Marisawati Riza Ramandani
1567061
67C
Pengukuran Kinerja
Sistem ukuran kinerja menggabungkan informasi keuangan dengan informasi nonkeuangan,
yang bertujuan untuk membantu menerapkan strategi. Kinerja disebut juga sebagai performance
atau performansi yang artinya adalah pencapaian suatu target (keberhasilan) dari sesuatu yang
direncanakan di dalam organisasi.
Kinerja Organisasi terdiri dari:
-
Kinerja keuangan
Kinerja non-keuangan
Sistem Ukuran Kinerja
Ukuran kinerja adalah untuk cita-cita sistem mengimplementasikan strategi. Terdiri dari Ukuran
Kesuksesan Keuangan Perusahaan, misalnya tingkat pengembalian yang optimal bagi pemegang
saham melalui pencapaian laba. Kelemahan tidak bisa untuk memastikan bahwa strategi akan
dilaksanakan dengan sukses.
Keterbatasan Sistem Pengendalian Keuangan
Tidak mencukupi untuk memastikan bahwa strategi akan dilaksanakan dengan sukses. Dengan
alasan:
-
Dapat mendorong tindakan jangka pendek yang tidak sesuai dengan kepentinganjangka
panjang perusahaan.
Manajer unit bisnis mungkin tidak mengambil tindakan yang berguna untuk jangka panjang,
guna memperoleh laba jangka pendek.
Menggunakan laba jangka pendek sebagai satu-satunya tujuan dapat mendistorsi komunikasi
antara manajer unit bisnis dengan manajemen senior.
Pengendalian keuangan yang ketat dapat memotivasi manajer untuk memanipulasi data.
Kesulitan dalam Mengimplementasikan Sistem Pengukuran Kinerja
-
Terdapat korelasi yang buruk antara ukuran nonkeuangan dengan hasilnya.
Terpaku pada Hasil Keuangan.
Ukuran-ukuran tidak diperbarui.
Terlalu banyak pengukuran.
Kesulitan menerapkan trade-off.
Praktik-praktik Pengukuran
Berdasar atas hasil studi Lingle dan Schiemann, praktik pengukuran dilakukan atas tiga aspek, yaitu:
Resume
Chapter 11
Management Control Systems
Marisawati Riza Ramandani
1567061
67C
Jenis ukuran. Contoh jenis ukuran yang digunakan: ukuran keuangan, kepuasan pelanggan,
dan inovasi.
Kualitas dari ukuran. Untuk menilai kualitas dari suatu ukuran, ukuran tersebut harus
dikaitkan dengan kompensasi, sehingga dapat dinilai apakah berkualitas tinggi, terkini,
sedang, ataukah buruk.
Hubungan ukuran dengan kompensasi. Masing-masing jenis ukuran menghasilkan
perubahan keputusan kompensasi yang berbeda-beda.
Pengendalian Interaktif
Sistem pengendalian manajemen hari ini yang menentukan strategi hari esok, dengan tujuan
utama memfasilitasi terciptanya organisasi pembelajaran mengingatkan manajemen terhadap
ketidakpastian strategis baik berupa masalah ataupun peluang.
Prasyarat subsistem sebelum digunakan sebagai sistem pengendalian interaktif:
-
Tidak ambigu serta mudah dipahami dan diinterpretasikan.
Membuat data mengenai ketidakpastian strategis.
Membantu pengembangan strategi baru perusahaan.
Karakteristik pengendalian interaktif:
-
Ketidakpastian strategis yang dihadapi oleh bisnis menjadi titik pusat.
Eksekutif senior menerima informasi semacam itu dengan serius.
Perhatian fokus pada output informasi.
Interpretasi dan pembahasan implikasi dari informasi untuk inisiatif strategis masa depan.
Rapat dilakukan sesuai asumsi yang mendasari serta tindakan yang sesuai.
Resume
Chapter 11
Management Control Systems