Pengaruh Cahaya pada Ukuran Pupil
Pengaruh Cahaya pada Ukuran Pupil
KELOMPOK 10
HENDRA
: 140410069
OKTAVIA DARU
: 140410223
AGUS CAHYADI
: 140410284
SYAMSUL HIDAYAT
: 140410292
SVINJANIF
: 140410152
DOSEN :
SRI ZETLI, S.T.
NOFRIANI FAJRAH, S.T.
LABORATORIUM ERGONOMI
UNIVERSITAS PUTERA BATAM
2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia dan lingkungan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat
1.2
Perumusan Masalah
1.4
Batasan Masalah
1. Pembuatan visual display hanya berdasarkan dari contrast sensivity.
2. Objek yang dibaca hanya segitiga dan lingkaran yang berwarna hitam
dan putih, sedangkan background color yang digunakan adalah
Orange, kuning, biru, merah, ungu, coklat, hijau tua, hijau muda.
3. Percobaan contrast sensitivity hanya dilakukan pada salah satu
anggota kelompok yang memiliki kemampuan visual terbaik.
4. Display yang dirancang bertemakan inspirational quotes.
1.5
Sistematika Penulisan
Laporan ini terbagi atas enam bab yang tersusun secara sistematis agar
BAB 1
PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang dari visualisasi
dan display, perumusan masalah, tujuan, batasan-batasan
masalah serta sistematika penulisan laporan.
2
BAB 2
LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang berkaitan
dengan visualisasi dan display yang diambil atau dikutip
dari
berbagai
buku
referensi
dan
internet
serta
METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini menjelaskan tentang langkah-langkah dalam
praktikum yang telah dilaksanakan dalam laporan ini.
BAB 4
BAB 5
ANALISIS
Berisi
analisis
terhadap
data
yang
telah
dihitung
PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan yang dapat diambil dari
tujuan praktikum yang telah dilaksanakan, serta saran yang
berdasarkan dari batasan masalah untuk mendapatkan hasil
yang lebih baik pada praktikum yang akan datang.
BAB 2
LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan materi yang mendasari tentang display seperti pengertian
display, visual display, bagian-bagian mata dan lain-lain.
2.1
Display
Display adalah bagian dari lingkungan yang perlu memberikan informasi
kepada pekerja agar tugas-tugasnya menjadi lancar. Arti informasi di sini cukup
luas menyangkut semua rangsangan yang di terima oleh semua indera manusia
baik langsung ataupun tidak langsung, biasanya berbentuk energi, seperti cahaya,
suara, panas, tekanan, gelombang, dan lain-lain. Jarum penunjuk speedometer,
keadaan jalan raya memberikan informasi ke mata pengemudi sepeda motor
sehingga
bisa mengemudikan
sepeda motor
dengan baik,
suatu peta
Display dinamis
Display dinamis adalah display yang menggambarkan perubahan
menurut waktu sesuatu dengan variabelnya. Contohnya mikrosop dan
speedometer.
2.
Display statis
Display statis merupakan informasi tentang suatu yang tidak
bergantung terhadap waktu, misalnya yang menggambarkan suatu
kota.
2.2
Visual Display
Pekerjaaan dapat dengan mudah memahami suatu display, maka setiap
Penginderaan Visual
Penginderaan visual berhubungan dengan organ penglihatan serta
terletak dalam bantalan lemak pada bagian depan dilindungin oleh kelopak mata
dan ditempatkan lain dengan tulang orbita. Bola mata terdiri atas (Haeny, 2009) :
1. Dinding mata, terdiri dari :
a. Kornea dan sclera
b. Selaput khoroid, korpus siliaris, iris dan pupil
2. Medium tempat cahaya lewat, terdiri dari :
a. Kornea
b. Acquenous humour
c. Lensa
d. Vitreous humour
3. Jaringan nervosa, terdiri dari :
a. Sel-sel saraf pada retina
b. Serat saraf yang menjalar melalui sel-sel ini
bening yang disebut kornea. Kornea merupakan selaput yang tembus cahaya,
melalui kornea kita dapat melihat membran pupil dan iris. Bagian dalam kornea
ada iris dan pupil. Iris berfungsi mengatur bukaan pupil secara otomatis menurut
jumlah cahaya yang masuk ke mata. Iris berwarna merah karena mengandung
pigmen, warna dari iris bervariasi sesuai dengan jumlah pigmen yang terdapat di
dalamnya, makin banyak kandungan pigmen makin gelap iris. Pupil berfungsi
untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata, dalam keadaan terang bukaan pupil
akan kecil, sedangkan dalam keadaan gelap bukaan pupil akan membesar.
Diameter bukaan pupil berkisar antara 2 sampai 8 mm (Haeny, 2009).
