan Denial of Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan
SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami
"downtime". Pada awal Februari 2000, sebuah serangan yang besar dilakukan
sehingga beberapa situs web terkenal seperti Amazon, CNN, eBay,
dan Yahoo! mengalami "downtime" selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru
lagi pernah dilancarkan pada bulan Oktober 2002 ketika 9 dari 13 root DNS
Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut
dengan "Ping Flood". Pada puncak serangan, beberapa server tersebut pada tiap
detiknya mendapatkan lebih dari 150.000 request paket Internet Control Message
Protocol (ICMP). Untungnya, karena serangan hanya dilakukan selama setengah
jam saja, lalu lintas Internet pun tidak terlalu terpengaruh dengan serangan tersebut
(setidaknya tidak semuanya mengalami kerusakan).
Tidak seperti akibatnya yang menjadi suatu kerumitan yang sangat tinggi (bagi para
administrator jaringan dan server yang melakukan perbaikan server akibat dari
serangan), teori dan praktik untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana,
yakni sebagai berikut:
Menjalankan tool (biasanya berupa program (perangkat lunak) kecil) yang secara
otomatis akan memindai jaringan untuk menemukan host-host yang rentan
(vulnerable) yang terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool
tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut
sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut
menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak jauh (bahasa Inggris: remote) oleh
sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk melancarkan
serangan. Beberapa tool (software} yang digunakan untuk melakukan serangan
serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diunduh
secara bebas di Internet.
Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai
zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer
master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host
target. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa
bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena
dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan
oleh mereka adalah sangat besar, sehingga "memakan habis" semua sumber
daya Transmission Control Protocolyang terdapat di dalam komputer atau jaringan
target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami "downtime".
Hampir semua platform komputer dapat dibajak sebagai sebuah zombieuntuk
melakukan serangan seperti ini. Sistem-sistem populer,
semacamSolaris, Linux, Microsoft Windows dan beberapa varian UNIX dapat
menjadi zombie, jika memang sistem tersebut atau aplikasi yang berjalan di atasnya
memiliki kelemahan yang dieksploitasi oleh penyerang.
c. Kasus Serangan DDoS Ke Jaringan Server Spamhaus
[1]Sebuah serangan cyber berjenis distributed denial of service (DDoS) terhadap
perusahaan keamanan jaringan Spamhaus memiliki dampak yang sangat besar.
Akibat serangan tersebut, dikabarkan kecepatan internet dunia, terutama di benua
Eropa, terus [Link] itu saja, serangan ini diduga dapat membuat dampak
yang lebih buruk dari sekadar melambatnya kecepatan internet.
Menurut beberapa ahli keamanan komputer, melihat skala serangan yang semakin
kuat, para pengguna bisa saja tidak dapat mengakses layanan dasar internet,
seperti e-mail dan layanan perbankan online.
Sebenarnya, seberapa besarkah skala serangan cyber ini? Menurut Matthew Price,
Chief Executive of CloudFlare, serangan DDos ini dapat dikatakan sebagai yang
terbesar dalam sejarah. Sekadar catatan, CloudFlare merupakan perusahaan yang
ditunjuk oleh Spamhaus untuk melindungi perusahaan tersebut dari serangan DDos
ini.
[2]Menurut Price "Serangan ini mirip dengan bom nuklir. Serangan ini mudah untuk
menghasilkan kerusakan yang begitu besar".
Serangan DDoS ini juga mampu mencapai nilai yang luar biasa besar, yaitu 300
miliar bit per detik. Dikatakan, serangan ini berpuluh kali lipat dibandingkan serangan
DDos pada umumnya.
Serangan ini diduga dimulai saat Spamhaus menambahkan sebuah perusahaan
asal Belanda, Cyberbunker, ke daftar hitam (blacklist) miliknya. Spamhaus
merupakan perusahaan pembuat daftar hitam yang digunakan oleh penyedia
layanan internet sebagai acuan pemblokiran situs-situs web berbahaya.
Beberapa contoh Serangan DoS lainnya adalah:
Serangan Buffer Overflow, mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistem,
misalnya paket ICMP yang berukuran sangat besar.
