VISKOSITAS LARUTAN
[Link] PERCOBAAN
1. Memahami adanya gaya gesekkan yang dialami benda uang bergerak
dalam fluida
2. Memahami perilaku fluida
3. Menentukan koefisien kekentalan (viskositas) fluida kental
[Link] dan BAHAN
Alat yang di gunakan :
1. Gelas kimia
2. Bola bola kecil ( kelereng )
3. Mikrometer skrup / jangka sorong
4. Stop watch
5. Neraca analitik
6. Corong gelas
7. Viskometer
Bahan yang di gunakan :
1. Minyak goreng
2. Parafin
3. Etanol
[Link] TEORI
Aliran fluida yang merupakan gesekan antara molekul-molekul cairan satu
dengan yang lain disebut sebagai viskositas cairan. Viskositas cairan dapat
dikelompokkan ke dalam dua tipe. laminar atau aliran kental, yang secara umum
menggambarkan laju aliran kecil melalui sebuah pipa dengan garis tengah kecil
dan turbulen yang menggambarkan laju aliran yang besar melalui pipa dengan
diameter yang lebih besar. Koefisien viskositas secara umum dapat ditentukan
dengan metode Oswald dan falling ball. Dari kedua metode ini, berdasarkan
percobaan yang telah dilakukan hasil metode Oswald lebih akurat dibanding
falling ball. Seperti koefisien viskositas dari etanol yang diperoleh sebesar 0,003
poise.
Viskositas adalah ukuran tahanan (resistensi) dari suatu cairan untuk
mengalir. Rheologi berasal dari bahasa Yunani yaitu rheo dan logos. Rheo berarti
mengalir, dan logos berarti ilmu. Sehingga rheologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi erat kaitannya dengan
viskositas. Viskositas merupakan suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk
mengalir, semakin tinggi viskositas, semakin besar tahanannya untuk mengalir.
Viskositas dinyatakan dalam simbol .
Pada zat cair, jarak antarmolekul jauh lebih kecil dibanding padagas,
sehingga kohesi molekuler di situ kuat sekali. Peningkatan temperatur mengurangi
kohesi molekuler, dan ini diwujudkan berupa berkurangnyaviskositas [Link]
karena itu, pada zat cair dapatlah ditentukan angkakekentalannya dengan
menggunakan viskositas benda yang dijatuhkan padafluida. Misalnya dengan
menjatuhkan kelereng.
Pada dasarnya penentuan angka kekentalan atau koefisien viskositas ()
dengan menggunakan rumus Stokes sangatlah [Link] saja untuk itu
secara teknis diperlukan kelereng dari bahan yang amatringan, misalnya dari
aluminium, serta berukuran kecil, misalnya dengan jari- jari sekitar 1cm saja.
Menurut system newton, Viskositas mula-mula diselidiki oleh Newton, yaitu
dengan mensimulasikan zat cair dalam bentuk tumpukan kartu. zat cair
diasumsikan terdiri dari lapisan-lapisan molekul yang sejajar satu sama lain.
Lapisan terbawah tetap diam, sedangkan lapisan di atasnya bergerak dengan
kecepatan konstan, sehingga setiap lapisan akan bergerak dengan kecepatan yang
berbanding langsung dengan jaraknya terhadap lapisan terbawah yang tetap.
Perbedaan kecepatan (dv) antara dua lapisan yang dipisahkan dengan jarak (dx)
adalah (dv/dx) atau kecepatan geser (rate of share). Sedangkan gaya satuan luas
yang dibutuhkan untuk mengalirkan zat cairan tersebut adalah (F/A) atau
Shearing stress.
F'/A= dv/dx
atau
=(F'A)/(dvdx).
Viskositas () merupakan perbandingan antara Shearing stress (F/A) dan
Rate of shear (dv/dx). Satuan viskosit adalah poise atau dyne detik cm -2.
