NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
: Kamis/ 27 Oktober 2016
: Ruangan Komite Medik
: Rapat Evaluasi Pelayanan HIV/AIDS
1. Rapat dibuka oleh Direktur, yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link]
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & Ketua Tim
Pengendali HIV/AIDS
3. VCT (VOLUNTARY COUNSELLING DAN TESTING) adalah suatu proses
interaksi antara konselor dan konseling yang datang dengan sukarela untuk
mendapatkan bantuan dan akses ke semua layanan kesehatan, baik
informasi, edukasi, pemecahan masalah, testing, terapi, perawatan dan
dukungan psikososial yang berhubungan dengan HIV & AIDS.
4. Dengan meningkatnya jumlah kasus infeksi HIV pada saat ini, maka
kemungkinan terjadinya risiko penyebaran infeksi HIV ke masyarakat umum
tidak dapat diabaikan. Kebanyakan dari mereka yang berisiko tertular HIV
tidak mengetahui akan status HIV mereka, apakah sudah terinfeksi atau
belum.
5. Dengan adanya poliklinik VCT akan menurunkan angka kesakitan HIV/AIDS
melalui peningkatan mutu pelayanan konseling dan testing HIV/AIDS.
6. Konseling dalam VCT adalah kegiatan konseling yang menyediakan
dukuangan psikologi, informasi dan pengetahuan HIV/AIDS mencegah
penularan
HIV,
mempromosikan
perubahan
perilaku
yang
bertanggungjawab, pengobatan ARV dan memastikan pemecahan berbagai
masalah terkait dengan HIV/AIDS.
7. Memantapkan pengembangan diri
melalui
pelatihan
peningkatan
keterampilan dan pengetahuan HIV/AIDS
8. MOU dengan RS Balige sudah terlaksana dengan baik dan Harus ada
kerjasama dengan puskesmas dan pemerintah
9. Anjuran agar diadakan APD (alat pelindung diri) untuk melindungi petugas
kesehatan setiap akan melakukan tindakan
10.
APD mencakup :
- Sarung tangan
- Masker
- Alat pelindung mata (pelindung wajah dan kacamata pengaman)
- Topi
- Gaun pelindung/Apron
- Pelindung kaki (sepatu boot karet)
11.
Pasien terduga HIV yang datang berkunjung ke RS mengalami
peningkatan dari bulan ke bulan, dimana total keseluruhan kunjungan dari
bulan januari s/d juli berjumlah 104 orang (Laki-laki : 54 orang & perempuan
: 50 orang)
12.
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
: Senin/10 Oktober 2016
: Ruang Direktur
Topik
13.
14.
: Rapat evaluasi persiapan akreditasi &
Evaluasi program komite dan tim
Rapat dibuka oleh Direktur, yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link]
Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & Ketua
Akreditasi.
15.
Sudah dilakukan workshop :
1. MPO (Manajemen & Penggunaan Obat)
2. K3RS (Keselamatan & Kesehatan Kerja Rumah Sakit)
3. SKP (Sasaran Keselamatan Pasien)
4. BHD (Bantuan Hidup Dasar)
5. Belum dilakukan pelatihan :
1. PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien)
2. Pelatihan Komunikasi yang Efektif
3. Pelatihan Kode Blue
4. Pelatihan Pencampuran Obat
6. PPK (panduan praktek klinis) yang sudah membuat yaitu Gigi, Kebidanan,
Neurologi, Anak.
7. Komite RM sudah
melaksanakan
evaluasi
pemakaian
status
dan
kelengkapan status RM apakah dokternya sudah mengisi lengkap serta
ruangan mana yang kurang lengkap mengisi statuis RM.
8. Komite Rekam Medik sudah membuat pedoman rekam medik dan evaluasi
penilaian pemakaian status yang baru direncanakan pertengahan bulan
oktober.
9. Sebagian pokja akreditasi ada yang belum siap dokumen, SOP, panduan &
kebijakan direktur
10.
Masing-masing unit kerja belum membuat struktur organisasi dan
uraian tugas.
11.
Menomori SOP, SK Kebijakan ditugaskan : Kikilina Naibaho
12.
Dalam pokja PPK sebaiknya harus ada pelatihan komunikasi yang
efektif karena menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi.
13.
Setiap pokja bisa berhubungan dengan pembimbing akreditasi yaitu
dr. Lubuk P saing, Sp.A setiap hari selasa & kamis.
14.
Kalau ada pertemuan antar pokja diharapkan anggota sekretariat ada
ditempat pertemuan
15.
-
Pokja PP :
Sosialisasi kode
membutuhkan
pink
Call
(penculikan),
Center,
I-Phone
kode
yang
biru
pake
(resusitasi)
laudspeker
dan
serta
petugasnya ada agar petugas tersebut yang memberitahukan ke setiap
16.
ruangan tetapi terkendala karena sarana & prasarana belum lengkap.
Sudah dilakukan pelatihan nyeri
Aplikasi:
- Sim-RS
- Sismadar (sistem manajemen dokumen akreditasi)
17.
Akhir bulan november akan direncanakan survei simulasi dan akan
membuat surat untuk menilai dokumen kita & bulan november tersebut
belum langsung ujian, disitu lah nanti ditentukan berapa lama kita nanti
ujian.
18.
PMKP belum jalan karena struktur organisasi dan uraian tugas, PPK
dokter, perawat, penunjang medik, clinical pathway belum lengkap.
19.
Jika da pasien yang decubitus & ada kejadian pasien yang jatuh
banyak perawat yang tidak tahu alurnya jika ada kejadian tersebut.
20.
Pokja PPI :
- Sarana yang agak sulit, laundry bangunannya tidak sesuai standar
- Struktur organisasi loundry tidak ada
- Kelengkapan kebersihan tangan kadangkala yang dipesan tidak sesuai
21.
22.
dengan yang datang
Air yang tidak hidup terus menerus
Wastafel sudah ada di dahlia I
Tong sampah ada yang rusak, kalau ada sampah infeksius & non
infeksius sebaiknya dibuat apa saja yang termasuk didalamnya.
Plastiknya berwarna
Agar diadakan pemeriksaan air, pola kuman
Tempat nald sampai penuh padahal seharusnya 2/3 isi nald di tempat
safeti box
Monitor CCTV harus ada yang jaga
Pokja HPK :
Agar ditetapkan jam besuk serta benar-benar difungsikan
Masuk keluarnya harus 1 pintu diluar jam besuk
Sejauh mana wewenang satpam pada pengunjung jika ada yang
membesuk
keluarganya dan dibuat kebijakn direktur
Hak & Kewajiban Pasien mana yang dipakai apakah menurut UndangUndang atau
Permenkes
Semua pasien
wajib
menitipkan
direncanakan di admisi
CCTV mencegah tindak kekerasan
barangnya
dan
posisinya
dan letaknya CCTV yang rawan
diruangan
23.
24.
25.
26.
27.
28.
Pokja MFK : AC diruang radiologi agar diperbaiki
Website untuk promosi RS
Pokja MDGs : pojok dahak
Tugas Kesling yang memantau sampah bukan PPI
BHP, obat sering tidak datang sesuai dengan jumlah yang dipesan
Dibentuk SK Direktur tentang kebijakan, SOP dll untuk setiap pokja sesuai
dengan standar & elemen yang ada di pokja masing-masing serta
29.
30.
disesuaikan dengan keadaan rumah sakit
Pokja APK :
- Pelatihan transfer rujukan, kriteria ICU, pelatihan triase, skrining &
transpor.
Pembentukan Pokja Glue Kode : kode blue lokal & center
31.
Tim kode blue dibawah direktur dengan timnya anestesi & bedah dan pokja
PP yang membuat SK serta SOP nya
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Pembina
NIP. 19770129 200502 2 001
Nomor
: 445/08/YAN/IX/2016
Sibolga, 29 September 2016
Kepada Yth :
Lamp
: 1 (satu) Lembar
Tobing Sibolga
Perihal : Penyampaian Hasil Rapat
(Penggantian BHP)
Sehubungan
dengan
Plt. Direktur RSU Dr. F.L.
diSibolga
banyaknya
keluhan
dari
petugas
di
ruangan mengenai kualitas Bahan Habis Pakai (BHP) yang sekarang
digunakan di RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga, bersama ini kami mohon
bantuan Bapak untuk mengadakan BHP yang lebih berkualitas. Berikut
kami lampirkan daftar BHP, keluhan dan rekomendasi untuk pengganti.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan
terima kasih.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Pembina
NIP. 19770129 200502 2 001
Lampiran :
N
o
1
Nama BHP yang tersedia
sekarang
Abbocath Merk Gea
Infus set
Spuit Merk Zontic
Plester Merk Polifix
Three way
Keluhan
Sering emboli udara
& gampang keriting
(rusak)
Pengendali tetesan
tidak berfungsi
Begitu ditarik
terlepas nald nya &
jarumnya terlalu
besar
Tidak menempel
dengan baik
Darah menempel di
pengunci
Rekomendasi Merk
Pengganti
Terumo
Terumo
Terumo
Hypafix
Terumo
Dilaporkan oleh :
1. Ka.
2. Ka.
3. Ka.
4. Ka.
5. Ka.
6. Ka.
7. Ka.
8. Ka.
9. Ka.
[Link].