Serangan SYN, mengirimkan data TCP SYN dengan alamat palsu.
Serangan Teardrop, mengirimkan paket IP dengan nilai offsetyang membingungkan.
Serangan Smurf, mengirimkan paket ICMP bervolume besar dengan
alamat host lain.
ICMP Flooding
2. Interception
Interception Suatu jenis serangan dimana tujuan dari serangan itu adalah untuk
mendapatkan akses informasi atau untuk mendapatkan data sensitif. Contoh dari
serangan ini adalah penyadapan (wiretapping), Password Sniffing.
A. Definisi SNIFFING
Saya ambil dari wikipedia Indonesia, : Sniffer Paket (arti tekstual: pengendus paket
dapat pula diartikan penyadap paket) yang juga dikenal sebagaiNetwork
Analyzers atau Ethernet Sniffer ialah sebuah aplikasi yang dapat melihat lalu lintas
data pada jaringan komputer. Dikarenakan data mengalir secara bolak-balik pada
jaringan, aplikasi ini menangkap tiap-tiap paket dan terkadang menguraikan isi
dari RFC (Request for Comments) atau spesifikasi yang lain. Berdasarkan pada
struktur jaringan (seperti hub atau switch), salah satu pihak dapat menyadap
keseluruhan atau salah satu dari pembagian lalu lintas dari salah satu mesin di
jaringan. Perangkat pengendali jaringan dapat pula diatur oleh aplikasi penyadap
untuk bekerja dalam mode campur-aduk (promiscuous mode) untuk
"mendengarkan" semuanya (umumnya pada jaringan kabel).
Definisi singkatnya, SNIFFING,
adalah penyadapan terhadap
lalu lintas data pada suatu jaringan komputer.
Contohnya begini, Anda adalah pemakai komputer yang terhubung dengan suatu
jaringan dikantor. Saat Anda mengirimkan email ke teman Anda yang berada diluar
kota maka email tersebut akan dikirimkan dari komputer Anda trus melewati jaringan
komputer kantor Anda (mungkin melewati server atau gateway internet), trus keluar
dari kantor melalui jaringan internet, lalu sampe di inbox email teman Anda. Pada
saat email tersebut melalui jaringan komputer kantor Anda itulah
aktifitas SNIFFINGbisa dilakukan. Oleh siapa ? Bisa oleh administrtor jaringan yang
mengendalikan server atau oleh pemakai komputer lain yang terhubung pada
jaringan komputer kantor Anda, bisa jadi teman sebelah Anda. Dengan
aktifitasSNIFFING ini email Anda bisa di tangkap / dicapture sehingga isinya bisa
dibaca oleh orang yang melakukan SNIFFING tadi. Sangat berbahaya bukan ?
B. Potensial Bahaya dari SNIFFING
a. Hilangnya privacy
Seperti contoh di atas, jika email Anda bisa ditangkap oleh SNIFFER (orang yang
melakukan SNIFFING) maka isi email menjadi tidak lagi bersifat privat / pribadi jika
si Sniffer membaca isi email.
b. Tercurinya informasi penting dan rahasia
Password dan username adalah informasi rahasia yang bisa ditangkap oleh Sniffer
dengan mudah saat si korban melakukan login di halaman website melalui internet.
Jika username dan password tercuri maka dengan mudah si Sniffer mengantinya
dengan yang baru kemudian mencuri semua informasi dalam halaman website yang
dilindungi dengan password tersebut. Maka dengan begitu si korban hanya bisa gigit
jari karena passwordnya telah diubah, sehingga dirinya tidak bisa login, dan isinya
telah di acak-acak dan dicuri.
c. Cara melakukan SNIFFING
Biasanya SNIFFING ini dilakukan dengan menggunakan sebuah tool atau software
Sniffer. Yang terkenal misalnya : CAIN & ABEL, ETHEREAL, TCPDUMP,
ETTERCAP, DSNIFF, ETHERPEAK, AIROPEAK dll. Kemuadian apakah jika kita
sudah memiliki tools Sniffing tersebut dengan mudah kita bisa melakukan
penyadapan lalu lintas data di jaringan komputer ? Jawabannya, TIDAK MUDAH,
sebab lalu lintas data yang ada di jaringan komputer bukan seperti yang tertulis di
layar komputer korban. Data tersebut bisa jadi telah di encript atau di acak, sehingga
perlu diterjemahkan terlebih dahulu. Mengenai cara lebih detail cara melakukan
Sniffing ini, silahkan baca buku atua searching di internet, karena saya belum
mempuyai kapasitas untuk mejelaskannya.