Cairan Newton adalah cairan yang mengikuti hukum Newton di mana nilai
shearing stress sebanding dengan nilai rate of shear (kecepatan geser), sehingga
viskositasnya tetap pada suhu ddan tekanan tertentu dan tidak tergantung kepada
kecepatan geser, jadi viskositasnya cukup ditentukan pada satu kecepatan geser.
Menurut Stokes, kekentalan terjadi apabila ada benda jatuh atau bergerak dalam
fluida (khusus benda bentuk bola). Maka kekentalan fluida dapat diukur dengan
persamaan:
= m/v
rV bola = 4/3 . 3
F = m.
mg. FAch r- 6 = m. dv/dx
bvbg - fvfg r- 6 = m. dv/dx
r4/3 . 3bg r- 4/3 . 3fg r- 6 = m. dv/dx
r4/3 . 3(b-f)g r- 6 = m. dv/dx
Ada beberapa viskometer yang sering digunakan untuk menentukan
viskositas suatu larutan yaitu:
1. Viskometer oswald : untuk menentukan laju alir kapiler
2. Viskometer hopper : untuk menentukan laju bola dalam cairan
3. Viskometer silinder purtar : untuk menentukan satu dari dua silinder yang
konsentris sudut tertentu
Viskositas oswald
Pada viskometer oswald yang diukur adalah waktu yang dinutuhkan
oleh sejumlah cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya
yang disebabkan oleh berat cairan itu sediri.
Pengukuran viskositas ini menggunakan pembanding air, hal ini
dimaksudkan untuk mengurangi kesalahan pengkuran nilai.
Viskositas cairan menggunakan viskometer oswald dapat ditentukan
dengan menggunakan persamaan:
4
R ( Pt )
8 VL
, sehingga didapat bila menggunakan pembanding
Viskositas air adalah
R (Pt )
8 VL
8 VL
4
R (Pt )
( Pt )
= (Pt )
Pt
Pt
Dimana : P = densitas x konstanta
Viskometer hoppler
Pada viskometer hoppler yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan
oleh sebuah bola untuk melewati cairan pada jarak atau ketinggian tertentu,
karena adanya gaya gravitasi benda yang jatuh melalui medium yang
berviskositas dengan kecepatan yang semakin besar sampai mencapai
kecepatan maksimum
Kecepatan maksimum akan dicapai bila gaya gravitasi (g) sama dengan
gaya tahan medium (f). Besarnya gaya tahan (friksi) untuk benda yang
berbentuk bola oleh stokes dirumuskan :
f = 6rv
Dimana:
f = friksi
= viskositas
R = jari-jari
V = kecepatan
Pada kesetimbangan gaya ke bawah oleh (m-mo)g sehingga, 6rv = (mmo)g atau =
(mm ) g
6 rv
Dimana:
m= massa bola logam
mo= masssa cairan yang dipindahkan oleh bola logam
g = gravitasi
TEORI TAMBAHAN
Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang
merupakan gesekan antara molekul molekul cairan satu dengan yang lain.
Suatu jenis cairan yang mudah mengalir dapat dikatakan memiliki viskositas
yang rendah, dan sebaliknya bahan bahan yang sulit mengalir dikatakan
memiliki viskositas yang tinggi.
Pada hukum aliran viskos, Newton menyatakan hubungan antara gaya
gaya mekanika dari suatu aliran viskos sebagai : Geseran dalam ( viskositas )
fluida adalah konstan sehubungan dengan [Link] tersebut
berlaku untuk fluida Newtonian, dimana perbandingan antara tegangan geser
(s) dengan kecepatan geser (g) nya konstan. Parameter inilah yang disebut
dengan viskositas.