Selaput khoroid adalah lapisan berpigmen diantara sklera dan iris,
fungsinya memberikan nutrisi. Korpus siliaris merupakan lapisan yang tebal,
berbentuk seperti cincin yang terbentang dari ora serata sampai ke iris. Fungsinya
adalah untuk terjadinya akomodasi, proses muskulus siliaris harus berkontraksi
(Haeny, 2009).
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina.
Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatu tepat pada
bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh, lensa mata akan menipis.
Sedangkan untuk melihat objek yang dekat, lensa mata akan menebal. Lensa
terletak antara iris dan kornea. Terpisah oleh acqueous humou. Acqueous humou
adalah suatu cairan yang komposisinya serupa dengan cairan serebrospinal.
Demikian pula antara lensa mata dan bagian belakang mata terisi semacam cairan
kental. Vitreous humour adalah suatu cairan kental yang mengandung air dan
inukopolisakarida. Cairan ini bekerja bersama-sama lensa mata untuk
membiaskan cahaya sehingga tepat jatuh pada fovea atau dekat fovea.
Bagian penting mata lainnya adalah retina. Retina adalah bagian saraf
mata, tersusun atas sel-sel saraf dan serat-seratnya. Sel-sel saraf terdiri atas sel
saraf bentuk batang dan kerucut. Sel saraf bentuk batang sangat peka cahaya tetapi
tidak dapat membedakan warna, sedangkan sel saraf kerucut kurang peka terhadap
cahaya tetapi dapat membedakan warna. Sel saraf bentuk batang tersebar
7
sepanjang retina sedangkan sel saraf kerucut terkonsentrasi pada fovea dan
mempunyai hubungan tersendiri dengan saraf optic (Heany, 2009).
Terdapat dua buah bintik pada retina yaitu bintik kuning (fovea) fan bintik
buta (blind spot). Pada bintik kuning (fovea) terdapat sejumlah sel daraf kerucut
sedangkan pada bintik buta tidak terdapat sel saraf batang maupun kerucut. Suatu
objek dapat dilihat dengan jelas apabila bayangan objek tersebut tepat jatuh pada
fovea.
Dalam hal ini lensa mata akan bekerja otomatis untuk memfokuskan
bayangan objek tersebut sehingga tepat jatuh pada bagian fovea (Haeny, 2009).
2.3.2 Proses Pembentukan Citra
Proses kerja mata manusia diawali dengan masuknya cahaya melalui
bagian kornea yang kemudian dibiaskan oleh acqueous humour kearah pupil.
Pada bagian pupil, jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata dikontrol secara
otomatis, dimana untuk jumlah cahaya yang banyak, bukaan pupil akan mengecil
sedangkan untuk cahaya yang sedikit bukaan pupil akan membesar.
Pupil akan meneruskan cahaya ke bagian lensa mata dan oleh lensa mata
cahaya difokuskan ke bagian retina melalui vitreus humour. Cahaya atau objek
yang telah difokuskan pada retina, merangsang sel saraf batang dan kerucut untuk
bekerja dan hasil kerja ini diteruskan ke sel saraf optik, ke otak dan kemudian
otak bekerja untuk penglihatan dalam suasana kurang cahaya, misalnya pada
malam hari. Sedangkan sel saraf kerucut bekerja untuk penglihatan dalam suasana
terang, misalnya pada siang hari (Haeny, 2009).
2.3.4
yang terdiri dari kornea, cairan mata, lensa, badan kaca atau panjang bola mata
sehingga bayangan benda dibiaskan tidak tepat didaerah macula lutea tanpa
bantuan akomodasi. Keadaan ini disebut ametropia yang dapat berupa miopia,
hipermiopoia, atau astigmatisma (Haeny, 2009)
2.4
10
yang pertama kali berubah, sekitar 0,25. Daerah tersebut dapat berubah dengan
suatu faktor sebesar 1:16 dan ketidak-adaan adaptasi yang datang dari penerimapenerima cone dan rods. Proses yang terjadi kemudian kira-kira berlangsung dari
20 sampai 30 menit dari cahaya terang sampai gelap. Adaptasi dari gelap ke
terang biasanya berlangsung tidak lebih dari 2 menit. Hasil akhirnya menyatakan
bahwa jangkauan dari penerangan terhadap objek-objek dapat dilihat adalah
sangat besar 1:1011 (Numianto, 1996)
Penerangan dari suatu objek tergantung dari suatu terang yang ada
disekelilingnya, dimana mata dapat menerima suasana tersebut. Oleh karena itu,
lampu-lampu jalan dapat membuat suatu perbedaan besar untuk lampu-lampu
yang berada pada daerah yang berbahaya seperti persimpangan, sebab mata telah
menerima tingkat cahaya sekeliling yang sangat sedikit dan suasana terang tadi
dapat menimbulkan perhatian seseorang. Terangnya lampu-lampu yang berada
dalam ruangan akan membuat proyeksi dari slide dan layar bioskop menjadi lebih
terang. Sebagai contoh lampu panggung yang ada dalam suatu gedung
pertunjukan.