[Link].
[Link].
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
Ruangan/Instalasi
(Flamboyan)
(Melati)
(Melur)
(Anggrek)
(Raflesia)
(Dahlia I)
(Dahlia II)
(Mawar)
(ICU)
(Ponek)
(OK)
(IGD)
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
:........................................
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Pembina
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
: Senin/13 Juni 2016
Tempat
: Ruang Aula Dahlia Lantai III
Topik
: Sosialisasi Penambahan Jam Pelayanan &
Perbaikan Fasilitas
Pelayanan Pada RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga
32.
33.
Rapat dibuka oleh Direktur, yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link]
Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & Wadir
Pelayanan.
34.
Dalam meningkatkan pelayanan dan kelancaran pelayanan di RSU Dr.
F.L. Tobing diperlukan proyek perubahan yaitu penambahan jam pelayanan
& perbaikan fasilitas pelayanan.
35.
Dalam jangka pendek rencana akan memanggil orang aplikasi &
jangka awal : Sim-RS
36.
Adapun dilakukannya rencana proyek perubahan di RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga adalah :
- Mencegah penumpukan pasien karena masih tingginya waktu tunggu
pasien di loket & apotik
- BOR masih rendah
- Mengurangi beban kerja
- Meningkatkan jumlah kunjungan
37. Dibentuk SK Direktur tentang Pembentukan Tim Efektif Kegiatan
Penambahan Jam Pelayanan & Perbaikan Fasilitas Pelayanan Pada RSU
Dr. F.L. Tobing Sibolga
38. Penataan di ruang tunggu biar lebih nyaman & asri
39. Rencana buka poli sore minggu ke-III tanggal 18 Juli 2016 pada pukul
16.00 18.00 Wib
40. Kondisi yang diharapkan :
- Pelayanan yang cepat
- Informasi yang akurat
- Sistem pengarsipan yang tertata rapi
41. Jangka waktu implementasi diharapkan kurang lebih 2 bulan
42. Diharapkan pendaftaran SEP Verifikator Obat berjalan dengan
efektif dan efisien
43. Masih banyak pasien yang menunggu lama di loket & apotik
44. Direncanakan Poliklinik yang buka yaitu : Poli Paru, Poli Jantung &
Pembuluh Darah, Poli Kulit & Kelamin, Poli THT & Poli Neurologi
45. Laporan Ka. Instalasi Rawat Jalan :
- Sudah mulai ada perbaikan jam pelayanan
- Pelayanan jam 11 disebabkan karena ada operasi bukan karena faktor
kesengajaaan
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
: Rabu/22 Juni 2016
Tempat
: Ruang Aula Dahlia Lantai III
Topik
: Pertemuan Tim Efektif Dalam Rangka Persiapan
Penambahan Jam
Pelayanan & Perbaikan Fasilitas Pelayanan di RSU
Dr. F.L. Tobing
Sibolga
1. Rapat dibuka oleh Wadir Pelayanan , yaitu : dr. Hotma Nauli Hutagalung,
[Link]
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Wadir Pelayanan.
3. Rencana buka poli sore minggu ke-III tanggal 18 Juli 2016 pada pukul 16.00
18.00 Wib.
4. Jika pasien mau berobat ke poli pada sore hari bisa mendaftar pada pagi
hari.
5. Perawat yang bertugas di poliklinik bisa meninggalkan tempat pada pukul
12.00 Wib (perawat bergantian setiap minggu).
6. Poliklinik yang buka yaitu
- Poli Paru
- Poli Jantung & Pembuluh Darah
- Poli Kulit & Kelamin
- Poli THT
- Poli Neurologi
7. Dibuat Surat Perintah Tugas untuk setiap petugas poliklinik sore (Dokter,
Perawat, Loket, BPJS & Verifikator Obat).
8. Diradiologi agar diperbanyak pengadaan Amplop Foto.
9. Menyurati ke Dinas Kesehatan & setiap Puskesmas kalau poli sore sudah
dibuka dan dibuat ke koran, spanduk & brosur dikasih ke pengunjung saat
berobat pada pagi hari.
10.
Loket dibuka pukul 15.00 Wib sebelum pelayanan sore.
11.
Sebaiknya meningkatkan kenyamanan ruang tunggu di apotik.
12.
Ruang tunggu diapotik :
- Lantai berlobang sehingga sangat rawan untuk resiko jatuh
- Kalau hujan basah pasien (kanopi rusak)
- Lantainya biar datar
- Penataan kursi dan bunga
- Paret ditutup
13.
Dibuat meja keluhan dan lembaran di isi pasien dan segera keluhan
tersebut ditindaklanjuti.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
: Jumat/ 05 Agustus 2016
: Ruang ICU
: Rapat Penetapan Kriteria Masuk ICU
1. Rapat dibuka oleh Direktur, yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link]
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur, Wadir Pelayanan
& Ketua Akreditasi
3.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
Nomor
Lamp
Perihal
: 445/
/JKN/V/2016
:: Penjaminan Status Rawat Inap
Sibolga, 13 Mei 2016
Kepada Yth :
Ka. Ru ...........................
RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga
diTempat
Dengan Hormat ,
Sehubungan dengan adanya perubahan Aplikasi pembuatan SEP Rawat
Inap untuk itu diberitahukan penjaminan Status Rawat Inap dilakukan
dalam 3 x 24 jam hari kerja. jika keterlambatan penjaminan disebabkan
oleh kelalaian keluarga pasien maka pasien menjadi Pasien Umum.
Tetapi keterlambatan penjaminan oleh karena kelalaian petugas RS,
maka pembayaran biaya rawat inap menjadi tanggung jawab petugas
RS.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan
terima kasih.
Plt. Direktur RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga
Pelaksana
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NB.
Bila petugas Pengendali BPJS tidak ditempat
Hubungi Ibu Elida Samosir (Hp.0813 7089 0957)
Nomor
Lamp
Sibolga
Perihal
: 445/04/YAN/III/2016
:-
Sibolga, 03 Maret 2016
Kepada Yth :
Direktur RSU Dr.
: Permintaan Alat Kesehatan
Di Ruangan
F.L.
Tobing
diTempat
Sesuai dengan permintaan pengadaan beberapa Alat Kesehatan
Tahun Anggaran 2015, bersama ini kami mohon bantuan Bapak agar
Alat Kesehatan yang tersebut dibawah ini dapat didistribusikan kepada
yang membutuhkan.
Adapun Alat Kesehatan tersebut adalah :
1. Laryngoscopy yang diminta oleh Ruang Melati (Kebidanan), Ruang
Flamboyan (Perinatologi), Ruang OK dan Ruang Ponek.
2. Alat Pembaca Rontgen yang diminta oleh Ruang Dahlia II
3. GP Set yang diminta oleh Ruang Melur dan Ruang Dahlia II
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan
terima kasih.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
Sibolga,
Maret 2016
Nomor : 445/05/YAN/III/2016
Lamp
:Lumbantobing
Perihal : Permintaan Alat Kesehatan
Kepada Yth :
Direktur
RSU
Dr.
03
Ferdinand
diTempat
Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Dokter Umum IGD
pada tanggal 03 Maret 2016, bersama ini kami sampaikan permohonan
penyediaan beberapa kebutuhan di IGD. Adapun kebutuhan tersebut
adalah :
1. Pengadaan telepon genggam (handphone) atau telepon di IGD untuk
memudahkan hubungan komunikasi ke luar (konsultasi dengan
dokter spesialis atau ke RS lain)
2. Pengadaan baju seragam jaga untuk dokter IGD.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan
terima kasih.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
Sibolga, 29 Januari 2016
Nomor
Lamp
Sibolga
Perihal
: 445/
:-
/I/2016
Kepada Yth :
Direktur RSU Dr. F.L. Tobing
: Penyampaian Hasil Rapat Keterlambatan
Pemulangan Status Pasien Rawat Inap
DiTempat
Menindaklanjuti surat dari Ketua Tim Pengelola BPJS-JKN RSU Dr.
F. L. Tobing Perihal Keterlambatan Pemulangan Status Rawat Inap,
bersama
ini
kami
laporkan
kepada
Bapak
bahwa
kami
telah
melaksanakan pertemuan pada tanggal 28 Januari 2016 yang dihadiri
oleh Wadir Pelayanan, Kepala Ruangan, Tim JKN, Kepala Bidang
Keperawatan, Kabag Rekam Medik, Kasie Monitoring & Evaluasi serta
Peningkatan Mutu keperawatan & Kasubag Informasi & Pelaporan.