Aliran viskos dapat digambarkan dengan dua buah bidang sejajar yang
dilapisi fluida tipis diantara kedua bidang tersebut. Suatu bidang permukaan
bawah yang tetap dibatasi oleh lapisan fluida setebal h,sejajar dengan suatu
bidang permukaan atas yang bergerak seluas A. Jika bidang bagian atas itu
ringan, yang berarti tidak memberikan beban pada lapisan fluida dibawahnya,
maka tidah ada gaya tekan yang bekerja pada lapisan fluida. Suatu
gaya F dikenakan pada bidang bagian atas yang menyebabkan bergeraknya
bidang atas dengan kecepatan konstan v, maka fluida dibawahnya akan
membentuk suatu lapisan lapisan yang saling [Link] lapisan
tersebut akan memberikan tegangan geser (s) sebesar F/A yang seragam,
dengan kecepatan lapisan fluida yang paling atas sebesar v dan kecepatan
lapisan fluida paling bawah sama dengan nol. Maka kecepatan geser (g) pada
lapisan fluida di suatu tempat pada jarak y dari bidang tetap, dengan tidak
adanya tekanan fluida.
Konsep Viskositas
Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki
tingkat kekentalan yang berbeda. Viskositas alias kekentalan sebenarnya
merupakan gaya gesekan antara molekul-molekul yang menyusun suatu fluida.
Jadi molekul-molekul yang membentuk suatu fluida saling gesek-menggesek
ketika fluida tersebut mengalir. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena
adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan
dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh tumbukan antara molekul.
Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air.
Sebaliknya, fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir, contohnya minyak
goreng, oli, madu dkk. Hal ini bisa dibuktikan dengan menuangkan air dan
minyak goreng di atas lantai yang permukaannya miring. Pasti air ngalir lebih
cepat daripada minyak goreng atau oli. Tingkat kekentalan suatu fluida juga
bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin kurang kental zat
cair tersebut. Misalnya ketika ibu menggoreng paha ikan di dapur, minyak
goreng yang awalnya kental menjadi lebih cair ketika dipanaskan. Sebaliknya,
semakin tinggi suhu suatu zat gas, semakin kental zat gas tersebut.
Perlu diketahui bahwa viskositas alias kekentalan cuma ada pada fluida
riil (rill = nyata). Fluida riil/nyata tuh fluida yang kita temui dalam kehidupan
sehari-hari, seperti air, sirup, oli, asap knalpot, dan lainnya. Fluida riil berbeda
dengan fluida ideal. Fluida ideal sebenarnya tidak ada dalam kehidupan seharihari. Fluida ideal hanya model yang digunakan untuk membantu kita dalam
menganalisis aliran fluida (fluida ideal ini yang kita pakai dalam pokok
bahasan Fluida Dinamis). Mirip seperti kita menganggap benda sebagai benda
tegar, padahal dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya tidak ada benda yang
benar-benar tegar/kaku. Tujuannya sama, biar analisis kita menjadi lebih
sederhana.
Satuan Sistem Internasional (SI) untuk koofisien viskositas adalah
Ns/m = Pa.s (pascal sekon). Satuan CGS (centimeter gram sekon) untuk si
koofisien viskositas adalah dyn.s/cm2 = poise (P). Viskositas juga sering
dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100 P. Satuan poise digunakan
untuk mengenang seorang Ilmuwan Perancis, almahrum Jean Louis Marie
Poiseuille (baca : pwa-zoo-yuh).
1 poise = 1 dyn . s/cm2 = 10-1 N.s/m2
2
Setiap zat cair mempunyai karakteristik yang khas, berbeda satu zat cair
dengan zat cair yang lain. Salah satunya adalah viskositas. Viskositas
merupakan tahanan yang dilakukan oleh suatu lapisan fluida terhadap suatu
lapisan lainnya. Sifat viskositas ini dimiliki oleh setiap fluida, gas, atau cairan.
Viskositas suatu cairan murni adalah indeks hambatan aliran cairan. Aliran
cairan dapat dikelompokan menjadi dua yaitu aliran laminar dan aliran
turbulen. Aliran laminar menggambarkan laju aliran kecil melalui sebuah pipa
dengan garis tengah kecil. Sedangkan aliran turbulen menggambarkan laju
aliran yang besar dengan diameter pipa yang besar. Penggolongan ini
berdasarkan bilangan Reynoldnya.
