BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Visi :
Menjadi perusahaan produsen scaffolding kelas dunia
1.2 Misi :
1) Menghasilkan produk-produk yang inovatif, berkualitas dan ramah lingkungan
2) Menghasilkan produk low cost dengan kualitas bersaing
3) Memberikan akses yang mudah dan pelayanan prima kepada pelanggan
1.3 Motto
Kepuasan pelanggan dan kepercayaan adalah modal utama kami
1.4 Jargon
Kuat, Anti Karat
1.5 Kelayakan Usaha
Pengertian perancah, menurut Peraturan Menakertrans No1 Per/Men/1980
tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan, perancah
(scaffolding) adalah bangunan peralatan (platform) yang dibuat untuk sementara dan
digunakan sebagai penyangga tenaga kerja, bahan-bahan serta alat-alat pada setiap
pekerjaan konstruksi bangunan termasuk pekerjaan dan pemeliharaan. Perancah sudah
mulai dibuat dan digunakan sejak manusia ingin membangun sesuatu yang lebih tinggi
daripada yang mereka capai, dan sebagian besar cukup aman dipakai. Dalam
perkembangan, C.J Wilshere (1983) menemukan bahwa perancah dapat digunakan
mulai proyek kecil seperti bangunan rumah sederhana, hingga bangunan jembatan
utama. ([Link] 2016)
Scaffolding mempunyai beberapa fungsi diantaranya sebagai struktur
sementara untuk menahan beton yang belum mampu memikul beratnya sendiri (pada
pelaksanaan pengecoran). Scaffolding juga berfungsi sebagai struktur sementara untuk
membantu pelaksanaan pemasangan bata,plesteran,pengecatan. Selain itu scaffolding
memiliki 2 fungsi yang lain yaitu sebagai Support (menyediakan tatakan elevasi yang
mampu menahan suatu beban tertentu pada sebuah area tertentu) dan sebagai Access
(akses atau akomodasi bagi para pekerja bangunan). ([Link] 2016)
Melihat perkembangan dunia konstruksi di Indonesia bertumbuh pesat dari
waktu ke waktu, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Kegiatan
konstruksi banyak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi
Jawa tengah. Latar Belakang Proyek-proyek konstruksi yang bertumbuh ini, dapat
menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu juga menciptakan peluang usaha sebagai
penyedia bahan-bahan material. Salah satunya adalah pabrik produksi perancah atau
scafolding. ([Link] 2016)
Secara lengkap kinerja perekonomian Pemerintah Kabupaten Magelang telah
dipublikasikan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Magelang. Pertama, laju
pertumbuhan ekonomi mencapai 5,60%. Dengan pertumbuhan sebesar itu,
menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 10.814 miliar.
Jika dibagi dengan jumlah penduduk, maka pendapatan per kapita penduduk
Kabupaten Magelang 2014 sebesar 8.851.975 rupiah. Pendapatan per kapita itu
meningkat 10,86% daripada tahun sebelumnya yang sebesar 7.984.901 rupiah. Kedua,
secara sektoral donasi terbesar disumbang oleh sektor industri pengolahan (18,71%);
pertanian (27,83%); perdagangan, hotel, dan restoran (15,16%); pertambangan dan
penggalian (11,9%); konstruksi (10,2%); jasa-jasa (10,5%), keuangan, realestat, dan
jasa perusahaan (7,2%); pengangkutan dan komunikasi (6,6%); dan listrik, gas, dan air
bersih (0,8%). Data ini memerlihatkan sektor industri dan pertanian (dalam arti luas)
masih menjadi penyokong terbesar ekonomi nasional. Dan juga memperlihatkan
bahwa masih terdapat banyak peluang usaha di sektor industri di Kabupaten Magelang.
([Link] 2016)
Kelebihan dari penggunaan scaffolding yang paling utama adalah faktor
keamanan. Jika Anda adalah orang yang terlibat dalam setiap jenis bangunan atau
pekerjaan konstruksi yang memerlukan penggunaan perancah, maka keselamatan
harus selalu menjadi faktor paling penting dalam pikiran Anda, Keselamatan bagi
siapa saja yang mendirikan bangunan, mengubah atau membongkar Perancah, dan
keamanan bagi pekerja. Dengan keamanan yang lebih terjamin, akan lebih dapat
meyakinkan para kontraktor untuk selalu menggunakan scaffolding khususnya merek
Jaya Mandiri. ([Link] 2016)
Dalam proses pembangunan di Kabupaten Magelang dapat dikatakan berhasil.
Lingkungan usaha di Magelang merupakan yang paling kondusif dibandingkan
kabupaten/kota di Jawa Tengah lainnya dengan angka 85,68. Tingginya indeks pilar
lingkungan usaha di Kota Magelang didorong oleh kemudahan perizinan usaha dan
faktor daya tarik investasi yang relatif tinggi. Dan juga UMR Kabupaten Magelang
pada tahun 2016 sebesar Rp. 1.410.000 yang relatif dapat dijangkau perusahaan.
Dengan SDM yang tinggi dan UMR yang relatif masih renda, perusahaan akan
mencapai prestasi yaitu produk scaffolding berkualitas dengan harga terjangkau.
([Link] 2016)
Pabrik scaffolding lain yang mencapai kesuksesan diantaranya PT. Farrelindo
Bangun Konstruksi, PT. Jaya Wijaya Utama, PT. Wahana Inti Logam, PT. Tangga
Mas Jaya Makmur, PT. Indosteger Jaya Perkasa.
Pada awal pendirian mungkin akan mengalami kesulitan. Namun itu tidak akan
menjadi masalah jika kerjasama dan membangun relasi dengan perusahaan lain
berjalan dengan baik.
Dari sekian faktor-faktor pendukung pentingnya perancah dalam bidang
bangunan, maka usaha produksi ini layak dicoba dan ditekuni sebagai usaha yang
menjanjikan. Sebagai pembanding usaha yang serupa, pabrik perancah yang sadah ada
sebelumnya masih memiliki berbagai macam kendala dan kelemahan. Diantaranya
ketidaksesuaian pekerjaan antara tiap karyawan, ketidakdisiplinan karyawan dan
kendala eksternal seperti ketidakpuasan custumer (pelanggan) dikarenakan kualitas
perancah yang kurang begitu bagus dan masih cukup mahal. Namun, semua hal itu
dapat teratasi produksi perancah yang berkualitas, harga terjangkau dan pelayanan
yang memuaskan terhadap pelanggan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teoritis
2.1.1 Pengertian Perancah
Perancah merupakan konstruksi sementara
yang memungkinkan
pelaksanaan konstruksi permanen setelahnya. Dalam perkembangan, C.J
Wilshere (1983) menemukan bahwa perancah dapat digunakan mulai proyek kecil
seperti bangunan rumah sederhana, hingga bangunan jembatan utama. Perancah
sudah mulai dibuat dan digunakan sejak manusia ingin membangun sesuatu yang
lebih tinggi daripada yang mereka capai, dan sebagian besar cukup aman dipakai.
