Diameter partikel
Diameter partikel dapat diukur dengan berbagai cara. Untuk partikel berukuran besar
(> 5 mm) dapat diukur secara langsung dengan menggunakan mikrometer standar. Ukuran
partikel yang sangat halus diukur dengan menggunakan ukuran ayakan standar. Ukuran
ayakan dapat dinyatakan dengan dua cara, yaitu dengan ukuran mesh (jumlah lubang dalam
inchi kuadrat) dan dengan ukuran actual dari bukaan ayakan dengan ukuran partikel besar
( dalam mm atau inchi). Ada beberapa standar dalam penggunaan ukuran ayakan tetapi yang
penting adalah memperoleh standar tertentu dalam penentuan ukuran partikel yang kita
kehendaki. Tabel dibawah ini menunjukkan daftar nomor mesh yang bersesuaian untuk
ayakan baku tyler.
Table 1. Ayakan tyler
Ukuran
mesh
3
4
6
8
10
14
20
28
35
48
65
100
150
200
270
400
Inchi
Millimeter
0,263
0,185
0,131
0,093
0,065
0,046
0,0328
0,023
0,0164
0,0116
0,0082
0,0058
0,0041
0,0029
0,0021
0,0015
6,680
4,699
3,327
2,362
1,651
1,168
0,833
0,0589
0,417
0,295
0,208
0,147
0,104
0,074
0,053
0,083
Diameter rata-rata partikel antar ayakan berdasarkan ayakan tyler, missal partikel
lolos melalui ayakan 150 mesh tetapi tertahan pada 200 mesh dituliskan -150+200 mesh.
Berikut ini tabel diameter partikel rata-rata penentuan ayakan tyler.
Tabel 2. Diameter partikel rata-rata berdasarkan ayakan tyler.
Ukuran ayakan
Diameter partikel Dp
(mesh)
(inchi)
-10+14
0,0555
-14+20
0,0394
-20+28
0,0280
-28+35
0,0198
-35+48
0,0140
-48+65
0,0099
-65+100
0,0070
-100+150
0,0050
-150+200
0,0035
Diameter partikel rata-rata (Dpw) dirumuskan dengan persamaan :
Dpw
= xi. Dp mean
Dpw
= diameter rata-rata partikel
Xi
Dp mean
IV.
= fraksi massa
= diameter rata-rata antar ayakan
PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyiapkan satu set ayakan dengan ukuran seperti diatas
2. Menghancurkan material yang akan diayak
3. Melakukan pengayakan
4. Menimbang masing-masing fraksi yang lolos ayakan tersebut