MAKALAH MESIN DIESEL
DISUSUN:
[Link] DEDE PRIMA
[Link] DIAN Y
[Link] ROMBIYONO
[Link] AHMAD
[Link] YOGI P
SMK TAMAN KARYA MADYA
PERTAMBANGAN KEBUMEN
Pengertian Mesin Diesel ( Engine Diesel )
Apakah Pengertian dari Mesin Diesel
Kita akan membahas:
Pengertian Mesin Diesel
Bagaimana Mesin Diesel Bekerja
Tipe-tipe Diesel
Kekurangan dan kelbihan
Sumber : Wikipedia ( edited )
Hari ini saya akan membahas tentang :
PENGERTIAN MESIN DIESEL,
Jika anda sampai di artikel ini, maka anda tentunya ingin tahu informasi tentang mesin diesel, dan
banyak pertanyaan yg ingin dijawab seperti bagaimana ia bekerja?, apa bedanya mesin diesel
dengan mesin bensin, kenapa mesin diesel ukurannya lebih besar dari mesin bensin ? dan masih
banyak lagi.
Sekarang kita bahas tentang pengertian mesin diesel
PENGERTIAN Mesin Diesel :
Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu
kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat
berenergi lain (seperti busi). Mesin diesel pada kendaraan otomotif sering digunakan pada mobil-mobil
yang mempunyai kapasitas mesin yang besar, dan juga tenaga yang besar ( contoh ; Truk, tronton,
fuso, bus dan kendaraan besar lainnya. ) hal ini dikarenakan mesin diesel cocok untuk penggunaan
jarak jauh ( mesin diesel lebih tahan panas dibanding mesin bensin ) dan tenaga yang besar ( karena
konstruksi mesin diesel rata-rata berkapasitas besar ).
Mesin diesel ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari
1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar
termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun
1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan
olehCharles F. Kettering.
Bagaimana mesin diesel bekerja
Ketika udara dikompresi suhunya akan meningkat (seperti dinyatakan oleh Hukum Charles), mesin
diesel menggunakan sifat ini untuk proses pembakaran. Udara disedot ke dalam ruang bakar mesin
diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin
bensin. Beberapa saat sebelum piston pada posisi Titik Mati Atas (TMA) atau BTDC (Before Top Dead
Center), bahan bakar diesel disuntikkan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui nozzle supaya
bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar
dengan cepat. Penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakukan saat piston mendekati
(sangat dekat) TMA untuk menghindari detonasi. Penyemprotan bahan bakar yang langsung ke ruang
bakar di atas piston dinamakan injeksi langsung (direct injection) sedangkan penyemprotan bahan
bakar kedalam ruang khusus yang berhubungan langsung dengan ruang bakar utama dimana piston
berada dinamakan injeksi tidak langsung (indirect injection).
Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan cepat
mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Batang penghubung (connecting rod)
menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linear tadi diubah menjadi tenaga
putar. Tenaga putar pada ujung poros crankshaft dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan komponen :
Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar
karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/supercharger.
Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Udara yang panas
volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya, maka dengan didinginkan bertujuan
supaya udara yang menempati ruang bakar bisa lebih banyak.
Mesin diesel sulit untuk hidup pada saat mesin dalam kondisi dingin. Beberapa mesin menggunakan
pemanas elektronik kecil yang disebut busi menyala (spark/glow plug) di dalam silinder untuk
memanaskan ruang bakar sebelum penyalaan mesin. Lainnya menggunakan pemanas "resistive grid"
dalam "intake manifold" untuk menghangatkan udara masuk sampai mesin mencapai suhu operasi.
Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam silinder dengan efektif memanaskan mesin.
Dalam cuaca yang sangat dingin, bahan bakar diesel mengental dan meningkatkan viscositas dan
membentuk kristal lilin atau gel. Ini dapat memengaruhi sistem bahan bakar dari tanki sampai nozzle,
membuat penyalaan mesin dalam cuaca dingin menjadi sulit. Cara umum yang dipakai adalah untuk
memanaskan penyaring bahan bakar dan jalur bahan bakar secara elektronik.