Pengertian
perancah,
menurut
Peraturan
Menakertrans
No1
Per/Men/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi
Bangunan, perancah (scaffold) adalah bangunan peralatan (platform) yang dibuat
untuk sementara dan digunakan sebagai penyangga tenaga kerja, bahan-bahan
serta alat-alat pada setiap pekerjaan konstruksi bangunan termasuk pekerjaan dan
pemeliharaan.
Sedangkan perancah menurut Heinz Frick dan Pujo. L Setiawan ( 2007 ),
perancah adalah konstruksi dari batang bambu, kayu, atau pipa baja yang didirikan
ketika suatu gedung sedang dibangun untuk menjamin tempat kerja yang aman
bagi tukang yang membangun gedung, memasang sesuatu, atau mengadakan
pekerjaan pemeliharaan.
2.1.2 Bahan Scaffolding
1) Besi
Besi adalah bahan teknik yang memiliki kekuatan yang tinggi. Oleh karena
itu besi banyak digunakan untuk keperluan membuat alat dan mesin pertanian.
Contoh alat dan mesin yang terbuat dari besi yaitu alat pengering, mesin perontok
padi, dan lain-lain. Namu besi memiliki kelemahan yaitu mudah berkarat. Oleh
karena itu besi akan dilapisi cat maupung penangkal atau penghambat korosi.
Gambar 2.1 Besi
Sumber : [Link] 2016
2) Cat
Cat adalah produk yang digunakan untuk melindungi dan memperindah
(protective & decorative) suatu objek atau permukaan dengan melapisinya
menggunakan suatu lapisan berpigmen maupun tidak berwarna (pernis). Cat dapat
digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk menghasilkan karya
seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan industri (industrial coating),
bantuan pengemudi (marka jalan), atau pelindung (untuk mencegah korosi atau
kerusakan oleh air).
Gambar 2.2 Cat
Sumber : [Link] 2016
2.1.3 Alat Produksi Scaffolding
1) Alat pemotong besi
Mesin yang bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat,
atau dapat juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil
pemotongan, merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja yang
bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan lain-lain (Raffix,
2010).
Mesin didesain untuk dapat menghasilkan kecepatan sekitar 11000 15000
rpm. Dengan kecepatan tersebut batu gerinda, yang merupakan komposisi
aluminium oksida dengan kekasaran serta kekerasan yang sesuai, dapat
menggerus permukaan logam sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan.
Dengan kecepatan tersebut juga, mesin gerinda juga dapat digunakan untuk
memotong benda logam dengan menggunakan batu gerinda yang dikhususkan
untuk memotong (Alif, 2010)
Gambar 2.3 Mesin Pemotong Besi
Sumber : [Link] 2016
Spesifikasi :
a. Merk : Makita
b. Harga : Rp. 2.100.000
c. Daya Listrik : 2000 Watt
d. Berat : 20 kg
e. Kec tanpa beban : 3800 rpm
2) Alat Las Listrik
Las busur listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan
menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan
disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair,
demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada
ujungnya dan merambat terus sampai habis. Logam cair dari elektroda dan dari
sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua
logam yang akan disambung, kemudian membeku dan tersambunglah kedua
logam tersebut.
Gambar 2.4 Las Listrik
Sumber : [Link] 2016
Spesifikasi Alat :
a. Merk : Cigweld
b. Harga : Rp. 1.000.000
c. Daya Listrik : 900 Watt
d. Berat : 5 kg
3) Alat untuk cat (Spray)
Gambar 2.5 Alat untuk cat (Spray)
Sumber : [Link] 2016
Spesifikasi :
a. Merk : Kentaro
b. Harga : Rp. 150.000
c. Kapasitas : 400 cc
d. Berat : 0,5 kg
4) Mesin bubut
Mesin Bubut atau Lathe Machine adalah suatu Mesin perkakas yang
digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu
proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar
benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi
sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja
disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak
umpan.
Gambar 2.6 Mesin bubut
Sumber : [Link] 2016
Spesifikasi :
a. Merk : Krisbow
b. Harga : Rp. 51.000.000
c. Dimensi : 1770 X 580 X 1270 MM
d. Berat : 655 kg
5) Truk Pengangkut
Untuk mengirim pesanan ke tempat tujuan.
Gambar 2.7 Trukpengangkut
Sumber : [Link] 2016
Spesifikasi :
a. Merk : Mitsubishi Fuso
b. Harga : Rp. 300.000.000
c. Ukuran box : 585 cm x240 cm x 230 cm
d. Volume : 32 m3
2.1.4
Proses Produksi Scaffolding
1. Potongan besi ang akan diproses menjadi scaffolding
Gambar 2.8 Besi
Sumber : [Link] 2016
2. Pemotongan besi untuk pembuatan scaffolding
Gambar 2.9 Besi
Sumber : [Link] 2016
10
3. Pekerja memilih besi yang sudah dipotong dengan teliti untuk siap
diproses menjadi sebuah scaffolding
Gambar 2.10 Sortir Besi
Sumber : [Link] 2016
4. Setelah dipilih dan dipotong, para pekerja memulai proses pembuatan
scaffolding dengan cara dilas
Gambar 2.11 Pengelasan Besi
Sumber : [Link] 2016
11
5. Hasil jadi scaffolding yang sedang dijemur setelah melalui proses
pengecatan
Gambar 2.12 Scaffolding di jemur
Sumber : [Link] 2016
2.1.5
Persyaratan Scaffolding
1. Kuat menahan berat beton segar, getaran vibrator, peralatan yang
digunakan, berat sendiri, berat orang yang bekerja dan pengaruh kejutan.
2. Kaku, terutama akibat dari beban horizontal yang membuat cetakan
mudah goyang atau labil. Selain itu acuan perancah tidak boleh melebihi
deformasi yang dizinkan.
3. Kokoh, sehingga mampu menghasilkan bentuk penampang beton seperti
yang diharapkan, tanpa mengalami perubahan bentuk yang berarti, oleh karena itu
maka ukuran dan kedudukan cetakan harus teliti atau sesuai dengan gambar
perencanaan.
4. Bersih, karena dalam pengecoran kotoran mungkin akan naik dan masuk
ke dalam adukan beton sehingga akan mengurangi mutu beton, dan jika kotoran
tidak naik maka akan melekat pada permukaan beton dan sulit dibersihkan.
5. Mudah dibongkar, agar tidak merusak beton yang sudah jadi dan dapat
digunakan berkali kali.
12
6. Rapat, Sambungan sambungan pada cetakan harus rapat dan lubang
lubang yang disebabkan oleh serangga harus ditutup, sehingga cairan semen dan
agregat tidak keluar dari celah celah sambungan.
7. Material atau bahan yang digunakan harus mudah dipaku atau sekrup dan
dalam membuat bagian cetakan harus mudah dirangkai sehingga dapat
dilaksanakan dengan tenaga kerja minimal yang pada akhirnya akan memperoleh
efisiensi waktu yang maksimal.