Viskositas menentukan kemudahan suatu molekul bergerak karena
adanya gesekan antar lapisan material. Karenanya viskositas menunjukkan
tingkat ketahanan suatu cairan untuk mengalir. Semakin besar viskositas maka
aliran akan semakin lambat. Besarnya viskositas dipengaruhi oleh beberapa
faktor seperti temperatur, gaya tarik antar molekul dan ukuran serta jumlah
molekul terlarut. Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda
memiliki tingkat kekentalan yang berbeda. Pada zat cair, viskositas disebabkan
karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis).
Sedangkan dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh tumbukan antara
molekul.
Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air.
Sebaliknya, fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir, contohnya minyak
goreng, oli, madu dll. Tingkat kekentalan fluida dinyatakan dengan koefisien
viskositas (h). Kebalikan dari Koefisien viskositas disebut fluiditas, , yang
merupakan ukuran kemudahan mengalir suatu fluida.
Viskositas cairan adalah fungsi dari ukuran dan permukaan molekul,
gaya tarik menarik antar molekul dan struktur cairan. Tiap molekul dalam
cairan dianggap dalam kedudukan setimbang, maka sebelum sesuatu lapisan
melewati lapisan lainnya diperlukan energy tertentu. Sesuai hokum distribusi
Maxwell-Boltzmann, jumlah molekul yang memiliki energy yang diperlukan
untuk mengalir, dihubungkan oleh factor e-E/RT dan viskositas sebanding dengan
e-E/RT. Secara kuantitatif pengaruh suhu terhadap viskositas dinyatakan dengan
persamaan empirik,
h = A e-E/RT
A merupakan tetapan yang sangat tergantung pada massa molekul
relative dan volume molar cairan dan E adalah energi ambang per mol yang
diperlukan untuk proses awal aliran
Viskositas cairan juga dapat ditentukan berdasarkan jatuhnya benda
melalui medium zat cair, yaitu berdasarkan hukum Stokes. Dimana benda bulat
dengan radius r dan rapat d, yang jatuh karena gaya gravitasi melalui fluida
dengan rapat dm/db, akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi sebesar :
F1 = 4/3 r3 ( d-dm ) g
Macam-macam viskositas menurut Lewis (1987):
1. Viskositas dinamik, yaitu rasio antara shear, stress, dan shear rate. Viskositas
dinamik disebut juga koefisien viskositas.
2. Viskositas kinematik, yaitu viskositas dinamik dibagi dengan densitasnya.
Viskositas ini dinyatakan dalam satuan stoke (St) pada cgs dan m/s pada SI.
3. Viskositas relative dan spesifik , pada pengukuran viskositas suatu emulsi atau
suspense biasanya dilakukan dengan membandingkannya dengan larutan
murni.
Faktor- fator yang mempengaruhi viskositas adalah (Bird, 1987):
1. Tekanan
Viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan, sedangkan viskositas gas tidak
dipengaruhi oleh tekanan.
2. Temperatur
Viskositas akan turun dengan naiknya suhu, sedangkan viskositas gas naik
dengan naiknya suhu.
3. Kehadiran zat lain
Penambahan gula tebu meningkatkan viskositas air.
4. Ukuran dan berat molekul
Viskositas naik dengan naiknya berat molekul.
5. Kekuatan antar molekul . Viskositas air naik dengan adanya ikatan hydrogen.
IV.