Berdasarkan laporan dari kepala ruangan bahwa keterlambatan
pengembalian status lebih banyak disebabkan oleh keterlambatan
dokter dalam menyelesaikan pengisian status. Maka dari pertemuan
tersebut disepakati bahwa pengembalian status pasien dilakukan
paling lambat 2X24 Jam setelah pasien pulang dan kepala ruangan
bertanggungjawab untuk itu.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka kami mohon bantuan Bapak
untuk dapat membuat Surat Edaran kepada para DPJP untuk
menyegera kan penyelesaian pengisian status pasien.
Demikianlah
surat
ini
kami
sampaikan,
atas
perhatian
dan
kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
Sibolga, 21 Januari 2016
Kepada Yth :
Plt. Direktur RSU Dr. F.L.
Nomor : 445/03/YAN/I/2015
Lamp
: 1 (satu) Lembar
Tobing Sibolga
Perihal : Permohonan Penyediaan Alat
Kesehatan di Ruangan
Sesuai
dengan
diSIBOLGA
Pertemuan
Rutin
Bidang
di
Bawah
Wadir
Pelayanan pada tanggal 08 Januari 2016 dan Pertemuan Rutin Kepala
Ruangan dan Kepala Instalasi beserta Komite PPI, Komite Keselamatan
Pasien dan Tim Farmasi & Terapi pada tanggal 20 Januari 2016, maka
bersama ini kami beritahukan bahwa adanya beberapa alat kesehatan
yang belum tersedia di ruangan (Daftar Terlampir). Untuk ini kami
mohon
kepada
Bapak
Plt
Direktur
RSU
Dr.
F.L.
Tobing
untuk
memperbaikinya guna memperlancar pelayanan di RSU Dr. Ferdinand
Lumban Tobing Sibolga.
Demikianlah
surat
permohonan
ini
kami
sampaikan,
atas
perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
DAFTAR PERMOHONAN PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DI RUANGAN
1. Ruangan Flamboyan
- Oksigen Central masih belum berfungsi
- Sterilisator tidak ada
- Selang CPAP yang lama belum ada
2. Ruangan Anggrek
- Troli Emergency tidak ada
3. Ruangan Dahlia II
- Alat baca rontgen tidak ada
- GP Set, Comb muntah dan Buli-buli panas tidak ada
4. Ruangan Dahlia I
- Syringe pump tidak ada
- Rostul rusak
5. Ruangan ICU
- Ventilator dan tempat tidur masih ada yang rusak
6. Ruangan IGD
- Sterilisator dan alat hecting bedah minor sudah tumpul
7. Ruangan Ponek
- Troli Emergency
8. Ruangan Raflesia
- Roda tempat tidur rusak
- Troli emergency, Syringe pump dan Nebulizer tidak ada
9. Ruangan Mawar
- Sterilisator, suction dan nebul tidak ada
- Kualitas spuit tidak bagus
- Tranfusi set sebaiknya yang biasa
10.
Fisiotherapi
- Perlu penambahan tempat tidur agar pelayanan bisa dipercepat
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
Nomor : 445/02/YAN/I/2015
Lamp
: 3 (tiga) Lembar
Tobing Sibolga
Perihal : Penyampaian Hasil Rapat Evaluasi
di Bawah Wadir Pelayanan
Sibolga, 21 Januari 2016
Kepada Yth :
Plt. Direktur RSU Dr. F.L.
diSIBOLGA
Menindaklanjuti Pertemuan Rutin Bidang di Bawah Wadir
Pelayanan pada tanggal 08 Januari 2016 dan Pertemuan Rutin Kepala
Ruangan dan Kepala Instalasi beserta Komite PPI, Komite Keselamatan
Pasien dan Tim Farmasi & Terapi pada tanggal 20 Januari 2016, maka
bersama ini kami sampaikan beberapa permasalahan yang timbul
dalam pelayanan (daftar terlampir). Berkaitan dengan hal tersebut
maka
kami
mohon
bantuan
Bapak
menyelesaikan permasalahan tersebut.
untuk
dapat
membantu
Demikian
disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
DAFTAR PERMASALAHAN/KENDALA YANG TERJADI DI RUANGAN
1. Ruangan Melati
- Perluasan gedung di ruang kebidanan membuat ruang VK makin
sempit.
- Mebelain serta peralatan lain untuk mengisi kamar VIP belum ada
- Spuit yang disediakan sebaiknya merk Terumo karena yang tersedia
sekarang dengan merk lain kualitasnya sangat kurang.
- Kabel-kabel listrik masih berantakan
2. Ruangan Flamboyan
- Bila hujan air merembes dari ruangan yang baru
- Oksigen Central masih belum berfungsi
- Sterilisator tidak ada
- Selang CPAP yang lama belum ada
- Kabel-kabel listrik tidak teratur
- Rel Gorden sudah rusak
3. Ruangan Melur
- Kulkas rusak
- Penlight tidak ada
4. Ruangan Anggrek
- Vitrase gorden tidak ada
- Kamar mandi dan jendela di ruang perawat hampir jatuh karena lapuk
- Kualitas selimut jelek
- Troli Emergency tidak ada
- Sebaiknya ada Televisi di Lobby dan diruangan kelas I
- Cat dinding sudah kusam jadi perlu pengecatan ulang
5. Ruangan Dahlia II
- Alat baca rontgen tidak ada
- GP Set, Comb muntah dan Buli-buli panas tidak ada
- Jalan menuju sky way menuju ruangan Dahlia II perlu diperbaiki
karena sudah rusak dan menyulitkan dilalui oleh brankard
- Kaki lima (telatar) ruangan sempiang bila hujan
- Teknisi susah dihubungi bila oksigen habis
- Tempat sampah tidak dipisah
- Sebaiknya ada disediakan ceret listrik untuk memasak air panas untuk
mandi pasien
6. Ruangan Dahlia I
- Syringe pump tidak ada
- Washtapel tidak ada
- Air kran dibelakang ruang dahlia I terus mengalir
- Rostul rusak
7. Ruangan ICU
- Obat emergency tidak ada
- Obat sering di kurangi oleh verifikator
- Air tidak 24 jam hidup
- Gudang di depan ICU sebaiknya dipindah agar dapat dimanfaatkan
pasien
- Ventilator dan tempat tidur masih ada yang rusak
8. Ruangan IGD
Pintu dan kosen di ruangan observasi rusak
Sterilisator dan alat hecting bedah minor sudah tumpul
AC di ruang tindakan bedah tidak ada
I Phone bisa diparalelkan ke kamar jaga perawat
Satpam tidak ada di IGD
9. Ruangan Ponek
- Troli Emergency dan kulkas tidak ada
- Gorden tidak ada
10.
Ruangan Raflesia
- Ruang perawat sangat panas
- Kamar III, IX da IV masih bocor
- Kaca jendela raflesia XII jatuh
- Kucing banyak
- Roda tempat tidur rusak
- Lemari pasien rusak
- Siaran TV hilang timbul
- Remote AC tidak ada
- Kabel cok raun bergelantungan tidak teratur
- Troli emergency, Syringe pump dan Nebulizer tidak ada
- Tempat sampah yang terpisah tidak ada
- Dinding sudah kusam perlu pengecatan
11.
Ruangan Mawar
- Ruang kelas II 4 bocor
- Kamar mandi di ruang perawat bocor
- Air tidak 24 jam
- Kucing banyak sehingga menimbulkan bau yang tidak enak
- Sterilisator, suction dan nebul tidak ada
- Sebaiknya ruang kelas I ada TV nya banyak pasien mengeluh
- Kualitas spuit tidak bagus
- Tranfusi set sebaiknya yang biasa
12.
Ruangan OK
- AC di ruangan penerimaan pasien rusak
- Asbes masih bocor walau sudah diperbaiki
- Air tidak hidup 24 jam
- Ruangan dapat ditambah didepan sesuai sekreasi Tim EMAS
13.
Radiologi
- Perda Scanning Contrast tidak ada
- AC diruangan radiologi IGD rusak sehingga alat pun sudah mulai error
- Perlu UPS 60 KVA
- Baju untuk pasien radiologi belum ada
- Perlu Exhansa fan
- Butuh lemari, meja dan kursi
14.
Instalasi Farmasi
- Gorden tidak ada diruangan samping apotek
- Perlu ruangan untuk gudang
- AC di gudang masih kurang ditakutkan kualitas obat menurun
- Meja komputer di apotik tidak ada
- Perlu penyediaan I Phone di poliklinik untuk memudahkan komunikasi
15.