8. Optimal, kebutuhan bahan dan tenaga kerja harus seefektif dan seefisien
mungkin yang akhirnya
2.1.6 Analisis Kekuatan Perancah
Peraturan yang digunakan
a. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (SNI Kayu 2002, Bahan Konsensus).
b. Standar Kehutanan Indonesia (SKI.C bo 002;1987).
c. Standar Australia.
d. Brosur dan spesifikasi perancah Slab & Beam, Formwork & Scaffolding
by : Beton Concrete Form specialist, 2000.
2.2 Kajian Empiris
Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang scaffolding
1) PT. Graha Teknik
Gambar 2.13 Besi
13
Sumber : [Link] 2016
PT. Graha Teknik memiliki basis produksi di Kota Gresik. Lebih tepatnya di
Jl. Sunan Prapen 4/2 Klangonan Kebomas Gresik. Pabrik ini berdiri pada tanggal 1
Januari 2014. Visi dari perusahaan ini adalah menjadi perusahaan yang maju, produktif
dan kompetitif berlandaskan imtaq dan iptek. Misi Menciptakan lapangan kerja dan
SDM yang ahli dan kompeten dengan imtaq iptek yang kuat, Melayani Pelanggan
dengan profesional dan menjadi perusahaan yang terdepan di bidang scafolding.
2) PT. Indosteger Jaya Perkasa
Indosteger Jaya Perkasa, didirikan pada tahun 2011, adalah salah satu
perusahaan pabrikasi scaffolding terbesar di Indonesia. Bermula dari kesadaran pendiri
perusahaan akan lingkungan sekitar yang masih banyak menggunakan kayu atau
bambu untuk konstruksi, maka timbul gagasan untuk mendirikan perusahaan yang
memfokuskan
pada
scaffolding.
Penggunaan
scaffolding
dirasakan
akan
meminimalkan penggunaan kayu atau bambu pada konstruksi, sehingga akan member
dampak yang baik bagi lingkungan.
Perusahaan ini selalu mengedepankan konsep Go Green dalam setiap
kegiatannya. PT. Indosteger Jaya Perkasa membuat scaffolding dengan bahan
berkualitas dan teknologi yang canggih sehingga hasil kami sesuai dengan Standard
Scaffolding Nasional.
Hasil produksi berupa: Main Frame, Cross Brace, Join Pin, Catwalk, Stair,
Jack base, U-head dan keperluan scaffolding lainnya. Harga yang tawarkan juga
sangat bersaing, bahkan bisa dikatakan yang terbaik di kelasnya..
Target perusahaan adalah menjadi perusahaan scaffolding terbesar di
Indonesia. Oleh karena itu, kami akan berusaha untuk selalu memberikan barang yang
berkualitas tinggi, pelayanan yang cepat dan baik, serta didukung dengan teknologi
yang selalu terdepan.
14
3) PT. Tangga Mas Jaya Makmur
Gambar 2.14 Pabrik PT. Tangga Mas Jaya
[Link] 2016
PT. Tangga Mas Jaya Makmur merupakan perusahaan manufacturer yang
bergerak dibidang produksi scaffolding. Produk-produk PT. Tangga Mas Jaya
Makmur dikenal dengan merk TM. TM merupakan perancah berkualitas yang berguna
untuk kebutuhan pembangunan dalam skala besar atau pun kecil. TM mempermudah
setiap penggunaannya dalam menanggulangi berbagai masalah beban, ketinggian dan
keaslian produk lewat logo yang tertanam di titik tertentu dalam rangkaiannya.
TM memiliki sistem yang modular, serta perangkat lengkap yang dapat
disesuaikan untuk berbagai kebutuhan perakitan, praktis dan mudah dalam sistem
perakitannya. TM dirancang untuk menghasilkan struktur yang kokoh dengan
memperhitungkan standar keselamatan sehingga aman pada saat digunakan. TM telah
lulus Uji Beban dan Bersertifikat. TM menggunakan pipa berbahan dasar besi hitam
(black steel) dengan finishing cat berkualitas sehingga memiliki ketahanan yang
optimal terhadap karat.
15
4) PT. Wahana Inti Logam
Gambar 2.15 Scaffolding
Sumber : [Link] 2016
Perusahaan ini beralamat di Jl. Angkasa Kav.B6, Kota Baru, Bandar
Kemayoran, Jakarta Pusat. PT. WIL merupakan perusahaan manufacturer yang
bergerak dibidang produksi scaffolding. Dengan mengunakan mesin-mesin yang
dirancang untuk menghasilkan struktur yang kokoh , dalam memperhitungkan standar
keselamatan sehingga aman pada saat digunakan. Kami menggunakan pipa berbahan
dasar besi hitam (black steel) , dengan finishing cat berkualitas sehingga memiliki
ketahanan yang optimal terhadap karat.
5) PT. Jaya Wijaya Utama
16
Gambar 2.16 Produk PT. Jaya Wijaya
Sumber : [Link] 2016
Jaya Wijaya Scaffolding , jual scaffolding dan Sewa Scaffolding Jogja dengan
harga lebih murah karena langsung dari produksi sendiri. Kami telah dipercaya
berbagai
kontraktor dan perusahaan konstruksi dalam mensupplay kebutuhan
scaffolding untuk pembangunan berbagai macam gedung dan dan bagunan lain . kami
mampu melayani penjualan scaffolding dalam partai besar maupun kecil. Dalam
menjual scaffolding kami sangat memperhatikan kualitas scaffolding, Scaffolding
yang kami produksi terbuat dari bahan Black Steel Pipe dengan ukuran 1.80 gemuk (
sketmat 1,92 mm / mendekati 2 mm ) sesuai specifikasi SNI.
Sebagai usaha penjualan scaffolding yang telah terpercaya , Jaya Wijaya Scaffolding
memiliki berbagai keunggulan untuk anda dalam melayani penjualan scaffolding.
beberapa keunggulan yang kami tawarkan sbb :
Kami sangat memperhatikan kualitas scaffolding yang memenugi standar SNI
Harga Scaffolding lebih murah karena langsung dari produksi sendiri
Proses pembelian mudah
Mampu melayani berbagai wilayah di Indonesia
Mampu melayani penjualan scaffolding partai besar dan kecil
6) PT. Farrelindo Bangun Konstruksi
PT. Farrelindo Bangun Konstruksi melalui [Link] adalah
sebuah perusahaan yang memproduksi perangkat serta peralatan kebutuhan untuk
membantu proyek pembangunan, berupa scaffolding atau steger (sebutan yang
familier diindonesia). Produk utama perusahaan ini adalah Jackbase dan U-head yang
menggunakan bahan besi Asential ST 41. PT. Farrelindo Bangun Konstruksi pun
menyediakan mur untuk Jackbase dan U-haed yang terbuat dari Ducktail yang kami
yakini materi tersebut adalah yang terkuat dikelasnya.
17
PT. Farrelindo Bangun Konstruksi menyediakan steger / scaffolding dalam
bentuk penjualan maupun penyewaan, dengan kualitas yang perangkat terbaik dan
pelayanan yang terbaik juga. Work shop kami didukung oleh ketersediaan peralatan
bengkel yang baik sesuai dengan stadar keamanan internasional dan di support oleh
tenaga kerja yang berpengalaman serta trampil dan sudah berkecimpung dalam
produksi ini lebih dari 10 tahun.
