100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
510 tayangan3 halaman

Metode Rasional untuk Debit Puncak

Metode rasional adalah metode tertua untuk menghitung debit puncak sungai dengan daerah pengaliran terbatas. Rumusnya menggunakan koefisien pengaliran, intensitas hujan, dan luas daerah pengaliran. Metode ini hanya berlaku untuk daerah pengaliran kecil di bawah 5000 ha karena asumsi curah hujan merata.

Diunggah oleh

DwyAshter
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
510 tayangan3 halaman

Metode Rasional untuk Debit Puncak

Metode rasional adalah metode tertua untuk menghitung debit puncak sungai dengan daerah pengaliran terbatas. Rumusnya menggunakan koefisien pengaliran, intensitas hujan, dan luas daerah pengaliran. Metode ini hanya berlaku untuk daerah pengaliran kecil di bawah 5000 ha karena asumsi curah hujan merata.

Diunggah oleh

DwyAshter
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode Rasional

Metode rasional merupakan mrumus tertua yang terkenal diantara rumus-rumus


empiris. Metode rasional dapat digunakan untuk menghitung debit puncak sungai
atau saluran namun dengan daerah pengaliran yang terbatas
Menrut Goldman (1986) dalam Suripin (2004) , Metode Rasional dapat digunakan
untuk daerah pengaliran < 300 ha. Menurut Ponce (1989) dalam Bambang T
(2008), Metode Rasional dapat digunakan untuk daerah pengaliran < 2,5 Km 2.
Dalam Departemen PU, SK SNI M-18-1989-F (1989), dijelaskan bahwa Metode
Rasional dapat digunakan untuk ukuran daerah pengaliran < 5000ha.
Daalam Asdak (2002), dejelaskan jika ukuran daerah pengaliran >300 ha, maka
ukuran daerah pengaliran perlu dibagi menjadi beberapa bagian sub daerah
pengliran kemudian Rumus Rasional diaplikasikan pada masing-masing sub daerah
pengaliran.
Dalam Montarcih (2009) dijelaskan jika ukuran daerah pengaliran >5000 ha, maka
koefisien pengaliran (C) bias dipecah-pecah sesuai tata guna lahan dan luas lahan
yang bersangkutan. Dalam Suripin (2004) dijelaskan penggunaan Metode Rasional
pada daerah pengaliran dengan beberapa sub daerrah pengaliran dapat dilakukan
dengan pendekatan nilai C gabungan atau C rata-rata dan intensitas hujan
dihitung berdasarkan waktu konsentrasi yang terpanjang.
Rumus umum dari Metode Rasional adalah :
Q = 0,278 x C x I x A
Dimana
Q = Debit puncak limpasan permukaan ( m3/detik)
C = Angka pengaliran
A = Luas daerah pengaliran (Km2)
I = Intensitas curah hujan (mm/jam)
Metode Rasional diatasa merupakan asumsi sebagai berikut:

(1)

1. Hujan yang terjadi mempunyai intensitas seragam dan merata diseluruh


daerah pengaliran selama paling sedikit sama dengan waktu konsentrasi (t c)
daerah pengliran.
2. Periode ulang debit sama dengan periode ulang hujan.
3. Koefisien pengaliran dengan darah pengaliran yang sama adalah tetap untuk
berbagai periode ulang.
Jika persamaan (1) dipergunakan untuk menghitung debit rencana dengan
berbagai periode ulang maka notasinya sebagai berikut:
QT = 0,278 x C x IT x A
Dimana
QT = debit puncak limpasan permukaan dengan periode ulang T tahun atau debit
rencana dengan periode ulang T tahun (m 3/detik)
IT = intensitas curah hujan dengan periode ulang T tahun (mm/jam)
Besarnya nilai tc dapat dihitung dengan beberapa rumus, diantaranya:
1. Rumus Kirpich

0,87 x L2
t c=
1000 x s

0,385

Dimana

tc

= waktu konsentrasi (jam)

= panjang lintasan air dari titik terjauh sampai titik yang ditinjau (Km)

= kemiringan rata-rata daerah lintasan air

2. Waktu konsentrasi dapat juga dihitung dengan membedakannya menjadai


daua komponen yaitu :

t c =t 0 +t d ( me nit)

2
n
dengan :t 0= x 3.28 x L x
3
S
t d=

Ls
(menit)
60 x V

Dimana
n = angka kekasaran permukaan lahan (lihat table 4.1)
S = kemiringan lahan
L = panjang lintasan aliran diatas permukaan lahan (m)
Ls = panjang lintasan aliran didalam saluran / sungai (m)
V = Kecepatan aliran didalam sungai (m/detik)

Anda mungkin juga menyukai