Fisiotherapi
- Sangat membutuhkan perluasan ruangan karena yang ada sekarang
sangat sempit
- I Phone tidak ada sehingga komunikasi ke ruangan terganggu
- Perlu penambahan tempat tidur agar pelayanan bisa dipercepat
- Butuh tenaga laki-laki yang islam
- AC di ruangan rusak
16.
Laboratorium
17.
-
Ruangan yang dipakai farmasi dapat dikembalikan
dimanfaatkan tempat alat laboratorium rutin
Kekurangan tenaga 2 orang lagi yang islam
Satpam ada yang jaga di gedung dekat laboratorium
Perlu jas laboratorium
Gizi
Tenaga gizi klinis kurang
Bocor diruangan belakang
Perlu gudang di dapur
agar
bisa
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
Pelayanan
: Rabu/20 Januari 2016
: Ruang Dahlia III
: Evaluasi Dan Program Kerja dibawah Wadir
1. Rapat dibuka oleh Wadir Pelayanan
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Wadir Pelayanan.
3. Ruangan Melati
4.
5.
6.
7.
8.
Perluasan gedung di ruang kebidanan membuat ruang VK makin
sempit.
- Mebelain serta peralatan lain untuk mengisi kamar VIP belum ada
- Spuit yang disediakan sebaiknya merk Terumo karena yang tersedia
sekarang dengan merk lain kualitasnya sangat kurang.
- Kabel-kabel listrik masih berantakan
Ruangan Flamboyan
- Bila hujan air merembes dari ruangan yang baru
- Oksigen Central masih belum berfungsi
- Sterilisator tidak ada
- Selang CPAP yang lama belum ada
- Kabel-kabel listrik tidak teratur
- Rel Gorden sudah rusak
Ruangan Melur
- Kulkas rusak
- Penlight tidak ada
Ruangan Anggrek
- Vitrate gorden tidak ada
- Kamar mandi dan jendela di ruang perawat hampir jatuh karena lapuk
- Kualitas selimut jelek
- Troli Emergency tidak ada
- Sebaiknya ada Televisi di Lobby dan diruangan kelas I
- Cat dinding sudah kusam jadi perlu pengecatan ulang
Ruangan Dahlia II
- Alat baca rontgen tidak ada
- GP Set, Comb muntah dan Buli-buli panas tidak ada
- Jalan menuju sky way menuju ruangan Dahlia II perlu diperbaiki
karena sudah rusak dan menyulitkan dilalui oleh brankard
- Kaki lima (telatar) ruangan................bila hujan
- Teknisi susah dihubungi bila oksigen habis
- Tempat sampah tidak dipisah
- Sebaiknya ada disediakan ceret listrik untuk memasak air panas untuk
mandi pasien
Ruangan Dahlia I
- Syringe pump tidak ada
- Washtapel tidak ada
- Air kran dibelakang ruang dahlia I terus mengalir
- Rostul rusak
9. Ruangan ICU
- Obat emergency tidak ada
- Obat sering di kurangi oleh verifikator
- Air tidak 24 jam hidup
- Gudang di depan ICU sebaiknya dipindah agar dapat dimanfaatkan
pasien
- Ventilator dan tempat tidur masih ada yang rusak
10.
Ruangan IGD
- Pintu dan kosen di ruangan observasi rusak
- Sterilisator dan alat hecting bedah minor sudah tumpul
- AC di ruang tindakan bedah tidak ada
- I Phone bisa diparalelkan ke kamar jaga perawat
- Satpam tidak ada di IGD
11.
Ruangan Ponek
- Troli Emergency dan kulkas tidak ada
- Gorden tidak ada
12.
Ruangan Raflesia
- Ruang perawat sangat panas
- Kamar III, IX da IV masih bocor
- Kaca jendela raflesia XII jatuh
13.
14.
15.
-
16.
17.
18.
19.
-
Kucing banyak
Roda tempat tidur rusak
Lemari pasien rusak
Siaran TV hilang timbul
Remote AC tidak ada
Kabel cok raun bergelantungan tidak teratur
Troli emergency, Syringe pump dan Nebulizer tidak ada
Tempat sampah yang terpisah tidak ada
Dinding sudah kusam perlu pengecatan
Ruangan Mawar
Ruang kelas II 4 bocor
Kamar mandi di ruang perawat bocor
Air tidak 24 jam
Kucing banyak sehingga menimbulkan bau yang tidak enak
Sterilisator, suction dan nebul tidak ada
Sebaiknya ruang kelas I ada TV nya banyak pasien mengeluh
Kualitas spuit tidak bagus
Tranfusi set sebaiknya yang biasa
Ruangan OK
AC di ruangan penerimaan pasien rusak
Asbes masih bocor walau sudah diperbaiki
Air tidak hidup 24 jam
Ruangan dapat ditambah didepan sesuai ...............Tim EMAS
Radiologi
Perda Scanning Contrast tidak ada
AC diruangan radiologi IGD rusak sehingga alat pun sudah mulai error
Perlu ........UPS 60 KVA
Baju untuk pasien radiologi belum ada
Perlu Exhansa fan.........
Butuh lemari, meja dan kursi
Instalasi Farmasi
Gorden tidak ada diruangan samping apotek
Perlu ruangan untuk gudang
AC di gudang masih kurang ditakutkan kualitas obat menurun
Meja komputer di apotik tidak ada
Perlu penyediaan I Phone di poliklinik untuk memudahkan komunikasi
Fisiotherapi
Sangat membutuhkan perluasan ruangan karena yang ada sekarang
sangat sempit
I Phone tidak ada sehingga komunikasi ke ruangan terganggu
Perlu penambahan tempat tidur agar pelayanan bisa dipercepat
Butuh tenaga laki-laki yang islam
AC di ruangan rusak
Laboratorium
Ruangan yang dipakai farmasi dapat dikembalikan agar bisa
dimanfaatkan tempat alat laboratorium rutin
Kekurangan tenaga 2 orang lagi yang islam
Satpam ada yang jaga di gedung dekat laboratorium
Perlu jas laboratorium
Gizi
Tenaga gizi klinis kurang
Bocor diruangan belakang
Perlu gudang di dapur
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
: Senin/01 Februari 2016
: Ruang Direktur
: Evaluasi Kinerja Dokter Jaga IGD
4. Rapat dibuka oleh Wadir Pelayanan, yaitu : dr. Hotma Nauli Hutagalung,
[Link]
5. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Wadir Pelayanan.
6. Dalam meningkatkan pelayanan dan kelancaran pelayanan di Instalasi
Gawat Darurat perlu ada selalu tersedia obat emergency dan sarana &
prasarana yang diperlukan di IGD.
7. Memelihara koordinasi dan kerjasama yang baik.
8. Membuat laporan harian dokter jaga setiap pergantian ship.
9. Memelihara dan mencatat alat-alat medis dan inventaris lainnya yang ada
di IGD & membuat format BHP
10.
Perlu adanya penambahan dokter jaga di IGD yaitu dokter CPNS yang
baru biar dimasukkan dalam jadwal jaga
11.
Jumlah dokter jaga di IGD sebanyak 7 Orang (1 orang sedang cuti
bersalin & 1 orang lagi rencana mau cuti bersalin & berlanjut mengambil
dokter spesialis) sehingga jumlah dokter sebanyak 5 orang.
12.
Dokter Interensif datang ke ruangan jika pasien dalam keadaan tidak
gawat darurat
13.
Sebaiknya perawat bisa juga menelepon dr. Spesialis
kalau hanya
melanjutkan therapi obat dan jangan selalu ke dokter jaga.
14.
Sering dijumpai ditiap ruangan jika ada pasien yang gawat, alat
kesehatan seperti ambubag, senter, RJP
dll tidak ada dan menunggu
meminjam keruangan yang lain.
15.
Segala yang dipakai di IGD seperti infuset, abocath dll pada pasien
yang
16.
17.
18.
19.
opname diruangan agar mengembalikannya ke IGD
Satpam sering tidak ada di IGD
Protokol therapi sebaiknya tidak usah dipergunakan lagi
Sebaiknya neckcollar bisa selalu tersedia di IGD
Jika ada pasien yang meminta harus opname tetapi ternyata tidak
perlu opname karena 155 diagnosa yang ada di BPJS hanya dapat diklem
rawat jalan, maka kita meminta tandatangan keluarga, apabila tidak diklem
oleh BPJS maka pasien bersedia membayar umum.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
20.
21.
: Jumat/25 September 2015
: Ruang Direktur
: Rapat Pertemuan Komite Farmasi & Terapi
Rapat dibuka oleh direktur, yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link]
Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & Wadir
Pelayanan.
22.
Dalam membentuk Tim Farmasi dan Terapi (TFT) mengacu pada :
- Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
- Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
- Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
- Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pengamanan
Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Standard
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
Keputusan
Menteri
Kesehatan
Republik
23.