18
BAB III
RENCANA OPERASIONAL
3.1 Tempat Usaha/ Lokasi
Lokasi pabrik produksi perancah PT. Jaya Mandiri berada di tempat yang
cukup strategis. Selain itu, juga mudah dijangkau oleh kendaraan besar maupun kecil.
Hal tersebut dapat dijadikan acuan dalam memilih tempat yang sesuai, seperti
di Jalan Blabak Mungkid No. 2, Kabupaten Magelang.
Tlp/Fax : (0342) 554477
E-mail : JayaMandiri@[Link]
Facebook : [Link]/JayaMandiri
Blog : [Link]
Instagram : [Link]/JayaMandiri
Gambar 3.1 Peta Lokasi
Sumber : [Link]. 2016
19
3.2 Denah PT. Jaya Mandiri
Gambar 3.2 Denah Pabrik
Sumber : Dokumentasi Penulis 2016
3.3 Jenis Usaha
3.3.1 Struktur Organisasi
Direktur Utama
Ir. Muhammad Dafit
General Manajer
Ir. Darmawan
Manajer Pemasaran
Manajer Keuangan
Zikiri Imam
Manajer Operasional
Ir. Sonny Tulung
Ir. Irman Gusman
Staff Penjualan
Staff Keuangan
Staff Produksi
Staff Promosi
Bagan 3.1 Struktur Organisasi
Sumber : Dokumentasi Penulis 2016
20
3.3.2 Diskripsi Tugas
1) Direktur Utama
Tugas dan wewenang Direktur Utama meliputi :
1) Direktur Utama
Tugas dan wewenang Direktur Utama meliputi :
a) Membuat rencana pengembangan perusahaan dan usaha perusahaan dalam
jangka pendek dan jangka panjang.
b) Mengawasi serta mengurus kekayaan perusahaan.
c) Mengkoordinir semua Staff beserta Direktur Staff dan mengatur setiap
kegiatan yang dijalankan perusahaan.
d) Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk
kepentingan perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuan yang telah
ditentukan.
2) General Manajer
Tugas dan wewenang General Manajer meliputi :
a) Memimpin kegiatan pelaksanaan perusahaan.
b) Merencanakan dan menyiapkan rapat tinjauan perusahaan.
c) Menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai perusahaan.
3) Manajer Keuangan
Tugas dan wewenang Staff Keuangan meliputi:
a) Menyelenggarakan pengelolaan keuangan perusahaan.
b) Menyelenggarakan penyusunan rencana anggaran perusahaan.
c) Menyelenggarakan penyiapan bahan/data untuk penyempurnaan dan
penyusunan
kebijaksanaan
dan
standar
pengelolaan
anggaran
pemeriksaan/penelitian realisasi anggaran dan pembukuan.
d) Menyelenggarakan evaluasi/analisa pelaksanaan anggaran berdasarkan
realisasi penerimaan maupun pengeluaran proyek.
21
e) Berkoordinasi dengan Direktur Utama dan Staff Administrasi.
4) Staff Keuangan
Tugas dan wewenang Staff Keuangan meliputi :
a. Memeriksa rangkuman kas kecil untuk memastikan penggunaan dan
ketersediaan kas kecil yang efektif.
b. Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur, nota supplier, laporan AP/AR
untuk memastikan status hutang/piutang.
c. Menginput penerimaan pembayaran dari pelanggan, dan pembayaran ke
supplier dengan tepat waktu dan akurat untuk memastikan ketepatan waktu
dan keakuratan penerimaan maupun pembayaran.
d. Mengarsip seluruh dokumen transaksi untuk menjaga ketertiban
administrasi dan memudahkan penelusuran dokumen.
e. Melakukan stock opname setiap akhir bulan untuk melihat ada/tidaknya
selisih jumlah barang di gudang dan catatan di keuangan.
5) Manajer Pemasaran
Tugas dan wewenang Manajer Pemasaran meliputi :
a.
Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian
pemasaran
b.
Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil
penjualan dan penggunaan dana promosi
c.
Manajer pemasaran sebagai koordinator manajer produk dan manajer
penjualan
d.
Manajer pemasaran membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh
karyawan dibagian pemasaran
e.
Manajer pemasaran membuat laporan pemasaran kepada direksi
6) Staff Penjualan
Tugas dan wewenang Staff Penjualan meliputi :
a. Membuat faktur penjualan
22
b. Mencatat order yang diterima dari pesanan
c. Membuat dokumen order penjualan
d. Memverifikasi order langganan mencakup data pelanggan secara lengkap
e. Mengotorisasi pengembalian barang oeh pelanggan dengan cara membuat
memo
7) Staff Promosi
Tugas dan wewenang Staff Promosi meliputi :
a. Mengajukan anggaran biaya produksi kepada departemen promosi
b. Melaksanakan progam promosi yang disetujui oleh departemen promosi
c. Mengusulkan progam-progam promosi
d. Menentukan sarana-sarana dalam mempromosikan produk
e. Mengusulkannya ke departemen promosi
f. Menentukan pemasangan iklan terkait promosi produk
8) Manajer Operasional
Tugas dan wewenang Manajer Operasional meliputi :
a. Mengelola dan meningkatkan efektifitas serta efisiensi perusahaan
b. Memangkas
habis
biaya
operasional
yang
sama
sekali
tidak
menguntungkan perusahaan
c. Meneliti teknologi baru dan metode alternatif efisiensi
d. Mengawasi produksi barang atau penyediaan jasa
e. Mengawasi tata letak operasional, persediaan dan distribusi barang
f. Membuat atau merencanakan pengembangan operasi dalam jangka pendek
maupun panjang
9) Staff Produksi
Tugas dan wewenang Staff Produksi meliputi :
23
a. Mempunyai tanggung jawab terhadap pelaksanaan proses produksi dan
prosedur kualitas produk sebagaimana yang ditentukan oleh perusahaan
yang bersangkutan;
b. Melaksanakan pengoperasian mesin dan mengontrol proses produksi;
c. Melaksanakan rencana produksi serta kebijakan produksi di perusahaan
yang bersangkutan;
d.