d. Mencegah SNIFFING
Hal ini mungkin yang terpenting dari artikel SNIFFING ini. Cara
mencegah SNIFFING ini hampir tidak ada. Apakah pengunakan Antivirus yang
original dan uptodate bisa mencegahnya ? TIDAK. Apakah penggunakan Firewall
bisa mencegahnya ? TIDAK. Mengapa tidak ? Sebab SNIFFING dilakukan pada
saat data sudah keluar dari komputer korban dan berada dijaringan komputer,
sehingga si Sniffer tidak menyerang secara langsung ke komputer korban. Lalu
bagaimana cara pencegahan SNIFFING ini ? Caranya adalah dengan tidak
melakukan aktifitas yang sifatnya rahasia (misal, email, e-banking, chatting rahasia
dll) pada suatu jaringan komputer yang belum Anda kenal, misanya warnet atau
kantor yang memilii komputer yang sangat banyak yang dihubungkan dalam suatu
jaringan. Anda harus mengenal orang-orang yang memegang komputer dalam
jaringan tersebut. Kenalilah dengan baik apakah mereka pengguna komputer biasa
atau pengguna komputer yang memiliki pengetahuan hacking. Gampangnya bila
Anda berada pada suatu jaringan komputer yang belum dikenal, jadilah orang yang
paranoid atau sangat berhati-hati dalam beraktifitas di dunia internet.
C. Wiretapping
Wiretapping merupakan istilah yang digunakan untuk suatu kejahatan yang berupa
penyadapan saluran komunikasi khususnya jalur yang menggunakan kabel.
Misalnya penyadapan yang mengacu pada mendengarkan komunikasi elektronik
melalui telepon, komputer (internet) dan perangkat lain oleh pihak ketiga, sering
dilakukan dengan cara rahasia. Percakapan dapat dimonitor (didengarkan atau
direkam) secara terselubung dengan menggunakan kumparan induksi yang
biasanya diletakkan di bawah dasar telepon atau di belakang sebuah handset
telepon untuk mengambil sinyal induktif. Dalam Undang-Undang banyak pasal yang
menegaskan bahwa wiretapping merupakan suatu perbuatan tindak pidana. Dapat
dipahami mengingat tiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga,
kehormatan, martabat, dan harta benda yang ada di bawah kekuasaannya, serta
berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat
atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Karena itu, dalam
mengungkap suatu tindak pidana, pada dasarnya tidak dibenarkan melakukan
penyadapan. Namun dari sudut konstitusi, penyadapan guna mengungkap suatu
kejahatan, sebagai suatu pengecualian, dapat dibenarkan. Pertimbangannya, aneka
kejahatan itu biasanya dilakukan terorganisasi dan sulit pembuktiannya. Wiretapping
biasanya dimanfaatkan oleh badan-badan keamanan untuk mengantisipasi pesanpesan yang berisi kejahatan seperti terorisme atau instansi-instansi pemerintah
seperti KPK untuk melakukan penyadapan telepon pelaku kasus korupsi.
3. Modification
Modification: Jenis serangan dimana pihak yang tidak berwenang tidak saja
berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset.
Contoh dari serangan ini antara lain adalah mengubah isi dari web site dengan
pesan-pesan yang merugikan pemilik web site, menempelkan Trojan pada web atau
email.
Contoh-Contoh Penyerangan jenis Modification
a. Kejahatan yang berhubungan dengan nama domain . Nama domain (domain
name) digunakan untuk mengidentifikasi perusahaan dan merek dagang. Namun
banyak orang yang mencoba menarik keuntungan dengan mendaftarkan domain
nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya dengan harga
yang lebih mahal. Pekerjaan ini mirip dengan calo karcis. Istilah yang sering
digunakan adalah cybersquatting. Masalah lain adalah menggunakan nama domain
saingan perusahaan untuk merugikan perusahaan lain. (Kasus: [Link])
Kejahatan lain yang berhubungan dengan nama domain adalah membuat domain
plesetan, yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain. (Seperti kasus
[Link]) Istilah yang digunakan saat ini adalah typosquatting.
b.