Indonesia
Nomor
328/MENKES/IX/2013 tentang Formularium Nasional
Berdasarkan hasil diskusi untuk meningkatkan mutu pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit perlu membentuk Tim Farmasi dan Terapi (TFT)
RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga Tahun 2015- 2017.
24.
Ketua TFT dapat diketahui oleh seorang Dokter atau seorang
Apoteker, apabila diketuai oleh dokter maka sekretarisnya adalah Apoteker,
namun apabila diketuai oleh Apoteker, maka sekretarisnya adalah dokter.
25.
Sebaiknya TFT harus mengadakan rapat secara teratur sedikitnya 2
(dua) bulan sekali
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
: Senin/01 Februari 2016
: Ruang Direktur
: Evaluasi Kinerja Dokter Jaga IGD
1. Rapat dibuka oleh Wadir Pelayanan
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Wadir Pelayanan
3. Ruangan Melati
- Perluasan gedung di ruang kebidanan membuat ruang VK makin
sempit.
- Mebelain serta peralatan lain untuk mengisi kamar VIP belum ada
4.
5.
6.
7.
8.
Spuit yang disediakan sebaiknya merk Terumo karena yang tersedia
sekarang dengan merk lain kualitasnya sangat kurang.
- Kabel-kabel listrik masih berantakan
Ruangan Flamboyan
- Bila hujan air merembes dari ruangan yang baru
- Oksigen Central masih belum berfungsi
- Sterilisator tidak ada
- Selang CPAP yang lama belum ada
- Kabel-kabel listrik tidak teratur
- Rel Gorden sudah rusak
Ruangan Melur
- Kulkas rusak
- Penlight tidak ada
Ruangan Anggrek
- Vitrate gorden tidak ada
- Kamar mandi dan jendela di ruang perawat hampir jatuh karena lapuk
- Kualitas selimut jelek
- Troli Emergency tidak ada
- Sebaiknya ada Televisi di Lobby dan diruangan kelas I
- Cat dinding sudah kusam jadi perlu pengecatan ulang
Ruangan Dahlia II
- Alat baca rontgen tidak ada
- GP Set, Comb muntah dan Buli-buli panas tidak ada
- Jalan menuju sky way menuju ruangan Dahlia II perlu diperbaiki
karena sudah rusak dan menyulitkan dilalui oleh brankard
- Kaki lima (telatar) ruangan................bila hujan
- Teknisi susah dihubungi bila oksigen habis
- Tempat sampah tidak dipisah
- Sebaiknya ada disediakan ceret listrik untuk memasak air panas untuk
mandi pasien
Ruangan Dahlia I
- Syringe pump tidak ada
- Washtapel tidak ada
- Air kran dibelakang ruang dahlia I terus mengalir
- Rostul rusak
9. Ruangan ICU
- Obat emergency tidak ada
- Obat sering di kurangi oleh verifikator
- Air tidak 24 jam hidup
- Gudang di depan ICU sebaiknya dipindah agar dapat dimanfaatkan
pasien
- Ventilator dan tempat tidur masih ada yang rusak
10.
Ruangan IGD
- Pintu dan kosen di ruangan observasi rusak
- Sterilisator dan alat hecting bedah minor sudah tumpul
- AC di ruang tindakan bedah tidak ada
- I Phone bisa diparalelkan ke kamar jaga perawat
- Satpam tidak ada di IGD
11.
Ruangan Ponek
- Troli Emergency dan kulkas tidak ada
- Gorden tidak ada
12.
Ruangan Raflesia
- Ruang perawat sangat panas
- Kamar III, IX da IV masih bocor
- Kaca jendela raflesia XII jatuh
- Kucing banyak
- Roda tempat tidur rusak
- Lemari pasien rusak
13.
14.
15.
-
16.
17.
18.
19.
-
Siaran TV hilang timbul
Remote AC tidak ada
Kabel cok raun bergelantungan tidak teratur
Troli emergency, Syringe pump dan Nebulizer tidak ada
Tempat sampah yang terpisah tidak ada
Dinding sudah kusam perlu pengecatan
Ruangan Mawar
Ruang kelas II 4 bocor
Kamar mandi di ruang perawat bocor
Air tidak 24 jam
Kucing banyak sehingga menimbulkan bau yang tidak enak
Sterilisator, suction dan nebul tidak ada
Sebaiknya ruang kelas I ada TV nya banyak pasien mengeluh
Kualitas spuit tidak bagus
Tranfusi set sebaiknya yang biasa
Ruangan OK
AC di ruangan penerimaan pasien rusak
Asbes masih bocor walau sudah diperbaiki
Air tidak hidup 24 jam
Ruangan dapat ditambah didepan sesuai ...............Tim EMAS
Radiologi
Perda Scanning Contrast tidak ada
AC diruangan radiologi IGD rusak sehingga alat pun sudah mulai error
Perlu ........UPS 60 KVA
Baju untuk pasien radiologi belum ada
Perlu Exhansa fan.........
Butuh lemari, meja dan kursi
Instalasi Farmasi
Gorden tidak ada diruangan samping apotek
Perlu ruangan untuk gudang
AC di gudang masih kurang ditakutkan kualitas obat menurun
Meja komputer di apotik tidak ada
Perlu penyediaan I Phone di poliklinik untuk memudahkan komunikasi
Fisiotherapi
Sangat membutuhkan perluasan ruangan karena yang ada sekarang
sangat sempit
I Phone tidak ada sehingga komunikasi ke ruangan terganggu
Perlu penambahan tempat tidur agar pelayanan bisa dipercepat
Butuh tenaga laki-laki yang islam
AC di ruangan rusak
Laboratorium
Ruangan yang dipakai farmasi dapat dikembalikan agar bisa
dimanfaatkan tempat alat laboratorium rutin
Kekurangan tenaga 2 orang lagi yang islam
Satpam ada yang jaga di gedung dekat laboratorium
Perlu jas laboratorium
Gizi
Tenaga gizi klinis kurang
Bocor diruangan belakang
Perlu gudang di dapur
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
Sibolga, 03 Maret 2016
Kepada Yth :
Plt. Direktur RSU Dr. F.L.
Nomor : 445/05/YAN/III/2016
Lamp
: 1 (satu) Lembar
Tobing Sibolga
Perihal : Penyampaian Hasil Rapat
Di Bawah Wadir Pelayanan
Sesuai
dengan
diTempat
Pertemuan
Rutin
Bidang
di
Bawah
Wadir
Pelayanan pada tanggal 08 Januari 2016 dan Pertemuan Rutin Kepala
Ruangan dan Kepala Instalasi beserta Komite PPI, Komite Keselamatan
Pasien dan Tim Farmasi & Terapi pada tanggal 20 Januari 2016, maka
bersama ini kami beritahukan bahwa adanya beberapa alat kesehatan
yang belum tersedia di ruangan (Daftar Terlampir). Untuk ini kami
mohon
kepada
Bapak
Plt
Direktur
RSU
Dr.
F.L.
Tobing
untuk
memperbaikinya guna memperlancar pelayanan di RSU Dr. Ferdinand
Lumban Tobing Sibolga.
Demikianlah
surat
permohonan
ini
kami
sampaikan,
atas
perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
DAFTAR PERMOHONAN PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DI RUANGAN
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
-
Ruangan Flamboyan
Oksigen Central masih belum berfungsi
Sterilisator tidak ada
Selang CPAP yang lama belum ada
Ruangan Anggrek
Troli Emergency tidak ada
Ruangan Dahlia II
Alat baca rontgen tidak ada
GP Set, Comb muntah dan Buli-buli panas tidak ada
Ruangan Dahlia I
Syringe pump tidak ada
Rostul rusak
Ruangan ICU
Ventilator dan tempat tidur masih ada yang rusak
Ruangan IGD
Sterilisator dan alat hecting bedah minor sudah tumpul
Ruangan Ponek
Troli Emergency
Ruangan Raflesia
Roda tempat tidur rusak
Troli emergency, Syringe pump dan Nebulizer tidak ada
Ruangan Mawar
Sterilisator, suction dan nebul tidak ada
Kualitas spuit tidak bagus
Tranfusi set sebaiknya yang biasa
Fisiotherapi
Perlu penambahan tempat tidur agar pelayanan bisa dipercepat
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
: Jumat/ 29 April 2016
: Ruang Direktur
: Sosialisasi Pembuatan PPK & Clinical Pathway
1. Rapat dibuka oleh Direktur , yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link]
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & dr. Lubuk P
Saing, Sp.A
3. Pedoman praktek klinis dan Clinical pathway atau protokol klinis digunakan
sebagai pedoman dalam memberikan asuhan klinis
4. Standar pelayanan kedokteran meliputi pedoman nasional pelayanan
kedokteran (PNPK) dan SPO
5. SPO harus dijadikan panduan bagi seluruh tenaga kesehatan difasilitas
pelayanan kesehatan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan
6. PNPK harus dijadikan acuan pada penyusunan SPO di fasilitas pelayanan
kesehatan
7. PPK suatu alat bukti apa yang kita kerjakan dan dasar hukum panduan PPK
dan Clinical Pathway adalah Permenkes 1438/2010 (Standar Pelayanan
Kedokteran meliputi PNPK dan SPO)
8. UU No 29/2004 tentang Praktik Kedokteran pasal 44 (Standar Pelayanan
Kedokteran)
&
pasal
50
&
51
(Standar
Profesi/Standar
Prosedur
Operasional).
9. UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan UU No 44 tahun 2009 tentang
rumah sakit
10.
PNPK (pedoman
nasional
pelayanan
kedokteran)
disusun
oleh
sekelompok pakar yang dapat melibatkan profesi kedokteran, kedokteran
gigi, atau profesi kesehatan lainnya, atau pihak lain yang dianggap perlu
dan disahkan oleh menteri
11.
Pasien cedera : tuduhan malpraktek :
- Bantuan hukum
- Ganti rugi
- Tanggung jawab RS
12.
Diupayakan jangan ada lagi pasien mengambil obat ke apotik segar
13.
Permintaan obat dokter agar direkap setiap bulan
14.
Case manajer belum ditentukan lagi
15.
Case manajer ini adalah profesional di RS yang melaksanakan
manajemen
pelayanan
pasien
yang
menghubungkan
antara
pasien,
keluarga dan para dokter serta mengerti tentang kondisi pasien dalam hal
pengobatannya sehingga memberikan hasil asuhan pasien yang bermutu.
16.
PNPK disusun oleh sekelompok pakar yang dapat melibatkan profesi
kedokteran, kedokteran gigi atau profesi kesehatan lainnya atau pihak
lainyang dianggap perlu dan disahlan oleh menteri.
17.
SPO disusun dalam bentuk Panduan Praktek Klinis (PPK) yang dapat
dilengkapi dengan alur klinis (clinical pathway) dan disusun oleh staf medis
pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dikoordinasi oleh komite medis
dan ditetapkan oleh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan SPO harus
ditinjau selalu.
18.
Beberapa contoh buku pedoman nasional pelayanan kedokteran dari
kementerian kesehatan RI :
- Penanganan trauma
- Tata laksana tuberkulosis
- Tatalaksana HIV/AIDS
- Tatalaksana bayi berat lahir rendah
- Penyakit ginjal tahap akhir
- Diabetes melitus
- Dll
19.
Clinical Pathway adalah pelayanan terpadu yang diberikan kepada
pasien yang berdasarkan standar pelayanan medis, standar pelayanan
keperawatan, dan standar pelayanan lainnya dengan hasil terukur pada
jangka waktu tertentu selama pasien dirawat di RS
Wadir Pelayanan RSU Dr. F. L. Tobing
Pelaksana
(dr. Louise H Hutapea)
Sihotang)
Notulen Rapat
(Betty Supera
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
: Rabu/ 11 Mei 2016
: Ruangan Direktur
: Evaluasi Pelayanan Rawat Jalan
1. Rapat dibuka oleh Direktur , yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link].
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & Wadir Pelayanan.
3. Pelayanan rawat jalan adalah satu bentuk dari pelayanan kedokteran yang
disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk rawat inap dan tidak lebih dari
24 jam pelayanan.
4. Permenkes Nomor 74a tahun 1989 menyebutkan bahwa setiap sarana
pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis.
5. Pelayanan rawat jalan meliputi mulai pasien mendaftar di loket rawat jalan,
pasien
menunggu
panggilan
pada
poliklinik
yang
ditujunya,
pasien
menunggu ruang periksa pelayanan rawat jalan, pasien memerlukan
pemeriksaan penunjang diagnostik, pasien menunggu obat di apotik dan
sampai pasien meninggalkan poli.
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 129/Menkes/SK/II/2008 tentang
standar pelayanan minimal Rumah sakit
7. Standar minimal rawat jalan yaitu :
- Dokter yang melayani pada poliklinik spesialis harus 100% dokter
-
spesialis
Rumah sakit setidaknya harus menyediakan pelayanan klinik anak,
Penyakit dalam, klinik kebidanan dan bedah
Jam buka pelayanan adalah pukul 08.00 13.00 setiap hari kerja
kecuali hari jumat pukul 08.00 11.00 WIB
Waktu tunggu untuk rawat jalan tidak lebih dari 60 menit
Kepuasan pelanggan lebih dari 90%
Kegiatan pencatatan dan pelaporan tuberculosis yang erobat jalan di
rumah sakit 60 %
Waktu tunggu hasil pelayanan radiologi mis : foto thorax sampai
dengan hasil yang sudah diexpertisi 3 jam dan hasilnya 100%
Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium mulai pasien diambil
sampel sampai menerima hasil 140 menit
Waktu tunggu pelayanan obat mulai pasien menyerahkan resep
sampai menerima obat
60 menit dan tidak adanya kesalahan
dalam memberikan jenis obat, dosisi, salah orang dan salah jumlah
-
dan standarnya harus 100%
Kelengkapan pengisian rekam medik oleh dokter 24 Jam setelah
selesai pelayanan rawat jalan dan standarnya 100%
Pentingnya kelengkapan informed consent yang jelas yang diberikan
pada pasien/keluarga pasien dan standarnya 100%
Waktu penyediaan dokumen rekam medik mulai
mendaftar
sampai
rekam
medis
disediakan
oleh
dari
pasien
petugas
dan
standarnya 10 menit
8. RSU Dr. Ferdinand Lumbantobing memiliki 14 Poliklinik dan poliklinik yang
memiliki jumlah kunjungan rawat jalan paling banyak mulai dari urutan
tertinggi sampai yang terendah diantaranya dalah :
1. Poliklinik DM & Hipertensi
2. Poliklinik Penyakit Dalam
3. Poliklinik Jantung
4. Poliklinik Neurologi
5. Poliklinik Mata
6. Poliklinik Paru
7. Poliklinik Bedah
8. Poliklinik Anak
9. Poliklinik Obgyn
10. Poliklinik THT
11. Poliklinik Jiwa
12. Poliklinik Khusus
13. Poliklinik Gigi
14. Poliklinik Kulit Kelamin
9. Masalah yang ada :
- Pencapaian indikator kinerja SPM di rawat jalan masih ada yang belum
10.
mencapai standar
Hal yang sangat dikeluhkan pasien adalah waktu tunggu di rekam
medis, dipoliklinik dan di apotik
Obat yang tidak tersedia lengkap (pasien harus mengambil obat ke
apotik segar)
Pelayanan rawat jalan direncanakan dibuka pada sore hari
dengan
harapan mengurangi penumpukan pasien pada pagi hari, memperpanjang
jam pelayanan sehingga lebih meningkatkan akses pelayanan kepada
masyarakat, menambah jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap serta
menambah kesejahteraan pegawai.
Diketahui Oleh :
Wadir Pelayanan RSU Dr. F. L. Tobing
Notulen Rapat
(dr. Hotma Nauli Hutagalung, [Link])
Sihotang)
(Betty Supera
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
: Kamis/ 12 Mei 2016
: Ruangan Direktur
: Pembuatan PPK untuk Paramedis &
Paramedis Non Keperawatan
1. Rapat dibuka oleh Wadir Pelayanan yaitu : dr. Hotma Nauli Hutagalung,
[Link].
2. Bimbingan dan
arahan
telah disampaikan oleh Wadir Pelayanan & dr.
Lubuk P Saing, Sp.A
3. Panduan Praktik Klinis untuk Perawat merupakan referensi yang membahas
tentang prosedur-prosedur praktik klinis yang sering diaplikasikan oleh
perawat di rumah sakit
4. Keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga,
kelompok, atau masyarakat baik dalam keadaan sakit maupun sehat
5. Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor : 38 Tahun 2014 tentang
keperawatan
6. Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
7. PPK merupakan format teknis untuk istilah standar prosedur operasional
(SPO) yang terdapat dalam Undang- undang praktik kedokteran
8. PNPK diperlukan bila suatu penyakit atau kondisi kesehatan tertentu
memiliki satu atau lebih karakteristik berikut :
- Jumlah kasusnya banyak
- Mempunyai risiko tinggi
- Cenderung memerlukan biaya tinggi/banyak sumber daya
9. Permenkes No. 1438/MENKES/PER/IX/2010 tentang Standar Pelayanan
Kedokteran, dokter dan dokter gigi
10.
PPK (Pedoman Praktik Klinis), yaitu : SPM (Standar Pelayanan Medis)
dan SAK (Standar Asuhan Keperawatan)
11.