Melaksanakan pengontrolan dan pengaturan bahan baku proses produksi
menjadi bahan jadi dengan ketentuan yang sudah ditargetkan oleh
perusahan yang bersangkutan
3.3.3 Fasilitas
Fasilitas yang dimiliki oleh PT. Jaya Mandiri diantaranya sebagai berikut :
1) Pos Satpam
Gambar 3.3 Pos Satpam
Sumber : [Link] 2016
24
2) Resepsionis
Gambar 3.4 Resepsionis
Sumber : [Link] 2016
3) Ruang Negosiasi
Gambar 3.5 Ruang Negosiasi
Sumber : [Link] 2016
4) Kantin
25
Gambar 3.6 Kantin
Sumber : [Link] 2016
5) Mushola
Gambar 3.7 Mushola
Sumber : [Link] 2016
6) Toilet
Gambar 3.8 Toliet
Sumber : [Link] 2016
26
7) Gudang (Tempat penyimpanan)
Gambar 3.9 Gudang
Sumber : [Link] 2016
3.4 Proses Perizinan
PT. Jaya Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang perindustrian
penjualan produk perancah. Sebelum mengajukan permohonan ijin mendirikan usaha,
perusahaan terlebih dahulu mengajukan surat ijin mendirikan usaha dan memiliki
Surat Izin Gangguan yang dikelurkan oleh Pemerintah Daerah Propinsi melalui Kantor
Dinas Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat. Persyaratan yang
disiapkan yakni :
1) Opsi Nama Perusahaan (Minimal 3)
2) Bidang Usaha
3) Domisili Perusahaan
4) Nama-Nama Pemegang Saham & KTP
5) Komposisi Pemegang Saham
6) Modal Dasar Perusahaan (Minimal Rp51.000.000)
7) Modal Disetor (Minimal Rp51.000.000)
8) Susunan Direksi dan Komisaris
9) KTP Direktur dan Komisaris
10) NPWP Direktur
27
11) Fasfoto 3x4 2 lembar
3.4.1 Persyaratan Permohonan Izin Usaha Industri
[Link] Persyaratan umum pendirian usaha industri
1) Akte perusahaan
Karena perusahaan berbadan hukum maka sangat mutlak perlu
membuat akte perusahaan. Akte ini berisi informasi tentang nama perusahaan,
bergerak di bidang apa, nama para pemilik modal, modal dasar, modal disetor,
pengurus perusahaan seperti siapa direktur utama, direktur, dan para komisaris.
2) Surat Keterangan Domisili Usaha.
Di dapatkan dari kantor kelurahan atau kantor kepala desa di mana
perusahaan berdomisili. Berdasarkan surat ini, Camat mengeluarkan surat
keterangan yang [Link] mendapatkan surat keterangan domisili,
memerlukan salinan akte perusahaan.. Bila perusahaan menyewa, diminta copy
perjanjian sewa menyewa. Bila milik sendiri, meminta copy sertifikat tanah
dan IMB, dan fotocopy bukti bayar PBB- apakah sudah lunas atau tidak.
3) Ketiga, mengurus NPWP perusahaan.
Untuk mendirikan aperusahaan, NPWP perusahaan adalah mutlak. Untuk
mendapatkan NPWP, persyaratannya adalah:
a. Salinan akte perusahaan.
b. Surat keterangan domisili.
4) Mendapatkan Surat Keputusan Pengesahan Akte Pendirian.
Perusahaan dari Departemen Hukum dan HAM. Untuk mendapatkan ini,
diperlukan:
a. Salinan akte perusahaan
b. Surat Keterangan Domisili.
5) Mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
SIUP merupakan bagian dari proses mendirikan PT agar perusahaan Anda
bisa beroperasi. Persyaratannya adalah:
a. Permohonan izin tertulis bermaterai Rp. 6.000,b. Foto copy KTP Pemilik / Direktur / Ketua / penanggung jawab
28
c. Foto copy Akte Pendirian Perusahaan bagi pemohon berbentuk PT,
Koperasi, CV, Fa, BPL, BUMN dan BUMD yang telah didaftarkan di
Pengadilan Negeri
d. Foto copy Surat Keputusan dan Pengesahan Badan Hukum dari
Menteri Kehakiman dan HAM (Menteri Hukum dan Perundangundangan)
e. Neraca awal perusahaan
f. Foto copy NPWP perusahaan atau pemilik ( Semua persyaratan
dibuat rangkap 2 )
6) Keenam, mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
TDP merupakan bagian dari proses pendirian perusahaan. Biasanya ini
diurus setelah mendapatkan SIUP. Persyaratannya adalah :
a. Foto copy Akta Notaris Pendirian Perseroan;
b. Foto copy Akta Perubahan Perusahaan (apabila ada);
c. Asli dan foto copy Keputusan Pengesahan sebagai Badan Hukum dan
persetujuan perubahan bagi PT yang telah berbadan hukum sebelum
diberlakukannya Undang undang Perseroan Terbatas;
d. Foto copy Kartu Tanda Penduduk atau Paspor Pemilik, pengurus,
atau penanggungjawab perusahaan;
e. Foto copy Izin Teknis (SIUP/SIUJK, dll) atau Surat Keterangan yang
dipersamakan dengan itu yang diterbitkan oleh Instansi yang
berwenang;
f. Foto copy NPWP.
7) HO (Hidden Ordinary / Surat izin gangguan)
Persyaratan:
a. Permohonan izin tertulis bermeterai Rp. 6.000,- formulir disediakan.
b. Fotocopy KTP Pemilik / Direktur / Ketua / Penanggungjawab
c. Fotocopy bukti kepemilikan tanah / Sertifikat atau perjanjian sewa
apabila tanahbukan milik sendiri.
d. Fotocopy IMB
e. Fotocopy Izin Prinsip dan Izin Lokasi (bagi yg dipersyaratkan)
29
f. Pengantar dari Kelurahan yang ditandatangani Lurah
g. Pernyataan tidak keberatan / Izin dari tetangga
h. Denah lokasi / rencana tata letak bangunan ( semua persyaratan
dibuat rangkap 2 )
8) Mengurus Surat rekomendasi UKL-UPL
a. KTP Penanggung Jawab (biasanya pemilik usaha)
b. Surat Keterangan Rencana Kota
c. IMB dan Lampiran Gambar IMB
d. Bukti Kepemilikan Tanah (SHM, SHGB, dll)
e. Denah Bangunan Kegiatan Usaha
f. Akta Pendirian Badan Hukum (PT, CV, dll)
g. NPWP
h. Akta Jual Beli / Sewa Menyewa / Surat Ketidakberatan
3.5 Analisis SWOT
3.5.1 S (Strange) Kekuatan
1) Belum banyak saingan usaha di bidang produksi perancah.
2) Pabrik terletak di tengah kota yang mempermudah akses konsumen.
3) Pabrik produksi perancah tersebut akan menarik banyak tenaga kerja
lokal sehingga bisa membantu menurangi pengangguran.
3.5.2 W (Weakness) Kelemahan
1) PT masih tergolong baru yang memungkinkan ketidakpercayaan
dari masyarakat/konsumen.
2) Minimnya modal kerja
3) Belum adanya relasi kerja.
30
3.5.3 O (Opportunity) Peluang
1) Promosi produk perancah melalui berbagai media, seperti surat
kabar, radio, dan website.
2) Wilayah usaha diperluas guna mencari peluang di berbagai daerah
yang membutuhkan perancah untuk pembangunan yang sedang
dilakukan.
3.5.4 T (Threat) = Ancaman
1) Keamanan lingkungan pabrik belum terpetakan sepenuhnya.
2) Kinerja pegawai masih perlu pengawasan karena pabrik masih
tergolong baru
3.6 Analisa Biaya Total
Analisa Break Event Point (BEP) adalah suatu analisis untuk menentukan dan
mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga
tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan.