LANGKAH KERJA
1. Mempersiapkan alat dan bahan
2. Mengukurlah diameter bola ( kelereng ) dengan menggunakan jangka
sorong dan micrometer skrup
3. Menimbanglah massa bola ( kelereng ) dengan menggunakan neraca
4. Menyiapkan stopwatch
5. Menyiapkan minyak goreng sebanyak 45 ml
6. Memasukan minyak goreng ke dalam viskometer lalu memasukan bola
(4 kali percobaan)
7. Menggunakan bola yang berbeda
8. Ukurlah jarak jatuh bola dari batas atas gelang karet bagian atas
sampai dibatas bawah
9. Mengulangi percobaan 5,6,7 dan 8 untuk sampel parafin dan etanol
Tabel bola, diameter dalam bol 15,94 0,01
No
Bahan Bola
Bol
Densitas
Diameter
Tetapan K
Pengukura
(grm/cm3)
Bola (mm)
(mPa.s.cm3/grs)
n mPas
a
1
Gelas boron silika
2,2
15,81 0,01
0,07
atau cP
0,5-10
Gelas boron silika
2,2
15,3 0,05
0,09
9-100
Alloy besi nikel
8,1
15,6 0,055
0,09
40-700
Alloy besi nikel
8,1
15,2 1
0,7
150-5000
Alloy besi nikel
8,1
14,0 0,5
1500-
Alloy besi nikel
8,1
11,0 1
35
50000
>7500
Gelas boron silika
2,2
15,91
Gas
G3
Gelas boron silika
2,2
0,022
15,30
0,4
20-200
G4
Gelas boron silika
2,2
14,40
3,4
150-1500
Perhitungan viskositas dinamil dalam satuan mPas digunakan rumus :
= K (-)t
K = kosntanta bola mPa.s.cm3/g.s (lihat tabel)
= densitas bola grm/cm3 (lihat tabel)
= densitas sampel (grm/cm3)
T= waktu bola jatuh dari tanda batas atas sampai tanda batas bawah
(detik) konversi viskositas kinematik digunakan persamaan :
V =
Diiman:
V = viskositas kinematik (mm2/detik), 1 mm2/detik = 1cSt
= viskositas dinamik (mPa/s)
= densitas sampel (gr/cm3)
V.
DATA PENGAMATAN
Bola besi
Diameter bola
Jari-jari bola
Berat bola
Volume bola
bola
: 1,565 cm
: 0,7825 cm
: 16,2789 gram
: 2,006 cm3
: 8,115gr/cm3
Bola silika
Diameter bola
Jari-jari bola
Berat bola
Volume bola
bola
:1,585 cm
:0,7925 cm
: 4,5996 gram
: 2,084cm3
: 2,207gr/cm3
MenggunakanViskometer Hoppler
Sampel
Minyak
Rata-rata
Sampel
Etanol
Rata-rata
Sampel
Paraffin
Rata-rata
VI.
Bola Besi
( t = sekon )
33,43
34,11
34,16
33,35
33,7625
Bola Besi
( t = sekon )
2,10
2,11
2,00
2,01
2,055
Bola Besi
( t = sekon )
27,41
27,49
28,50
28,34
27,935
Bola Silika
( t = sekon )
12,13
11,36
12,50
12,40
12,0975
Temperature
Bola Silika
( t = sekon )
10,53
10,70
10,51
10,66
10,6
Temperature
Bola Silika
( t = sekon )
158
157
156
159
157,5
Temperature
PERHITUNGAN
2
2 ( bola zat cair ) g . r
=
9
v
A. Viskositas Minyak Goreng
1. Bola besi
25oC
25oC
25oC
v=
s
t
v=
10 cm
33,76 s
v =2,96.10
m
s
2 ( bola zat cair ) g . r
=
9
v
3
( 8,1150,9 ) kg 3 .10 3 dm3 .10 m2 .(0,007825 m)2
2
dm
m
s
=
9
m
2,96. 103
s
=331,665
kg
m. s
=331,665
N
.s
m2
=331,665 pascal . s
=33,166 poise .... (viskositas dinamik)
(dinamik )
zat cair
33,166 poise
0,9 gr cm
3
g
cm. s
=
0,9 gr cm
33,166
Cm2
=36,80
sekon
=36,80 stoke ........ (viskositas kinematik)
2. Bola silika
s
v=
t
v=
0,1 m
739,2 s
v =1,352.10
m
s
2 ( bola zat cair ) g . r
=
9
v
3
( 2,2070,9 ) kg3 . 103 dm3 . 10 m2 .(0,007925 m)2
2
dm
m
s
=
9
m
1,352. 104
s
=1.349,22
kg
m. s
=1.349,22
N
.s
m2
=1.349,22 pascal . s
=134,922 poise
.... (viskositas dinamik)
(dinamik )
zat cair
134,922 poise
0,9 gr cm
3
g
cm. s
0,9 gr cm
134,922.