PNPK merupakan standar pelayanan kedokteran yang bersifat
nasional dan dibuat oleh organisasi profesi serta disahkan oleh menteri.
12.
SPM dibuat dan diterapkan oleh pimpinan pelayanan kesehatan
13.
Clinical Pathway adalah perwujudan langkah pelayanan yang lebih
detail yang diberikan pada masing-masing pasien berdasarkan PNPK dan
SPM.
14.
Clinical Pathway (CP) juga sebagai sebuah pemetaan mengenai
tindakan klinis untuk diagnosis tertentu dalam waktu tertentu yang
mendokumentasikan clinical practice terbaik (bukan hanya clinical practice
terbaru)
15.
CP yang diterapkan dengan baik dapat menjadi alat kendali mutu
pelayanan kesehatan RS. Disisi lain, dalam era JKN, penerapan CP dapat
menjadi salah satu upaya kendali biaya. Biaya yang dikeluarkan RS dapat
dihitung berdasarkan CP dan dibandingkan dengan tarif INA CBGs,
sehingga jika biaya melebihi tarif INA CBGs maka RS dapat segera
mengupayakan efisiensi tanpa perlu melakukan Fraud
16.
Pelayanan keperawatan harus dilakukan secara bertanggung jawab,
bermutu, aman dan memiliki kompetensi, kewenangan, etik serta moral
tinggi
17.
Dalam
melakukan
paramedis/keperawatan
harus
asuhan
memiliki
keperawatan
uji
seorang
kompetensi,
sertifikat
kompetensi, sertifikat profesi, STR, SIPP
18.
Praktik keperawatan berasaskan : perikemanusiaan, nilai ilmiah, etika
dan profesionalitas, manfaat, keadilan, perlindungan serta kesehatan dan
keselamatan klien
19.
Jenis perawat terdiri atas : perawat profesi (ners dan ners spesialis)
dan perawat vokasi
20.
Format SOAPIER dalam keperawatan :
- S = Data Subjektif
- O = Data Objektif
- A = Pengkajian
- P = Perencanaan
- I = Intervensi
- R = Revisi/respon pasien
21.
Format SPO didalam penyusunan Panduan Praktek Klinis keperawatan
meliputi :
- Pengertian, masalah keperawatan, diagnosa Keperawatan, intervensi
keperawatan, observasi, evaluasi, informasi dan edukasi, discharge
planning, nasehat pulang, prognosis, penelaah kritis, indikator serta
22.
kepustakaan
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) : standar yang
bersifat nasional dan hanya dibuat untuk penyakit atau kondisi klinis
dengan syarat-syarat tertentu dan disertai dengan :
- Alur klinis (clinical pathway)
- Algoritme
- Protokol
- Prosedur
- Standing Orders
Diketahui Oleh :
Wadir Pelayanan RSU Dr. F. L. Tobing
Notulen Rapat
(dr. Hotma Nauli Hutagalung, [Link])
Sihotang)
(Betty Supera
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Tempat
Topik
46.
47.
: Senin/13 Juni 2016
: Ruang Aula Dahlia Lantai III
: Sosialisasi Clinical Pathway
Rapat dibuka oleh Direktur, yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link]
Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & Wadir
Pelayanan.
48.
Dalam meningkatkan pelayanan dan kelancaran pelayanan di RSU Dr.
F.L. Tobing diperlukan proyek perubahan yaitu penambahan jam pelayanan
& perbaikan fasilitas pelayanan.
49.
Dalam jangka pendek rencana akan memanggil orang aplikasi &
jangka awal : Sim-RS
50.
Adapun dilakukannya rencana proyek perubahan di RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga adalah :
- Mencegah penumpukan pasien karena masih tingginya waktu tunggu
pasien di loket & apotik
- BOR masih rendah
- Mengurangi beban kerja
- Meningkatkan jumlah kunjungan
51. Dibentuk SK Direktur tentang Pembentukan Tim Efektif Kegiatan
Penambahan Jam Pelayanan & Perbaikan Fasilitas Pelayanan Pada RSU
Dr. F.L. Tobing Sibolga
52. Penataan di ruang tunggu biar lebih nyaman & asri
53. Rencana buka poli sore minggu ke-III tanggal 18 Juli 2016 pada pukul
16.00 18.00 Wib
54. Kondisi yang diharapkan :
- Pelayanan yang cepat
- Informasi yang akurat
- Sistem pengarsipan yang tertata rapi
55. Jangka waktu implementasi diharapkan kurang lebih 2 bulan
56. Diharapkan pendaftaran SEP Verifikator Obat berjalan dengan
efektif dan efisien
57. Masih banyak pasien yang menunggu lama di loket & apotik
58. Direncanakan Poliklinik yang buka yaitu : Poli Paru, Poli Jantung &
Pembuluh Darah, Poli Kulit & Kelamin, Poli THT & Poli Neurologi
59. Laporan Ka. Instalasi Rawat Jalan :
- Sudah mulai ada perbaikan jam pelayanan
- Pelayanan jam 11 disebabkan karena ada operasi bukan karena faktor
kesengajaaan
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Penata Tk.I
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
: Sabtu/13 Agustus 2016
Pukul
Tempat
Topik
: 10.00 Wib s/d Selesai
: Ruang Direktur
: Rapat Sosialisasi Clinical Pathway
1. Rapat dibuka oleh Direktur, yaitu : dr. Masrip Sarumpaet, [Link]
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & Ketua Komite
Medik
3. Clinical pathway merupakan suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu
yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan
standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti
dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di
4.
5.
6.
7.
rumah sakit.
Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran
Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1438 Tahun 2010
Tentang Standar Pelayanan Kedokteran
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012
Tentang Akreditasi Rumah Sakit
9. Kepmenkes No 440/2012 tentang Penetapan Tarif Rumah Sakit
10.
Clinical Pathways bisa digunakan sebagai salah satu alat mekanisme
evaluasi penilaian risiko penilaian risiko untuk mendeteksi kesalahan aktif
(active errors) dan laten (latent / system errors) maupun nyaris terjadi (near
miss) dalam Manajemen Risiko Klinis (Clinical Risk Management) dalam
rangka menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien
(patient safety).
11.
Dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSU Dr. F.L. Tobing perlu
dibentuk Case Manajer (manajer pelayanan pasien) di setiap ruang rawat
inap RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga.
12.
Dibentuk SK Direktur tentang Manajer Pelayanan Pasien di RSU Dr. F.L.
Tobing Sibolga.
13.
Standar Pelayanan Kedokteran sebagai acuan dalam menyusun CP
yaitu
PNPK
(pedoman
nasional
pelayanan
kedokteran)
yang
berisi
pernyataan yang sistematis, mutakhir, yang membantu dokter, pemberi
jasa pelayanan lain dalam menangani pasien dengan kondisi tertentu.
14.
PNPK disusun oleh :
Panel Pakar (dari organisasi profesi, akedemisi, klinis, pakar lain)
dibawah koordinasi KeMenkes dan hasilnya disahkan oleh Menkes
Staf medis fasyankes, dengan mengacu pada PNPK (bila ada) atau
sumber pustaka lain.
15.
PNPK harus diterjemahkan menjadi panduan praktek klinis (PPK) oleh
masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan keadaan
setempat.
16.
17.
Alur Klinis dan Penunjang PPK :
Alur Klinis (clinical pathway)
Algoritme
Protokol
Prosedur
Standing Orders
Penerapan tarif Paket INA-CBGs ini menuntut Manajemen rumah sakit
mampu
mengefisiensikan
biaya
dan
mengoptimalkan
pengelolaan
keuangan rumah sakit, serta melakukan kendali mutu, kendali biaya dan
akses melalui perhitungan biaya pelayanan (cost of care) dari masingmasing Clinical PAtway berdasarkan perhitungan unit cost yang telah
dimiliki rumah sakit.
18.
Penyusunan Clinical pathway dan perhitungan cost of care untuk
kasus kasus yang sering terjadi sangat diperlukan untuk pengendalian mutu
dan biaya
19.
Clinical pathway, juga dikenal sebagai jalur perawatan, jalur kritis,
jalur perawatan terpadu, atau peta perawatan, adalah salah satu alat utama
yang digunakan untuk mengelola kualitas dalam perawatan kesehatan
mengenai standarisasi proses perawatan.
20.
PPK merupakan format teknis untuk
istilah
standar
prosedur
operasional (SPO).
Kabid Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Louise Helena Hutapea
Penata Tk.I
NIP. 19730625 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Pukul
: Selasa/16 Agustus 2016
: 10.00 Wib s/d Selesai
Tempat
Topik
: Ruang Direktur
: Rapat Sosialisasi PPK Keperawatan
1. Rapat dibuka oleh Wadir Pelayanan, yaitu : dr. Hotma Nauli Hutagalung,
[Link]
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Ketua Komite Medik & Ketua
Akreditasi.