([Link].2005)
BEP amatlah penting kalau kita membuat usaha agar kita tidak mengalami
kerugian, apa itu usaha atau manufaktur, diantara manfaat BEP adalah :
1. Alat perencana untuk hasilkan laba
2. Mengevaluasi laba dari hasil perusahaan
3. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta
hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat
penjualan yang bersangkutan
4. Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan
dimengerti. ([Link].2005)
31
Gambar 3.10 Grafik BEP
Sumber : [Link]. 2016
3.6.1 Produk
Main Frame
Sesuai dengan namanya. Ini merupakan rangka utama pada rangkaian. atau
digunakan sebagai tubuhnya. Ada beberapa ukuran. tinggi 1,7 m dan 1,9 m
sedangkan lebar 1,22 m.
Gambar 2.1 Main Frame
Sumber : [Link] 2016
Ladder Frame
32
Ini adalah bagian yang berada pada atas main frame. atau rangka atas dari
scaffolding. Biasa digunakan untuk menyambung agar lebih tinggi dan lebih
kokoh. tingginya pun ada dua pilihan yaitu 90 cm dan 120 cm
Gambar 2.2 Ladder Frame
Sumber : [Link] 2016
Cross Brace
Ini merupakan bagian yang digunakan untuk menyambung antar main
frame. Dengan posisi silang. Posisi silang dapat memperkokoh berdirinya
rangkaian. Ada dua ukuran panjang yaitu 220 cm dan 193 cm.
Gambar 2.3 Cross Brace
Sumber : [Link] 2016
U-Head
Ini digunakan sebagai ujung paling atas rangkaian. tepatnya di atas ladder
frame. Bentuknya seperti huruf U yang berfungsi untuk menopang balok kayu.
Dan bisa disetel ketinggiannya.
33
Gambar 2.4 U-Head
Sumber : [Link] 2016
Jack Bass
Berfungsi sebagai tumpuan atau kaki dari rangkaian. yang terletak paling
bawah. Digunakan untuk menopang beban-beban saat pelaksanaan pekerjaan
Gambar 2.5 Jack Bass
Sumber : [Link] 2016
34
3.6.2 Perhitungan Analisis Break Event Point
Berikut adalah rincian perhitungan analisa Break Event Point
Tabel 3.1 Cash in dan Cash Out BEP
No Variabel
Sub Variabel
Indikator
Biaya
a) Modal Sendiri
Masuk
b) dana Pinjaman dari Bank
(Cash In)
2
Biaya
2.1
Keluar
Kerja
(Cash Out)
Modal 2.1
Biaya 1. Pembelian lahan seluas 60 x
untuk
pendirian
bangunan
70 m
2. Pendirian pabrik
a. Ruang resepsionis
b. ruang kantor
c. Ruang arsip
d. Ruang rapat
e. Toilet
f. Kantin
g. Mushola
h. Ruang produksi
i. Gudang bahan
j. Parkir kendaraan
karyawan
35
k. Parkir kendaraan pabrik
l. Pos satpam
m. Poliklinik
3. Biaya untuk perizinan
a. NPWP
b. Akte pendirian usaha
c. Akte pengesahan usaha
d. SK domisili perusahaan
e. Surat ijin mendirikan
bangunan
f. Surat ijin usaha industri
g. Surat ijin gangguan
h. Surat ijin AMDAL
i. Pengeboran sumber air
1. Biaya
1. Alat pemotong Besi
untuk
2. Alat las
pembelian
3. Cat (Dulux)
alat
4. Alat untuk mengecat
(spray)
5. Gerobak
1. Truk pengantar
2. Computer
36
2. Biaya
Operasional
3. Printer
4. TV
5. AC
6. Meja
7. Kursi
8. Papan
2.2 Modal
Tetap
2.2.1 Biaya
Langsung
1. Upah Karyawan
a. Direktur
b. General manager
c. Manajer keuangan
d. Staff keuangan
e. Manajer pemasaran
f. Staff penjualan
g. Staff Promosi
h. Manager operasional
i. Staff produksi
j. Pekerja
k. Sopir
l. Satpam
m. Cleaning service
2. Peralatan Administrasi
a. Alat tulis
b. Kertas
c. Tinta
d. Telepon
e. Internet
f. Transportasi
37
3. Biaya Angsuran Bank
2.2.2 Biaya
Tak
1. Pajak
a. Pph
Langsung
[Link]
c. Listrik
2. Biaya Pemasaran
a. Koran
b. Baliho
c. Radio
d. Brosur
3. Biaya Tak Terduga
3.6.3 Rencana Anggaran Biaya
[Link] Biaya Masuk (Cash In)
Tabel 3.2 Biaya Masuk (Cash In)
Biaya Masuk (Cash In)
No
Keterangan
Jumlah
Modal Sendiri
Rp. [Link]
Dana pinjaman dari bank
Rp. [Link]
Total
Rp. [Link]
38
[Link] Biaya Keluar (Cash Out)
a. Modal Kerja
Tabel 3.3 pendirian bangunan
No
Jenis Pengeluaran
Harga Satuan
Volume Satuan
Jumlah Biaya
Pembeliah lahan
Rp. 450.000
60 x 70
m2
Rp. [Link]
Pendirian bangunan
a. Ruang Resepsionis
Rp. 2.000.000
4x6
m2
Rp. 48.000.000
b. Ruang Kantor
Rp. 2.000.000
9 x 10
m2
Rp. 180.000.000
c. Ruang Arsip
Rp. 2.000.000
5x4
m2
Rp. 40.000.000
d. Ruang Rapat
Rp. 2.000.000
10 x 10
m2
Rp. 200.000.000
e. Toilet
Rp. 2.000.000
4x5
m2
Rp. 40.000.000
f. Kantin
Rp. 2.000.000
6x7
m2
Rp. 84.000.000
g. Mushola
Rp. 2.000.000
6x7
m2
Rp. 84.000.000
h. Ruang produksi
Rp. 2.000.000
15 x 15
m2
Rp. 450.000.000
i. Gudang Bahan
Rp. 2.000.000
5x5
m2
Rp. 50.000.000
j. Parkir Karyawan
Rp. 1.500.000
7x9
m2
Rp. 94.000.000
k. Parkir Kendaraan
Rp. 1.500.000
9 x 10
m2
Rp. 135.000.000
l. Pos Satpam
Rp. 2.000.000
m2
Rp. 12.000.000
m. Poliklinik
Rp. 2.000.000
5x5
m2
Rp. 50.000.000
a. NPWP
b. Akte Pendirian
Rp. 500.000
Paket
Rp. 500.000
Rp. 500.000
Paket
Rp. 500.000
besar
x3
Biaya untuk perizinan
usaha
c. Akte Pengesahan
usaha
39
d. Sk Domisili
Rp. 3.500.000
Paket
Rp. 3.500.000
e. Surat Ijin Bangunan Rp. 3.500.000
Paket
Rp. 3.500.000
f. Surat Ijin Usaha
Rp. 400.000
Paket
Rp. 400.000
g. Surat Ijin
Rp. 3.000.000
Paket
Rp. 3.000.000
h. Surat Ijin AMDAL
Rp. 3.500.000
Paket
Rp. 3.5000.000
i. Pengeboran
Rp. 5.000.000
Paket
Rp. 5.000.000
Perusahaan
Gangguan
Sumber Air
Total
Rp. [Link]
Tabel 3.4 untuk biaya pembelian alat produksi
NO. Jenis Pengeluaran
Harga satuan
Volume Satuan Jumlah Biaya
1.