2.4.3
dan
contrast
dapat
mempengaruhi
performance
dari
11
beroperasi sekitar 300 lux. Peningkatan kontras mungkin salah satu cara yang
lebih efektif dalam upaya meningkatkan kemampuan daya lihat. Masalah-masalah
cahaya yang menyilaukan adalah pada tingkat illuminasi yang lebih besar dari
1000 lux (bergantung pada reflektivitas permukaan) (Nurmianto, 1996).
2.4.4 Unit-Unit yang dihubungkan dengan Pencahayaan
Kita seharusnya memperhatikan beberapa prinsip dasar dari pengukuran
cahaya sebelum memperhatikan efek-efek pencahayaan pada ketajaman
penglihatan. Alat pengukuran cahaya yang khusus dan mempunyai response
spectral sejenis dengan mata manusia seharusnya digunakan untuk tujuan ini.
1. Illuminance
Tingkat pencahayaan biasanya diukur dalam istilah illuminancei atau
penerangan, yaitu flux-flux yang berpendar dari suatu sumber cahaya yang
dipancarkan pada suatu permukaan per luas permukaan. Pengkuran
dilakukan dengan meletakkan penerangan yang dianjurkan untuk ruanganruangan berawan untuk permukaan
=
= I(
I ( ) cos Y
d2
= I(
cos cos Y
h2
(cos )3
h2
(2.1)
Nilai-nilai untuk illuminasi yang disarankan untuk suatu jangkauan
yang luas dari tugas-tugas yang diberikan dalam Australian standard AS
12
L3 L
L3
(2.3)
(didefinisikan oleh Weston)
Dimana L1 lebih terang dari luminansi dan L0 lebih gelap dari daerah
luminasi.
3. Peta Snellen
Peta Snellen adalah peta standard untuk pengukuran ketajaman
visual (Nurmianto, 1996). Biasanya dibaca pada 6 meter garis teratas dan
seharusnya dapat dibaca oleh seseorang dengan penglihatan normal pada
jarak 60 meter sedangkan garis-garis lainnya didesain untuk dapat dibaca
oleh orang-orang dengan penglihatan normal pada jarak 36, 24, 18, 12, 9,
6, 4, 3 dan 2 meter.
Daya lihat 6/6 diperkirakan normal (20/20 dalam imperial). 6/12
artinya manusia hanya dapat membaca pada jarak 6 meter dimana orang
13
rata-rata dapat membaca pada 12 meter. Pengujian daya lihat pada peta
snellen bergantung pada illuminasi yang seharusnya distandarisasi.
Perhatian bahwa pencahayaan dan kontras juga mempengaruhi
kecepatan
pemahaman.
Hal
ini
sering
diujikan
dalam
suatu
Regresi Linear
Pengetahuan tentang regresi ini dianggap perlu, karena pada saat
pengolahan data, teori ini akan dipergunakan. Teori ini juga bisa digunakan untuk
mengetahui suatu nilai dalam kegiatan peramalan.
Menurut para persamaan regresi adalah suatu persamaan matematik, yang
memungkinkan kita meramalkan nilai-nilai suatu peubah bebas. Dalam masalah
regresi ini, yang dibahas adalah masalah peramalan atau pendugaan nilai peubah
tak bebas Y berdasarkan nilai peubah X, dalam hal ini nilai dari X ini telah
diketahui sebelumnya (Walpole, 1995).
Persamaan regresi dapat dicari dari sekumpulan data yang diplot terlebih
dahulu, barulah kemudian dicari nilai dari peubah-peubah dalam persamaan
berikut :
=a+ b x
(2.4)
Persamaan diatas merupakan persamaan garis lurus, dari situ yang dapat
ditentukan adalah nilai b dan a, baru kemudian nilai y.
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
14
Flowchart
Studi Literatur
Studi literatur berisi tentang teori yang mendukung praktikum visualisasi
dan display. Teori tersebut diambil atau bersumber pada buku-buku yang
berhubungan dengan visualisasi dan display serta meteri yang ada pada internet.
3.3
Perumusan Masalah
15
didapatkan pada saat praktikum yaitu pengambilan data visual acuity dengan
membaca contrast sensitivity dengan menghitung luminansi minimum yang
digunakan untuk menebak set kartu yang terdiri dari objek dan background
colour, dan nilai exposure time dengan menghitung kecepatan dan ketepatan
warna yang keluar pada layar komputer dilaboratorium. Data yang telah
didapatkan dari praktikum kemudian diolah dengan menentukan besarnya nilai,
luminous contarast, contrast ratio, hubungan luminous contrast terhadap tiap
warna objek dan warna dasar, rasio kesalahan tebak warna, visual angle, visual
acuity, dan regeresi linier untuk luminous contrast dan exposure time.