=
=149,91
Cm 2
sekon
=149,91 stoke ........ (viskositas kinematik)
B. Viskositas Etanol
1. Bola besi
s
v=
t
v=
0,1 m
2,055 s
v =0,048
m
s
2 ( bola zat cair ) g . r
=
9
v
3
( 8,1150,788 ) kg 3 .10 3 dm3 .10 m2 .(0,007825 m)2
2
dm
m
s
=
9
m
0,048
s
=20,77
kg
m. s
=20,77
N
.s
m2
=20,77 pascal . s
=2,077 poise
.... (viskositas dinamik)
(dinamik )
zat cair
2,077 poise
0,788 gr cm
g
cm . s
=
0,788 gr cm
2,077 .
=2.635
Cm2
sekon
=2.635 stoke ........ (viskositas kinematik)
2. Bola silika
s
v=
t
v=
0,1 m
10,6 s
v =0,00943
m
s
2 ( bola zat cair ) g . r
=
9
v
3
( 2,2070,788 ) kg3 . 103 dm3 . 10 m2 .(0,007925 m)2
2
dm
m
s
=
9
m
0,00943
s
=21
kg
m. s
=21
N
.s
m2
=21 pascal. s
=2.1 poise .... (viskositas dinamik)
(dinamik )
zat cair
2,1 poise
0,788 gr cm
g
cm . s
=
0,9 gr cm
2,1 .
=2,33
Cm2
sekon
=2,33 stoke ........ (viskositas kinematik)
C. Viskositas Parafin
1. Bola besi
s
v=
t
v=
0,1 m
27,93 s
v =0,00358
m
s
2 ( bola zat cair ) g . r
=
9
v
3
( 8,1150,84 ) kg3 . 103 dm3 . 10 m2 .( 0,007825 m)2
2
dm
m
s
=
9
m
0,00358
s
=276,5
kg
m. s
=276,5
N
.s
m2
=276,5 pascal . s
=27,65 poise .... (viskositas dinamik)
(dinamik )
zat cair
27,65 poise
0,84 gr cm
3
g
cm . s
=
0,84 gr cm
27,65 .
=30,72
Cm 2
sekon
=30,72 stoke ........ (viskositas kinematik)
2. Bola silika
s
v=
t
v=
0,1 m
157,5 s
v =0,000634
m
s
2 ( bola zat cair ) g . r
9
v
3
( 2,2070,84 ) kg 3 .10 3 dm3 .10 m2 .(0,007925 m)2
2
dm
m
s
=
9
m
0,000634
s
=300,5
kg
m. s
=300,5
N
.s
m2
=300,5 pascal . s
=30,05 poise .... (viskositas dinamik)
=
(dinamik )
zat cair
30,05 poise
0,84 gr cm
3
g
cm . s
=
0,84 gr cm
30,05 .
=35,77
Cm
sekon
=35,77 stoke ........ (viskositas kinematik)
VII.
ANALISA DATA
Percobaan ini bertujuan untuk menentukan kekentalan fluida. Sampel yang
kami gunakan adalah minyak goreng, paraffin dan etanol. Viskositas adalah
ukuran resistensi zat cair untuk mengalir. Viskositas bola bergantung pada waktu
tempuh bola dan jenis bola yang digunakan.
selain itu, kekentalan fluida dan massa bola berbanding lurus dengan
kecepatan benda untuk menempuh suatu jarak tertentu sehingga nilai koefisien
viskositas zat cair akan dipengaruhi 2 hal tersebut. Dan waktu yang ditempuh
dapat diketahui dari kekentalan fluida tersebut. Semakin lama waktunya maka
semakin kental fluida tersebut. Sedangkan suhu berbanding terbalik dengan massa
jeni zat. Semakin tinggi suhu maka semakin kecil massa jenis zatnya. Hal ini di
sebabkan karena ketika suhu meningkat pada zat cair akan bergerak cepat yang di
akibatkan oleh tumbukan antar molekul, akibatnya molekul-molekul dalam zat
cair akan meregang dan massa jenisnya akan semakin kecil.