Untuk aplikasi generator listrik, komponen penting dari mesin diesel adalah governor, yang mengontrol
suplai bahan bakar agar putaran mesin selalu pada putaran yang diinginkan. Apabila putaran mesin
turun terlalu banyak kualitas listrik yang dikeluarkan akan menurun sehingga peralatan listrik tidak
dapat bekerja sebagaimana mestinya, sedangkan apabila putaran mesin terlalu tinggi maka dapat
mengakibatkan over voltage yang bisa merusak peralatan listrik. Mesin diesel modern menggunakan
pengontrolan elektronik canggih untuk mencapai tujuan ini melalui modul kontrol elektronik (ECM)
atau unit kontrol elektronik (ECU) - yang merupakan "komputer" dalam mesin. ECM/ECU menerima
sinyal kecepatan mesin melalui sensor dan menggunakan algoritma dan mencari tabel kalibrasi yang
disimpan dalam ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan bakar dan waktu melalui aktuator elektronik
atau hidraulik untuk mengatur kecepatan mesin.
Tipe mesin diesel
Ada dua kelas mesin diesel:
1. dua-tak dan
2. empat-tak.
Biasanya jumlah silinder dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah silinder dapat
digunakan selama poros engkol dapat diseimbangkan untuk mencegah getaran yang berlebihan.
Mesin 6 segaris paling banyak diproduksi dalam mesin tugas-medium ke tugas-berat, meskipun
V8 dan 4 segaris juga banyak diproduksi.
Mesin diesel bekerja dengan kompresi udara yang cukup tinggi, sehingga pada mesin disel besar
perlu ditambahkan sejumlah udara yang lebih banyak. Maka digunakan Supercharger atau
turbocharger pada intake manifold, dengan tujuan memenuhi kebutuhan udara kompresi.
Keunggulan dan kelemahan dibanding
dengan mesin busi-nyala
Untuk keluaran tenaga yang sama, ukuran mesin diesel lebih besar daripada mesin bensin karena
konstruksi besar diperlukan supaya dapat bertahan dalam tekanan tinggi untuk pembakaran atau
penyalaan. Dengan konstruksi yang besar tersebut penggemar modifikasi relatif mudah dan murah
untuk meningkatkan tenaga dengan penambahan turbocharger tanpa terlalu memikirkan ketahanan
komponen terhadap takanan yang tinggi. Mesin bensin perlu perhitungan yang lebih cermat untuk
modifikasi peningkatan tenaga karena pada umumnya komponen di dalamnya tidak mampu menahan
tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah.
Penambahan turbocharger atau supercharger ke mesin bertujuan meningkatkan jumlah udara yang
masuk dalam ruang bakar dengan demikian pada saat kompresi akan menghasilkan tekanan yang tinggi
dan pada saat penyalaan atau pembakaran akan menghasilkan tenaga yang besar. Penambahan
turbocharger atau supercharger pada mesin diesel tidak berpengaruh besar terhadap pemakaian bahan
bakar karena bahan bakar disuntikan secara langsung ke ruang bakar pada saat ruang bakar dalam
keadaan kompresi tertinggi untuk memicu penyalaan agar terjadi proses pembakaran. Sedangkan
penambahan turbocharger atau supercharger pada mesin bensin sangat memengaruhi pemakaian bahan
bakar karena udara dan bahan bakar dicampur dengan komposisi yang tepat sebelum masuk ruang
bakar, baik untuk mesin bensin dengan sistem karburator maupun sistem injeksi.
Motor atau mesin diesel adalah salah satu motor pembakar dalam (internal combustion engine)
selain motor bensin dan turbin gas. Motor pembakar dalam yaitu motor yang proses kerjanya
dilakukan di dalam mesin, contohnya motor bensin, motor diesel, turbin gas. Sedangkan motor
pembakar luar adalah motor yang proses kerjanya dilakukan di luar mesin, misalnya kereta uap.