3.5
Analisis
Analisis yang dilakukan terhadap pengolahan data yang telah didapatkan
Penutup
Penutup berisikan kesimpulan yang didapatkan selama praktikum.
Pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis yang berdasarkan dari tujuan
pembuatan laporan tersebut serta saran yang diharapkan bisa membangun untuk
kedepannya untuk didasarkan pada perumusan dan batasan masalah.
BAB 4
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini berisikan rekaputulasi pengumpulan data dari praktikum yang
16
telah dilakukan untuk menentukan nilai contrast sensitivity, exposure time, dan
visual acuity.
4.1
Pengumpulan data
Data yang diperoleh dari perakitan terdiri dari contrast sensitivity,
Lmax
No
Background
Colour
Orange
6,2
2,6
3,6
2,4
Kuning
0,7
1,5
1,3
1,3
Biru
0,6
0,2
1,2
4,3
Merah
2,5
4,3
6,8
6,8
Ungu
7,3
4,4
9,5
1,2
Coklat
6,7
6,7
7,9
0,7
Hijau Tua
3,2
1,3
6,7
Hijau Muda
8,5
0,7
0,2
0,4
Putih
Hitam
1073
17
Hitam
Ungu
Kuning
Merah
Biru
Hijau
Merah
Kuning
Biru Tua
Marah
Hitam
Biru
Hijau
Kuning
Biru Tua
Ungu
Biru
Hijau
Marah
Ungu
1,48
1,21
1,64
1,68
1,43
1,52
1,19
1,16
1,42
1,21
1,43
1,41
1.28
1,27
1,16
1,55
1,27
1,38
1,15
1,61
Pengolahan Data
Data yang diperoleh pada saat praktikum akan dilakukan perhitungan dan
pengolahan data yang berkaitan dengan perhitungan nilai contrast sensitivity dan
exposure time.
4.2.1 Perhitungan Contrast Sensitivity
Berdasarkan nilai contras sensitivity yang telah diperoleh maka ditentukan
nilai Luminious Contrast dan Contrast Ratio nya dengan menggunakan
persamaan:
18
Luminious Contrast ( LC )=
Contrast Ratio=
Lmax Lmin
Lmax
Lmax
Lmin
Keterangan:
Lmax
= Luminasi maksimum
Lmin
= Luminasi minimum
Contoh Perhitungan:
1. Latar orange (objek segitiga)
LC =
CR=
Lmax 1073
=
=173,06
Lmin 6,2
CR=
Lmax 1073
=
=412,69
Lmin 2,6
19
Contoh Perhitungan:
1. Latar orange (objek segitiga)
LC=
CR=
Lmax 1073
=
=298,06
Lmin 6,2
CR=
Lmax 1073
=
=447,08
Lmin 2,4
20
Orange
6,2
2,6
Kuning
0,7
1,5
Biru
0,6
0,2
Merah
2,5
4,3
Ungu
7,3
4,4
Coklat
6,7
6,7
Hijau Tua
3,2
1,3
Hijau Muda
8,5
0,7
Tu
a
Segitiga
Lingkaran
Hi
jau
er
ah
M
Or
an
ge
Lumious Contrast
8.5
9
8
7.3
6.7
6.7
7 6.2
6
5
4.3 4.4
4
3.2
2.5
3 2.6
1.5
2
1.3
0.7 0.6
0.7
1
0.2
0
Background Color
Gambar 4.1 Grafik Batang Hubungan Contrast terhadap LC untuk Set Kartu
Warna Objek Putih.
21
7.3
6.7
6.7
6.2
4.3
2.6
4.4
3.2
1.3
2.5
1.5
0.2
0.7
0.6
Tu
a
0.7
Segitiga
Lingkaran
Hi
jau
er
ah
Or
an
ge
Lumious Contrast
8.5
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Background Color
Gambar 4.2 Grafik Garis Hubungan Contrast terhadap LC untuk Set Kartu
Warna Objek Putih.
[Link] Luminious Contrast untuk Set Kartu Warna Hitam
Nilai LC untuk set kartu warna hitam akan disajikan dalam bentuk grafik
batang dan grafik garis.
Tabel 4.6 LC untuk Set Kartu Warna Hitam
Luminious Contrast
Background
Hitam
No
Colour
1
Orange
3,6
2,4
Kuning
1,3
1,3
Biru
1,2
4,3
Merah
6,8
6,8
Ungu
9,5
1,2
Coklat
7,9
0,7
Hijau Tua
1,0
6,7
Hijau Muda
0,2
0,4
22
Tu
a
Segitiga
Lingkaran
Hi
jau
Or
an
er
ah
ge
Lumious Contrast
9.5
10
9
7.9
8
6.8
6.7
7
6
4.3
5
4 3.6
3 2.4
1.31.2
2
1.2
0.7 1 0.4
1
0.2
0
1.3
6.8
Background Color
Gambar 4.3 Grafik Batang Hubungan Contrast tehadap LC untuk Set Kartu
Warna Objek Hitam.
