0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Aqiqah dalam Islam

Aqiqah didefinisikan sebagai hewan yang disembelih sebagai wujud syukur atas kelahiran anak. Hukumnya adalah sunnah muakkad yang dilakukan pada hari ketujuh kelahiran serta memberi nama anak. Dasar hukumnya adalah hadis-hadis Nabi yang memerintahkan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk perempuan seekor kambing.

Diunggah oleh

bigbossjava
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Aqiqah dalam Islam

Aqiqah didefinisikan sebagai hewan yang disembelih sebagai wujud syukur atas kelahiran anak. Hukumnya adalah sunnah muakkad yang dilakukan pada hari ketujuh kelahiran serta memberi nama anak. Dasar hukumnya adalah hadis-hadis Nabi yang memerintahkan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk perempuan seekor kambing.

Diunggah oleh

bigbossjava
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DEFINISI APA ITU AQIQAH (AKIKAH)

Secara etimologis (lughawi) aqiqah adalah memotong (al-qat'u) atau


nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan (
) .
Menurut terminologi syariah (fiqih) akikah adalah hewan yang
disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah atas lahirnya
seorang anak baik laki-laki atau perempuan.
Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib mendefinisikan aqiqah sbb: (
) )
Kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketuju kelahiran.

DALIL DASAR HUKUM AQIQAH (AKIKAH)


- Hadits Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadits shahih menurut
Tirmidzi.


Artinya: Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari
ketujuh disembelih hewan, dicukur habis1 rambutnya, dan diberi nama
- Hadits dalam sahih Bukhari

Artinya: Setiap anak bersama aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan
hilangkanlah gangguan darinya
- Hadits riwayat Abu Daud






,






Artinya: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan
mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan
besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi
perempuan.
- Hadits riwayat Malik dan Ahmad

Artinya: Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan Hasan dan


Husain) mencukur rambut Hasan dan Husain kemudian ia bersedekah
dengan perak seberat timbangan rambutnya.
- Hadits riwayat Abu Daud dan Nasai







Artinya: Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya
hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing
yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor kambing
- Hadits riwayat Abu Daud










Artinya: Nabi beraqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing
seekor kambing kibas.

BACAAN SAAT MENYEMBELIAH HEWAN AKIKAH


Sunnah membaca niat untuk aqiqah (akikah) sbb: Teks Tulisan Arab:
(sebutkan nama)...
Tulisan latin: Bismillah Allahumma laka wa ilaika aqiqatu ... [sebutkan
nama]

HUKUM AQIQAH (AKIKAH)


Ada tiga pendapat ulama dalam masalah status hukum akikah yaitu
wajib, sunnah mu'akkad dan sunnah. Menurut madzhab Syafi'i
hukumnya adalah sunnah (mustahab) apabila mampu.

SYARAT HEWAN AQIQAH (AKIKAH)


Adapun syarat hewan kambing yang dapat dijadikan aqiqoh itu sama
dengan syarat hewan qurban (kurban) sbb:
- Kambing: sempurna berusia 1 (satu) tahun dan masuk usia (dua)
tahun.
- Domba: sempurna berusia 6 (enam) bulan dan masuk bulan ke-7
(tujuh).
- Tidak boleh ada anggota badan hewan yang cacat.

- Dagingnya tidak boleh dijual.

WAKTU PELAKSANAAN AQIQAH (AKIKAH)


- Waktu pelaksanaan aqiqah disunnahkan pada hari ketujuh lahirnya
anak sekaligus memberi nama.
- Yang melaksanakan dan membeli kambing adalah orang tua anak
yakni ayah sebagai kepala rumah tangga.
- Apabila aqiqah tidak dilakukan sampai anak mencapai akil baligh,
maka gugurlah kewajiban aqiqah bagi orang tua.
- Anak yang belum diaqiqahi sampai baligh boleh beraqiqah untuk
dirinya sendiri dan boleh tidak melakukannya. (Lihat: "Hukmul Aqiqah"
dalam kitab Fathul Qarib al-Mujib )
SUNNAH DILAKUKAN SAAT BAYI LAHIR
Menurut Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib saat seorang anak lahir,
maka disunnahkan orangtuanya (bapaknya) melakukan hal-hal berikut
untuk anak tersebut:
1. Segera setelah anak lahir ayah memperdengarkan adzan pada
kuping kanan anak dan iqomah pada kuping kirinya.
2. Memberi sedikit kurma yang sudah dilembutkan pada mulut anak
sampai tertelan. Apabila tidak ada kurma, maka bisa diganti dengan
sesuatu yang manis.
3. Diberi nama pada hari ketujuh. Boleh memberi nama sebelum hari
ketujuh atau setelahnya.
4. Setelah penyembelilan hewan aqiqah, rambut bayi dipotong dan
sunnah bersedekah dengan emas atau perak seberat timbangan
rambut yang dipotong.[1]
Catatan: Kalau seandainya anak tersebut meninggal sebelum hari
ketujuh, sunnah hukumnya memberi nama.
Sumber:
[1] Dari Imam Nawawi dalam kitab Minhajut Talibin (