Alat pemotong Besi
Rp. 2.000.000
2.
Alat las
3.
4.
10
Set
Rp. 20.000.000
Rp. 1.800.000
25
Set
Rp. 45.000.000
Cat (Dulux)
Rp. 127.500
20
Set
Rp. 2.550.000
Alat untuk
Rp. 1.500.000
Set
Rp. 12.000.000
mengecat (spray)
Set
5.
Gerobak
Rp. 100.000
10
Rp. 1.000.000
6.
Mesin Bubut
Rp. 51.000.000
Rp. 255.000.000
TOTAL
Rp. 335.550.000
40
Tabel 3.5 Biaya Operasional Kantor
NO Jenis Pengeluaran
Harga Satuan
Volume Satuan Jumlah Biaya
Truk pengantar
Rp. 300.000.000
Computer
Unit
Rp. [Link]
Rp. 3.000.000
Unit
Rp. 12.000.000
Printer
Rp. 700.000
Unit
Rp. 2.800.000
TV
Rp. 1.500.000
Unit
Rp. 1.500.000
AC
Rp. 1000.000
Unit
Rp. 1000.000
Meja
Rp. 200.000
Unit
Rp. 1.400.000
Kursi
Rp. 80.000
15
Unit
Rp. 1.200.000
Papan
Rp. 60.000
Unit
Rp. 60.000
TOTAL
Rp. [Link]
41
b. Modal Tetap
Tabel 3.6 Biaya Langsung
NO Jenis Pengeluaran
Harga Satuan
Volume Satuan
Jumlah Biaya
Upah Karyawan
a. Direktur
Rp. 9.000.000
Org/bln
Rp. 9.000.000
b. General manager
Rp. 6.000.000
Org/bln
Rp. 6.000.000
c. Manajer keuangan
Rp. 4.000.000
Org/bln
Rp. 4.000.000
d. Staff keuangan
Rp. 2.500.000
Org/bln
Rp. 5.000.000
e. Manajer pemasaran Rp. 4.000.000
Org/bln
Rp. 4.000.000
f. Staff penjualan
Rp. 2.500.000
Org/bln
Rp. 10.000.000
g. Staff Promosi
Rp. 2.500.000
Org/bln
Rp. 7.500.000
h. Manager
Rp. 4.000.000
Org/bln
Rp. 4.000.000
i. Staff produksi
Rp. 2.500.000
Org/bln
Rp. 12.500.000
j. Pekerja
Rp. 1.500.000
20
Org/bln
Rp. 30.000.000
k. Sopir
Rp. 1.000.000
Org/bln
Rp. 2.000.000
l. Satpam
Rp. 1.200.000
Org/bln
Rp. 1.200.000
m. Cleaning service
Rp. 800.000
Org/bln
Rp. 1.600.000
g. Alat tulis
Rp. 150.000
Set
Rp. 150.000
h. Kertas
Rp. 30.000
Rim
Rp. 60.000
i. Tinta
Rp. 50.000
Set
Rp. 100.000
j. Telepon
Rp. 300.000
Bulan
Rp. 300.000
k. Internet
Rp. 400.000
Bulan
Rp. 400.000
l. Transportasi
Rp. 3.500.000
Bulan
Rp. 3.500.000
Biaya Angsuran Bank
Rp. 20.000.000
Bulan
Rp. 20.000.000
operasional
Peralatan Administrasi
42
TOTAL
Rp. 121.310.000
Tabel 3.7 Biaya Tak Langsung
NO Jenis Pengeluaran
Harga Satuan
Volume Satuan
Jumlah Biaya
Pajak
a. Pph
Rp. 30.000.000
Rp/Bln Rp. 30.000.000
[Link]
Rp. 12.000.000
Rp/Bln Rp. 12.000.000
c. Listrik
Rp. 2.000.000
Rp/Bln Rp. 2.000.000
a. Koran
Rp. 300.000
Paket
Rp. 300.000
b. Baliho
Rp. 150.000
Paket
Rp. 450.000
c. Radio
Rp. 400.000
Siaran
Rp. 400.000
d. Brosur
Rp. 200
Lbr
Rp. 200.000
Biaya Tak
Rp. 8.000.000
Bulan
Rp. 8.000.000
Biaya Pemasaran
1000
Terduga
TOTAL
Rp. 56.350.000
Rekapitulasi Biaya
Tabel 3.8 Rekapitulasi Biaya
No
Modal
Jumlah Biaya
Biaya Masuk
a. Modal Sendiri
Rp. [Link]
b. Dana Pinjaman Bank
Rp. [Link]
TOTAL
Rp. [Link]
43
Biaya keluar
a. Modal Kerja
1. Biaya untuk pendirian bangunan
Rp. [Link]
2. Biaya alat
Rp. 80.550.000
3. Biaya Operasional
Rp. [Link]
b. Modal Tetap
1. Biaya langsung
Rp. 121.310.000
2. Biaya Tak Langsung
Rp. 56.350.000
Total langsung dan tak langsung
Rp. 177.660.000
GRAND TOTAL
Rp. [Link]
a. Biaya Angsuran Bank
1. Rencana jangka pinjaman 7 N = 84 bulan
2
2. Bunga 2% i = 100 = 0,02
3. Besar pinjaman bank (P) Rp. [Link]
a. Pengembalian Pinjaman Utuh
AP =
AP =
[Link]
84
AP = Rp. 17.857.142
b. Pengembalian Pinjaman Bunga
B = P x 2%
B = Rp. [Link] x 0,02
B = Rp. 30.000.000
c. Total angsuran perbulan
A = AP + B
A = Rp. 17.857.142,9 + Rp. 30.000.000
A = Rp. 47.857.142,
44
( Empat puluh tujuh juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu
seratus empat puluh dua rupiah )
Keterangan:
P = Besar pinjaman bank
A = Angsuran tiap bulan
i = Suku bunga bank
AP = Angsuran pokok
N = Lamanya bulan
3.6.5 Analisa BEP (Break Event Point)
[Link] Kalkulasi BEP Scaffolding
1) Bahan dan Rincian Biaya
Pipa Besi
o Pipa ukuran 1 1/2 inch
= Rp. 31.500
o Pipa inch
= Rp. 8.100
o Pipa inch
= Rp. 6.300
Cat
= Rp. 127.500/kg
Biaya Listrik
= Rp. 50.4
Penyusutan Las Listrik
= Rp. 5
Penyusutan Pemotong Besi
= Rp. 5
Penyusutan Mesin Bubut
= Rp. 5
Penyusutan Spray Cat
= Rp. 5
[Link] Biaya Variabel
Tabel 3.10 Perbandingan bahan
No
Bahan Baku
Perbandingan
Pipa 1 inch
3 (45%)
Pipa inch
3 (45%)
Pipa inch
1 (10%)
45
Tabel 3.11 Biaya Variabel Main Frame tinggi 1,7 m dan lebar 1,2 m