9.5
7.9
6.8
6.7
6.8
4.3
3.6
2.4
1.3
1.2
0.2
0.7 1 0.4
Segitiga
Lingkaran
Hi
jau
er
ah
Tu
a
1.2
Or
an
ge
Lumious Contrast
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Background Color
Gambar 4.4 Grafik Garis Hubungan Contrast terhadap LC untuk Set Kartu
Warna Objek Hitam.
4.2.2 Hubungan Contrast dengan Warna Dasar
Nilai Luminious contrast (LC) yang telah didapat disajikan dalam bentuk
tabel untuk objek segitiga dan objek lingkaran.
23
Orange
6,2
3,6
Kuning
0,7
1,3
Biru
0,6
1,2
Merah
2,5
6,8
Ungu
7,3
9,5
Coklat
6,7
7,9
Hijau Tua
3,2
1,0
Hijau Muda
8,5
0,2
4.3
Orange
2,6
2,4
Kuning
1,5
1,3
Biru
0,2
4,3
Merah
4,3
6,8
Ungu
4,4
1,2
Coklat
6,7
0,7
Hijau Tua
1,3
6,7
Hijau Muda
0,7
0,4
24
1.8
1.6
1.4
1.2
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
ng
u
U
H
ija
u
ng
u
Operator (Svinjanif)
Ku
ni
ng
Exposure Time
1,48
1,21
1,64
1,68
1,43
1,52
1,19
1,16
1,42
1,21
1,43
1,41
1.28
1,27
1,16
1,55
1,27
1,38
1,15
1,61
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Warna Muncul
Gambar 4.5 Grafik Batang Hubungan Warna Latar dengan Exposure Time
Svinjanif
25
2
1.5
1
Exposure Time
0.5
Operator
(Svinjanif)
H
ija
u
Ku
ni
ng
Warna Muncul
Gambar 4.6 Grafik Garis Hubungan Warna Latar dengan Exposure Time
Svinjanif.
4.3.2 Rasio Kesalahan Tebak Warna
Pengujian untuk mendapatkan nilai exposure time operator menebak
warna yang muncul pada software yang digunakan. sehingga dapat diketahui
jumlah betul dan salah serta rasio kesalahan tiap operator.
Tabel 4.10 Rasio Kesalahan Tebak Warna Svinjanif
Jumlah
Jumlah
Jumlah
No
Warna
muncul
Betul
Salah
Rasio
Kesalahan
2
3
3
4
3
3
2
0
0
0,67
0,25
0,33
0
0,5
1
2
3
4
5
6
7
Hitam
Ungu
Kuning
Merah
Biru
Hijau
Biru Tua
2
3
1
3
2
3
1
0
0
2
1
1
0
1
0.8
0.6
Rasio Kesalahan
0.4
0.2
Hi
ta
Operator
(Svinjanif)
Warna
Gambar 4.7 Grafik Batang Hubungan Warna Latar terhadap Tingkat Kesalahan
26
Operator.
0.8
0.6
0.4
Rasio Kesalahan
0.2
Hi
ta
Operator
(Svinjanif)
Warna
Gambar 4.8 Grafik Garis Hubungan Warna Latar Terhadap Tingkat Kesalahan
Operator.
4.4
Visual Angle=
1
Visual Angle
3438 x H
D
Keterangan:
D = jarak objek dari mata
H = tinggi objek.
Dikarenakan untuk praktikum visual acuity ini tidak dilakukan maka tidak
ada data yang dapat digunakan untuk contoh perhitungan.