).

FADHILAH (KEUTAMAAN) DAN MANFAAT AKIKAH


- Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah sekaligus
sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah
dengan lahirnya sang anak.

- Akikah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam


melaksanakan syari'at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang
akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

PEMBAGIAN AKIKAH PADA FAKIR MISKIN


- Pelaku aqiqah yakni orang tua bayi hendaknya memberi makan pada
fakir miskin dengan memasak daging aqiqah sebagai lauknya.
- Pemberian makan tersebut dapat berupa undangan ke rumah atau
dihantarkan ke rumahnya.
_____________________________

AYAH HILANG, PUTRINYA MENIKAH DENGAN WALI HAKIM


Asswrwrb, salam kenal akhi..saya T dari kota S, bulan februari 2014
lalu saya menikah dengan gadis yg bernama I, keadaannya istri saya
ini ditinggal oleh bapaknya dari umur 6 th smpai sekrang tidak tahu
keberadaannya apa masih ada atau sudah tidak ada, saudaranya juga
tidak ada . jadi kami menikah dengan wali hakim sebagai penggatinya ,
dan yg menjadi kegundahan hati saya,:
1- apa syahkah nikah saya ini di mata Agama, bagaimana kedudukan
hukumnya menikah dengan perantara wali hakim.
2- jika nanti kami ternyata bertemu dengan orang tua/bapak kandung
dari istri saya ini, apakah nikah kami harus di ulang kalau ternyata
bapak tersebut tidak merestui (alhamdulillah kalau ternyata merestui).
mungkin itu saja yg ingin saya tanyakan, tentunya jawaban apapun itu
akan saya hargai dan terima dari akhi.. wassalam

Pengertian dan Tata Cara Aqiqah Yang Sesuai Tuntunan Islam

Aqiqah itu berarti memutus dan melubangi, dan ada juga yang
mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih,
dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga
bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika
lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang
disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah
sembelihan yang disembelih untuk anak yang baru lahir. Pengarang
kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan:
" Al-'Aqiqah atau Al-'Iqqah artinya adalah rambut makhluk yang baru
dilahirkan, baik manusia atau binatang. Dinamai pula
daripadanya binatang yang disembelih untuk anak yang baru lahir
pada hari keseminggunya.
1. Dasar Hukumnya
Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, sekalipun orang tua dalam
keadaan sulit. Aqiqahdilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat.
Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru
lahir.
1. Rasulullah saw. bersabda:







Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing)
untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama [HR Abu awud,
no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sahabat
Samurah bin Jundub r.a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan
disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq alHuwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97] .
2. Ashhabus Sunan meriwayatkan:










Bahwa Nabi saw. meng-aqiqahkan Hasan dan Husain (cucunya dari
Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Dan dari Salman bin Amir Ash-Dhabiey, bahwa Nabi saw. bersabda:
"Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, dan
hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis."(Riwayat Al-Khamsah).
4. Hadits dalam shahih Bukhari

Artinya: Setiap anak bersama aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan
hilangkanlah gangguan darinya
5. Hadits riwayat Abu Daud






,






Artinya: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan
mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan
besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi
perempuan.
6. Hadits riwayat Malik dan Ahmad

















Artinya: Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan Hasan dan
Husain) mencukur rambut Hasan dan Husain kemudian ia bersedekah
dengan perak seberat timbangan rambutnya.
7. Hadits riwayat Abu Daud dan Nasai