Pada saat memasukkan zat cair ke dalam viskometer, di harapkan agar tidak
terdapat gelembung agar aliran fluida tidak terganggu oleh gelembung yang akan
mengakibatkan waktu yang akan di peroleh tidak efisien dan tidak sesuai dengan
waktu yang seharusnya.
Kesalahan dalam percobaan ini di pengaruhi oleh ketidakjernian suatu
sampel yang mengakibatkan pengamat sulit untuk melihat laju bola dengan jelas,
pada saat bola hampir mendekati batas yang telah di tentukan terdapat gaya tarik
antar bola besi dan holding magnet, kesalahan saat pemberhentian stowatch.
Suatu zat memiliki kemampuan tertentu sehingga suatu padatan yang di
masukkan kedalamnya mendapat tekanan yang mengakibatkan peristiwa gesekan
antar permukaan padatan tersebut dengan zat cir. Sebagai contoh pada saat
memasukan bola kecil ke dalam zat cair, bola tersebut mula-mula terlihat menurun
dengan cepat kemudian mengalami perlambatan hingga mencapai gerak lurus
beraturan. Gerakan bola kecil tersebut menjelaskan bahwa adanya suatu
kemampuan yang di miliki suatu zat cair sehingga kecepatan bola berubah. Mulamula mengalami percepatan yang di pengaruhi oleh massa benda tetapi dengan
sifat kekentalan cairan maka besarnya kecepatan bola akan semakin kecil dan
akhirnya nol. Dari data yang di dapat koefisien viskositas secara beruntut adalah
minyak goreng, paraffin dan etanol. Hasil ini sesuai dengan ketentuan fisik yang
ada. Etanol mempunyai nilai viskositas terkecil karena karakteristik dari etanol
memang jernih dan tidak kental.
VIII.
KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat kesimpulan bahwa :
Viskositas adalah ukuran tahanan (resistensi) dari suatu cairan untuk
mengalir.
Viskositas tergantung pada waktu yang digunakan untuk menempuh suatu
jarak tertentu.
Viskositas zat cair memiliki gaya penghalang bagi benda yang masuk,
gaya ini di sebut gaya stokes.
Bila bola yang memiliki massa jenis, di lepaskan tanpa kecepatan awal di
atas permukaan fluida kental, maka bola tersebut bergerak kebawah
dengan kecepatan konstan.
viskositas fluida yang merupakan gesekan antara molekul-molekul cairan
satu dengan yang lain.
Untuk menentukan koefisien viskositas dapat dilakukan dengan metode
Oswald dan metode falling ball.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
- Suhu
- Berat jenis
- Waktu tempuh
- Jenis bola
- Kekuatan antar molekul
DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet instrumentasi pengukuran jurusan teknik kimia program studi
teknik energi politeknik negeri sriwijaya 2014/2015
[Link]
[Link]
Atkins, [Link] Fisika jilid [Link]:Erlangga
[Link]
[Link]
[Link]
GAMBAR ALAT
Viscometer Hoppler dan Kotak Bola
Gelas Kimia
Jangka Sorong
Coronggelas
Stopwatch
gelas
Corong
Gelas Ukur
LAPORAN PRAKTIKUM
INSTRUMENTASI DAN PENGUKURAN
VISKOSITAS LARUTAN
DISUSUN OLEH :
Nama
Fitriyani
061340411646
Kelas
3 EGB
Dosen Pembimbing
Yuniar, S.T., [Link].
NIM
JURUSAN TEKNIK KIMIA
PRODI TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2014-2015