1.
Tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan sistem
penyediaan air minum
SNI 7509-2011
Standar ini menetapkan tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit
pelayanan sistem penyediaan air minum (SPAM), yang meliputi reservoir,
perpompaan, pipa transmisi dan jaringan pipa distribusi serta pipa pelayanan.
2. Tata cara perencanaan pengolahan lumpur pada instalasi pengolahan air
minum dengan bak pengering lumpur (sludge drying bed
SNI 7510-2011
Standar ini menetapkan cara merencanakan pengolahan lumpur pada IPA
dengan bak pengering lumpur (sludge drying bed). Standar ini mencakup
ketentuan perencanaan: karakteristik lumpur, bangunan bak pengering lumpur,
kriteria unit bak pengering lumpur, kriteria perencanaan pompa lumpur, kriteria
struktur bangunan, dan kapasitas bangunan pengolahan lumpur.
3. Tata cara pemasangan pipa transmisi dan pipa distribusi serta bangunan
pelintas pipa
SNI 7511-2011
Tata cara ini mencakup pekerjaan pelaksanaan pemasangan pipa transmisi dan
distribusi serta bangunan pelintas pipa dalam sistem penyediaan air minum.
4. Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum bagian 2:
Persyaratan pemasangan meter air minum (ISO 4064-2 : 2005, MOD)
SNI 2418.2-2009
Persyaratan pemasangan meter air minum ini digunakan untuk menetapkan
kriteria pemilihan meter air tunggal, meter air kombinasi, dan meter air
konsentrik, peralatan penghubung, pemasangan, persyaratan khusus dalam
pengoperasian awal meter air yang baru atau yang diperbaiki untuk menjamin
ketepatan pengukuran dan kehandalan pembacaan meter air.
Persyaratan pemasangan meter air minum ini juga digunakan untuk meter air
yang dioperasikan dengan prinsip elektrik/elektronik, meter air dengan prinsip
mekanikal yang dihubungkan dengan peralatan elektronik, dan untuk meter air
dengan volume aktual. Hal ini berlaku juga bagi meter air dengan peralatan
elektronik tambahan.
CATATAN 1
Peralatan tambahan merupakan pilihan.
Rekomendasi dari persyaratan pemasangan ini digunakan tanpa tergantung
dengan teknologi, ditentukan sebagai pengintegrasian alat pengukur yang
secara kontinyu menentukan volume air yang mengalir melalui peralatannya.
5. Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum - bagian
3: metode dan peralatan pengujian meter air minum (ISO 4064-3 : 2005, MOD)
SNI 2418.3-2009
Bagian ketiga dari SNI ini memuat metode pengujian dan hal-hal yang harus
dilakukan dalam menentukan karakteristik utama dari meteran air sesuai dengan
SNI 2547-2008, Bagian 1: Spesifikasi meter air minum.
Standar ini dipergunakan untuk menguji meter air minum, meter air kosentrik
dan meter air kombinasi yang dapat tahan pada tekanan kerja maksimum yang
diijinkan (MAP) sampai sekurang-kurangnya 1 MPa (10 bar) atau 0,6 MPa (6 bar)
untuk meter air ? DN 500 mm, dan tahan sampai pada temperatur maksimum
yang dijinkan (MAT) 50 C.
Standar ini juga dapat dipakai untuk menguji meteran air yang prinsip kerjanya
berdasarkan sistem elektronik atau listrik, dan meter air yang bekerja
berdasarkan prinsip mekanik yang dilengkapi peralatan-peralatan listrik, yang
digunakan untuk mengukur debit aktual air minum.
Untuk meter-meter air yang mempunyai debit persamaan kurang dari 160
m3/jam, agar bisa memenuhi keterbatasan yang dimiliki suatu laboratorium uji,
ketentuan pengujian bisa dilakukan perubahan untuk memodifikasi kondisi
referensi pada saat pengujian daya tahan dan unjuk kerjanya.
6. Tata cara commissioning instalasi pengolahan air
SNI 0004-2008
Tata cara ini meliputi istilah dan definisi, persyaratan yang berlaku untuk semua
kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan cara pengerjaan.
Commissioning IPA merupakan uji coba terhadap kinerja masing-masing unit dan
terhadap keseluruhan proses IPA dari mulai air baku sampai menjadi air minum
yang dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan.
7. Spesifikasi Meter Air
SNI 2547-2008
Spesifikasi ini menetapkan istilah, karakteristik teknis, karakteristik metrologis
dan persyaratan kehilangan tekanan untuk meter air minum. Spesifikasi ini
berlaku bagi meter air dengan tekanan kerja maksimum yang dapat diterima
(MAP)? 1 MPa (0,6 MPa untuk meter air yang menggunakan pipa diameter
nominal, ON ? 500 mm) dan temperatur maksimum yang dapat diterimaMAT 50
0C. Spesifikasi ini juga berlaku untuk meter air, tanpa bergantung teknologi,
digambarkan sebagai integrasi instrumen pengukur secara kontinu menentukan
volume air mengalir melalui meter air.
8. Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat.
SNI 3981-2008
Standar ini memuat persyaratan umum, persyaratan teknis, dan perencanaan
instalasi saringan pasir lambat sebagai pegangan bagi penyelenggara
pembangunan untuk mengolah air baku dengan kekeruhan ?50 mg/Liter SiO2
menjadi air minum.
9. Spesifikasi Unit Paket Instalasi Pengolahan Air
SNI 6773-2008
Standar ini menetapkan mengenai komponen, ukuran, bahan, peralatan,
struktur dan kinerja dari paket unit instalasi pengolahan air minum untuk
kapasitas maksimum 50 l/det.
10. Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing
SNI 03-7065-2005
Tata Cara Perencanaan ini mencakup :
1)
sistem plambing yang baru untuk air minum, air buangan, ven dan air
hujan pada gedung sampai dengan pipa persil;
2)
sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atu
penambahan terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun
sebelum SNI ini diberlakukan.
11. Spesifikasi Pipa Polietilen (PE) dan Sambungannya Untuk Air Minum
SNI 06-4829-2005
Spesifikasi ini mencakup sambungan air minum dengan menggunakan pipa
polietilena (PE)
12. Cara uji kadar amoniak dalam air dengan elektrode selektif ion
SNI 03-6876-2002
Standar ini menetapkan cara untuk menguji kadar amoniak, NH4-N terlarut
dalam air dengan elektrode selektif ion. Standar ini digunakan untukmengukur
kadar amoniak pada rentang kadar antara 0,03 mg/L NH3-N sampai dengan
1400 mg/L NH3-N dalam air minum, air permukaan, air limbah domestik dan air
limbah industri, baik yang keruh maupun yang warna
13. Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah
SNI 03-6382-2000
Spesifikasi ini meliputi bermacam-macam tipe dan kelas hidran kebakaran
tabung basah, untuk dipasang pada jaringan sistem pelayanan air minum di
kawasan permukiman
14. Metode Pengujian Dimensi Pipa Polietilen (PE) Untuk Air Minum
SNI 06-4821-1998
Metode ini membahas cara uji untuk menentukan diameter luar dan tebal
dinding pipa PE
15. Metode pengujian klorin bebas dalam air dengan Spektrofotometer sinar
tampak secara dietil fenilindiamin (DFD)
SNI 06-4824-1998
Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Klorin (0,011-4,0) mg/L Mn dalam
air minum menggunakan sinar tampak pada panjang gelombang 515 nm.
16. Spesifikasi Cincin Karet Sambungan Pipa Air Minum, Air Limbah dan Air Hujan
SNI 06-4828-1998
Spesifikasi
ini
membahas persyaratan teknis
tentang
bentuk
dasar, ukuran,
bahan dan
kekuatan
17. Spesifikasi Pipa Polietilen (PE) dan Sambungannya Untuk Air Minum
SNI 06-4829-1998
Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang bahan, ukuran, kekuatan
hidrostatik, perubahan panjang dan densitas
18. Spesifikasi Instalasi Air Minum Tipe Cikapayang 5
SNI 03-2917-1992
Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan instalasi air bersih dengan kapasitas
5 Liter/detik
19. Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan Jangka
Sorong.
SNI 06-2548-1991
Metode ini digunakan untuk menentukan diameter pipa PVC menggunakan
jangka sorong
20. Metode Pengujian Kekuatan Pipa PVC Untuk Air Minum Terhadap Tekanan
Hidrostatik.
SNI 06-2549-1991
Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan pipa PVC terhadap tekanan
hidrostatik
21. Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC Untuk Air Minum
SNI 06-2550-1991
Metode ini digunakan untuk menentukan ketebalan dinding pipa PVC
22. Metode Pengujian Bentuk dan Sifat Tampak Pipa PVC Untuk Air Minum
SNI 06-2551-1991
Metode ini digunakan untuk menguji bentuk dan sifat tampak pipa PVC untuk air
minum
23. Metode Pengambilan Contoh Uji Pipa PVC Untuk Air Minum
SNI 06-2552-1991
Metode ini digunakan untuk memperoleh contoh uji yang dapat mewakili
24. Metode Pengujian Perubahan Panjang Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan Uji
Tungku
SNI 06-2553-1991
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan panjang pipa PVC
dengan uji tungku
25. Metode Pengujian Ketahanan Pipa PVC Untuk Air Minum Terhadap Metilen
Khlorida
SNI 06-2554-1991
Metode ini digunakan untuk menentukan ketahanan pipa PVC terhadap metilen
klorida
26. Metode Pengujian Kadar PVC Pada Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan THF
SNI 06-2555-1991
Metode ini digunakan untuk menentukan kadar PVC pada pipa PVC dengan THF
27. Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan Pita
Meter
SNI 06-2556-1991
Metode ini digunakan untuk menentukan diameter luar rata-rata pipa PVC
28. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 1. Pedoman
Umum
Pd T-05-2005-C
Pedoman ini meliputi ketentuan umum dalam penyelenggaraan, kelembagaan,
pembiayaan, pembangunan prasarana dan sarana serta pemantauan dan
evaluasi dalam upaya penyediaan air minum berbasis masyarakat.
29. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 2. Pedoman
penyelenggaraan
Pd T-06-2005-C
Tata cara penyelenggaraan yang mencakup uraian yang menyangkut pelaku
terkait dan tahapan kegiatan serta prinsip pelayanan kepada masyarakat dalam
rangka penyelenggaraan PAM BM. Pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan
bagi para pelaku terkait dalam pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana
PAM BM yang mandiri dan berkelanjutan.
30. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 3.
Kelembagaan
Pd T-07-2005-C
Pedoman ini meliputi peran dan fungsi para pelaku terkait, proses pembentukan
organisasi/ kepengurusan dan perangkat pendukung yang diperlukan dalam
organisasi penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM).
Pedoman ini merupakan buku ketiga dari Pedoman penyediaan air minum
berbasis masyarakat (PAM BM).
31. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 4. Pembiayaan
Pd T-08-2005-C
Pedoman ini memuat tata cara pembiayaan dalam kegiatan meliputi biaya
penyelenggaraan dan mobilisasi dana penyediaan air minum berbasis
masyarakat.
32. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 5.
Pembangunan Prasarana dan Sarana
Pd T-09-2005-C
Pedoman ini ini meliputi tata cara pemilihan jenis, perencanaan, pelaksanaan
fisik dan pengoperasian serta pemeliharaan prasarana dan sarana penyediaan
air minum berbasis masyarakat.
33. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 6. Pelaksanaan
Pemantauan dan Evaluasi
Pd T-10-2005-C
Pedoman ini meliputi sistem pemantauan dan evaluasi kinerja pada tahap
persiapan, perencanaan, pembangunan, pengelolaan dan pengembangan PAM
BM. Hasilnya dilaporkan pada perorangan atau institusi yang berkaitan dengan
pengadaan/pelayanan air minum berbasis masyarakat.
34. Tata cara perencanaan instalasi pengolahan air system berpindah-pindah
(mobile)
Pd T-01-2004-C
Tata cara ini meliputi istilah dan definisi serta persyaratan yang berlaku untuk
instalasi pengolahan air untuk air minum sistem berpindah-pindah kapasitas 0,5
- 1 Liter/ detik yang dapat memenuhi kebutuhan masak dan minum bagi 5001000 orang.
35. Tata cara pemeliharaan system plambing
RSNI T-15-2004
Tata cara ini mencakup persyaratan umum, persyaratan teknik, cara
pemeliharaan berupa tindakan pemeriksaan dan pembersihan pada system
plambing air minum, air limbah, air hujan, dan perlengkapannya.
36. Tata cara pengadaan, pemasang-an dan pengujian pipa pvc untuk
penyediaan air minum
RSNI T-17-2004
Tata cara ini mencakup :
a) penanganan pipa termasuk di dalamnya cara penyimpanan dan
pengangkutan;
b) pemasangan pipa sebagai penyaluran air minum;
c) pengaliran air di bawah tekanan sampai suhu 45 0C untuk penyediaan air
minum;
d) pengujian kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik di lapangan.
37. Tata cara perencanaan plambing
RSNI T-01-2003
Tata Cara Perencanaan ini mencakup :
1) sistem plambing yang baru untuk air minum, air buangan, ven dan air hujan
pada gedung sampai dengan pipa persil;
2) sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atu penambahan
terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun sebelum SNI ini
diberlakukan.
38. Tata Cara Dasar Perencanaan Plambing untuk Air Minum, Air Limbah dan Air
Hujan
Pt T-21-2000-C
Tata cara ini berlaku bagi sistem plambing dan bagian dari padanya yang
dipasang didalam persil gedung dan bangunan untuk hunian yang dipasang. Tata
cara ini digunakan dalam pemasangan instalasi perpipaan mengenai air minum,
air limbah, dan air hujan dengan perlengkapannya yang melayani hunian pada
gedung dan persil.
39. Tata Cara Pemeliharaan Jaringan Pipa Transmisi dan Pipa Distribusi Air Minum
Pt T-26-2000-C
Tata cara ini digunakan untuk memperoleh kelangsungan kinerja pipa transmisi,
distribusi dan perlengkapannya, bagi keperluan pengelola. Tata cara ini memuat
ketentuan tentang pemeliharaan , jaringan pipa transmisi dan distribusi, teknis,
peralatan dan bahan.
40. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Mobil Tangki untuk Air Minum
Pt T-36-2000-C
Tata cara ini memuat ketentuan teknisi, peralatan, bahan dan suku cadang serta
cara pengoperasian dan pemeliharaan
41. Tata cara penanggulangan air minum
Pt T-60-2000-C
Tata cara ini mencakup pengawasan kebocoran pipa transmisi dan distribusi,
ketentuan mengenai identifikasi kebocoran, peralatan, bahan pelaksana dan cara
pengerjaan.