Artinya: Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya
hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing
yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor kambing.
2. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan
Yang afdhal untuk anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing/domba
yang mirip dan umurnya bersamaan. Dan untuk anak perempuan 1
ekor.
Dari Ummu Karz Al-Ka'biyah berkata: Aku pernah mendengar
Rasulullah saw. bersabda:
.
" Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang mirip, dan untuk anak
perempuan satu ekor." Dan dibolehkan satu ekor domba untuk anak
laki-laki . Rasulullawh saw. pernah melakukan yang demikian untuk
Hasan dan Husain r.a., seperti pada hadits yang lalu.
Dahulu kami dimasa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami
mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya
dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan islam,
kami menyembelih kambing, mencukur atau menggundul kepala si

bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. Abu Daud juz 3 hal
107].
Di hadits lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan
oleh Ibnu Hibban Dari Aisyah ia berkata Dahulu orang orang pada
masa jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka
melumuri kapas dengan darah aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si
bayi mereka melumurkan pada kepalanya. Maka Nabi saw bersabda,
Gantilah darah itu dengan minyak wangi. [HR Ibnu Hibban juz 12 hal
124].
3. Waktu Penyembelihan
1. Jika memungkinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7.
Jika tidak, maka pada hari ke-14. Dan jika yang demikian masih tidak
memungkinkan, maka pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika
masih tidak memungkinkan maka pada kapan saja. Dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:
" Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas,
dan pada hari kedua puluh satu."
Rangkaian Berikutnya:
- Memberi anak nama
- Mencukur rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.
2. Adapun syarat hewan kambing yang dapat dijadikan aqiqoh itu sama
dengan syarat hewan qurban (kurban) sbb:
- Kambing: sempurna berusia 1 (satu) tahun dan masuk usia (dua)
tahun.
- Domba: sempurna berusia 6 (enam) bulan dan masuk bulan ke-7
(tujuh).
- Tidak boleh ada anggota badan hewan yang cacat.
- Dagingnya tidak boleh dijual.
4. Bersamaan Antara Qurban dan Aqiqah.
Dari sini muncul pertanyaan, yaitu bolehkah menggabungkan niat
aqiqah dan kurban? Bila hal itu diperbolehkan apakah secara otomatis
kurban yang dilakukan sekaligus bisa menggugurkan anjuran akikah?
Mengenai hal ini ada 2 pendapat:
Qurban yang ia tunaikan itu bisa sekaligus diniatkan aqiqah dan
menggugurkan anjurannya. Pendapat ini merupakan opsi yang
disampaikan oleh Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari
kalangan tabiin, Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, danQatadah, sepakat
dengan pandangan ini. Mereka berargumentasi, substansi kedua
ibadah sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt. melalui
sembelihan hewan. Keduanya bisa saling melengkapi dan mengisi.
Kasus hukumnya sama ketika shalat wajib di Masjid disertai dengan

niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh
Muhammad bin Ibrahim, mendukung opsi ini.
Kedua ibadah itu tidak boleh disatukan dan tidak bisa menggugurkan
salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah.
Pendapat ini disampaikan oleh MazhabMaliki, Syafii, dan salah satu
riwayat Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu
masing-masing dari akikah dan kurban memiliki tujuan yang
berbeda. Maka itu, satu sama lain tidak boleh digabung. Latar belakang
dan motif di balik kesunnahan kedua ibadah itu pun berseberangan.
Jadi, kurang tepat disatukan. Misalnya, denda yang berlaku
di haji tamattu' dan denda yang berlaku dalam fidyah.
Wallahu a'lam.









Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi
bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan
bertaubat kepada-Mu.