Berita [Link]( 27/02/2013) menulis bahwa Badan reserse kriminal
(Bareskrim) Polri melalui Subdit Cyber Crime mencatat lebih dari 350 kasus pidana
cyber pernah terjadi di Indonesia. Yang terbaru adalah aksi Wildan hacker asal
Jember Jatim yang berhasil menembus tampilan website resmi Presiden RI.
c.
Pada tanggal 17 April 2004, Dani Hermansyah melakukan deface dengan
mengubah nama-nama partai yang ada dengan nama-nama buah dalam website
kpu . Hal ini mengakibatkan keprcayaan masyarakat terhadap Pemilu yang sedang
berlangsung pada saat itu menjadi berkurang. Dengan berubahnya nama partai di
dalam website, maka bukan tidak mungkin angka-angka jumlah pemilih yang masuk
di sana menjadi tidak aman dan bisa diubah.
d. Denpasar Para nasabah Bank Central Asia (BCA) di Kuta, Bali, resah bukan
kepalang. Uang di rekening mereka berkurang tanpa melakukan transaksi
sebelumnya. Polisi tengah menyelidiki kasus ini. Total ada 10 orang nasabah BCA
yang kehilangan uang tanpa proses transaksi. Selain di Kuta, kasus serupa juga
menimpa nasabah BCA di [Link] uang tersebut diketahui saat
nasabah tersebut akan bertransaksi di BCA Kuta. Jumlah uang nasabah yang
lenyap diperkirakan mencapai puluhan juta. Uang nasabah yang lenyap antara Rp 1
juta hingga Rp 5 juta. Lenyapnya uang nasabah diduga terjadi secara serentak,
hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010.
([Link]/19/01/2010)
e. [Link], Bandung. Aparat Polsekta Lengkong, Bandung, Jawa Barat,
meringkus seorang tersangka pelaku kejahatan cyber [Link] alias Richard
Lopez, seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, diamankan
di Mapolsekta Lengkong, setelah ditangkap disebuah warnet. Tersangka pelaku
kejahatan cyber crime atau dikenal dengan istilah carding ini diduga telah berhasil
melakukan transaksi sejumlah barang pesanan lewat internet menggunakan kartu
kredit orang lain yang telah digandakan, hingga menghasilkan kartu kredit baru yang
memiliki akses dan [Link] mengaku kepada petugas sudah melakukan
aksi kejahatannya sejak tahun 2001 lalu. Dalam aksi kejahatannya melalui sebuah
website di internet, tersangka berhasil melakukan transaksi sejumlah barang dari
Belanda dan [Link] seluruh hasil kejahatan tersangka, aparat baru berhasil
menyita sebagiannya saja, diantaranya seperangkat komputer, sebuah tenda dan
tiga buah alat tato senilai 40 juta rupiah. Aparat masih mengembangkan kasus untuk
bisa mengungkap jaringan carding lainnya.
4. Fabrication
Fabrication: Jenis serangan dimana pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek
palsu ke dalam suatu sistem.
Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesan-pesan palsu seperti email palsu ke dalam jaringan komputer.
Contoh kasus dalam :
Data diddling, diartikan sebagai suatu perbuatan yang mengubah data valid atau sah
dengan cara yang tidak sah, yaitu dengan mengubah input data atau output data.
Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan surat (Pasal 263
KUHP). Upaya yang dilakukan oleh BPHN yang melakukan penafsiran terhadap
berbagai ketentuan yang ada khususnya ketentuan KUHP terhadap aktivitas
cybercrime, kiranya sudah cukup baik dalam upaya menanggulangi aktivitas
cybercrime yang sudah sangat nyata berada di tengah-tengah kita, meskipun baru
sebatas suatu upaya untuk mengisi kekosongan hukum. Akan tetapi sebagaimana
telah disebutkan di muka, perbedaan konsep mengenai ruang dan waktu dari
ketentuan hukum Pidana dengan sifat khas dari cybercrime, dapat membawa
kesulitan dalam penerapannya, bahkan untuk beberapa pasal penerapan KUHP
terhadap aktivitas di cyberspace patut untuk dipertanyakan.