4.5
Regresi Linier
Nilai LC dan CR yang telah diperoleh pada praktikum akan dibandingkan
0,99422
2
0,99934
8
0,99944
1
0,99767
0
0,99319
7
0,99375
6
0,99701
8
0,99207
8
0,997577
0,998602
0,999814
0,995993
0,995899
0,993756
0,998788
0,999348
Contoh perhitungan:
a = yy - b xy = 0,99584 (-0,00057360*4,5) = 0,99842
28
i =1
b =
i=1
i=1
( )( )
n x i y i
n
xi
n x 2i
i=1
yi
[ ]
n
xi
( 835,82619 ) ( 367,966729 )
2
( 8204)(36 )
i=1
= -0,00057360
1) Orange
Y = a + bx = 0,99842 + (-0,00057360*1) = 0,99785
2) Kuning
Y = a + bx = 0,99842 + (-0,00057360*2) = 0,99728
1.00200
1.00000
0.99800
0.99600
Nilai
0.99400
0.99200
Luminious Contrast
Regresi Linier
0.99000
Tu
a
H
ija
u
M
er
ah
O
ra
ng
e
0.98800
Warna Kartu
Gambar 4.9 Grafik Batang Regresi Linier LC untuk Objek Segitiga Putih
1.00200
1.00000
0.99800
0.99600
0.99200
Luminious Contrast
Regresi Linier
0.99000
Tu
a
H
ija
u
M
er
ah
0.98800
O
ra
ng
e
Nilai
0.99400
Warna Kartu
29
Gambar 4.10 Grafik Garis Regresi Linier LC untuk Objek Segitiga Putih
Tabel 4.13 Rekapitulasi Regresi Linier untuk Objek Lingkaran Putih
Contoh perhitungan:
a = yy - b xy = 0,99747 (-0,00005880*4,5) = 0,99774
n
i =1
b =
( )( )
n x i y i
n
xi yi
i=1
n x 2i
i=1
i=1
2
[ ]
n
i=1
xi
( 835,90652 ) (367,97978 )
(8204)(36 2)
= -0,00005880
1) Orange
Y = a + bx = 0,99774 + (-0,00005880*1) = 0,99768
2) Kuning
Y = a + bx = 0,99774 + (-0,00005880*2) = 0,99762
30
0. 0.
0
0
0
1
99 99 .99 .99 .99 .00
00 20 40 60 80 00
O
0
0
0
0
0
0
ra
ng
e
Luminious Contrast
H
ija
u
Tu
a
Regresi Linier
M
er
ah
Nilai
Warna Kartu
Luminious Contrast
H
ija
u
Tu
a
Regresi Linier
M
er
ah
Nilai
0. 0. 0. 0. 0. 1.
9
9
9
9
9
0
O 900 920 940 960 980 000
ra
0
0
0
0
0
ng 0
e
Gambar 4.11 Grafik Batang Regresi Linier LC untuk Objek Lingkaran Putih
Warna Kartu
Gambar 4.12 Grafik Garis Regresi Linier LC untuk Objek Lingkaran Putih
2. Objek warna hitam
Tabel 4.14 Rekapitulasi LC untuk Objek Warna Hitam
Luminious Contrast
Background
Hitam
Colour
Orange
0,996645
0,997763
Kuning
0,998788
0,998788
Biru
0,998882
0,995993
31
Merah
0,993663
0,993663
Ungu
0,991146
0,998882
Coklat
0,992637
0,999348
Hijau Tua
0,999068
0,993756
Hijau Muda
0,999814
0,999627
Contoh perhitungan:
a = yy - b xy = 0,99633 (0,00002774*4,5) = 0,99621
n
( )( )
n x i y i
i =1
b =
i=1
n x 2i
i=1
xi
i=1
2
[ ]
n
i=1
xi
yi
( 835,86906 )( 367,97064 )
(8204)( 362)
= 0,00002774
1) Orange
Y = a + bx = 0,99621 + (0,00002774*1) = 0,99623
2) Kuning
Y = a + bx = 0,99621 + (0,00002774*2) = 0,99626
32
Luminious Contrast
Tu
a
H
ija
u
M
er
ah
Regresi Linier
O
ra
ng
e
Nilai
1.00200
1.00000
0.99800
0.99600
0.99400
0.99200
0.99000
0.98800
0.98600
Warna Kartu
Gambar 4.13 Grafik Batang Regresi Linier LC untuk Objek Segitiga Hitam
Luminious Contrast
H
ija
u
Tu
a
Regresi Linier
M
er
ah
O
ra
ng
e
Nilai
1.00200
1.00000
0.99800
0.99600
0.99400
0.99200
0.99000
0.98800
0.98600
Warna Kartu
Gambar 4.14 Grafik Batang Regresi Linier LC untuk Objek Segitiga Hitam
Tabel 4.16 Rekapitulasi Regresi Linier untuk Objek Lingkaran Hitam
33
Contoh perhitungan:
a = yy - b xy = 0,99723 (0,00003772*4,5) = 0,99706
n
( )( )
n x i y i
i =1
b =
i=1
n x 2i
i=1
xi
i=1
yi
[ ]
n
i=1
xi
( 835,90177 )( 367,97782 )
( 8204)(36 2)
= 0,00003772
1) Orange
Y = a + bx = 0,99706 + (0,00003772*1) = 0,99710
2) Kuning
Luminious Contrast
H
ija
u
Tu
a
Regresi Linier
M
er
ah
Nilai
0. 0.
0
0
0
1
99 99 .99 .99 .99 .00
00 20 40 60 80 00
O
0
0
0
0
0
0
ra
ng
e
Warna Kartu
Gambar 4.15 Grafik Batang Regresi LC untuk Objek Lingkaran Hitam
34
Luminious Contrast
H
ija
u
Tu
a
Regresi Linier
M
er
ah
0. 0. 0. 0. 0. 1.