3. Panduan praktik klinik (PPK) adalah penetapan tertulis mengenai apa yang
4.
5.
6.
7.
harus dilakukan, kapan, dimana, dan oleh siapa
Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
Undang-Undang RI Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1438 Tahun 2010
Tentang Standar Pelayanan Kedokteran.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2013
Tentang Penyelenggaraan Komite Keperawatan Rumah Sakit.
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012
Tentang Akreditasi Rumah Sakit
10.
Paradigma keperawatan adalah suatu cara pandang yang mendasar
atau cara kita melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan
memilih tindakan terhadap fenomena yang ada dalam keperawatan.
11.
Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik dan
mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurang kemauan menuju kepada
kemampuan melaksanakan kegiatan sehari hari secara mandiri.
12.
Clinical Pathways bisa digunakan sebagai salah satu alat mekanisme
evaluasi penilaian risiko penilaian risiko untuk mendeteksi kesalahan aktif
(active errors) dan laten (latent / system errors) maupun nyaris terjadi (near
miss) dalam Manajemen Risiko Klinis (Clinical Risk Management) dalam
rangka menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien
(patient safety).
13.
Clinical Pathways (CP)
dapat
meningkatkan
kualitas
asuhan,
menampilkan best practice & mengurangi biaya
14.
Buku Diagnosa Keperawatan terbaru :
NANDA (The North American Nursing Diagnosis Association )
NOC (Nursing Outcome Classification)
NIC (Nursing Intervention Classification)
15.
NANDA didirikan sebagai badan formal untuk meningkatkan, mengkaji
kembali dengan mengesahkan daftar terbaru dari diagnosis keperawatan
yang digunakan oleh perawat praktisi.
16.
NOC adalah proses memberitahukan status klien setelah dilakukan
intervensi keperawatan dan NIC adalah suatu daftar lis intervensi diagnosa
keperawatan yang menyeluruh dan dikelompokkan berdasarkan label dan
digunakan perawat pada semua spesialis dan semua area keperawatan.
17.
Alur Pedoman Penyusunan PPK :
Pengertian
Asesmen Keperawatan
18.
Diagnosis Keperawatan
Kriteria Evaluasi/Nursing Outcome
Intervensi Keperawatan
Informasi dan Edukasi
Evaluasi
Penelaah Kritis
Kepustakaan
PPK merupakan format teknis untuk
istilah
standar
prosedur
operasional (SPO).
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Pembina
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Pukul
Tempat
Topik
: Jumat/05 Agustus 2016
: 08.30 Wib s/d Selesai
: Ruangan ICU
: Rapat Penetapan Kriteria Masuk ICU
1. Rapat dibuka oleh Wadir Pelayanan, yaitu : dr. Hotma Nauli Hutagalung,
[Link]
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh Direktur & Ketua Akreditasi.
3. DPJP utama diruang ICU adalah sebaiknya dr. Anestesi
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1778 Tahun 2010
Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Anestesiologi dan Terapi
Intensif di Rumah Sakit.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 519 Tahun 2011
Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) di
6.
7.
8.
9.
Rumah Sakit
Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran
Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
ICU adalah suatu bagian dari rumah sakit yang mandiri dengan staf yang
khusus dan perlengkapan yang khusus yang ditujukan untuk observasi,
perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit.
10.
Bidang kerja ICU meliputi pengelolaan pasien langsung, administrasi
unit, pendidikan dan penelitian.
11.
Pasien yang dirawat di ICU adalah :
Pasien yang memerlukan intervensi medis segera oleh tim intensive
care
Pasien yang memerlukan pengelolaan fungsi sistem organ tubuh
secara terkoordinasi dan berkelanjutan sehingga dapat dilakukan
12.
pengawasan yang konstan dan metode terapi titrasi
Pasien sakit kritis yang memerlukan pemantauan kontinyu dan
tindakan segera untuk mencegah timbulnya dekompensasi fisiologis
Harus ada AGDA dan APACHE II
Kebutuhan pasien ICU adalah tindakan resusitasi yang meliputi
dukungan hidup untuk fungsi-fungsi vital seperti Airway, Breathing,
Circulation, Brain, dan fungsi organ lain.
13.
Indikasi pasien sakit kritis yaitu pasien - pasien yang secara fisiologis
tidak stabil serta dalam bahaya mengalami dekompensasi fisiologis
14.
Sebelum pasien dimasukkan ke ICU, pasien dan atau keluarganya
harus
mendapatkan
penjelasan
secara
lengkap
mengenai
dasar
pertimbangan mengapa pasien harus mendapatkan perawatan di ICU.
15.
Usulan dr. Patrice Ginting, [Link] sebaiknya dr. PPDS Anestesi yang
dikirimkan ke RS yang sudah semester akhir dan jika dokter DPJP visite
sebaiknya dr. Anestesi ada kecuali jika ada operasi
16.
Kalau ada pasien yang exit sebaiknya diserahkan ke kamar jenazah
karena bisa di klem oleh BPJS.
17.
Membuat panduan kriteria keluar dan masuk ICU
18.
Kalau ICU penuh dibuat lembar penundaan atau dirujuk ke RS lain
19.
Jika pasien dirujuk mau ke medan dan keluarga tidak mau maka
pasien kembali keruangan
20.
Humas harus jalan di rumah sakit
21.
Skala resiko jatuh pada anak memakai Humpty Dumpty
22.
Setiap ICU hendaknya membuat peraturan dan prosedur-prosedur
masuk dan keluar, standar perawatan pasien, dan kriteria yang spesifik
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Pembina
NIP. 19770129 200502 2 001
NOTULEN RAPAT
Hari / Tanggal
Pukul
Tempat
Topik
: Rabu/14 September 2016
: 13.00 Wib s/d Selesai
: Ruangan Direktur
: Rapat Sosialisasi Pengisian Status Rekam Medik
1. Rapat dibuka oleh Wadir Pelayanan, yaitu : dr. Hotma Nauli Hutagalung,
[Link]
2. Bimbingan dan arahan telah disampaikan oleh dr. Lubuk P. Saing, Sp.A &
Ketua Akreditasi.
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269 Tahun 2008
4.
5.
6.
7.
8.
Tentang Rekam Medik.
Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran
Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
Undang-Undang RI Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan
Rekam Medis adalah berkas yang berisikanb catatan dan dokumen tentang
identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain
yang telah diberikan kepada pasien.
9. Rekam medis harus dibuat secara tertulis, lengkap dan jelas atau secara
elektronik.
10.
Merubah status yang lama jadi yang baru (nasional).
11.
12.
Status RM : status rawat inap & status rawat jalan.
Diharapkan disetiap ruangan memiliki waktu (jam) yang sama agar
sewaktu pasien datang waktunya tidak berbeda.
13.
Menko yang bertanggungjawab menghubungi jika ada pasien mau
dirujuk.
14.
Jika ada pelimpahan tugas (DPJP) maka harus yang punya izin praktek
dan keluarga diberitahu tentang pelimpahan tugas itu apakah setuju atau
tidak.
15.
Jika ada penundaan pelayanan mis : operasi agar diinformasikan
kepada pasien & keluarganya apakah pasien mau menunggu atau tidak dan
dicari alternatifnya.
16.
Isi Rekam Medik Rawat Inap : Ringkasan riwayat masuk & keluar
pasien, resume medis, pengkajian awal pasien rawat inap(riwayat datang &
pengkajian umum), pengkajian medis (rawat inap penyakit dalam), catatan
perkembangan pasien terintegrasi, catatan edukasi pasien & keluarga
terintegrasi, riwayat kesehatan/penyakit/ pemeriksaan fisik, grafik dan suhu,
balans cairan harian, catatan keperawatan, lembar konsultasi rawat
inap/jawaban konsulen, resume pasien pulang rawat inap, lembar bukti
pemberian
edukasi,
ringkasan
pulang(discharge
summary),
hasil
pemeriksaan laboratorium, hasil pemeriksaan radiologi & diagnosa, hasil
pemeriksaan USG, copy resep.
17.
Isi rekam Medik Rawat Jalan : Pernyataan persetujuan informasi
general consent, data sosial pasien dan ringkasan riwayat klinik (orang
admisi yang mengisi), Ringkasan riwayat klinik di TTD dokter, pengkajian
awal pasien rawat jalan, pengkajian keperawatan, pengkajian medis rawat
jalan penyakit dalam, lembaran poliklinik, lembar konsultasi rawat jalan,
jawaban konsulen rawat jalan, hasil pemeriksaan radiologi dan diagnostik,
hasil pemeriksaan laboratorim (darah, urin, tinja, otak, dll), copy resep.
Wadir Pelayanan RSU Dr. F.L. Tobing
Sibolga
dr. Hotma N. Hutagalung [Link]
Pembina
NIP. 19770129 200502 2 001