Modus membobol Citibank ini sederhana, hanya manipulasi data dan mengalihkan
dana nasabah ke rekening tersangka. Tersangka menggunakan trik menyulap
blangko investasi kosong yang ditandatangani nasabah untuk pencairan dana.
Tingkat kepercayaan tinggi dari nasabah kepada tersangka yang telah bekerja
selama 20 tahun di Citibank membuat pelaku dengan mudah mengeruk uang dalam
jumlah besar.
Kenyataan ini makin mengiris tipis kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan.
Bagaimana tidak, selama ini kita sering dibuai promosi perbankan mengenai
kehebatan dan keandalan teknologi. Begitu pula sistem dan standar prosedur yang
sudah relatif lebih baik dari sisi keamanannya.
Namun, seiring dengan hal itu kita juga disodori banyaknya kasus penipuan dan
pembobolan (fraud) yang dilakukan oleh oknum internal perbankan itu sendiri.
Menurut saya, ada tiga hal mendasar yang menyebabkan kasus pembobolan bank
di Indonesia kian hari kian mengkhawatirkan.
Pertama: rusaknya fungsi hukum sebagai rambu-rambu [Link] ini tidak
ada hukuman berat terhadap pelaku pembobol bank sehingga kemudian beredar
pemeo di kalangan pembobol bank, Kalau membobol bank jangan tanggungtanggung. Yang besar sekalian. Setelah itu cukup keluar beberapa miliar rupiah
untuk oknum penegak hukum maka semuanya akan beres.
Kedua: lemahnya sistem pengawasan Bank Indonesia (BI) mengingat keterbatasan
SDM sehingga mereka mengalami kesulitan mengawasi kantor-kantor cabang
terutama di daerah-daerah, meskipun di daerah itu terdapat kantor perwakilan BI.
Dalam hal ini, bank sentral itu mestinya bisa menggunakan instrumen forum bankir
di daerah untuk memperbaiki kontrol internal bank.
Ketiga: lemahnya koordinasi BI pusat dan daerah. Fungsi monitoring BI hanya
mengandalkan laporan bank itu. Akses BI ke informasi bank sangat terbatas
sehingga jika terjadi pembobolan, sudah terlambat bagi BI untuk melakukan
sesuatu. Kondisi inilah yang perlu dibenahi, artinya ke depan BI tidak boleh hanya
mengandalkan laporan dari bank, namun harus proaktif menggali informasi di luar
laporan bank.
Phising Mail,Email yang seolah-olah dikirim dari bank di tempat kita menyimpan
uang, dari situs tempat kita membeli barang secara online. Bila kita login ke dalam
situs palsu tersebut maka situs itu akan mencuru username dan password yang
akan merugikan kita.
Berasal dari bahasa Inggris yang berarti pengelabuan. Phishing berupa webpage
yang alamatnya mirip dengan web aslinya. Misalnya [Link] diubah
menjadi [Link] atau [Link]. Jika dilihat dari ketiganya
memiliki pelafalan yang sama, tetapi tujuanya berbeda. Klick BCA bertujuan untuk
mengakses suatu alamat bank swasta di Indonesia, tetapi click BCA bertujuan ke
suatu komputer dimana pemiliknya mengetahui username dan password anda jika
anda memasuki web tersebut.
Kerugian dari Fabrication
jika korbannya adalah web e-commerce (seperti [Link],[Link])
gagalnya sistem keamanan walau hanya beberapa menit/jam akan sangat
menurunkan income perusahaan.
jika perusahaan,bisa jadi rencana-rencana pengembangan diketahui oleh
perusahaan saingan atau sistem di dalam dirusak sehingga mengganggu proses
produksi.
jika institusi militer maka dokumen-dokumen rahasia berupa pengembanganpengembangan sistem keamanan bisa dibajak oleh pihak-pihka yang
menginginkannya.
jika organisasi politik atau pemerintah,hal ini akan membuat efek yang buruk
bagi organisasi/institusi tersebut tergantung apa yang dilakukan cracker.