9
9
9
9
9
0
O 900 920 940 960 980 000
ra
0
0
0
0
0
ng 0
e
Nilai
Warna Kartu
Gambar 4.16 Grafik Garis Regresi Linier LC untuk Objek Lingkaran Hitam
4.5.2 Regresi Linier Contrast Ratio
Berdasarkan rumus regresi linier yang ada, dapat dihitung regresi linier
untuk hasil perhitungan contrast ratio. Kemudian hasil perhitungan regresi linier
tersebut disajikan dalam bentuk grafik batang dan grafik garis.
1. Objek warna putih
Tabel 4.17 Tabel Rekapitulasi CR untuk Objek Warna Putih
Contrast Ratio
Background
Putih
Colour
Orange
173,06
412,69
Kuning
1532,86
715,33
Biru
1788,33
5365,00
Merah
429,20
249,53
Ungu
146,99
243,86
Coklat
160,15
160,15
Hijau Tua
335,31
825,38
Hijau Muda
126,24
1532,86
35
Contoh perhitungan:
a = yy - b xy = 586,5173 (-136,69397269*4,5) = 1201,64017
n
i =1
b =
i=1
i=1
( )( )
n x i y i
xi
n x 2i
i=1
yi
[ ]
n
xi
( 815373,4757 )( 364692,14 )
(8204)(362 )
i=1
= -136,69397269
1) Orange
Y = a + bx = 1201,64017 + (-136,69397269*1) = 1064,9462
2) Kuning
Y = a + bx = 1201,64017 + (-136,69397269*2) = 928,2522
Nilai
2000.00
1800.00
1600.00
1400.00
1200.00
1000.00
800.00
600.00
400.00
200.00
0.00
Orange
Cantrast Ratio
Regresi Linier
Biru
Warna Kartu
36
Gambar 4.17 Grafik Batang Regresi Linier CR untuk Objek Segitiga Putih
Cantrast Ratio
H
ija
u
Tu
a
M
er
ah
Regresi Linier
O
ra
ng
e
Nilai
2000.00
1800.00
1600.00
1400.00
1200.00
1000.00
800.00
600.00
400.00
200.00
0.00
Warna Kartu
Gambar 4.18 Grafik Garis Regresi Linier CR untuk Objek Segitiga Putih
Contoh perhitungan:
a = yy - b xy = 1188,102 (-86,05730035*4,5) = 1575,35975
n
i =1
b =
( )( )
n x i y i
n
xi yi
i=1
n x 2i
i=1
i=1
2
[ ]
n
i=1
xi
( 839157,2617 )( 369504,82 )
(8204 )(36 2)
37
= -86,05730035
1) Orange
Y = a + bx = 1575,35975 + (-86,05730035*1) = 1489,3024
2) Kuning
Y = a + bx = 1575,35975 + (-86,05730035*2) = 1403,2451
6000.00
5000.00
4000.00
Nilai
3000.00
Contrast Ratio
2000.00
Regresi Linier
1000.00
0.00
Orange
Biru
Warna Kartu
Gambar 4.19 Grafik Batang Regresi Linier CR untuk Objek Lingkaran Putih
Contrast Ratio
ng
u
Regresi Linier
U
O
ra
ng
e
Nilai
6000.00
5000.00
4000.00
3000.00
2000.00
1000.00
0.00
Warna Kartu
Gambar 4.20 Grafik Garis Regresi Linier CR untuk Objek Lingkaran Putih
2. Objek warna hitam
Tabel 4.20 Tabel Rekapitulasi CR untuk Objek Warna Hitam
Background
Contrast Ratio
Colour
Hitam
38
Orange
298,06
447,08
Kuning
825,38
825,38
Biru
894,17
249,53
Merah
157,79
157,79
Ungu
112,95
894,17
Coklat
135,82
1532,86
Hijau Tua
1073,00
160,15
Hijau Muda
5365,00
2682,50
Contoh perhitungan:
a = yy - b xy = 1107,771 (409,36678142*4,5) = -734,37913
n
i =1
b =
i=1
i=1
( )( )
n x i y i
xi
n x 2i
i=1
[ ]
n
xi
yi
( 857073,1748 ) ( 368862,17 )
(8204 )(36 2)
i=1
= 409,36678142
1) Orange
Y = a + bx = -734,37913 + (409,36678142*1) = -325,0123
2) Kuning
Y = a + bx = -734,37913 + (409,36678142*2) = 1403,2451
39
6000.00
5000.00
4000.00
3000.00
Nilai
2000.00
Contrast Ratio
1000.00
Regresi Linier
Tu
a
H
ija
u
O
ra
ng
e
-1000.00
M
er
ah
0.00
Warna Kartu
Gambar 4.20 Grafik Batang Regresi Linier CR untuk Objek Segitiga Hitam
6000.00
5000.00
4000.00
3000.00
Nilai
2000.00
Contrast Ratio
1000.00
Regresi Linier
Tu
a
H
ija
u
O
ra
ng
e
-1000.00
M
er
ah
0.00
Warna Kartu
Gambar 4.21 Grafik Garis Regresi Linier CR untuk Objek Segitiga Hitam
Tabel 4.22 Rekapitulasi Regresi Linier untuk Objek Lingkaran Hitam
40
Contoh perhitungan:
a = yy - b xy = 868,684 (201,28665696*4,5) = -37,10620
n
( )( )
n x i y i
i =1
b =
i=1
n x 2i
i=1
xi
i=1
yi
[ ]
n
i=1
xi
( 839726,6547 )( 366949,47 )
(8204)( 362)
= 201,28665696
1) Orange