Pengertian Aqiqah
Menurut bahasa Aqiqah artinya : memotong. Asalnya dinamakan
Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan
itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan
yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong Ada
pula yang mengatakan bahwa aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang
terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini
disebut aqiqah, karena ia mesti dicukur.
Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk bayi yang
dilahirkan pada hari ke 7, 14, atau 21. Jumlahnya 2 ekor untuk bayi
laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan.
Dalil-dalil Pelaksanaan
Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : Semua
anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya
disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.
[HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad]
Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : Bayi laki-laki diaqiqahi
dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.
[HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]
Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih
hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi
nama. [HR Ahmad]
Dari Salman bin Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda :
Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan
dan hilangkanlah semua gangguan darinya. [Riwayat Bukhari]
Dari Amr bin Syuaib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda
:
Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing)
karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua
kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing. [HR Abu
Dawud, Nasai, Ahmad]
Dari Aisyah RA, ia berkata, Rasulullah SAW pernah ber aqiqah untuk
Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi
nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya
(dicukur). [HR. Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4, hal. 264]
Keterangan : Hasan dan Husain adalah cucu Rasulullah SAW.
Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata :
Rasulullah bersabda : Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan

perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya. [HR


Ahmad, Thabrani, dan al-Baihaqi]
Dari Abu Buraidah r.a.: Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau
keempat belas, atau kedua puluh satunya. (HR Baihaqi dan Thabrani).
Hukum Aqiqah Anak adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam
Malik, penduduk Madinah, Imam Syafii dan sahabat-sahabatnya, Imam
Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).
Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan
mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah
hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, Anak tergadai dengan aqiqahnya.
Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya). (HR alTirmidzi, Hasan Shahih)
Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus)
darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya
cukur rambutnya). (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)
Perkataan: maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan
adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya
yang memalingkan dari kewajiban yaitu: Barangsiapa di antara kalian
ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silakan
lakukan. (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang
hasan).
Perkataan: ingin menyembelihkan,.. merupakan dalil yang
memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah.
Imam Malik berkata: Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah
denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban), tidak boleh dalam aqiqah
ini hewan yang picak, kurus, patah tulang, dan sakit. Imam Asy-Syafiiy
berkata: Dan harus dihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang
tidak diperbolehkan dalam qurban.
Buraidah berkata: Dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang
diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan
melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah
mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur
(menggundul) kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi.
[HR. Abu Dawud juz 3, hal. 107]
Dari Aisyah, ia berkata, Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah
apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri
kapas dengan darah aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi
mereka melumurkan pada kepalanya. Maka Nabi SAW bersabda,
Gantilah darah itu dengan minyak wangi.[HR. Ibnu Hibban dengan
tartib Ibnu Balban juz 12, hal. 124]

Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari


ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana
Nabi SAW bersabda, Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia
disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama. (HR. alTirmidzi).
Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada
hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga,
maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata :
Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar
anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8
(delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup.
Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan
sebagaimana firman Allah SWT: Allah menghendaki kemudahan
bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
([Link] Baqarah:185)
Pelaksanaan aqiqah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari
kelahiran, ini berdasarkan sabda Nabi SAW, yang artinya: Setiap anak
itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke
tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama. (HR: Imam Ahmad dan
Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)
Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa
dilaksanakan pada hari ke empat belas, dan bila tidak bisa, maka pada
hari ke dua puluh satu, ini berdasarkan hadits Abdullah Ibnu Buraidah
dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliau berkata
yang artinya: Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ke
empat belas, dan ke dua puluh satu. (Hadits hasan riwayat Al
Baihaqiy)
Namun setelah tiga minggu masih tidak mampu maka kapan saja
pelaksanaannya di kala sudah mampu, karena pelaksanaan pada harihari ke tujuh, ke empat belas dan ke dua puluh satu adalah sifatnya
sunnah dan paling utama bukan wajib. Dan boleh juga
melaksanakannya sebelum hari ke tujuh.
Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga
untuk disembelihkan aqiqahnya, bahkan meskipun bayi yang
keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam
kandungan ibunya.
Aqiqah adalah syariat yang ditekan kepada ayah si bayi. Namun bila
seseorang yang belum di sembelihkan hewan aqiqah oleh orang
tuanya hingga ia besar, maka dia bisa menyembelih aqiqah dari dirinya
sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diaqiqahi oleh
ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak
apa-apa menurut saya, wallahu Alam.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga


Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari
ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas.
Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu,
pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.
Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa
melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. Satu ketika al-Maimuni
bertanya kepada Imam Ahmad, ada orang yang belum diaqiqahi
apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri? Imam
Ahmad menjawab, Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil,
maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak
menganggapnya makruh.
Para pengikut Imam Syafii juga berpendapat demikian. Menurut
mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh
orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.
Jumlah Hewan
Jumlah hewan aqiqah minimal adalah satu ekor baik untuk laki-laki
atau pun untuk perempuan, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas ra:
Sesungguh-nya Nabi SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain satu domba
satu domba. (Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Al Jarud)
Namun yang lebih utama adalah 2 ekor untuk anak laki-laki dan 1 ekor
untuk anak perempuan berdasarkan hadits-hadits berikut ini:
Ummu Kurz Al Kabiyyah berkata, yang artinya: Nabi SAW
memerintahkan agar dsembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor
domba dan dari anak perempuan satu ekor. (Hadits sanadnya shahih
riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan)
Dari Aisyah ra berkata, yang artinya: Nabi SAW memerintahkan
mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba
yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor. (Shahih riwayat At
Tirmidzi)
Hal-hal yang disyariatkan sehubungan dengan aqiqah
Yang berhubungan dengan sang anak
1. Disunnatkan untuk memberi nama dan mencukur rambut
(menggundul) pada hari ke-7 sejak hari iahirnya. Misalnya lahir pada
hari Ahad, aqiqahnya jatuh pada hari Sabtu.
2. Bagi anak laki-laki disunnatkan beraqiqah dengan 2 ekor kambing
sedang bagi anak perempuan 1 ekor.
3. Aqiqah ini terutama dibebankan kepada orang tua si anak, tetapi
boleh juga dilakukan oleh keluarga yang lain (kakek dan sebagainya).

4. Aqiqah ini hukumnya sunnah.


Daging Aqiqah Lebih Baik Mentah Atau Dimasak
Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak.
Hadits Aisyah ra., Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki
dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa
mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan
disedekahkan pada hari ketujuh. (HR al-Bayhaqi)
Daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa
diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan
untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah. Dalilnya adalah
firman Allah, Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan
tawanan, dengan perasaan senang. (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn
Qudmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Namun
demikian, keluarga juga boleh memakan sebagiannya.
Yang berhubungan dengan binatang sembelihan
1. Dalam masalah aqiqah, binatang yang boleh dipergunakan sebagai
sembelihan hanyalah kambing, tanpa memandang apakah jantan atau
betina, sebagaimana riwayat di bawah ini:
Dari Ummu Kurz AI-Kabiyah, bahwasanya ia pernah bertanya kepada
Rasulullah SAW tentang aqiqah. Maka sabda beliau SAW, Ya, untuk
anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor
kambing. Tidak menyusahkanmu baik kambing itu jantan maupun
betina. [HR. Ahmad dan Tirmidzi, dan Tirmidzi menshahihkannya,
dalam Nailul Authar 5 : 149]
Dan kami belum mendapatkan dalil yang lain yang menunjukkan
adanya binatang selain kambing yang dipergunakan sebagai aqiqah.
2. Waktu yang dituntunkan oleh Nabi SAW berdasarkan dalil yang
shahih ialah pada hari ke-7 semenjak kelahiran anak tersebut. [Lihat
dalil riwayat Aisyah dan Samurah di atas]
Pembagian daging Aqiqah
Adapun dagingnya maka dia (orang tua anak) bisa memakannya,
menghadiahkan sebagian dagingnya, dan mensedekahkan sebagian
lagi. Syaikh Utsaimin berkata: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan
darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangga untuk menyantap
makanan daging aqiqah yang sudah matang. Syaikh Jibrin berkata:
Sunnahnya dia memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya
kepada sahabat-sahabatnya, dan mensedekahkan sepertiga lagi
kepada kaum muslimin, dan boleh mengundang teman-teman dan
kerabat untuk menyantapnya, atau boleh juga dia mensedekahkan
semuanya. Syaikh Ibnu Bazz berkata: Dan engkau bebas memilih

antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dan


memasaknya kemudian mengundang orang yang engkau lihat pantas
diundang dari kalangan kerabat, tetangga, teman-teman seiman dan
sebagian orang faqir untuk menyantapnya, dan hal serupa dikatakan
oleh Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah.
Pemberian Nama Anak
Tidak diragukan lagi bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama
dengan yang diberi nama. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya
sejumlah nash syari yang menyatakan hal tersebut.
Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: Kemudian Aslam semoga
Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Allah mengampuninya.
(HR. Bukhori 3323, 3324 dan Muslim 617)
Ibnu Al-Qoyyim berkata: Barangsiapa yang memperhatikan sunah, ia
akan mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam
nama berkaitan dengannya sehingga seolah-olah makna-makna
tersebut diambil darinya dan seolah-olah nama-nama tersebut diambil
dari makna-maknanya. Dan jika anda ingin mengetahui pengaruh
nama-nama terhadap yang diberi nama (Al-musamma) maka
perhatikanlah hadits di bawah ini:
Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata:
Aku datang kepada Nabi SAW, beliau pun bertanya: Siapa namamu?
Aku jawab: Hazin Nabi berkata: Namamu Sahl Hazn berkata: Aku
tidak akan merobah nama pemberian bapakku Ibnu Al-Musayyib
berkata: Orang tersebut senantiasa bersikap keras terhadap kami
setelahnya. (HR. Bukhori) (At-Thiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-Isawiy
hal 65)
Oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi
salah satu kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang
layak diberikan adalah nama nabi penghulu jaman yaitu Muhammad.
Sebagaimana sabda beliau : Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau
bersabda: Namailah dengan namaku dan janganlah engkau
menggunakan kunyahku. (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133)
Untuk mengetahui cara pemberian nama yang baik menurut ajaran
Islam, silahkan klik:
[Link]
Mencukur Rambut
Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk
dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh.

Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda,


Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh
disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur. (HR. atTirmidzi).
Dalam kitab al-Muwathth` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah
menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau
menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.
Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang
jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh
hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan.
Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang
semakin -insya Allah- semakin besar pula sedekahnya.
Doa Menyembelih Hewan Aqiqah
Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali
muhammadin, wa min ummati muhammadin.
Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari
Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.
(HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)
Doa bayi baru dilahirkan
Innii uiidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa
haammatin wamin kulli aynin laammatin
Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang
Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta
gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa
yang dilihatnya. (HR. Bukhari)
Hikmah Aqiqah
Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul
Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di sebuah situs memiliki beberapa
hikmah diantaranya :
1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani
Nabiyyullah Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang
tercinta Ismail AS.
2. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang
dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan
makna hadits, yang artinya: Setiap anak itu tergadai dengan
aqiqahnya. [3]. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya
Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering
mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu

Al Qayyim Al Jauziyah bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh


aqiqahnya.
3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat
bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana
Imam Ahmad mengatakan: Dia tergadai dari memberikan Syafaat
bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya).
4. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah
Subhanahu wa Taala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia
yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Taala dengan lahirnya sang
anak.
5. Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam
melaksanakan syariat Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang
akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
6. Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.
Dan masih banyak lagi hikmah yang terkandung dalam pelaksanaan
Syariat Aqiqah ini.
Sumber Rujukan
* Subulussalam (4/189, 4/190, 4/194)
* Al Asilah Wal Ajwibah Al Fiqhiyyah (3/33-35, 3/39-40)
* Mukhtashar Al Fiqhil Islamiyy 600
* Tuhfatul Wadud Fi Ahkamil Maulud, Ibnu Al Qayyim 46-47
* Al Muntaqaa 5/195-196
* Mulakhkhash Al Fiqhil Islamiy 1/318
* Fatawa Islamiyyah 2/324-327; Irwaul Ghalil (4/389, 4/405)
* Minhajul Muslim, Abu Bakar Al Jazairiy 437
[Link]
Tuntunan Aqiqah
[Link]
Aqiqah dan Qurban
Arif Hidayat, Muhammad Niam, dan Ali Mashar
[Link]
1-tanya-jawab/695-aqiqah-dan-qurban
AQIQAH

[Link]
Hukum dan Tata Cara Aqiqah
[Link]
[Link]
Pengertian Aqiqah, Dalil Syari Tentang Aqiqah, Hukum Aqiqah Oleh Abu
Muhammad Ishom bin Mari[Disalin dan diringkas kembali dari kitab
Ahkamul Aqiqah karya Abu Muhammad Ishom bin Mari, terbitan
Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Saudi Arabia, dan diterjemahkan oleh
Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, dengan judul Aqiqah terbitan
Titian Ilahi Press, Yogjakarta, 1997]

Anda mungkin juga menyukai