No
Modal
Harga Satuan
Volume
Satuan
Biaya
Pipa 1 inch
Rp. 31.500
7,48
Rp. 103.029
Pipa inch
Rp. 8.100
7,48
Rp. 49.361,85
Pipa inch
Rp. 6.300
1,66
Rp. 10.947,65
Cat
Rp. 127.500
kg
Rp. 1912,5
Biaya Listrik
Rp. 945
50.4
Kwh
Rp. 95,25
Penyusutan
Rp. 1.000.000
3000
Hari
Rp. 3,3
Rp. 2.100.000
3000
Hari
Rp. 1,8
Las Listrik
7
Penyusutan
Pemotong Besi
Harga Main Frame per Unit
Rp. 165.351,3
Pembulatan
Rp. 165.500
Tabel 3.12 Perbandingan Bahan
No
Bahan Baku
Perbandingan
Pipa inch
Tabel 3.13 Biaya Variabel Crose Brace panjang 2,2 m
No
Modal
Harga Satuan
Volume
Satuan
Biaya
Pipa inch
Rp. 6.300
4,21
Rp. 27.720
Cat
Rp. 127.500
kg
Rp. 1912,5
Biaya Listrik
Rp. 945
50.4
Kwh
Rp. 95,25
Penyusutan
Rp. 1.000.000
3000
Hari
Rp. 3,3
Rp. 2.100.000
3000
Hari
Rp. 1,8
Las Listrik
5
Penyusutan
Pemotong Besi
46
Harga Crose Brace per Unit
Rp. 29.732,8
Pembulatan
Rp. 30.000
Tabel 3.14 Perbandingan bahan
No
Bahan Baku
Perbandingan
Pipa 1 1/4 inch
Tabel 3.15 Biaya Join Point panjang 0,225 m
No
Modal
Harga Satuan
Volume
Satuan
Biaya
Pipa 1 1/4 inch
Rp. 20.400
0,44
Rp. 4590
Cat
Rp. 127.500
kg
Rp. 1912,5
Biaya Listrik
Rp. 945
50.4
Kwh
Rp. 95,25
Penyusutan
Rp. 1.000.000
3000
Hari
Rp. 3,3
Rp. 2.100.000
3000
Hari
Rp. 1,8
Las Listrik
5
Penyusutan
Pemotong Besi
Harga Join Point per Unit
Rp. 6602,8
Pembulatan
Rp. 6700
Tabel 3.16 Perbandingan Bahan
No
Bahan Baku
Perbandingan
Pipa 1 1/4 inch
3 (60%)
Pipa inch
2 (40%)
Tabel 3.17 Biaya Variabel Ladder Frame tinggi 1,2 m dan lebar 1,2 m
No
Modal
Harga Satuan
Volume
Satuan
Biaya
47
Pipa 1 1/4 inch
Rp. 20.400
6,08
Rp. 62.127,96
Pipa inch
Rp. 8.100
4,05
Rp. 26.744,25
Cat
Rp. 127.500
kg
Rp. 1912,5
Biaya Listrik
Rp. 945
50.4
Kwh
Rp. 95,25
Penyusutan
Rp. 1.000.000
3000
Hari
Rp. 3,3
Rp. 2.100.000
3000
Hari
Rp. 1,8
Las Listrik
6
Penyusutan
Pemotong Besi
Harga Ladder Frame per Unit
Rp. 90.885
Pembulatan
Rp. 91.000
Tabel 3.18 Perbandingan Bahan
No
Bahan Baku
Perbandingan
Pipa 1 1/4 inch
Tabel Biaya 3.19 Jack Base panjang 0,6 m
No
Modal
Harga Satuan
Volume
Satuan
Biaya
Pipa 1 1/4 inch
Rp. 20.400
1,19
Rp. 12.240
Cat
Rp. 127.500
kg
Rp. 1912,5
Biaya Listrik
Rp. 945
50.4
Kwh
Rp. 95,25
Penyusutan
Rp. 1.000.000
3000
Hari
Rp. 3,3
Rp. 2.100.000
3000
Hari
Rp. 1,8
Las Listrik
5
Penyusutan
Pemotong Besi
Harga Jack Base per Unit
Rp. 14.252,8
Pembulatan
Rp. 15.500
48
Tabel 3.20 Perbandingan Bahan
No
Bahan Baku
Perbandingan
Pipa 1 1/4 inch
Tabel 3.21 Biaya U-Head panjang 0,6 m
No
Modal
Harga Satuan
Volume
Satuan
Biaya
Pipa 1 1/4 inch
Rp. 20.400
1,19
Rp. 12.240
Cat
Rp. 127.500
kg
Rp. 1912,5
Biaya Listrik
Rp. 945
50.4
Kwh
Rp. 95,25
Penyusutan
Rp. 1.000.000
3000
Hari
Rp. 3,3
Rp. 2.100.000
3000
Hari
Rp. 1,8
Las Listrik
5
Penyusutan
Pemotong Besi
Harga U-Head per Unit
Rp. 14.252,8
Pembulatan
Rp. 15.500
3.6.6 Ringkasan Harga Variabel Produk
Tabel 3.22 Ringkasan harga variabel produk per biji
No
Tipe
Harga Satuan
Satuan
Volume
Jumlah
Main Frame
Rp. 165.500
Buah
Rp. 165.500
Crose Brace
Rp. 30.000
Buah
Rp. 30.000
Join Point
Rp. 6700
Buah
Rp. 6700
Ladder Frame
Rp. 91.000
Buah
Rp. 91.000
Jack Base
Rp. 15.500
Buah
Rp. 15.500
U-Head
Rp. 15.500
Buah
Rp. 15.500
Total per Biji
Rp. 324.200
49
Ringkasan harga Dasar per Produk
Diketahui :
Upah pekerja per satu bulan
= Rp. 1.500.000
Hari Efektif
= 25 hari
Kapasitas Alat Pemotong Besi
= 400 unit
Kapasitas Las
= 100 unit
Pekerjaan Untuk 1 item
= 3 orang
Menghitung Upah Produksi 1 Unit Bagian Scaffolding
Upah 1 unit item Scaffolding (pekerja)
= ( (1 ) x jumlah pekerja 1 item scaffolding) : kapasitas
alat
=(
Rp.1.500.000
25 hari
x 3 ) : 500
= Rp. 360,Jadi upah keseluruhan untuk memproduksi 1 item bagian scaffolding = Rp. 360,-
Tabel 3.23 Ringkasan harga variabel produk per biji
No
Tipe
Harga Satuan
Satuan
Upah
Jumlah
Main Frame
Rp. 165.500
OH
Rp. 360
Rp. 165.860
Crose Brace
Rp. 30.000
OH
Rp. 360
Rp. 30.360
Join Point
Rp. 6700
OH
Rp. 360
Rp. 7060
Ladder Frame
Rp. 91.000
OH
Rp. 360
Rp. 91.360
Jack Base
Rp. 15.500
OH
Rp. 360
Rp. 15.860
U-Head
Rp. 15.500
OH
Rp. 360
Rp. 15.860`
Total per Biji
Rp. 326.260
50