Y = a + bx = -37,10620 + (201,28665696*1) = 164,1805
2) Kuning
Y = a + bx = -37,10620 + (201,28665696*2) = 84,3544
3000.00
2500.00
2000.00
Nilai
1500.00
Contrast Ratio
1000.00
Regresi Linier
500.00
0.00
Orange
Biru
Warna Kartu
Gambar 4.21 Grafik Batang Regresi Linier CR untuk Objek Lingkaran Hitam
41
3000.00
2500.00
2000.00
1500.00
Nilai
1000.00
Contrast Ratio
500.00
Regresi Linier
Tu
a
H
ija
u
M
er
ah
O
ra
ng
e
0.00
Warna Kartu
Gambar 4.22 Grafik Garis Regresi Linier CR untuk Objek Lingkaran Hitam
42
BAB 5
ANALISIS
Bab ini berisikan analisis mengenai perhitungan terhadap exposure time,
dan contrast sensitivity serta analisis terhadap perancangan display dan aplikasi
display.
5.1
persepsi seseorang dan menentukan tingka kesalahan yang terjadi pada operator.
Data exposure time yang didapatkan berasal dari data software yang menampilkan
informasi mengenai warna-warna yang ditampilkan oleh layar computer. Data
exposure time ini bertujuan untuk mengukur tingkat kecepatan operator dalam
melihat warna yang di tampilkan sehingga dapat diketahui jumlah kesalahan yang
terjadi dari 20 kali percobaan yang dilakukan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi data yang telah dilakukan dapat diketahui
bahwa banyak terjadi kesalahan pada operator dalam menentukan warna yang
muncul pada layar computer. Hasil dari pengamatan operator bisa menebak 15
warna yang benar dari 20 warna yang ditampilkan. Hal ini disebabkan karna
keterbatasan kemampuan operator dalam mempersepsikan warna yang muncul
pada layar dikarnakan terlalu cepatnya pergantian warna yang terjadi sehingga
menyebabkan banyaknya terjadi kesalahan dalam menentukan warna objek yang
diamati dan kesulitan dalam membedakan warna yang hampir sama.
5.2
didapatkan dari data hasil praktikum yang dilakukan diruangan gelap yang
bertujuan untuk menentukan objek yang diamati dengan pelataranya. Objek yang
diamati berupa segitiga putih, segitiga hitam, lingkaran putih dan lingkaran hitam.
Praktikum dilakukan dengan pemberian sinar dengan tingkat pencahayaan tertentu
untuk menentukan nilai L min praktikum yang berkaitan dengan batas
43
sensitivity yang didapatkan dari hasil praktikum visual display yang telah
dilakukan. Semakin kecil nilai L min yang didapatkan maka semakin baik display
yang dirancang tersebut. Nilai L min terkecil didapatkan pada objek lingkaran
putih dengan latar biru dan objek segitiga hitam dengan latar hijau muda. Nilai
contrast sensitivity di pengaruhi oleh besarnya L min yang didapatkan. Semakin
kecil nilai L min yang didapatkan maka contrast sensitivity yang didapatkan akan
semakin besar. Nilai contrast sensitivity yang semakin besar menunjukan bahwa
semakin mudah seorang operator untuk membedakan kekontrasan warna antara
objek dan pelataran yang ada pada display tersebut. Berdasarkan hasil tersebut,
maka display yang dirancang objeknya dominan bewarna putih dengan palataran
biru dan objek hitam dengan pelataran bewarna hijau muda agar informasi yang
disampaikan oleh display tersebut dapat dengan jelas tersampaikan kepada
operator.
44
BAB 6
KESIMPULAN
Penutup berisi kesimpulan yang di dapatkan selama praktikum,
pengumpulan data dan pengolahan data, dan anlisis yang berdasarkan dari tujuan
pembuatan laporan tersebut serta saran yang diharapkan bisa membangun untuk
kedepannya yang didasarkan kepada batasan masalah.
6.1
Kesimpulan
Setelah melakukan pengolahan data dan analisis data dari hasil praktikum,
Saran
Saran berisikan kritik terhadap hasil-hasil dta yang diolah dari hasil
46