Kembali ke motor diesel, prinsip kerja motor diesel berbeda dengan prinsip kerja motor bensin.
Motor diesel disebut juga motor penyalaan kompresi, hal ini karena penyalaan bahan bakarnya
(solar) menggunakan suhu kompresi udara dalam ruang bakar. Berbeda dengan mesin bensin
yang pembakarannya dilakukan menggunakan percikan bunga api dari busi. Skema dari motor
atau mesin diesel dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Prinsip yang harus diingat pada motor diesel, yaitu bahwa pada mesin atau motor diesel hanya
udara saja yang dihisap ke dalam ruang bakar. Sedangkan pada mesin atau motor bensin yang
dihisap ke dalam ruang bakar adalah bahan bakar atau bensin (yang sebelumnya telah dicampur
dengan udara di karburator). Jadi pada mesin diesel hanya udara saja yang dihisap masuk ke
ruang bakar lalu udara murni tersebut dikompresikan hingga mencapai suhu dan tekanan yang
tinggi. Selanjutnya beberapa derajat sebelum piston sampai pada titik mati atas (TMA), bahan
bakar solar disemprotkan atau diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Karena suhu dan tekanan
udara di dalam ruang bakar cukup tinggi maka partikel-partikel bahan bakar solar tadi akan
terbakar dengan sendirinya sehingga terjadilah proses pembakaran. Rasio kompresi yang
diperlukan untuk dapat membakar bahan bakar solar dengan sendirinya adalah sebesar 15-22
sedangkan suhu udara kompresinya kira-kira 600 derajat celsius.
Pada mesin diesel memang tidak diperlukan sistem pengapian seperti pada motor bensin, namun
diperlukan sistem injeksi bahan bakar yang berupa pompa injeksi dan pengabut dan juga ada
yang menggunakan busi pijar (alat bantu pemanas) serta alat bantu lain. Selain itu bahan bakar
pada mesin diesel harus mempunyai sifat bisa terbakar sendiri (self ignition). Lebih detail
tentang prinsip kerja mesin diesel atau cara kerja motor diesel adalah sebagai berikut ini:
Langkah Hisap
Langkah hisap yaitu torak bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB). Udara
(ingat yang diisap pada mesin diesel adalah UDARA saja) dihisap melalui katup atau saluran
hisap. Sehingga katup hisap dalam kondisi membuka dan katup buang dalam kondisi tertutup.
Langkah Kompresi
Cara kerja mesin diesel pada langkah kompresi, ketika torak atau piston bergerak dari TMB
menuju TMA, udara murni tersebut dipampatkan atau dikompresikan seiring dengan
bergeraknya katup ke TMA. Posisi katup hisap dan katup buang tertutup. Dengan kompresi ini
maka suhu udara dan tekanan udara meningkat atau naik drastis.
Langkah Usaha
Cara kerja mesin diesel pada langkah usaha, meneruskan langkah kompresi, kemudian beberapa
derajat sebelum piston mencapai TMA, bahan bakar solar disemprotkan atau diinjeksikan oleh
pengabut ke dalam ruang bakar sehingga bercampur dengan udara bertekanan tinggi dan suhu
tinggi tadi, maka terjadilah pembakaran. Pada langkah usaha ini, piston mulai bergerak dari
TMA menuju TMB akibat adanya dorongan hasil ledakan proses pembakaran. Pada saat terjadi
pembakaran katup hisap dan katup buang keduanya menutup. Namun diakhir atau menjelang
akhir langkah usaha, katup buang mulai membuka.
Langkah Buang
Cara kerja mesin diesel pada langkah buang, ketika piston akan sampai atau menjelang sampai di
TMB, katup buang mulai terbuka sehingga gas sisa hasil pembakaran terbuang dan kemudian
piston bergerak lagi dari TMB ke TMB mendorong gas sisa pembakaran keluar sehingga bersih
dari gas sisa pembakaran.